Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 9. Nomor 2. Desembe This is an open access article under the CCBYSA Naskah masuk 20-Agustus-2025 Direvisi Diterima Diterbitkan 31-Agustus-2025 01-Desember-2025 31-Desember-2025 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Analisis Wacana Kritis Van Dijk terhadap Pesan Moral dalam Web Series Bidaah Fajar Maulidil Ali Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Indonesia fajarmaulidil09@gmail. Jasafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Indonesia jasafat@ar-raniry. Hanifah Nurdin Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Indonesia nurdin@ar-raniry. ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis pesan moral dalam web series Bidaah dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk. Masalah yang dikaji berangkat dari maraknya representasi penyimpangan nilai agama dalam media digital yang sering kali memengaruhi cara masyarakat memahami otoritas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi makna yang muncul melalui teks, kognisi sosial pembuat film, dan konteks sosial yang melatarbelakangi produksi Bidaah. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap tayangan, pencatatan struktur naratif dan visual, serta penelusuran literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bidaah menyampaikan pesan moral yang kuat mengenai penyalahgunaan agama, dominasi kekuasaan, dan pentingnya pencarian kebenaran secara kritis. Pada level teks, film menegaskan pertentangan antara dogma dan akal sehat melalui penggambaran konflik antartokoh. Pada level kognisi sosial, terlihat upaya kreator mendorong penonton berpikir reflektif terhadap legitimasi otoritas keagamaan. Pada level konteks sosial, film ini merefleksikan problema manipulasi ajaran agama yang masih terjadi dalam kehidupan modern. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Bidaah berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukatif yang mengajak masyarakat memahami agama secara rasional dan Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan struktur pesan moral dalam produk media digital serta penerapan model analisis wacana Van Dijk untuk memahami dinamika representasi keagamaan dalam budaya populer. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis. Pesan Moral. Web Series Bidaah Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 ABSTRACT: This study analyzes the moral messages presented in the web series Bidaah using Teun A. Van DijkAos Critical Discourse Analysis model. The research problem arises from the growing presence of distorted religious representations in digital media, which increasingly shape public perceptions of religious authority. The study aims to reveal how meaning is constructed through textual structures, the social cognition of the filmAos creators, and the broader social context surrounding the production of Bidaah. The research method involves direct observation of the series, systematic documentation of its narrative and visual elements, and a review of relevant literature. The findings show that Bidaah conveys strong moral messages about the misuse of religion, the exercise of power, and the importance of critically pursuing truth. At the textual level, the film highlights the tension between dogma and common sense through the depiction of character conflicts. At the level of social cognition, it reflects the creatorsAo intention to encourage viewers to think critically about the legitimacy of religious authority. At the contextual level, the series mirrors ongoing issues of religious manipulation in contemporary society. The study concludes that Bidaah functions not only as entertainment but also as an educational medium that promotes a rational and humanistic understanding of religion. The contribution of this research lies in mapping the structure of moral messages in digital media content and demonstrating the usefulness of Van DijkAos discourse analysis model for examining religious representation in popular culture. Keywords: Critical Discourse Analysis. Moral Message. Bidaah Web Series Pendahuluan Komunikasi merupakan dimensi fundamental dalam kehidupan manusia yang memungkinkan transmisi gagasan, nilai, dan makna lintas konteks sosial (Asriadi, 2. Tidak lagi terbatas pada interaksi tatap muka, manusia memanfaatkan berbagai saluran media untuk mengekspresikan ideologi, membangun identitas kolektif, dan membentuk opini publik (Warsana et al. , 2. Perkembangan teknologi audiovisual telah menjadikan film dan web series sebagai medium komunikasi massa yang sangat potent dalam membentuk persepsi sosial dan memengaruhi perilaku kolektif (Asri, 2. Dalam konteks ini, film bukan sekadar hiburan, melainkan teks sosial yang sarat dengan makna ideologis, pesan moral, dan representasi nilai-nilai yang dapat memicu kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan dan keagamaan kontemporer (Hamandia et al. Lebih spesifik, film dan konten audiovisual digital memiliki kemampuan unik untuk menyampaikan pesan kompleks melalui kombinasi harmonis antara Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 elemen visual, audio, narasi, dan simbolisme yang memudahkan retensi dan interpretasi penonton (Suhirman et al. , 2. Menurut Stuart Hall, media berfungsi sebagai arena produksi makna di mana ideologi dan relasi kekuasaan dikonstruksi, direpresentasikan, dan dikomunikasikan melalui sistem bahasa dan simbol (Radja & Sunjaya, 2. Dengan demikian, analisis film dengan pendekatan kritis memerlukan pemahaman berlapis tentang bagaimana teks visual dan verbal bekerja secara simultan untuk menanamkan nilai tertentu, membentuk persepsi publik, dan mereproduksi ideologi dominan yang dapat menguntungkan atau merugikan kelompok sosial tertentu (Denilza & Muzakir, 2. Dalam kerangka teori komunikasi kritis yang telah dipaparkan, pendekatan analisis wacana menjadi instrumen kunci untuk mengurai konstruksi makna ideologis dalam teks audiovisual. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa analisis wacana kritis model Van Dijk efektif digunakan untuk mengungkap pesan moral dan relasi kuasa dalam karya semacam itu. Sebagai contoh. Ravi Zamzam Listiyapinto . dalam penelitiannya Analisis Wacana Kritis dalam Film Budi Pekerti menemukan bahwa struktur makro film tersebut menyoroti problem media sosial, sedangkan struktur mikronya menggambarkan dua sisi penggunaan media sosial antara pelaku dan penikmat konten (Listiyapinto & Mulyana, 2. Sementara itu. Diah Ayu Farida . melalui penelitian Analisis Pesan Dakwah dalam Web Series Demi Masa menemukan bahwa pesan dakwah direpresentasikan melalui dialog, tindakan tokoh, serta diperkuat oleh respons penonton di YouTube yang menegaskan kekuatan pesan religius dalam media digital (Farida, 2. Kedua penelitian tersebut membuktikan relevansi teori Van Dijk dalam membaca pesan moral dalam film, sekaligus mengonfirmasi fungsi media sebagai arena produksi makna seperti dikemukakan Hall. Namun, penelitian-penelitian tersebut belum menelaah secara khusus konflik penyalahgunaan otoritas keagamaan, seperti yang ditampilkan dalam film Bidaah. Berdasarkan celah tersebut dan berlandaskan pada pemahaman bahwa film adalah teks sosial yang sarat makna ideologis, penelitian ini berfokus pada bagaimana pesan moral direpresentasikan dalam web series Bidaah melalui Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial sesuai model analisis Van Dijk. Film ini menampilkan konflik antara ajaran agama, kekuasaan, dan penyalahgunaan otoritas oleh tokoh agama yang menjadikan istilah AubidaahAy sebagai alat pembenaran tindakan pribadi. Fenomena tersebut menarik untuk dikaji secara kritis karena tidak hanya mencerminkan realitas sosial di mana ajaran agama sering dimanipulasi untuk kepentingan tertentu, tetapi juga memperlihatkan bagaimana media audiovisual membentuk persepsi publik mengenai isu keagamaan yang Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab pertanyaan utama: Bagaimana pesan moral yang terkandung dalam film Bidaah ditinjau melalui analisis wacana kritis Van Dijk? Dengan memeriksa konstruksi teks, kognisi, dan konteks sosialnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang representasi nilai moral dan keagamaan dalam media, serta memperkuat kesadaran kritis masyarakat dalam menafsirkan pesanpesan keagamaan secara objektif, sesuai dengan tujuan dari pendekatan analisis media yang kritis. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berbasis analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis/CDA) model Teun A. Van Dijk. Desain ini dipilih karena penelitian bertujuan mengungkap makna yang dikonstruksi sosial dan ideologi tertanam dalam wacana audiovisual melalui eksplorasi mendalam (Lincoln & Guba, 1. Web series Bidaah (Malaysia, 2. dipilih sebagai kasus studi karena: . merupakan konten digital kontemporer yang secara eksplisit mengangkat penyalahgunaan otoritas keagamaan. mencapai audiens masif dan memicu dialog publik signifikan. menawarkan kompleksitas naratif ideal untuk eksplorasi representasi pesan moral multilapis menggunakan model Van Dijk. Data utama penelitian adalah delapan episode Bidaah . ekitar 32 jam tota. yang dirilis Maret-Desember 2025, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria: konten digital 2025, genre drama dengan fokus keagamaan, format Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 serialisasi yang kompleks, dan aksesibilitas publik. Seluruh episode dianalisis untuk menghindari selective bias. Dari kedelapan episode, tiga puluh scene kunci diidentifikasi berdasarkan intensitas konflik keagamaan dan kehadiran tokoh Walid Muhammad . epresentasi otoritas keagamaan menyimpan. untuk transkrip detail dan analisis visual. Data pendukung mencakup: literatur akademik dari Scopus. Google Scholar, dan repositori institusional . eriode 2015-2. tentang CDA, representasi keagamaan dalam media, dan penyalahgunaan otoritas konteks produksi dari interview publik dan statement produser. respons audiens . ika tersedi. untuk memperkuat analisis konteks sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi sistematis dengan dua Tahap pertama: setiap episode ditonton utuh dengan catatan terstruktur mengenai deskripsi naratif . lot, konflik, karakter role. , elemen visual . encahayaan, framing, costume, settin. , dialog kunci yang mengandung argumen keagamaan atau pesan moral, dan deskripsi scene . iming, durasi, kontek. Tahap kedua: untuk tiga puluh scene kunci, dibuat transkrip verbatim dengan notasi speaker, dialogue exact (Bahasa Melay. , paralinguistic cues . ntonasi, jeda, tone emosiona. , dan visual accompaniment. Kerangka analitik operasionalisasi model Van Dijk tiga dimensi sebagai Pertama, analisis tekstual pada tiga level: makrostruktur mengidentifikasi tema sentral . enyalahgunaan otoritas agama, pencarian kebenaran spiritual, konflik antara kemanusiaan dan rigiditas ideolog. superstruktur menganalisis alur naratif . xposition-rising action-climax-resolutio. dan roles karakter . rotagonist Hambali-Baiduri, antagonist Wali. mikrostruktur menganalisis elemen semantik . stilah kunci seperti "bidaah," "ketaatan," "kebenaran". cahaya untuk "pencerahan," kegelapan untuk "ketidakpastian"), sintaksis . ctive voice menunjukkan agency jelas, passive voice menyembunyikan agenc. , retorika . ssertions otoritatif vs. pertanyaan kriti. , dan visual semiotics . ighting profile karakter, costume religius, camera angle, spatial positionin. Kedua, analisis kognisi sosial mengeksplorasi ideologi pembuat film melalui: pilihan naratif . arakter/nilai yang dipresentasikan sebagai "baik" vs. "buruk"), character Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 development, dan resolusi konflik, yang mengungkap perspektif pembuat film tentang otoritas keagamaan autentik, relasi kekuasaan, epistemologi kebenaran, dan audience yang dituju. Ketiga, analisis konteks sosial menghubungkan pesan film dengan fenomena historis . asus nyata abuse otoritas di Malaysia-Indonesi. , landscape budaya keagamaan kontemporer . ertumbuhan fundamentalism dan counter-movement. , demografi audiens . rban, educated, digital-native Musli. , dan resonansi pesan dengan nilai-nilai audiens. Data utama penelitian adalah delapan episode Bidaah . ekitar 32 jam tota. yang dirilis Maret-Desember 2025, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria: konten digital 2025, genre drama dengan fokus keagamaan, format serialisasi yang kompleks, dan aksesibilitas publik. Seluruh episode dianalisis untuk menghindari selective bias. Dari kedelapan episode, tiga puluh scene kunci diidentifikasi berdasarkan intensitas konflik keagamaan dan kehadiran tokoh Walid Muhammad . epresentasi otoritas keagamaan menyimpan. untuk transkrip detail dan analisis visual. Data pendukung mencakup: literatur akademik dari Scopus. Google Scholar, dan repositori institusional . eriode 2015-2. tentang CDA, representasi keagamaan dalam media, dan penyalahgunaan otoritas konteks produksi dari interview publik dan statement produser. respons audiens . ika tersedi. untuk memperkuat analisis konteks sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Wacana Kritis Van Dijk Teun A. Van Dijk memandang wacana sebagai praktik sosial yang kompleks dan tidak hanya terbatas pada penggunaan bahasa semata. Ia menjelaskan bahwa wacana memiliki beberapa karakteristik mendasar, antara lain: sebagai bentuk interaksi sosial, kekuasaan dan dominasi, komunikasi, situasi kontekstual, semiotik sosial, bahasa murni, serta pembentuk lapisan dan kompleksitas. Dengan kata lain, wacana tidak pernah berdiri sendiri, tetapi selalu terkait dengan struktur sosial, ideologi, dan relasi kekuasaan yang ada di dalam masyarakat. (Rohana & Syamsuddin, 2. Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Model analisis wacana Van Dijk berfokus pada tiga dimensi utama, yaitu teks, konteks, dan kognisi sosial. Ketiga dimensi ini saling berkaitan dan harus dianalisis secara terpadu agar makna wacana dapat dipahami secara utuh. (Gumilar & Hamdani, 2. Pertama, makrostruktur, superstruktur, dan mikrostruktur. Makrostruktur berkaitan dengan tema atau topik utama dari suatu teks yang menunjukkan gagasan pokok yang ingin disampaikan. Superstruktur berhubungan dengan kerangka atau susunan bagian teks secara keseluruhan, misalnya urutan peristiwa atau alur dalam film. Sementara itu, mikrostruktur merupakan bagian terkecil dari teks yang mencakup unsur kebahasaan seperti kata, kalimat, proposisi, gaya bahasa, serta tanda-tanda Kedua, dimensi konteks menempatkan wacana sebagai bagian dari praktik sosial yang dipengaruhi oleh situasi, latar, dan kondisi sosial tertentu. Wacana diproduksi dan dipahami dalam konteks sosial yang melingkupinya, seperti siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, dan untuk tujuan apa. Aspek-aspek seperti jenis kelamin, kelas sosial, pendidikan, agama, serta posisi sosial pembicara dan pendengar turut menentukan bagaimana makna dibangun dalam suatu wacana. Oleh karena itu, analisis wacana kritis tidak hanya berfokus pada teks, tetapi juga pada kondisi sosial yang melatarbelakangi terbentuknya wacana tersebut. Ketiga, dimensi kognisi sosial menjelaskan proses mental yang terjadi pada pembuat wacana. Van Dijk memandang bahwa setiap wacana dihasilkan melalui pengetahuan, pengalaman, dan ideologi tertentu yang tersimpan dalam kesadaran Kognisi sosial berfungsi sebagai jembatan antara struktur teks dan konteks sosial. Dalam dimensi ini, peneliti menelaah bagaimana pembuat wacana membangun pandangan, memilih kata, atau menyusun narasi berdasarkan cara berpikirnya terhadap suatu realitas sosial. Melalui analisis terhadap kognisi sosial, dapat diketahui ideologi serta motif yang melatarbelakangi lahirnya suatu (Ratnaningsih, 2. Melalui tiga tingkatan ini, analisis wacana tidak hanya menelaah isi teks, tetapi juga cara teks disusun untuk membentuk pesan tertentu. Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Pesan Moral Pesan moral merupakan unsur penting dalam setiap karya komunikasi, termasuk dalam media film dan web series. (Yasir, 2. Dalam konteks komunikasi massa, pesan diartikan sebagai hasil atau produk dari komunikator yang disampaikan kepada komunikan baik secara langsung maupun melalui media (Halik, 2. Pesan berfungsi sebagai inti dari proses komunikasi karena mengandung maksud, nilai, atau informasi yang hendak disampaikan. Agar pesan dapat diterima dan dipahami secara efektif, maka diperlukan media perantara yang mampu menyalurkan makna dengan baik. (Pagarra dkk. , 2. Web series sebagai salah satu bentuk media digital memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan moral karena mampu menggabungkan unsur visual, audio, dan narasi secara harmonis sehingga lebih mudah diterima oleh khalayak. (Suhirman dkk. , 2. Secara etimologis, moral berasal dari kata mores yang berarti adat, kebiasaan, atau tata cara hidup. Moral mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman manusia dalam membedakan antara perbuatan baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, serta benar dan salah. (Wibowo dkk. , 2. Dalam konteks sosial, moral berfungsi sebagai aturan atau norma yang mengatur perilaku individu di masyarakat agar sesuai dengan nilai kemanusiaan dan keadilan. Moral juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan kepribadian seseorang agar mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan. (Slamet dkk. Oleh karena itu, moral dapat dipahami sebagai dasar kehidupan bermasyarakat yang menuntun manusia untuk bersikap jujur, sopan, adil, dan penuh kasih sayang. Dalam dunia perfilman, pesan moral biasanya disampaikan melalui alur cerita, dialog, tindakan tokoh, maupun simbol-simbol visual yang menggambarkan nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai moral yang sering muncul dalam web series meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan kasih sayang. Kejujuran mencerminkan ketulusan hati dan kelurusan perilaku yang menjadi landasan bagi setiap tindakan Tanggung jawab menunjukkan kesadaran seseorang untuk memikul Kesopanan mencerminkan sikap menghormati orang lain melalui tutur kata dan perilaku yang Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 menumbuhkan kedamaian, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai moral tersebut menjadi acuan dalam membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan lingkungan sosialnya. (Siregar, 2. Web series sebagai bentuk karya audio-visual modern memiliki kemampuan untuk menghadirkan pesan moral dengan cara yang lebih kontekstual dan reflektif. Melalui cerita yang dekat dengan realitas sosial, web series dapat menggugah kesadaran penonton tentang pentingnya nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks penelitian ini, web series Bidaah menjadi media yang tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga menghadirkan kritik sosial dan nilai Film ini menampilkan dinamika moral dalam bentuk konflik antara kebenaran dan penyalahgunaan agama. Dengan demikian, pesan moral yang terkandung di dalamnya dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang sebagai prinsip hidup yang sejalan dengan ajaran Islam. Gambaran Umum Web Series Bidaah Bidaah merupakan sebuah drama web Malaysia tahun 2025 yang disutradarai oleh sineas lokal dan dibintangi oleh sejumlah aktor terkenal seperti Faizal Hussein. Hasnul Rahmat. Fattah Amin. Riena Diana. Vanidah Imran. Fathia Latiff. Marissa Yasmin. Malia Baby, dan Fazlina Ahmad Daud. Serial ini resmi dirilis pada 6 Maret 2025, dan sejak penayangannya berhasil menarik perhatian publik karena mengangkat isu sensitif mengenai praktik keagamaan dan penyimpangan moral dalam komunitas religius. Dengan genre drama keagamaanpsikologis. Bidaah tidak hanya menghadirkan konflik emosional, tetapi juga menampilkan kritik sosial yang tajam terhadap pemahaman agama yang (Wikipedia, 2. Cerita berpusat pada tokoh Baiduri . iperankan oleh Riena Dian. , seorang wanita muda yang hidup dalam keluarga sangat taat beragama. Suatu hari, ibunya. Kalsum (Fazlina Ahmad Dau. , memintanya untuk bergabung dengan kelompok bernama Jihad Ummah, sebuah sekte keagamaan yang dipimpin oleh tokoh Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 karismatik Walid Muhammad (Faizal Hussei. Awalnya. Baiduri mengikuti perintah ibunya dengan niat mencari ketenangan spiritual, namun setelah bergabung, ia mulai menyadari adanya praktik-praktik mencurigakan di dalam kelompok tersebut. Ia menemukan adanya paksaan terhadap anggota, pernikahan paksa, serta ritual yang diragukan kesesuaiannya dengan ajaran agama. Konflik semakin memuncak ketika Hambali (Fattah Ami. , putra Walid, kembali dari Yaman dan menyadari bahwa kelompok yang dipimpin ayahnya telah menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Hambali kemudian bersekutu dengan Baiduri untuk membongkar penyimpangan tersebut dan melindungi keluarganya dari praktik keagamaan yang menyesatkan. Perjuangan mereka menggambarkan pertentangan antara kebenaran dan kekuasaan, antara keimanan yang tulus dan manipulasi atas nama agama. (Wikipedia, 2. Dari segi sinematografi. Bidaah menggunakan pencahayaan redup dan tone visual gelap untuk membangun suasana tegang dan penuh misteri. Dialognya disusun dengan bahasa yang sederhana tetapi sarat makna moral dan keagamaan, memperlihatkan kontras antara retorika religius tokoh Walid dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual sejati. Melalui narasi dan simbol visual seperti surban, tempat ibadah, dan ritual keagamaan. Bidaah mengajak penonton untuk merefleksikan makna bidAoah dalam konteks sosial yang lebih luas. Secara tematik. Bidaah tidak hanya menyuguhkan kisah tentang fanatisme dan penyalahgunaan kekuasaan dalam agama, tetapi juga menghadirkan pesan moral tentang pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan kasih sayang dalam memahami serta mengamalkan ajaran Islam. Film ini menggugah kesadaran penonton agar tidak mudah menilai suatu amalan sebagai sesat tanpa pemahaman mendalam dan agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dalam kehidupan Dengan demikian. Bidaah menjadi karya yang relevan untuk dikaji melalui Analisis Wacana Kritis Van Dijk, karena di dalamnya terdapat hubungan erat antara teks, ideologi, dan konteks sosial yang membentuk konstruksi makna moral serta kritik terhadap penyimpangan agama di masyarakat modern. (Sugianur dkk. , 2. Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Analisis Wacana Kritis Van Dijk terhadap Web Series Bidaah Web series Bidaah memuat pesan moral yang kuat melalui penyajian narasi keagamaan yang kompleks, memperlihatkan bagaimana penyimpangan moral dapat terjadi di balik klaim kesalehan. (Afifah dkk. , 2. Melalui tiga dimensi analisis wacana kritis Van Dijk struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial pesan moral film ini dapat dipahami secara menyeluruh. Pada dimensi struktur teks, film ini menonjolkan tema besar tentang penyalahgunaan kekuasaan atas nama agama. Tokoh Walid Muhammad digambarkan sebagai sosok pemimpin sekte yang karismatik namun manipulatif, menggunakan simbol-simbol keagamaan untuk mengendalikan pengikutnya. Struktur makro film ini menampilkan perjuangan moral tokoh Baiduri dan Hambali yang berusaha mencari kebenaran dan melawan penyimpangan ajaran. Dalam superstruktur, alur cerita dibangun dengan konflik antara dogma dan akal sehat, sedangkan pada mikrostruktur, pilihan diksi dan simbol seperti AubidaahAy. AuketaatanAy, dan AupengorbananAy menunjukkan ketegangan antara pemahaman agama yang rasional dan fanatisme buta. Dari dimensi kognisi sosial, dapat dilihat bahwa pembuat film ingin menyampaikan kritik terhadap fenomena sosial di mana ajaran agama sering kali Penggambaran tokoh Walid tidak hanya sebagai individu, tetapi sebagai representasi dari figur pemuka agama yang menyelewengkan kekuasaan spiritual Sementara Baiduri Hambali merepresentasikan suara moral masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan. Melalui perspektif ini, film Bidaah menanamkan nilai moral tentang pentingnya berpikir kritis, berpegang pada prinsip kejujuran, dan berani menolak ketidakadilan meskipun datang dari otoritas agama. Kognisi sosial pembuat film terlihat dalam upayanya menegaskan bahwa moralitas sejati tidak dapat diukur dari penampilan religius, melainkan dari ketulusan hati dan tanggung jawab terhadap sesama manusia. Pada dimensi konteks sosial, pesan moral film ini berkaitan erat dengan realitas masyarakat modern yang masih menghadapi persoalan penyalahgunaan Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 agama, fanatisme, dan manipulasi kekuasaan spiritual. Bidaah menjadi refleksi terhadap kondisi sosial di mana pemahaman agama sering kali dipelintir untuk kepentingan tertentu, sehingga menimbulkan perpecahan dan penindasan. Melalui konflik antara Walid. Baiduri, dan Hambali, film ini menegaskan nilai-nilai moral yang universal seperti kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan kasih sayang. Kejujuran tercermin dalam keberanian Baiduri dan Hambali mengungkap tanggung jawab ditunjukkan melalui tekad mereka melindungi keluarga dan masyarakat dari kesesatan. kesopanan tergambar dalam cara mereka tetap menghormati orang tua dan tokoh agama meskipun berbeda pandangan. sementara kasih sayang menjadi nilai tertinggi yang menyatukan kembali keluarga dan komunitas setelah kebenaran terungkap. Secara keseluruhan, pesan moral yang terkandung dalam Bidaah menegaskan bahwa kebenaran agama tidak boleh dijadikan alat untuk menindas, melainkan harus menjadi sarana untuk menebarkan kasih sayang dan keadilan. Film ini mengingatkan penonton bahwa moralitas sejati bersumber dari hati nurani yang bersih, bukan dari simbol-simbol keagamaan semata. (Junaidi, 2. Dengan menggunakan pendekatan wacana kritis Van Dijk, dapat dipahami bahwa Bidaah berfungsi sebagai kritik sosial sekaligus media pendidikan moral yang mengajak berlandaskan nilai kemanusiaan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa web series Bidaah merupakan karya yang sarat dengan pesan moral sekaligus kritik sosial terhadap Melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis Van Dijk, film ini memperlihatkan keterkaitan antara teks, ideologi, dan konteks sosial yang membentuk makna moral di Struktur teks menggambarkan pertentangan antara kebenaran dan kekuasaan, kognisi sosial menyoroti pandangan pembuat film tentang pentingnya berpikir kritis serta keberanian menentang ketidakadilan, sedangkan konteks sosial Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Nilai-nilai moral yang ditonjolkan mencakup kejujuran, tanggung jawab, kesopanan, dan kasih sayang yang tergambar melalui perjuangan tokoh Baiduri dan Hambali dalam menegakkan kebenaran. Secara keseluruhan. Bidaah bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai media refleksi moral dan pendidikan sosial yang mengajak masyarakat memahami ajaran agama secara rasional, adil, dan berlandaskan nilai kemanusiaan. BIBLIOGRAFI Afifah. Ilmi. , & Erawati. Kontestasi Wacana Religius dalam Media Populer: Serial Bidaah dalam Bingkai Sosiologi Giddens. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 15. , 111Ae119. https://doi. org/10. 17509/sosietas. Asri. Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film AuNanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Ay Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1. , 74. https://doi. org/10. 36722/jaiss. Asriadi. Komunikasi Efektif Dalam Organisasi. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2. , 26Ae50. Denilza. , & Muzakir. Instagram sebagai Arena Wacana Empati: Analisis Wacana Kritis terhadap Respons Publik atas Kesaksian Korban Film BidAoah pada Akun @ctd. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4. , 156Ae https://doi. org/10. 54259/mukasi. Farida. Analisis Pesan Dakwah Dalam Web Series Demi Masa Di Kanal Youtube Kahfeveryday (Analisis Wacana Kriti. ISOLEK: Jurnal Pendidikan. Pengajaran. Bahasa, dan Sastra, 2. , 297Ae309. Gumilar. , & Hamdani. Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk Pada Teks Berita Liputan6. com mengenai Aturan Tilang 2025. STNK Mati 2 Tahun Langsung Disita. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5. , 3792Ae3804. Halik. Komunikasi Massa. AU Press. Hamandia. Hertimi. , & Oktasari. Analisis Pesan Moral dalam Film AuKetika Berhenti Disini. Ay Interaction Communication Studies Journal, 2. , 10. https://doi. org/10. 47134/interaction. Junaidi. Media dan Komunikasi Politik. Mbridge Press. Khaerani. Pesan Moral Dari Film Miracle In Cell No 7 Versi Indonesia: Analisis Semiotika. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, 2. , 161Ae170. https://doi. org/10. 5281/ZENODO. Listiyapinto. & Mulyana. Analisis Wacana Kritis dalam Film Budi Pekerti. Wacana: Jurnal Bahasa. Seni, dan Pengajaran, 8. , 11Ae17. https://doi. org/10. 29407/jbsp. Pagarra. Syawaluddin. Krismanto. , & Sayidiman. Media Pembelajaran. Badan Penerbit UNM. Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis Alamtara : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 9 No 2 Tahun 2025 Radja. , & Sunjaya. Representasi Budaya Jember dalam Jember Fashion Carnival: Pendekatan Teori Representasi Stuart Hall. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial Humaniora, 2. , 13Ae20. https://doi. org/10. 62383/wissen. Ratnaningsih. Analisis Wacana Kritis: Sebuah Teori dan Implementasi. Universitas Muhammadiyah. Rohana & Syamsuddin. Analisis Wacana. CV. Samudra Alif-Mim. Siregar. Pesan Moral Dalam Film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 26. , 182Ae Slamet. Daryono. Lelono. Olivia. Arianto. Puspita. Rizqi. , & Aristi. Nilai Dan Norma Sebagai Dasar Membangun Karakter. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 10. , 75Ae85. Sugianur. Nyura. , & Cahyono. Implementasi Teknik Sinematografi Dalam Visual Storytelling Film Pendek Sebagai Media Branding Saqa Coffee. JMA: Jurnal Media Akademik, 3. , 1Ae15. https://doi. org/10. Suhirman. Marta. Wachyud. , & Wibawa. Media Pembelajaran. CV. Aksara Sastra Media. Warsana. Nafsika. , & Undiana. Komunikasi Seni: Representasi Masyarakat Urban di Kota Bandung dalam Bingkai Karya Seni Karya Mufty Priyanka. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 3. , 16. https://doi. org/10. 24014/kjcs. Wibowo. Wigena. Sulistyosari. , & Sultan. Buku Ajar Dasar Dan Konsep Pendidikan Moral. Tahta Media Group. Wikipedia. Sinopsis Bidaah (Drama We. https://id. org/wiki/Bidaah_. rama_we. Yasir. Pengantar Ilmu Komunikasi: Sebuah Pendekatan Kritis dan Komprehensif. CV Budi Utama. Fajar Maulidil Ali. Jasafat. Hanifah Nurdin Analisis Wacana Kritis