Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA KAJIAN AuGERTAK TUNDUKAy SEBAGAI INOVASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN WARGA NGANJUK (STUDI KASUS PADA KANTOR KECAMATAN NGETOS) Dhea Angelia Nurkumala S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20065@mhs. Deby Febriyan Eprilianto S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya debyeprilianto@unesa. Abstrak Pelayanan publik yang efektif dan responsif merupakan kunci kemajuan suatu negara sehingga perlunya beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan dalam meningkatkan kepercayaan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk menciptakan trobosan baru dengan terselenggaranya Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (Gertak Tundu. Warga Nganjuk yang memberikan pelayanan administrasi kependudukan dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di seluruh desa, kelurahan, maupun kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori tahap implementasi pada proses inovasi menurut Bland, dkk. , . dengan lokus penelitian pada Kantor Kecamatan Ngetos. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan Analisis data yang dilakukan oleh penulis menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penerapan inovasi Gertak Tunduk Warga Nganjuk di Kantor Kecamatan Ngetos telah berjalan dengan baik namun belum optimal. Penyediaan sumberdaya berupa dukungan finansial selama terselenggaranya Gertak Tunduk, penempatan sumber daya manusia dengan adanya tim pemutakhiran data, monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan membantu peneliti mengetahui kendala Kecamatan Ngetos yang masih jauh dari target capaian IKD. Kendala yang muncul meliputi infrastruktur yang belum mumpuni, pemberian pelatihan yang belum merata, struktur dan mekanisme yang masih belum jelas. Adapun saran yang diberikan peneliti adalah diperlukan pembaharuan infrastruktur berupa penambahan perangkat laptop dan alat perekam KTP, diperlukan sosialisasi bagi masyarakat luas sebagai bentuk menarik antusias masyarakat dan langkah mempercepat capaian IKD, diperlukan peninjauan ulang terkait timeline dan sisa target penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Kata Kunci: Inovasi. Pelayanan. Kependudukan Abstract Effective and responsive public services are the key to a country's progress, so service providers need to pay attention to several factors in increasing trust, community welfare and sustainable development. The Nganjuk Regency Government created a new breakthrough by holding the Simultaneous Movement to Complete Population Administration (Gertak Tundu. for Nganjuk Residents which provided population administration services and activated Digital Population Identity (IKD) in all villages, sub-districts and sub-districts. This research uses descriptive research methods with a qualitative approach. The research focus uses the implementation stage theory of the innovation process according to Bland, et al. , . with the research focus at the Ngetos District Office. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out by the author using data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are that the implementation of the Nganjuk Residents' Submissive Action innovation at the Ngetos District Office has gone well but is not yet optimal. The provision of resources in the form of financial support during the implementation of Gertak Tunduk, the placement of human resources with the existence of a data updating team, monitoring and evaluation that have been carried out helped researchers find out the obstacles in Ngetos District which are still far from the IKD achievement targets. Obstacles that arise include inadequate infrastructure, uneven training provision, unclear structures and mechanisms. The suggestions given by researchers are that infrastructure updates are needed in the form of additional laptop devices and KTP recording devices, socialization is needed for the wider community as a form of attracting public enthusiasm and steps to accelerate IKD achievements, a review is needed regarding the timeline and remaining targets for implementing the Nganjuk Residents' Subordination Action. Keywords: Innovation. Service. Population Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 PENDAHULUAN Pemenuhan hak tiap warga negara merupakan salah satu bentuk tanggungjawab dan amanah yang diemban masing-masing negara termasuk pada aspek pelayanan publik yang merupakan aspek fundamental dalam sistem pemerintahan yang baik dan demokratis sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Berkaitan dengan hal tersebut, pelayanan publik yang efektif dan kooperatif menjadi faktor utama dalam pembangunan dan kemajuan suatu negara sehingga perlu diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan publik agar dapat membangun kepercayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Akan tetapi, berdasarkan Laporan Triwulan II Tahun 2023 telah tercatat sejumlah 070 laporan masyarakat terkait dugaan maladministrasi pada saat menggunakan layanan publik. Dugaan maladministrasi itu sendiri merujuk pada kecurigaan atau keyakinan bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap prinsip atau norma penyelenggaraan pelayanan publik pada tabel dibawah ini : Tabel 1. 1 Laporan Masyarakat Berdasarkan Substansi Tahun 2023 SUBSTANSI LAPORAN Agraria (Pertanahan dan Tata Ruan. Perdesaan Pendidikan Kepegawaian Perhubungan dan Infrastruktur Kepolisian Administrasi Kependudukan Hak Sipil dan Politik Energi dan Kelistrikan Kesehatan Kesejahteraan Sosial Ketenagakerjaan Peradilan Perbankan Perizinan Jaminan Sosial Air Lain-lain Sumber : Diolah peneliti. Laporan Triwulan II 2023 Ombudsman RI . Berdasarkan data pada tabel diatas yang berisi laporan pengaduan masyarakat, pada substansi administrasi kependudukan menduduki urutan ke-7 dengan jumlah 119 Hal tersebut menandakan bahwa pelayanan administrasi kependudukan belum dilaksanakan secara optimal dan masih terdapat permasalahan sehingga administrasi kependudukan harus mendapat perhatian penuh oleh pemerintah. Keterlibatan pemerintah merupakan elemen penting dalam perbaikan pengelolaan penyelenggaraan pelayanan publik, karena pelayanan publik pada hakikatnya merupakan hak warga negara dan kebutuhan dasar masyarakat (Karimi dan Meirinawati. Jika dikaitkan dengan laporan pengaduan masyarakat berdasarkan provinsi terlapor atas dugaan maladministrasi yang telah diterima Ombudsman RI. Provinsi Jawa Timur termasuk salah satu provinsi yang tercatat dengan menduduki posisi ke-4 sebagaimana disajikan pada tabel 1. 2 sebagai berikut: Tabel 1. 2 Laporan Masyarakat Berdasarkan Provinsi Terlapor Tahun 2023 PROVINSI LAPORAN DKI Jakarta Kepulauan Bangka Belitung Kalimantan Tengah Jawa Timur Kalimantan Selatan Sumber : Diolah peneliti. Laporan Triwulan I 2023 Ombudsman RI . Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa pelayanan publik masih menjadi masalah serius yang harus segera dicarikan solusinya oleh pemerintah. Oleh karena itu, lahirlah reformasi birokrasi yang diharapkan dapat memberikan nuansa baru terhadap sistematika maupun penyelenggaraan pelayanan publik serta memangkas angka dugaan maladministrasi salah satunya pada bidang administrasi kependudukan. Begitupula dengan Provinsi Jawa Timur mempunyai jumlah penduduk yang besar 407 jiwa sehingga berpengaruh pada kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik prima, akuntabel, transparan, dan tidak berbelit-belit salah satunya pada pelayanan administrasi kependudukan. Salah satu wujud reformasi birokrasi adalah terciptanya inovasi pengembangan ide-ide baru, penggunaan teknologi modern dan pendekatan kreatif dalam penyelenggaraan layanan publik. Menurut Bertot. alam Hinggis dan Oktariyanda, 2. inovasi pelayanan publik bertujuan menciptakan hingga mengembangkan sesuatu yang baru berupa praktik, ide, pendekatan, teknologi, pemberian pelayananan dengan cara yang baru agar dapat diterapkan dalam suatu organisasi dan mendorong kesejahteraan Mulai dari tahun 2016. Provinsi Jawa Timur terus berupaya menciptakan ide-ide baru mengenai inovasi pelayanan publik baik melalui pemerintah kabupaten atau kota (Styareni dan Fanida, 2. Salah Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA satunya Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang tercatat sebagai Top 30 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovabli. Tahun 2020 dan termasuk Finalis Top Inovasi Publik pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovabli. Tahun 2023 dalam kategori khusus (Chusnia. Sebagai bentuk menindaklanjuti Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2018 tentang Satu Data Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Bupati Nomor 43 Tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia Tingkat Daerah, pejabat (P. Bupati Nganjuk. Sri Handoko meresmikan inovasi baru yang bernama Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (Gertak Tundu. Warga Nganjuk. Gertak Tunduk sebagai gebrakan penataan dan penertiban dokumen kependudukan warga yang belum dan perlu diperbarui dokumen kependudukannya. Untuk dokumen kependudukan yang dimaksudkan meliputi Akta Kelahiran. Akta Kematian. Kartu Keluarga (KK). Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e. , dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Inovasi Gertak Tunduk dibawah naungan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai wakil ketua dengan melibatkan seluruh kecamatan, kelurahan, dan pemerintah desa. kedepannya dapat tepat sasaran bagi warga Kabupaten Nganjuk sebagaimana yang disampaikan Pj. Bupati Nganjuk. Sri Handoko pada berita sebagai berikut: AuKami berharap dengan dilaunchingnya gerakan ini, kita dapat bergerak serentak untuk mendata warga kita dengan baik. Dari data warga Nganjuk yang terupdate itu, program-program tersalurkan tepat sasaran. Ay (Kartika, 2. Selain itu. Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menampilkan infografis pada website SEDUDO, media sosial seperti instagram, dan radio dengan bertujuan untuk menginformasikan kepada masyarakat adanya Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (Gertak Tundu. Warga Nganjuk. Sistem Elektronik Terpadu Desa Online atau SEDUDO merupakan website atau aplikasi yang diciptakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk pada akhir tahun 2020 untuk mendukung pelayanan administrasi terpadu di desa secara online dalam pelayanan kependudukan, sehingga masyarakat tidak perlu mendatangi kantor terkait. Akan tetapi, implementasi SEDUDO masih belum dapat memenuhi administrasi kependudukan masyarakat Kabupaten Nganjuk karena masyarakat merasa awam dan kesusahan harus mengakses secara online. Belum lagi dengan masyarakat Kabupaten Nganjuk kalangan lansia yang kurang memahami teknologi dan tidak mempunyai handphone sehingga merasa kebingungan bagaimana pengajuan melalui SEDUDO. Hal tersebut menyebabkan sekelompok masyarakat belum memiliki dokumen kependudukan atau sudah memiliki namun perlu diperbaruhi sehingga berdampak pada kinerja pemerintah dalam merumuskan program yang tepat sasaran. Oleh karena itu. Pemerintah Kabupaten Nganjuk meluncurkan inovasi Gertak Tunduk ini sebagai salah satu langkah dalam penertiban dokumen administrasi kependudukan. Berikut merupakan infografis sebagai bentuk penyampaian informasi adanya Gertak Tunduk kepada masyarakat yang tertera pada website SEDUDO sebagai berikut. Gambar 1. 1 Cuplikan Berita Pj Bupati Nganjuk dalam memaksimalkan Gertak Tunduk Sumber : Aprilia . Gertak Tunduk merupakan bentuk keberlanjutan pelatihan aplikasi SEPAKAT (Sistem Perencanaan. Penganggaran. Analisis, dan Evaluasi Kemiskinan Terpad. yang digunakan untuk mendiagnosa terjadinya suatu permasalahan dan bentuk pertimbangan dalam merumuskan suatu kebijakan solusi suatu permasalahan yang terjadi salah satunya mempermudah Pemerintah Kabupaten Nganjuk menciptakan program sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tepat sasaran melalui data kependudukan yang telah diperbarui. Inovasi Gertak Tunduk Tahap I dilaksanakan dalam rentang waktu 1 bulan pada 20 November Ae 20 Desember 2023 dilanjutkan dengan pelaksanaan Gertak Tunduk di tahun 2024 mendatang dengan sistematika jemput bola atau bisa langsung ke kantor desa maupun kecamatan. Pada pelaksanaan Gertak Tunduk ini diharapkan mampu mewujudkan data kependudukan yang akurat dan program-program Gambar 1. 2 Infografis Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (Gertak Tundu. Warga Nganjuk pada website SEDUDO Sumber : Website SEDUDO Nganjuk . Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 Selain untuk memutakhirkan data Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga bertujuan untuk meningkatkan angka kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) Warga Nganjuk yang merupakan inovasi dari Dirjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri dan memudahkan masyarakat pada digitalisasinya dokumen kependudukan. Target IKD selama pelaksanaan Gertak Tunduk Kabupaten Nganjuk berjumlah 220. 846 orang. Akan tetapi. Gatut Sugiarto selaku Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa Capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) seluruh kecamatan diantaranya hanya 2 . kecamatan yang baru mencapai target capaian minggu pertama sebanyak 25 persen sebagaimana disampaikan beliau pada berita sebagai AuAlhamdulillah dari target 25% tadi. Kecamatan Ngluyu dan Gondang bisa mencapai 27,95% dan 27,87%, ini salah satu langkah yang lebih baik sehingga dua kecamatan ini sudah melebihi target Gertak Tunduk Minggu I. Ay (Aprilia, 2. Pada tahap evaluasi Gertak Tunduk Minggu II Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk berharap para penyelenggara pelayanan yang belum memenuhi target agar segera berupaya untuk memaksimalkan sebagaimana disampaikan Gatut Sugiarto selaku Kepala Diskdukcapil sebagai berikut: AuTarget kita untuk minggu depan (Minggu Ketig. kurang lebih 75 persen, yang sudah bergerak cepat semoga juga diikuti oleh yang lainnyaAy (Auton, 2. Melihat dari Laporan Evaluasi Gertak Tunduk Minggu I dan II. Kecamatan Ngetos menduduki urutan paling bawah dari keseluruhan kecamatan di Kabupaten Nganjuk dengan persentase 3,85% dan 6,02% jauh dari target perminggu selama pelaksanaan Gertak Tunduk. Penambahan IKD yang terkesan lambat ini memicu sorotan pada kinerja penyelenggara pelayanan publik dalam penerapan inovasi Gertak Tunduk di Kecamatan Ngetos. Salah satu hal yang membuat Capaian IKD terkesan lambat dikarenakan terbatasnya informasi yang diterima masyarakat mengenai fungsi dan kegunaan digitalisasi dokumen kependudukan berupa IKD ini. Pernyataan diatas didukung dengan tanggapan masyarakat setempat yakni : AuMenurut saya, masyarakat masih banyak yang tidak merespon program ini. Kemungkinan masyarakat tidak mengetahui adanya program Gertak Tunduk ini, maksud dan tujuan sepertinya belum menyasar pada telinga Waktu pertama kali saya mendengar perihal IKD, saya sempat bertanya apa fungsi dan kegunaannya, jika hanya untuk memiliki dokumen pribadi secara digital saja saya tidak perlu mbak karena dokumen pribadiku sudah tak scan dalam bentuk file. Selain itu, desa tidak ada sosialisasi terkait Gertak Tunduk mbak hanya penyampaian infografis terkait Gertak Tunduk melalui share ke whatsapp masing-masing RT dan mulut ke mulut saja. Ay (Kutipan wawancara, 13 Desember Berdasarkan kutipan wawancara diatas, terlihat bahwasanya inovasi Gertak Tunduk ini masih belum optimal dirasakan oleh masyarakat dikarenakan sosialiasi yang dilakukan kurang merata dan keterbatasan informasi terkait pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) sehingga masyarakat merasa tidak tertarik dan tidak mengetahui maksud adanya Gertak Tunduk yang dicanangkan Dinas Komunikasi dan Informasi bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk ini. Tidak hanya itu, kendala yang terjadi di Kecamatan Ngetos adalah sarana prasarana yang masih belum memadai. Masyarakat setempat tidak dapat membuat E-KTP di kantor kecamatan karena alat perekam yang digunakan masih rusak sehingga mengharuskan masyarakat Kecamatan Ngetos langsung mengurus ke Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut divalidasi dengan kutipan wawancara awal sebagai berikut : AuUntuk mengurus e-ktp ini tidak bisa dicukupkan dari Kecamatan Ngetos saja mbak dikarenakan alat perekamnya masih rusak. Jadi apabila membuat ya harus langsung ke Disdukcapil. Ay (Kutipan wawancara, 13 Desember 2. Operator Gertak Tunduk Kecamatan Ngetos menyampaikan keluhan perihal server yang sering down sehingga berdampak pada keberlangsungan pekerjaannya sebagaimana disampaikan dalam kutipan wawancara awal sebagai berikut : AuKendala saat pelaksanaan Gertak Tunduk ini adalah server yang sering down, ya mungkin karena masih tergolong baru dan terintegrasi jadi satu sehingga mengalami overload. Hal ini cukup menghambat proses bekerja juga mbak. Ay (Kutipan wawancara awal, 15 Desember 2. Selanjutnya pada evaluasi Gertak Tunduk Minggu i. Pemerintah Kabupaten Nganjuk menargetkan capaian IKD sebesar 75%. Akan tetapi, dari total keseluruhan sebanyak 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Ngetos merupakan salah satu dari 5 kecamatan yang memperoleh IKD 25% s. d 50% dengan 9 Desa atau Kelurahan didalamnya. Tercatat pada laporan evaluasi kinerja minggu i Kecamatan Ngetos menduduki urutan ke-7 dengan persentase 27%, tetapi pada Kecamatan Ngetos masih jauh dari target. Ditambah lagi Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA dengan adanya beberapa kendala yang disampaikan masyarakat maupun operator terkait pelaksanaan inovasi Gertak Tunduk Warga Nganjuk seperti kurangnya informasi perihal pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD), sosialisasi masyarakat yang kurang merata dan sarana prasana yang kurang memadai tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian mengenai inovasi pelayanan publik dengan mengambil studi kasus di Kantor Kecamatan Ngetos menggunakan fokus penelitian tahap implementasi pada proses inovasi menurut Bland, dkk . dengan judul AuPenerapan Inovasi Pelayanan Publik melalui Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (Gertak Tundu. Warga NganjukAy. dengan Ibu Nurul Rismasari selaku Analis Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk. Ibu Yossy selaku Kasi Pelayanan dan Ibu Julia Rizky selaku operator Gertak Tunduk, beserta 4 . orang yang merupakan masyarakat Kecamatan Ngetos. Selanjutnya peneliti menggunakan teknik analisis data mengadopsi konsep Miles dan Huberman . alam Sugiyono, 2. yang menekankan bahwa aktivitas analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga selesai meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Kecamatan Ngetos merupakan bagian dari struktur pemerintahan Kabupaten Nganjuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 8 Tahun 2020 yang mengatur tentang perubahan dalam pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Nganjuk. Menurut Pasal 4 ayat 2 huruf e peraturan tersebut. Kecamatan Ngetos diklasifikasikan sebagai Kecamatan dengan Tipe Oleh karena itu, untuk menjalankan tugas dan fungsi yang dimiliki. Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk harus memiliki susunan organisasi dan tata kerja yang teratur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Gertak Tunduk merupakan upaya terpadu dan berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan pemerintah kependudukan dan serta Identitas Kependudukan Digital (IKD). Selain itu, lahirnya Gertak Tunduk bertujuan untuk bahan sounding data yang berasal dari Badan Pusat Statistika (BPS) sejak tahun 2021 sehingga perlu program-program terselenggara dengan tepat sasaran. Oleh karena itu, penerapan inovasi pelayanan publik memerlukan beberapa indikator pada proses inovasi yang meliputi resource gathering . enyediaan sumberday. , personnel placement . enempatan SDM), retraining . , develop structure and processes . embangun struktur dan mekanism. , dan evaluation and monitoring . onitoring dan evaluas. sebagai berikut : METODE Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan pada makna daripada generalisasi (Sugiyono. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Penerapan Inovasi Pelayanan Publik melalui Gerakan Serentak Tuntaskan Administrasi Kependudukan (GERTAK TUNDUK) Warga Nganjuk dengan mengambil studi kasus di Kantor Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Fokus penelitian pada penelitian ini menggunakan teori tahap implementasi pada proses inovasi menurut Bland, dkk . yang menekankan pada 5 . indikator yaitu : . Resource Gathering (Penyediaan Sumberday. , . Personnel Placement (Penempatan SDM), . Retraining (Pelatiha. , . Develop Structure and Processes (Membangun struktur dan mekanism. , dan . Evaluation and Monitoring (Monitoring dan Evaluas. Sumber data yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung melalui sumber data kepada pengumpul data atau peneliti (Sugiyono, 2. Sedangkan pengertian data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data atau peneliti atau sebut saja diluar informan yang ada (Sugiyono, 2. Kemudian teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian yang mendukung penelitian ini yaitu Bapak Sujono selaku Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk. Ibu Sri Anida selaku Kasi Analistik dibantu Resource Gathering (Penyediaan Sumberday. Menurut Mufidah dan Tauran . sumberdaya merupakan kedudukan paling penting dalam penerapan untuk melakukan sebuah kebijakan maupun inovasi. Sumber daya sendiri terdiri atas 3 kategori yaitu sumber daya manusia, keuangan, maupun sarana dan prasarana. Tidak jauh berbeda. Van Horn dan Van Meter . alam Hidayah dan Rahaju, 2. juga menyebutkan bahwasanya pencapaian proses implementasi atau penerapan Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 tersebut didapatkan melalui bagaimana mengelola kemampuan menggunakan sumber daya yang tersedia meliputi sumber daya manusia, sumber daya finansial dan waktu. Hal tersebut membuktikan bahwasanya penyediaan sumberdaya yang tepat sangat diperlukan dalam penerapan sebuah program dalam mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan sisi finansial, penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk telah disiapkan secara langsung oleh ketua program Gertak Tunduk yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2023 sekitar 500 juta. Akan tetapi, peneliti tidak mengetahui rincian anggaran tersebut dikarenakan jumlah yang cukup besar sehingga perlu didiskusikan ulang bersama beberapa pihak yang Berdasarkan hasil observasi penulis mendapatkan informasi terkait penggunaan anggaran tersebut yaitu : Tabel 1. 3 Rincian Anggaran Penerapan Gertak Tunduk Tahun 2023 NO. RINCIAN KEPERLUAN Pelatihan SEPAKAT Narasumber. Konsumsi, dan Sarana dan Prasarana Honor Operator Pemutakhiran Data Operator Desa dan OPD Rapat Koordinasi dan Rapat Evaluasi Tim Pemutakhiran Data Sumber : Diolah peneliti. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk . Berkaitan dengan tabel diatas, terlihat bahwasanya penyediaan sumber daya manusia juga telah dipersiapkan dengan baik ditandai dengan adanya honor tim pemutakhiran data desa dan kecamatan meliputi operator Gertak Tunduk yang bertugas mengoperasikan aplikasi SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependuduka. SEDUDO (Sistem Elektronik Terpadu Desa Onlin. dengan mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan masing-masing individu. Adapun rincian penyediaan sumber daya manusia yang disusun oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk selama terselenggaranya Gertak Tunduk yang merupakan bagian dari tim pemutakhiran data berbasis desa dan kelurahan disajikan pada tabel Tabel 1. 4 Penyediaan Sumber Daya Manusia Gertak Tunduk Tahun 2023 NO. RINCIAN JUMLAH (ORANG) Operator petugas Adminduk Dispendukcapil Operator SEDUDO seluruh Operator SEDUDO masing284 masing desa dan kelurahan Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk . Sedangkan dari sisi sarana dan prasarana atau infrastruktur penunjang terselenggaranya Gertak Tunduk dengan adanya aplikasi maupun website SEDUDO (Sistem Elektronik Terpadu Desa Onlin. menjadi pendukung penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Akan tetapi, sangat disayangkan dalam penyediaan infrastuktur yang tersedia berupa aplikasi maupun website tersebut masih belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena terdapat masyarakat yang masih merasa kebingungan terkait cara menggunakan aplikasi SEDUDO, belum lagi konektivitas yang sering trobel dan aplikasi yang sering bug maupun malware memicu berkurangnya kebermanfaatan aplikasi tersebut. Hal tersebut disampaikan. Selain itu, sarana dan prasana masih belum mumpuni seperti jumlah laptop yang masih minim dan alat perekam KTP pada Kantor Kecamatan Ngetos yang rusak sehingga masyarakat yang hendak pengajuan perekaman KTP terpaksa harus ke Dispendukcapil. Hal ini perlu perhatian penuh oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memberikan sosialisasi terkait penggunaan aplikasi SEDUDO supaya masyarakat paham akan adanya aplikasi tersebut dan perbaikan fasilitas seperti alat perekam KTP Kantor Kecamatan Ngetos segera ditindaklanjuti karena secara tidak langsung merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan Kantor Kecamatan Ngetos. Personnel Placement (Penempatan SDM) Menurut Schuler dan Jackson . alam Rusman, 2. bahwa penempatan sumber daya manusia berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang dipegangnya berdasarkan pada kebutuhan dan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan kepribadian sumber daya manusia tersebut. Selaras dengan pendapat Faustino . alam Rusman, 2. bahwa penempatan sumber daya manusia merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, tepat tidaknya seseorang ditempatkan pada suatu posisi tertentu. Jika fungsi tersebut tidak Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA dilaksanakan dengan baik maka dengan sendirinya akan berakibat fatal terhadap pencapaian tujuan Penempatan sumber daya manusia merupakan salah satu tindak lanjut dari indikator penyediaan sumberdaya. Adapun urgensi penempatan sumber daya manusia dalam penerapan inovasi pelayanan publik menggarisbawahi pentingnya memastikan bahwa individu-individu yang terlibat memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan yang tepat untuk menghadapi tantangan yang dihadapi selama penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk sebagai bentuk efektivitas, keberlanjutan penerapan inovasi pelayanan publik serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk telah berupaya menempatkan sumber daya manusia dengan tepat melalui dibentuknya tim pemutakhiran data berbasis desa dan kelurahan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 188/350/K/411. 012/2023 tentang Pembentukan Tim Pemutakhiran Data Berbasis Desa dan Kelurahan yang mana didalamnya menjelaskan jumlah keseluruhan masing-masing operator desa, kelurahan maupun kecamatan, keikutsertaan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Nganjuk serta tugasnya dengan mempertimbangkan relevan tupoksi dari masing-masing OPD berdasarkan arahan langsung dari Pj. Bupati Nganjuk. Secara umum, tugas tim pemutakhiran data yaitu melaksanakan sosialisasi kegiatan pemutakhiran data kepada masyarakat, pemantauan, pengajuan dokumen kependudukan dan evaluasi pelaksanaan tugas dalam penjaringan dan pendataan warga yang belum memiliki dokumen Dilanjutkan dengan penerbitan SK Camat terkait tim pemutakhiran data Gertak Tunduk Kecamatan Ngetos yang semestinya masing-masing desa juga membuat surat keputusan dengan perihal Akan tetapi, seluruh desa di Kecamatan Ngetos tidak membuatnya secara pribadi sehingga menjadi tugas tambahan bagi Kantor Kecamatan Ngetos untuk mendata secara keseluruhan di desa-desa perihal siapa-siapa saja tim pemutakhiran data Penempatan sumber daya manusia di Kantor Kecamatan Ngetos mempertimbangkan kemampuan individu dalam mengoperasikan IT dan kesediaan untuk berkomitmen menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selama penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Hal ini dilakukan karena pegawai Kantor Kecamatan Ngetos yang mayoritas sudah tua dan tidak mengerti banyak mengenai IT. Oleh karena itu. Kecamatan Ngetos menempatkan individu atau pegawai yang mampu dan berkenan menjadi operator Gertak Tunduk. Hal ini terlihat bahwasanya penempatan sumber daya manusia di Kecamatan Ngetos telah diperhatikan secara serius dalam menempatkan sumber daya manusia di tempat yang tepat. Terlebih lagi, tim pemutakhiran Kecamatan Ngetos beserta 9 desa menunjukkan bahwa pegawai yang bertugas khususnya operator mempunyai keberagaman jenjang pendidikan yang berbeda-beda menandakan bahwa pada penempatan sumber daya manusia di Kantor Kecamatan Ngetos tidak menggunakan standar jenjang pendidikan. Akan tetapi sangat disayangkan, pada tim pemutakhiran data desa dan kelurahan juga terdapat operator SEPAKAT. Namun operator Gertak Tunduk tidak memahami korelasi dan tupoksi adanya operator SEPAKAT pada penerapan Gertak Tunduk menunjukkan perlunya peninjauan ulang terkait penempatan sumber daya manusia yang ada. Penempatan sumber daya manusia yang tepat berpengaruh pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh masyarakat Kecamatan Ngetos. Pada penerapan Gertak Tunduk Kecamatan Ngetos, masyarakat juga telah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan operator Gertak Tunduk Kecamatan Ngetos karena sikap informatif dan selalu memberikan arahan terhadap masyarakat pengguna layanan. Berikut merupakan dokumentasi pegawai Kantor Kecamatan Ngetos pada saat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sistem jemput bola : Gambar 1. 3 Dokumentasi Operator Gertak Tunduk Jemput Bola ke Rumah Warga Sumber : Dokumentasi Kecamatan Ngetos . Sikap inisiatif dan informatif para pegawai Kecamatan Ngetos bernilai baik, namun sosialisasi terkait program Gertak Tunduk dirasa masih belum optimal karena masih terdapat masyarakat Ngetos yang belum mengetahui adanya penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk dan memahami kegunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sangat Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 disayangkan apabila inovasi pelayanan publik yang bagus dan bermanfaat seperti Gertak Tunduk ini mayoritas masih tidak diketahui masyarakat sekitar sehingga Kantor Kecamatan Ngetos perlu menelaah ulang terkait cara menyosialisasikan Gertak Tunduk Warga Nganjuk terhadap masyarakat Kecamatan Ngetos dan pentingnya Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Retraining (Pelatiha. Mangkuprawira . alam Yulianti, mengemukakan bahwa pelatihan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu, serta sikap agar karyawan semakin terampil , mampu melaksanakan tanggung jawabnya dan semakin baik sesuai dengan standar. Sedangkan pelatihan menurut Mangkunegara . alam Nursaumi, , 2. mengatakan bahwa pelatihan adalah suatu mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, pegawai non manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan yang terbatas. Keduanya kurang lebih memiliki pengertian sama, pelatihan memainkan peran penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan inovasi pelayanan Pelatihan merupakan proses memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang diperlukan kepada pegawai atau staff untuk menghadapi tantangan yang terkait dengan adopsi, dan penerapan inovasi pelayanan publik, serta kemampuan mereka untuk memberikan layanan kepada masyarakat agar inovasi pelayanan publik dapat diselenggarakan secara efektif. Keberhasilan sebuah inovasi pelayanan publik salah satunya tergantung pada proses pelatihan yang diperoleh penyelenggara pelayanan publik Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Berdasarkan pendapat ahli diatas, pada penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk telah melaksanakan pelatihan yang diselenggarakan secara langsung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten selaku ketua program yang diikuti seluruh pihak yang terkait meliputi OPD dan operator masingmasing kecamatan dan desa. Peserta pada pelatihan tersebut kurang lebih berjumlah 300 orang, akan tetapi peserta yang hadir berbeda dengan realita dilapangan dan mayoritas justru operator desa yang tidak mengikuti pelatihan tersebut. Hal tersebut terjadi karena diluar prediksi Pemerintah Kabupaten Nganjuk, semestinya pelatihan tersebut juga diikuti seluruh pihak yang terlibat termasuk tim pemutakhiran data atau operator desa. Gambar 1. 4 Dokumentasi Pelatihan Aplikasi SEPAKAT (Sistem Perencanaan. Penganggaran. Analisis, dan Evaluasi Kemiskinan Terpad. Sumber : Dokumentasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk . Pelatihan ini berkaitan dengan mekanisme penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Pelatihan aplikasi Sistem Perencanaan. Penganggaran. Analisis, dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT) bertujuan untuk mendiagnosa terjadinya suatu permasalahan yang muncul pada masyarakat dan bentuk pertimbangan pengambilan keputusan salah satunya penerapan Gertak Tunduk dengan harapan mampu memperbarui dokumen kependudukan masyarakat, digitalisasi dokumen kependudukan dan mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sesuai peraturan yang berlaku sehingga pelatihan tersebut sangat berpengaruh dalam penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Melihat mayoritas operator desa yang tidak mengikuti pelatihan tersebut merupakan tantangan dan tanggungjawab bagi masing-masing kecamatan untuk tetap memberikan pengetahuan terkait mekanisme penerapan Gertak Tunduk salah satunya Kecamatan Ngetos. Lebih lanjut. Kantor Kecamatan Ngetos melakukan pemantauan lebih lanjut bagi masingmasing operator desa serta memberikan fasilitas untuk menyampaikan kendala melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kecamatan Ngetos untuk menjelaskan secara ulang terkait mekanisme penerapan Gertak Tunduk nantinya, target masingmasing operator desa, dan sarana menyampaikan kendala yang ada. Hal sebagaimana merupakan bentuk tanggungjawab Kantor Kecamatan Ngetos untuk meninjau ulang hasil pelatihan dan meneruskan kembali ke masing-masing operator desa terkait informasi yang disampaikan narasumber pada saat pelatihan berlangsung sebagaimana berikut : Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA membantu penerapan Gertak Tunduk secara efektif hal-hal melatarbelakangi terselenggaranya Gertak Tunduk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kecamatan Ngetos. Hal tersebut selaras dengan upaya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk selaku ketua telah mempersiapkan struktur dan mekanisme sebagai pendukung terselenggaranya inovasi pelayanan publik ini yang tercantum pada Surat Sekretaris Daerah 07/3371/411. 000/2023 menandakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menjalankan inovasi Gertak Tunduk. Berkaitan dengan pedoman Gertak Tunduk bagi masing-masing penyelenggara dan tidak adanya Standard Operational Procedure (SOP) khusus terkait dalam pelayanan Gertak Tunduk ini, sehingga masyarakat atau pemohon bisa langsung datang ke kecamatan, kelurahan maupun balai desa dengan membawa persyaratan. Adanya struktur atau mekanisme tersebut bertujuan untuk menganalisa keberhasilan, mengelola, dan penerapan inovasi Gertak Tunduk berjalan semakin terarah. Akan tetapi, sangat disayangkan penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk justru berjalan tidak sesuai dengan timeline yang telah disepakati pada rapat koordinasi dan pencanangan Gertak Tunduk. Seharusnya pada tahun 2024 mendatang, penerapan Gertak Tunduk Tahap II kembali dilaksanakan atau paling tidak terdapat perencanaan atau informasi lebih lanjut yang diterima operator Gertak Tunduk. Operator Kecamatan Ngetos juga memvalidasi bahwasanya sampai hingga sejauh ini masih belum ada informasi lebih lanjut terkait Gertak Tunduk Tahap II tersebut menandakan bahwasanya penerapan Gertak Tunduk berjalan diluar timeline yang telah ditentukan menandakan adanya kemunduran pada penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk secara keseluruhan terutama Kecamatan Ngetos yang merasa bingung juga terkait keberlanjutan program ini terutama pencapaian target yang belum Kecamatan Ngetos memiliki beberapa target yang tidak terpenuhi, sehingga kepastian keberlanjutan Gertak Tunduk merupakan pertimbangan yang Selain itu, apabila dikaitkan dengan target setiap minggu bagi masing-masing desa dan Kecamatan Ngetos yang belum memenuhi target menandakan Kantor Kecamatan Ngetos kurang Tidak tercapainya target salah satunya dipengaruhi oleh sikap antusias masyarakat yang masih rendah, informasi yang didapat masyarakat terkait Gertak Tunduk dan IKD juga masih rendah. Oleh karena itu, semestinya Kecamatan Ngetos Gambar 1. 5 Koordinasi Seluruh Operator Desa Kecamatan Ngetos Sumber : Dokumentasi Kecamatan Ngetos . Selain untuk pegawai, pelatihan bagi masyarakat juga merupakan komponen penting yang harus diperhatikan dalam memastikan keberhasilan dan manfaat dari penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk tepatnya di Kantor Kecamatan Ngetos. Pada penerapan Gertak Tunduk Kantor Kecamatan Ngetos tidak adanya pelatihan bagi masyarakat sehingga memicu mayoritas masyarakat juga masih tidak mengerti kegunaan adanya aplikasi maupun website SEDUDO. IKD beserta kemanfaatan Gertak Tunduk. Namun masyarakat merasa cukup puas dengan pelayanan yang diberikan penyelenggara telah memberikan layanan dengan baik dan membantu proses pengajuan hingga selesai, meskipun dalam hal ini dirasa sosialisasi untuk masyarakat masih kurang optimal memicu banyak masyarakat yang tidak antusias dengan Gertak Tunduk tersebut. Oleh karena itu, dapat menjadi salah satu penyebab pencapaian IKD Kecamatan Ngetos terkesan lambat. Sosialisasi merupakan langkah penting dalam memperkenalkan inovasi pelayanan publik kepada masyarakat, dan dapat menjadi bagian integral dari program pelatihan yang lebih luas untuk memastikan bahwa inovasi tersebut diterima dan dimanfaatkan dengan baik oleh Pada penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk di Kantor Kecamatan Ngetos belum terdapat sosialisasi secara formal dan pelatihan bagi masyarakat, sehingga hal tersebut mempengaruhi antusias masyarakat terhadap Gertak Tunduk tersebut. Develop Structure and Processes (Membangun Struktur dan Mekanism. Membangun struktur dan mekanisme dalam penerapan inovasi pelayanan publik melibatkan pembentukan sistem, prosedur, kebijakan, dan perangkat lainnya yang diperlukan untuk memfasilitasi perencanaan, pengembangan, pengujian, penerapan, dan evaluasi inovasi dalam pelayanan publik. Dengan membangun struktur dan mekanisme yang tepat Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 memperbaiki struktur yang telah ada untuk kepastian keberlanjutan penerapan inovasi pelayanan publik berupa Gertak Tunduk dan tetap mengoptimalkan mekanisme yang sudah diterapkan dengan baik. Evaluation and Monitoring (Monitoring dan Evaluas. Menurut Sedarmayanti . alam Hulu. dkk, 2. menekankan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab, memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prosedur, mencegah penyimpangan dan kelemahan, serta memperbaiki kesalahan dan penyelewengan. Selaras dengan menurut Meldona . alam Hulu. S, dkk, 2. terdapat langkah-langkah dalam monitoring dan evaluasi mencakup penentuan standar atau parameter, pengumpulan data, penelusuran kinerja, monitoring perubahan, analisis hasil, evaluasi proses, dan penyajian hasil monitoring. Proses ini memastikan bahwa kegiatan dan program berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memungkinkan koreksi serta penyesuaian yang diperlukan selaras pada penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk yang telah melaksanakan monitoring dan evaluasi ditandai dengan munculnya masalah-masalah atau kendala selama penerapan Gertak Tunduk. Proses monitoring dilakukan melalui evaluasi mingguan yang diikuti seluruh desa dan kecamatan. Hal tersebut merupakan upaya penelusuran kinerja dan monitoring perubahan dengan diterapkannya Gertak Tunduk Warga Nganjuk mayoritas kecamatan dan desa masih banyak yang tidak dapat mencapai target mingguan. Berikut merupakan hasil monitoring dan evaluasi yang telah menandakan bahwasanya Kantor Kecamatan Ngetos sungguh-sungguh melakukan pengawasan rutin dan evaluasi diluar pengawasan dari ketua program Gertak Tunduk Warga Nganjuk melalui evaluasi setiap minggu tersebut. Akan tetapi, hal tersebut masih saja tidak mengubah Kecamatan Ngetos sebagai kecamatan yang belum mencapai target secara keseluruhan hingga pada minggu terakhir pelaksanaan Gertak Tunduk disebabkan oleh terdapat beberapa desa yang susah mengakses sinyal, antusias warga yang masih kurang disebabkan kurangnya sosialisasi sehingga tidak mengerti terkait program ini, sarana dan prasarana yang tidak mumpuni berupa laptop yang harus segera diperbarui dengan spek yang lebih bagus. PC yang harus segera diganti perangkat laptop supaya lebih praktis dibawa kemana-mana, perekam KTP yang masih rusak dan harus segera diperbaiki, belum lagi sinyal bagi operator Gertak Tunduk yang terkadang susah diakses memicu keterlambatan perolehan capaian IKD. Tabel 1. 5 Data Capaian IKD Kegiatan Gertak Tunduk Tahap I 20 November Ae 20 Desember 2023 DESA JUMLAH WAJIB KTP JUMLAH TARGET IKD AWAL AKHIR PENAMBAHA Kuncir 6,25 JUM 82,82 76,58 Kepel 1,18 36,26 35,08 Suru 2,27 96,80 94,53 Ngetos 5,09 47,85 42,77 Klodan 1,37 34,66 33,29 Mojodu Kweden 3,40 50,93 47,54 4,54 68,40 63,86 Blongk OroOro Ombo 3,15 87,34 84,19 6,53 Sumber : Diolah Peneliti. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk . Gambar 1. 6 Data Capaian IKD Kegiatan Gertak Tunduk Tahap I 20 November Ae 20 Desember 2023 Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk . Adapun fenomena tersebut mendorong Kantor Kecamatan Ngetos berupaya memberikan kemudahan bagi masing-masing desa dibawah naungannya untuk penyelesaiannya melalui grup whatsapp. Hal ini Meskipun memang pada minggu terakhir penerapan Gertak Tunduk. Kecamatan Ngetos menempati posisi ke 7 . dari posisi terbawah menandakan hasil evaluasi dan monitoring yang dilaksanakan dengan baik, akan tetapi hal tersebut masih tetap membuat Kecamatan Ngetos masih jauh dengan target yang ditentukan oleh ketua program Gertak Tunduk. Hal ini menandakan bahwa Kantor Kecamatan Ngetos perlu untuk mengevalusi lebih lanjut terkait pencapaian target IKD yang belum tercapai dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk terutama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk perlu melakukan peninjauan ulang terkait sistem penerapan Gertak Tunduk mulai dari Kajian AuGertak TundukAy Sebagai Inovasi AA memperbaiki sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung terselenggaranya Gertak Tunduk lebih baik kedepannya. Capaian Kecamatan Ngetos tergolong masih rendah hingga pada minggu terakhir sejumlah 56,28% dari total keseluruhan yakni 100%. Terlebih hanya terdapat 1 desa yang memenuhi target, 3 desa yang hampir memenuhi target dan 5 desa yang masih jauh dibawah target. Meskipun Gertak Tunduk Tahap I telah selesai. Kecamatan Ngetos tetap harus berupaya memperbaiki dan konsisten mencapai sisa target yang belum terpenuhi. Dalam hal ini kreatifitas penyelenggara pelayanan dibutuhkan untuk memberikan penyegaran dan peningkatan secara signifikan baik melalui jemput bola maupun menciptakan pelayanan malam untuk mendukung tercapainya target Kecamatan Ngetos dalam penerapan Gertak Tunduk. Mengingat monitoring dan evaluasi merupakan alat yang penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan penerapan inovasi pelayanan publik, hal ini memungkinkan organisasi untuk terus memperbaiki dan mengembangkan layanan publik melalui Gertak Tunduk agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang didapatkan peneliti dilapangan menggunakan tahap implementasi pada proses inovasi menurut Bland, dkk . Penerapan inovasi pelayanan publik melalui Gertak Tunduk dengan studi kasus di Kantor Kecamatan Ngetos telah berjalan dengan baik, namun belum optimal karena masih terdapat kendala-kendala selama Resource Gathering . enyediaan sumberday. berupa sumber daya manusia, infrastruktur, dan finansial Gertak Tunduk Kantor Kecamatan Ngetos telah dilaksanakan dengan baik namun belum optimal disebabkan oleh website dan aplikasi SEDUDO yang masih sering mengalami gangguan, perangkat 1 PC dan 1 laptop perlu diperbarui, alat perekam KTP di Kantor Kecamatan Ngetos yang rusak membuat masyarakat Kecamatan Ngetos tidak dapat mengajukan pengurusan KTP dan harus dilakukan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk sehingga pelayanan yang diberikan tidak efektif. Personnel Placement (Penempatan sumber daya manusi. di Kantor Kecamatan Ngetos dilaksanakan dengan baik berdasarkan kemampuan, kesanggupan dan kesepakatan antara kedua belah pihak yang menandakan bahwa sumber daya manusia telah ditempatkan dan ditugaskan sebagai operator dalam tim pemutakhiran data sebagai pendukung terselenggaranya Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Akan tetapi, masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui program ini sehingga menjadi tantangan untuk sumber daya manusia yang bertugas agar lebih mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Ngetos terkait pentingnya IKD dan penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk. Retraining (Pelatiha. telah dilaksanakan secara terpusat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk selaku ketua program dengan menghadirkan narasumber yang dilaksanakan secara langsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk bagi seluruh tim pemutakhiran data meskipun mayoritas operator desa tidak menghadiri pelatihan tersebut. Kantor Kecamatan Ngetos berupaya memfasilitasi seluruh operator desa untuk berkoordinasi, menyampaikan kendala, mencari solusi bersama dengan pihak yang terkait melalui grup whatsapp dan memberikan penjelasan terkait mekanisme penerapan Gertak Tunduk dengan meneruskan informasi yang didapatkan pada saat pelatihan tersebut. Namun, seharusnya pelatihan bagi masyarakat juga penting dilakukan untuk menarik antusias masyarakat Kecamatan Ngetos. Develop Structure and Processes (Membangun Struktur dan Mekanism. dalam penerapan Gertak Ucapan Terima Kasih Dalam penyusunan artikel ini tidak terlepas dari dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : Tuhan Yang Maha Esa Orang tua, adik laki-laki, beserta keluarga yang selalu mengiringi langkah penulis dengan tidak pernah bosan memanjatkan doAoa, motivasi dan dukungan penuh yang luar biasa Bapak Deby Febriyan Eprilianto. AP. MPA. Selaku dosen pembimbing yang telah memberi arahan, masukan serta motivasi dalam penyusunan artikel ini. Ibu Dra. Meirinawati. AP. selaku dosen penguji 1 yang telah memberikan masukan dan semangat dalam penyusunan artikel ini. Bapak Trenda Aktiva Oktariyanda. AP. AP. selaku dosen penguji 2 yang telah memberikan masukan dan semangat dalam penyusunan artikel Seluruh dosen S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya dan pihak-pihak terkait. Kantor Kecamatan Ngetos dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk yang telah memberikan informasi terkait topik penelitian artikel Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 497-510 Tunduk telah dijalankan dengan cukup baik meskipun belum optimal. Mekanisme yang baik mendorong terciptanya kepuasan masyarakat terhadap layanan. Akan tetapi. Gertak Tunduk berjalan kurang maksimal dibuktikan dengan kemunduran timeline yang telah disusun dan target yang telah ditentukan, struktur pada penerapan Gertak Tunduk yang masih perlu diperbaiki untuk mempermudah masyarakat dalam pengajuan dokumen administrasi kependudukan, dan bagaimana keberlanjutan Gertak Tunduk pada tahun 2024 Evaluation and Monitoring (Monitoring dan Evaluas. telah dilaksanakan dengan baik dibuktikan dengan ditemukannya beberapa kendala selama penerapan Gertak Tunduk. Diterapkannya evaluasi setiap minggu wadah penyampaian kendala, capaian penambahan IKD, pengajuan dokumen kependudukan melalui SEDUDO, target minggu setelahnya, dan koordinasi lain mengenai penerapan Gertak Tunduk. Diluar hal itu. Kecamatan Ngetos juga melakukan monitoring melalui grup whatsapp dan kunjungan ke desa-desa. Adapun yang menjadi evaluasi penerapan Gertak Tunduk adalah kemunduran timeline mengartikan bahwa keberlanjutan Gertak Tunduk Tahun 2024 masih dipertanyakan termasuk target-target desa di Kecamatan Ngetos banyak yang masih belum tercapai, infrastruktur Kantor Kecamatan masih perlu diperbaiki dan sosialisasi yang diberikan warga harus merata dilakukan. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat beberapa saran dan masukan untuk Kantor Kecamatan Ngetos dalam penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk sebagai penyelenggara pelayanan, serta untuk Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk sebagai ketua program dan seluruh pihak terkait lainnya, agar penerapan Gertak Tunduk Warga Nganjuk dapat berjalan lebih optimal antara lain: Perlunya Kantor Kecamatan Ngetos memperbarui alat perekam KTP dan penambahan 2 perangkat laptop untuk mempermudah masyarakat Kecamatan Ngetos dalam pengajuan dokumen administrasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk perlu melakukan peninjauan ulang atau pemeliharaan aplikasi SEDUDO dan jaringan rutin setiap bulan supaya menghindari malware atau bug sehingga tidak mengurangi kebermanfaatan aplikasi Perlunya Kecamatan Ngetos bekerja sama dengan tiap desa didalamnya untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat terkait penerapan Gertak Tunduk beserta kegunaan IKD sebanyak 4 kali dilaksanakan setelah evaluasi tiap minggu supaya menarik antusias masyarakat dan trobosan mempercepat capaian IKD. Perlunya Kecamatan Ngetos mengadakan pelatihan bagi masyarakat terkait pengaplikasian SEDUDO dan adanya Gertak Tunduk sebagai upaya menarik antusias masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk perlu melakukan peninjauan ulang terkait struktur. SOP dan keberlanjutan Gertak Tunduk Warga Nganjuk ditahun 2024 beserta target masing-masing desa yang masih jauh di bawah target. Perlunya Kecamatan Ngetos menyiapkan strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan target IKD meskipun Gertak Tunduk Tahap I sementara selesai. DAFTAR PUSTAKA