e-ISSN: 2745-8784 Volume 06 Issue 01 Juni 2025 DOI: 10. 37253/jad. PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA BANGUNAN PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA BATAM 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan 1,2,3Universitas Internasional Batam. Indonesia Email: jeanny. laurens@uib. Informasi Naskah Diterima: 15/10/2024. Disetujui terbit: 05/05/2025. Diterbitkan: 02/06/2025. http://journal. id/index. php/jad ABSTRAK Kota Batam merupakan kota terbesar di Kepulauan Riau. Mengikuti Data Statistik Pendidikan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia, bahwa tahun 2020 terdapat 45. 354 orang menuntut ilmu perguruan tinggi di Kota Batam. Berdasarkan Perwako RKPD Kota Batam hanya terdapat satu perpustakaan umum dan jumlah pengunjung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dikarenakan hal ini, diperlukan adanya infrastruktur perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan akan pengetahuan masyarakat di Kota Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan cara penerapan pendekatan konsep arsitektur biofilik pada bangunan perpustakaan yang tepat dan efektif di Kota Batam. Metode yang digunakan merupakan metode campuran yakni kualitatif yang mengumpulkan data yang bersumber dari observasi langsung serta penyebaran kuesioner. Sedangkan metode kuantitatif berupa hasil dari data penyebaran kuesioner yang telah dikumpulkan akan dibentuk menjadi sebuah gambar berupa data grafik. Hasil penelitian ini akan menghasilkan sebuah desain bangunan perpustakaan umum yang mampu menerapkan pendekatan arsitektur biofilik. Kata Kunci: arsitektur biofilik, perpustakaan umum. Kota Batam ABSTRACT Batam City is the largest city in the Riau Islands. Following the Higher Education Statistics Data, the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia noted that in 2020 there were 45,354 people studying at tertiary institutions in Batam City. According to Perwako RKPD Batam City, there is only one public library and the number of visitors increases every year. Because of this, there is a need for library infrastructure to meet the knowledge needs of the people in Batam City. The aim of this research is to identify appropriate and effective ways to apply the biophilic architecture concept approach to library buildings in Batam City. The method used is a mixed method, namely qualitative, which collects data sourced from direct observation and distributing Meanwhile, the quantitative method is in the form of results from the questionnaire distribution data that has been collected which will be formed into an image in the form of graphic data. The results of this research will produce a public library building design that is able to apply a biophilic architectural approach. Keyword: biophilic architecture, public library. Batam City Pendahuluan Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2020, jumlah penduduk sebanyak 2. 564 juta jiwa. Kota Batam merupakan salah satu kota terbesar di Kepulauan Riau. Menurut data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 Kota Batam telah mencapai penduduk sebanyak 1. 396 juta Mengikuti Data Statistik Pendidikan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia 2020 terdapat 45. 354 orang yang menuntut ilmu perguruan tinggi di Kota Batam. Berdasarkan Perwako RKPD Kota Batam tahun 2020 saat ini hanya terdapat satu perpustakaan umum dan jumlah pengunjung perpustakaan dalam kurun waktu 20152020 mengalami kenaikan setiap tahunnya. Namun, pada tahun 2020 jumlah pengunjung perpustakaan menurun menjadi 126. 210 daripada tahun 2019 yang 970, dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Walaupun demikian terjadi peningkatan koleksi buku baru di perpustakaan umum dari 42. 605 di tahun -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan 2019 menjadi 42. 883 pada tahun 2020. Rata-rata jumlah pengunjung perhari lebih dari 100 orang dan hal ini menandakan animo masyarakat terhadap kegiatan membaca cukup tinggi. Dikarenakan hal ini, maka diperlukan upaya untuk mengembangkan infrastruktur perpustakaan yang lebih baik guna memenuhi kebutuhan akan pengetahuan dan informasi di tengah-tengah masyarakat Kota Batam. Dalam menghadapi tantangan ini dan penelitian dengan judul AuPenerapan Konsep Arsitektur Biofilik pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota BatamAy Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dengan menerapkan konsep arsitektur biofilik pada perpustakaan umum yang baru di pusat Kota Batam. Penerapan konsep ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan kualitas lingkungan dalam bangunan tetapi juga dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung sekaligus melestarikan minat baca masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan infrastruktur pendidikan dan budaya di Kota Batam serta mendukung pertumbuhan intelektual masyarakatnya. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana cara penerapan pendekatan konsep arsitektur biofilik pada bangunan perpustakaan umum yang tepat dan efektif di Kota Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan cara penerapan pendekatan konsep arsitektur biofilik pada bangunan perpustakaan umum yang tepat dan efektif di Kota Batam. Kajian Pustaka Pengertian Arsitektur Biofilik Menurut (Browning et al. , 2. arsitektur biofilik adalah suatu pendekatan dalam desain arsitektur yang didasarkan pada aspek biofilia dengan tujuan untuk menciptakan sebuah ruang yang dapat berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan dan fisik mental manusia dalam membina hubungan positif antara lingkungan binaan manusia dengan alam. Desain biofilik berusaha menciptakan lingkungan yang baik bagi manusia sebagai organisme biologis di lingkungan modern dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan fisik manusia (Kellert & Calabrese. Kesimpulannya adalah arsitektur biofilik merupakan pendekatan dalam desain arsitektur yang mengimplementasikan rancangan berupa suatu bangunan yang memiliki hubungan secara seimbang antara manusia dengan alam. Sehingga, dapat menghasilkan suatu rancangan yang menyediakan lingkungan kehidupan yang sejahtera dengan menghadirkan unsur alam ke dalam bangunan. Prinsip-Prinsip Arsitektur Biofilik Menurut (Browning et al, 2. terdapat 14 pola prinsip dalam desain biofilik yang dikelompokkan menjadi tiga kategori besar (Nature Design Relationshi. yang mencerminkan hubungan antara lingkungan, alam, dan manusia untuk mendapatkan 14 pola prinsip desain biofilik tersebut antara lain: Nature in The Space Konsep yang mengutamakan kehadiran dari berbagai unsur alam baik secara terlihat maupun tidak terlihat. Konsep ini mengintegrasikan elemenelemen alam seperti dengan adanya tumbuhan, binatang, air, angin, dan lainlain ke dalam ruang binaan. Tabel 1. Pola Desain Biofilik pada Prinsip Nature in the Space Visual Connection with Nature Non-Visual Connection with Nature Ketersediaan akses visual seperti pemandangan yang terinspirasi dari unsur alam secara langsung. Hal ini dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi manusia untuk menenangkan pikiran. Desain yang menghubungkan interaksi antara manusia dengan alam melalui sensor pendengar, pencium, peraba, dan perasa seperti suara air dapat digunakan dalam upaya mendekatkan alam. -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Non Rhythmic Sensory Stimuli Thermal and Airflow Variability Presence of Water Pola desain yang menggambarkan pengalaman alam yang tidak dapat diprediksi atau disadari oleh manusia. Penghawaan alami untuk mencapai aliran udara yang sehat dan nyaman dari lingkungan alam ke dalam ruang. Desain yang meningkatkan pengalaman pengguna melalui indera penglihatan, pendengaran, dan peraba untuk menyentuh elemen air dalam suatu ruang atau tempat. Dynamic and Diffuse Pola desain yang memanfaatkan intensitas cahaya alami dan Light bayangan yang berubah seiring waktu untuk menciptakan kondisi yang terjadi pada alam. Connection with Koneksi dengan sistem alam melalui unsur-unsur alam seperti Natural System adanya vegetasi dan air untuk menyatukan alam ke dalam Sumber: Dokumen Penulis, 2024 P10 Biomorphic Forms Pola desain yang menggunakan bentuk serta tekstur terinspirasi dari alam sebagai elemen pada desain. Material Connection Pola desain yang mengacu pada penggunaan material alami dengan with Nature meminimalkan proses pengolahan, sehingga masih mencerminkan ekologi dan geologi dari alam. Complexity and Order Pola desain yang menunjukkan struktur yang kompleks dan memiliki bentuk simetris atau keseimbangan yang menarik. Sumber: Dokumen Penulis, 2024 P11 P12 P13 P14 Nature Analogues Prinsip desain yang meningkatkan hubungan manusia dengan alam dengan mencantumkan unsur desain seperti penggunaan objek, bahan, warna, bentuk, dan pola yang terinspirasi dari alam dapat diaplikasi dalam seni, ornamen, furniture dan dekorasi. Tabel 2. Pola Desain Biofilik pada Prinsip Nature Analogues Nature of The Space Prinsip desain yang menjelaskan bagaimana bentuk dan kualitas ruang dapat menciptakan pengalaman seperti berada di lingkungan alam bagi Tabel 3. Pola Desain Biofilik pada Prinsip Nature of the Space Prospect Mendesain ruang dengan pola yang menarik serta memungkingkan dapat menciptakan pemandangan indah yang cukup luas dan Refuge Pola desain ruang yang menciptakan kenyamanan dan perlindungan dari segala resiko atau gangguan. Mystery Pola desain yang menarik rasa penasaran atau memicu rasa ingin tahu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bangunan. Risk/ Peril Pola desain yang menciptakan adanya resiko atau ancaman, namun tetap terlindungi secara aman. Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Pengertian Perpustakaan Perpustakaan adalah tempat atau bangunan yang di dalamnya terdapat ruang yang terdiri dari berbagai koleksi buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan atau disusun secara rapi dan teratur, sehingga akan dengan mudah untuk ditemukan (Basuki, 1. Adapun Undang- Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa perpustakaan adalah suatu institusi yang pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) perpustakaan umum adalah perpustakaan yang disediakan untuk masyarakat umum dan bebas digunakan oleh -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan siapapun karena seluruh atau sebagian dananya disediakan oleh masyarakat. Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang dilayankan khusus untuk masyarakat umum karena dana yang digunakan pemerintah untuk mengelola merupakan kumpulan pajak yang berasal dari masyarakat (Basuki, 1. Tujuan Perpustakaan Umum Menurut Manifesto Perpustakaan Umum UNESCO (Basuki, 1. menyatakan bahwa perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan utama antara lain sebagai berikut. Memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk membaca dan dapat membantu meningkatkan literasi ke arah yang lebih baik. Menyediakan sumber informasi yang cepat dan tepat serta dengan mudah bagi masyarakat terutama seperti informasi mengenai topik yang berguna dan sedang hangat dalam kalangan masyarakat. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Bertindak sebagai agen kultural yang artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Perpustakaan umum bertugas menciptakan apresiasi budaya masyarakat sekitar dengan cara menyelenggarakan pameran dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode campuran antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif akan mengumpulkan data-data bersifat deskriptif yang bersumber dari hasil observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden juga akan turut Sedangkan untuk penelitian kuantitatif berupa hasil dari penyebaran kuesioner dan data yang telah dikumpulkan akan dibentuk menjadi sebuah gambar bersifat grafik. Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini bergantung pada data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer berupa observasi langsung dan dokumentasi yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan serta memperoleh data fisik yang akan dibutuhkan untuk penelitian. Selain itu data primer juga diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara virtual kepada sejumlah pihak responden akademisi di Kota Batam sebanyak 150 orang. Kemudian studi pustaka dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data sekunder yaitu sebagai data pelengkap yang digunakan untuk mencari referensi terkait tentang desain arsitektur biofilik melalui hasil kajian dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendukung lainnya. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yaitu dengan mengolah data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan menjadi dalam bentuk yang mudah untuk dipahami dengan mendeskripsikan keadaan yang jelas dan detail. Dari penelitian ini akan menghasilkan sebuah desain berbentuk bangunan perpustakaan umum yang mampu menerapkan pendekatan konsep arsitektur biofilik. Hasil dan Pembahasan Studi Preseden Bangunan Serpentine Bookhouse didirikan pada tahun 2020 terletak di lokasi Kota Shenzhen. Provinsi Guangdong. China yang dirancang oleh Architect XI. Pada bagian arah barat bangunan ini terdapat jalur koridor sepanjang 13 km dan sisi utara terdapat taman anak dengan pasir yang dapat menarik banyak pengunjung. Sedangkan pada bagian arah timur dikelilingi oleh pemukiman darat. -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 1. Serpentine Bookhouse Sumber: Archdaily, 2024 Interior pada bangunan ini menampilkan rangkaian ruang baca yang berkelokkelok mengelilingi pepohonan di atrium. Selain itu terdapat pemandangan lanskap taman melalui bukaan jendela. Menanggapi iklim cuaca panas di Kota Shenzhen, maka turut dipasangkan kisi-kisi vertikal sebagai peneduh fasad bangunan yang dapat menghadirkan cahaya dan bayangan alami secara langsung dari alam. Kondisi Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani. Teluk Tering. Kecamatan Batam Kota. Kepulauan Riau. Indonesia dengan titik koordinat 1172717, 104. Lahan tersebut memiliki luas sebesar 10,158. 89 mA. Jika ditinjau melalui citra satelit lahan ini termasuk kawasan yang cukup strategis untuk dibangunkan perpustakaan umum. Gambar 2. Lokasi Site Penelitian Sumber: Google Earth, 2024 Dapat dilihat pada Gambar 2. Arah utara yang diberikan nomor 1 terdapat Asrama dan Kampus Politeknik Negeri Batam. Arah selatan diberikan nomor 2 terdapat Sekolah Kristen Basic dan hal ini akan memberikan dampak positif terhadap sekolah untuk menggunakan fasilitas tersebut sebagai literasi membaca. Arah barat diberikan nomor 3 terdapat akses terbuka jalan utama dan di samping itu terdapat juga gedung Apartemen Meisterstadt Pollux Habibie yang memungkinkan dapat memberikan akses mudah ke sumber daya pendidikan kepada penghuni untuk memperoleh informasi dan membaca buku tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Sedangkan arah timur diberikan nomor 4 terdapat sebuah lahan kosong yang berpotensi untuk menciptakan peluang baru untuk meningkatkan fungsi serta manfaat seperti adanya pembangunan area tempat rekreasi bagi anak-anak. Analisis Kondisi Lokasi Terpilih Analisis Orientasi Matahari dan Arah Angin -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 3. Analisis Orientasi Matahari (Kir. dan Analisis Arah Angin (Kana. Sumber: Google Earth, 2024 Paparan cahaya sinar matahari pada lokasi penelitian cukup tinggi dikarenakan lokasi tersebut berada tepat di pusat kota. Untuk mengurangi ketidaknyamanan silaunya cahaya sinar matahari ini, maka jendela dan pintu dapat dipasangkan sejenis material yang bersifat menyerap panas seperti polikarbonat. Lokasi memiliki arah angin dari keempat sisi, sehingga cukup memaksimalkan untuk sirkulasi udara masuk ke dalam ruangan tanpa penggunaan pendingin ruangan yang secara Penataan lanskap dengan adanya pepohonan dan tanaman dapat membantu meningkatkan aliran udara di dalam maupun sekitar bangunan. Analisis Suara Kebisingan Lokasi memiliki tiga titik dengan kebisingan tinggi yaitu pada bagian utara, selatan, dan barat. Hal ini dikarenakan titik tersebut tepat berada di samping jalan utama lalu lintas kendaraan mobil dan motor. Namun, titik area kebisingan ini berpotensi sebagai akses jalan masuk ke lokasi karena berada pada jalan utama dan solusi untuk mengatasi kebisingan tersebut yaitu dengan adanya penanaman vegetasi di sekitar bangunan Gambar 4. Analisis Suara Kebisingan Sumber: Google Earth, 2024 Analisis Hasil Data Kuesioner Berikut merupakan data grafik dari hasil responden kuesioner kepada pihak akademisi di Kota Batam sebanyak 150 orang terkait keterhubungan antar prinsip arsitektur biofilik terhadap bangunan perpustakaan umum. Gambar 5. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Dari hasil responden terdapat 51. 3% orang menjawab perencanaan publik space atau plaza dan 49. 3% orang menjawab penggunaan material ramah lingkungan dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam mengakses perpustakaan. Gambar 6. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Dari hasil responden terdapat 66% orang menjawab penataan bukaan jendela sebagai ventilasi alami dan 62. 7% orang menjawab penataan sungai mengalir dapat meminimalisirkan penggunaan sumber daya pada bangunan perpustakaan. Gambar 7. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Dari hasil responden terdapat 58. 7% orang menjawab perencanaan publik space atau plaza dan 53. 3% orang menjawab desain gedung yang tidak kompleks berpengaruh dalam meningkatkan kualitas fasilitas terhadap kebutuhan dalam mengakses perpustakaan. Gambar 8. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Dari hasil responden terdapat 60% orang menjawab penggunaan material ramah lingkungan dan 53. 3% orang menjawab penataan vegetasi yang rapi dapat berpengaruh dalam menciptakan lingkungan yang sehat. -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 9. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Dari hasil responden terdapat 61. 3% orang menjawab penggunaan material ramah lingkungan dan 60% orang menjawab penataan sungai mengalir buatan berpengaruh dalam menjamin bahwa dampak terhadap lingkungan akan mampu diminimalisir dalam perancangan bangunan perpustakaan. Gambar 10. Hasil Data Responden Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Dari hasil responden terdapat 56. 7% orang menjawab penataan bukaan pada jendela sebagai ventilasi alami dan 48% orang menjawab desain gedung utama yang tidak terlalu kompleks berpengaruh dalam penghematan energi pada bangunan Konsep Desain Awal Perpustakaan Contoh penerapan prinsip arsitektur biofilik pada bangunan perpustakaan umum di Kota Batam sebagai berikut. Lanskap dan Fasad Bangunan Perpustakaan Penerapan prinsip Visual Connection with Nature dalam desain lanskap dengan penataan vegetasi yang mempunyai pemandangan yang luas dan terbuka dapat memberikan keterhubungan antara manusia dan alam. Selain itu Non-Visual Connection Nature mengintegrasikan elemen air seperti kolam atau sungai mengalir buatan ke dalam lanskap dapat memberikan sentuhan yang menenangkan pikiran. Selanjutnya penerapan prinsip Thermal & Airflow Variability dan Dynamic & Diffuse Light pada bangunan dengan mengatur bukaan jendela dan pintu dapat memaksimalkan cahaya alami masuk untuk menciptakan ruang menjadi terang tanpa menggunakan sumber energi yang berlebihan. Adapun contoh penerapan pada pembahasan di atas adalah sebagai berikut. Penataan Tanaman Hijau pada Lanskap -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 11. Penataan Tanaman Hijau Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Mengintegrasi Elemen Air seperti Kolam pada Lanskap Bangunan Gambar 12. Penataan Sungai Buatan Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Memperbanyak Bukaan Jendela pada Bangunan sebagai Sumber Pencahayaan dan Ventilasi Alami Gambar 13. Penataan Bukaan Sebagai Sumber Pencahayaan dan Ventilasi Alami Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Interior Bangunan Perpustakaan Penerapan prinsip arsitektur Material Connection with Nature dengan penggunaan elemen alam dalam desain interior seperti material alami kayu dan batu alam dapat memberikan atmosfer yang lebih alami dan hangat. Desain ini menciptakan suasana yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi pengunjung. Kemudian penerapan prinsip Dynamic & Diffuse Light pada bagian pencahayaan alami dapat diperoleh melalui bukaan jendela atau pengaturan desain yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal dan menciptakan ruang yang menyegarkan. Selanjutnya penerapan prinsip Connection with Natural Systems menciptakan ruang terbuka dengan penataan tanaman di dalam ruangan dapat memberikan kesan seperti berada di luar ruangan. Adapun contoh penerapan pada pembahasan di atas adalah seperti berikut. Penggunaan Bukaan Jendela Besar sebagai Sumber Pencahayaan dan Ventilasi Alami. -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 14. Penggunaan Bukaan Sebagai Sumber Pencahayaan dan Ventilasi Alami Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Penggunaan Pohon pada Bangunan Interior sebagai Focal Point Gambar 15. Penggunaan Pohon Sebagai Focal Point Bangunan Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Penggunaan Material dengan Elemen Kayu yang Bersumber dari Alam Gambar 16. Penggunaan Material Alami Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Implementasi Prinsip Biofilik pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam Visual Connection with Nature. Prospect, dan Mystery Gambar 17. Landscape Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Prinsip Visual Connection with Nature diwujudkan melalui adanya pemandangan yang terinspirasi dari unsur alam secara langsung seperti penambahan vegetasi dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi manusia untuk menenangkan pikiran. Sedangkan prinsip Prospect dan Mystery diwujudkan dengan cara mendesain ruang dengan pola yang menarik memungkinkan dapat menciptakan pemandangan indah yang cukup luas dan Selain itu, mendesain pola ruang yang unik dan menarik juga dapat memicu rasa ingin tahu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bangunan. Non-Visual Connection with Nature. Presence of Water, dan Risk/Peril -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Gambar 18. Welcoming Area Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Prinsip Non-Visual Connection with Nature dan Presence of Water dikaitkan dengan sistem alam melalui unsur-unsur alam seperti adanya vegetasi dan air untuk menyatukan alam ke dalam bangunan. Kehadiran unsur air dapat dirasakan melalui panca indera baik secara sadar maupun tidak sadar seperti suara gemericik. Sedangkan prinsip Risk/Peril dengan menciptakan kolam atau sungai mengalir yang memungkinkan bisa menyebabkan adanya resiko atau ancaman namun tetap bisa terlindungi secara aman. Thermal & Airflow Variability, dan Dynamic & Diffuse Light Gambar 19. Ventilation of Facade Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Kedua prinsip ini diwujudkan sekaligus pada bangunan perpustakaan umum yakni tepat di sekeliling massa yang memiliki bukaan jendela, sehingga mampu memanfaatkan pencahayaan dan penghawaan alami masuk ke dalam bangunan secara maksimal sebagai sarana untuk menghemat energi. Untuk mengurangi efek ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari silaunya cahaya matahari, maka material kaca pada jendela dapat digantikan dengan menggunakan material polikarbonat yang mampu menyerap panas namun pembiasan cahaya terhadap interior ruangan tetap maksimal. Non-Rhythmic Sensory Stimuli. Biomorphic Forms, dan Material Connection with Nature Gambar 20. Reading Hall Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Ketiga prinsip ini diwujudkan sekaligus pada ruang perpustakaan dan reading hall ditentukan dari pengaturan penggunaan material. Prinsip Biomorphic Forms dikaitkan dengan menggunakan tekstur terinspirasi dari alam sebagai elemen pada desain. Sedangkan prinsip Material Connection with Nature mengacu pada penggunaan material alami dengan meminimalkan proses pengolahan, sehingga masih mencerminkan ekologi dan geologi dari -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Penggunaan material alami seperti kayu dan beberapa material lainnya seperti batu alam yang mampu mengendalikan naluri alami manusia terhadap alam sekaligus memberikan efek segar kepada pengunjung, sehingga mampu mencapai tingkat kefokusan yang maksimal saat mendatangi ruang bacaan. Connection with Natural System. Complexity & Order, dan Refuge Gambar 21. Main Building Sumber: Dokumen Penulis, 2024 Prinsip Connection with Natural System dikoneksikan dengan sistem alam melalui unsur-unsur alam seperti adanya vegetasi dan air untuk menyatukan alam ke bangunan. Prinsip Complexity & Order yaitu dengan menunjukkan bentuk struktur yang kompleks dan memiliki bentuk simetris atau keseimbangan yang menarik. Sedangkan prinsip Refuge yaitu dengan mendesain pola ruang yang menciptakan kenyamanan dan perlindungan dari segala resiko atau gangguan. Kesimpulan Arsitektur biofilik merupakan salah satu pendekatan konsep perancangan lingkungan yang berpusat pada penerapan aspek simbiosis antara manusia dan alam dengan menghadirkan suasana alam ke dalam desain bangunan. Penerapan prinsip biofilik pada bangunan perpustakaan di Kota Batam ini berfokus pada lanskap, bangunan, dan interior. Terdapat 14 pola prinsip dalam desain biofilik yang dikelompokkan menjadi tiga kategori yakni Nature in The Space. Nature Analogues, dan Nature of The Space. Penerapan prinsip pola biofilik yang diterapkan pada lanskap yaitu Visual Connection with Nature yang diwujudkan melalui adanya pemandangan dengan vegetasi dapat memberikan dampak positif untuk menenangkan pikiran. Penerapan prinsip Non-Visual Connection with Nature. Presence of Water, dan Connection with Natural System dikaitkan dengan melalui unsur alam seperti vegetasi dan air untuk menyatukan alam ke dalam bangunan. Selain itu penerapan prinsip Risk/Peril yaitu dengan menciptakan kolam atau sungai mengalir yang memungkinkan bisa menyebabkan adanya resiko atau ancaman, namun tetap bisa terlindungi secara aman. Implementasi pola prinsip pada bangunan yang diterapkan yaitu Prospect dan Mystery diwujudkan dengan cara mendesain ruang dengan pola yang menarik yang memungkinkan dapat menciptakan pemandangan yang luas dan terbuka. Selain itu mendesain pola ruang yang menarik juga dapat memicu rasa ingin tahu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bangunan. Prinsip Thermal & Airflow Variability dan Dynamic & Diffuse Light diwujudkan tepat di sekeliling massa yang memiliki bukaan jendela, sehingga mampu memanfaatkan pencahayaan dan penghawaan alami masuk ke dalam bangunan secara maksimal sebagai sarana untuk menghemat energi. Prinsip Complexity & Order dan Refuge yaitu dengan menunjukkan bentuk struktur yang kompleks dan memiliki bentuk simetris atau keseimbangan yang menarik serta mendesain pola ruang yang dapat menciptakan kenyamanan dan perlindungan dari segala resiko atau gangguan. Selanjutnya, penerapan pola prinsip pada interior yaitu prinsip Thermal & Airflow Variability dan Dynamic & Diffuse Light mampu memanfaatkan pencahayaan dan penghawaan alami masuk ke dalam bangunan. -Vol. 06/No. Juni 2025 Penerapan Konsep Arsitektur Biofilik Pada Bangunan Perpustakaan Umum di Kota Batam/ 1Sudiana, 2Jeanny Laurens Pinassang, 3Stivani Ayuning Suwarlan Prinsip Material Connection with Nature berfokus pada penggunaan furniture yaitu dengan meminimalkan proses pengolahan, sehingga masih mencerminkan ekologi dan geologi dari alam. Daftar Pustaka