FORMULASI TABLET EFFERVESCENT DARI EKSTRAK QUINOA (Chenopodium quinoa Willd. ): EVALUASI SIFAT FISIK DAN ANTIOKSIDAN Yola Desnera Putri*. Haykal Firgy Saputra. Yeyet Cahyati Sumirtapura. Adit Andriyannto Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia. Bandung. Indonesia. * Penulis Korespondensi: yoladesnera@stfi. ABSTRAK Quinoa mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami, namun karakter organoleptik ekstraknya kurang dapat diterima sehingga diperlukan pengembangan sediaan yang lebih sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum tablet effervescent ekstrak quinoa berdasarkan variasi perbandingan asam sitrat, asam tartat, dan natrium bikarbonat serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Penelitian menggunakan metode true experimental dengan enam formula tablet effervescent berbobot 2 g/tablet. Variasi komponen asam dan basa digunakan pada konsentrasi 45% (F. , 50% (F. , 55% (F. , 60% (F. , 65% (F. , dan 70% (F. dengan perbandingan asam sitrat, asam tartat, dan natrium bikarbonat sebesar 9:27:35. Evaluasi meliputi pengujian sifat fisik granul dan tablet, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH berdasarkan nilai IC 50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi asam dan basa memengaruhi karakteristik fisik tablet effervescent. Formula 6 (F. menghasilkan karakteristik terbaik dengan waktu hancur 3,14 menit dan pH 5,85, serta menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 67,59 ppm dibandingkan placebo sebesar 259,96 ppm. Berdasarkan hasil penelitian, formula tablet effervescent ekstrak quinoa memenuhi parameter evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antioksidan yang baik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antioksidan alami. Kata Kunci: Quinoa. Antioksidan. Tablet effervescent. Asam-basa. ABSTRACT Quinoa contains flavonoid compounds that have potential as natural antioxidants. however, the organoleptic characteristics of the extract are less acceptable, thus requiring the development of a more suitable dosage form. This study aimed to determine the optimum formula of quinoa extract effervescent tablets based on variations in the ratio of citric acid, tartaric acid, and sodium bicarbonate, as well as to evaluate their antioxidant activity. This research used a true experimental method with six effervescent tablet formulations weighing 2 g/tablet. Variations of acid and base components were prepared at concentrations of 45% (F. , 50% (F. , 55% (F. , 60% (F. , 65% (F. , and 70% (F. using a ratio of citric acid, tartaric acid, and sodium bicarbonate of 9:27:35. Evaluations included physical property tests of granules and tablets, while antioxidant activity was analyzed using the DPPH method based on IC50 values. The results showed that variations in acid and base composition affected the physical characteristics of the effervescent tablets. Formula 6 (F. demonstrated the best characteristics with a disintegration time of 3. 14 minutes and a pH of 5. 85, and also exhibited strong antioxidant activity with an IC50 value of 67. 59 ppm compared to the placebo value of 259. 96 ppm. Based on the results, the quinoa extract effervescent tablet formula met the physical evaluation parameters and demonstrated good antioxidant activity, indicating its potential to be developed as a natural antioxidant preparation Keywords: Quinoa. Antioxidants. Effervescent tablets. Acid-base. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN berupa rasa pahit yang berasal dari Quinoa (Chenopodium quinoa kandungan saponin pada lapisan luar biji Willd. ) dikenal sebagai bahan pangan sehingga dapat menurunkan penerimaan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, konsumen (Hazzam et al. , 2. seperti protein, serat, vitamin, dan Pengembangan Selain mengandung senyawa bioaktif seperti pendekatan yang dapat dilakukan untuk polisakarida, saponin, dan flavonoid meningkatkan penerimaan konsumen yang dilaporkan memiliki terhadap quinoa. Tablet effervescent mampu menghasilkan sensasi berbuih melalui reaksi antara komponen asam, antidiabetik, dan antikanker (Pathan and seperti asam sitrat dan asam tartarat. Siddiqui, 2022. Ren , 2. Kandungan dengan basa berupa natrium bikarbonat flavonoid pada quinoa berkontribusi ketika dilarutkan dalam air, sehingga terhadap aktivitas antioksidan yang rasa pahit ekstrak dapat tersamarkan dan mampu menangkal radikal bebas dan membantu mencegah kerusakan sel akibat stres oksidatif (Filho et al. , 2. Berdasarkan penelitian Bhaduri, . , ekstrak quinoa memiliki nilai IC50 Bahan Selain Aktivitas antioksidan tersebut berpotensi dalam membantu menurunkan risiko sebagai pengikat untuk meningkatkan berbagai penyakit, baik akut maupun kekompakan tablet, sedangkan PEG 6000 berperan dalam meningkatkan kestabilan dan kelarutan sediaan (Apsari kardiovaskular, inflamasi, kanker, dan et al. , 2018. Yulianti dan Sutoyo. , 2. infeksi virus (Ibroham et al. , 2. Berbagai penelitian sebelumnya Meskipun (PVP) farmakologis yang baik, pemanfaatan effervescent effervescent telah banyak digunakan untuk berbagai bahan aktif PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dalam suplemen kesehatan dan obat- metode DPPH. obatan seperti ekstrak melinjo dan meniran (Apsari et al. , 2. Meskipun METODE PENELITIAN demikian, penelitian mengenai formulasi Alat tablet effervescent ekstrak quinoa masih Alat yang akan digunakan antara lain, neraca analitik, magnetic stirrer, komposisi asam dan basa terhadap karakteristik fisik tablet serta aktivitas evaporator putar, moisture analyzer, oven, hardness tester, corong getar, mengenai hubungan variasi komponen mesin cetak tablet, friability tester, tap effervescent terhadap mutu fisikokimia density, jangka sorong, spektrofotometer dan efektivitas antioksidan sediaan UV-Vis, labu ukur, dan alat gelas berbasis quinoa juga belum banyak Selain Kondisi effervescent ekstrak quinoa yang optimal dan memenuhi parameter mutu sediaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada effervescent berbahan ekstrak quinoa melalui variasi komposisi asam sitrat. Quinoa seeds . , asam sitrat, asam tartrat, natrium bikarbonat. PVP K-30, aspartam. PEG 6000, laktosa. Mg stearat, etanol 70% (PT Dwila. Vitamin C dan DPPH (Sigma Aldric. Prosedur Penelitian Pembuatan Ekstrak Quinoa asam tartarat, dan natrium bikarbonat untuk memperoleh formula optimum berdasarkan evaluasi sifat fisik tablet dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum tablet effervescent ekstrak Bahan lanjut untuk memperoleh formula tablet menunjukkan perlunya penelitian lebih mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya menggunakan Sebanyak 25 g serbuk biji diekstraksi dengan 500 mL etanol 70% dalam erlenmeyer. Campuran dikocok menggunakan shaker . selama 24 jam pada suhu ruang. Setelah itu, larutan disentrifugasi . 0 rpm. 10 meni. Ekstraksi dilakukan sedikitnya tiga kali, digabungkan dan disaring, dan filtrat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 selanjutnya diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental (Bhaduri, 2. (Susiloningrum & Sari, 2. Setelah Uji Flavanoid Sebanyak 1 mL ekstrak dalam etanol 70% ditambahkan sedikit serbuk magnesium (M. dan beberapa tetes HCl pekat, kemudian diamati perubahan warna yang terjadi. Terbentuknya warna merah, jingga, atau kuning menunjukkan Reaksi ini terjadi akibat reduksi gugus karbonil flavonoid oleh logam kompleks berwarna (Qomaliyah et al. 400Ae800 pembuatan larutan sampel dan larutan Larutan sampel dibuat dari ekstrak quinoa dan tablet effervescent ekstrak quinoa dengan menimbang masing-masing diperoleh konsentrasi 1000 ppm. Larutan tersebut selanjutnya diencerkan menjadi beberapa konsentrasi, yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Larutan standar vitamin C dibuat dengan melarutkan 10 mg vitamin C dalam etanol hingga volume 10 mL sehingga diperoleh Uji Aktivitas Antioksidan Pembuatan DPPH dilakukan dengan melarutkan 15,7 mg larutan DPPH 0,4 mM. Larutan disimpan dalam wadah tertutup aluminium foil untuk melindungi dari cahaya dan dibuat segar sebelum digunakan. Selanjutnya dilakukan penentuan panjang gelombang maksimum dengan memipet 1,0 mL larutan DPPH ke dalam labu ukur 5 mL, kemudian ditambahkan etanol hingga tanda batas dan diukur menggunakan diencerkan menjadi konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm (Mokoginta et al. , 2. DPPH menggunakan etanol hingga volume 100 mL sehingga diperoleh Uji dilakukan menggunakan metode DPPH dengan mencampurkan 2,0 mL larutan sampel atau standar dengan 2,0 mL larutan DPPH 0,4 mM. Campuran kemudian diinkubasi selama 30 menit 37AC terlindung dari cahaya. Setelah inkubasi, spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Etanol digunakan spektrofotometer UV-Vis pada rentang PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 sebagai DPPH (Mokoginta et al. , 2. Nilai diperoleh dari penurunan absorbansi larutan DPPH setelah bereaksi dengan sampel antioksidan. Semakin besar kemampuan sampel dalam meredam radikal bebas DPPH, maka absorbansi yang dihasilkan akan semakin kecil. Persentase Nilai persentase inhibisi dari setiap konsentrasi kemudian dibuat hubungan antara menggunakan persamaan regresi linear. Berdasarkan diperoleh nilai IC50, yaitu konsentrasi sampel yang mampu menghambat 50% radikal bebas DPPH. menggunakan rumus: Formulasi yaycoycuycuycycycuyco Oe yaycycaycoycyyceyco % ycnycuEaycnycaycnycycn = y 100% yaycoycuycuycycycuyco Tablet Effervescent Ekstrak Quinoa Tablet penelitian ini dibuat dengan metode Keterangan: yaycoycuycuycycycuyco = absorbansi larutan DPPH tanpa penambahan sampel . ontrol negati. yaycycaycoycyyceyco = absorbansi larutan DPPH perbandingan asam sitrat, asam tartat, dan natrium bikarbonat sebesar 9:27:35, dengan bobot 2 gram/tablet. Konsentrasi Tabel 1. Formula Tablet Effervescent Ekstrak Quinoa. Bahan Ekstrak Quinoa Asam Sitrat Asam Tartat Natrium Bikarbonat PVP K-30 PEG 6000 Aspartam Mg Stearat Laktosa 17,13 22,18 Formula (% b/. 6,34 6,98 7,61 8,24 19,01 20,92 22,82 24,72 24,65 27,11 32,04 ad 100 ad 100 ad 100 ad 100 8,87 26,62 34,51 Fungsi Zat Aktif Sumber Asam Sumber Asam Sumber Basa Pengikat Pelicin Pemanis Pelincir Pengisi PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 total menghasilkan tablet dengan mutu yang divariasikan dalam enam formula, yaitu baik dan seragam. Kadar air granul 45%, 50%, 55%, 60%, 65%, dan 70%. Bahan pembuatan tablet dibagi Sebanyak 2 gram granul menjadi dua bagian dimana bagian 1 ditimbang dan dimasukkan ke dalam terdiri dari natrium bikarbonat, laktosa, alat, kemudian pengujian dijalankan hingga selesai secara otomatis (Cheiya et dicampur, lalu dibasahi oleh etanol , 2. Granul yang baik umumnya hingga membentuk massa yang dapat memiliki kadar air sekitar 2Ae5% untuk dikepal dan tidak mudah pecah. Massa mencegah granul terlalu lembab atau tersebut kemudian diayak menggunakan terlalu kering yang dapat memengaruhi ayakan 12 mesh, dikeringkan dalam proses pencetakan tablet. PVP K-30 oven pada suhu 60AC selama 15 menit. Uji ayakan mesh No. Sedangkan bagian mengevaluasi kemampuan alir massa 2 terdiri dari ekstrak quinoa, aspartam. Sebanyak 100 gram granul asam tartrat, asam sitrat, dan PEG 6000 dimasukkan ke dalam corong tertutup, kemudian corong dibuka dan waktu yang Selanjutnya, bahan 1 dan bahan 2 dibutuhkan hingga seluruh granul keluar dicampur secara merata, diayak agar dicatat (Cheiya et al. , 2. Pengujian ukurannya seragam, kemudian dicetak menjadi tablet effervescent (Yulianti & Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali Sutoyo, 2. Formula ditampilkan pada Tabel 1. memiliki sifat alir yang baik apabila diketahui kemampuan alir, keseragaman Massa waktu alir kurang dari 10 detik. Evaluasi Massa Siap Cetak Evaluasi Selanjutnya, dilakukan pengujian sifat memasukkan 50 gram massa cetak ke dalam gelas ukur 100 mL dan mencatat volume awalnya. Gelas ukur kemudian dihentakkan sebanyak 100 kali, lalu volume akhir dicatat untuk menentukan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 karakteristik pemadatan granul (Cheiya yang dihasilkan. Pengujian keseragaman et al. , 2. Pengujian dilakukan bobot dilakukan dengan menimbang 20 sebanyak 3 replikasi dan dihitung tablet satu per satu. Hasil penimbangan menggunakan rumus: dinyatakan memenuhi syarat apabila % Kompresibilitas = tidak lebih dari dua tablet menyimpang ycycoOeycycu ycyco x 100% satu tablet pun yang menyimpang lebih Besarnya : rk = M/vk dan ro = M/Vo Ket : M = Berat Granul Vo = Volume granul awal Vk = Volume akhir (Konsta. Granul lebih dari 5% . olom A) dan tidak ada dari 10% . olom B) dari bobot rata-rata tablet (Depkes RI, 2. Setelah itu, dilakukan pengujian kekerasan tablet menggunakan hardness tester terhadap kompresibilitas yang baik apabila nilai 10 tablet dan nilai kekerasannya dicatat indeks kompresibilitas kurang dari 20%. untuk mengetahui Pengujian sudut diam atau sudut istirahat terhadap tekanan mekanik selama proses dilakukans setelah uji waktu alir dimana penyimpanan dan distribusi. Pengujian ketahanan tablet timbunan massa cetak yang terbentuk Kekerasan minimum yang sesuai untuk dibawah corong serta jari jari alas tablet adalah sebesar 4 kg. kerucutnya (Cheiya et al. , 2. Sudut Selanjutnya, kerapuhan tablet dilakukan dengan diam dihitung berdasarkan rumus: Ea . cNycnycuyciyciycn ycoyceycycycaycyc yciycycaycuycyc. Tan = yc . cycaycycn ycycaycycn ycyyceycycoycycoycaycaycu ycoyceycycycaycy. membersihkan 20 tablet dari debu, kemudian ditimbang sebagai bobot awal (WCA). Tablet dimasukkan ke dalam Granul dinyatakan memiliki sifat alir yang baik apabila nilai sudut diam kurang dari 30A, yang menunjukkan massa cetak mudah mengalir dan sesuai untuk proses pencetakan tablet Evaluasi Tablet Effervescent Evaluasi friability tester dan dijalankan pada kecepatan 25 rpm selama 4 menit atau sebanyak 100 putaran (Apsari et al. Setelah pengujian selesai, tablet ditimbang kembali sebagai bobot akhir (WCA), dihitung menggunakan rumus: dilakukan melalui beberapa parameter untuk memastikan mutu fisik sediaan % Kerapuhan = yc0Oeyc1 x 100% yc1 PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tablet iritasi (Yulianti dan Sutoyo, 2. persyaratan apabila nilai kerapuhan kurang dari 1%, yang menunjukkan HASIL DAN PEMBAHASAN tablet memiliki ketahanan fisik yang Hasil penelitian menunjukkan baik selama penanganan dan distribusi. bahwa variasi komposisi asam sitrat. Selanjutnya, pengujian waktu asam tartarat, dan natrium bikarbonat larut dilakukan dengan memasukkan memengaruhi karakteristik fisik granul, satu tablet effervescent ke dalam 200 mL mutu tablet effervescent, serta aktivitas akuades, kemudian waktu dihitung sejak antioksidan sediaan yang dihasilkan. Ekstrak sempurna (Yulianti dan Sutoyo, 2. berbentuk cairan kental berwarna kuning Tablet effervescent yang baik umumnya tua dengan nilai rendemen rata-rata memiliki waktu larut kurang dari 5 sebesar 5,94% yang tercantum pada Larutan hasil pengujian waktu Tabel 2. Nilai rendemen yang dihasilkan menunjukkan jumlah senyawa yang pengukuran pH menggunakan pH meter guna mengetahui tingkat keasaman larutan effervescent yang dihasilkan. Perbedaan Nilai pH yang baik untuk sediaan dipengaruhi oleh jenis bahan, preparasi effervescent umumnya berada pada simplisia, metode ekstraksi, kondisi rentang pH 5Ae6 sehingga nyaman saat proses, dan jenis pelarut yang digunakan dikonsumsi dan tidak menimbulkan (Bani et al. , 2. Tabel 2. Randemen Ekstrak Quinoa Pelarut Etanol 70%. Bobot Simplisia . Bobot Ekstrak . 8,82 10,40 7,56 Rata-rata Randemen Selanjutnya. Randemen (%) 5,88 6,93 5,04 5,94 fitokimia menunjukkan terbentuknya diuji untuk mengidentifikasi keberadaan warna merah setelah penambahan serbuk metabolit sekunder golongan flavonoid. Berdasarkan Tabel 2, hasil skrining HCl PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 flavonoid pada ekstrak quinoa. Reaksi tersebut terjadi akibat reduksi gugus terhadap aktivitas antioksidan ekstrak quinoa karena senyawa tersebut mampu sehingga membentuk senyawa kompleks hidrogen untuk menstabilkan radikal (Qomaliyah et al. , 2. Keberadaan Tabel 3. Hasil Skrining Flavonoid. Uji Fitokimia Reaksi Pengamatan Flavonoid Mg HCL P Terbentuk Warna Merah Evaluasi Massa Siap Cetak Evaluasi Keterangan ( ) meningkat serta laju alir menurun. Hasil Sifat kompresibilitas yang baik juga didukung oleh penggunaan laktosa sebagai bahan pengisi yang membantu kompresibilitas, laju alir, dan sudut mengisi rongga antarpartikel sehingga Kadar air granul yang rendah tekanan terdistribusi merata selama (<5%) Kondisi relatif stabil dan tidak mudah mengalami Nilai kompresibilitas seluruh menandakan sifat alir dan kemampuan (Ferdiansyah et al. , 2025. Sutomo et al. pemadatan granul yang baik. Akan Hubungan ini menunjukkan tetapi, peningkatan konsentrasi asam sitrat dan natrium bikarbonat pada granul dapat memengaruhi sifat alir dan formula F5 dan F6 menyebabkan nilai proses pengisian die selama pencetakan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tabel 4. Hasil Evaluasi Massa Siap Cetak. Parameter . Kadar Sampel Kompresibilitas Laju Alir Air Ket Ket (%) (%) 1,13 11,02A0,04 MS 10,22A0,38 1,07 11,66A0,08 MS 10,16A0,50 1,27 13,97A0,04 MS 9,96A0,49 1,32 12,48A0,3 MS 9,92A0,47 1,24 13,63A0,6 MS 9,56A0,22 1,38 14,83A0,07 MS 9,62A0,19 Syarat <5% < 20% 4 - 10 g/s Keterangan: : Memenuhi Syarat TMS : Tidak Memenuhi Syarat Sifat alir granul yang baik 17,07A0,63 17,72A0,46 18,6A0,37 18,3A0,24 20,5A0,52 20,9A0,17 < 30 A Ket diperlukan agar massa dapat mengalir Sudut Diam (A) Ket Pada pengujian sudut istirahat pada Tabel 4, seluruh formula memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Semakin Bentuk dan ukuran partikel kecil nilai sudut istirahat menunjukkan dapat mempengaruhi sifat alir karena sifat alir yang semakin baik. Formula 1 kohesivitas antarpartikel yang terjadi. Berdasarkan Tabel 4, seluruh formula ,07A), memenuhi persyaratan laju alir. Laju alir Formula 6 . ,9A). Peningkatan nilai >10 g/detik dikategorikan sangat baik, pada Formula 6 diduga berkaitan dengan sifat higroskopis asam sitrat dan natrium kategori baik. Formula F1 dan F2 bikarbonat yang meningkatkan kohesi menunjukkan sifat alir sangat baik, sementara F3AeF6 berada dalam kategori sudut istirahat (Elisabeth et al. , 2. Penurunan laju alir pada formula Hal dengan kadar asam sitrat lebih tinggi Syaputri et al. , . dan Tanjung & diduga akibat sifat higroskopis asam Puspitasari, . , dimana semakin sitrat dan natrium bikarbonat yang tinggi konsentrasi asam sitrat dan 4Ae10 g/detik Selain itu, partikel berukuran lebih kecil effervescent, maka kadar air dan nilai meningkatkan gaya kohesi sehingga sudut istirahat cenderung meningkat menurunkan laju alir (Apsari et al. akibat sifat higroskopis kedua bahan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 tersebut, kemampuan alir granul menurun. lebih cepat karena struktur tablet lebih dengan air. Hal ini terlihat pada F4AeF6 Evaluasi Tablet yang memiliki waktu larut <5 menit Hasil evaluasi tablet pada Tabel sesuai persyaratan tablet effervescent, sedangkan F1AeF3 memiliki waktu larut lebih lama. bobot dan kerapuhan, namun hanya Selain itu, waktu larut tablet yang formula F1 yang memenuhi syarat lebih lambat diduga disebabkan oleh kekerasan tablet (>4 k. Penurunan selama proses pencetakan, sehingga F2AeF6 dipengaruhi oleh peningkatan kadar komponen effervescent yang bersifat higroskopis sehingga tablet menjadi Kelembapan udara pada saat pencetakan lebih rapuh dan kurang kompak (Apsari maupun selama pengujian juga dapat et al. , 2. Kondisi tersebut juga mempercepat penurunan mutu tablet, berhubungan dengan waktu larut tablet. terutama terhadap kemampuan daya Formula larut sediaan effervescent. cenderung memiliki waktu larut yang Tabel 5. Hasil Evaluasi Tablet. Keseragaman Bobot . Hasil Ket 2010,56 A 7,76 MS 2014,48 A 9,87 MS 2012,08 A7,76 MS 2009,42 A 6,14 MS 2012,87 A 6,40 MS 2011,92 A6,49 MS Parameter Kerapuhan Kekerasan (K. (%) Hasil Ket Hasil Ket 4,73A0,13 0,79 3,74A0,13 TMS 0,589 3,15A0,22 TMS 0,489 2,37A0,05 TMS 0,595 2,83A0,29 TMS 0,395 2,23A0,08 TMS 0,398 Syarat 1913,76 - 2115,20 4 Ae 8 Kg Sampel < 1% Waktu Larut Hasil Ket TMS TMS TMS < 5 menit . Hasil Ket 5,25 MS 5,55 MS 5,85 MS 6Ae7 Keterangan: : Memenuhi Syarat TMS : Tidak Memenuhi Syarat PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Gambar 1. Grafik Waktu Larut Tablet Effervescent Quinoa. Penelitian Ambarwati et al. Dengan demikian, terdapat . menyatakan bahwa peningkatan hubungan antara kadar kelembapan, konsentrasi asam sitrat dan asam tartarat kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut dapat meningkatkan kekerasan tablet tablet effervescent. Tablet dengan kadar komponen tersebut mampu membentuk penurunan kekerasan, namun dapat ikatan antarpartikel yang lebih kuat mempercepat proses pelarutan. Namun, melarutkan satu tablet effervescent ke bikarbonat menyebabkan nilai kekerasan dalam 200 mL air mineral, kemudian tablet menurun akibat sifat natrium nilai pH larutan diukur menggunakan pH bikarbonat yang rapuh dan higroskopis. Berdasarkan hasil pengujian, sehingga ikatan antarpartikel menjadi seluruh formula menunjukkan nilai pH kurang kompak. Kondisi ini sejalan dengan penelitian Mayefis & Bidriah, effervescent yaitu 6Ae7 (Yulianti & . Sutoyo, 2. Meskipun demikian, peningkatan kadar natrium bikarbonat formula F5 dan F6 memiliki nilai pH masing-masing sebesar 5,80 dan 5,85 tablet dan berbanding lurus dengan yang paling mendekati rentang standar, mempercepat waktu kelarutan tablet Uji karakteristik pH terbaik dibandingkan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 formula lainnya. Nilai pH tersebut masih (Ambarwati et al. , 2020. Setiana et al. karena berada di atas pH 4,5 serta dapat memberikan sensasi rasa segar pada Penentuan sediaan effervescent. Nilai pH yang cenderung asam dipengaruhi oleh penggunaan asam sitrat dan asam tartarat sebagai sumber asam dalam sistem effervescent. Asam sitrat merupakan asam organik yang paling umum digunakan karena mudah larut, memiliki kekuatan asam tinggi, mudah Sementara digunakan sebagai sumber basa utama karena mudah larut dalam air, tidak toksik, dan mampu menghasilkan gas COCC saat bereaksi dengan komponen Kombinasi asam sitrat dan asam menyeimbangkan karakteristik granul dan tablet effervescent. Asam sitrat yang sangat higroskopis dapat menyebabkan granul menjadi lengket, sedangkan asam tartarat memiliki sifat alir yang lebih baik dan higroskopisitas lebih rendah. Oleh karena itu, kombinasi kedua asam tersebut dapat membantu menghasilkan granul yang lebih homogen, mudah mengalir, serta memperbaiki mutu fisik Penentuan Formula Terbaik dilakukan berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik tablet effervescent yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh keseragaman bobot, kerapuhan, dan pH. Namun. Formula memenuhi persyaratan kekerasan tablet, sedangkan Formula F4. F5, dan F6 memenuhi persyaratan waktu larut tablet effervescent (<5 meni. Formula F2 dan F3 dieliminasi karena tidak memenuhi persyaratan kekerasan maupun waktu Formula F4, F5, menunjukkan waktu larut yang baik, namun nilai kekerasannya masih berada di bawah standar sehingga kekuatan Sebaliknya. Formula kekerasan terbaik tetapi waktu larutnya melebihi persyaratan tablet effervescent. Oleh karena itu. Formula F5 dan F6 dianggap memiliki karakteristik paling mendekati optimum karena memenuhi keseragaman bobot, dan pH. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dibandingkan kontrol negatif. Nilai ICCICA dihitung dengan metode regresi linier antara konsentrasi dan persen inhibisi (Yahya & Nurrosyidah, 2. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak quinoa Gambar 2. Tablet Effervescent Quinoa memiliki nilai ICCICA sebesar 44,54 ppm. F6. termasuk kategori sangat kuat (<50 Di antara seluruh formula. Formula kemampuan yang sangat baik dalam F6 menunjukkan karakteristik terbaik menangkal radikal bebas. Aktivitas ini karena memiliki nilai kerapuhan paling diduga berasal dari kandungan flavonoid rendah, waktu larut yang cepat, serta pH yang berperan sebagai donor elektron yang paling mendekati standar mutu atau atom hidrogen untuk menetralkan tablet effervescent. Nilai kerapuhan yang radikal DPPH menjadi bentuk non- rendah menunjukkan tablet memiliki radikal yang stabil, ditandai dengan ketahanan fisik yang baik terhadap perubahan warna ungu DPPH menjadi gesekan dan guncangan selama proses kuning pucat (Susiloningrum dan Sari. Meskipun demikian, nilai kekerasan Pengujian aktivitas antioksidan Formula F6 masih berada di bawah berdasarkan Tabel 6, menunjukkan standar, sehingga optimasi formula lebih bahwa ekstrak quinoa memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai ICCICA sebesar meningkatkan kekuatan mekanik tablet 44,54 ppm. Aktivitas tersebut menurun tanpa memengaruhi karakteristik fisik setelah diformulasikan menjadi tablet dan aktivitas antioksidan sediaan. effervescent F6 dengan nilai ICCICA sebesar 67,59 ppm, meskipun masih termasuk Uji Aktivitas Antioksidan Penentuan aktivitas antioksidan Penurunan ICCICA menunjukkan bahwa proses granulasi basah dan penggunaan eksipien dapat konsentrasi suatu sampel yang mampu memengaruhi stabilitas senyawa aktif. dan dapat meredam 50% radikal bebas Proses granulasi yang melibatkan panas . nhibition PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 dan kelembapan diduga menyebabkan Hasil degradasi sebagian flavonoid, sedangkan bahwa formulasi sediaan tidak hanya interaksi antara senyawa aktif dengan memengaruhi karakteristik fisik tablet, eksipien seperti PVP dan PEG 6000 efektivitas biologis senyawa aktif. tersebut menunjukkan flavonoid dalam menangkap radikal Tabel 6. Hasil Pengujian Aktivitas Antioksidan. Sampel Ekstrak Quinoa Tablet Effervescent Basis (Placeb. Tablet Effervescent Ekstrak Quinoa (F. Vitamin C Perbandingan Persamaan Liniear y = 21,65x - 32,19 R2 = 0,998 y = 20,061x - 61,55 R2 = 0,997 y = 24,511x - 53,488 R2 = 0,993 y = 19,968x 23,171 R2 = 0,9856 44,54 ppm 259,96 ppm 67,59 ppm 3,83 ppm menunjukkan aktivitas antioksidan yang murni, tablet effervescent tanpa zat aktif sangat kuat dengan nilai ICCICA sebesar . , dan tablet effervescent ekstrak 44,54 ppm (<50 pp. Aktivitas tersebut quinoa menunjukkan adanya perbedaan diduga berasal dari kandungan senyawa aktivitas yang signifikan. Tablet plasebo flavonoid dan senyawa fenolik lain yang memiliki nilai ICCICA sebesar 259,96 ppm mampu mendonorkan atom hidrogen yang termasuk kategori lemah (>150 untuk menetralkan radikal bebas DPPH. Hasil tersebut dapat dipahami Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang melaporkan bahwa mengandung ekstrak quinoa sebagai ekstrak biji quinoa yang dibudidayakan sumber senyawa antioksidan, sedangkan di Bolivia dan Jepang memiliki aktivitas komponen penyusun tablet seperti asam antioksidan dengan nilai ICCICA pada rentang 0,1Ae22,4 mg/mL, dimana fraksi Ekstrak Nilai IC50 bikarbonat tidak memiliki kemampuan antioksidan paling tinggi (Ferenuiu et al. Park et al. , 2. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Gambar 3. Grafik Pengujian Antioksidan Vitamin C (VC). Ekstrak Quinoa (EQ). Tablet Effervescent Ekstrak Quinoa Formula 6 (TEQ) dan Placebo Tablet Effervescent (PTE). Setelah diformulasikan menjadi Yulianti dan Sutoyo. , 2. tablet effervescent formula 6 (F. , nilai Sebagai pembanding, vitamin C ICCICA meningkat menjadi 67,59 ppm yang menunjukkan nilai ICCICA sebesar 3,83 ppm termasuk kategori antioksidan kuat . Ae yang termasuk kategori antioksidan ICCICA sangat kuat. Aktivitas tersebut berkaitan dengan kemampuan gugus hidroksil aktivitas antioksidan setelah proses pada vitamin C dalam mendonorkan Penurunan tersebut diduga elektron atau atom hidrogen untuk dipengaruhi oleh proses granulasi basah menghambat reaksi berantai radikal yang melibatkan panas dan kelembaban bebas (Yahya dan Nurrosyidah, 2. sehingga dapat menyebabkan degradasi Meskipun aktivitas antioksidan tablet sebagian senyawa flavonoid. Selain itu, effervescent ekstrak quinoa mengalami penggunaan eksipien seperti PVP dan penurunan dibandingkan ekstrak murni. PEG 6000 serta kemungkinan interaksi formula F6 masih menunjukkan aktivitas antara senyawa aktif dengan bahan tambahan dapat memengaruhi stabilitas Peningkatan menangkap radikal (Apsari et al. , 2018. berbahan alam. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Meskipun antioksidan sediaan. KESIMPULAN yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa Ekstrak Chenopodium quinoa sebagian besar senyawa flavonoid masih Willd. berhasil diformulasikan dalam stabil dan mampu memberikan efek bentuk tablet effervescent dengan variasi antioksidan yang signifikan. Dengan demikian, tablet effervescent ekstrak memengaruhi karakteristik fisik serta aktivitas antioksidan sediaan. Formula sebagai suplemen antioksidan, meskipun F6 dengan konsentrasi asam dan basa optimasi formula masih diperlukan 70% menunjukkan karakteristik terbaik aktivitas selama proses pembuatan. meskipun belum memenuhi seluruh Penelitian ini memiliki beberapa persyaratan fisik tablet, terutama pada parameter kekerasan tablet yang masih berada di bawah standar Farmakope. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak quinoa murni memiliki aktivitas selama proses granulasi, serta evaluasi antioksidan sangat kuat dengan nilai pengaruh penyimpanan terhadap mutu IC50 sebesar 44,54 ppm, sedangkan fisik tablet. Selain itu, metode granulasi tablet effervescent yang mengandung antioksidan kuat dengan nilai IC50 kelembapan sehingga dapat menurunkan sebesar 67,59 ppm. Penurunan aktivitas Oleh menunjukkan bahwa proses formulasi disarankan melakukan optimasi metode dan kombinasi bahan tambahan dapat granulasi, pengujian stabilitas jangka memengaruhi stabilitas senyawa aktif panjang, serta evaluasi perlindungan antioksidan, namun aktivitasnya tetap berada dalam kategori kuat. penyalut atau metode formulasi lain Penelitian PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 kebaruan berupa pengembangan ekstrak Chenopodium quinoa Willd. dengan optimasi komposisi asam dan basa untuk menghasilkan karakteristik tablet dan aktivitas antioksidan yang Meskipun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan pada parameter kekerasan tablet dan belum dilakukan uji stabilitas maupun uji aktivitas secara in vivo. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan formula, meningkatkan mutu fisik tablet, serta mengevaluasi Radji. AuRasio Nilai Rendamen dan Lama Ekstraksi Maserasi Etanol Daging Buah Burahol (Stelecocharpus burahol ) Berdasarkan Cara Preparasi Simplisia. Ay Makassar Natural Product Journal 1. :2023Ae2176. Bhaduri. AuAn Assessment of Antioxidant and Antiproliferative Activities of Super Grain Quinoa. Ay Journal of Food Processing & Technology 7. Cheiya. Rusli. , and Fitriani. AuPemanfaatan Limbah Pati Kulit Pisang (Musa paradisiac. sebagai Bahan Pengikat Granul Parasetamol Metode Granulasi Basah. Ay Jurnal Sains dan Kesehatan 5. :44Ae49. stabilitas dan efektivitas biologis sediaan secara lebih mendalam Depkes RI. Farmakope Indonesia Edisi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia DAFTAR PUSTAKA