REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 PENGENDALIAN NON PERFOMING LOAN LAPORAN LABA RUGI BANK RAKYAT INDONESIA UNIT CEMPAKA PUTIH PADA SEKTOR KREDIT BISNIS MIKRO PERIODE JANUARI Ae DESEMBER 2014 Krisna Hidajat1. Yanuar Adi Putra2. Maryadi3 Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI mm@gmail. com1, yanuar_adiputra@yahoo. Abstract. This study emphasizes the control of Non-Performing Loans, especially in micro-business lending carried out by Bank Rakyat Indonesia Cempaka Putih Unit. From the results of direct observation it was found that there was fictitious credit distribution, did not meet credit procedure standards and NPL control systems that have not been implemented properly. Keywords: NPL control systems, micro-business lending carried Perkreditan PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk. Untuk selanjutnya pedoman kerja Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit bidang Kupedes disesuaikan namanya menjadi Pedoman Pelaksanaan Kredit Bisnis Mikro (PPK BM) PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk. PENDAHULUAN Latar Belakang Perbankan pembangunan ekonomi, dimana perbankan diharapkan mampu mengembangkan dan memajukan perekonomian di Indonesia. Khususnya dalam meningkatkan pemerataan kesejahteraan rakyat indonesia, hal tersebut menandakan bahwa bank sangat penting dalam pembangunan nasional. Pengertian kredit adalah Au penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam Ae meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga Au. (UU No 10 Tahun 1998 pasal . Fungsi penghimpun dana , penyalur dan pelayanan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang di masyarakat yang bertujuan nasional, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat Tujuan jasa perbankan sebagai penyedia dan alat pembayaran yang efisien bagi nasabah. Untuk itu bank menyediakan uang tunai, tabungan dan kartu Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Dan tujuan lainnya adalah menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana , berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. Dengan diterapkannya Kebijakan Umum Perkreditan (KUP) PT. Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk, yang merupakan pelaksanaan dari Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia (BI) Nomor 27/162/KEP/DIR tanggal 31 Maret 1995, tentang kewajiban penyusunan dan pelaksanaan Kebijaksanaan Perkreditan Bank bagi bank umum, maka dipandang perlu adanya penyesuaian dan penyempurnaan atas pedoman kerja . Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kupedes yang telah ada, dengan mengacu pada Kebijakan Umum Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih salah satu bank yang memberikan REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X kontribusi yang cukup penting terhadap kemajuan perekonomian jakarta pusat khususnya wilayah cempaka putih, yang salah satu upaya yang dilakukan dengan pemberian kredit kepada masyarakat . kredit yang disalurkan Bank Rakyat Indonesia Unit Cemapak Putih mencakup Kredit usaha rakyat. Kupedes rakyat. Kredit komersil, kredit pensiunan Pegawai Negeri Sipil, dan kredit Briguna . ntuk instansi pemerintahan dan swast. Tidak hanya tujuan sosial . embantu keuangan masyaraka. yang mereka emban, memperoleh laba pun adalah salah satu prioritas dari pemberian kredit Karena bukan rahasia lagi jika kredit merupakan urat nadi dari sebuah bank, karena hampir sebagian besar pendapatan yang diperoleh oleh bank, berasal dari kredit. Volume 3. No. September 2016 menunjukkan peningkatan penyaluran kredit dalam tahun 2013 Ae 2014 sehingga Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih menjadi bank terbaik di wilayah cabang Bank Rakyat Indonesia jakarta kemayoran dengan pencetak laba terbesar, akan tetapi dengan laba yang besar tersebut Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih pada tahun 2014 mengalami permasalahan dalam penyaluran kreditnya, sehingga berdampak pada Non Perfoming Loan (NPL) yang tinggi dari bulan januari Ae desember 2014. Dan dari data yang penulis terima bahwa Non perfoming loan pada sektor kredit usaha rakyat bulan desember 2013 sebesar 1,53%, untuk sektor kupedes rakyat sebesar 0,65% dan kredit Briguna sebesar 0,88% dan peningkatan itu terlihat saat memasuki bulan januari tahun 2014 non perfoming loan (NPL) kredit usaha rakyat meningkat sebesar 2,05%, untuk kupedes rakyat menurun sebesar 0,39%, dan untuk kredit Briguna meningkat sebesar 0,99%. kenaikan non perfoming loan (NPL) tersebut bertahan sampai desember 2014 dari sektor kredit usaha rakyat menurun sebesar 1,85%,untuk kupedes rakyat mengalami peningkatan di bulan desember sebesar 2,31% , dan kredit Briguna menurun signifikan sebesar 0,46%. Begitu pula dengan Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih, aktiva produktif inilah yang menjadi andalan dalam hal memperoleh laba, disamping membantu para pengusaha dan pedagang di wilayah cempaka putih dan sekitarnya yang mengembangkan usahanya guna mencapai perekonomian di jakarta pusat ke arah positif. Dalam penyaluran kredit berbagai sektor mikro Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih pada tahun 2013 Ae tahun 2014 Dan dari data yang penulis peroleh dari Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka putih bahwa penyaluran kredit pada tahun 2013 dari sektor Kredit usaha rakyat periode januari - desember 2013 sebesar 15 % , untuk kupedes rakyat sebesar 10% dan kredit Briguna sebesar 20 %, sedangkan untuk tahun 2014 penyaluran kredit dari sektor kredit usaha rakyat meningkat sebesar 25%,untuk kupedes rakyat sebesar 22% dan kredit Briguna sebesar 35%. Angka tersebut Dampak dari Non Perfoming Loan tersebut meningkat juga tunggakan angsuran mencapai 24% pada tahun 2014 yang sebelumnya sebesar 15% pada tahun 2013. Dalam perkembangan kredit macet di Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih yang mengalami peningkatan pada tahun 2014 ini berdampak pada terhambatnya operasional penyaluran kredit di Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih, untuk itu Bank diharapkan mampu melakukan berbagai upaya untuk menekan tingginya kredit macet dan nasabah yang dikategorikan kolektibilitas. Krisna Hidajat. Yanuar Adi Putra, dan Maryadi. Pengendalian Non Perfoming Loan Laporan. yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bungaAy Menurut Teguh Pudjo Muljono . dalam bukunya yang berjudul Manajemen Perkreditan Bagi Bank Komersiil, mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya yang akan dilakukan pada suatu jangka yang disepakati. Faktor-Faktor Penyebab Kredit Macet Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengendalian Non Perfoming Loan pada laporan laba rugi Bank Rakyat Indonesia unit cempaka putih dalam sektor mikro periode januari Ae desember 2014. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank Menurut Manurung Raharja . Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana deposito dan memberikan kredit pinjaman, sedangkan menurut Kasmir . , definisi bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menghimpun dana dari masyarakat memberikan jasa lainnya. Kredit macet adalah suatu keadaan dimana nasabah sudah tidak sanggup kewajibannya kepada bank seperti yang telah diperjanjikan (Kuncoro dan Suhardjono, 2002 : . Kredit yang digolongkan dalam kredit macet apabila memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : Berdasarkan prospek usaha . Kelangsungan usaha sangat diragukan, industri mengalami penurunan dan sulit untuk pulih kembali . Kehilangan pasar sejalan dengan kondisi perekonomian yang menurun . Manajemen yang sangat lemah . Terjadi kemogokan tenaga kerja yang sangat sulit untuk diatasi. Berdasarkan keuangan debitur . Mengalami kerugian yang besar . Debitur tidak mampu memenuhi seluruh kewajiban dan kegiatan usaha tidak dapat dipertahankan . Rasio utang terhadap modal sangat . Pinjaman baru digunakan untuk menutup kerugian operasional. Berdasarkan kemampuan membayar . Terdapat pokok dan bunga yang telah melampaui 270 hari . Dokumentasi kredit atau pengikatan agunan tidak ada. Pengertian Kredit Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani AucredereAy yang berarti kepercayaan, oleh karena itu dasar dari kredit adalah Seseorang atau semua badan yang memberikan kredit . percaya bahwa penerima kredit . di masa mendatang akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah disajikan itu dapat berupa uang atau jasa. Kredit yang diberikan oleh bank dapat didefinisikan sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan, atau pembagian hasil keuntungan. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud kredit adalah : Penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan meminjam antara bank dengan pihak lain REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Adapun dalam penelitian lapangan, hal yang dilakukan yaitu melakukan wawancara, observasi atau pengamatan secara langsung dan mendokumentasikan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau laporan. Pengertian Non Perfoming Loan Non Perfoming Loan (NPL) adalah kredit bermasalah yang terdiri dari kredit yang berklasifikasi kurang lancar , diragukan dan Termin NPL diperuntukan bagi bank NPL menunjukan kemampuan dikeluarkan oleh bank sampai lunas. NPL NPL mempunyai hubungan negatif dengan penawaran kredit. (Luh Gede Meydianawathi, 2007 : . Teknik Penentuan Informan Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menentukan orang-orang yang memiliki informasi yang cukup mengenai fenomena yang terjadi. Informan juga harus memahami data, informasi ataupun fakta dari objek penelitian yang sedang Pengertian Sistem Pengendalian Manjemen Pengendalian manajemen adalah suatu proses yang menjamin bahwa sumber-sumber diperoleh dan digunakan dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan organisasi, artinya pengendalian managemen adalah proses untuk menjamin bahwa sumber manusia, fisik dan teknologi dialokasikan agar mencapai tujuan organisasi secara Sistem pengendalian manajemen adalah kesatuan pemikiran dari metode akuntansi manajemen untuk mengumpulkan dan melaporkan data serta mengevaluasi kinerja Suatu system pengemdalian manjeman berusaha untuk mengarahkan berbagai macam usaha yang dilaksanakan oleh semua submit organisasi agar mengarah pada tujuan organisasi dan tujuan para (Anthony dan reece, 1989:. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian yang dilakukan penulis yaitu bertempat di Bank Rakyat Indonesia unit cempaka putih. Waktu pengambilan data untuk penelitian ini yaitu pada tahun 2014. PEMBAHASAN Analisa Pengendalian Kredit Perkembangan kredit yang muncul pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih adalah kredit bermasalah (Non Perfoming Loa. , khususnya pada kredit kupedes komersil, kredit usaha rakyat, kredit Golbertap. Kredit bermasalah terjadi ketika debitur mengingkari janji . membayar bunga maupun kredit pokok yang telah sampai dalam jatuh tempo pembayaran sehingga terjadi keterlambatan pembayaran. Status kredit bermasalah dibagi menjadi 3 . METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu deskripsi, gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena Kurang lancar Diragukan Macet Teknik Pengumpulan Data Krisna Hidajat. Yanuar Adi Putra, dan Maryadi. Pengendalian Non Perfoming Loan Laporan. Kredit bermasalah dapat menyebabkan kerugian dan menggangu kinerja operasional bank, maka perlu ditindaklanjuti dengan manajemen resiko. Keadaan rumah tangga nasabah yang kacau sehingga membuat usahanya . Nasabah sengaja tidak membayar kemampuan untuk membayar. Faktor perkembangan kredit yang dialami oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih disebabkan oleh: Mengajukan kembali di bank lain sehingga nasabah keberatan untuk membayar angsurannya. Faktor internal bank Kesalahan penilaian dan identifikasi resiko oleh mantri maupun kepala unit keteledoran dapat menyebabkan terjadinya kredit bermasalah. Penyelewengan juga rawan dilakukan oleh karyawan internal bank. Contohnya penilaian mantri dan kepala unit dilakukan secara subjektif karena nasabah adalah saudara, teman baik, tetangga, dan lain-lain sehingga kebenaran di lapangan menjadi bias. Faktor lain . Keadaan ekonomi Keadaan ekonomi di sekitar PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih maupun keadaan ekonomi Negara sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk melunasi kewajibannya kepada Naiknya harga barang, bahan baku yang menunjang ekonominya secara otomatis membuat nasabah kredit mikro memutuskan utuk menunda atau tidak membayar angsuran kreditnya untuk menutup kerugian usahanya, . Faktor nasabah Ada beberapa faktor dari nasabah yang bermasalah di PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih semakin menigkat, yaitu: Keadaan sosial Masalah-masalah kerusuhan, meningkatnya kriminalitas, masalah internal keluarga mempengaruhi tingkat perkembangan kredit bermasalah PT. BRI Unit Cempaka Putih. Perkembangan kredit bermasalah BRI Unit Cempaka Putih periode januaridesember 2014 terus meningkat dengan kategori nasabah dalam pengawasan khusus (DPK). Usaha nasabah mengalami kerugian. Nasabah tidak menggunakan kreditnya kepentingan pribadi atau dipinjamkan kembali ke saudara atau temannya. REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 Tingkat penyaluran kredit dan kategori kredit dalam pengawasan khusus. Tabel 1 Perkembangan penyaluran kredit dan kredit dalam pengawasan khusus (DPK) Periode 2014 Realisasi kredit (%) DPK DPK (%) GBT KUR KSM Jan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust Sept Oktobe Novem Desem Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih Berdasarkan pertumbuhan penyaluran kredit dari januari sampai maret adanya peningkatan dan stabil sampai bulan desember khusunya penyaluran kredit Briguna. Akan tetapi disamping penyaluran kredit yang meningkat, kredit bermasalah juga meningkat dengan kategori nasabah Dalam Pengawasan Khusus (DPK). Dari tabel yang ada jumlah nasabah DPK meningkat dari januari sampai april sebesar 274 orang dan semakin bertambah sampai bulan desember sebesar 1265 orang, peningkatan DPK tertinggi pada bulan November. mendapatkan tindakan dan perbaikan manajemen, sehingga perkembangan kredit macet tidak semakin buruk. Non Perfoming Loan (NPL) merupakan salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja suatu bank. Semakin kecil nilai NPL, maka kinerja bank semakin baik karena menunjukkan jumlah kredit bermasalah sedikit dibandingkan jumlah kredit yang Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/2/PBI/2013 tentang penetapan status dan tindak lanjut pengawasan Bank umum konvensional bahwa bank dalam pengawasan intensif jika dinilai memiliki potensi kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya dengan kriteria rasio kredit bermasalah (NPL) melebihi 5%. Dan dari sisi tunggakan . juga mengalami peningkatan dari bulan januari sampai desember sebesar 62. 93 %, peningkatan tertinggi terlihat pada bulan oktober dan november sebesar 9. 30% dan 7 %. Dari data yang ada menunjukan Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih menghadapi masalah besar yang harus segera Tingkat Non Perfoming Loan (NPL) Tetapi BRI Pusat melalui Surat Edaran Kantor Pusat BRI S. 18-DIR/ADK/04/2006 menetapkan bahwa NPL maksimal untuk kantor unit BRI adalah 3%. Krisna Hidajat. Yanuar Adi Putra, dan Maryadi. Pengendalian Non Perfoming Loan Laporan. Tabel 2 Rasio NPL PT. BRI Unit Cempaka Putih Periode Januari-Desember 2014 Periode 2014 NPL (%) NPL. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustust September Oktober November Desember Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih Berdasarkan data pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2014 bank BRI Unit Cempaka Putih mengalami peningkatan NPL yang tinggi dengan jumlah debitur 360 orang dan NPL 76 %. Peningkatan NPL terlihat pada bulan mei Ae oktober , menurun kembali di bulan november dan kembali meningkat di akhir tahun. Tingkat sisa tunggakan Non Perfoming Loan (NPL) Dan PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Cempaka Putih juga membukukan sisa tunggakan kredit bermasalah (NPL) yang terus bertambah selama periode 2014. Seperti diuraikan pada tabel berikut : Tabel 3 Perkembangan sisa tunggakan NPL Periode Tunggakan Januari 226,722,336 Februari 262,722,902 Maret 253,621,896 April 253,772,157 Mei 242,794,913 Juni 326,314,033 Juli 292,142,033 Agustust 370,539,573 September 257,671,087 Oktober 319,935,499 November 502,244,475 Desember 316,169,798 Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 Tingkat pendapatan operasianal BRI Tabel 4 Pendapatan operasional Bank BRI Unit Cempaka Putih periode Januari Ae Desember Periode 2014 Pendapatan 2014 Januari 40,731,347 Februari 41,638,288 Maret 42,576,122 April 43,647,994 Mei 43,647,994 Juni 43,647,994 Juli 43,647,994 Agustust 274,618,975 September 274,618,975 Oktober 274,618,975 November 274,618,975 Desember 274,618,975 Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih Seperti sebelumnya bahwa hidup matinya suatu bank tergantung pada bunga kredit karena sebagian aset bank berasal dari bunga kredit, sebagaimana yang terlihat pada tabel diatas tentang pendapatan operasional BRI Unit Cempaka Putih, selama tahun 2014 pendapatan mengalami fluktuasi. hal ini disebabkan karena keadaan perekonomian indonesia juga tidak stabil, hal tersebut dapat mempengaruhi penyaluran kreditnya yang Tingkat laba dalam penyaluran kredit 2014 akhirnya akan mempengaruhi pendapatan operasional bank. Karena pada tahun 2014 penyaluran kredit tidak sebanding dengan pendapatan bank yang diterima hal ini disebabkan karena adanya kredit macet yang terus bertambah di tahun 2014 sehingga berpengaruh pada pendapatan bank dan beban atau biaya bank yang akan dikeluarkan juga akan semakin Krisna Hidajat. Yanuar Adi Putra, dan Maryadi. Pengendalian Non Perfoming Loan Laporan. Tabel 5 Tingkat laba BRI unit cempaka putih dalam Periode Laba on off balance sheet(%) Januari Februari 0,82 Maret April Mei Juni Juli Agustust September Oktober November Desember Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih Dalam laporan keuangan perbankan bunga usaha kredit perbankan mendominasi pendapatan laba. Sesuai data tabel diatas pendapatan laba Bank BRI Unit Cempaka Putih mengalami penurunan, meskipun penyaluran kreditnya meningkat. Penurunan laba disebabkan tingginya kredit bermasalah atau Noan Perfoming Loan (NPL), penurunan Perkembangan Kredit laba BRI Unit Cempaka Putih dari januari sampai desember 2014 sebesar 18%. Dalam hal permasalahan ini Bank BRI Unit Cempaka Putih melakukan berbagai upaya meminimalisir dan memulihkan kembali laba BRI yang menurun. Tabel 6 Tingkat Perkembangan realisasi Kredit PERIODE Penyaluran GBT kredit Penyaluran Penyaluran kredit KUR Kredit komersil Januari 1,967,000,000. 328,000,000. 243,000,000. Februari 2,103,000,000. 570,000,000. 291,000,000. Maret 3,465,000,000. 565,000,000. 301,000,000. April 6,899,000,000. 330,349,300. 238,995,053. Mei 3,850,000,000. 701,000,000. 319,000,000. Juni 3,750,000,000. 833,000,000. 302,000,000. Juli 3,263,000,000. 564,000,000. 267,000,000. Agustus 2,340,000,000. 388,000,000. 189,000,000. September 5,125,000,000. 1,138,000,000. 273,000,000. Oktober 4,303,000,000. 339,000,000. 301,000,000. November 2,825,000,000. 682,000,000. 257,000,000. Desember 7,097,000,000. 646,000,000. 216,000,000. Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 Perkembangan NPL dan Kinerja Unit Tabel 7 Tingkat Perkembangan NPL Dan Kinerja Unit Peride NPL Biaya Ops Rugi Laba Bersih Jan 659,308,795 226,245,046 185,513,699 12,698,129,24 Feb 671,146,855 444,448,635 402,810,347 10,977,310,49 Mar 799,695,784 644,380,150 601,804,028 10,212,198,10 Apr 781,138,120 829,874,039 786,226,045 9,202,525,800 Mei 827,544,292 1,062,232,637 1,018,584,643 8,172,966,625 Juni 796,337,472 1,295,720,349 1,252,072,355 7,461,176,497 Juli 878,633,661 1,526,691,331 1,483,043,337 6,422,780,466 Agst 893,667,005 1,969,267,980 1,694,649,005 5,407,172,840 Sept 894,334,329 2,401,726,785 1,901,749,158 4,192,332,273 Okt 900,920,067 2,401,726,785 2,127,107,809 3,035,198,284 Nov 934,769,706 2,622,090,003 2,347,471,027 1,881,760,304 Des 939,212,457 2,782,510,283 2,507,891,307 966,129,989 Sumber : Laporan Tahunan BRI Unit Cempaka Putih Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diuraikan bahwa pada tahun 2014 kenaikan NPL Bank BRI Unit Cempaka Putih mengalami peningkatan sehingga berdampak pada tingginya pengeluaran operasional bank, dari data yang ada kinerja Bank BRI Unit Cempaka Putih mengalam penurunan laba, tercatat laba dari januari Ae desember penurunannya cukup signifikan sebesar 30%. Kinerja Bank BRI Unit Cempaka Putih menunjukan kinerja yang buruk pada tahun 2014. Untuk mengenai kerugian Bank BRI Unit Cempaka Putih dari data diatas, bukan kerugian keseluruhan dari kinerja tahun 2014. Kerugian dari data diatas adalah biaya yang harus dikeluarkan akibat tingginya kredit macet. Dan bisa disimpulkan Bank BRI Unit Cempaka Putih tidak mengalami kerugian akan tetapi kinerja yang buruk tahun 2014. Upaya Pengendalian Untuk Meminimalisir Non Perfoming Loan (NPL). Untuk meminimalisir terjadinya kredit bermasalah dan mengoptimalkan keuntungan yang didapat. PT. BRI Unit Cempaka Putih pengendalian yang baik dan terbukti mampu menjaga kredit bermasalah dibawah 3%. Dan secara umum penerapan manajemen resiko dibagi menjadi 4 tahap . Mengidentifikasi tujuan Mengukur dampak resiko Memilih manajemen resiko Pemantauan hasil Penyelesaian (NPL) Non Perfoming Loan Krisna Hidajat. Yanuar Adi Putra, dan Maryadi. Pengendalian Non Perfoming Loan Laporan. PT. BRI Unit Cempaka Putih telah menentukan upaya atau metode pengendalian terhadap timbulnya kredit bermasalah / NPL pada sektor bisnis mikro , upaya atau metode tersebut adalah sebagai berikut : Dengan menambah fasilitas kredit mikro dan penambahan dana. Perubahan syarat kredit mikro yang hanya menyangkut penambahan fasilitas kredit mikro atau penambahan dana baru agar debitur dapat menata kembali permodalannya sehingga dapat memenuhi kewajibannya PT. BRI Unit Cempaka Putih. Rescheduling Perubahan syarat kredit mikro yang hanya menyangkut jadwal pembayaran, dan atau perpanjangan jangka waktu termasuk ketentuan masa tenggang waktu . race period. , baik yang meliputi angsuran maupun tidak. Batas maksimum perpanjangan kredit mikro 60 bulan sesuai dengan jangka waktu kredit mikro sebelum direstrukturisasi. Penyitaan Jaminan Penjualan asset atau agunan debitur yang diserahkan kepada PT. BRI Unit Cempaka Putih untuk pembayaran sebagian kewajiban kreditnya ( pokok dan bung. dalam rangka penyelamatan kredit mikro. Reconditioning Penyisihan Penghapusan Produktif (PPAP) Bentuk reconditioning yang diterapkan . Pengurangan kredit mikro. Aktiva Penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) berfungsi sebagai cadangan biaya ditempatkan pada pos aktiva suatu neraca pada laporan keuangan. PT. BRI Unit Cempaka Putih penghapusan aktiva produktif karena untuk menekan beban pajak yang harus dibayar oleh BRI. Hal itu disebabkan karena penghapusan dapat dibebankan sebagai biaya operasional Penghapusan mempunyai dampak yang menguntungkan bagi BRI Unit Cempaka Putih yaitu membersihkan neraca dari aktiva produktif yang tidak menghasilkan dan kecil kemungkinan akan dikoreksi. Dan nilai kesehatan usaha Bank BRI menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Dalam pelaksanaan penghapusan aktiva produktif harus sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/148/KEP/DIR. Dan data PPAP BRI Unit Cempaka Putih tahun 2014 dengan kategori lancar,dalam perhatian khusus, diragukan dan kredit macet sebagai Penurunan tingkat suku bunga dapat diberikan kepada debitur atas dasar pertimbangan kemampuan (RPC) dan dapat diberikan tingkat suku bunga terendah pada strata plafon kredit mikro sebelumnya. Pengurangan tunggakan bunga Pengurangan diberikan kepada bebitur yang masih memiliki tunggakan bungga sebelum kredit usaha mikro direstrukturisasi. Besarnya pengurangan tunggakan bunga dapat diberikan maksimal sebesar tunggakan bunga yang ada tetapi tetap harus memperhitungkan kerugian paling minimum bagi BRI. Khususnya tunggakan yang belum dibayar sama sekali sejak kredit mikro Restructuring REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X Volume 3. No. September 2016 Tabel 8 PPAP Tahun 2014 Kategori Debitur Tarif PPAP Lancar DPK Kurang lancar Diragukan Macet 1,309,318,957 71,623,671. 4,772,850 44,287,885. 538,914,021 Dari data sebagaimana yang telah dijabarkan diatas PT. BRI Unit Cempaka Putih membukukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif dari keseluruhan kategori kredit sebesar Rp. 1,968,917,384. Nominal tersebut akan mengurangi Laba on balance sheet. Dan dimana Bank BRI harus menambah dana cadangan yang lebih besar lagi, karena semakin besar kredit bermasalah semakin besar dana cadangan yang harus disiapkan. Non Perfoming Loan, saran yang diberikan Membuat sistem yang berbasis internet. Tujuannya agar nasabah dapat mengetahui kondisi kreditnya dari rumah tanpa langsung datang ke kantor. Dengan memasukan nama dan no. ktp, sehingga akan lebih mudah untuk mengetahui jumlah angsuran dan sisa kreditnya. Semua pejabat yang berwenang dalam menerapkan prinsip kehati Ae hatian, manajemen resiko, sistem pengedalian NPL dalam menyeleksi calon debitur kredit mikro sesuai manajemen yang telah diatur Bank BRI. Karena dapat menentukan kualitas kredit mikro SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di kantor Bank BRI Unit Cempaka Putih yang telah diuraikan pada pembahasan, maka penulis menyimpulan sebagai berikut : Penyaluran kredit yang tidak berpedoman pada prosedur Bank BRI sehingga berdampak NPL yang meningkat pada Kepala unit secara aktif harus memantau perkreditan, terutama Account Officer yang berhubungan langsung dengan AO harus secara rutin melakukan meminimalisir nasabah kredit macet dan lebih ketat lagi dalam pengawasan. Bank BRI Unit Cempaka Putih Tidak kehati-hatian, pengendalian NPL yang berdampak pada tingginya debitur yang masuk kategori kredit macet DAFTAR PUSTAKA Saran