Volume 10 No. Juli Ae Desember 2025 p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X ANALISIS DESKRIPTIF INTEGRASI KURIKULUM MERDEKA DAN KURIKULUM WAHDAH ISLAMIYAH DI SMP ISLAM TERPADU WIHDATUL UMMAH TAKALAR Budiman Br Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar | inspirasibudiman@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Wahdah Islamiyah di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Adapun sumber data penelitian ini adalah Kepala Sekolah. Wakasek Bagian Kurikulum. Guru mapel bahasa inggris dan Guru mapel BTHQ. Selanjutnya, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum dilakukan pada empat aspek utama, yaitu: perancangan kurikulum dan perangkat ajar, proses pembelajaran dan penilaian, kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter. Proses integrasi tersebut menggabungkan materi kurikulum nasional yang adaptif dengan nilainilai Islam yang menjadi inti dari Kurikulum Wahdah Islamiyah. Model integrasi yang diterapkan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat selaras dengan kebijakan pendidikan nasional melalui kurikulum yang fleksibel dan adaptif. Sebagai implikasi penelitian maka diperlukan dukungan berbagai pihak, bukan hanya dari sekolah tetapi juga dari pemerintah, orang tua dan masyarakat. Kata kunci: Integrasi. Kurikulum Merdeka. Wahdah Islamiyah Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 282 DESCRIPTIVE ANALYSIS OF THE INTEGRATION OF THE MERDEKA CURRICULUM AND THE WAHDAH ISLAMIYAH CURRICULUM AT WIHDATUL UMMAH INTEGRATED ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL TAKALAR Abstract The purpose of this study is to examine how the Merdeka Curriculum and the Wahdah Islamiyah Curriculum are integrated at SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and The data sources for this study include the Principal, the Vice Principal of Curriculum Affairs, the English subject teacher, and the BTHQ subject teacher. The data processing and analysis were conducted in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that curriculum integration is carried out in four main aspects: curriculum and teaching material design, learning and assessment processes, extracurricular activities, and character development. This integration process combines the adaptive content of the national curriculum with Islamic values that are the core of the Wahdah Islamiyah Curriculum. The integration model applied demonstrates that Islamic values can align with national education policies through a flexible and adaptive curriculum. As an implication of the study, support from various parties is needed not only from the school but also from the government, parents, and the community. Keywords: Integration. Merdeka Curriculum. Wahdah Islamiyah PENDAHULUAN fondasi utama dalam depan suatu bangsa terwujudnya negara maju. Oleh karena itu, pendidikan bangsa memerlukan peningkatan kualitas. Pendidikan tidak hanya berisi pengajaran ilmu pengetahuan tetapi di dalamnya juga terdapat upaya pembentukan karakter, moral, dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi kompleksitas kehidupan bernegara termasuk di Indonesia. Pendidikan Indonesia kini menghadapi tantangan besar salah satunya kurangnya daya saing global. Hal demikian menjadi sorotan penting yang memerlukan solusi yang mendalam dan berkelanjutan. Daya saing yang kurang itu terlihat dari hasil studi PISA (Programme for International Student Assessmen. tahun 2018 yang masih rendah. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih terpaut jauh dari Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 283 negara-negara maju dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains. Dalam kemampuan membaca. Indonesia berada di peringkat 74 dengan skor rata-rata 371, di bawah negara seperti Panama dan jauh tertinggal dari peringkat pertama yang ditempati oleh China dengan skor 555. Begitu juga dalam kategori matematika dan sains. Indonesia menempati peringkat 73 dan 71, dengan skor rata-rata 379 Dalam menanggapi berbagai tantangan yang muncul. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. menginisiasi langkah pemulihan pembelajaran melalui pencanangan Kurikulum Merdeka Permendikbudristek nomor 56 tahun 2022 dan nomor 262/M/2022. Perubahan kurikulum dianggap sebagai langkah sistemik yang memulihkan proses pembelajaran. Dengan Kurikulum Merdeka menjadi alternatif yang pengembangan sistem pendidikan. Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi esensial dan tidak terlalu bersifat textbook. Dalam menerapkan kurikulum ini. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Kurikulum merdeka dapat Sekolah kemampuannya sesuai dengan sarana, input serta sumber daya yang kemerdekaan kepada guru untuk menyampaikan materi yang esensial dan urgen. Tidak kalah penting adalah memberikan ruang yang luas dan bebas bagi peserta didik untuk lebih memaksimalkan potensi yang dimilikinya agar memperoleh hasil pendidikan yang maksimal. Kurikulum Merdeka sangatlah penting dan berpengaruh dalam Selain menentukan materi yang diajarkan di kelas, kurikulum merdeka juga berpengaruh pada kecepatan dan metode pengajaran yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Kurikulum Merdeka mengusung pembelajaran intrakurikuler yang beragam, memberi keleluasaan bagi guru dalam pemilihan perangkat ajar, sehingga disesuaikan dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Implementasi kurikulum ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan program Sekolah Penggerak (SP) dan Sekolah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) pada tahun 2021 melalui SK Menteri nomor 371 tahun 2021 tentang Program Sekolah Penggerak. Informasi ini sekaligus menjadi tanda bahwa kurikulum K13 Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 284 bertransformasi menjadi Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka yang telah ditetapkan secara nasional menjadikan setiap satuan pendidikan, baik sekolah umum maupun sekolah berbasis keagamaan seperti sekolah Islam Terpadu, wajib mengadopsinya dalam proses pembelajaran. Hal ini sebelumnya telah mengembangkan kurikulum khusus atau kurikulum Menurut kajian literatur yang ditulis oleh Muhammad Akbar dkk. bahwa salah satu hambatan utama dalam pelaksanaannya adalah terhadap esensi Kurikulum Merdeka, sehingga implementasinya tidak berjalan secara optimal. Kondisi ini semakin kompleks ketika dihadapkan pada sekolah yang menjalankan dua kurikulum sekaligus. Aprilita Hajar dan Sri Wahyuni . , menyatakan bahwa guru dan tenaga pendidik di lembaga pendidikan Islam sering kali memiliki pemahaman yang berbeda dan minim pelatihan, sehingga kurang memiliki keterampilan dalam menerapkan kurikulum nasional secara maksimal. Dengan kondisi seperti ini, integrasi Kurikulum Merdeka dengan kurikulum khusus menjadi tantangan nyata yang pendekatan yang tepat. SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar merupakan salah satu sekolah yang berpengalaman mengintegrasikan dua kurikulum Selain sebagai Sekolah Penggerak yang telah menerapkan kurikulum merdeka sejak tahun 2021 sekaligus merupakan sekolah Islam Terpadu dengan kurikulum khusus Kurikulum Wahdah Islamiyah yang mengimplementasikan konsep pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur'an dan As Sunnah. Wahdah Islamiyah adalah organisasi kemasyarakatan (Orma. Islam pemahaman dan amaliyahnya pada Al-QurAoan dan As Sunnah sesuai Ahlussunnah JamaAoah. Organisasi nirlaba ini pendidikan, sosial, perempuan dan pembinaan keluarga, kesehatan dan lingkungan hidup. Salah satu bidang Wahdah Islamiyah yang berperan penting dalam meningkatkan IQ dan Intelektual anak bangsa adalah bidang pendidikan. Melalui Bidang Pendidikan. Wahdah Islamiyah menjalankan program-program di institusiinstitusi pendidikan formal dan non Dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang mengamalkan nilai-nilai Islam. Wahdah Islamiyah kurikulum khas sebagai identitas pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 285 Kurikulum Pendidikan Wahdah Islamiyah kurikulum operasional yang disusun pendidikan di bawah naungannya termasuk di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar. Kurikulum ini mencakup tujuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, serta silabus yang dirancang untuk mewujudkan visi pendidikan Islam yang menyeluruh. Dengan demikian SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulumnya. Integrasi dan perpaduan antara kurikulum merdeka dan kurikulum Wahdah Islamiyah menjadi suatu tantangan bagi SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar. Dengan pengalaman selama ini. SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar terbukti mampu menerapkannya dengan efektif. Oleh karena itu, inilah yang menjadi dasar penelitian ini, di mana peneliti berupaya mengeksplorasi bagaimana integrasi kedua kurikulum tersebut dapat dilakukan di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat Penelitian adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek Sedangkan maksudnya mengeksplorasi atau mengklarifikasi suatu gejala atau fenomena sosial yang ada. Penelitian mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti. Dengan demikian penelitian kualitatif yang digunakan berperan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari informan. Selain itu juga mendeskripsikan apa yang telah kurikulum merdeka dan kurikulum Wahdah Islamiyah di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar. Sumber data penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber luar yang menjadi data pendukung. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah pelaksana integrasi kurikulum merdeka dan kurikulum Wahdah Islamiyah, mencakup kepala sekolah. Wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru mata pelajaran umum dan keislaman di SMP IT Wihdatul Ummah Takalar beserta dokumen-dokumen sekolah. Sedangkan data sekunder dalam Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 286 akademik dan dokumen-dokumen Kemdikbudristek terkait kurikulum Adapun teknik dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Miles Huberman menjelaskan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus-menerus sampai tuntas hingga data jenuh. Sedangkan aktivitas analisis data dalam penelitian ini terdapat tiga yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini meliputi: uji kredibilitas . aliditas interna. , pengujian transfer-ability . pengujian confirmability. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Merdeka Perancangan operasional satuan pendidikan. Berdasarkan dengan kepala sekolah, proses Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar melibatkan partisipasi aktif dari Pihak-pihak tersebut meliputi PTK sekolah . epala sekolah, guru, dan tenaga kependidika. , orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah, serta Yayasan sebagai penanggung jawab lembaga. Proses inisiasi penyusunan KOSP mengundang seluruh stakeholder, termasuk pengawas pembina dari Dinas Pendidikan setempat, untuk melakukan musyawarah Hasil musyawarah tersebut kemudian ditetapkan dalam keputusan kepala sekolah dan diimplementasikan pada tahun ajaran baru, yang dimulai setiap tanggal 17 Juli. Proses penyusunan KOSP juga mencakup evaluasi berkala pengembangan dan prestasi siswa. Perancangan Berdasarkan Wakasek kurikulum, proses penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar dilakukan secara guru-guru. Langkah ATP menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Langkah selanjutnya adalah kompetensikompetensi yang perlu dikuasai oleh siswa termasuk kompetensi Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 287 Setelah kompetensi dan profil merumuskan tujuan pembelajaran secara bertahap Selanjutnya menggunakan 3 model yang populer yaitu Problem Based Learning. Project Based Learning Discovery Learning. Dengan demikian penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar dengan menerapkan model tujuan pembelajaran ABCD yang terdiri Audience (A) mempertimbangkan karakteristik dan perkembangan kognitif. Behavior (B): mengidentifikasi kompetensi yang harus dikuasai siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Condition (C): mempertimbangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa. Degree (D): diharapkan dalam setiap tujuan Penerapan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan secara berdiferensiasi dan penerapan asesmen dalam tiga bentuk yaitu diagnostik atau asesmen awal, formatif dan Menurut Wakasek bidang kurikulum, guru-guru di SMP IT Wihdatul Ummah Takalar menerapkan pembelajaran berdiferensiasi untuk dapat mengakomodasi gaya belajar dan kemampuan yang beragam dari peserta didik. Hal ini menunjukkan menerapkan prinsip studentcentered learning . embelajaran yang berpusat pada sisw. Dalam wawancara dengan menjelaskan bahwa asesmen diagnostik sangat membantu dalam mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan mereka. Penggunaan dan pengembangan perangkat ajar Dalam kegiatan ini juga guru-guru berbagi pengalaman dan ide melalui grup atau komunitas belajar, serta melakukan ATM (Amati. Tiru. Modifikas. di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Proyek penguatan profil pelajar Pancasila Menurut Wakasek bidang kurikulum, pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dilakukan satu hari dalam sepekan. Beberapa tema P5 yang sudah terlaksana Gaya Hidup Berkelanjutan. Kearifan Lokal. Bangunlah Jiwa dan Raganya, dan Kewirausahaan. Fokus utama Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 288 pemahaman, keterampilan, dan sikap peserta didik yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Kolaborasi guru, orang tua peserta didik dan komunitas . Guru perencanaan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Orang Tua mendukung proses belajar siswa dari rumah dan dilibatkan dalam forum diskusi serta rembuk bersama untuk menyamakan proyek (P. Masyarakat Refleksi . Sekolah PMM (Platform Merdeka Mengaja. sebagai alat utama untuk memantau dan meningkatkan kinerja guru. Guru mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari pengawas sekolah serta mengikuti pelatihan yang terjadwal untuk meningkatkan kompetensi mereka. Evaluasi dilakukan secara berkala dengan menggunakan data dari asesmen formatif dan Selanjutnya pembelajaran dilakukan dengan : Evaluasi . Guru menganalisis . Perbaikan berdasarkan hasil evaluasi . Interaksi Langsung dengan Siswa. Penerapan Kurikulum Wahdah Islamiyah Penyelenggaraan yang SyarAoi Pendidikan Beberapa bentuk penerapannya . Pemisahan Kelas dan Guru Berdasarkan Gender. Penggunaan Sutrah Musyawarah. Amaliah Keagamaan. Siswa putra diwajibkan melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di masjid, sedangkan shalat sunnah Dhuha dilaksanakan pembelajaran di kelas. Penerapan Adab dan Sunnah Nabi. Peserta Didik yang Beraqidah Lurus. Berakhlak Mulia dan Unggul di Bidang Al QurAoan Sekolah program-program konkret untuk Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 289 membentuk peserta didik yang paham Islam, berakhlak mulia, dan unggul di bidang Al-QurAoan, . Prinsip 5M dalam materi membentuk pribadi yang Mukmin . Muslih . erakhlak muli. Mujahid . MutaAoawin . otong royon. , dan Mutqin . reatif dan bernalar kriti. Program Keagamaan seperti shalat Dhuha, latihan kultum setelah shalat zuhur, dan Tarbiyah intensif. Pembelajaran Al-QurAoan menggunakan metode Dirosa dan Mahir tahsin. Muatan lokal BTHQ (Baca Tulis Hafal QurAoa. secara intens setiap hari. Tahfidz Weekend yakni AlQurAoan di akhir pekan. Kegiatan Sosial. Tantangan utama dalam melaksanakan program pembelajaran kurikulum Wahdah, yaitu: Keterbatasan . Ketersediaan buku pegangan . Kesadaran peserta . Peran sebagian orang tua belum maksimal. Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) Profesional. Amanah dan Bertanggung Jawab . Pengisian Tugas dan Kinerja (Tuki. Fokus pada Kehadiran dan Kebermaknaan. Pengingat Sekolah. Rapat . Sanksi dan Reward. Workshop Bulanan. Supervisi . Bimbingan Teknis Intensi. Pendalaman Islam PTK membentuk karakter amanah dan bertanggung jawab dilakukan . Pengajian Rutin dan Tarbiyah Pekanan. Sosialisasi Musyawarah Guru. Integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Wahdah Islamiyah Integrasi kurikulum merupakan pendekatan dalam pengembangan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih holistik dan relevan. Menurut Robin Fogarty . , integrasi kurikulum merupakan suatu bentuk menggabungkan keterampilan, tema, konsep, dan topik secara inter dan antar disiplin atau penggabungan Ia juga mengemukakan 10 model integrasi kurikulum yang Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 290 kategori utama: Within Single Disciplines . alam satu disiplin ilm. : Model ini berfokus pada integrasi dalam satu bidang ilmu dengan menghubungkan berbagai konsep dan keterampilan dalam disiplin Model ini merupakan menghubungkan dua atau lebih bidang ilmu yang masih berada dalam satu rumpun. Model ini mencakup : Fragmented Model. Connected Model. Nested Model. Across Several Disciplines . intas disiplin ilm. Model ini menghubungkan berbagai mata pelajaran yang berbeda untuk menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh. Model ini disiplin ilmu yang berbeda untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Model ini mencakup : Sequenced Model. Shared Model. Webbed Model. Threaded Model. Integrated Model. Within and Across Learner . alam satu dan beberapa disiplin Kategori ini berfokus pada menghubungkan berbagai mata pelajaran sesuai dengan minat dan pengalaman mereka. Model ini merupakan bentuk integrasi yang paling kompleks karena disiplin ilmu dalam satu kesatuan Model mencakup : Immersed Model . Networked Model. Berdasarkan hasil pengambilan data, integrasi kurikulum yang diterapkan di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar meliputi : Persiapan Pelaksanaan Integrasi Kepala sekolah menjelaskan bahwa agar pelaksanan kedua kurikulum dapat berjalan secara harmonis diperlukan persiapan . Workshop dan pelatihan yang diadakan secara rutin. Monitoring dan evaluasi rutin supervisi berkala. Komunikasi intens antar guru mata pelajaran umum dan mata pelajaran lokal dalam kurikulum Wahdah secara Tantangan Pelaksanaan Integrasi Kurikulum . Tantangan digital. Keterbatasan fasilitas. Beberapa guru terutama guru mapel umum yang baru bergabung masih kesulitan dalam menyusun perangkat ajar yang terintegrasi dengan kurikulum Wahdah. Sebagian guru mapel umum kesulitan menyeimbangkan materi pelajaran dengan nilainilai islam. Perbedaan pemahaman guru Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 291 sumber daya, dan fasilitas karena masih dalam tahap . Respons siswa bervariasi. Bentuk-Bentuk Integrasi Dalam konteks pendidikan Islam, integrasi antara kurikulum nasional dan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam menjadi suatu kebutuhan guna menciptakan keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu Islam. SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar Kurikulum Merdeka Kurikulum Wahdah Islamiyah guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai Islam. Bentuk-bentuk integrasi yang diterapkan di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar mencakup empat aspek kurikulum dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka Kurikulum Wahdah Islamiyah. penilaian yang mengintegrasikan nilai-nilai materi dan evaluasi siswa. kegiatan ekstrakurikuler serta melalui berbagai aktivitas nonakademik. Integrasi dalam perancangan kurikulum dan perangkat ajar Dalam perancangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), guru mata pelajaran telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam implementasi Kurikulum Merdeka menggunakan The Nested Model. Contohnya, dalam mata pelajaran IPS, siswa diajarkan konsep bersyukur atas nikmat Allah dalam konteks pemanfaatan dan pelestarian sumber daya Begitu pula dalam mata IPA mengintegrasikan nilai-nilai keimanan melalui pengenalan Allah. Integrasi pembelajaran dan penilaian Dalam pembelajaran, guru tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung terpisahkan dalam setiap aktivitas pembelajaran. Contoh pertama, dalam Kurikulum Wahdah Islamiyah dikenal prinsip 5M Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 292 (Mukmin. Muslih. Mujahid. MutaAoawin. Mutqi. memiliki keselarasan terutama terkait Profil Pelajar Pancasila menggunakan The Threaded Model. Contoh kedua, konsep pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan tidak hanya pada mata pelajaran umum, tetapi juga dalam mata pelajaran keislaman seperti BTHQ. Hadits, dan Bahasa Arab. Sebelum pembelajaran di awal semester, guru melakukan asesmen awal tingkat kecakapan siswa dalam membaca Al-QurAoan. Dalam aktivitas ini digunakan The Immersed Model. Contoh ketiga, guru mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam materi Contohnya, dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, siswa dialog yang mencerminkan adab Islami yang sesuai The Connected Model. Integrasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan karakter Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ini menjadi sarana untuk memperkuat integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan seperti pramuka, olahraga, dan tarbiyah camp, mengembangkan potensi diri Mereka ditanamkan nilai-nilai akhlak Islami seperti kerjasama, kejujuran, dan kedisiplinan. Selain karakter dilakukan secara kontinu dalam kegiatan di luar kelas untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Contoh Pembelajaran di luar kelas juga menerapkan integrasi kurikulum, seperti penugasan kultum setelah shalat Zuhur yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta Contoh kedua, dalam terlihat adanya integrasi dalam pelaksanaan kegiatan Dalam kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya dilatih untuk tangguh dan sportif, tetapi juga diarahkan untuk menjaga adab-adab Islami. Dalam hal berpakaian, misalnya, laki-laki diwajibkan mengenakan celana panjang yang menutupi aurat dan tidak isbal . idak menutupi mata kak. Selain Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 293 diajarkan nilai-nilai seperti tawadhu . endah hat. ketika kekalahan dengan hati yang ridha, tanpa mencela atau iri terhadap lawan. Pendekatan ini berkaitan dengan The Webbed Model, di mana berbagai mata pelajaran atau keterampilan dipadukan dalam satu tema karakter Islami. Contoh ketiga, dalam kegiatan proyek P5 bertema pengelolaan sampah, peserta didik tidak hanya belajar memahami konsep tersebut Islam, tentang kebersihan yang artinya Aukebersihan adalah separuh dari keimananAy. Keterlibatan keislaman dalam proyek ini menunjukkan adanya integrasi antara nilai Islam dan nilai Hal ini sesuai dengan The Shared Model, yang disiplin ilmu sesuai mata pelajaran yang terlibat dalam satu konsep tema proyek. Hal ini mencermin-kan upaya sekolah untuk menciptakan harmonisasi antara nilai-nilai nasional dan Model The Nested. The Threaded. The Immersed. The Connected. The Webbed, dan The Shared menjadi pendekatan utama dalam melaksanakan kurikulum yang berorientasi pada pengetahuan umum dan nilainilai Islam. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman akademik peserta didik, tetapi mereka sebagai insan yang beriman dan bertakwa. Dengan demikian, implementasi integrasi kurikulum ini menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam dapat selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, sehingga menghasilkan pembelajaran yang lebih holistik dan kontekstual. PENUTUP Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terkait integrasi antara Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Wahdah Islamiyah di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar kesimpulan sebagai berikut: Dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 294 serta melaksanakan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Selain menyusun perangkat ajar yang relevan, melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. melibatkan guru-guru lintas mata pelajaran, serta membangun kolaborasi antara guru, orang tua. Terakhir Mekanisme refleksi dan evaluasi pembelajaran juga dilakukan secara berkala oleh semua guru guna meningkatkan efektivitas Dalam menerapkan Kurikulum Wahdah Islamiyah, sekolah pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam dengan menciptakan iklim dan suasana islami di lingkungan sekolah, membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman Islam yang benar, beraqidah lurus, dan unggul dalam bidang Al-QurAoan. Program-program pemisahan kelas berdasarkan gender, kegiatan ibadah wajib dan sunnah, pembinaan akhlak, serta program tahfidz dan tarbiyah intensif. Selain itu, pembinaan bagi pendidik dan dilakukan melalui pengisian tukin, pelaksanaan workshop dan pendampingan dari pengawas penghargaan dan hukuman dari yayasan untuk meningkatkan Sedangkan menjadi pribadi yang amanah dan bertanggung jawab, pendidik dan tenaga kependidikan diberi pengarahan melalui sosialisasi saat rapat dan kajian Islam tarbiyah secara intens. Integrasi Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Wahdah Islamiyah dilakukan dengan pendekatan yang beriringan dan beririsan sejalan dengan model Robin Fogarty. Beberapa integrasi meliputi: Penyusunan ATP memasukkan nilai-nilai Islam sesuai The Nested Model. Penerapan prinsip 5M dalam Kurikulum Wahdah Islamiyah Profil Pelajar Pancasila The Threaded Model. Pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran umum dan keislaman, termasuk mengidentifikasi kecakapan siswa menggunakan The Immersed Model. Integrasi nilai-nilai Islam dalam materi pembelajaran Jurnal Tarbaw. Volume 10 No 02 2. p-ISSN : 2527-4082, e-ISSN : 2622-920X| 295 menggunakan The Connected Model. Penerapan pembelajaran di luar kelas, seperti kultum setelah shalat Zuhur dengan materi sesuai kecakapan siswa yang sejalan The Webbed Model. Pelaksanaan proyek P5 yang menggabungkan nilai Islam dan nilai kebangsaan dalam tema-tema yang diangkat dengan melibatkan guru lintas mata pelajaran sesuai The Shared Model. Berdasarkan model integrasi kurikulum Robin Fogarty, ditemukan bahwa pendekatan yang diterapkan di SMP Islam Terpadu Wihdatul Ummah Takalar mengintegrasikan dua kurikulum integrasi, seperti The Nested Model. The Threaded Model. The Immersed Model. The Connected Model. The Webbed Model, dan The Shared Model. Model-model ini diterapkan dalam berbagai strategi pengajaran, asesmen, proyek penugasan siswa, serta kolaborasi antarpihak dalam proses pendidikan. Integrasi ini pengetahuan umum dan nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA