Volume XVi Nomor 02 SOSFILKOM Juli-Desember 2024 INTEGRASI FILSAFAT HUMASNISTIK DALAM TERAPI PSIKOLOGI POSITIF: DITINJAU DARI TOKOH ABRAHAM MASLOW Siti Khofifatul Mardhiyyah Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia 2024@student. Abstract Humanistic philosophy is a science that studies human beings to see how humans can live their lives well, by looking at behavior, emotions and understanding the surrounding environment. In line with this, humanistic psychology is a science that emphasizes the importance of consciousness, something positive about human beings and human self-actualization. Humanistic psychology itself has various types, one of which is positive psychology where the main focus of positive psychology is on understanding and developing resilience, strength, progress and human welfare which can be specified again in research to better understand positive emotions, character strengths, meaning and purpose of life, positive relationships and attention-based interventions, this positive psychology can also be developed in various fields. So the purpose of this study is to see if this humanistic philosophy has anything to do with positive psychology therapy. The method in this study is qualitative with literature So that it can be obtained from the results of this research, namely that there is integration and continuity between humanistic philosophy, humanistic psychology and positive psychology. The positive psychology therapy focuses on humanistic psychology by Abram Maslow where in theory there is a hierarchy of human needs, if these human needs are met, humans will get their welfare so that they can live a better life. Keywords: Abraham Maslow. Philosophy. Humanistic. Positive Psychology Abstrak Filsafat humanistik sebuah ilmu yang mengkaji tentang manusia untuk melihat bagaimana manusia bisa menjalani hidupnya dengan baik, dengan melihat tingkah laku, emosi dan memahami lingkungan Sejalan dengan hal tersebut psikologi humanistik adalah ilmu yang sangat menekankan kepada pentingnya kesadaran, sesuatu yang bersifat positif mengenai manusia dan aktualisasi diri Psikologi humanistik itu sendiri memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu psikologi positif yang mana fokus utama dari psikologi positif yaitu pada pemahaman dan pengembangan ketahanan, kekuatan, kemajuan dan kesejahteraan manusia yang mana dapat dispesifikkan lagi dalam penelitian untuk lebih memahami tentang emosi positif, kekuatan karakter, makna dan tujuan hidup, hubungan positif dan intervensi berbasis perhatian, psikologi positif ini juga bisa dikembangkan di berbagai Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu melihat apakah filsafat humanistik ini ada hubungannya dengan terapi psikologi positif. Metode yang dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan studi literatur. Sehingga dapat diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu terdapat integrasi dan kesinambungan antara filsafat humanistik, psikologi humanistik dan psikologi positif. Adapun terapi psikologi positif ini berfokus kepada psikologi humanistik oleh Abram Maslow yang mana dalam teorinya terdapat hierarki kebutuhan manusia, jika kebutuhan manusia tersebut terpenuhi maka manusia akan memperoleh kesejahteraannya sehingga dapat menjalankan kehidupan lebih baik. Kata Kunci: Abraham Maslow. Filsafat. Humanistik. Psikologi Positif PENDAHULUAN Manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki berbagai dimensi dan keunikan di dalamnya, manusia memiliki kompleksitas yang tidak ada batasannya Diterbitkan oleh FISIP UMC untuk dijelajahi, dipahami dan diteliti baik dari segi tingkah laku, emosi dan pemikiran atau kognisinya. Dari sudut pandang filsafat manusia sering kali dibahas mengenai kebebasan, moralitas, tujuan dan . SOSFILKOM memperkaya pemahaman terhadap makna hidupnya (Siswadi, 2. Sejalan dengan hal tersebut terbentuknya aliran filsafat humanistik yang berpusat kepada perhatian manusia dan menganggap martabat manusia sebagai pusat perhatian yang fundamental karena berbagai aspek dalam diri manusia seperti keadilan, kebebasan, toleransi dan perilaku terhadap menjalani tujuan hidupnya (Saleleubaja & Astuti, 2. Humanistik sendiri memiliki tujuan untuk mengetahui perkembangan manusia yang dilihat dari pengalaman yang telah dialaminya (Husnaini et al. , 2. Dengan kata lain humanistik dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia, mengenal lebih dalam isi dari setiap individu manusia baik secara pengetahuan atau kognitifnya, tingkah laku dan Landasan filsafat mengartikan psikologi berasal dari kata Yunani AupsycheAy yang berarti Aujiwa atau pikiranAy dan AulogosAy yang memiliki arti AupengetahuanAy, jadi psikologi dalam filsafat ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang pikiran dan perilaku terhadap manusia (Kumar & Lal. Sehingga psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang membahas berbagai pemahaman tentang perilaku, kognisi dan kesejahteraan mental pada manusia (Kumar & Lal, 2. Salah satu cabang psikologi ini yaitu psikologi humanistik yang membahas lebih dalam tentang emosi dalam diri manusia baik emosi positif dan negatif. Psikologi humanistik sebuah pandangan baru yang berbeda dari psikoanalisis maupun behaviorisme mengenai manusia (Kurrotuain et al. , 2. Psikologi humanistik ini lahir pada tahun 1940, namun baru dikenal pada tahun 1950 oleh para ahli psikologi, tokoh psikologi humanistik ini yang paling terkenal adalah Abraham Maslow (Putri et al. , 2. Psikologi humanistik atau yang biasa disebut sebagai psikologi kemanusiaan yaitu suatu pendekatan yang memusatkan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 terhadap pengalaman, tingkah laku manusia dan aktualisasi diri pada individu manusia (Kusumawati et al. , 2. Perlu psikologi positif ini berkembang dari psikologi humanistik yang meneliti tentang emosi manusia. Namun psikologi positif ini berfokus kepada meningkatkan kekuatan dalam diri manusia yang bisa disebut dengan pencegahan terhadap penyakit mental, yaitu dengan menanamkan beberapa emosi positif seperti adanya tujuan hidup, harapan, keberanian, optimis, keimanan dan selalu berpikir pada tujuan yang lebih baik (Sutto. J, 2. Psikologi positif telah berkembang pada saat ini yang membawa perspektif baru dalam praktik terapi psikologi. Martin EP Seligma seorang psikologi klinis yang mengumumkan gerakan baru yaitu American Psychological Association (APA) pada tahun 1998, tujuannya yaitu untuk mengetahui kekuatan manusia dilihat dari karakteristik positifnya untuk menuju (Philosophischen & Eichenberger, 2. Fokus utama dari psikologi positif yaitu pada pemahaman dan pengembangan ketahanan, kekuatan, kemajuan dan kesejahteraan manusia yang mana dapat dispesifikkan lagi dalam penelitian untuk lebih memahami tentang emosi positif, kekuatan karakter, makna dan tujuan hidup, hubungan positif dan intervensi berbasis perhatian, psikologi positif ini juga bisa dikembangkan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan dan tempat kerja (Kumar & Lal, 2. Sehingga dari paparan di atas secara tidak langsung filsafat ilmu yang lebih berfokus kepada filsafat humanistik berintegrasi kepada psikologi humanistik, yang mana dikembangkan lagi menjadi psikologi Jadi tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui integritas filsafat SOSFILKOM humanistik dalam terapi psikologi positif yang ditinjau dari tokoh Abraham Maslow. Alasan peneliti memilih tokoh Abraham Maslow karena tokoh utama dan paling mengembangkan teori humanistik. METODE PENELITIAN Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi pustaka atau studi literatur. Studi literatur yaitu teknik dalam mengumpulkan data pustaka yang melibatkan mencatat, membaca dan mengolah sumber penelitian yang relevan (Indriyani & Desyandri. Sumber pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dari buku, artikel, jurnal dan literatur lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Studi literatur ini dilakukan dengan mencari kata kunci yang berkaitan dengan topik penelitian adapun kata kunci yang dipakai dalam penelitian ini yaitu filsafat humanistik, psikologi humanistik, psikologi positif. Abraham Maslow. Studi literatur ini terdiri dari beberapa langkah yang sistematis. Adapun langkahnya yaitu pertama, peneliti mencari terlebih dahulu topik yang ingin diteliti. Selanjutnya mencari referensi dengan kata kunci yang relevan. Setelah literatur sudah dikumpulkan, peneliti memilih referensi yang paling sesuai berdasarkan topik yang ingin dibahas. Kemudian tahap evaluasi yang di mana peneliti mengevaluasi secara menyeluruh terkait metode, kualitas tahun terbit dan sebagainya terkait literatur yang sudah terkumpul. Tahap terakhir menyusun gagasan utama dan hasil dari literatur yang sudah dipilih untuk mendapatkan kesamaan dan perbedaan dalam penelitian. Sehingga studi literatur ini peneliti menjelaskan konteks teoritis, metodologi, hasil dan kesimpulan (Husnaini et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Landasan filsafat humanistik Filsafat sebuah ilmu yang dipercaya sebagai induk atau ibu dari berbagai ilmu pengetahuan yang terdapat di dunia ini, jadi Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 bisa diyakini bahwa ilmu yang ada di dunia ini itu lahir dari filsafat ilmu. Secara bahasa, filsafat berasal dari kata AuphiosAy yang mengartikan cinta dan AusapheinAy yang diartikan kebijaksanaan. Jadi istilah dari filsafat itu sendiri yaitu sebuah ilmu yang memperdalam tentang kebijakan-kebijakan sebagai fokus utama dalam upaya untuk membangun kehidupan manusia yang (Herlambang, 2. Sejalan dengan itu filsafat juga suatu ilmu yang prosesnya diperoleh dari kegiatan berpikir yang mendalam, bersifat menyeluruh dan dapat dipahami oleh pikiran manusia atau dengan kata lain logis untuk menumbuhkan rasa cinta akan kebijaksanaan (Mayasari, 2. Filsafat juga dapat diartikan sebagai pengetahuan yang mengetahui segala sesuatu mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia secara mendalam (Husnaini et , 2. Secara luasnya filsafat itu kegiatan yang dilakukan manusia untuk menemukan kebenaran tentang drinya sendiri, dunia tempat tinggal manusia, dan hubungan keduanya dengan emelibatkan beberapa penyelidikan yang bersifat rasional tentang suatu objek (Fedi et al. , 2. Filsafat juga bisa diartikan sebagai tolak ukur manusia yang berdasarkan kemampuan dalam menalar dan berpikir yang terjadi sebelum dan sesudahnya (Fadli, 2. Sedangkan humanistik berasal dari bahasa Latin dari kata AuhumanusAy yang berarti manusia dan AuismuAy diartikan sebagai aliran atau paham. Adapun dari bahasa Latin klasik berasal dari kata AuhomoAy artinya manusia dan AuhumanusAy yang berarti sifat manusia. Jadi dapat di artikan humanistik ini adalah suatu aliran filsafat yang memandang manusia sebagai objek utama, sehingga dapat menumbuhkan rasa kemanusiaan dan menciptakan sosialisasi yang lebih baik (Indriyani & Desyandri, 2. Sejalan dengan itu humanistik yaitu paham filsafat yang menjunjung tinggi nilai dan kedudukan manusia (Manik et al. , 2. SOSFILKOM Humanistik pandangan yang mengakui bahwa manusia itu merupakan makhluk yang unik, seperti sikap dan juga hubungannya terhadap dunia dan lingkungan sekitarnya (Hayon, 2. Humanistik sebuah aliran dengan tujuan untuk menghidupkan rasa perikemanusiaan dan berharap terbentuknya sosialisasi yang lebih baik, sehingga humanistik ini menganggap manusia sebagai objek studi utamanya (Solichin et al. , 2. Jadi dapat ditarik kesimpulan dari berbagi literatur di atas mengenai pengertian filsafat dan humanistik itu Maka filsafat humanistik itu sendiri adalah sebuah aliran yang mengkaji tentang manusia untuk melihat bagaimana manusia bisa menjalani hidupnya dengan baik, dengan melihat tingkah laku, emosi dan memahami lingkungan sekitarnya. Hal tersebut sejalan dengan bahwa filsafat pengembangan potensi manusia secara menyeluruh baik dari aspek moral, emosional, intelektual dan sosial (Mariani et al. , 2. Konsep Filsafat Psikologi humanistik Landasan filsafat mengartikan psikologi berasal dari kata Yunani AupsycheAy yang berarti Aujiwa atau pikiranAy dan AulogosAy yang memiliki arti AupengetahuanAy, jadi psikologi dalam filsafat ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang pikiran dan perilaku terhadap manusia (Kumar & Lal. Filsafat psikologi humanistik berkonsep pada pemikiran yang mana dikemukakan oleh filsuf humanis tentang hal yang meliputi pandangan konsep diri pada manusia, otonomi manusia, kebebasan dan aktualisasi diri (Manik et al. , 2. Aliran psikologi humanistik ini muncul sekitar tahun 1940 sebagai suatu psikologi psikoanalisis dan psikologi behavioristik, sehingga bisa dikatakan psikologi humanistik ini suatu yang aliran baru yang sangat menekankan kepada pentingnya kesadaran, sesuatu yang bersifat Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 positif mengenai manusia dan aktualisasi diri manusia (Kusumawati et al. , 2. Psikologi merupakan salah satu aliran dari filsafat humanistik yang mana dari kata AuhumanAy yang berarti manusia, sehingga aliran ini kesederhanaan dan sifat manusiawi menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki beberapa potensi (Irwati et al. Sehingga psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang membahas berbagai pemahaman tentang perilaku, kognisi dan kesejahteraan mental pada manusia (Kumar & Lal, 2. Maka dapat ditarik garis besar dari beberapa literatur di atas bahwasanya psikologi humanistik ini aliran yang berintegrasi dengan filsafat humansitk, yang mana menjadi fokus utama dalam psikologi humanistik ini yaitu mengetahui sisi keseluruhan manusia, baik secara emosi, tingkah laku dan bahkan cara mereka memperoleh kebahagiaan. Dalam psikologi humansitik ini terkenal dengan teori Abraham Maslow yang mana tujuan utama manusia ada untuk membentuk aktualisasi pada dirinya. Psikologi humanisitk ini meneliti manusia untuk mengetahui cara mereka memperoleh kebahagiaan, atau sebaliknya ketika mereka merasa cemas dan mengatasinya. Sehingga integrasi filsafat humanistik dengan psikologi humanistik ini sama-sama memfokuskan untuk mengetahui seara mendalam tentang manusia, dengan bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Terapi Psikologi positif ditinjau dari psikologi humanistik Abraham Maslow Terapi psikologi positif di sini lebih ditekankan melalui sudut pandang psikologi humanistik. Perlu diketahui berkembang dari psikologi humanistik yang meneliti tentang emosi manusia. Namun psikologi positif ini berfokus kepada meningkatkan kekuatan dalam diri . SOSFILKOM manusia yang bisa disebut dengan pencegahan terhadap penyakit mental, yaitu dengan menanamkan beberapa emosi positif seperti adanya tujuan hidup, harapan, keberanian, optimis, keberanian, kejujuran, ketekunan, keimanan dan selalu berpikir pada tujuan yang lebih baik (Sutto. J, 2. Psikologi positif telah berkembang pada saat ini yang membawa perspektif baru dalam praktik terapi psikologi. Martin EP Seligma seorang psikologi klinis yang mengumumkan gerakan baru yaitu American Psychological Association (APA) pada tahun 1998, tujuannya yaitu untuk mengetahui kekuatan manusia dilihat dari karakteristik positifnya untuk menuju (Philosophischen & Eichenberger, 2. Fokus utama dari psikologi positif yaitu pada pemahaman dan pengembangan ketahanan, kekuatan, kemajuan dan kesejahteraan manusia yang mana dapat dispesifikkan lagi dalam penelitian untuk lebih memahami tentang emosi positif, kekuatan karakter, makna dan tujuan hidup, hubungan positif dan intervensi berbasis perhatian, psikologi positif ini juga bisa dikembangkan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan dan tempat kerja (Kumar & Lal, 2. Salah satu tokoh utama dalam psikologi humanistik yaitu Abraham Maslow. Sehingga terapi psikologi positif di sini berfokus kepada tokoh tersebut. Brookly. New York adalah kota kelahiran Abraham Harold Maslow. Maslow lahir tanggal 1 April 1908. Keluarga Maslow adalah seorang imigran yang berasal dari Yahudi Rusia lalu berpindah ke Amerika Serikat, mereka pindah untuk tujuan agar dapat hidup lebih baik. Dari tujuh bersaudara Maslow adalah anak pertama, sebagai anak tertua orang tua Maslow selalu menekannya untuk tegar dan kuat agar mencapai keberhasilan dalam biang Maslow juga sedari kecil sudah Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 bekerja untuk mengantar koran dan sangat rajin untuk belajar. Kejadian tersebut membuat Maslow menjadi kesepian dan tidak memiliki banyak teman karena dirinya sibuk akan belajar dan bekerja. Namun menjadikan Maslow hidup seperti sekarang dengan pengalaman-pengalaman hidup yang dia rasakan. Karena dalam kehidupan di sekolahnya Maslow lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk membaca sehingga teman-temannya yaitu buku-buku yang telah dibacanya. (Kuswara. E, 1. Maslow berhasrat untuk mencari tujuan kehidupan yang lebih baik dan bermakna sehingga Maslow banyak membantu orang lain dalam menjalankan kehidupan ini. Hasrat tersebut diperoleh bermakna yang tidak diperoleh pada masa Dari situlah Maslow ingin menolong orang lain agar tidak mengalami apa yang dia rasakan (Kuswara. E, 1. Masa kuliah awalnya Maslow mengambil kuliah Hukum di City College New York karena desakan ayahnya agar menjadi seseorang yang sukses. Namun baru dua minggu kuliah. Maslow berpindah ke Universitas Cornell dan kemudian tidak lama berpindah lagi ke Universitas Wisconsin dengan psikologi sebagai bidang yang dia pilih. Maslow mendapatkan sarjana pada tahun 1931 dan doktor pada Di pertengahan kuliahnya Maslow menikah dengan istrinya yang bernama Bertha. Pernikahan ini membuat perasaan Maslow lebih bahagia seperti lembaran baru lagi dan membuat cara Maslow (Kuswara. E, 1. Maslow memilih bidang psikologi karena terinspirasi oleh teori behaviorisme oleh Watson. Gestalt dan lainnya. Maslow berharap dirinya juga bisa mengubah dunia seperti tokoh-tokoh behaviorisme. Maka dari itu Maslow mengambil jurusan psikologi karena tertarik mengenai materi yang berhubungan dengan manusia. SOSFILKOM Awal mulanya karier Maslow dalam akademis dan profesionalnya yaitu sebagai asisten instruktur psikologi di Universitas Wisconsin pada tahun 19301934, selanjutnya menjadi staf pengajar pada tahun 1934-1935. Kemudian sampai pada tahun 1937 Maslow menjadi staf peneliti di Universitas Columbia. Maslow juga ternyata bekerja menjadi asisten Edward L. Thorndike, salah seorang tokoh behaviorisme di Universitas Columbia. Dan masa terakhirnya Brooklyn College. New York Maslow menjadi guru hingga tahun 1951 (Kuswara. E, 1. Pada peristiwa kelahiran anak pertamanya membuat Maslow banyak mengambil pelajaran mengenai psikologi berkurangnya rasa antusiasme Maslow terhadap teori behaviorisme. Karena nyatanya yang telah ditunjukkan oleh anaknya bahwa tingkah laku manusia memiliki sifat yang kompleks, sehingga menurut Maslow untuk tori behaviorisme lebih cocok untuk digunakan dalam memahami tikus atau hewan lainnya dibandingkan dengan memahami manusia. Dari kejadian tersebut Maslow menentang teori behaviorisme yang berpendapat bahwa tingkah laku bisa dilatih akan menjadi siapa pun, namun Maslow berpendapat bahwasanya hal tersebut tidak menyertakan nilai-nilai luhur yang dimiliki manusia (Kuswara. E, 1. Maslow membawa perubahan baru di Amerika Serikat dan menjadi juru bicara utama untuk gerakan psikologi humanistik pada tahun 1961 di Universitas Brandeis. Maslow Brandeis dan menjadi anggota yayasan W. Launghlin di Menlo Park. California pada tahun 1969, di sana Maslow menjabat sebagai non akademisi sehingga Maslow bebas untuk mengungkapkan minatnya terhadap masalah-masalah filsafat etika dan politik (Kuswara. E, 1. Maslow juga bergabung diri dengan sejumlah perhimpunan profesional bahkan sampai menjadi ketua himpunan psikologi negara bagian Massachusetts, lalu sebagai Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 kepala divisi kepribadian dan psikologi sosial pada Perhimpunan Psikologi Amerika (APA). Selain itu Maslow juga menajdi editor jurnal psikologi. Salah satu karyanya yang terkenal adalah A Theory of Human Motivation . dan Motivation and Personality . yang menjelaskan hierarki kebutuhan hidup manusia. Pada tanggal 8 Juni 1970 di California. Amerika Serikat. Maslow menutup matanya dan meninggalkan dunia ini dengan mencapai usia 62 tahun. Maslow wafat dikarenakan terkena penyakit serangan jantung. Walaupun Maslow sudah wafat teorinya masih dipakai sampai sekarang dengan teori yang terkenal adalah motivasi dalam diri seseorang dengan melihat hierarki kebutuhan hidup manusia oleh Maslow Maslow manusia bisa memenuhi kebutuhannya dengan berbagai perilaku untuk mencapai tujuan hidupnya sehingga membentuk sebuah hierarki kebutuhan hidup manusia. Dalam setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, seseorang akan maju karena memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga manusia akan yakin akan tujuan hidupnya dan menjalankan kehidupan yang baik. Sedangkan manusia yang tidak ada hasrat ingin maju maka mereka akan terus hidup di bawah angan-angan dan tidak memiliki kejelasan dalam menentukan tujuan hidupnya sehingga terbentuknya kehidupan yang tidak baik. Maslow pertama kali merumuskan teori humanistik ini di dalam motivasi kehidupan Sehingga Maslow mencetuskan hierarki kebutuhan manusia dengan memiliki 5 tahapan kebutuhan manusia yaitu (Irwati et al. , 2024. Kusumawati et al. Manik et al. , 2022. Santrock. Solichin et al. , 2. Kebutuhan (Physiological Nee. Kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang terkenal akan adanya kebutuhan manusia yang . SOSFILKOM meliputi sandang, pangan dan Sehingga fisiologis menjadi dasar dan pokok utama yang paling kuat untuk mencukupi kehidupan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan akan rasa aman (Safety Need. Setelah tercukupinya kebutuhan kebutuhan akan rasa aman. Seseorang yang merasa dalam kegelisahan sangat butuh untuk perlindungan sehingga manusia akan menjauhi hal-hal yang tidak Kebutuhan untuk diterima (Social Need. setelah terpenuhinya kebutuhan fisiologis dan rasa akan aman. Selanjutnya sebagai makhluk sosial, seseorang akan berfokus kepada kemauan untuk memiliki teman atau relasi, rasa ingin dicintai dan diterima dalam suatu Kebutuhan untuk dihargai (Self Esteem Need. selanjutnya yaitu kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan ini sering juga disebut dengan kebutuhan AuegoAy, kebutuhan ini seperti keinginan untuk mempunyai kesan untuk mendapatkan rasa mendapatkan sebuah apresiasi diri dari teman atau sesama manusia. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualizatio. Kebutuhan aktualisasi diri berada pada puncak kebutuhan manusia tingkat tertinggi. kebutuhan ini terkenal dengan kebutuhan yang seseorang yang sudah mencakupi mengaktualisasikan diri ini dapat Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVi Nomor 02 Juli-Desember 2024 mengembangkan potensi serta bakat yang ada pada diri sendiri. Ciri utama seseorang sudah mencapai kebutuhan ini yaitu mereka akan berperilaku untuk terus berjalan maju, mereka akan mengenal dengan diri mereka sendiri, lebih melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat tanpa melihat balasan dari orang lain. Maslow mengatakan kebutuhan ini harus dipenuhi secara berurutan, jika kebutuhan yang paling bawah tidak dapat terpenuhi maka kebutuhan yang lebih tinggi selanjutnya tidak dapat terpenuhi. karya-karya Maslow, terlihat bahwa dari kelima hierarki kebutuhan tersebut. Maslow lebih tertarik kepada kebutuhan tertinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Maslow mengatakan bahwa perbandingan antara para mengaktualisasi diri dengan kebanyakan orang pada umumnya adalah jika orang pada umumnya termotivasi sangat kuat oleh kebutuhan memilikidimiliki, mencintai-dicintai, dan dihargai sampai takut untuk mengemukakan pendapat yang tidak disetujui oleh orang lain, sedangkan para pengaktualisasi diri mereka terbentuk oleh lingkungan sosial sehingga sikap-sikapnya jauh lebih spontan, bebas dan alamiah. KESIMPULAN Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu bahwasanya filsafat humanistik sebuah aliran yang mengkaji tentang manusia untuk melihat bagaimana manusia bisa menjalani hidupnya dengan baik, dengan melihat tingkah laku, emosi dan memahami lingkungan sekitarnya. Sejalan dengan hal tersebut psikologi humanistik adalah ilmu yang sangat kesadaran, sesuatu yang bersifat positif mengenai manusia dan aktualisasi diri Psikologi humanistik itu sendiri memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu psikologi positif yang mana fokus utama dari psikologi positif yaitu pada . SOSFILKOM ketahanan, kekuatan, kemajuan dan kesejahteraan manusia yang mana dapat dispesifikkan lagi dalam penelitian untuk lebih memahami tentang emosi positif, kekuatan karakter, makna dan tujuan hidup, hubungan positif dan intervensi berbasis perhatian, psikologi positif ini juga bisa dikembangkan di berbagai Salah satu bentuk terapi yang bisa diimplementasikan yaitu menggunakan teori hierarki manusia oleh Abraham Hierarki kehidupan tersebut memiliki 5 tahap yaitu. fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk diterima, kebutuhan untuk dihargai, dan Kebutuhan Aktualisasi Diri. Sehingga jika diterapkannya tahapantahapan berikut kepada kehidupan manusia maka mereka akan mendapatkan kesejahteraan dalam dirinya dan dapat menjalankan kehidupan sehari-hari lebih DAFTAR PUSTAKA