Pengaruh Kompensasi. Pelatihan. Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pabrik Kopi 66 UD. Bintang Terang Surabaya Dewi Yuliastuti. Siti Samsiyah Email correspondence: dewiyas27@gmail. Prodi Manajemen. Universitas PGRI Adi Buana. Surabaya. Indonesia ABSTRACT Human resource management in a company must ensure the continuity of the company so that it grows according to its goals. This research aims to determine the effect of compensation, training and job satisfaction on employee performance at UD. Bright Star Surabaya. This research is quantitative in type by including all 40 employees in the population as well as the research sample using the saturated method. SPSS version 22 software was used as a data analysis tool. The results show a value of 2. 028 at recove ry tcount <2. 341, namely the t table and a value of 0. 025 at significance <0. Then the value is 2. 028 in the training t count <4. namely the t table and the value is 0. 000 in the significance < 0. Furthermore, the value of 2. 028 on the t-count of job satisfaction is <3. 085, namely the t table and the value is 0. 004 on the significance <0. In simultaneous testing, a value of 32. 283 was obtained at F count > 2. 61, namely F table and a value of 0. 000 at significance < 0. So it is obtained that the performance of UD Bintang Terang Surabaya has a significant positive effect on compensation, training and job satisfaction both partially and Keywords : Compensation. Training. Job Satisfaction, and Performance PENDAHULUAN Pada dasarnya, manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi atau perusahaan harus menjamin kelangsungan perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi secara efisien dan tumbuh sesuai dengan tujuannya. Perusahaan membutuhkan karyawan agar dapat menjalankan aktivitas dan dapat supaya perusahaan bisa berkembang. Karyawan juga membutuhkan perusahaan untuk mencukupi kehidupan sehariharinya. Menurut Hasibuan . , mengungkapkan bahwa AuManajemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Ay Untuk itu JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara efektif agar perusahaan dapat mencapai efektivitas dan efisiensinya. Tingkat keterampilan yang berbeda Ae beda pada setiap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya, memberikan arti bahwa untuk menilai kinerja dibutuhkan spesifikasi individual pada setiap Di mana kinerja karyawan adalah kualitas dan kuanti tas pekerjaan yang dilakukan oleh seorang karyawan sesuai dengan standar waktu yang telah ditetapkan dan disepakati (Yunita, 2. Salah satu cara kinerja karyawan agar semakin meningkat dan lebih semangat yaitu dengan memberikan kompensasi kepada karyawan. Kompensasi adalah biaya untuk layanan yang dibayar perusahaan secara teratur dalam beberapa cara seperti pemberian upah dan gaji untuk menghargai karyawan karena memberikan kontribusi tertentu untuk tujuan perusahaan (Ansory dan Indrasari, 2018:. Kompensasi dapat berupa imbalan berwujud atau tidak berwujud berdasarkan dedikasi dan kinerja karyawan selama bekerja untuk Perusahaan dalam mengupayakan peningkatan kualitas karyawannya dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan kemampuan membutuhkan perencanaan matang melalui pelatihan. Di mana pelatihan adalah proses memperoleh atau mempelajari sikap dan memberikan pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada karyawan sehingga mereka dapat menjadi lebih kompeten dan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik sesuai dengan standar yang disyaratkan (Rachmawati, 2. Meraih kesempurnaan bekerja tidak selalu menjadikan seorang karyawan puas, hal tersebut didasari karena adanya aspek penunjang lain dari rasa senang seperti penghargaan yang didapatkan . Sebagaimana rasa kesenangan bekerja maupun rasa kecewa terhadap pekerjaan yang ditunjukkan melalui sikap karyawan terhadap hasil kerjanya merupakan definisi dari kepuasan kerja (Theodore dan Lilyana, 2. Pimpinan UD. Bintang Terang Surabaya dalam mengupayakan kepuasan kerja yang diterima karyawannya perlu memperhatikan pemberian kompensasi, sebagaimana hal tersebut memiliki peran dalam menyenangkan karyawan melalui gaji yang didapatkan dengan menghilangkan rasa kekecewaan karyawan karena kebutuhannya terpenuhi. Permasalahan yang terjadi pada UD. Bintang Terang yaitu ketika ada tambahan pekerjaan secara mendadak tetapi tidak ada gaji tambahan yang diberikan kepada karyawan. Pemberian kompensasi diharapkan dapat diberikan secara adil dan merata sesuai de ngan beban kerja karyawan sehingga tercapai kepuasan yang akan mempengaruhi kinerja karyawan serta meningkatkan produktivitas dan kelangsungan perusahaan. Selain itu, pelatihan dan pengembangan karyawan perlu diadakan oleh pemimpin UD. Bintang Terang Surabaya sebagai penunjang kinerja karyawan karena dengan adanya pelatihan dan pengembangan, karyawan dapat meningkatkan kemampuan yang juga mengurangi kesalahan dalam bekerja. Namun, dalam praktiknya sering ditemui kendala yang membuat pelatihan menjadi tidak maksimal. Hal ini dipacu oleh kerancuan materi pelatihan yang menyulitkan karyawan, sehingga sering terjadi kesalahan saat menimbang kopi mentah yang akan di sangrai. Selain itu juga kesalahan pada saat packing, karena harus dipastikan seal tidak bocor agar tidak mengurangi aroma kopi. Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan kualitas pelatihan dengan materi yang tepat guna JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis mendorong kinerja karyawan UD. Bintang Terang Surabaya. Permasalahan lain ditunjukkan dengan hubungan yang tidak baik di antara karyaw an UD. Bintang Terang akibat kompensasi yang diterima dirasa tidak adil karena perusahaan kurang memperhatikan beban kerja yang tidak seimbang antar karyawan dalam satu jabatan, sehingga kepuasan tidak dirasakan oleh karyawan UD. Bintang Terang Surabaya. Menurut Lilis & Hastono . , mengatakan bahwa kompensasi adalah semua manfaat yang diterima karyawan untuk pekerjaan mereka di organisasi. Saat kompensasi diberi secara memadai dan dapat memenuhi kebutuhan karyawan, kepuasan akan tercipta. Jenis kompensasi dibedakan menjadi tunai dan tidak tunai dengan tujuan pemberian yakni restitusi prestasi kerja, pemeliharaan karyawan, jaminan prinsip keadilan, pembentukan kualitas karyawan dan penanganan biaya. Pelatihan yaitu suatu kegiatan untuk mengembangkan kinerja karyawan supaya lebih berkualitas hingga ahli dan siap menyelesaikan tugas di bidangnya. Menurut Ansory dan Indrasari . pelatihan adalah alat yang dapat diberikan perusahaan untuk menambahkan kualitas diri karyawan dalam melakukan pekerjaan melalui perencanaan manajemen. Sehingga, sangat dibutuhkan pelatihan bagi karyawan guna membangun dasar Ae dasar ilmu tentang Sebagaimana keuntungan adanya pelatihan yakni sebagai bantuan yang diberikan kepada karyawan untuk mempertajam kemampuan dan memupuk kualitas serta kuantitas kerjanya. Kepuasan kerja yaitu perasaan senang dan puas yang dirasakan karyawan pada lingkungan kerjanya. Suindra dan Made . , mengungkapkan bahwa kepuasan kerja merupakan rasa percaya diri, semangat, disiplin, ke gembiraan dan kecintaan seorang karyawan terhadap pekerjaan yang dituangkan dalam sikap Yang mana usaha menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik akan dilaksanakan ketika kepuasan dapat dirasakan oleh karyawan. Kinerja Karyawan merupakan pencapaian tujuan karyawan dengan melihat hasil kerjanya dalam melaksanakan tugas yang diberikan perusahaan. Menurut Ansory dan Indrasari . kinerja karyawan mengarah pada tanggung jawab karyawan oleh perusahaan berdasarkan kualitas dan kuantitasnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merujuk pada pendekatan kuantitatif yang menjadikan seluruh karyawan UD. Bintang Terang Surabaya sebagai populasi penelitian dengan metode sampling jenuh. Sebagaimana seluruh karyawan yang terhitung 40 orang sebagai populasi juga dicatat sebagai sampel. Sehingga metode sampling jenuh disebut sensus atau penelitian populasi. Sofware SPSS version 22 digunakan peneliti sebagai alat bantu dalam melakukan analisis data, yang meliputi pengujian instrumen, uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis DISKUSI DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 1. HasiloUjioValiditasoVariabeloKompensasi (X. iVariabeli iItemi iCorelationi iSig. i iKeterangani Pertanyaan iX1. 0,578 i0,000i iValidi iX1. 0,614 i0,000i iValidi iX1. 0,664 i0,000i iValidi iX1. 0,639 i0,000i iValidi iKompensasii iX1. 0,468 i0,002i iValidi (X. iX1. 0,606 i0,000i iValidi iX1. 0,360 i0,023i iValidi iX1. 0,419 i0,007i iValidi Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Tabel 2. UjiiValiditas VariabeliPelatihan (X. iVariabeli iItemi iCorelationi iSig. iKeterangani Pertanyaan iX2. 0,511 0,001 iValidi iX2. 0,422 0,007 iValidi iX2. 0,610 0,000 iValidi iX2. 0,349 0,027 iValidi iX2. 0,619 0,000 iValidi Pelatihan iX2. 0,669 0,000 iValidi (X. iX2. 0,473 0,002 iValidi iX2. 0,633 0,000 iValidi iX2. 0,538 0,000 iValidi iX2. 0,382 0,015 iValidi Sumberi: Data Diolahidari Output SPSSiVer. Tabel 3. UjiiValiditas VariabeliKepuasaniKerja (X. iVariabeli iItemi iCorelationi Sig. iKeterangani Pertanyaan iX3. 0,583 i0,000i iValidi iX3. 0,439 i0,005i iValidi iX3. 0,613 i0,000i iValidi iX3. 0,384 i0,015i iValidi Kepuasani iX3. 0,546 i0,000i iValidi Kerjai iX3. 0,471 i0,002i iValidi (X. iX3. 0,375 i0,017i iValidi iX3. 0,640 i0,000i iValidi iX3. 0,474 i0,002i iValidi iX3. 0,528 i0,000i iValidi Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Tabel 4. UjiiValiditas VariabeliKinerja Karyawani (Y) iVariabeli iItemi iCorelationi iSig. i iKeterangani Pertanyaan 0,394 i0,012i iValidi 0,332 i0,036i iValidi Kinerja 0,607 i0,000i iValidi Karyawan 0,666 i0,000i iValidi (Y) iY33i 0,670 i0,000i iValidi JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis iY. 0,612 i0,000i 0,653 i0,000i 0,521 i0,001i Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. iValidi iValidi iValidi Bersumber pada tabel Ae tabel tersebut, keseluruhan item pernyataan di setiap indikator teridentifikasi valid. Hal tersebut merujuk pada nilai di atas 0,3 pada keseluruhan item yang juga menggambarkan bahwa nilai person corelation hitung melebihi nilai person corelation tabel yakni 0,312. Uji Reliabilitas Tabel 5. HasiliUjiiReliabilitas iCronbach'si iNilaii iKeterangani iAlphai iKritisi Kompensasi i (X. i0,60i iReliabeli Pelatihani (X. i0,60i iReliabeli KepuasaniKerja i0,60i iReliabeli (X. KinerjaiKaryawan i0,60i iReliabeli (Y) Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. iM odeli Bersumber pada tabel 5, didapatkan nilai lebih dari 0,60 pada tiap koefisien reliabilitas variabel Ae variabel penelitian yang ditunjukkan pada kolom CronbachAos Alpha. Sehingga menghasilkan pernyataan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini diidentifikasi dalam kategori Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Standarnya, penelitian harus terdistribusi secara normal. Di mana kenormalan ini merujuk pada nilai yang mencapai angka lebih dari 0,05 pada profitabilitas Z statistiknya sebagaimana berikut: Tabel 6. HasiliUjiiNormalitas iUnstandardized i iResiduali iAsymp. iSig. -taile. Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Bersumber dari tabel 6, didapatkan nilai 0,200 pada signifikansi profitabilitas Z yang berarti lebih dari standar yakni 0,05. Sehingga menghasilkan identifikasi bahwa penelitian telah terdistribusi dengan Uji M ultikolenierlitas Status kemultikolinearitas suatu penelitian merujuk pada nilai tolerance di atas 0,10 juga nilai di bawah 10 pada VIFnya. Di mana didapat sebagai berikut dalam penelitian ini: JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Tabel 7. Hasil iUjiiM ultikolonierlitas iTolerancei iVIFi Kompensasii (X. Pelatihani (X. KepuasaniKerja(X. Sumberi: Data Diolahidari OutputiSPSS Ver. Bersumber pada tabel 7, didapatkan nilai lebih dari 0,10 pada tolerance keseluruhan variabel dan nilai kurang dari 10 pada VIF keseluruhan variabel. Sehingga menghasilkan identifikasi bahwa gejala mutikolinearitas tidak ditemukan dalam penelitian ini. Uji Heteroskedastisitas Status heteroskedastisitas suatu penelitian merujuk pada nilai lebih dari 0,05 pada signifikansinya. Di mana didapat sebagai berikut dalam penelitian ini: Tabel 8. HasiliUji Heteroskedastisitasi i ti iSig. iConstanti iKompensasi (X. iPelatihan (X. iKepuasan Kerja (Y) Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Bersumber pada tabel 8, di dapatkan nilai 0,105 pada signifikansi variabel Kompensasi yang lebih besar dari 0,05. Kemudian nilai 0,875 pada signifikansi variabel Pelatihan yang lebih besar dari 0,05. Selanjutnya nilai 0,411 pada signifikansi variabel Kepuasan kerja yang lebih besar dari 0,05. Hal tersebut mengidentifikasi bahwa gejala heteroskedastisitas tidak ditemukan dalam penelitian ini. Uji Autokorelasi Tabel 9. HasiliUjiiAutokorelasi DurbiniW atson Sumberi: Data Diolahidari OutputiSPSS Ver. Bersumber pada tabel 9, di dapatkan nilai 1,947 pada durbin watson yang lebih kecil dari nilai 2,342 yakni nilai 4-du. Nilai 1,947 juga berada di atas nilai 1,658 yakni nilai Du. Sehingga didapatkan identifikasi bahwa gejala autokorelasi tidak dapat ditemukan dalam penelitian ini. Uji Regresi Linear Berganda iTabel 10. HasiliUji RegresiiLinear Bergandai (Constan. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Kompensasii (X. Pelatihani (X. KepuasaniKerja (X. 0,220 0,347 0,310 Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Bersumber dari tabel 10, mendapatkan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -1. 212 0,220 X1 0,347 X2 0,310 X3 Konstanta . Nilai konstanta pada saat variabel Kinerja Karyawan (Y) sebelum di pengaruhi oleh variabel lain yaitu Variabel Kompensasi (X. Pelatihan (X. dan Kepuasan Kerja(X. diketahui sebesar -1. Koefisien variabel Kompensasi (X. Variabel Kompensasi (X. memiliki nilai konstanta sebesar 0,220 yang artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan, dalam setiap kenaikan satu satuan variabel kompensasi (X. sebesar 0,220 Koefisien variabel Pelatihan Kerja (X. Variabel Pelatihan (X. memiliki nilai kosntanta sebesar 0,347 yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan, dalam setiap kenaikan satu satuan variabel pelatihan (X. sebesar 0,347. Koefisien Variabel Ke puasan Kerja (X. Variabel Kepuasan Kerja (X. memiliki nilai konstanta sebesar 0,310 yang artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan, dalam setiap kenaikan satu satuan variabel Kepuasan Kerja (X. sebesar 0,310. Uji Hipotesis Uji t Tabel 11. HasiliUjiit iM odeli iSig. iKompensasi (X1 iPelatihan (X. iKepuasan Kerja (X. Sumberi: DataiDiolah dari iOutput SPSSiVer. Ket. Signifikani Signifikani Signifikani Bersumber dari tabel 11, didapatkan hasil dari nilai t hitung sebagai mana berikut: Hipotesis pertama (H. Variabel Kompensasi (X. diperoleh nilai t tabel sebesar 2,341 > t hitung 2,028 dan memiliki nilai sebesar 0,025 pada signifikansinya yang mana kurang dari 0,05. Hal tersebut memberi makna bahwa terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh kompensasi (X. Sehingga hipotesis pertama dapat diverifikasi Hipotesis kedua (H. Variabel Pelatihan (X. diperoleh nilai t tabel sebesar 4,351 > t hitung 2,028 dan memiliki nilai sebesar 0,000 pada signifikansinya yang mana kurang dari 0,05. Hal tersebut memberi makna bahwa terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh pelatihan (X. Sehingga hipotesis kedua dapat diverifikasi kebenarannya. Hipotesis ketiga (H. Variabel Kepuasan Kerja (X. diperoleh nilai t tabel sebesar 3,085 > t hitung 2,028 dan memiliki nilai sebesar 0,004 pada signifikansinya yang mana kurang dari 0,05. Hal tersebut memberi makna bahwa terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis kepuasan kerja (X. Sehingga hipotesis ketiga dapat diverifikasi Uji F Tabel 12. iHasiliUjiiF iSig. Sumberi: DataiDiolah dari OutputiSPSS Ver. Bersumber pada tabel 12, didapatkan nilai sebesar 32. 283 pada nilai F hitung yang mana lebih besar dari nilai 2,61 yakni F tabel. Kemudian, nilai 0,000 pada signifikansi juga menunjukkan nilai yang kurang dari 0,05. Sehingga memberikan makna bahwa ada pengaruh signifikan positif yang dihasilkan kinerja oleh variabel kompensasi (X. , pelatihan (X. dan kepuasan kerja (X. secara bersamaan atau KESIMPULAN Hal Ae hal yang telah dijabarkan dalam hasil penelitian dan pembahasan diatas menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: Kinerja karyawan pada UD. Bintang Terang Surabaya terpenga ruh signifikan positif oleh penerapan kompensasi. Hasil menunjukkan nilai 0,025 pada signifikansi uji t yang mana kurang dari 0,05. Sebagaimana terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh kompensasi (X. Maka, hipotesis pertama penelitian ini dapat diverifikasi Kinerja karyawan pada UD. Bintang Terang Surabaya terpengaruh signifikan positif oleh penerapan pelatihan. Hasil menunjukkan nilai 0,000 pada signifikansi uji t yang mana kurang dari 0,05. Sebagaimana terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh pelatihan (X. Maka, hipotesis kedua penelitian ini dapat diverifikasi kebenarannya. Kinerja karyawan pada UD. Bintang Terang Surabaya terpengaruh signifikan positif oleh penerapan kepuasan kerja. Hasil menunjukkan nilai 0,004 pada signifikansi uji t yang mana kurang dari 0,05. Sebagaimana terdapat pengaruh yang dirasakan kinerja karyawan (Y) oleh kepuasan kerja (X. Maka, hipotesis ketiga penelitian ini dapat diverifikasi kebenarannya. Terdapat pengaruh signifikan positif yang dihasilkan kinerja oleh variabel kompensasi (X. , pelatihan (X. dan kepuasan kerja (X. secara bersamaan atau simultan. Sebagaimana nilai 0,000 pada signifikansi yang menunjukkan nilai yang kurang dari 0,05. REFERENSI