e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN ANALISIS PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN DAN REPUTASI KAP TERHADAP AUDIT DELAY Dina Anggraeni Susesti1. Endah Tri Wahyuningtyas2 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dins@unusa. id1, endahtri@unusa. ABSTRAK Laporan keuangan tahunan merupakan sumber informasi penting mengenai kinerja dan prospek perusahaan bagi pemegang saham dan masyarakat sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Pentingnya pelaporan keuangan tepat waktu oleh entitas perusahaan sangat menarik bagi pembuat kebijakan. Aktivitas di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan yang di tandai dengan munculnya perusahaan go public di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Teori kepatuhan (Legitimacy theor. menurut Lunenburg . sebuah pendekatan terhadap struktur organisasi yang mengintegrasikan ide-ide dari model klasik dan partisipasi manajemen. Kepatuhan yang berarti bersifat patuh, ketaatan, tunduk, patuh pada ajaran atau aturan. Tujuan Penelitian ini untuk menguji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP terhadap audit delay. Variabel yang di teliti adalah profitabilitas, reputasi kap, ukuran perusahaan terhadap audit delay dengan studi empiris di bei perusahaan real estate BEI 2017 -2019. Metode Penelitian kasual komparatif dengan pendekatan ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI pada tahun 2017 Ae 2019 sebanyak 41 populasi perusahaan. Teknik Analisis Data analisis statistik deskriptif. Kemudian dengan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas. Uji hipotesis menggunakan uji analisis regresi linier sederhana dan uji analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruuh terhadap audit delay. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat antara lain, kepada penulis untuk menambah pengetahuan mengenai profitabilitas, ukuran perusahaan, reputasi KAP dan audit delay serta kepada pihak peneliti berikutnya sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai topik ini. kata kunci : profitabilitas, ukuran perusahaan, reputasi kap, audit delay PENDAHULUAN Negara Indonesia mengalami pertumbuhan di sektor properti yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan kelas menengah pada tahun 2013 yang mengalami peningkatan sebesar 37% dari tahun 2004 menjadi 56,7%. Para investor melihat hal tersebut sebagai peluang investasi yang menguntungkan. Peningkatan dana investasi langsung baik dari lokal maupun asing mencapai 30 miliar USD, hal tersebut mendorong kenaikan rata-rata harga jual lahan industri karena potensi naiknya permintaan. Adanya program MP3EI (Master Plan Percepatan dan Pengembangan Ekonomi Indonesi. merupakan program andalan pemerintah Indonesia di bidang property dan real estate, hal tersebut juga mendukung ketertarikan investor untuk menanamkan sahamnya di bidang property dan real estate. Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia, saat ini Indonesia masih menjadi negara tujuan untuk investasi di bidang properti, dilihat dari banyaknya investor dari negara lain yang berminat menanamkan modalnya properti di Indonesia. Sehingga perusahaan property wajib mempublikasikan laporan keuangannya secara tepat waktu di Bursa Efek Indonesia, agar stakeholder atau investor dapat menilai kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan tahunan merupakan sumber informasi penting mengenai kinerja dan prospek perusahaan bagi pemegang saham dan masyarakat sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan investasi. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan harus relevan dan handal. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyampaikan laporan keuangan dengan tepat waktu agar informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga berungsi untuk mengukur dan menilai kinerja perusahaan. Pentingnya pelaporan keuangan tepat waktu oleh entitas perusahaan sangat menarik bagi pembuat kebijakan. Aktivitas di Bursa Efek Indonesia mengalami peningkatan yang di tandai dengan munculnya perusahaan go public di Indonesia. Dimana, setiap perusahaan tersebut harus melaporkan laporan keuangan perusahaan yang sudah di audit oleh Akuntan Publik. Aturan tersebut berdasar pada Keputusan Ketua Bapepam dan LK peraturan Nomor X. 2 yang dikhususkan bagi perusahaan go public. Perusahaan yang go public berkewajiban mempublikasi laporan keuangan perusahaan yang sudah di audit kebenarannya atau kewajaran oleh auditor independen. Bapepam telah mengatur tentang publikasi laporan keuangan dimana publikasi paling lambat 90 hari setelah tanggal laporan keuangan tahunan atau akhir bulan ketiga. Salah satu penyebab terlambatnya publikasi laporan keuangan yang dilakukan oleh Perusahaan Go Public Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN dikarenakan diaudit terlebih dahulu sebelum di publikasikan (Hossan dan Taylor 1. Jadi, dapat disimpulkan bahwa publikasi laporan keuangan akan terjadi keterlambatan yang berhubungan dengan audit delay. Ashton . ketepatwaktuan publikasi informasi akuntansi dapat dipengaruhi oleh audit delay. Di Bursa Efek Indonesia, masih terdapat perusahaan yang terlambat menyerahkan laporan keuangan. Hal ini di sebabkan lamanya waktu penyelesaian audit. audit delay adalah rentang waktu penyelesaian audit laporan keuangan tahunan, diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan, sejak tanggal tahun tutup buku perusahaan sampai dengan tanggal yang tertera pada laporan auditor independen. Perusahaan yang mengalami audit delay akan merugikan banyak pihak. Audit delay adalah waktu yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan pekerjaan auditnya dimana pengukurannya dari tanggal penutupan tahun buku hingga diterbitkannya laporan keuangan audit (Lawrence dan Briyan, 1. Ketepatan waktu dalam mempublikasikan laporan keuangan sangatlah penting, semakin lama rentang waktu penyelesaian laporan keuangan maka semakin lama juga penyelesaian audit laporan keuangan sehingga berdampak pada keterlambatan pelaporan laporan keuangan ke Bursa Efek Indonesia agar dibaca para stakeholder. Audit delay diukur dengan menghitung selisih hari antara tanggal penutupan tahun buku sampai diterbitkannya laporan keuangan audit. Bagi Perusahaan audit delay yang melebihi waktu publikasi laporan keuangan akan berakibat nama Perusahaan menjadi kurang baik di mata Investor sehingga Investor akan sulit mengambil keputusan investasi pada perusahaan yang terlambat mempublikasikan laporan Audit delay yang telah melewati batas waktu dari ketentuan Bapepam dan LK, tentu akan berakibat pada keterlambatan publikasi laporan keuangan. Agar perusahaan dalam melakukan publikasi laporan keuangandapat tepat waktu, ada beberapa hal yang ahrus diperhatikan yaitu ukuran perusahaan, opini audit dan reputasi kantor akuntan publik dari hasil audit periode sebelumnya (Irmalia. Khusnah dan Wahyuningtyas, 2. Ada beberapa perusahaan karena kelalaiannya dalam publikasi laporan keuangan maka dihentikan sementara perdagangan efek 8 saham perusahaan yang listed di pasar reguler dan pasar tunai oleh BEI. Namun dari list tersebut tidak ada perusahaan property yang terkendala audit delay. Oleh karena itu peneliti tertarik meneliti di bidang property. Weygandt. Kieso dan Kimmel . 8, p. menjelaskan bahwa informasi keuangan relevan bagi pengguna jika dapat mempengaruhi atau membuat perbedaan pada keputusan nya. Agar informasi yang relevan harus tepat waktu, yaitu harus tersedia sebelum adanya kapasitas untuk mempengaruhi keputusan oleh pengguna. Dalam penelitian ini alat ukur yang digunakan untuk menghitung profitabilitas yaitu (Return On Assets, berdasarkan Munawir . 1:91-. manfaat Return On Assets adalah sebagai berikut: Dapat dibandingkan dengan rasio industri sehingga dapat diidentifikasi posisi perusahaan terhadap rata rata ROA industri. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam perencanaan strategi. Selain berguna untuk kepentingan pengendalian, analisis Return On Assets . dapat dihitung efisiensi penggunaan modal secara menyeluruh, terhadap setiap aktivitas yang mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Return On Assets juga memiliki kelemahan, yaitu kurang mensupport pihak manajemen untuk meningkatkan assets apabila nilai ROA yang diharapkan ternyata terlalu tinggi atau over. Dan kelemahan satunya yaitu manajemen cenderung hanya berfokus pada tujuan jangka pendek bukan planning jangka panjang, sehingga sering mengambil keputusan jangka pendek yang lebih menguntungan tetapi berakibat negatif dalamaktivitas jangka panjangny. Teori Legitimasi menurut Lunenburg . sebuah pendekatan terhadap struktur organisasi yang mengintegrasikan ide-ide dari model klasik dan partisipasi manajemen. Kepatuhan yang berarti bersifat patuh, ketaatan, tunduk, patuh pada ajaran atau aturan. Teori ini dapat mendorong individu untuk dapat mematuhi peraturan yang berlaku, sama halnya dengan suatu perusahaan yang berusaha untuk menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu karena selain merupakan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, juga akan lebih bermanfaat bagi para pengguna laporan keuangan. Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan publik di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang AuPeraturan Pasar ModalAy. Berdasarkan peraturan BAPEPAM dan LK. Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK Nomor KEP-346/BL/2011 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. BAPEPAM dan LK mewajibkan setiap perusahaan publik yang terdaftar di Pasar Modal wajib menyampaikan laporan tahunan yang disertai dengan laporan keuangan auditor independen kepada BAPEPAM dan LK selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga . setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Pengembangan Hipotesis Profitabilitas dan Audit delay Profitabilitas dalam audit delay sangat penting bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau profit atau sebagai alat pengukur atas kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Profitabilitas adalah hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahaan (Brigham dan Houston, 2. Rasio yang biasa digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja profitabilitas adalah gross profit margin, operating profit margin, net profit margin. Return on Equity dan Return on Assets (Syamsudin, 1985:55, dalam Ahmar dan Kurniawan, 2. Menurut penelitian Patiku dan Sombo . bahwa hasil dari rasio perusahaan ini secara parsial berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Dikarenakan menunjukkan gambaran mengenai tingkat efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba, dimana setiap investor mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas tinggi, dengan harapan perusahaan yang memilki rasio profitabilitas tinggi akan menghasilkan return yang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN tinggi pula. Namun, berbeda dengan penelitian Prasongkaputra . dan Lestari . menjelaskan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay secara signifikan. Berdasarkan pemaparan tersebut hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai H1 : Profitabilitas berpengaruh terhadap Audit Delay Ukuran Perusahaan dan Audit Delay Ketepatan waktu penerbitan laporan keuangan hal yang sangat penting yang di pengaruhi faktor diantaranya adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, reputasi KAP. Opini selain wajar tanpa pengecualian merupakan opini yang tidak diharapkan oleh semua manajemen. Semakin tidak baik opini yang diterima oleh perusahaan maka semakin lama laporan keuangan audit dipublikasikanUkuran perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan total assets atau jumlah kekayaan perusahaan. Faktor yang kedua yang dapat mempengaruhi audit delay adalah ukuran perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan besarnya lingkup atau luas perusahaan dalam menjalankan operasinya. Dimana faktor ini sering digunakan dalam penelitian Ukuran perusahaan dalam penelitian ini menggunakan total aset. Perusahaan yang mempunyai total asset besar dapat menyelesaikan laporan audit lebih cepat dibandingkan perusahaan dengan total asset kecil (Alfiani dan Putri, 2. Menurut Pourali et al. ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang berskala besar mempunyai pengendalian internal yang baik sehingga lebih efektif dan efisien. Pengendalian internal yang lebih baik akan mengurangi kesalahan auditor dalam mengerjakan laporan auditnya. Berbeda dari penelitian Mardiana. Winda . mengemukakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay. Hal ini disebabkan karena banyaknya jumlah sampel yang harus diambil oleh auditor dan semakin luasnya prosedur audit yang harus ditempuh ketika auditor melakukan audit terhadap perusahaan besar. Berdasarkan pemaparan tersebut hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : H2 : Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap audit delay Reputasi KAP dan Audit Delay Faktor terakhir yang mempengaruhi audit delay selain profitabilitas, ukuran perusahaan yaitu reputasi KAP (Kantor Akuntan Publi. KAP yang berafiliasi dengan KAP Big 4 diasumsikan mempunyai pengalaman yang lebih banyak karena mempunyai jumlah klien dan ragam klien yang lebih banyak sehingga lebih berpengalaman dibandingkan dengan KAP kecil (KAP yang tidak berafiliasi dengan KAP Big . sehingga dianggap menghasilkan kualitas audit yang lebih baik. Pada penelitian Saputri . informasi keuangan dan kinerja perusahaan akan lebih dapat di percaya apabila telah menggunakan jasa KAP. KAP yang berafiliasi dengan Big 4 lebih awal menyelesaikan auditnya daripada yang tidak (Lee, 2. Dan, perusahaan yang memiliki reputasi baik akan cenderung memiliki audit delay yang lebih pendek (Parahita, 2. Berdasarkan pemaparan tersebut hipotesis dalampenelitian ini adalah sebagai berikut : H3 : Reputasi Kantor Akuntan Publik berpengaruh terhadap Audit Delay METODE PENELITIAN Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang sudah diperoleh dari dokumen laporan keuangan perusahaan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia w. Perusahaan propert dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019 yang berjumlah 158 perusahaan merupakan populasi penelitian ini. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling hingga akhirnya diperoleh sampel berjumlah 41 perusahaan. Teknik Analisis Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Kemudian dengan uji asumsi klasik yaitu uji cara acak dan baik, karena titik tersebut menyebar ke atas maupun ke bawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak terdapat pola yang jelas pada penyebaran data tersebut. Hasil uji normalitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, dan uji multikolinearitas. Uji hipotesis menggunakan uji analisis regresi linier sederhana dan uji analisis regresi linier berganda. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik pada penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas dan uji multikolinearitas. Uji normalitas Model regresi yang baik adalah data yang normal atau mendekatio normal. Pengambilan keputusan untuk menguji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogrov Smirnov. Apabila hasil menunjukkan nilai asymp. Sig >0,05, maka data Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN berdistribusi normal dan apabila nilai asymp. Sig <0,05, maka data tersebut tidak berdistribusi dengan normal. Berikut adalah hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov : Tabel 1. Uji Kolmogrov Smirnov Unstandardized Residual Kolmogrov Smirnov 1,057 Asymp. Sig. -taile. 0,214 Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa hasil Kolmogrov Smirnov diatas sebesar 1,057 dengan tingkat signifikansi 0,214 yang >0,05 ini menandakan bila penyebaran data telah terdistribusi dengan normal. Uji autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara residual pada satu pengamatan dengan pengamatan yang lain dalam model regresi. Autokorelasi dalam penelitian ini diuji dengan Durbin- Watson (DW tes. Berikut hasil pengujian autokorelasi dalam penelitian ini : Tabel 2. Uji Autokorelasi Durbin-Watson 1,848 Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai D-W diketahui sebesar 1,848. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai DW lebih besar dari batas 1,7205, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi antar variabel dan dapat melanjutkan analisis Uji heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residualpengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari heterokedastisitas. Uji ini dilakukan dengan menggunakan Scatter Plot. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitas dapat dilihat dengan melihat Scatter Plot antara SRESID pada sumbu (Y) dan ZPRED pada sumbu (X). Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat sebagai berikut : Gambar 1. Uji Heterokedastisitas Berdasarkan gambar diatas menunjuukan bahwa titik-titik menyebar secara acak. Titik tersebut menyebar secara baik karena tersebar di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran tersebut. Hasil ini disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada odel regresi, sehingga model layak digunakan untuk memprediksi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN audit delay berdasarkan variabel yang mempengaruhinya yaitu, profitabilitas, ukuran perusahaan dan reputasi KAP. Uji multikolinearitas Uji ini mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel independen digunakan Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance. Batas dari tolerance value >0,10 dan nilai VIF <10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Berikut hasil uji multikolinearitas dalam penelitian ini : Tabel 3. Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. Profitabilitas 0,996 1,004 Ukuran Perusahaan 0,775 1,290 Reputasi KAP 1,291 0,774 Sumber : Data diolah, 2021 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai VIF pada seluruh variabel independen yang digunakan memiliki nilai VIF <10 dan nilai tolerance >0,10 yang berarti tidak terdapat multikolinearitas pada variabel independen. Hal ini berarti menunjukkan semua variabel independen tidak memiliki korelasi yang tinggi antar variabel independen, sehingga asumsi bebas multikolinearitas terpenuhi. Uji hipotesis Tabel 1. Uji Statistik T Variabel (Constan. Profitabilitas Ukuran Perusahaan Unstandardized Standardized Coefficients Std . Error 1,223 0,844 -0,400 0,481 Coefficients Beta 1,544 0,154 -0,159 0,164 Reputasi KAP -0,018 0,876 -0,085 Sig Sumber : Data diolah, 2021 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel 6 diketahui bahwa variabel profitabilitas memperoleh nilai t sebesar -0,831 dengan signifikansi sebesar 0,407. Nilai sig menunjukkan lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara profitabilitas dengan audit delay. Dengan demikian, hipotesis pertama yang menyatakan terdapat pengaruh positif ditolak, karena bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan. Hal ini terjadi karena kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang dimiliki ternyata tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jangka waktu. Hal ini dikarenakan banyak perusahan yang mengalami kenaikan profit namun tidak begitu besar, apalagi ada yang mengalami kerugian sehingga tidak memacu perusahaan untuk memberikan hasil laporan keuangan yang diaudit lebih cepat. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Zebriyanti & Subardjo, 2. menyatakan bahwa adanya tanggung jawab yang sama bagi perusahaan yang memperoleh profit tinggi maupun rendah untuk tetap menyampaikan laporan secara tepat waktu. Hasil penelitian ini juga didukung oleh (Angruningrum & Wirakusuma, 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel 6 diketahui bahwa variabel ukuran perusahaan memperoleh nilai t sebesar 10,033 dengan signifikansi sebesar 0,000. Nilai sig menunjukkan lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara ukuran perusahaan dengan audit delay. Dengan dermikian, hipotesis kedua yang menyatakan terdapat pengaruh positif diterima. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Hal ini dikarenakan ukuran perusahaan menggambarkan total aset yang dimiliki perusahaan tinggi dan mencerminkan bahwa perusahaan tersebut memiliki sistem internal yang baik sehingga perusahaan memiliki audit internal yang baik yang mengharuskan perusahaan dimonitori secara ketat oleh investor agar prosespenyusunan laporan audit diselesaikan dengan rentang waktu yang sesingkat Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Amani & Waluyo, 2. menyatakan bahwa semakin tinggi ukuran perusahaan maka akan semakin rendah audit delay. Hasil penelitian ini juga di dukung oleh (Ratnasari & Yennisa, 2. yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap audit delay. Pengaruh Reputasi KAP Terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel 6 diketahui bahwa variabel reputasi KAP memperoleh nilai t sebesar -0,970 dengan signifikansi sebesar 0,334. Nilai sig menunjukkan lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara reputasi KAP audit delay. Dengan dermikian, hipotesis ketiga yang menyatakan terdapat pengaruh positif ditolak, karena bertolak belakang dengan hipotesis yang diajukan. Hal ini sesuai dengan koefisien regresi yang bertanda negatif yang menunjukkan bahwa perusahaan yang diaudit oleh KAP Big Four maupun KAP Non Big Four tidak akan mempengaruhi audit delay perusahaan tersebut karena setiap KAP mempunyai sistem informasi yang berbeda dan jasa pelayanan serta kualitas yang terbaik kepada penggunanya. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Ibrahim & Suryaningsih, 2. yang menyatakan bahwa reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay karena adanya persamaan dan perbedaan pada skala perusahaan, kualitas dan jumlah auditor dalam mengaudit oleh KAP Big Four maupun Non Big Four. Jumlah auditor yang besar serta kualitas auditor dalam mengaudit skala perusahaan yang besar membutuhkan waktu yang lama dalam mengaudit dan adanya risiko bisnis yang tinggi pada perusahaan tersebut mengakibatkan auditor memperluas area auditnya. Hasil penelitian ini juga didukung oleh (Primastiwi, 2. yang menyatakan bahwa reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit delay. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah disajikan, peneliti mengambil kesimpulan sebagai bahwa variabel Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaan Property Real Estate. Variabel Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh terhadap audit delay pada perusahaan Property Real Estate dan variabel Reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap auditdelay pada perusahaan Property Real Estate yang terdatar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat beberapa keterbatasan penelitian. Keterbatasan tersebut dapat memberikan kesempatan yang akan datang untuk melakukan penelitian selanjutnya. Beberapa keterbatasan yang dihadapi dalam penelitian yaitu penelitian ini hanya menganalisa tiga faktor yang mempengaruhi audit delay . rofitabilitas, ukuran perusahaan dan reputasi KAP), sehingga masih banyak faktor lain yang belum diteliti. Penggunaan variabel reputasi KAP, hanya sebatas memperhatikan perubahan nama KAP yang mengaudit laporan keuangan perusahaan tanpa memperhatikan perubahan komposisi auditor. Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang telah diungkapkan, terdapat saran yang bisa diberikan dari hasil penelitian ini agar penelitian selanjutnya memperoleh hasil yang lebih baik. Berikut saran-sarannya yaitu bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti fee audit, leverage dan lain-lain. Mengingat kemampuan variabel independen masih sangat rendah dalam menjelaskan variabel dependen. Dan diharapkan riset selanjutnya lebih detail lagi dalam memperhatikan perubahan auditor hingga ke arah perubahan komposisi dari auditor tersebut. DAFTAR PUSTAKA