PERILAKU KONSUMEN MASA KINI: TREN KONSUMTIF DI ERA PASAR GLOBAL Shulbi Muthi Sabila Salayan Putri Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram muthi@gmail. ABSTRAK Universitas Widya Mataram. Program Studi Ilmu Komunikasi muthi@gmail. Perilaku konsumtif saat ini telah menjadi ciri khas masyarakat dalam dinamika pasar yang semakin kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan gambaran tentang perilaku konsumtif masa kini dan bagaimana fenomena ini mempengaruhi dinamika pasar, ekonomi, dan masyarakat secara luas. Dalam analisis ini, penulis menggali berbagai sumber literatur dan data pasar untuk memahami ciri-ciri perilaku konsumtif saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen kini cenderung terpapar pada budaya konsumsi yang berpusat pada kepemilikan dan pengalaman instan. Dorongan untuk memiliki barangbarang dan produk terbaru, didorong oleh faktor sosial media dan pengaruh selebritas, telah meningkatkan tingkat konsumsi secara Faktor-faktor seperti urbanisasi, globalisasi, dan percepatan teknologi juga telah memperkuat perilaku konsumtif. Artikel ini juga mencatat bahwa perilaku konsumtif saat ini menghasilkan dampak sosial yang kompleks. Kasus fast fashion dan kehancuran pabrik Rana Plaza mengilustrasikan bagaimana permintaan terhadap tren konsumtif dapat mengakibatkan dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun Perluasan mengesampingkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan hak Tekanan untuk terus mengikuti tren dan norma sosial dapat menyebabkan ketidakpuasan diri dan kecemasan akan status sosial. Kesimpulannya, perilaku konsumtif saat ini merupakan ciri khas masyarakat dalam dinamika pasar yang kompleks. Dorongan untuk terus memiliki barang-barang dan pengalaman instan telah mendorong tingkat konsumsi yang tinggi, dengan implikasi ekonomi dan sosial yang Kata kunci : Perilaku Konsumen. Tren Konsumtif. Fast Fashion PENDAHULUAN yang telah lama menarik perhatian para Dalam pemahaman yang mendalam tentang peneliti, praktisi bisnis, dan ekonom. perilaku konsumen sangat penting bagi Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologiinformasi, perilaku konsumen lanskap baru dalam pola konsumsi Perilaku konsumen merupakan subjek semakin kompleks Perubahan tren konsumtif yang terjadi Perkembangan pesat dalam teknologi, lingkungan yang perludipertimbangkan transportasi, dan komunikasi telah secara serius. Konsumsi berlebihan mengubah cara dapat berkontribusi terhadap masalah dengan pasar global. Internet, media lingkungan seperti peningkatan limbah sosial, dan platform e- commerce telah masyarakat juga dapat terjebak dalam Selain layanan dari seluruh penjuru dunia. konsumsi yang terus menerus. Oleh Fenomena ini memberikan pengaruh karena itu, pemahaman yang mendalam yangsignifikan terhadap pola konsumsi tentang perilaku konsumen di era pasar Masyarakat. Dalam era pasar global, global ini menjadi penting. Organisasi wawasan mengenai Konsumen masa nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh kini tidak hanya memandang produk konsumen, preferensi mereka dalam dari segi fungsionalnya, tetapi juga dari aspek pengalaman, merek, dan gaya faktor- faktor seperti budaya, teknologi. Konsumen cenderung lebih sadar akan nilai-nilai yang diusung oleh Dengan merek dan produk, termasuk aspek keberlanjutan dan dampaksosial. Selain mengembangkan strategi pemasaran yang relevan dan berkelanjutan, yang secara online telah menciptakan pola konsumsi yang lebih instan dan mudah. konsumen tetapi juga menghormati Namun, di balik kemudahan akses dan nilai-nilai sosial dan lingkungan yang lebih luas. hanya memenuhi kebutuhan tantangan baru yang dihadapi oleh Sejak dimulai pada tahun 1760-1840- Mereka Revolusi industri pada abad ke-19 mengenalkan sebuah produksi pakaian berlimpah, bersumber dari berbagai sumber yang seringkali kontradiktif. mengubah cara orang memandang Selain itu, adanya manipulasi informasi dunia mode. Pakaian sangat murah dan praktik pemasaran yang agresif pada saat itu. Orang akan membuang juga dapat membingungkan konsumen pakaian yang mereka kenakan. Dari pandangan pakaian sebagai barang Trenkonsumtif di era pasar sekali pakai, penggunaan baju bekas global juga memiliki dampak sosial dan mengalami peningkatan. Perilaku ini Hal berkembang dan menyebar sebagai (Muazimah, 2. budaya di negara-negara di seluruh Di Inggris, tren fashion baju tua banyak digunakan pada tahun 1980-an audiens dan menarik para influencer dalam produksi yang intensif. Dilansir yang memiliki pengaruh besar. Hal ini dari data 2018 menyebutkan bahwa dibuktikan dari industri fast fashion industri fashionmenghasilkan 2,1 miliar dengan produk yang ditawarkan sangat ton CO2eq yang artinya mewakili 4% bagus dan juga terjangkau. Pada tahun emisi karbon globaloleh Negara seperti 2018, industri pakaian fast fashion Prancis. Jerman, dan Inggris sebagai tiga negara industri penghasil besar clothing menjadi fenomena global. meningkatnya kandungan karbon di atmosfir bumi dengan 25 % pada tahun terhadap jumlah pakaian yang akan Hal ini dikarenakan proses pembuatan pakaian yang sangat cepat mempengaruhi rantai produksi dan dan tidak bisa untuk didaur ulang. Fast proses panjang yang harus dilakukan. fashion langsung menjamur karena ciri Semakin banyak produksi pakaian- khasnya yang berhasil membuat tren pakaian yang dibuat, semakin banyak pakaian menjadi murah dan mudah sumber daya alam dan tenaga kerja Fast Karena, hal itulah industri Kemunculan frase fast fashion menargetkan kaum millenial sebagai yang panjang dan penggunaan energi trilliun dolar. Industri fast fashion kaca yang diakibatkan rantai pasokan dunia dengan nilai pasar sebesar 3. menyumbang 10% emisi gas rumah dari Gross Domestic Production (GDP) News bahwasanya industri fashion global industri tersebut memegang 2% dari United Nations Climate Change perkembangan sangat cepat. Secara dan 1990-an (Sasaria, 2. Dikutip Tingginya Industri didapatkan oleh siapapun dan berbagai kalangan manapun. menyediakan mode terkini dengan Dalam konteks tren konsumtif di era pasar global, fenomena fast fashion tergolong dalam kategori ini masuk telah menjadi contoh yang menarik dalam segmentasi masa market fashion untuk memahami dampak perilaku yangmemproduksi pakaian high street konsumen terhadap lingkungan dan dalam jumlah yang besar atau yang Fast fashion merujukpada model diperuntukkan untuk masyarakat luas bisnis yang mengejar produksi dan distribusi pakaian yang murah dan berlebihan juga berarti peningkatan trendy dalam waktu singkat. Meskipun limbah tekstil yang sulit terurai. menawarkan harga Dari segi sosial, model bisnis fast kecepatan dalam mengikuti tren, model fashion telah memunculkan isu seputar ini memiliki implikasi yang mendalam kondisi kerja yang tidak manusiawi di terhadap konsumen serta lingkungan. pabrik-pabrik tekstil di negara-negara Studi kasus fast fashion memberikan gambaran nyata tentang bagaimana perilaku konsumen memainkan peran pembaruan konstan dalam gaya dan tren, seringkali melampaui batas-batas keuangan dan lingkungan. Studi kasus peningkatan limbah tekstil. Pada sisi lain, model bisnis fast fashion sering kali memanfaatkan tenagakerja murah konsumen dalam mengatasi tantangan dan kondisi kerja yang buruk di negara- global seperti limbah, perubahan iklim, negara berkembang. Pekerja pabrik dan ketidaksetaraan sosial. Organisasi tekstil seringkali bekerja dalam kondisi bisnis perlu memahami bahwa pola yang tidak layak, dengan upah rendah, konsumsi yang berlebihan dan tidak dan tanpa perlindungan hak yang Fast fashion menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. yang dipengaruhi oleh kebutuhan akan berulang, yang pada gilirannya memicu Pemikiran pada siklus konsumsi yang cepat dan masif dan dengan tren terbaru. Hal ini berdampak pada pola konsumsi yang berlebihan selalu mengganti pakaianmereka sesuai Produksi barang sekali pakai, yang berkontribusi konsumen untuk merasa perlu untuk untuk memandang pakaian sebagai banyak, beli lebih sering" mendorong Fast fashion mengilhami konsumen mengadopsi pakaian. Konsep "beli lebih dalam lingkungan yang tidak aman. saat ini. Fast fashion telah mengubah Pekerja mendapatkan upah rendah, dan bekerja sentral dalam dinamika pasar global lingkungan, tetapi dapat merusak citra merek mereka dalam jangka panjang. sumber daya alam yang berlebihan. Demikian polusi airdan udara, serta penggunaan diberdayakan melalui pendidikan dan bahan kimiaberbahaya dalam produksi kesadaran untuk membuat pilihan yang lebih bijak dalam konsumsi mereka. Selain Kesadaran akan dampak lingkungan serius, tetapi pekerja tetap dipaksa dan sosial dari keputusan pembelian untuk masuk bekerja oleh pemilik dapat mendorong perubahan dalam pabrik, karena kontrak produksi yang tenggat waktu yang ketat. Bencana berkelanjutan dan etis. Studi kasus fast Rana Plaza membawa perhatian dunia berharga tentang bagaimana perilaku memprihatinkan dan perlakuan tidak konsumen berperan dalam membentuk manusiawi terhadap pekerja dalam dinamika pasar global. Hal ini juga menggarisbawahi urgensi Pabrik-pabrik ini sering negara-negara konsumen menuju arah yang lebih berkelanjutan, bertanggung jawab, dan merek- merek fast fashion, dengan tuntutan produksiyang tinggi dan upah lingkungan dari keputusan konsumsi yang rendah. Konsumen di negara- negara maju yang membeli produk- kondisi buruh di balik produksi pakaian Dalam artikel ini, peneliti mengambil Dari segi lingkungan, produksi contoh kasus Keruntuhan Pabrik Rana Plaza yang mencolok dari dampak sosial Pada tanggal 24 April 2013, gedung utama tentang dampak negatif dari pola buruk runtuh, menewaskan lebih dari konsumsi fast fashion yang berlebihan Bencana ini menjadi peristiwa Kasus Rana Plaza menjadi sorotan Rana Plaza yang sudah dalam kondisi finishing tekstil juga dapat berdampak beberapa merek fast fashion terkenal. Penggunaan bahan kimia yang menampung pabrik pakaian untuk energi, sertamenghasilkan limbah yang Bangladesh. adalah sebuah gedung daya alam yang besar, seperti air dan terjadi pada tahun 2013 di Dhaka. Bencana Rana Plaza yang produk ini tidak selalu menyadari Runtuhnya Pabrik Rana Plaza dan lingkungan dari barang-barang Keinginan untukmemiliki pakaian yang murah dan tren terbaru seringkali garmen di Bangladesh. Gedung tersebut memicu permintaan produksi yang mengalami kerusakan struktural yang tinggi, yang pada gilirannya dapat mendorong Teori Kesadaran Lingkungan adalah merugikan pekerja dan lingkungan. Menurut James F. Engel, dkk. , perilaku dalam usaha isu-isu pemahaman ini Teori memengaruhi perilaku konsumsi dan konteks Rana Plaza, aksi kolektif, manusia terhadap lingkungan, serta tindakan- tindakan tersebut. Dalam individu memahami dampak aktivitas proses pengambilan keputusan produk atau jasa termasuk di dalamnya tindakanindividu yang secara langsung menggambarkan bagaimana individu Teori Perilaku Konsumen sehari-hari. Adapun Teori Kesadaran Lingkungan. terhadap merek-merek fast fashion Pemahaman Lingkungan: Teori Konsumen dapat ini mengasumsikan bahwa individu aktivis, organisasi non- pemerintah, terhadap isu-isu lingkungan yang dan media tentang kondisi kerja buruh berbeda-beda. dan dampak lingkungan. Melalui teori ini, dapat dilihat bagaimana perilaku Pemahaman tentang masalah lingkungan, seperti konsumen tidak hanya dipengaruhi olehnilai-nilai pribadi, tetapi juga oleh dinamika sosial dan tekanan dari bisnis dan pemerintah Individu yang lebih mempromosikan kesadaran lingkungan cenderung memiliki pengetahuan dan etika konsumen. Dengan teori ini dapat dirancang strategi yang lebih dampak aktivitas manusia terhadap konsumen menuju arah yang lebih berkelanjutan dan bertanggungjawab Teori Kesadaran Lingkungan (Environmental Awareness Theor. Persepsi Risiko Teori juga menghubungkan Lingkungan: dengan persepsi risiko lingkungan. Individu kesadaran lingkungan yang tinggi lebih cenderung untuk merasakan perilaku berkelanjutan. Studi literatur risiko terkait masalah lingkungan Perilaku:Kesadaran Menurut Danial dan Warsiah Studi Literatur merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan sejumlah buku buku, majalah yang keputusan konsumsi. Individu yang berkaitan dengan masalah dan tujuan lebih sadar lingkungan cenderung Teknik ini dilakukan dengan membuat keputusan berkelanjutan, tujuan untuk mengungkapkan berbagai seperti memilih produk yang ramah teori- teori lingkungan, mengurangi konsumsi sumber daya, dan mendukung praktik dihadapi/diteliti sebagai bahan bisnis yang berkelanjutan. METODELOGI Dalam dan mencatat, serta mengelolah bahan Pengaruh pengumpulan data pustaka, membaca manusia dan planet. dan dampaknya terhadap kesehatan Pengertian Lain tentang Studi literatur adalahmencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau literature review, dimanastudi literatur permasalahan yang ditemukan. Secara Umum Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan digunakan dalam penelitian tentang sumber-sumber Dengan kata lain,istilah Studi Literatur informasi yang relevan dari sumbersumber tertulis, seperti jurnal ilmiah, ini juga sangat familierdengan sebutan buku, artikel, dan laporan riset. Adapun studi pustaka. Dalam sebuahpenelitian tujuan dari penulisan artikel ini adalah yang hendak dijalankan, tentu saja wawasan yang luas terkait objek yang akan diteliti. Jika tidak, maka dapat dipastikan dalam persentasi yang besar mempengaruhi kesadaran lingkungan, bahwa penelitian tersebut akan gagal. Kesadaran akandampak PEMBAHASAN lingkungan dan sosial dari produk- Perkembangan teknologi informasi dan produk fast fashion dan dampaknya jejaring sosial telah mengubah cara terhadappekerja dan lingkungan dapat konsumen berinteraksi dengan produk dan merek. Konsumen cenderung terpengaruh memotivasi konsumen untuk membuat pilihan berkelanjutan. konsumtif yang cepat dan beragam. Kasus fast fashion dan kehancuran Fenomena seperti "FOMO" (Fear of Rana Plaza mengajarkan pentingnya Missing Ou. mendorong konsumen kesadaran konsumen terhadap dampak untuk terus mengikuti tren terbaru dan sosial dan lingkungan dari keputusan merasa perlu membeli produk baru pembelian mereka. Konsumen perlu untuk merasa relevan. Fenomena fast fashion menggambarkan bagaimana industri pakaian cepat berkembang mempertimbangkan aspek etika dalam melalui produksi produk yang murah dan tren terbaru. Namun, hal ini juga diharapkan untuk lebih bertanggung sering kali berdampak negatif pada jawab dalam praktikbisnis mereka dan lingkungan dan kondisi kerja pekerja pabrik garmen. Kehancuran pabrik Rana Plaza di Bangladesh adalah dari ketidakpedulian Merek Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap standar keamanan dan hak- konsumen kini cenderung terpapar hak pekerja dalam upaya menghasilkan pada budaya konsumsi yang berpusat produk dengan biaya rendah. pada kepemilikan Konsumen dihadapkan pada dilema etika ketika mereka harus memilih barang-barang dan produk terbaru, antara nilai tawar yang baik dari fast didorong oleh faktor sosial media dan fashion dan tanggung jawab sosial meningkatkan tingkat konsumsi secara Dorongan Pengaruh teman, keluarga, dan media sosial memainkan peran penting urbanisasi, globalisasi, dan percepatan Faktor-faktor juga telah Kehancuran Rana Plaza juga perilaku konsumtif. Masyarakat kini memicu respons sosial dan tekanan lebih terbuka terhadap pilihan produk pada merek untuk lebih berfokus pada yang beragam dan mudah diakses melalui mengakibatkan konsumen sering kali perusahaan, dan masyarakat untuk terpapar pada godaan belanja yang Perusahaan dampaknya yang luas. Strategi edukasi dan kampanye yang mengedepankan bertanggung jawab berkelanjutan perlu didorong untuk mengimbangi dampak negatif perilaku membeli menjadi lebih menyenangkan Meskipun KESIMPULAN Perilaku konsumtif saat ini merupakan konsumtif ini memberikan dampak ciri khas masyarakat dalam dinamika positif padapertumbuhan ekonomi dan pasar yangkompleks. Dorongan untuk inovasi industri, ada pula tantangan Konsumsi pengalaman instan telah mendorong berlebihan berkontribusi pada dampak tingkat konsumsi yang tinggi, dengan lingkungan yang signifikan, termasuk implikasi ekonomi dan sosial yang Sementara memiliki barang-barang dan sumber daya yang berlebihan, dan pada pertumbuhan ekonomi, perilaku Selain itu, meningkatnya tingkat konsumtif juga menyulitkan tantangan keuangan pribadi menjadi isu penting untuk menjaga dari berbagai pihak untukmenciptakan kestabilan ekonomi dan kesejahteraan ekosistem konsumsi yangseimbang dan Artikel ini juga mencatat bahwa Dalam analisis di atas. Tekanan kita telah membahas tema penting mengenai perilaku konsumen masa kini, trenkonsumtif di era pasar global, mengikuti tren dan norma sosial dapat serta mengaitkannya menyebabkan ketidakpuasan diri dan kasus fast fashion dan kehancuran kecemasan akanstatus sosial. Selain itu, polarisasi sosial juga dapat muncul Berdasarkan karena perbedaan dalam kemampuan mencapai beberapa kesimpulan utama: ekonomi untuk memenuhi keinginan Pengaruh Teknologi dan Media Dalam menghadapi perilaku Sosial:Perkembangan teknologi dan konsumtif saat ini, perlu adanya upaya Rana Plaza di Bangladesh. media sosial telah merubah cara dengan menjadi lebih sadar, kritis, merek dan produk. Tren konsumtif yang cepat dan dinamis dipengaruhi pembelian mereka. Fenomena perilaku konsumen masa platform digital. Konflik Dilema Etika Konsumen: pengetahuan tentang tren konsumtif, sosial-lingkungan dengan teori- teori dilema antara mendapatkan produk yang sesuai, kita dapat lebih memahami dengan harga murah dan tanggung peran konsumen dalam mengarahkan jawab sosial terhadap lingkungan praktik fast fashion, dan dampak Konsumen saat ini dihadapkan pada Dengan arahkeberlanjutan dan tanggung jawab Keputusan dalam dunia konsumsi global. konsumen seringkali dipengaruhi oleh keinginan untuk tetap terhubung SARAN dengan tren namun juga menimbang Berdasarkan dampak etika dari pembelian. Dampak Fast dilakukan, terdapat beberapa saran Fashion penelitian yang dapat diusulkan untuk Kehancuran Rana Plaza: Kasus fast fashion dankehancuran pabrik Rana lanjut tentang tema perilaku konsumen Plaza mengilustrasikan bagaimana masa kini, trenkonsumtif, fast fashion, dan dampaknya terhadap lingkungan dan sosial: Melakukan penelitian lebih lanjut lingkungan maupun masyarakat. Perluasancepat industri fast fashion faktor yang paling signifikan dalam bisnis yang bertanggung jawab dan konsumen terkait pembelian produk hak pekerja. Pentingnya Tanggung Kesadaran Jawab: Apakah ekonomi, sosial, ataupsikologis yang paling dominan. Konsumen Menyelidiki dampak lingkungan memiliki peran yang kuat dalam yang lebih rinci dari produksi fast tentang dinamika perilaku konsumen, fashion, termasuk aspek seperti penggunaan sumber daya, polusi, alternatif kebijakan dan praktik bisnis Buat Chandra, dalam industri Fast Fashion Purchase Behavior Among Indonesian Female Consumers. Behavior. Jurnal Manajemen dan Pemasaran Jasa, 10. , 1-10 menghadapi tantangan terkait hak Bandingkan The Hedonism. Planned . Brands: An Application of Theory of kondisi kerja di industri pakaian di Buying Intention on Fast Fashion penelitian terkait tempat-tempat Ferdinand. ConsumersAo memilih produk berkelanjutan. negara, khususnya and Globalization, 20. ,384-393. dan kecenderungan mereka untuk International Journal of Business memengaruhi perilaku konsumen Melanjutkan Relationship Between Materialism, praktik fast fashion dan dampaknya. Bagaimana DAFTAR PUSTAKA