Vol. No. Dec 2023, page 32-39 ISSN: 2657-1471 (Onlin. ISSN: 2656-937X (Prin. First Aid bagi Awam Terlatih pada Remaja Pemuda di Panti Asuhan Kasih Allah Tulungagung Fidiana Kurniawati . Selvia David Richard . Desi Natalia Trijayanti idris 1,2b,3c STIKES RS Baptis Kediri. Jl. Mayjend Panjaitan No. 3B Kediri. Jawa Timur. Indonesia fidianakurniawati@gmail. * corresponding author ARTICLE INFO Article history: Received date: 27 Nov 2023 Revised date:1 Dec 2023 Accepted: 3 Dec Published: 4 Dec Keywords: First Aid Awam Terlatih Remaja Pemuda ABSTRACT Respon awal kecelakaan melalui pelatihan berbasis masyarakat memiliki dampak yang signifikan sehingga dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas. Sebelum tenaga medis tiba, bantuan awal perlu diberikan pada korban pada kecelakaan. Pengetahuan terkait first aid pada remaja masih kurang, pemahaman yang tidak tepat dalam penanganan pertolongan pertama dapat memperburuk keadaan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan pertolongan pertama bagi masyarakat. Pemberian perawatan pre-hospital yang tepat dapat mengurangi risiko kematian akibat Pertolongan pertama / first aid adalah bantuan segera yang diberikan kepada orang yang sakit atau terluka sampai bantuan profesional tiba untuk mempertahankan hidup, meringankan penderitaan, pencegahan penyakit atau cedera lebih lanjut, dan mempromosikan pemulihan. Remaja di Panti Asuhan Kasih Allah Tulungagung, mayoritas belum pernah mengikuti dan mendapatkan informasi tentang penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan, sehingga pemahamannya terhadap kasus pertolongan pertama masih dalam pengetahuan cukup bahkan kurang. Terdapat 42 peserta usia remaja pemuda dalam pengabdian kepada masyarakat. Sebelum intervensi peserta akan diberikan pre test terkait first aid. Intervensi yang diberikan adalah melakukan pemberian edukasi dan demonstrasi terkait first aid kepada peserta pengabdian kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, dengan media leaflet dan demonstrasi menggunakan alat peraga. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa remaja pemuda mampu meningkatkan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat, dimana didapatkan peningkatan nilai pada post test sebesar 42%, hasil post test terdapat 66,7% peserta dengan pengetahuan kategori nilai baik, dan didapatkan 33,3% peserta dengan kategori pengetahuan cukup. Hasil pengabdian kepada masyarakat, diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang penatalaksanaan first aid, meliputi penanganan pingsan, gigitan serangga dan ular, perdarahan luka, mimisan, sayatan dan patah tulang . Copyright . 2019 Medical Laboratory Analysis and Sciences Journal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License INTRODUKSI Konsep Pertolongan Pertama pada Kecelakaan penting diberikan dalam bentuk edukasi dan pelatihan. Menurut rekomendasi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies yang menyatakan bahwa advokasi untuk pelatihan tentang tindakan pertolongan pertama merupakan landasan untuk mempertahankan kehidupan, dan menjadi bagian integral dari pendekatan pembangunan yang lebih luas (Bayu & Usiono, 2023. Saputra et al. , 2. Respon awal kecelakaan melalui pelatihan berbasis masyarakat memiliki dampak yang signifikan sehingga dalam mengurangi morbiditas dan Sebelum tenaga medis tiba, bantuan awal perlu diberikan pada korban pada (Setiawan & Ramadhan, 2. Secara global, sekitar 1,35 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, dengan hingga 50 juta orang menderita cacat seumur hidup akibat cedera yang tidak fatal (WHO, 2. Kematian karena kecelakaan di jalan raya adalah penyebab utama bahkan sampai menyebabkan kecacatan fisik seumur hidup. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kecelakaan di jalan raya tertinggi di Asia Tenggara sejak tahun 2010 dan menjadi penyebab utama rangking atas kematian di Indonesia Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 selama 10-24 tahun. Menurut data WHO kematian akibat kecelakaan lalu di Indonesia 668 atau 1,81% dari total kematian penduduk dan menempati urutan ke115 di dunia. (World Health Rankings, 2. WHO telah menyoroti perawatan prehospital sebagai prioritas dan telah mengeluarkan pedoman tentang pengembangan sistem perawatan pre-hospital. Berdasarkan Setiawan & Ramadhan, . kesadaran masyarakat Indonesia tentang manfaat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan masih Misalnya, banyak orang hanya melihat atau memanggil ambulans ketika terjadi kecelakaan motor dan menunggu ambulans tiba untuk membantu. Karena tidak ada pengetahuan yang jelas tentang kondisi awal pasien, hal ini mungkin akan mengurangi Kesalahan penanganan dapat memperburuk keadaan karena penyelamat dapat memperburuk keadaan korban jika mereka tidak tahu pertolongan pertama yang tepat. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan pertolongan pertama bagi masyarakat. Panti asuhan Kasih Allah Tulungagung yang berlokasi di Jl. Raya Blitar No. 10 Gilang. Ngunut Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, merupakan panti asuhan yang berada di Kabupaten Tulungagung. Panti asuhan ini merawat dan mendidik anak-anak yatim piatu serta anak-anak terlantar. Panti Asuhan Kasih Allah memenuhi kebutuhan anak-anak yang dirawatnya mulai dari keperluan hidup dan biaya pendidikan. Panti asuhan tersebut juga terbuka terhadap bantuan donatur dan sumbangan warga. Panti asuhan ini juga bekerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan pendidikan bagi anak-anak yatim dan piatu. Mayoritas anak remaja pemuda di panti asuhan tersebut belum pernah mengikuti dan mendapatkan informasi tentang penatalaksanaan pertolongan pertama pada kecelakaan, sehingga pemahamannya terhadap beberapa pertolongan pertama masih terdapat pengetahuan cukup dan kurang. Pemberian perawatan pre-hospital yang tepat dapat mengurangi risiko kematian akibat kecelakaan. Pertolongan pertama adalah bantuan segera yang diberikan kepada orang yang sakit atau terluka sampai bantuan profesional tiba untuk mempertahankan hidup, meringankan penderitaan, pencegahan penyakit atau cedera lebih lanjut, dan mempromosikan pemulihan. Beberapa permasalahan yang terjadi saat ini adalah seorang penolong sering mengalami kesulitan untuk memulai perawatan pertolongan pertama dalam keadaan darurat karena kurangnya rasa percaya diri, takut menyebabkan lebih banyak kerugian bagi korban, dan masalah medis hukum yang mungkin timbul dalam upaya untuk merawat para korban (Puji et al. , 2. Guna mengatasi permasalahan ini, peningkatan pelatihan penanganan first aid harus diprioritaskan. Pendekatan ini berfokus pada pencegahan, membangun komunitas yang lebih aman dan lebih tangguh, dan dalam meningkatkan kapasitas jangka panjang untuk meningkatkan program kesehatan dan pengembangan masyarakat. Berbagai sektor dan elemen patut dilibatkan untuk pendekatan dan fokus pada permasalahan pertolongan pertama, dalam hal ini termasuk komunitas awam terlatih pada usia (Kurniawati et al. , 2. Masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dari segi fisik, psikologis, dan intelektual terjadi pada usia remaja. Remaja menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, keinginan untuk petualangan dan tantangan, dan kecenderungan untuk berani mengambil risiko atas tindakannya tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu. Orang dewasa yang perlu membimbing kehidupan remaja untuk dapat bertanggung jawab & simpatik terhadap perilaku remaja (Setiawan & Ramadhan, 2. Pemahaman dan keterampilan yang kurang tepat terhadap pertolongan pertama /first aid dapat mengakibatkan peningkatan angka mortalitas dan morbiditas, sehingga diperlukan penyampaian informasi kepada masyarakat awam bahkan di tahap anak usia remaja pemuda. MASALAH Mitra sebagian besar berusia remaja pemuda, mayoritas tidak pernah mengikuti PMR Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 (Palang Merah Remaj. sehingga belum pernah mendapatkan informasi penatalaksanaan first aid/ pertolongan pertama pada korban. Peserta pengabdian kepada masyarakat belum memiliki pengetahuan dan kompetensi pertolongan pertama pada kecelakaan, meliputi penatalaksanaan pingsan / syncope, penanganan gigitan serangan dan ular, penatalaksanaan luka dan perdarahan, serta mimisan dan penatalaksanaan awal patah tulang / fraktur. METODE Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Jl. Raya Blitar No. 10 Gilang. Ngunut Kabupaten Tulungagung Jawa Timur pada bulan November 2023. Metode pelaksanaan program dilakukan dengan cara: Edukasi Penatalaksanaan First Aid Media yang digunakan untuk memberikan edukasi kepada remaja pemuda yaitu dengan pemberian Leaflet. Leaflet berisikan informasi yang meliputi: pengetahuan dan penatalaksanaan pingsan / syncope sederhana, syncope karena heatstroke, gigitan ular, sengatan lebah, luka dan perdarahan . oresan/tersayat, perdarahan akibat luka, mimisan/epitaksi. , serta patah tulang / fraktur. Selain kegiatan edukasi, diberikan demonstrasi kegiatan pertolongan pertama kepada remaja. Hasil edukasi dimonitor dengan memberikan kuesioner pengetahuan pre dan post . ebelum dan setelah edukasi dan demonstrasi dilakuka. Monitoring dan Evaluasi Monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, untuk mencapai tujuan umum, tujuan khusus hasil/output, dan tujuan kegiatan. HASIL PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Desa Kepuh Kecamatan Papar Kabupaten Kediri pada tanggal 27 November 2023. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari tahap persiapan, yaitu petugas mempersiapkan kuesioner dan alat peraga. Sebelum kegiatan dilakukan, peserta pengabdian masyarakat mengisi kuesioner terkait first aid, kemudian mendapatkan penyuluhan dan demosntrasi dari pelaksana pengabdian masyarakat. Penyuluhan yang diberikan mengenai penatalaksanaan first aid. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diikuti sebanyak 42 orang usia remaja. Materi penyuluhan yang diberikan tentang Gambar 1. Pre test penatalaksanaan first aid Gambar 2. Intervensi first aid Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 Gambar 3. Post test dan pendampingan Gambar 4. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tabel 1. Hasil Pengetahuan Remaja Pemuda Kategori Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan SMP SMA Tamat SMA Total Pengalaman PMR Tidak pernah mengikuti PMR Pernah mengikuti PMR Total Persentase (%) Dari tabel 1 diketahui bahwa lebih dari 50% peserta berjenis kelamin laki-laki sebesar 42,9%, paling banyak berpendidikan SMP dan SMA masing-masing sejumlah 35,7% dan mayoritas tidak pernah mengikuti PMR (Palang Merah Remaj. sejumlah 83,3%. Tabel 1. Hasil Pengetahuan Remaja Pemuda Kategori Jumlah Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan SMP SMA Tamat SMA Total Pengalaman PMR Tidak pernah mengikuti PMR Pernah mengikuti PMR Total Persentase (%) Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 Dari tabel 1 diketahui bahwa lebih dari 50% peserta berjenis kelamin laki-laki sebesar 42,9%, paling banyak berpendidikan SMP dan SMA masing-masing sejumlah 35,7% dan mayoritas tidak pernah mengikuti PMR (Palang Merah Remaj. sejumlah 83,3%. Tabel 2. Kategori Pengetahuan Anak Remaja Kategori Baik (Ou. Cukup . Ae . Kurang (O . Total Pre Test Post Test Dari tabel 2 menunjukkan bahwa lebih dari 50% memiliki pengetahuan cukup sejumlah 22 orang, dan sesudah pelaksanaan pelatihan first aid pengetahuan menjadi lebih dari 50% memiliki pengetahuan baik yaitu sejumlah 28 orang. Tabel 3. Kategori Pengetahuan Anak Remaja Setelah Edukasi Pengetahuan Sesudah Menurun Meningkat Tetap Total Jumlah Dari tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat 20 orang . %) yang memiliki pengetahuan yang meningkat, dan 22 orang . %) dengan pengetahuan yang tetap setelah diberikan edukasi dan demonstrasi terkait first aid. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat berjalan lancar, berkat dukungan dari kepala panti berseta tim, yang memberikan kesempatan dan dukungan pada tim Peserta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari awal hingga akhir, pada saat pelaksanaan pretest semua peserta mengerjakan masing-masing sesuai Kemudian saat penyampaian materi peserta juga aktif menjawab maupun mengajukan pertanyaan dari info / materi yang disampaikan, dilanjutkan dengan pengisian post test. Semakin tinggi tingkat Pendidikan maka semakin besar peluang pemahaman, pengetahuan dan pengalaman seseorang. Pada anak usia remaja pada rentang Pendidikan SMP maupun SMA lebih mudah menerima informasi dan dengan simulasi / demonstrasi menambah pemahamannya tentang belajar sesuatu yang baru yaitu tentang first aid. Hal ini ditunjukkan dengan hasil berdasarkan data tersebut nampak ada peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat dari sebelum dan sesudah edukasi demonstrasi. Berdasarkan data, mayoritas peserta belum pernah mengikuti Palang Merah Remaja (PMR) walaupun demikian, dengan pemaparan pengetahuan serta demonstrasi maka tetap dapat meningkatkan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat. Pertolongan pertama pada kecelakaan dibutuhkan karena kecelakaan dapat terjadi secara tiba-tiba. Tujuan pertolongan pertama adalah untuk meringankan atau bahkan mengurangi tingkat cidera sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tindakan pertolongan pertama atau penanganan awal kondisi gawat darurat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan, mencegah keadaan menjadi lebih buruk/ kecacatan, dan mempercepat kesembuhan korban. Hal ini menunjukkan pentingnya memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan perawatan yang lebih baik dari tenaga medis. Orang awam yang pertama kali melihat kecelakaan Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 harapannya dapat memberikan pertolongan pertama secara tepat. Pertolongan pertama untuk pemindahan korban dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang biasa. Namun, sebagian besar orang biasa tidak tahu cara melakukannya (Hasibuan & Usiono, 2023. Noviyanti & Kafit, 2. Dari tabel 2 menunjukkan bahwa lebih dari 50% memiliki pengetahuan cukup sejumlah 22 orang, dan sesudah pelaksanaan pelatihan first aid pengetahuan menjadi lebih dari 50% memiliki pengetahuan baik yaitu sejumlah 28 orang. Tabel 3. Kategori Pengetahuan Anak Remaja Setelah Edukasi Pengetahuan Sesudah Menurun Meningkat Tetap Total Jumlah Dari tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat 20 orang . %) yang memiliki pengetahuan yang meningkat, dan 22 orang . %) dengan pengetahuan yang tetap setelah diberikan edukasi dan demonstrasi terkait first aid. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat berjalan lancar, berkat dukungan dari kepala panti berseta tim, yang memberikan kesempatan dan dukungan pada tim Peserta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari awal hingga akhir, pada saat pelaksanaan pretest semua peserta mengerjakan masing-masing sesuai Kemudian saat penyampaian materi peserta juga aktif menjawab maupun mengajukan pertanyaan dari info / materi yang disampaikan, dilanjutkan dengan pengisian post test. Semakin tinggi tingkat Pendidikan maka semakin besar peluang pemahaman, pengetahuan dan pengalaman seseorang. Pada anak usia remaja pada rentang Pendidikan SMP maupun SMA lebih mudah menerima informasi dan dengan simulasi / demonstrasi menambah pemahamannya tentang belajar sesuatu yang baru yaitu tentang first aid. Hal ini ditunjukkan dengan hasil berdasarkan data tersebut nampak ada peningkatan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat dari sebelum dan sesudah edukasi demonstrasi. Berdasarkan data, mayoritas peserta belum pernah mengikuti Palang Merah Remaja (PMR) walaupun demikian, dengan pemaparan pengetahuan serta demonstrasi maka tetap dapat meningkatkan pengetahuan peserta pengabdian kepada masyarakat. Pertolongan pertama pada kecelakaan dibutuhkan karena kecelakaan dapat terjadi secara tiba-tiba. Tujuan pertolongan pertama adalah untuk meringankan atau bahkan mengurangi tingkat cidera sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan. Tindakan pertolongan pertama atau penanganan awal kondisi gawat darurat dilakukan untuk menyelamatkan kehidupan, mencegah keadaan menjadi lebih buruk/ kecacatan, dan mempercepat kesembuhan korban. Hal ini menunjukkan pentingnya memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan perawatan yang lebih baik dari tenaga medis. Orang awam yang pertama kali melihat kecelakaan harapannya dapat memberikan pertolongan pertama secara tepat. Pertolongan pertama untuk pemindahan korban dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang biasa. Namun, sebagian besar orang biasa tidak tahu cara melakukannya (Hasibuan & Usiono, 2023. Noviyanti & Kafit, 2. Pertolongan pertama yang diberikan pada kecelakaan ini hanyalah pertolongan sementara yang diberikan oleh petugas P3K, baik petugas medis maupun orang awam, bahkan dalam kategori usia remaja. Tindakan yang tepat dalam memberikan pertolongan pertama kecelakaan dapat mengurangi rasa sakit korban, mencegah kecacatan, dan Journal homepage: carejournal. *Corresponding author: fidianakurniawati@gmail. Kurniawati, et al. , 2024 mencegah kematian. Di sinilah pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama diperlukan oleh siapa saja yang berperan sebagai first aider (Fahrudin et al. , 2023. Setiawan & Ramadhan, 2. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan perlu dipahami oleh semua masyarakat di segala tahapan usia, bahkan sedari dini pada anak sekolah usia PAUD/TK. Dengan pendampingan pada anak usia remaja, pemahaman ini akan lebih optimal pada anak usia remaja karena tidak hanya mengerti teori /pengetahuan namun juga memiliki kapasitas untuk melakukan penatalaksanaan pertolongan pertama pada Faktor yang dapat mempengaruhi keinginan masyarakat untuk memberikan pertolongan pertama atau bahkan menjalani pelatihan pertolongan pertama adalah emosi yang mereka rasakan ketika menyaksikan suatu kejadian trauma yang memerlukan bantuan (Bert et al. , 2. Beberapa orang merasa takut bahwa mereka mungkin akan menyakiti orang yang terluka jika mereka mencoba menolongnya, bahkan penolong dapat dituntut secara hukum jika melakukan kesalahan dan lain-lain sehingga keraguan juga akan muncul untuk memberikan pertolongan pertama atau bahkan berlatih untuk Respon yang berbeda seperti keberanian, tekad, dan kepercayaan diri dapat mempengaruhi motivasi seseorang first aider. Kepercayaan diri dapat memberikan dampak positif dalam kasus-kasus yang memerlukan pertolongan pertama ketika orang telah menerima pelatihan yang tepat. Namun bagi penolong terlalu percaya diri terhadap kemampuan memberikan pertolongan pertama maka hal ini dapat menyebabkan risiko kesalahan/potensi cedera yang lebih besar (Baleva, 2. Dalam hal ini pemahaman tentang penatalaksanaan first aid yang tepat pada first aider, maka akan meminimalkan dampak negatif/ komplikasi dari tindakan pertolongan pertama pada korban. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta pengabdian masyarakat, dimana didapatkan peningkatan nilai pada post test, hasil post test terdapat 66,7% peserta dengan pengetahuan kategori nilai baik, dan didapatkan 33,3% peserta dengan kategori pengetahuan cukup. UCAPAN TERIMA KASIH