JAFA : Jurnal Ilmiah Akuntansi. Finance, & Auditing Volume 4 Nomor 1 GREEN ACCOUNTING. GREEN INTELLECTUALCAPITAL DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY (CSR) SEBAGAI ANTESEDEN NILAI PERUSAHAAN Ika Puspitasari1*. Abdul Azis Safii2. Susilowati Rahayu3 1, 3 Program Studi Akuntansi. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Program Studi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Abstrak Penelitian ini merujuk kepada permasalahan terkait dengan Nilai Perusahaan yang dipengaruhi berbagai faktor. Dalam hal ini menarik peneliti melakukan penelitian kembali terkait permasalahan Nilai Perusahaan. Bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel Green Accounting. Green Intellectual Capital dan Pengungkapan Corporate Responsibility Social (CSR) terhadap Nilai Perusahaan. Adapun metode amalisis yang digunakan peneliti adalah metode Ordinary Least Square dengan teknik Purposive Sampling dengan jumlah 75 sampel dan data yang digunakan yaitu data Laporan Keuangan. Laporan Tahunan (Annual Repor. dan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Repor. yang terdaftar di BEI Tahun 2020-2022. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel Green Accounting. Green Intellectual Capital dan Pengungkapan Corporate Responsibility Social (CSR) berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Green Accounting. Green Intellectual Capital. Corporate Responsibility Social. Nilai Perusahaan Abstract This study refers to problems related to the value of the Company which is influenced by various In this case, it is interesting for researchers to conduct research again related to the problem of Corporate Value. Aims to find out whether there is a relationship between Green Accounting. Green Intellectual Capital and Corporate Social Responsibility Disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) to Corporate Value. The analysis method used by researchers is the Ordinary Least Square method with Purposive Sampling techniques with a sample number of 75 and the data used are Financial Report data. Annual Report and Sustainability Report listed on the IDX for 20202022. From the results of the research that has been done, it shows that the variables Green Accounting. Green Intellectual Capital and Disclosure of Corporate Social Responsibility have a positive and significant effect on Company Value. Keyword: Green Accounting. Green Intellectual Capital. Corporate Responsibility Social. Company Value ----------------------------------------------------------------------------------------*Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro Jl. Cendekia No. Plelen. Ngampel. Kapas. Kabupaten Bojonegoro e-mail: ikapuspitasari160@gmail. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. PENDAHULUAN Perkembangan global yang semakin pesat tidak hanya membuat persaingan antara perusahaan semakin kuat tetapi kerusakan dan perubahan kondisi lingkungan juga semakin meningkat seiring banyaknya sumber daya alam terpakai dan polusi yang meningkat diakibatkan oleh adanya operasi bisnis yang semakin besar. Saat ini perusahaan tidak hanya mengutamakan manajemen dan pemilik, tetapi juga dituntut untuk mengutamakan seluruh pihak yang terpaut, seperti konsumen, karyawan, serta masyarakat dan lingkungan. Masih banyak beberapa perusahaan meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang mengakibatkan penurunan kualitas Akibat kerusakan lingkungan yang terus terjadi, beberapa tahun kebelakangan perusahaanperusahaan sedang besar-besaran untuk menerapkan green accounting, dalam Bahasa Indonesia adalah akuntansi hijau atau sering disebut dengan akuntansi lingkungan yang menjadi penting untuk lingkungan Akuntanbilitas dan perhatian perusahaan terhadap lingkungan dapat meningkatkan suatu nilai Pelestarian lingkungan memiliki manfaat untuk perusahaan secara jangka panjang serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar (Melawati & Rahmawati, 2. Pada tahun 2020. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai bahwa kepatuhan sector manukfaktur dalam pengelolaan lingkungan masih rendah. Perusahaan manufaktur memiliki peluang paling potensial dalam menghasilkan limbah dan pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan perusahaan manufaktur adalah jenis industri yang paling berdampak terhadap lingkungan akibat dari aktivitas Selain itu, masalah utama yang sering ditimbulkan oleh industri manufaktur adalah masih banyaknya, limbah jenis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracu. yang dibuang secara sembarang ke lingkungan. Adanya pengungkapan tersebut juga akan mempengaruhi reputasi dan keberlanjutan perusahaan di masa Perusahaan akan memperoleh nilai yang baik dari masyarakat dengan memenuhi kewajibannya dalam mengembangkan kegiatan lingkungan dan sosial yang baik. Hanya dengan cara ini perusahaan akan mempertimbangkan untuk terus menjaga kondisi lingkungan dan sosial agar dapat terus berfungsi dengan baik. Penerapan green accounting atau disebut MEMA (Monetary Enviromental Management Accountin. memiliki peran yang sangat besar dalam pengurangan limbah, memajemen keuangan dan penghematan biaya terkait dengan lingkungan serta perbaikan terhadap nilai perusahaan yang dapat membantu manajer lingkungan perusahaan dalam pengabilan keputusan. Selain itu, akuntansi hijau dapat membantu mengidentifikasi biayabiaya lingkungan yang sering disembunyikan dalam sistem akuntansi pada umumnya (Ikhsan, 2. Dalam penyediaan pendekatan yang lebih komprehensif lebih memberikan informasi dibandingkan dengan akuntansi Dapat dilihat dari transaksi yang terjadi dan bersifat timbal balik seperti polusi, kerusakan lingkungan, atau hal-hal negatif lainnya dari operasi kegiatan perusahaan (Rustika, 2. Akuntansi hijau digunakan sebagai media informasi dampak dan nilai perusahaan dalam mencapai efesiensi dalam penggunaan bahan dan mengurangi dampak serta resiko lingkungan serta mengurangi biaya untuk menyelamatkan lingkungan (Alimbudiono, 2. Hal yang paling penting dari green accounting yaitu teknik mengkuantifisir total biaya lingkungan antara lain biaya pengolahan emisi gas buang dan perlindungan serta manajemen lingkungan dengan tujuan untuk mempermudah pengendalian biaya dan penilaian perusahaan (Gracia & Ika. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. MEMA (Monetary Enviromental Management Accountin. ini menjadi salah satu sarana dalam mengetahui dampak yang terjadi terhadap lingkungan dan sosial, agar dapat menghindari serta bertanggung jawab akan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Untuk mengetahui seberapa keberhasilan sebuah green accounting, maka terdapat nilai perusahaan yang dimana adalah penilaian atas kinerja perusahaan terhadap pemberdayaan dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Di Indonesia kinerja lingkungan dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk masuk dalam monetory enviromental management accounting (MEMA) Perusahaan yang mengakibatkan dampak terhadap lingkungan menjadi objek peserta monetory enviromental management accounting (MEMA) Burrit et al. , . dalam penelitian (Yuliani & Prijanto. Lingkungan hijau yang diharapkan merupakan sumber daya ekonomi perusahaan yang dapat diwujudkan dengan cara menciptakan Green Intellectual capital dalam menjabarkan nilai perusahaan (Utama & Trisnawati, 2. Green Intellectual capital merupakan bidang ilmu yang merupakan strategi untuk melestarikan lingkungan dalam bersaing dengan kompetitor (Gracia & Ika, 2. Menurut Lastanti dan Augustine . , mengungkapkan modal intelektual hijau terhadap nilai perusahaan memiliki pengaruh karena merupakan pengembangan dari modal intelektual yang komponen modal bisnisnya berfokus pada pengetahuan dan sumber daya manusia sebagai aset pengetahuan terkait keprihatinan tentang lingkungan. Semakin baik modal intelectual hijau perusahaan menunjukkan perusahaan mampu bersaing dengan konpetitornya dengan mengandalkan pengetahuan, mampu mengelola sumber daya manusianya, serta mampu mengelola internal perusahaannya dengan baik. Corporate Sosial Responsibility atau tanggung jawab sosial merupakan bentuk komitmen untuk bertindak secara etis. Perusahaan tidak hanya menghasilkan keuntungan yang besar, tetapi perusahaan juga di harapkan peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan secara langsung maupun tidak langsung akan berinteraksi dengan Dengan menjalankan CSR akan memberikan banyak manfaat untuk berbagai pihak, diantaranya yaitu meningkatkan citra positif perusahaan dimana masyarakat sekitar. Tujuan perusahaan dalam melaksanakan CSR adalah untuk memaksimalkan keuntungan pemangku kepentingan dengan mematuhi kewajiban kebijakan hukum, etika dan ekonomi. CSR juga harus memerhatikan kepentingan stakeholders baik didalam maupun di luar perusahaan. Dan CSR juga jika dilakukan dengan serius. Misalnya, komunikasi dengan pemangku kepentingan dapat ditingkatkan, visi-misi, dan prinsip perusahaan dapat diselaraskan sebagai bentuk manajemen dapat diperbarui dan ditelusuri. Keunggulan yang ditingkatkan, dilindungi, dan kompetitif dapat dicapai dalam hal modal, personel, pemasok dan pangsa pasar. Nilai perusahaan dapat diukur dari harga saham dengan menggunakan rasio valuasi, rasio ini memberikan informasi seberapa besar masyarakat menilai perusahaan tersebut. Sehingga masyarakat tertarik untuk membeli saham dengan harga yang lebih tinggi dari nilai bukunya. Cara mengukur nilai perusahan dapat melalui Price Earning Ratio. Price to Book Value. Penelitian ini mengacu pada penelitian Tenriwaru dan Nasaruddin . yang dahulu meneliti tentang pengaruh Corporate Sosial Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Sri Kehati Index tahun 2020-2022. Hasil penelitian juga menjukkan bahwa CSR berpengaruh positif signifikan Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. terhadap nilai bisnis. Hal ini sejalan dengan triple buttom line theory, dimana perusahaan tidak hanya memiliki incaran profit, tetapi juga mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat . dan berpartisipasi aktif dalam melestarikan lingkungan . Mencari faktor apa saja yang mempengaruhi nilai perusahaan dalam penelitian ini, dengan menggunakan variabel yang dianalisis yaitu pengaruh terhadap Green Accounting. Green Intellectual Capital dan pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Manfaat pernelitian ini adalah dapat menjadi referensi dalam penelitian selanjutnya faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dan membuktikan pengaruh Green Accounting. Green Intellectual Capital dan pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan. Rumusan Masalah Apakah terdapat pengaruh Green Accounting terhadap nilai perusahaan? Apakah terdapat pengaruh Green Intellectual capital terhadap nilai perusahaan? Apakah terdapat pengaruh Pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan? Tujuan Penelitian Pengaruh Green Accounting terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Green Intellectual capital terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Pengungkapan CSR terhadap nilai perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA Legitimacy Theory Menurut legitimacy theory, selama suatu organisasi berada dalam etika dan norma yang berlaku di masyarakat,organisasi tersebut secara berkesinambungan dapat mencari prosedur untuk menjamin system operasi mereka. Legitimacy theory bersandar pada asumsi bahwa adanya Aukontrak sosialAy antara perusahaan (Saputra, 2. Kontrak sosial adalah cara untuk menjelaskan harapan masyarakat tentang bagaimana sebuah organisasi harus beroperasi. Apabila harapan masyarakat tersebut tidak terpenuhi, maka akan hilangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan yang dapat memberikan ancaman terhadap kelangsungan hidup Sehingga hal ini menunutut perusahan untuk tanggap terhadap lingkungan perusahaan beroperasi (Handayani & Maharani, 2. Ghozali dan Chariri . dalam (Kusumaningtias, . menjelaskan bahwa perusahaan cenderung mengungkapkan informasi lingkungan dan kinerja berbasis lingkungan untuk menglegitimasi aktivitas perusahaan di mata publik. Dalam melakukan pengoperasian perusahaan masih melibatkan masyarakat, baik sebagai konsumen, pekerja, ataupun masyarakat sekitar pengoperasian perusahaan dan perusahaan berdiri ditengah kehidupan masyarakat, sehingga perusahaan memiliki ikatan dengan masyarakat yang memberikan dampak baik terhadap masyarakat dan lingkungannya untuk menjamin keberlanjutan perusahaan tersebut. Resource-Based Theory Resource-Based Theory (RBT) atau teori berbasis sumber daya adalah suatu teori yang menekankan pada pengetahuan . nowledge/ learning econom. atau mengandalkan keuntungan ekonomi dari pengembangan aset tidak berwujud untuk menganalisis keunggulan kompetitif RBT menunjukkan bahwa sumber daya perusahaan adalah heterogen, tidak homogen, layanan produktif yang tersedia berasal dari sumber daya perusahaan, hal unggul yang dapat Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. digunakan untuk kompetisi dapat memberikan setiap perubaha karakter yang unik (Kor et al. Perusahaan yang memiliki sumber daya yang berkualitas maka perusahaan akan mencapai mutu yang baik, hal tersebut didukung oleh adanya Resourch-Based Theory (RBT). Teori tersebut menganggap bahwa perusahaan sebagai sekumpulan aset berwujud dan aset tidak berwujud, serta perusahaan dapat memiliki kapasitas untuk memperoleh, mengeoperasikan, dan menjaga sumber daya yang dimiliki. Sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti capital employed, human capital, maupun structural capital apabila dikelola dan dimaksimalkan secara baik akan memperolah suatu nilai tambah yang akan memberikan competitive advantage bagi perusahaan. (Ernawati, 2. Stakeholder Theory Manajemen perusahaan diharapkan mampu melaksanakan kegiatan yang dianggap penting oleh stakeholder dan memaparkan hasil kegiatan tersebut pada stakeholder. Kemakmuran suatu perusahaan sangat bergantung pada dukungan stakeholder-nya. Pemangku kepentingan dapat memainkan semua peran pihak internal dan eksternal yang dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahan (Saputra, 2. Semakin kuat dukungan pemangku kepentingan, semakin besar kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Pada teori Stakeholder, perusahaan akan memaksimalkan usahanya agar bisa mendapat dukungan penuh dari Stakeholder. Salah satu cara untuk mendapatkan dukungan, terutama dari outside Stakeholder adalah dengan mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan. Perusahaan akan berusaha untuk mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan serta dampak yang ditimbulkan dan juga penanggulangan yang sudah dilakukan perusahaan demi memuaskan kepentingan Stakeholder terhadap perusahaan, agar keberlangsungan hidup perusahaan tetap terjaga. Green Accounting Green Accounting menurut Prof. Dr. Andreas Lako . adalah suatu proses pengakuan, pengukuran nilai, pencatatan, peringkasan, pelaporan, dan pengungkapan secara terintegrasi terhadap objek, transaksi, atau peristiwa keuangan, sosial, dan lingkungan dalam proses akuntansi agar menghasilkan informasi akuntansi keuangan, sosial, dan lingkungan yang utuh, terpadu, dan relevan yang bermanfaat bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan ekonomi dan non-ekonomi. Suatu perusahaan dalam penerapan green accounting pastinya memerlukan biaya yang cukup besar. Biaya tersebut dibebankan oleh perusahaan bertepatan dengan pengadan barang dan jasa kepada konsumen. Diharapkan dengan beban yang telah didistribusikan, akan membangun lingkungan yang sehat dan terjaga kelestariannya (Graica & Ika, 2. Green accounting merupakan suatu ilmu yang dipengaruhi dan mempengaruhi Green accounting dapat memberikan informasi perihal lingkungan suatu perusahaan atau organisasi, serta informasi perihal sejauh mana perusahaan atau organisasi telah berkontribusi terhadap lingkungan dan sosial disekitarnya. Implementasi green accounting tersebut maka suatu perusahaan atau organisasi telah sukarela mematuhi peraturan atau kebijakan pemerintah. Setiap perusahaan yang telah menerapkan green accounting akan mendapatkan keuntungan bagi perusahaan, walaupun awalnya perusahaan berpikir dengan melaksanakan penerapan green accounting hanya menambah beban perusahaan karena harus menyediakan dana untuk biaya lingkungan (Gracia & Ika, 2. Proses bisnis lebih ideal dan perusahaan dapat menghasilkan Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. produk lebih baik disebabkan adanya peningkatan produktivitas karyawan, hal tersebut merupakan keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah menerapkan green accounting. Green Intellectual Capital Green intellectual Capital merupakan kapasitas, hubungan, dan aspek lain yang terkait dengan perlindungan atau inovasi lingkungan di tingkat individu dan tingkat organisasi di Demikian juga, modal intelektual dapat membantu mengarahkan dan mendorong perusahaan karyawan untuk mencapai tujuan. Banyak perusahaan yang memasukan modal intelektual hijau ke dalam strategi bisnisnya karena mereka telah menyadari strategi tersebut sudah penting saat ini (Ramadhani & Amin, 2. Green intellectual capital yang diusulkan oleh Chen menggabungkan konsep lingkungan ke dalam modal intelektualnya untuk mengkompensasi kekurangan masalah lingkungan sebelumnya. Green intellectual capital mencerminkan aset tidak berwujud yang dimilki oleh sebuah perusahaan, termasuk pengetahuan, kebijaksanaan, pengalaman dan inovasi dibidang perlindungan lingkungan. Modal intelektual yang terkait dengan lingkungan adalah ukuran pengetahuan, keterampilan dan kemampuan organisasi untuk memaksimalkan kinerja lingkungan (Ramadhani & Amin, 2. Stewart . dalam (Ulum et al. , 2. mempopulerkan definisi intellectual capital, yaitu modal intelektual adalah materi intelektual . engetahuan, informasi, intellectual property dan pengalama. yang dapat digunakan untuk menciptakan kekayaan. Pemikiran mengenai green intellectual capital ini pertama kali diusung oleh Chen . sebagai akibat dari meningkatnya tren green politic. Chen . mengusulkan definisi green intellectual capital sebagai total seluruh aset tak berwujud yang dimiliki perusahaan, pengetahuan, kemampuan, dan hubungan yang dikaitkan dengan perlindungan lingkungan dan green innovation baik pada tingkat individu maupun pada tingkat organisasi dari suatu perusahaan. Green intellectual capital memungkinkan perusahaan untuk menaati peraturan lingkungan internasional yang ketat dan memenuhi peningkatan kesadaran lingkungan oleh konsumen, serta menciptakan nilai untuk Klasifikasi dari green intellectual capital meliputi green human capital, green structural capital dan green relational capital (Ramadhani, 2. Dari beberapa definisi green intellectual capital di atas, dapat disimpulkan bahwa competitive advantage bagi perusahaan dapat dengan intellectual capital, yaitu suatu kemampuan atau sumber daya perusahaan terdapat dari pengalaman, keahlian dan pengetahuan yang menciptakan suatu nilai. Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut Rifani . Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis dan di dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan secara sukarela yang mengarah pada keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. Kelangsungan hidup perusahaan sangat ditentukan oleh hubungan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya, sehingga saat ini perusahaan semakin memperhatikan pengungkapan tanggung jawab sosialnya. Dengan diterapkannya program pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan akan menciptakan nilai tambah bagi stakeholder sehingga hal ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan (Ramadhani. Berlandaskan Aupenelitian Gracia & Ika . , pengungkapan CSR secara positif dan signifikan dapat berpengaruh pada nilai perusahaan. Penelitian Tonay dan Murwaningsari . juga menemukan hasil bahwa Pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, yakni dengan melakukan pengungkapan Corporate Social Responsibility Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. dapat meningkatkan nilai perusahaan, karena kegiatan ini berpihak kepada masyarakat dan Sehingga masyarakat dapat milih produk dan tata kelola perusahaan yang baik. Ketika masyarakat telah memiliki pandangan yang baik terhadap suatu perusahaan maka mereka akan loyal dengan sendirinya kepada produk yang ditawarkan dan memberikan nilai positif, sehingga hal ini dapat meningkatkan harga saham dan mampu memberikan citra baik nama perusahaan (Yulianti. CSR merupakan suatu gagasan dimana perusahaan tidak lagi berorientasi pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan . orporate valu. yang direfleksikan dalam kondisi keuangan . saja tetapi tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines atau yang dikenal dengan 3P . rofit, people, plane. yang artinya perusahaan tidak hanya fokus pada kondisi keuangan saja namun juga harus memperhatikan dimensi sosial . dan lingkungan . Karena keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep tindakan etis yang dilakukan oleh organisasi untuk bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan dengan mencakup seluruh aspek sosial, ekonomi dan lingkungan untuk meningkatkan kepercayaan dari stakeholder serta menciptakan penilaian positif terhadap perusahaan. Dalam undang-undang perseroan terbatas tidak dikenal istilah Corporate Social Responsibility (CSR) melainkan menggunakan istilah tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL). Kerangka Konseptual Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Green Accounting terhadap Nilai Perusahaan Green accounting dianggap sebagai salah satu solusi untuk memecahkan masalah yang ada (Gracia & Ika, 2. Penerapan green accounting sebagai alat komunikasi manajemen untuk keputusan bisnis internal yang mengacu pada penyertaan biaya lingkungan dalam praktik akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah. Biaya lingkungan adalah beban finansial dan non finansial yang harus dikeluarkan dari kegiatan yang mempengaruhi kualitas lingkungan. Menurut Suratno, et al. dalam Prijanto . , pengungkapan biaya lingkungan adalah penyajian informasi terkait lingkungan dalam laporan perusahaan. Dengan kata lain, pengungkapan biaya lingkungan adalah suatu bentuk pelaporan tanggungjawab perusahaan atas dampak positif dan negatif terhadap lingkungan, juga sebagai strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk mempertahankan Perusahaan yang memperhatikan setiap aspek kegiatannya akan berdampak pada nilai Nilai perusahaan adalah suatu yang telah dicapai perusahaan untuk menunjukkan kepercayaan publik terhadapnya melalui proses kegiatan perusahaan dari awal berdirinya hingga saat Semakin baik nilai perusahaan, akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Profitabilitas merupakan suatu persentase untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. H1 : Green Accounting Berpengaruh Positif terhadap Nilai Perusahaan Pengaruh Green Intellectual Capital terhadap Nilai Perusahaan Green intellectual Capital mempunyai pengaruh positif pada produktivitas, profitabilitas dan nilai perusahaan dengan melakukan penelitian terhadap kinerja keuangan perusahaan serta mengatakan bahwa modal intelektual adalah sumber keunggulan kompetitif yang berkontribusi untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Green intellectual capital berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Jadi, dalam kasus hijau modal intelektual, diasumsikan jika semakin tinggi modal intelektual hijau berarti semakin tinggi nilai perusahaan. H2: Green Intellectual Capital Berpengaruh Positif terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti ingin mengidentifikasi pengaruh pengungkapan CSR pada nilai perusahaan dengan usia dan ukuran sebagai variabel moderasi di perusahaan manufaktur,sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan manufaktur yang mengungkapkan laporan sustainability report secara mandatory maupun perusahaan manufaktur yang mengungkapkan laporan sustainability report secara voluntary menjadi wajib diungkapkan karena berdampak kepada lingkungan dan masyarakat. H3 : Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Berpengaruh Positif terhadap Nilai Perusahaan METODE PENELITIAN Analisis Deskriptif Pendekatan penelitian yang penting, terlepas dari apakah peneliti ingin menemukan hubungan sebab akibat antara variabel, menjelaskan pola populasi, atau mengembangkan metrik baru untuk fenomena dasar. Analisis yang dilakukan untuk menilai karakteristik dari sebuah data. Karakterisitik itu banyak sekali, antara lain: nilai Mean. Median. Sum. Variance. Standar error, standar error of mean, mode, range atau rentang, minimal, maksimal, skewness dan kurtosis. Pada bahasan kali ini kita membahas bagaimana caranya melakukan analisis data deskriptif atau uji deskriptif. Uji Statistik Deskriptif Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Data yang menjelaskan mengenai faktor apa saja dan kondisi prediktor yang bagaimana secara menyeluruh akan diberikan sebuah informasi melalui analisis deskriptif dan dapat memberikan penjelasan sebuah Analisis deskriptif adalah metode yang digunakan guna mendapatkan sebuah saran secara sistematis yang dapat dipahami dengan mudah mengungkapkan masalah dengan cara mengelola, menganalisis, meneliti, menyimpulkan dan meninginterpretasikan sebuah data yang menjadi acuan. Uji Asumsi Klasik Pengujian ini dilakukan untuk memenuhi syarat analisis regresi linar, yaitu menguji kualitas data sehingga data diketahui keabsahannya dan menghindari terjadinya estimasi bias. Ada beberapa asumsi yang harus terpenuhi agar kesimpulan dari hasil pengujian tidak bias, diantaranya adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji Normalitas Penelitian ini menguji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smimov dengan membandingkan antara distribusi data yang akan diuji dan distribusi normal baku. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak (Ghozali. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau bebas. Menurut Ghozali . uji tujuan uji multikolinearitas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Indikator model regresi yang baik adalah tidak adanya korelasi di antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Uji Hetesroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi Uji Autokorelasi Uji autokolerasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t- 1 . Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan ada problem autokolerasi. Untuk pengujian model regresi dalam penelitian ini dengan menggunakan run test. Uji autokorelasi adalah suatu bentuk pengujian untuk mengetahui apakah korelasi pada model regresi antara periode tahun sekarang dengan periode tahun sebelumnya, yang dimana hal tersebut tidak boleh terjadi didalam uji autokorelasi. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian model hubungan struktural adalah untuk menjelaskan hubungan antara variabelvariabel dalam penelitian. Pengujian model struktural dilakukan melalui uji menggunakan software PLS. Dasar yang digunakan dalam menguji hipotesis secara langsung adalah output gambar maupun nilai yang terdapat pada output pathcoefficients. Dasar yang digunakan untuk menguji hipotesis secara langsung adalag jika p value < 0,05 . ignificance level= 5%), maka dinyatakan adanya pengaruh signifikan variabel eksogen terhadap variabel endogen. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif Variabel GIC CSR Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data diolah (SPSS 21. Berdasarkan Tabel 1. diatas, dapat diketahui bahwa untuk variabel dependen (NP) yaitu Nilai Perusahaan yang memiliki nilai minimum sebesar 0,34, nilai maksimum sebesar 8,05, rata- rata variabel sebesar 2,38. dan standar deviasi sebesar 1,971. Hal ini menjelaskan pesebaran data cukup bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata. Kemudian untuk variabel independen pertama (GA) yaitu penerapan green accounting rentang nilai dari 0 hingga 1. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. rata-rata 0,62 dan standar deviasi sebesar 0,242. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mengungkapkan seluruh indikator MEMA dan PEMA dari green accounting dalam laporan keuangan sehingga mencapai nilai maksimum 1 dan perusahaan yang tidak mengungkapkan indikator green accounting dalam laporan keuangan memiliki nilai 0. Nilai rata-rata dari 75 perusahaan yang menjadi sampel sebesar 0,62 yang memperlihatkan rata-rata perusahaan sudah mengungkapkan variabel green Dengan standar deviasi sebesar 0,242 menjelaskan bawa persebaran data untuk variabel green accounting. kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata. Variabel independen yang kedua (GIC) yaitu green intellectual capital memiliki rentang nilai dari 1,28 hingga 79,87, rata-rata 23,61 dan standar deviasi 19,961. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah mengungkapkan seluruh indikator dari pengungkapan lingkungan dalam laporan tahunan sehingga mencapai nilai maksimum 79,87 dan perusahaan yang tidak mengungkapkan indikator CSR dalam laporan tahunan (AR) memiliki nilai 0. Nilai rata-rata dari 75 perusahaan yang menjadi sampel sebesar 23,61 yang memperlihatkan rata-rata perusahaan sudah mengungkapkan variabel green intellectual capital. Dengan standar deviasi sebesar 19,961 menjelaskan bawa persebaran data untuk variabel pengungkapan lingkungan kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata. Untuk variabel independent (CSR) yaitu media pengungkapan CSR yang memiliki nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum sebesar 0,62, rata-rata 0,31 dan standar deviasi 0,152. Hal ini menjelaskan bahwa perusahaan telah mengungkapkan indikator GRI 4. 0 pengungkapan CSR dalam laporan tahaunan (AR) sehingga mencapai nilai maksimum 0,62 dan perusahaan yang tidak mengungkapkan indikator GRI 4. 0 dalam laporan Tahunan (AR) memiliki nilai 0. Nilai rata-rata dari 75 perusahaan yang menjadi sampel sebesar 0,31 yang memperlihatkan rata-rata perusahaan sudah mengungkapkan variabel pengungkapan CSR. Dengan standar deviasi sebesar 0,152 menjelaskan bawa persebaran data untuk variabel pengungkapan CSR cukup bervariasi karena nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata. Tabel 2. Uji Normalitas Variabel Sig 0,393 > 0,05 Keterangan Ho Diterima Sumber: Data diolah (SPSS 21. Data dapat dikatakan terdistribusi normal apabila dapat diketahui nilai asymp. sig sebesar 0,363 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Distribusi data yang normal atau mendekati normal menunjukkan bahwa suatu model regresi dapat dikatakan baik. Hasil table di atas menunjukkan bahwa nilai asymp. sig di atas 0,05 pada normal probibality plot, sehingga model regresi dalam penelitian ini layak digunakan. Pengujian normalitas juga dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 2. dan hipotesis yang dibuat sebagai berikut: Jika Sig > 0,05, maka distribusi normal. Jika Sig < 0,05, maka distribusi data tidak normal. Tabel 3. Uji Heteroskedastisitas Variabel GIC CSR >0,05 >0,05 >0,05 Sumber: Data diolah (SPSS 21. Keterangan Tidak terjadi heteroskedastisitas Tidak terjadi heteroskedastisitas Tidak terjadi heteroskedastisitas Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. Berdasarkan Tabel 3. hasil pengujian untuk menguji apakah asumsi homoskedastisitas terpenuhi dalam penelitian ini baik pada model. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat analysis gletser test diketahui pada model didapatkan nilai sig untuk semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai lebih besar dari 0,05 . %), maka Ho diterima dan disimpulkan asumsi homoskedastisitas terpenuhi. Tabel 4. Uji Autokorelasi Model Durbin Watson Keputusan Tidak Terdapat Autokorelasi Sumber: Data diolah (SPSS 21. Hasil pengujian menggunakan alat analisis Durbin Watson Test, menunjukkan hasil nilai DWstat pada model sebesar 2. 065 Ho diterima dan disimpulkan bahwa asumsi no autokorelasi Tabel 5. Uji Multikolineartias Variabel GIC CSR VIF Keputusan Tidak Terdapat Multikolineartias Tidak Terdapat Multikolineartias Tidak Terdapat Multikolineartias Sumber: Data diolah (SPSS 21. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat analysis varian inflation factor diketahui pada model didapatkan nilai VIF untuk semua variabel dalam penelitian ini kurang dari 10 maka Ho diterima dan disimpulkan model untuk variabel independen tidak saling berkorelasi atau asumsi multikolinearitas terpenuhi. Adapun terdapat pelanggaran multikolinearitas pada bebarapa variabel disebabkan oleh adanya variabel moderasi, sehingga pelanggaran multikol dapat diabaikan. Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi Adj R2 0,243 Model Sumber: Data diolah (SPSS 21. Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 6. diketahui pada model nilai adj R 2 seebesar 0,243 atau 24,3% yang memiliki pengertian besarnya kemampuan variabel independent dalam menjelaskan variabel dependen sebesar 24,3% sedangkan sisa dijelaskan oleh variabel independen lain yang tidak dimasukkan kedalam model. Tabel 7. Uji Global (F-Tes. Model Fstat 8,904 Sig Fstat 0,000 Sumber: Data diolah (SPSS 21. Berdasarkan hasil pengujian global . ji F) didapatkan hasil nilai sig dari Fstat lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan dikedua model paling tidak terdapat satu variabel independen yang signifikan terhadap variabel independen. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. Tabel 8. Uji Hipotesis Individu Arah Variabel (Constan. GIC CSR Keputusan H1 Diterima H2 Diterima H3 Diterima Sumber: Data diolah (SPSS 21. Pembahasan Pengaruh Green Accounting terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui besarnya koefisien Green Accounting adalah 374 artinya jika Green Accounting naik sebesar satu satuan maka Nilai Perusahaan turun 374 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Green Accounting berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hasil nilai probabilita t satistik 0. 007 < 0,05 H1 diterima. Disimpulkan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95% Green Accounting berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Green Intellectual Capital terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui besarnya koefisien Green Intellectual Capital adalah sebesar 0,317 artinya jika Green Intellectual Capital naik sebesar satu satuan maka Nilai Perusahaan naik sebesar 0,317 satuan. Hasil pengujian statistik menunjukkan tanda beta sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Green Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap nilai Disimpulkan Green Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, maka H2 diterima. Pengaruh Pengungkapan CSR terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil pengujian statistik diketahui besarnya koefisien dari Penungkapan CSR adalah sebesar 0,398 artinya hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa terdapat nilai probabilitas sebesar 0,002 < 0,05. Nilai tersebut dapat membuktikan H3 diterima Hasil ini sesuai dengan hipotesa yang diajukan, dimana Pengungkapan CSR pengaruh positif terhadap nilai Perusahaan. KESIMPULAN Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Green Accounting. Green Intellectual Capital dan Pengungkapan CSR terhadap Nilai Perusahaan. Pada perusahaan sektor industry sub sector barang konsumsi yang tercatat di BEI tahun 2020-2022. Berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa . Green Accounting berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, . Green intellectual capital berpengaruh positif terhadap nilai perusahan, dan . pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif terhadap nilai Implikasi Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi, berikut terdapat implikasi yang dapat peneliti berikan yang terdiri dari: Teori Green Accounting memiliki tujuan mengevaluasi informasi yang dapat terarah sesuai Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. dengan standar keuangan dan manajemen, memonitori data yang berkaitan dengan bahan dan energi yang berhubungan dan timbal balik agar meningkatkan efisiensi dari bahan ataupun energi tersebut, mampu mengurangi dampak lingkungan dari operasi perusahaan dan produk serta jasa yang dihasilkan, mengurangi risiko lingkungan, dan memperbaiki dari kegiatan operasi yang dilakukan entitas perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan hal ini perusahaan cenderung mengungkapkan informasi lingkungan dan kinerja berbasis lingkungan untuk menglegitimasi aktivitas perusahaan di mata Dalam melakukan pengoperasian perusahaan masih melibatkan masyarakat, baik sebagai konsumen, pekerja, ataupun masyarakat sekitar pengoperasian perusahaan dan perusahaan berdiri ditengah kehidupan masyarakat, sehingga perusahaan memiliki ikatan dengan masyarakat yang memberikan dampak baik terhadap masyarakat dan lingkungannya untuk menjamin keberlanjutan perusahaan tersebut menurut Ghozali dan Chariri . dalam (Gracia & Ika, . Hal ini mengandung implikasi agar perusahaan lebih memperhatikan dan menerapkan green accounting kedepannya untuk meningkatkan nilai perusahaan sehingga tujuan dari perusahaan terpenuhi. Adapun hasil dari penelitian green intellectual capital dan pengungkapan CSR memiliki pengaruh yang besar dengan green accounting terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengandung implikasi bahwa penerapan green accounting dapat mempengaruhi nilai perusahaan adanya green intellectual capital dan pengungkapan CSR yang dimiliki perusahaan (Irawan et al. , 2. Praktis Berdasarkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan, pedoman dan rujukan untuk menilai serta mengetahui hal-hal yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Adapun implikasi bagi pemerintah yaitu dalam membuat kebijakan dan regulasi terkait dengan tanggung jawab perusahaan mengenai tahunan lingkungan, saran dan masukan bagi Investor dalam menilai kondisi serta nilai perusahaan guna membantu proses pengambilan keputusan saat melakukan investasi disebuah perusahaan, bagi masyarakat yaitu menambah sebuah ilmu pengetahuan, bagi perusahaan dapat menjadi acuan evaluasi guna menentukan strategi kemajuan entitas kedepannya dan bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan rujukan dan bahan referensi sebagai bahan pertimbangan terkait dengan pengaruh green accounting, green intellectual capital dan pengungkapan CSR terhadap nilai Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat disempurnakan oleh penelitian selanjutnya. Beberapa keterbatasan tersebut adalah: Tidak semua perusahaan mengungkapkan indikator pengukuran GRI 4. 0 pada pengungkapan CSR. Untuk dua variabel yaitu variabel penerapan green accounting dan pengungkapan CSR pengambilan data menggunakan analisis konten, sehingga sangat rawan akan terjadinya kesalahan dalam menganalisis data. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan mendapatkan hasil yang sudah dibahas, berikut adalah beberapa saran dari penelitian: Peneliti selanjutnya dapat melakukan beberapa pertimbangan dalam memilih metode pengambilan data lain skala ordinal guna variabel Green Accounting dan pengungkapan CSR untuk mempertajam hasil yang didapatkan dan mengurangi kesalahan informasi yang didapat Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dalam menjelaskan nilai perusahaan, selain yang telah digunakan dalam penelitian ini, seperti green accounting dan pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan. Puspitasari. Safii. Rahayu. Green Accounting. Green Intellectualcapital Dan Pengungkapan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Sebagai Anteseden Nilai Perusahaan. DAFTAR PUSTAKA