PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BRAIN WRITING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS Vi SMP SWASTA SABILINA TAHUN AJARAN 2023/2024 Putri Putri Universitas Negeri Medan. Sumatera Utara. Indonesia putrimysr53@gmail. Salmah Naelofaria Universitas Negeri Medan. Sumatera Utara. Indonesia snaelofaria@gmail. ABSTRACT This research aims to determine the influence of the Brain Writing Learning Model on the Drama Script Writing Skills of Class Vi Students at Sabilina Private Middle School. The population in this study was all class Vi, totaling 192 students. The sample consisted of 60 students divided into 2 classes, namely the control class with 30 students and the experimental class with 30 students. The research uses the Brain Writing learning model for drama script writing skills. This research is a type of quantitative research with experimental methods. The research design used was true group post-test. The data analysis techniques used are analysis requirements tests, normality tests, and hypothesis tests. The results of research in writing drama scripts using conventional methods are in the fair category with an average score of 67 and the results of research using the Brain Writing learning model are in the good category with an average score of 83. Based on the results of the normality test, namely the control class 0. 111661 < 0. 161 and experimental 15383 < 0. Based on hypothesis testing, it is obtained that tcount > ttable is 6. 70113 so that the null hypothesis (H. is rejected and the alternative hypothesis (H . is The results of this research indicate that there is quite a significant influence from the use of the Brain Writing Learning Model on the Drama Script Writing Skills of Class Vi Students at Sabilina Private Middle School for the 2023/2024 Academic Year. Keywords: Brain Writing Learning Model. Writing. Drama Scripts PENDAHULUAN Dalam Indonesia, siswa dituntut untuk memahami dan menerapkan empat keterampilan Keterampilan berbahasa terdiri atas empat aspek, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan Apabila keterampilan berbicara dan menulis yang 182 | P a g e dimiliki semakin baik, maka harus banyak menyimak dan membaca, sebab melalui menyimak dan membaca akan didapatkan informasi untuk dibicarakan dan dituliskan. Pada dunia pendidikan keterampilan berbahasa sangat penting karena diajarkan sejak tingkat pendidikan dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga perguruan tinggi. Menurut Sasmita et all. , . di antara empat menulis merupakan keterampilan yang paling penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam kurikulum 2013 karena penilaian dilakukan melalui tes tertulis. Dengan peserta didik dapat mengungkapkan dan mengekspresikan ide-ide yang ada dalam pikirannya dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu, peserta didik diharapkan mampu menuangkan ide atau gagasan terkait kegiatan menulis khususnya menulis naskah Menurut Siswanto . drama adalah karya sastra yang bertujuan mengemukakan tikaian dan emosi lewat lakuan dan dialog. Drama memiliki perbedaan yang mencolok dengan karya sastra lainnya, terutama dalam hal dialog yang menjadi ciri khasnya. Dialog antara tokoh-tokoh dalam drama memiliki peran penting dalam memunculkan konflik, yang pada gilirannya memberikan kehidupan pada cerita dan menarik perhatian Hal ini sesuai dengan tujuan umum karya sastra, yaitu memberikan hiburan kepada para pembacanya. Berdasarkan bersama guru bahasa Indonesia SMP Swasta Sabilina. Beliau mengatakan bahwa siswa sulit untuk menuliskan ide-ide yang mereka Berdasarkan tingkat pemahaman siswa dilapangan kemampunan menulis naskah drama masih jauh dari yang diharapkan, siswa butuh banyak diberi Ketika siswa banyak diberi contoh siswa akan langsung meniru apa yang ada dan tidak mau mengeluarkan ide-ide yang Berdasarkan hasil ulangan harian yang dilakukan di kelas Vi SMP Swasta Sabilina mendapatkan rata-rata 70 sehingga diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa pada materi naskah drama masih belum optimal karena masih di bawah standar kelulusan minimal yaitu 75. Salah satu penyebab kemampuan siswa kurang beberapa metode yang digunakan dalam Salah satu metode yang digunakan guru adalah metode ceramah dan mencatat. Metode ini membatasi kreativitas siswa untuk mengembangkan ide-ide atau pendapat siswa sehingga siswa tidak dapat berperan aktif dalam Dari permasalahan di atas seperti ketidakmampuan siswa dalam menuangkan ide dan gagasan, bingung dalam menulis dialog yang sesuai dengan tema, tidak mendukung proses pembelajaran, dan menjiplap naskah drama dari contoh yang diberikan oleh guru. Masalah-masalah yang ditemukan tersebut membutuhkan proses pembelajaran yang membuat siswa aktif, salah satunya bekerjasama dengan siswa Pemakaian model dan media pembelajaran ini akan membantu siswa dalam pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dan memudahkan siswa untuk berimajinasi yang ada dalam pikiran siswa, terutama di sekolah SMP Swasta Sabilina sebagai lokasi penelitian. Model yang memuat salah satu langkah-langakah aktivitas tersebut adalah model Brain Writing. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk meneliti permasalahan tersebut AuPengaruh Model 183 | P a g e Pembelajaran Brain Writing terhadap Keterampilan Menulis Naskah Drama pada Siswa Kelas Vi SMP Swasta SabilinaAy. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Brokop dan Bill Persal . menyatakan bahwa Brain Writing merupakan cara yang memungkinkan setiap individu untuk berbagi ide yang ditulis diatas kertas. Sementara, menurut Paulus dan Nijstad . mengemukakan bahwa Brain writing dapat disajikan sebagai alternatif untuk mencurahkan ide atau menggunakan model pembelajaran Brain writing ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap kemampuan menulis teks. Dari pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa model Brain Writing merupakan model pembelajaran dengan cara saling bertukar pikiran terhadap teman yang lainnya tentang materi yang sedang dibelajarkan yang ditulis dalam selembar kertas untuk mengembangkan ide-ide yang sudah didapatkan. Menurut Helaludin menyatakan menulis merupakan proses penyampaian informasi secara tertulis berupa hasil kreativitas penulisnya dengan menggunakan cara berpikir yang kreatif, tidak monoton dan tidak terpusat pada satu pemecahan masalah. Dengan demikian, penulis dapat secara kreatif menghasilkan berbagai bentuk tulisan sesuai dengan maksud dan tujuan dari tulisan yang mereka Kemudian menurut Helaluddin et all, . Artinya, kemampuan menulis merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman melalui bahasa untuk mengungkapkan ide-ide yang dimiliki seseorang. Drama sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, dan perbuatan. Jadi drama Menurut Rohana et all, . drama merupakan suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan Selanjutnya, menurut Irma Suryani . naskah drama adalah melukiskan sifat dan berdasarkan fakta, imajinasi, atau gabungan dari keduanya. Dalam menulis naskah drama terdapat 3 struktur yaitu prolog, dialog, dan epilog. Menurut Rohana et all, . unsur intrinsik drama terdiri dari tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, amanat, dan sudut pandang. Sejalan dengan penelitian yang relevan dilakukan oleh Tri Desmiani dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Brain Writing terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sitiung Kabupaten DharmasrayaAy. Permasalahan dilatarbelakangi masih rendahnya nilai siswa, dalam menulis masih ditemukan isi dengan judul tidak sesuai, siswa tidak berminat dalam menulis, dan siswa kesulitan dalam menulis latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brain Writing memberikan dampak positif terhadap kemampuan menulis karya ilmiah ini efektif dalam meningkatkan pembelajaran menulis karya ilmiah. Selanjutnya dilakukan oleh Tiara Azizah dengan judul AuKeefektifan Teknik Brain Writing dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Eksplanasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sewon Bantul DIYAy. Permasalahan pada penelitian ini yaitu pengetahuan fakta-fakta tentang suatu proses yang terbatas dapat teratasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teks 184 | P a g e eksplanasi Selanjutnya terdahulu yang dilakukan oleh Tri Wasilah . permasalahan yang ditemukan peneliti di SMP Negeri 30 Padang yaitu siswa masih kesulitan mengembangkan ide tulisan, siswa beranggapan bahwa menulis naskah drama satu babak itu adalah sesuatu yang sulit, kurangnya pemahaman siswa mengenai unsur-unsur yang membangun naskah drama yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam pembelajaran menulis naskah drama satu babak, dan kurang menariknya media pembelajaran yang digunakan pada saat pembelajaran. sehingga nantinya akan mendapatkan hasil berpengaruh atau tidaknya model yang METODE PENELITIAN Data Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Metode eksperimen ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari suatu perlakuan. Dalam penelitian ini khususnya melalui pendekatan statistik, untuk menginterpretasikan hasil dan mendapatkan pemahaman yang lebih Menurut Sugiyono . bahwa metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data dengan maksud dan kegunaan tertentu. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini karena peneliti ingin mengetahui pengaruh model pembelajaran Brain Writing terhadap keterampilan menulis naskah drama pada siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Penelitian ini akan melibatkan dua orang guru Bahasa Indonesia di kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Peneliti akan melakukan sesi wawancara kepada guru untuk mengambil sampel penelitian. Sampel penelitian yang digunakan adalah dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol tidak diberi perlakuan dan kelas eksperimen diberi perlakukan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 HASIL Berdasarkan tabel di atas, diperoleh Lhitung = 0,15383. Pada daftar uji Liliefors dengan taraf signifikan = 0,05 dan n =30, maka diperoleh Ltabel 0,161. Hal ini berarti Lhitung < Ltabel yaitu 0,15383< 0,161 sehingga dapa ditarik kesimpulan bahwa kemampuan menulis naskah drama menggunakan model pembelajaran Brain Writing normal. Tabel 1 Data Hasil Uji Normalitas Lhitung Ltabel Keterangan 0,111661 0,161 Normal 0,15383 0,161 Normal Berdasarkan tabel di atas, diperoleh Lhitung = 0,15383. Pada daftar uji Liliefors dengan taraf signifikan = 0,05 dan n =30, maka diperoleh Ltabel 0,161. Hal ini berarti Lhitung < Ltabel yaitu 0,15383< 0,161 sehingga dapa ditarik kesimpulan bahwa kemampuan menulis naskah drama menggunakan model pembelajaran Brain Writing normal. Untuk mendapatkan hasil uji homogenitas data akan dilakukan uji menggunakan rumus sebagai berikut: Fhitung = Fhitung = = 1,524 Diperoleh fhitung = 1,524 dengan dk pembilang 30-1 = 29 dan dari tabel distribusi F untuk = 0,05 diperoleh Ftabel = 4,183. Jadi Fhitung < Ftabel yakni 1,524 < 4,183. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa 185 | P a g e sampel penelitian berasal dari populasi yang Setelah pengujian normalitas dan homogenitas dilakukan. Hasil kelompok kontrol = 67 SD1 = 12 SE1 = 2,19 Hasil kelompok eksperimen = 83 SD2 SE2 = 1,46 Dari data-data di ata maka diperoleh standar error kedua hasil yaitu: SEM1-M2 = 4,79 2,13 = 2,63 Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji AuTAy dengan rumus: = 6,0836 Berdasarkan perhitungan di atas, diperoleh nilai thitung 6,0836. Setelah thitung diketahui, maka digunakan pada taraf signifikan = 0,005 dan n 30-2 = 28, diperoleh ttabel = 1,70113. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel yaitu 6,0836 > 1,70113, sehingga hipotesis nihil (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang pembelajaran Brain Writing terhadap keterampilan menulis naskah drama kelas Vi. 2 PEMBAHASAN Kemampuan Menulis Naskah Drama Kelas Vi SMP Swasta Sabilina Menggunakan Metode Konvensional Berdasarkan data yang sudah dianalisis, tingkat keterampilan dalam menulis naskah drama di SMP Swasta Sabilina menggunakan metode konvesional, tergolong dalam kategori cukup yaitu dengan rata-rata 68. Nilai tertinggi pada siswa tersebut adalah 90 yang berjumlah 1 siswa. Nilai terendah 40 berjumlah 2 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut: Rentang Absolute Relative Ketera Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan data tersebut, menggunakan metode konvensional pada siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina presentasenya yaitu kategori cukup 56-75 yaitu sebanyak 12 siswa . %). Aspek yang dinilai pada menulis naskah drama ini adalah struktur dan unsur-unsur drama. Aspek ini meliputi dialog, prolog, epilog, teks samping, tokoh dan penokohan, latar, alur dan amanat. Keterampilan menulis naskah drama yaitu dialog merupakan salah satu 186 | P a g e aspek penilaian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis dialog naskah drama adalah 80,6. Keterampilan menulis naskah drama yaitu prolog dan epilog merupakan salah satu aspek Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis prolog dan epilog naskah drama adalah 66,6. Keterampilan menulis naskah drama teks samping merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis teks samping naskah drama adalah 49,2. Keterampilan menulis naskah drama tokoh dan penokohan merupakan salah satu aspek Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis tokoh dan penokohan naskah drama adalah 66,6. Keterampilan menulis naskah drama latar dan alur merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis latar dan alur naskah drama adalah 80,6. Keterampilan menulis naskah drama amanat merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis amanat naskah drama adalah 58,6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa dalam menulis naskah drama dengan menggunakan metode konvesional berada pada kategori cukup. Dalam konvensional/ceramah terlihat siswa 187 | P a g e banyak mendengarkan guru selama kegiatan berlangsung dan tidak adanya interaksi antara siswa dengan guru. Oleh karena itu, siswa membuat cerita, hal ini disebabkan masih banyak siswa yang menulis cerita yang sangat pendek sehingga hanya ada beberapa aspek dalam naskah drama yang ditulis. Kemampuan Menulis Naskah Drama Kelas Vi SMP Swasta Sabilina Menggunakan Model Brain Writing Berdasarkan data yang sudah dianalisis, tingkat keterampilan dalam menulis naskah drama di SMP Swasta Sabilina menggunakan metode konvesional, tergolong dalam kategori cukup yaitu dengan rata-rata 83. Nilai tertinggi pada siswa tersebut adalah 100 yang berjumlah 3 orang. Nilai terendah 70 berjumlah 1 orang. Berdasarkan hasil penelitian, nilai tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut: Rentang Absolute Relative Ketera Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan model pembelajaran Brain Writing pada siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina presentasenya yaitu kategori baik 76-85 yaitu sebanyak 16 siswa . %). Aspek yang dinilai pada menulis naskah drama ini adalah struktur dan unsur-unsur drama. Aspek ini meliputi dialog, prolog, epilog, teks samping, tokoh dan penokohan, latar, alur dan amanat. Keterampilan menulis naskah drama yaitu dialog merupakan salah satu aspek penilaian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis dialog naskah drama adalah 93,2. Dalam menulis dialog siswa sudah optimal dalam menulis naskah drama dikarenakan siswa sudah melakukan latihan menulis naskah drama sehingga dapat memudahkan siswa dalam menuangkan ide maupun gagasan kedalam bentuk tulisan menggunakan bahasa mereka Sejalan dengan kelebihan model pembelajaran Brain Writing menurut Wilson . dapat membantu anggota-anggota yang pendiam dan kurang percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya secara lisan dalam sebuah kelompok curah pendapat. Keterampilan menulis naskah drama yaitu prolog dan epilog merupakan salah satu aspek Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative 188 | P a g e Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis prolog dan epilog naskah drama adalah 92. Dalam menulis prolog dan epilog siswa sudah optimal dalam menulis naskah drama dikarenakan siswa diminta gagasan dari tulisan teman yang dibacanya secara tertulis dalam lembar kertas sehingga siswa dapat menuangkan ide-ide atau gagasan Hal ini sejalan dengan kelebihan model pembelajaran Brain Writing menurut Wilson . membantu anggota-anggota yang pendiam dan kurang percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya secara lisan dalam sebuah kelompok curah pendapat. Keterampilan menulis naskah drama teks samping merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis teks samping naskah drama adalah 64,6. Pada aspek penilaian menulis naskah drama teks samping memiliki rata-rata paling rendah. Hal ini disebabkan karena dalam proses melakukan latihan dalam menulis naskah drama sehingga dapat menuliskan teks samping dengan Adapun siswa mendapat skor 1 karena siswa sedikit sulit untuk menguaikan teks samping/petunjuk memperhatikan saat membuat Hal ini sejalan dengan penelitian Anna . teks samping memberikan petunjuk teknis tentang tokoh, waktu, suasana pentas, suara, musik, keluar masuknya aktor atau aktris, keras lemahnya dialog, warna suara, perasaan yang mendasari dialog, dan sebagainya. Keterampilan menulis naskah drama tokoh dan penokohan merupakan salah satu aspek Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis tokoh dan penokohan naskah drama adalah 88. Dalam menulis tokoh dan penokohan siswa sudah optimal dalam menulis naskah drama dikarenakan siswa diminta menyajikan tulisannya secara lisan sebagaimana karakter yang mereka Sejalan dengan kelebihan model pembelajaran Brain Writing menurut Wilson . bahwa pembelajaran dapat dikombinasikan dengan teknik kreativitas lainnya untuk meningkatkan jumlah ide yang dihasilkan pada topik tertentu masalah atau tertentu. Keterampilan menulis naskah drama latar dan alur merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. 189 | P a g e Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis latar dan alur naskah drama Dalam menulis latar dan alur siswa sudah optimal dalam menulis naskah drama dikarenakan dikarenakan dengan bantuan media mempermudahkan siswa untuk menentukan latar dan alur yang Hal ini sejalan dengan penelitian Zakaria . bahwa Brain Writing dirancang untuk menghasilkan banyak ide dalam waktu singkat. Keterampilan menulis naskah drama amanat merupakan salah satu aspek penilian. Skor maksimal pada aspek ini adalah 5. Pada aspek ini dapat dilihat pada tabel berikut: Skor Absolute Relative Rata-rata keterampilan siswa dalam menulis amanat naskah drama adalah 70,6. Adapun siswa yang mendapat skor 3 sebanyak 17 orang dikarenakan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan secara tersirat sehingga siswa belum optimal dalam menentukan amanat. Hal ini sejalan dengan kekurangan model pembelajaran Brain Writing menurut Wilson . bahwa siswa sepenuhnya mengekspresikan ideide mereka secara tertulis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa dalam menulis naskah drama dengan menggunakan model Brain Writing tergolong baik. Dalam penerapan pembelajaran model Brain Writing kepada siswa untuk melakukan latihan menulis naskah drama kemudian akan ditukarkan dengan siswa lain dan siswa lain akan memberikan sebuah komentar atau Dengan hal ini siswa akan lebih lancar dalam menulis naskah drama karena sudah adanya latihan yang dilakukan. Pengaruh penggunaan model Brain Writing terhadap keterampilan menulis naskah drama oleh siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina Berdasarkan hasil penelitian di atas model pembelajaran Brain Writing berpengaruh sangat baik naskah drama. Dalam data yang telah dijelaskan bahwa model Brain Writing mencapai KKM dan berpengaruh. Dari hasil post-test menulis naskah drama rata-rata yang dipeoleh konvesional 67 dan menggunakan model pembelajaran Brain Witing Hasil menunjukkan bahwa model pembelajaran Brain Writing ini sesuai dengan hasil yang diharapkn dan adanya pengaruh model Brain Writing terhadap menulis naskah drama siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Model pembelajaran Brain Writing ini dapat memudahkan siswa dalam menuangkan ide maupun gagasan kedalam bentuk tulisan sendiri dengan memperhatikan 190 | P a g e struktur dan unsur-unsur drama. Dapat dilihat dari hasil penelitian aspek penilaian yang paling tinggi yaitu latar dan alur. Terbukti dengan eksperimen rata-rata yang paling tinggi terdapat pada aspek latar dan alur yaitu, 94. Hal ini sejalan dengan teori Wilson . bahwa model Brain Writing ini memiliki kelebihan. Salah satu kelebihannya yaitu. Brain Writing dengan teknik kreativitas lainnya untuk meningkatkan jumlah ide yang dihasilkan pada topik tertentu atau Dalam menentukan latar dan alur siswa ide-ide menentukan latar tempat yang akan dipilih sesuai dengan judul dan akan menentukan sebuah ide untuk pengembangan cerita yang akan Dari penggunaan model tersebut mendapatkan has il yang signifikan yang dapat dilihat dari Hal ini dibuktikan dengan pembelajaran Brain Writing pada kategori baik dan pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol Peningkatan dibuktikan dari pengujian hipotesis Thitung > Ttabel, yaitu 6,0836 > 1,70113 hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Brain Writing berpengaruh terhadap keterampilan menulis naskah drama siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Penelitian dengan penelitian sebelumnya oleh Muhammad Zakaria . dengan AuEfektivitas Model Pembelajaran Brainwriting terhadap Kreativitas Menulis Cerpen Siswa SMA Negeri 2 Percut Sei Tuan Menggunakan Metode Pembelajaran Partisipatori LeaerningAy berdasarkan analisis data hasil penelitian terdapat pengaruh sebelum dan sesudah menggunakan model Brain Writing, dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa nilai rata-rata . ebelum treatmen. dengan nilai posttest . esudah diberikan treatmen. yaitu - 11. 515 dengan standar deviasi 7,446 dan didapatkan nilai signifikan . -taile. 000 maka yayca diterima dan ya0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa Brain Writing pembelajaran kreativitas menulis Selanjutnya, sebelumnya oleh Titin . dengan judul AuPengaruh Penggunaan Teknik Brainwriting Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Pada Siswa Kelas Vi MTs Ummatan Wasathan Pesantren Teknologi RiauAy berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat rata-rata keterampilan menulis puisi siswa yang diajarkan menggunakan teknik Brainwriting adalah 83,33. Kedua. Nilai rata- rata tes keterampilan menulis puisi siswa yang diajarkan menggunakan model konvensional adalah 79,52. Hal ini dibuktikan dari hasil uji-t tersebut diperoleh bahwa nilai thitung Ou ttabel ( 2,539 Ou 1. memperhatikan tabel distribusi t dengan taraf signifikansi = 0,05 191 | P a g e dan df = N Ae 1. Maka dapat Brainwriting berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas Vi MTs Ummatan Wasathan Pesantren Teknologi Riau dan H1 dapat Berdasarkan dari beberapa hasil penelitian terdahulu dapat Brain Writing berpengaruh dalam menulis naskah drama pada siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Berdasarkan uji normalitas uji normalitas data pada kelas kontrol dan kelas eksperimen berdistribusi normal. Kemudian pengujian homogenitas juga telah penelitian ini berasal dari sampel yang homogen. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh. Thitung > Ttabel, yaitu 6,0836 > 1,70113. Sehingga hipotesis nihil (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hal penggunakan model pembelajaran Brain Writing memiliki pengaruh keterampilan menulis naskah drama siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. SIMPULAN Keterampilan menulis naskah drama siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina memperoleh nilai rata-rata 67 berada pada kategori cukup jika dikaitkan dengan rentan nilai, sementara berdasarkan KKM yang ditentukan sekolah yaitu 75, nilai rata-rata tersebut belum memenuhi KKM. Keterampilan menulis naskah drama siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina menggunakan model pembelajaran Brain Writing memperoleh nilai rata-rata 83 berada pada kategori baik dan sudah memenuhi KKM yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Berdasarkan perhitungan pengujian hipotesis melalui pengujian t didapatkan besaran Thitung E Ttabel yakni 6,0836 > 1,70113. Dengan demikian H0 . ipotesis nihi. ditolak dan Ha . ipotesis alternati. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran Brain Writing berpengaruh positif terhadap hasil keterampilan menulis naskah drama pada siswa kelas Vi SMP Swasta Sabilina. Kemampuan menulis naskah drama dengan menggunakan model pembelajaran Brain Writing sudah baik, namun perlu Hal ini dapat dilakukan dengan memberi latihan-latihan kepada siswa. Siswa diharapkan lebih aktif dalam proses pembelajaran dan mampu menuangkan ideide dalam bentuk tulisan, karena keaktifan akan menunjang hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA