Volume 2. No 1. Hal 27Ae36. April 2026 pISSN x-x An eISSN x-x Strategi Pencegahan dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Hipertensi Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan Kesehatan Witi Karwiti 1 ABSTRAK Nasrazuhdy 1 Wuni Sri Lestari1 Larasti Putri Umizah1* Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Poltekkes Kemenkes Jambi. Jambi. Indonesia. e-mail : larastiputrii@gmail. Kata Kunci Glukosa darah. Hipertensi. Penyakit Jantung Koroner. Kolesterol Hipertensi merupakan suatu kondisi medis kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada arteri. Keadaan ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari normal untuk memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Perilaku CERDIK merupakan salah satu program untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus (DM), stroke, jantung, hipertensi, ginjal sejak dini. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah mengenai Strategi Pencegahan dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Hipertensi Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan Kesehatan di Desa Mendalo Laut wilayah Kerja Puskesmas Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2025. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mayoritas perempuan . %), usia < 50 tahun . %), pekerjaan ibu rumah tangga . %), dengan tingkat pendidikan dasar (SD SMP) . %). Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Mendalo Laut memiliki resiko penyakit tidak menular terutama hipertensi . %). Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Mendalo Laut berhasil meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit jantung koroner dan hipertensi melalui program CERDIK, ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan Masyarakat mengenai hipertensi dan stroke. Keywords: Blood Glucose. Hypertension. Coronary Heart Disease. Cholesterol Diterima: 05 Oktober 2025 Disetujui: 25 Februari 2026 Diterbitkan: 29 Maret 2026 ABSTRACT Hypertension is a chronic health disorder characterized by elevated blood pressure within the arteries. This elevation forces the heart to exert greater effort than normal in order to pump and circulate blood throughout the body. CERDIK behavior is one of the programs to control blood pressure and prevent non-communicable diseases such as diabetes mellitus (DM), stroke, heart disease, hypertension, kidney disease from an early age. Community Service Activities are about Strategies for Prevention and Control of Coronary Heart Disease Risk Factors in Hypertension Patients Through Increasing Knowledge and Health Checks in Mendalo Laut Village, the Working Area of Penyengat Olak Health Center. Muaro Jambi Regency in 2025. Participants in this community service activity were mostly women . %), aged <50 years . %), housewives . %), with basic education levels . lementary junior hig. %). The results of the health checks showed that most of the Mendalo Laut community had a risk of non-communicable diseases, especially hypertension . %). Community Service Activities in Mendalo Laut Village succeeded in increasing knowledge about preventing coronary heart disease and hypertension through the CERDIK program, as shown by the increase in community knowledge about hypertension and stroke. A Year Author. Published by AIPTLMI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesi. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). How to cite: Witi Karwiti. Nasrazuhdy. Wuni Sri Lestari. Larasati Putri Umizah . Strategi Pencegahan dan Pengendalian Faaktor Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Hipertensi Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan Kesehatan. JIPMASLAB. : 27-36. JIPMASIA. :27-36 aiptlmi-iasmlt. id | 27 28 | W i t i K a r w i t i , d k k . JIPMASLAB PENDAHULUAN Hipertensi suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka panjang . erus-meneru. dapat merusak ginjal . agal ginja. , jantung . enyakit jantung korone. dan otak . enyebabkan strok. jika tidak dikenali sejak dini dan diobati dengan . Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018, sekitar 26,4% populasi dunia tercatat mengalami hipertensi, dengan prevalensi 26,6% pada laki-laki dan 26,1% pada Sekitar 60% dari seluruh kasus hipertensi tersebut terdapat di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang hingga kini masih menghadapi tantangan signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular . Menurut data Riskesdas Tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 25. 8% dan mengalami peningkatan pada Tahun 2018 sebesar 34,11% . Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jambi tahun 2019Ae2022, angka kejadian hipertensi di Provinsi Jambi menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat. Pada tahun 2019, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 18,50%, meningkat menjadi 23,63% pada tahun 2020, dan mencapai 31,70% pada tahun 2021, kemudian sedikit menurun menjadi 25,48% pada tahun 2022 . Selanjutnya, berdasarkan laporan pelaksanaan pelayanan kesehatan penderita hipertensi di Kabupaten Muaro Jambi tahun 2021, diperkirakan terdapat 78. 387 penduduk berusia di atas 15 tahun yang menderita hipertensi, terdiri atas 40. 498 laki-laki dan 37. 890 perempuan. Pada tahun 2022, tercatat 1. 151 kasus hipertensi atau sekitar 19,9% dari jumlah penduduk yang diperiksa mengalami tekanan darah tinggi . Hipertensi memiliki kaitan yang erat dengan perilaku dan gaya hidup seseorang, sehingga upaya penanganannya perlu difokuskan pada perubahan perilaku menuju pola hidup sehat, salah satunya melalui penerapan perilaku CERDIK. Perilaku CERDIK meliputi enam komponen utama, yaitu Cek kesehatan secara rutin. Enyahkan asap rokok. Rajin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Diet sehat dan seimbang. Istirahat yang cukup, serta Kelola stres dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi antara lain adalah faktor genetik, usia, dan perilaku tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam, lemak, atau kolesterol, serta konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok. Hipertensi juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Kelebihan kolesterol dan trigliserida tersebut dapat bereaksi dengan zat lain dan mengendap di dinding pembuluh darah arteri, membentuk plak atau sumbatan yang dikenal dengan istilah Kondisi penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh jaringan tubuh, sehingga berisiko menimbulkan penyakit jantung koroner. Desa Mendalo Laut merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak, dimana kejadian hipertensi pada masyarakat desa ini lebih banyak dibanding dengan desa lain yaitu sebanyak 19,9% . Masyarakat di banyak wilayah, termasuk di Desa Mendalo Laut. Kabupaten Muaro Jambi, masih kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, terutama dalam mendeteksi penyakit hipertensi dan faktor risikonya seperti JIPMASLAB W i t i K a r w i t i , d k k . | 29 kadar kolesterol darah tinggi dan risiko penyakit jantung koroner. Masih tingginya kejadian hipertensi menunjukkan perlunya upaya deteksi dini dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya hipertensi dan pentingnya tindakan preventif seperti pemeriksaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan program CERDIK dan melakukan pemeriksaan kolesterol dan glukosa darah dalam rangka pencegahan penyakit hipertensi di Desa Mendalo Laut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui perilaku hidup sehat dan melakukan deteksi dini terhadap hipertensi serta faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara mencegah hipertensi dan mengelola faktor risiko lainnya, agar mereka dapat hidup lebih sehat dan terhindar dari komplikasi penyakit METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan koordinasi bersama instansi terkait, yaitu Kepala Puskesmas, pemegang program Penyakit Tidak Menular (PTM), serta kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak. Kabupaten Muaro Jambi. Adapun sasaran utama kegiatan ini adalah masyarakat Desa Mendalo Laut, yang menjadi target pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: Melaksanakan survei awal dengan melakukan pertemuan bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular . TM), untuk memohon izin serta dukungan dan fasilitasi dari pihak Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat Selanjutnya, dilakukan kunjungan ke Kepala Puskesmas Penyengat Olak guna menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan serta menjalin koordinasi terkait dukungan teknis dan pelibatan pihak puskesmas selama kegiatan berlangsung. Pihak Puskesmas merekomendasikan Kepala Desa Mendalo Laut untuk terlibat dalam kegiatan ini, pihak Puskesmas juga bersedia memfasilitasi dengan desa tersebut. Menyusun media penyuluhan kesehatan dalam bentuk presentasi PowerPoint (PPT) dan video animasi yang berisi materi mengenai Program CERDIK, serta penjelasan tentang penyebab, gejala, faktor risiko, deteksi dini, dan upaya pencegahan hipertensi yang berkaitan dengan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Melaksanakan wawancara informal dengan masyarakat untuk menggali informasi terkait identitas responden, riwayat penyakit pribadi, serta riwayat keluarga yang menderita penyakit diabetes, asam urat, dan hipertensi. Selain itu, wawancara juga mencakup pengumpulan data mengenai pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari masyarakat sebagai bagian dari upaya identifikasi faktor risiko penyakit tidak menular. Melaksanakan penyuluhan kesehatan yang membahas mengenai penyebab, gejala, faktor risiko, deteksi dini, serta upaya pencegahan penyakit jantung koroner dan hipertensi, sekaligus memberikan edukasi tentang Program CERDIK sebagai strategi pencegahan penyakit tidak menular. Kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan 30 | W i t i K a r w i t i , d k k . JIPMASLAB diskusi interaktif bersama masyarakat untuk memperdalam pemahaman masyarakat terhadap materi yang telah disampaikan. Melaksanakan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran antropometri . inggi badan dan berat bada. , pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar kolesterol, dan pemeriksaan glukosa darah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat serta mengidentifikasi faktor risiko penyakit tidak menular yang mungkin dimiliki oleh peserta. Mengolah data hasil pemeriksaan Kesehatan. Bentuk Partisipasi Mitra Menghubungi dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Mendalo Laut. Menentukan waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat beserta Perangkat Desa menghubungi dan mengumpulkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. setelah berkoordinasi dengan Tim Pengabmas dan Pihak Desa yang terlibat. Mengevaluasi kegiatan bersama dengan Tim Pengabmas Sinergi Tim. Sinergi tim pelaksana diwujudkan melalui pembagian tugas dan tanggung jawab antara ketua serta anggota tim secara bergantian, menyesuaikan dengan jenis kegiatan yang telah direncanakan. Rangkaian kegiatan dimulai dari proses perizinan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi dan Puskesmas Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi, dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan kegiatan, serta diakhiri dengan evaluasi dan monitoring secara komprehensif yang melibatkan kelompok masyarakat potensial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mendalo Laut, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 9 Juli 2025. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan kegiatan survei yang dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Pada tahap awal ini, tim pelaksana berkunjung ke Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi dan diterima oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular yang mewakili Kepala Dinas. Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus memohon izin serta dukungan dari Dinas Kesehatan agar dapat memfasilitasi dan mendukung pelaksanaannya. Setelah itu, tim melanjutkan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Penyengat Olak guna memaparkan lebih lanjut rencana pelaksanaan kegiatan, mencakup jadwal, lokasi, sasaran, serta bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Dari hasil koordinasi dengan Kepala Puskesmas, ditetapkan bahwa peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah warga Desa Mendalo Laut. Kegiatan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2025 terlihat pada gambar 1 dan 2. Sebagai bentuk dukungan, pihak Puskesmas menugaskan sejumlah staf untuk membantu pelaksanaan kegiatan, terutama dalam mengoordinasikan materi penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan Program CERDIK. JIPMASLAB W i t i K a r w i t i , d k k . | 31 Kepala Desa Mendalo Laut didampingi perangkat desa turut mendukung kegiatan ini. Tujuan dan proses kegiatan penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan dalam rangka pencegahan penyakit jantung coroner dan hipertensi serta Program CERDIK disampaikan oleh Tim. Penyuluhan tentang penyakit jantung koroner dan hipertensi serta Program CERDIK diberikan selama 30 menit lalu dilanjutkan dengan diskusi selama 1 jam. Penyuluhan terutama menjelaskan tentang penyebab, gejala, faktor risiko, deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung koroner dan hipertensi. Diskusi dilakukan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang penyakit jantung coroner dan hipertensi serta Program CERDIK. Setelah kegiatan penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar kolesterol, dan pemeriksaan glukosa darah menggunakan metode POCT terlihat pada gambar 3. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa, dengan bantuan tenaga kesehatan dari Puskesmas Penyengat Olak untuk memastikan kelancaran dan ketepatan pelaksanaan Selain pemeriksaan kesehatan, juga dilakukan wawancara secara informal dengan masyarakat guna menggali informasi mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita, riwayat keluarga dengan penyakit serupa, serta pola makan dan aktivitas fisik yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang merupakan warga Desa Mendalo Laut. Kabupaten Muaro Jambi. Gambar 1 dan 2. Penyuluhan tentang penyakit Jantung Koroner dan Hipertensi Gambar 3. Pemeriksaan Kesehatan 32 | W i t i K a r w i t i , d k k . JIPMASLAB Karakteristik peserta pada pengabdian masyarakat ini adalah mayoritas perempuan . %), usia < 50 tahun . %), pekerjaan ibu rumah tangga . %), dengan tingkat pendidikan dasar (SD SMP) . %). Data tersaji pada tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Masyarakat Karakteristik Jenis Kelamin - Laki-laki - Perempuan Usia - < 50 tahun - Ou 50 tahun Pekerjaan - Petani - Urus rumah tangga - Wiraswasta - Dll Pendidikan - Dasar (SD SMP) - Lanjutan (SMA Diplom. Persentase (%) Hasil pemeriksaan pada peserta pengabdian masyarakat adalah sebagian besar masyarakat menderita hipertensi . %), kadar glukosa darah normal . %), kadar kolesterol darah normal . %), dan nilai IMT normal . %). Data disajikan pada tabel di 2. Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat Desa Mendalo Laut Pemeriksaan Persentase (%) Tekanan Darah - Normal . - Pre hipertensi . - Hipertensi. Kadar Glukosa Darah - Normal . g/dL) - Hiperglikemia . g/dL) Kadar Kolesterol Darah - Normal . g/dL) - Hiperkolesterolemia . g/dL) Indeks Massa Tubuh - Normal - Gemuk - Obesitas W i t i K a r w i t i , d k k . | 33 JIPMASLAB Jumlah Berdasarkan hasil data kegiatan pengabdian masyarakat, mayoritas peserta yang terlibat adalah perempuan . %) dengan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga . %). Hal ini mencerminkan peran sentral perempuan dalam keluarga, yang sering kali menjadi pengelola kesehatan keluarga dan juga memiliki pengaruh besar dalam penerapan pola hidup sehat di rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan pentingnya melibatkan perempuan dalam program kesehatan seperti deteksi dini penyakit jantung coroner dan hipertensi, karena mereka berperan aktif dalam mendukung implementasi perilaku hidup sehat dalam keluarga dan mengedukasi anggota keluarga lainnya. Sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan ini berusia di bawah 50 tahun . %), menunjukkan bahwa hipertensi dan faktor risiko penyakit jantung koroner tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga kelompok usia produktif. Hal ini menunjukkan bahwa program pencegahan penyakit jantung koroner dan hipertensi seharusnya tidak hanya difokuskan pada kelompok usia lanjut, tetapi juga pada individu yang lebih muda. Dengan penerapan program CERDIK sejak dini, diharapkan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi dapat dikendalikan lebih awal, sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan . Ae. Tingkat pendidikan yang rendah, dengan sebagian besar peserta memiliki pendidikan dasar (SD SMP) sebanyak 62%, juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung koroner dan hipertensi. Masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah cenderung memiliki akses informasi yang terbatas tentang kesehatan dan cenderung kurang memahami cara mencegah penyakit hipertensi dan komplikasinya. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih sederhana dan mudah dipahami dalam penyuluhan kesehatan sangat diperlukan, agar pesan tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan perilaku hidup sehat dapat diterima dengan baik oleh masyarakat . Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mendalo Laut menderita hipertensi . %), kadar glukosa darah normal . %) dan memiliki kadar kolesterol darah normal . %). Hasil pemeriksaan ini dapat menjadi acuan untuk deteksi dini pencegahan faktor risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat tersebut. Dengan kondisi ini, deteksi dini hipertensi dan pemeriksaan kolesterol menjadi sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius. Program pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, dari hasil pre-test dan post-test . % menjadi 85%) serta mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh melalui pemeriksaan rutin dan penerapan gaya hidup 34 | W i t i K a r w i t i , d k k . JIPMASLAB Gambar 4. Grafik peningkatan pengetahuan masyarakat berdasarkan hasil pre-test dan post-test KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuStrategi Pencegahan dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Hipertensi melalui Peningkatan Pengetahuan dan Pemeriksaan KesehatanAy yang dilaksanakan di Desa Mendalo Laut, wilayah kerja Puskesmas Penyengat Olak. Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2025, memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini terbukti bermanfaat tidak hanya bagi masyarakat Desa Mendalo Laut, tetapi juga bagi Puskesmas Penyengat Olak serta Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit stroke yang semula hanya sebesar 38% meningkat menjadi 85% setelah pelaksanaan kegiatan. Selain itu, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Mendalo Laut memiliki faktor risiko terhadap penyakit hipertensi, sehingga kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit jantung koroner di wilayah UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak. Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, jajaran Puskesmas Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi, serta Kepala Desa Mendalo Laut beserta aparat desa yang telah menyukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Penyandang Dana Seluruh kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didukung oleh dana yang bersumber dari DIPA Poltekkes Kemenkes Jambi, yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Kontribusi Penulis Semua Penulis berkontribusi untuk terlaksananya kegiatan pengabdian ini. Witi Karwiti sebagai Ketua Pengabdian Masyarakat berkontribusi dalam berkoordinasi kepada Kepala JIPMASLAB W i t i K a r w i t i , d k k . | 35 Dinas Kesehatan. Kepala Puskesmas Penyengat Olak, dan Kepala Desa Mendalo Laut serta mengatur agar pengabdian Masyarakat ini berjalan dengan baik. Anggota Pengabdian Masyarakat Nasrazuhdy. Wuni Sri Lestari, dan Larasti Putri Umizah berkontribusi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam membuat ppt, membantu penyuluhan kepada masyarakat, melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat serta membuat artikel REFERENSI