PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JILBAB DENGAN TEKNIK ECOPRINT DAN SHIBORI DI PEDUKUHAN NGENTAK SELOHARJO PUNDONG BANTUL Alicia Christy Zvereva Gadi1. Kusminarko Warno2. Enny Zuhni Khayati3. Sri Emy Yuli Suprihatin4. Widyabakti Sabatari5 Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Email: aliciazvereva@uny. 3,4,5 ABSTRAK Saat ini motif pada tekstil sudah semakin beragam, namun masih bisa dikembangkan dengan berbagai penerapan teknik tekstil. Berbagai inovasi teknik tekstil yang muncul salah satunya adalah teknik pewarnaan dan penciptaan motif dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Teknik ecoprint dan shibori menjadi peluang baru yang sangat potensial bagi khalayak masyarakat yang ingin membuka usaha bidang tekstil tetapi juga ramah lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: . menemukan desain dan pembuatan jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori yang unik, menarik, kreatif, dan sedang trend saat ini, di pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul. melaksanakan pelatihan pembuatan jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori di pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul. menghasilkan produk jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori di pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul yang layak jual. Metode yang digunakan meliputi: . metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dalam bentuk: ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek individual, dan pendampingan. metode ceramah, tanya jawab, diskusi untuk memberi pembekalan pengetahuan mengenai teknik ecoprint dan shibori, desain, bahan, dan pola motif. metode praktek individual, pendampingan membuat jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori. Rencana hasil kegiatan pelatihan pembuatan jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori di pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul adalah 20 produk jilbab dengan desain kombinasi teknik ecoprint dan shibori dari bahan-bahan dan pewarna alam yang bekualitas dan layak jual. Kata Kunci: Ecoprint. Pelatihan. Shibori Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 ABSTRACT Currently, motifs on textiles are increasingly diverse, but they can still be developed by applying various textile techniques. Multiple innovations in textile techniques have emerged, including coloring techniques and creating motifs by considering environmental Ecoprint and Shibori techniques are new opportunities with great potential for people who want to open a textile business but are also environmentally friendly. The aim of this community service activity is: . to find a design and manufacture of hijab based on a combination of ecoprint and shibori techniques that is unique, attractive, creative, and currently trending in Ngentak. Seloharjo. Pundong. Bantul. carrying out training in hijabs manufacturing based on a combination of ecoprint and shibori techniques in Ngentak Seloharjo Pundong Bantul. producing hijab products based on a combination of ecoprint and shibori techniques in Ngentak Seloharjo Pundong Bantul that are suitable for sale. The methods used include: . the activity methods used in this community service are in the form of lectures, questions and answers, discussions, individual practice, and mentoring. lecture method, question and answer, and discussion to provide knowledge regarding ecoprint and shibori techniques, designs, materials and motif patterns. individual practice method, assistance in making hijabs based on a combination of ecoprint and shibori techniques. The result of the training activities of making hijabs based on a combination of ecoprint and shibori techniques is 20 marketable hijab products with designs combined with ecoprint and shibori techniques from quality natural materials and dyes. Keywords: Ecoprint. Training. Shibori Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. PENDAHULUAN Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan cipta masing-masing individu . Industri kreatif juga merupakan hal yang penting untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Salah satu bidang industri kreatif yang selalu berkembang adalah bidang fesyen dan tekstil. Saat ini, inovasi pembuatan motif pada tekstil sudah semakin beragam. Berbagai inovasi teknik tekstil yang muncul salah satunya adalah teknik pewarnaan dan penciptaan motif dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan pewarnaan dan pembuatan motif pada tekstil semakin berkembang dengan sangat pesat, baik dari keragaman teknik, hasil warna, motif, juga jumlah atau kuantitas yang dihasilkan. Hal ini juga merupakan tuntutan dari fast-fashion di mana permintaan mengenai busana baru setiap harinya semakin tinggi dan terjadi hampir di seluruh dunia . Akan tetapi, menurut penelitian Hassaan dan Nemr . menyimpulkan bahwa di bidang pewarnaan pada tekstil terdapat lebih dari 10,000 pewarna yang digunakan, di mana 70% di antaranya merupakan pewarna sintesis. Residu yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan dan telah menjadi perhatian dalam beberapa tahun belakangan ini. Melihat permasalahan tersebut, muncul beberapa alternatif untuk menciptakan motif pada kain namun tetap memperhatikan lingkungan dan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak berbahaya, antara lain ialah ecoprint dan shibori. AuEcoAy merupakan istilah yang tidak asing lagi pada masa kini dan hampir semua hal yang memiliki imbuhan AuecoAy merujuk pada kegiatan yang dilakukan manusia dengan memperhatikan keadaan Tujuannya ialah memanfaatkan berbagai bahan yang terdapat di sekeliling kita . mumnya benda yang telah digunaka. baik itu organik maupun anorganik untuk menciptakan tujuan baru bagi benda-benda tersebut . Ecoprint adalah sebuah proses mentransfer warna dan bentuk langsung pada kain. Teknik ecoprint dapat mengubah kain yang semula polos bisa diberikan beraneka ragam motif dengan menggunakan tumbuh- Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 tumbuhan . Berbagai peneliti dari dalam negeri maupun luar negeri melakukan uji coba dengan beragam jenis bahan. Hal ini menunjukkan ecoprint mampu menarik minat orang untuk melakukan suatu kegiatan yang mampu menghasilkan sesuatu namun juga bisa berkontribusi terhadap lingkungan karena produk dengan bahan-bahan alami mengandung nilai sustainability atau bersifat tahan lama . Sedangkan shibori merupakan istilah dalam bahasa Jepang dalam memanipulasi kain untuk menciptakan pola melalui metode pewarnaan celup . Teknik shibori memiliki keunikan tersendiri, karena memiliki dua sisi, sisi yang terkena oleh pewarnaan dan sisi yang tidak terkena warna. Pewarnaan dapat menggunakan warna alam maupun warna sintetis, namun seiring berjalannya waktu, pewarnaan sintetislah yang lebih sering digunakan karena warna yang dihasilkan sangat tahan lama. Oleh karena itu, dengan melihat keunikan serta keunggulan dari teknik ecoprint dan shibori ini, akan menjadi sebuah inovasi apabila mengkombinasikan kedua teknik tersebut menjadi produk fesyen yang ramah lingkungan dan layak jual. Pedukuhan Ngentak terletak di desa Seloharjo Pundong Bantul. Kondisi lingkungan yang asri dan dekat dengan tempat objek wisata Bantul Selatan, menjadikan peluang untuk menumbuhkan kreativitas dan kemauan berwirausaha warganya. Selama ini, kegiatan wirausaha di Pedukuhan Ngentak dilakukan oleh ibu-ibu yang tergabung dalam sebuah kelompok bernama Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngentak. Hal yang menjadi tantangan sekaligus kendala oleh kelompok ini adalah ibu-ibu KWT belum pernah mengolah potensi lingkungan di sekitar tempat tinggalnya sebagai bahan daya kreasi dan daya cipta produk fesyen yang ramah lingkungan. Selama ini ibu-ibu KWT Ngentak baru mengembangkan beberapa produk olahan makanan dari hasil tanaman sekitar lingkungan saja. Padahal untuk menciptakan produk fesyen yang menarik, dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dari Hal ini juga dirasakan kurang oleh ibu-ibu KWT Ngentak. Selain itu, lokasi pedukuhan ini juga dekat dengan tempat wisata bisa mendorong masyarakat untuk berlomba-lomba membuat produk fesyen berbasis alam, ramah lingkungan, yang bisa menjadi oleh-oleh pengunjung objek wisata. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan kurangnya kreativitas dan inovasi ibu-ibu KWT Ngentak adalah dengan menerapkan inovasi teknik pewarnaan dan kreativitas penciptaan motif tekstil berbasis ramah lingkungan. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan produk fesyen yaitu jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dan shibori, diharapkan ibu-ibu KWT Ngentak dapat membuka lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan perekonomian warga dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta terhadap produk fesyen ramah lingkungan. METODE Metode kegiatan yang digunakan dalam PkM ini adalah pelatihan dalam bentuk: . ceramah, . tanya jawab, . diskusi, . praktek individual, dan . Metode ceramah, tanya jawab, diskusi untuk memberi pembekalan pengetahuan mengenai desain, bahan, pola motif, dan teknik ecoprint dan shibori. Setelah itu dilanjutkan metode praktek individual, serta pendampingan membuat jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan Kegiatan ini dilaksanakan di Pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul. Mitra pelatihan yang menjadi khalayak sasaran PkM ini adalah ibu-ibu KWT Ngentak berjumlah 20 peserta. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada Hari: Sabtu, 29 Juli 2023. Pukul 09. 30 WIB. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) diusahakan berjalan sesuai rencana berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh khalayak sasaran. Sikap kedisiplinan, semangat yang tinggi, motifasi untuk mengembangkan produk kreatif dan inovatif sebagai motivasi meningkatkan perekonomian masyarakat di Pedukuhan Ngentak. Seloharjo. Pundong. Bantul baik oleh para pengabdi maupun khalayak sasaran menjadi modal utama untuk kesuksesan kegiatan PkM ini. Adapun hasil kegiatan PkM ini adalah: Pengembangan desain dan teknik desain dan teknik kombinasi ecoprint dan shibori pada produk jilbab yang unik, menarik, kreatif, dan sedang trend Pengembangan disain dan teknik kombinasi ecoprint dan shibori pada produk jilbab dilakukan dengan cara mengkombinasi teknik dasar pembuatan ecoprint menggunakan beberapa macam tanaman menjadi motif pada kain, kemudian ditambahkan pewarnaan pada kain dengan teknik shibori sebagai pemanis motif ecoprint tyang sudah dibuat sebelumnya. Proses pembuatan jilbab diawali dengan proses ecoprint terlebih Teknik ecoprint yang diterapkan dalam pelatihan ini adalah teknik pukul/pounding. Proses pembuatannya adalah sebagai berikut: Mordanting . Alat dan bahan Tabel 1. Alat dan Bahan Mordanting Alat Bahan Baskom/wadah Rayon Tali jemuran Larutan sisa mordanting Penjepit jemuran Bahan fiksator . awas/tunjun. Neraca digital Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Resep Air : 1 liter Berat bahan : 100 gr Sodium asetat : 5 gr/liter Tawas : 25 gr/liter Soda kue : 15 gr/liter Suhu : mendidih . oC) Waktu : A15 menit . Langkah-langkah: Siapkan air bersih pada panci Masukkan soda kue ke dalam air Masukkan sodium asetat, kemudian aduk hingga larut Masukkan tawas, kemudian aduk hingga larut Masukkan kain yang akan di mordanting, remas-remas kain agar cairan mampu meresap ke dalam serat kain A 5 menit Rebus larutan mordanting dengan kain sampai mendidih. Dalam keadaan mendidih, tunggu A 15 menit sembari diaduk Matikan api, tunggu hingga dingin Peras kain dan jemur kain hingga kering Extra Mordanting Alat dan bahan Tabel 2. Alat dan Bahan Extra Mordant Alat Bahan Baskom/wadah Rayon Tali jemuran Larutan sisa mordanting Penjepit jemuran Bahan fiksator . awas/tunjun. Neraca digital Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Resep Tawas : 4 gr/liter Tunjung : 4 gr/liter Langkah-langkah Untuk membuat larutan larutkan bahan fiksator . awas/tunjun. ke dalam larutan sisa mordaning, kemudian aduk hingga Masukkan kain kering yang telah di-mordanting, remas-remas kain agar cairan mampumeresap ke dalam serat kain A 5 menit Peras kain dan jemur kain hingga kering Bilas kain dengan air bersih, secara sekilas untuk menghilangkan zat mordanting yang terlalu melekat, kemudian peras kain dan kain siap untuk di-ecoprint. Ecoprint teknik pukul/pounding Alat dan bahan Tabel 3. Alat dan Bahan Ecoprint Teknik Pounding Alat Bahan Palu kayu Rayon yang sudah di Plastik Daun Baskom/wadah Air Tali jemuran Penjepit jemuran Langkah-langkah Membentangkan kain yang telah di-treatment . ordanting dan mordant i. di ataspermukaan yang datar dan rata. Meletakkan dan menyusun daun di atas permukaan kain. Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Melapisi daun dengan plastik tebal atau dapat diganti dengan kain putih yang sudah tidak terpakai. Tujuannya adalah peneliti dapat mengetahui bagian yang belum terpukul di daun sehingga memudahkan peneliti dalam proses pemukulan dan menghasilkan motif yang lebih rapi. Memukul daun hingga warna berpindah dari daun ke kain. Membuka lapisan plastik atau kain putih dan membersihkannya dari dedaunan yangmenenpel. Tunggu hingga kain kering. Fiksasi Alat dan bahan Tabel 4. Alat dan Bahan Fiksasi Alat Bahan Wadah Tawas Tali jemuran Tunjung Penjepit jemuran Air panas Neraca digital Air suhu ruang Resep Zat fiksator : 50 gr Air panas : 0. 25 liter Air : 0. 75 liter Langkah-langkah Langkah yang pertama adalah melarutkan zat fiksator dengan air panas sesuai resep. Kemudian menambahkan air bersih dengan suhu ruang sesuai resep, aduk dan diamkanhingga zat fiksator larut Memasukkan kain ke dalam larutan fiksator dan menunggunya selama 10 Ae 15 menitagar larutan meresap Menjemur kain hingga kering namun tidak di bawah terik matahari Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Desain dan teknik ecoprint sistem pounding tersebut di konstruksikan langsung pada 20 produk jilbab dengan pola desain mengikuti bentuk tanaman/ dedaunan yang ada disekitar lokasi pelatihan. Berikut adalah proses pembuatan jilbab dengan teknik ecoprint system pounding: Tabel 5. Desain dan Teknik Ecoprint Sistem Pounding pada Produk Jilbab Proses Mordanting dan Extra Mordant Peletakan Tanaman / Dedaunan Pada Jilbab Proses Pukul / Pounding Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Hasil Pencetakan Motif Daun setelah Dipukul/Pounding Proses Penjemuran Setelah Semua Daun Dicetak Hasil Jadi Motif Jilbab dengan Teknik Ecoprint Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Setelah proses ecoprint terlebih telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan teknik shibori. Teknik shibori diterapkan pada produk jilbab yang sudah terdapat motif ecoprint, sehingga desain motif shibori yang diterapkan ada di pinggiran Proses pembuatan teknik shibori adalah sebagai berikut: Bahan dan Alat Tabel 6. Bahan dan Alat Alat Bahan dan Zat Wadah plastik Kain katun/jilbab Karet gelang Zat warna remazol/naptol Sarung tangan Waterglass Gelas ukur TRO Resep 2 m kain mori Zat warna remazol . iru, kuning, hita. Untuk menghasilkan warna hijau digunakan perbandingan 2:2:1 yang berarti 1 sendok makan warna biru, 1 sendok makan warna kuning, dan A sendok makan warna hitam. 1 sendok makan waterglas 1 sendok makan TRO Air hangat secukupnya . ntuk melarutkan zat warn. Air biasa 200 cc untuk masing-masing jenis larutan Waktu rendam zat warna minimal 4 jam Tahapan Pewarnaan Lipatlah kain mori yang akan digunakan untuk membuat kain shibori dalam bentuk lipatan dasar dan bentuk menjadi segitiga sama sisi kemudian ikat dengan Rendamlah kain pada larutan TRO beberapa saat, kemudian angkat dan tiriskan hingga tidak menetes Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Larutkanlah zat pewarna remazol dengan cara menuangkan bubuk zat warna sesuai dengan ukuran menggunakan sedikit air panas lalu ditambahkan air biasa 200 cc. Aduklah hingga rata. Tingkat kepekatan zat warna bisa disesuaikan dengan Semakin pekat zat warna yang digunakan, semakin akan menghasilkan warna yang lebih cerah. Larutkan TRO sesuai ukuran. Pada proses pelarutan ini bisa dilakukan dengan air biasa saja. Larutkan zat fiksasi dengan waterglass sesuai ukuran menggunakan sedikit air panas lalu ditambah air biasa 200 cc. Celupkanlah kain yang sudah dilipat pada TRO beberapa menit. Celupkanlah kain pada larutan waterglass beberapa waktu hingga meresap pada Celuplah larutan zat warna lalu diamkan kurang Lebih 4 jam sampai dengan satu malam. Banyaknya zat warna bisa dicelupkan sesuai selera . urang lebih A bagian dari lipata. Setelah didiamkan 4 jam Ae satu malam, buka kain dan gelar pada bidang datar. keringkan pada panas matahari dan selanjutnya bisa di bilas. Berikut adalah proses pembuatan jilbab dengan teknik shibori itajime: Tabel 6. Desain dan Teknik Shibori pada Produk Jilbab Proses Mengikat Kain dengan Tali/Karet Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Proses Pewarnaan Kain Pelatihan pembuatan jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan shibori di pedukuhan Ngentak Seloharjo Pundong Bantul. Pelaksanaan pelatihan membuat jilbab berbasis kombinasi teknik ecoprint dan telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah disusun dan direncanakan berdasarkan musyawarah dengan khalayak sasaran. Pelatihan tersebut dapat dikategorikan berhasil karena selain potensi yang sudah dimiliki oleh khalayak sasaran, kualifikasi dan kompetensi pengabdi, sangat didukung oleh semangat atau kemauan dan kerja keras khalayak sasaran. Hal ini dibuktikan dengan tidak ada satu pesertapun yang izin untuk tidak mengikuti materi, demonstrasi, dan praktek yang dijadwalkan. Keramahan dan kehangatan berkmunikasi antara peserta pelatihan dan pengabdi, niat tulus penuh keramahan sangat mendukung terciptanya kondisi suasana yang hangat antar peserta serta antara peserta dan pengabdi. Sikap profesionalisme pengabdi juga diikuti oleh sikap disiplin para peserta inilah yang membangun kerja keras peserta untuk mengerjakan pekerjaannya secara cepat dan tepat. Mitra yang menjadi khalayak sasaran dalam pelatihan ini adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) pedukuhan Ngentak. Seloharjo. Pundong. Bantul berjumlah 20 orang. Pelatihan keterampilan berpikir kreatif dan inovatif adalah pemberian pengetahuan dasar tentang teknik ecoprint dan shibori, teori desain motif yang menarik, serta kewirausahaan untuk mengembangan produk fesyen berbasis ecoprint dan shibori kedepannya. Pada kegiatan ini, tim PkM memberikan ceramah dan diskusi antara pendamping dengan peserta, sehingga mengasilkan berbagai identifikasi kebutuhanAe Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. kebutuhan dan solusi permasalahan yang ada. Peserta pelatihan didampingi tim pengabdi dan berhasil mendiskusikan tentang: pengetahuan dasar ecoprint dan shibori, desain motif yang didapatkan dari peletakan daun dan pewarnaan kain, bahan dan alat yang digunakan, proses pembuatan ecoprint dan shibori pada produk jilbab, dan pengemasan produk. Selanjutnya pelatihan keterampilan pengembangan desainmotif ecoprint dan shibori, teknik ecoprint dan shibori, dan pengemasan produk ecoprint dan shibori pada produk jilbab. Pada kegiatan ini, pertama-tama tim PkM memperlihatkan produk ecoprint dan shibori yang telah jadi, serta jobsheet tutorial pembuatan ecoprint dan shibori pada produk jilbab yang sudah tim susun terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cara persiapan bahan dan alat, membuat ecoprint dan shibori pada produk jilbab, dan mengemas produk yang kemudian diikuti oleh semua peserta. Gambar 2. Pelatihan Kombinasi Teknik Ecoprint dan Shibori Untuk Produk Jilbab Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Peserta pelatihan didampingi tim pengabdi dan berhasil membuat produk jilbab dengan ecoprint dan shibori dengan bahan dan alat yang diberikan oleh tim pengabdi. Total keseluruhan produk yang dihasilkan berjumlah 20 buah jilbab dengan teknik ecoprint dan shibori yang layak jual. Pada akhir kegiatan, semua hasil produk payet peserta kemudian dinilai oleh tim sesuai dengan instrumen penilaian produk yang disiapkan Capaian kualitas hasil praktek peserta yang tergolong dalam kategori sangat baik atau layak jual telah memenuhi target, karena peserta terus diberi motivasi untuk pengembangan produk fesyen berbahan dasar alam dengan teknik ecoprint dan shibori yang sangat prospektif karena peminat produk fesyen berbasis ramah lingkungan kian Apalagi ditambah lokasi pedukuhan Ngentak sangat dekat dengan lokasi wisata unggulan Bantul Selatan, yaitu pantai Parangtritis. Hal inilah inilah yang menarik minat khalayak sasaran untuk terus semangat berlatih dan menghasilkan produk fesyen berbasis ecoprint dan shibori yang layak jual. Ketercukupan materi pelatihan, dan ketersediaan bahan praktek alat, sarana prasarana pelatihan akan sangat memberi dukungan keberhasilan Dokumentasi kegiatan di atas menunjukan pada keberhasilan kegiatan PkM yang sudah dilaksanakan. Bentuk keberhasilan lainnya adalah terlihat dari partisipasi kehadiran peserta disetiap pelaksanakan yang mencapai 100%, dan hasil penilaian produk jilbab dengan mengkombinasikan teknik ecoprint dengan shibori yang layak jual. Sedangkan dari sisi operasional anggaran juga dapat dijalankan sesuai dengan rencana. Berdasarkan data dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim PkM hasilnya 20 peserta . %) tergolong dalam kategori sangat baik artinya sangat layak jual. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dengan shibori cenderung berhasil dalam kategori baik, artinya peserta pelatihan telah dapat membuat produk fesyen berbahan dasar alam dengan kualitas sangat baik, yaitu kreativitas desain motif daun, motif shibori, kerapihan, serta peletakan motif pada produk jilbab yang Berdasarkan tercapainya kriteria ini, maka dapat disimpulkan hasil produk ini dapat dikatakan sudah layak jual. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. Tabel 7. Distribusi Frekuensi Kualitas Hasil Pelatihan Pembuatan Jilbab dengan Kombinasi Teknik Ecoprint dengan Shibori Interval nilai Kriteria Distribusi Frekuensi(N) 76 - 85 66 - 75 0 - 65 Sangat baik . angatlayak Jua. Baik . ayak jua. Cukup baik . ukuplayak jua. Tidak baik . idak layakjua. Persentase (%) Gambar 3. Kategorisasi Produk Hasil Pelatihan Jilbab Kombinasi Teknik Ecoprint dan Shibori Berdasarkan tabel dan diagram di atas menunjukkan bahwa hasil produk pelatihan pembuatan jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dengan shibori cenderung sangat baik atau cenderung sudah layak jual tarbukti semua peserta tergolong hasinya sangat layak jual, meskipun harus ditingkatkan frekuensi prakteknya supaya hasil motifnya lebih rapi. Hasil ini menunjukkan bahwa sudah 100% peserta dapat memproduksi jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dengan shibori dan layak jual. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan tergolong berhasil, karena sesuai dengan tolok ukur keberhasilan pelatihan yang telah ditetapkan bahwa pelatihan dikatakan berhasil jika 80 % pesertanya dapat menghasilkan produk yang layak jual. Volume 15 Nomor 2 Desember 2024 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 KESIMPULAN Sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukan maka dapat disimpulkan bahwa: Kegiatan PkM ini telah berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan inovatif para peserta pelatihan, yaitu ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Pedukuhan Ngentak dalam pengembangan desain produk fesyen berbahan dasar alam ramah lingkungan dengan teknik ecoprint dan shibori yang kreatif dan inovatif Kegiatan praktek untuk memproduksi produk jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dengan shibori berjalan dengan baik, dan lancar. Terlihat dari berhasilnya meningkatkan keterampilan pelatihan telah dapat membuat produk fesyen berbahan dasar alam dengan kualitas sangat baik, yaitu kreativitas desain motif daun, motif shibori, kerapihan, serta peletakan motif pada produk jilbab yang tepat. Meskipun ada sedikit hambatan namun hambatan tersebut dapat segera teratasi tidak sampai mengganggu keberhasilan kegiatan yang ada. Peserta sangat antusias buktinya konsisten hadir dalam pelatihan dan hasilnya maksimal. Hasil praktek pelatihan pembuatan produk jilbab dengan kombinasi teknik ecoprint dengan shibori berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian tim PkM dengan kriteria penilaian yang sudah di andalkan maka tergolong dalam kategori sangat baik artinya layak jual. Semua peserta . yang tergolong dalam kategori sangat baik ini berarti sangat layak untukdijual tapi masih perlu ditingkatkan kualitasnya . Volume 16 Nomor 1 Juni 2025 Alicia Christy Zvereva Gadi, dkk. Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Jilbab Dengan Teknik Ecoprint. DAFTAR PUSTAKA