PENERAPAN ODOO UNTUK PENGEMBANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA YAYASAN AMANAH BERBAGI DI PT VALUESTREAM INTERNASIONAL Junaedi Abdillah1. Nadya Ananta Octaviani2 Program Studi Komputerisasi Akuntansi. Institu Digital Ekonomi LPKIA Instansi Jln. Soekarno Hatta No. 456 Bandung 40266. Telp 022-75642823. Fax. junaediabdillah@lpkia. id, 2 220213003@fellow. Abstrak Laporan keuangan memiliki peranan yang sangat penting bagi sebuah organisasi karena menjadi dasar dalam menilai kondisi keuangan, mengevaluasi kinerja, serta membantu proses pengambilan keputusan yang tepat. Pada Yayasan Amanah Berbagi, proses pencatatan serta penyajian laporan keuangan sebelumnya masih dilakukan secara sederhana sehingga sering menimbulkan keterlambatan, kurang efisien, dan rawan terjadi kesalahan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan sistem yang mampu meningkatkan ketepatan, efektivitas, dan keandalan informasi keuangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menerapkan aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo, khususnya modul akuntansi, untuk mendukung pengembangan laporan keuangan pada Yayasan Amanah Berbagi. Tahapan yang dilakukan mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, serta pengujian. Data yang digunakan berasal dari transaksi keuangan yayasan, meliputi pemasukan dari donasi serta berbagai pengeluaran operasional. Hasil penerapan Odoo memperlihatkan bahwa sistem ini mampu menyajikan laporan keuangan secara lebih rapi, akurat, dan mudah diakses. Selain itu, penggunaan Odoo membantu mempermudah pencatatan transaksi, mempercepat proses penyusunan laporan, serta mengurangi potensi kesalahan dalam pengolahan data. Dengan demikian, penerapan Odoo dapat mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana yayasan, serta menjadi solusi efektif dalam pengembangan laporan keuangan pada organisasi nirlaba. Kata kunci : Odoo, laporan keuangan. ERP, yayasan, akuntansi. Pendahuluan Yayasan Amanah Berbagi adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosial dan Lembaga ini memiliki tanggung jawab penting dalam mengelola dana sosial yang berasal dari berbagai sumber, termasuk donatur perorangan, lembaga, dan program kemitraan. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendanai berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan pendidikan, panti asuhan, bantuan bencana, dan kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien sangat penting untuk menjaga kepercayaan donatur dan memastikan keberlanjutan program sosialnya. Dalam beberapa tahun terakhir. Yayasan Amanah Berbagi telah memanfaatkan perangkat lunak MYOB untuk pencatatan dan pelaporan MYOB merupakan perangkat lunak akuntansi desktop yang terkenal yang menyediakan fitur-fitur dasar untuk mencatat transaksi, menyiapkan laporan keuangan, dan mengelola kas dan rekening bank. Meskipun MYOB telah berkontribusi pada pencatatan transaksi keuangan yayasan, meningkatnya kompleksitas operasional dan memperlihatkan keterbatasan sistem tersebut. Beberapa tantangan yang dihadapi dalam penggunaan MYOB antara lain keterbatasan akses pengguna terhadap perangkat tertentu, kurangnya fleksibilitas dalam menyesuaikan sistem dengan kebutuhan internal yayasan, serta proses pelaporan yang masih memerlukan langkah-langkah manual dan cukup memakan waktu. Di sisi lain, keinginan manajemen untuk memantau kondisi keuangan secara real-time, meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, dan menyediakan akses bagi lebih banyak pemangku kepentingan telah mendorong inovasi dalam sistem informasi yang digunakan. Menanggapi dikembangkanlah sistem keuangan yang lebih modern, fleksibel, dan terintegrasi. Salah satu solusi yang dipilih adalah Odoo, sebuah sistem ERP Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index (Enterprise Resource Plannin. sumber terbuka yang menawarkan berbagai modul fungsional, termasuk akuntansi dan pelaporan keuangan. Odoo menawarkan keunggulan dalam hal fleksibilitas tinggi, antarmuka yang intuitif, integrasi yang mudah antar modul, dan kemampuan untuk disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Dengan fitur akuntansi terintegrasi, pelaporan otomatis, dukungan multi-pengguna, dan akses berbasis web. Odoo diharapkan dapat menggantikan MYOB yang sebelumnya digunakan. Sistem ini juga memungkinkan yayasan untuk meningkatkan akurasi, kecepatan, dan transparansi pelaporan keuangan. Melalui implementasi Odoo. Yayasan Amanah Berbagi tidak hanya meningkatkan sistem pencatatan keuangannya tetapi juga meningkatkan akuntabilitas kepada para donatur, mempercepat pengambilan keputusan manajemen, dan memperkuat tata kelola organisasi secara Pengembangan dan implementasi sistem keuangan berbasis Odoo ini merupakan langkah strategis yayasan dalam menjalankan transformasi digital, menghadirkan efisiensi dalam operasional, dan mendukung pertumbuhan organisasi di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas lembaga sosial di era modern saat ini. Identifikasi Masalah Yayasan Amanah Berbagi menghadapi beberapa tantangan dalam mengelola laporan keuangan yang berdampak pada transparansi dan efisiensi Beberapa isu utama yang teridentifikasi antara lain: Keterbatasan Fitur MYOB: Sistem MYOB yang digunakan sebelumnya memiliki beberapa keterbatasan, termasuk tidak mendukung pembuatan laporan secara real-time. Selain itu, sistem ini kurang fleksibel dalam pelaporan untuk banyak pengguna dan tidak terintegrasi langsung dengan kegiatan operasional yayasan, seperti pengumpulan dan penyaluran donasi. Hal ini menyulitkan perolehan informasi yang diperlukan secara cepat dan akurat. Proses Manual yang Memakan Waktu: Banyak proses pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual atau dalam format semi-digital. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan input data, duplikasi transaksi, dan keterlambatan penyusunan laporan keuangan, baik bulanan maupun tahunan. Proses yang tidak efisien ini mengakibatkan pemborosan waktu dan mengurangi produktivitas tim keuangan. Kurangnya Aksesibilitas dan Kolaborasi: Data keuangan hanya dapat diakses melalui perangkat tertentu dan tidak tersedia dalam format berbasis Akibatnya, mereka yang membutuhkan informasi laporan dengan cepat tidak dapat mengaksesnya dengan mudah. Keterbatasan ini menghambat kolaborasi antar divisi di yayasan dan memperlambat proses pengambilan keputusan yang seharusnya lebih cepat dan efisien. Kurangnya Jejak Audit yang Jelas: Sistem P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 MYOB tidak menyediakan riwayat perubahan data yang memadai, sehingga menyulitkan pelacakan perubahan atau pelaksanaan audit internal transaksi. Kurangnya jejak audit yang jelas ini dapat menimbulkan masalah akuntabilitas dan transparansi, yang merupakan aspek krusial dalam pengelolaan keuangan yayasan. Tujuan Penulisan Tujuan dari proyek akhir ini adalah untuk mengusulkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan laporan keuangan di Yayasan Amanah Berbagi melalui implementasi sistem Odoo. Secara spesifik, tujuan dari makalah ini mencakup beberapa aspek penting, antara lain: Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi: Membangun sistem informasi akuntansi berbasis Odoo yang dirancang untuk menggantikan sistem MYOB sebelumnya dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik yayasan. Hal ini bertujuan untuk memastikan sistem baru lebih efektif dalam mendukung operasional yayasan. Proses Migrasi Data Keuangan: Menerapkan migrasi terstruktur data keuangan dari sistem MYOB ke Odoo. Proses ini krusial untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan informasi keuangan selama transisi ke sistem baru. Peningkatan Efisiensi Operasional: Meningkatkan efisiensi operasional yayasan dengan mengotomatiskan pencatatan transaksi, rekonsiliasi bank, dan pembuatan laporan keuangan. Proses ini diharapkan dapat meminimalkan waktu dan sumber daya yang digunakan dalam proses-proses tersebut. Meningkatkan Transparansi Akuntabilitas: Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yayasan dengan menyediakan akses real-time ke laporan keuangan. Lebih lanjut, fitur jejak audit yang memadai akan membantu melacak setiap perubahan data keuangan, sehingga meningkatkan kepercayaan dari para donatur dan pemangku kepentingan lainnya. Memberikan Referensi Pengembangan Sistem Akuntansi Digital: Memberikan referensi yang bermanfaat bagi organisasi nirlaba lain yang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi lembaga lain dalam mengembangkan sistem akuntansi digital yang lebih baik. Kontribusi terhadap Transformasi Digital di Sektor Sosial: Memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses transformasi digital di sektor sosial melalui implementasi teknologi berbasis ERP sumber Langkah memungkinkan yayasan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kinerja manajemen keuangan dan operasionalnya secara Metodologi Pengembangan Sistem Metodologi yang diterapkan dalam proyek akhir ini menggunakan pendekatan Rapid Application Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index Development (RAD) yang dikombinasikan dengan teknik pembuatan prototipe. Pendekatan ini dipilih karena kemampuannya untuk mempercepat proses pengembangan sistem dengan melibatkan pengguna secara aktif di setiap tahap iteratif. Metodologi ini memberikan fleksibilitas dalam kustomisasi sistem berdasarkan kebutuhan aktual pengguna. Tahapan metodologi RAD yang diterapkan dalam penelitian ini meliputi: Identifikasi dan Perencanaan Kebutuhan Sistem: Proses ini dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan staf keuangan Tujuan dari tahap ini adalah untuk memahami proses pencatatan keuangan yang sedang berjalan dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan sistem MYOB. Pembuatan Prototipe Sistem: Tahap ini melibatkan pengembangan prototipe awal untuk sistem akuntansi berbasis Odoo. Ini mencakup konfigurasi awal modul akuntansi, pembuatan templat laporan, dan pengujian dasar untuk input Prototipe ini berfungsi sebagai gambaran awal sistem yang akan dikembangkan. Evaluasi dan Revisi Prototipe: Prototipe kemudian diuji oleh pengguna akhir dan tim pengembang untuk mendapatkan umpan balik yang Peningkatan dilakukan secara bertahap berdasarkan masukan yang diterima hingga sistem dianggap layak digunakan dan memenuhi semua kebutuhan yayasan. Implementasi Sistem: Pada tahap ini, yayasan mulai mengimplementasikan sistem Odoo. Proses ini meliputi migrasi data dari sistem MYOB, pelatihan pengguna, dan uji coba sistem dalam aktivitas keuangan harian untuk memastikan semua fungsi berjalan lancar. Pemeliharaan dan Dukungan Teknis: Setelah sistem diimplementasikan, pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional. Jika ditemukan masalah atau bug, perbaikan akan segera dilakukan. Lebih lanjut, dukungan teknis diberikan selama masa transisi ke sistem baru untuk memastikan adaptasi pengguna. Tinjauan Pustaka Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut (Puspitawati. Lilis, 2. Sistem informasi akuntansi merupakan integrasi dari berbagai komponen fisik dan nonfisik yang saling berhubungan secara harmonis yang bertujuan untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang digunakan oleh berbagai pengguna dalam proses pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan sistem yang dirancang untukmengumpulkan dan menampilkan informasi akuntansi sehingga akuntan dan eksekutifperusahaan dapat membuat keputusan yang tepat. (Widya Novita Sari & Hwihanus Hwihanus, 2. P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 Fungsi Sistem Informasi Akuntansi Menurut (Collins et al. , 2. Fungsi sistem informasi akuntansi sangat penting bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan serta berguna untuk menjaga asset perusahaan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi mengumpul dan menyimpan data tentang peristiwa, sumber daya, dan agen. Informasi yang dapat digunakan manajemen untuk membuat keputusan tentang peristiwa, sumber daya, dan agen. (Ilyas. Pengertian Yayasan Menurut (Suryamah & Lita, 2. Yayasan merupakan suatu Lembaga nirlaba, yaitu tidak mengutamakam perolehan laba atau keuntungan dalam melaksanakan kegiatannya, dengan fungsi utama untuk melaksanakan fungsi-fungsi social sesuai dengan maksud dan tujuan pendiriannya. Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan untuk mencapai tujuan tertentu dibidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, yang tidak memiliki anggota. (A. Kurniawan & Kurniawan, 2. Menurut (Kuswono & Iswandi, 2. Definisi yayasan sebagai suatu badan hukum yang didirikan untuk memberikan bantuan untuk tujuan sosial Laporan Keuangan Menurut (Dewianawati, 2. , laporan keuangan adalah suatu laporan yang berisi informasi tentang kondisi keuangan dari hasil operasi perusahaan pada periode tertentu. Menurut (Hastiwi et al. , 2. Laporan keuangan adalah suatu proses pelaporan yang menyajikan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif lainnya, perubahan ekuitas, laporan arus kas, juga catatan atas laporan keuangan serta informasi komparatif lainnya. Menurut (Apriani et al. , 2. Laporan keuangan berfungsi sebagai gambaran dari kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu, serta dapat memberikan manfaat bagi pihakpihak yang memerlukan informasi dari laporan keuangan tersebut Odoo Menurut (Siti et al. , 2. Odoo adalah platform ERP bersifat open source yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam Odoobanyak diminati baik industri kecil maupun menengah. Kelebihan utama dari Odoo adalah para developer bisa membuat sebuah aplikasi dengan menggabungkan modul-modul yang sudah disediakan Odoo adalah sebuah software aplikasi bisnis yang mencakup CRM atau Customer Relationship Management yang berarti strategi bisnis yang mengabungkan proses, manusia dan juga teknologi. Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jkb/index (J. Kurniawan & Ziferia, 2. Hasil Observasi Analis Sistem Berjalan Yayasan Amanah Berbagi sebelumnya menggunakan sistem MYOB Accounting sebagai solusi utama dalam menangani pencatatan transaksi keuangan harian dan rutin. Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi ini telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membantu proses administrasi keuangan dasar yayasan. Namun demikian, dalam perjalanan penggunaannya, mulai teridentifikasi berbagai keterbatasan dan kekurangan yang muncul baik dari sisi teknologi maupun aspek operasional sehari-hari. MYOB sebagai sebuah perangkat lunak akuntansi berbasis desktop mengharuskan pengguna untuk mengaksesnya melalui komputer tertentu yang sudah terinstal aplikasi tersebut. Keterbatasan akses ini menciptakan hambatan dalam kolaborasi antar staf keuangan, dimana hanya personel tertentu saja yang bisa mengoperasikan sistem tersebut. Kondisi ini menjadi masalah serius ketika staf yang bertanggung jawab berhalangan hadir atau ketika pihak manajemen membutuhkan akses cepat terhadap laporan keuangan untuk pengambilan keputusan Proses pencatatan transaksi dalam sistem ini dilakukan dengan cara yang cukup manual, dimana staf keuangan harus memasukkan setiap transaksi satu per satu secara manual. Data yang sudah dimasukkan kemudian harus diekspor ke dalam format spreadsheet Excel untuk dilakukan rekapitulasi menjadi laporan keuangan bulanan. Proses konversi dan pengolahan data ini memakan waktu yang tidak sedikit karena tidak adanya fitur otomatisasi yang memadai dalam sistem. Selain itu, sistem ini tidak mampu mengintegrasikan berbagai jenis transaksi seperti donasi, pengeluaran program sosial, dan kas operasional dalam satu platform terpadu, sehingga pencatatan harus dilakukan secara terpisah-pisah. Masalah lain yang cukup krusial adalah tidak adanya fitur audit trail dalam sistem ini. Ketidaktersediaan riwayat perubahan data membuat proses pelacakan transaksi menjadi sangat sulit dilakukan, terutama ketika ditemukan kesalahan pencatatan atau ketidaksesuaian saldo. Dari sisi keamanan data, sistem berbasis lokal ini juga menyimpan risiko tinggi terhadap kehilangan data apabila terjadi kerusakan pada perangkat atau ketiadaan backup data yang dilakukan secara rutin dan terencana. Menyadari kekurangan yang ada, yayasan kemudian memutuskan untuk melakukan transformasi digital secara menyeluruh terhadap sistem pencatatan Transformasi ini bertujuan untuk mengadopsi sistem yang lebih modern dengan fiturfitur yang lebih lengkap, mampu terintegrasi dengan berbagai aspek operasional yayasan, serta dapat diakses secara daring untuk mendukung kolaborasi yang lebih baik antar seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan yayasan. Flowchart Sistem Berjalan Dalam sistem lama yang masih diterapkan oleh Yayasan Amanah Berbagi dengan memanfaatkan perangkat lunak MYOB sebagai alat utama dalam pencatatan keuangan, terdapat berbagai kendala yang cukup signifikan. Kendala-kendala ini secara langsung memengaruhi aspek efisiensi kerja, ketepatan pencatatan, serta keterbukaan informasi dalam penyajian laporan keuangan yayasan. Setelah dilakukan pengamatan terhadap praktik yang berjalan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan pokok yang muncul dalam penerapan sistem tersebut, yaitu sebagai berikut: Akses terbatas dan tidak mendukung banyak Salah satu kelemahan utama dari aplikasi MYOB adalah keterbatasannya dalam hal Aplikasi ini hanya dapat dijalankan pada perangkat komputer tertentu yang sudah terpasang lisensi resmi, sehingga penggunaannya tidak bisa dilakukan secara bebas oleh staf lain di luar komputer Kondisi ini menimbulkan hambatan ketika staf keuangan yang biasa menggunakan aplikasi tersebut sedang tidak berada di tempat atau tidak dapat mengakses perangkat yang bersangkutan. Akibatnya, proses pencatatan transaksi maupun pengolahan data keuangan menjadi terhambat karena tidak ada mekanisme multi-user yang memungkinkan beberapa staf bekerja secara bersamaan. Ketergantungan terhadap proses manual dalam pengolahan data Proses kerja dengan MYOB masih melibatkan banyak langkah manual yang cukup menyita waktu. Misalnya, setiap kali diperlukan laporan keuangan bulanan, data harus terlebih dahulu diekspor ke Microsoft Excel untuk kemudian disusun ulang dalam format laporan yang sesuai dengan kebutuhan Selain itu, proses pencocokan saldo bank dengan catatan transaksi internal juga masih dilakukan secara manual, termasuk pencatatan data donatur yang sama sekali tidak terintegrasi ke dalam sistem MYOB. Semua pekerjaan manual ini tidak hanya memperlambat kinerja staf, tetapi juga membuka peluang terjadinya kesalahan input. Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jkb/index duplikasi data, hingga ketidakkonsistenan antar Proses rekonsiliasi bank yang lambat Rekonsiliasi antara catatan transaksi internal yayasan dengan rekening koran yang dikeluarkan pihak bank dilakukan melalui cara manual. Staf harus mencetak laporan transaksi dari MYOB sekaligus mencetak rekening koran, lalu membandingkan keduanya satu per satu secara langsung. Cara kerja seperti ini jelas memakan waktu lama, terutama jika volume transaksi dalam satu periode cukup besar. Selain memakan waktu, metode manual tersebut juga pencocokan akibat human error, misalnya ada transaksi yang terlewat atau salah dicatat. Keterbatasan dalam penyajian visualisasi data dan laporan secara real-time MYOB tidak menyediakan fasilitas berupa dashboard interaktif ataupun laporan keuangan yang dapat ditampilkan secara real-time. Akibatnya, ketika pengurus yayasan membutuhkan informasi terkini mengenai kondisi keuangan, staf terlebih dahulu harus mengolah data secara manual, baik dengan mengekspor ke Excel maupun dengan memformat ulang laporan yang tersedia. Kondisi ini memperlambat proses penyediaan informasi, dan pada gilirannya dapat menghambat kecepatan pengambilan keputusan strategis oleh pihak Kurangnya fleksibilitas dalam penyesuaian fitur terhadap kebutuhan Yayasan Masalah terakhir yang juga cukup penting adalah keterbatasan fitur dalam aplikasi MYOB. Struktur laporan yang tersedia bersifat kaku dan tidak sepenuhnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan yayasan yang bergerak di bidang sosial. Modul-modul yang ada cenderung dirancang untuk kebutuhan bisnis komersial, sehingga kurang sesuai ketika digunakan dalam konteks pengelolaan donasi dan program Hal ini membuat yayasan kesulitan untuk menyesuaikan sistem MYOB dengan perkembangan kebutuhan internal yang semakin kompleks, misalnya kebutuhan laporan khusus per program atau rekapitulasi donatur secara detail. Perubahan Sistem Penerapan sistem baru berbasis ERP Odoo yang bersifat open-source, modular, dan fleksibel. Sistem ini dirancang dengan mengintegrasikan beberapa modul utama, yaitu Accounting. Invoicing. Expenses, serta Bank & Cash Management. Melalui modulmodul tersebut, seluruh aktivitas keuangan yayasan dapat dikelola secara lebih terstruktur, mulai dari proses pencatatan transaksi, pengelompokan akun, validasi otomatis, hingga penyusunan laporan Seluruh proses dapat berjalan secara otomatis dan real-time, sehingga laporan keuangan dapat segera dihasilkan tanpa memerlukan ekspor dan pengolahan manual seperti pada sistem sebelumnya. Selain itu, sistem Odoo juga mendukung penyimpanan dokumen transaksi dalam bentuk Setiap bukti kas masuk, kas keluar, maupun dokumen pendukung lainnya dapat diunggah langsung sebagai lampiran pada catatan transaksi Fitur ini menjadikan proses pengarsipan lebih rapi, memudahkan pencarian kembali dokumen pada saat dibutuhkan, serta mempercepat proses audit baik internal maupun eksternal. Dengan adanya integrasi ini, transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan yayasan dapat ditingkatkan, sementara efisiensi kerja staf dalam mengelola transaksi keuangan juga semakin baik Flowmap Sistem Usulan Uraian alur sistem usulan dapat dijelaskan sebagai Donatur Proses dimulai ketika donatur melakukan transfer donasi. Donatur kemudian menyerahkan bukti donasi kepada pihak yayasan. Staff Keuangan Verifikasi bukti donasi: Staff keuangan memeriksa bukti transfer yang diberikan oleh Login aplikasi Odoo: Staff keuangan masuk ke aplikasi Odoo untuk mencatat transaksi. Input transaksi: Data donasi langsung diinput ke dalam Odoo tanpa perlu dicatat ulang di Excel. Pemeriksaan transaksi jurnal dan buku besar: Staff keuangan dapat langsung memeriksa pencatatan otomatis yang sudah masuk ke jurnal maupun buku besar di dalam Odoo. Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis http://jurnal. id/index. php/jkb/index Proses reporting: Sistem Odoo menyediakan menu reporting untuk menghasilkan laporan Print PDF: Laporan yang sudah jadi bisa dicetak dalam bentuk PDF. Laporan keuangan: Laporan akhir siap digunakan dan diserahkan ke manajer Odoo (Siste. Sistem Odoo melakukan verifikasi user saat login agar hanya pengguna berhak yang bisa Setelah login, sistem menampilkan dashboard sebagai pusat aktivitas pencatatan dan Semua transaksi yang diinput tersimpan secara otomatis di dalam database. Odoo dapat menghasilkan laporan keuangan secara langsung melalui fitur reporting, sehingga lebih cepat dan akurat dibandingkan sistem lama. Manager Keuangan Memeriksa laporan keuangan: Laporan yang dihasilkan dari Odoo diperiksa untuk memastikan data sesuai. Tanda tangan laporan keuangan: Setelah memberikan tanda tangan pengesahan. Proses selesai (END) setelah laporan disahkan. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Berdasarkan rangkaian kegiatan penelitian yang meliputi observasi lapangan, analisis sistem yang berjalan, hingga tahapan pengembangan dan penerapan sistem akuntansi baru, maka dapat dirumuskan sejumlah poin penting sebagai berikut: Keterbatasan pada Sistem Lama Sistem pencatatan keuangan yang sebelumnya dijalankan menggunakan aplikasi MYOB memiliki berbagai kelemahan yang cukup signifikan. Beberapa di antaranya adalah akses pengguna yang sangat terbatas karena hanya dapat dijalankan pada perangkat tertentu, tidak adanya integrasi dengan seluruh alur kerja yayasan, serta kurangnya dukungan terhadap kebutuhan transparansi dan fleksibilitas laporan keuangan. Hal ini membuat MYOB menjadi kurang relevan dengan kebutuhan operasional yayasan yang dinamis. Hambatan dalam Pengelolaan Keuangan Selain keterbatasan teknis, sistem lama juga keterlambatan penyusunan laporan keuangan, tingginya potensi kesalahan akibat pencatatan manual, serta ketergantungan yang besar terhadap staf tertentu yang memahami aplikasi. Kondisi ini menghambat efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan, sehingga berdampak pada P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 proses pengambilan keputusan yayasan. Pengembangan Sistem Baru dengan Odoo Implementasi sistem laporan keuangan berbasis Odoo dengan pendekatan Rapid Application Development (RAD) terbukti mampu menjawab permasalahan tersebut. Odoo sebagai platform ERP berbasis web menyediakan modul akuntansi yang lebih komprehensif, mulai dari pencatatan transaksi digital, validasi data secara otomatis, penyusunan laporan keuangan real-time, hingga tersedianya audit trail untuk menelusuri riwayat transaksi. Semua fitur ini sangat mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana yayasan. Keberhasilan Implementasi Sistem Penerapan sistem baru berjalan dengan baik berkat adanya dukungan dari berbagai aspek, seperti pelatihan staf secara langsung, migrasi data dari sistem lama yang dilakukan dengan metode terstruktur, serta uji coba penggunaan dalam aktivitas sehari-hari. Melalui implementasi ini, yayasan berhasil meningkatkan efisiensi waktu pencatatan, mengurangi kesalahan input, serta mempercepat akses informasi yang dibutuhkan manajemen. Hambatan Implementasi dan Solusinya Walaupun secara umum sistem dapat diimplementasikan dengan lancar, terdapat beberapa kendala yang muncul, seperti adaptasi staf terhadap antarmuka baru dan proses normalisasi data hasil migrasi dari MYOB ke Odoo. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pelatihan berulang, pendampingan penggunaan sistem, serta kolaborasi yang baik antara tim pengembang dan pengguna. Dampak Penerapan Odoo Secara keseluruhan, penerapan Odoo sebagai sistem akuntansi yayasan memberikan dampak positif yang nyata terhadap transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas manajemen keuangan. Sistem ini tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut, misalnya penambahan modul baru yang dapat operasional yayasan di masa mendatang. Saran Pemeliharaan dan Pembaruan Sistem Yayasan pemeliharaan sistem secara rutin, baik dari segi teknis maupun pembaruan konten data, agar sistem tetap berjalan optimal, aman, dan relevan mengikuti perkembangan kebutuhan organisasi. Pelatihan Staf Secara Berkala Mengingat sistem Odoo memiliki fitur yang cukup luas dan dinamis, pelatihan lanjutan perlu diberikan kepada staf yang terlibat, khususnya jika terdapat pembaruan fitur, penambahan modul baru, atau adanya perubahan struktur organisasi yang menuntut penyesuaian alur kerja. Penyusunan Dokumentasi Penggunaan Jurnal Komputer Bisnis Jurnal Komputer Bisnis P-ISSN 2303 - 1069 E-ISSN 2808 - 7410 http://jurnal. id/index. php/jkb/index Diperlukan adanya dokumentasi lengkap mengenai prosedur penggunaan sistem, baik dalam bentuk manual digital maupun cetak, agar staf baru yang bergabung dapat lebih mudah memahami cara kerja sistem tanpa harus bergantung sepenuhnya pada staf lama. Integrasi Modul Tambahan Manajemen mempertimbangkan integrasi Odoo dengan modul lain, seperti Customer Relationship Management (CRM) atau Donor Management System. Hal ini akan memperluas fungsi sistem, tidak hanya dalam akuntansi tetapi juga dalam manajemen relasi dengan donatur dan pengelolaan program yayasan. Penerapan Odoo bagi Yayasan Serupa Bagi yayasan lain atau organisasi nirlaba yang masih mengandalkan sistem manual maupun aplikasi desktop seperti MYOB, penggunaan Odoo sebagai ERP berbasis cloud dapat menjadi solusi yang Selain meningkatkan profesionalisme dalam tata kelola keuangan, sistem ini juga mendukung transparansi dan akuntabilitas yang menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan donatur dan pihak terkait lainnya. DAFTAR PUSTAKA