CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Optimalisasi Peran Bumdes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Tiyuh Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2023 Rama Satria1. Nur Islam2. Tia Marlinda Sari3 Universitas Muhammadiyah Lampung ramasatriaa005@gmail. com1, nurislam67719600@gmail. tiamarlinda22@gmail. Abstrak Optimalisasi Peran Badan Usaha Milik Desa menjadi fokus penting dalam upaya pemerintah mengembangkan perekonomian masyarakat. BUMDes Tiyuh Suka Jaya merupakan salah satu inisiatif utama dalam pengembangan ekonomi lokal. Namun upaya pemerintah desa dalam mengoptimalkan BUMDes Suka Jaya belum maksimal karena kurangnya sosialisasi tentang BUMDes, kurangnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BUMDes dalam pengembangan perekonomian masyarakat di Tiyuh Suka Jaya dan merumuskan strategi optimalisasi untuk meningkatkan efektivitas BUMDes dalam mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan purposive sampling, yang melibatkan pengurus BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan secara tematis untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi BUMDes dan merumuskan strategi optimalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Suka Jaya mempunyai peran penting dalam mengembangkan perekonomian masyarakat, namun peran tersebut belum optimal. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya partisipasi masyarakat, keterlambatan pencairan dana, dan kurangnya bimbingan dari pemerintah. Strategi optimalisasi yang disarankan antara lain penguatan kelembagaan, diversifikasi usaha, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan jaringan pemasaran dan kolaborasi dengan pihak ketiga. Dengan menerapkan strategi tersebut diharapkan BUMDes Suka Jaya dapat berfungsi lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat di Tiyuh Suka Jaya. Kata Kunci: Pembangunan Pembangunan Ekonomi. Partisipasi Masyarakat. Strategi Abstract Optimizing the Role of Village-Owned Enterprises is an important focus in the government's efforts to develop the community's economy. BUMDes Tiyuh Suka Jaya is one of the main initiatives in local economic development. However, the village government's efforts to optimize BUMDes Suka Jaya have not been optimal due to lack of socialization about BUMDes, lack of community participation, and lack of capital. This research aims to analyze the role of BUMDes in community economic development in Tiyuh Suka Jaya and formulate JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 optimization strategies to increase the effectiveness of BUMDes in achieving this This research uses descriptive qualitative research methods, with data collection techniques through interviews, observation and document analysis. Research informants were selected using purposive sampling, involving BUMDes administrators, village government and local communities. Data analysis was carried out thematically to identify challenges faced by BUMDes and formulate optimization strategies. The research results show that BUMDes Suka Jaya has an important role in developing the community's economy, but this role is not yet Obstacles faced include lack of community participation, delays in disbursement of funds, and lack of guidance from the government. Recommended optimization strategies include institutional strengthening, business diversification, increasing community participation, as well as developing marketing networks and collaboration with third parties. By implementing these strategies, it is hoped that BUMDes Suka Jaya can function more effectively and sustainably, so that it can make a greater contribution to the welfare of the community in Tiyuh Suka Jaya. Keywords: Economic Development. Community Participation. Development Strategy Pendahuluan Desa merupakan satuan masyarakat hukum dengan wilayah tertentu yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus pemerintahan serta kepentingan masyarakat setempat berdasarkan hak asal-usul dan tradisi yang diakui dalam sistem pemerintahan Indonesia, seperti yang diatur dalam UndangUndang No. 32 Tahun 2004. Menurut Undang-Undang No. 6 Tahun 2004 menyatakan bahwa desa, sebagai unit terkecil dalam pemerintahan, memiliki wilayah sendiri dan mampu mengembangkan sumber daya alam dan manusia untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya (Putra. Pembangunan desa, yang diatur dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mengembangkan potensi desa. Dengan pengelolaan sumber daya alam, manusia, dan potensi lain, desa dapat menjadi mandiri dan maju. Menurut (Sutikno et al. , 2. , pembangunan desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan yang merata dan mengurangi kesenjangan antara kota dan desa, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan berkelanjutan di berbagai bidang. Mencapai kesejahteraan di desa tidaklah mudah karena pola pikir warga yang masih tradisional sering kali memperlambat kemajuan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah pusat memperkenalkan BUMDes sebagai lembaga ekonomi untuk membantu meningkatkan perekonomian desa. Dengan otonomi daerah, beberapa daerah, seperti Tulang Bawang Barat, telah mengadopsi istilah "Tiyuh" sebagai pengganti desa, yang diatur dalam Perda Tulang Bawang Barat No. 6 Tahun 2018. Menurut (Saleh et al. , 2. BUMDes merupakan entitas ekonomi yang dikelola oleh masyarakat desa dan berperan penting dalam mendorong perekonomian lokal dan kesejahteraan warga. Menurut Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan, pengelolaan BUMDes harus dilakukan secara kolaboratif, partisipatif, terbuka. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 dan berkelanjutan. Prinsip-prinsip seperti transparansi, tanggung jawab, profesionalitas, kesetaraan, dan akuntabilitas harus menjadi dasar pengelolaan BUMDes, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan desa, dan mendukung kemandirian ekonomi desa. Prosedur pengelolaan dan pendirian BUMDes diatur dalam Peraturan Bupati Tulang Bawang Barat Nomor 8 Tahun 2015, yang berfungsi sebagai panduan bagi Tiyuh dalam mendirikan BUMDes. Proses ini melibatkan sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa melalui musyawarah atau rembuk desa. Pengembangan BUMDes telah menjadi kebijakan strategis dari Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dengan berbagai intervensi dari Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan untuk mendorong produk unggulan kawasan (Prukade. Menurut (Puspaningtyas & Ismail, 2. , tujuan utama pendirian BUMDes meliputi peningkatan ekonomi desa, optimalisasi aset desa untuk kesejahteraan, pengelolaan potensi ekonomi, pengembangan kerjasama usaha, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan desa dan masyarakat. BUMDes berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa, sumber Pendapatan Asli Desa (PADe. , dan sarana untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Tantangan utama bagi pemerintah desa adalah mengelola BUMDes secara efektif untuk mencapai target pendapatan asli desa dan melaksanakan program yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Salah satu BUMDes yang menjadi fokus penelitian ini adalah BUMDes di Tiyuh Suka Jaya. Kecamatan Gunung Agung. Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sebelum berdirinya BUMDes ini, masyarakat setempat sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh kasar, dengan pertanian padi, karet, singkong, dan sawit sebagai sumber utama penghasilan. Namun, pada tahun 2017 hingga 2019, hasil panen tidak optimal dan harga jual menurun, sehingga masyarakat merasa perlu mencari alternatif penghasilan. Pemerintah tiyuh kemudian mendirikan BUMDes pada 17 April 2019 dengan nama BUMDes Suka Jaya, untuk mendukung perekonomian desa dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Jenis usaha yang dikembangkan oleh BUMDes ini meliputi penyewaan stand booth untuk berjualan makanan dan minuman, serta pembibitan singkong, yang dipilih karena singkong merupakan komoditas utama di tiyuh ini. Pemerintah tiyuh menyediakan lahan seluas 1 hektar untuk penanaman singkong, dengan tujuan menghasilkan bibit singkong unggul yang bisa dijual. Hingga kini. BUMDes Suka Jaya telah menjalankan dua jenis usaha tersebut. Tabel 1. Jumlah Unit Usaha BUMdes Jenis Total Total Total Usaha Komoditas Usaha Usaha (Uni. 2023 (Uni. (Uni. Stand booth Bibit Singkong Sumber: BUMDes Suka Jaya 2023 JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Berdasarkan informasi yang diperoleh. BUMDes Suka Jaya memiliki dua jenis usaha yang mampu menyerap tenaga kerja, namun menghadapi kendala yang menghambat optimalisasi perannya. Harapan agar BUMDes dapat membantu perkembangan ekonomi masyarakat belum tercapai secara maksimal, terutama karena kurangnya sosialisasi dan perhatian terhadap BUMDes, sehingga banyak warga tidak memahami apa itu BUMDes dan kurang tertarik untuk Masalah lain yang muncul adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan BUMDes akibat keterbatasan sumber daya manusia, yang disebabkan oleh kurangnya keterampilan, pendidikan formal, dan pemahaman tentang BUMDes. Hal ini berdampak signifikan pada manajemen dan perkembangan usaha BUMDes. Data pendidikan di Tiyuh Suka Jaya menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang rendah, yang menyebabkan mereka lebih memilih bekerja sebagai petani atau buruh kasar. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah tiyuh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam kegiatan BUMDes melalui komunikasi yang baik antara pemerintah tiyuh, pengelola BUMDes, dan masyarakat. Peran pemerintah Tiyuh Suka Jaya semakin berkurang, terutama setelah pemilihan kepala tiyuh pada tahun 2022 yang menghasilkan kepemimpinan baru. Pergantian ini menyebabkan banyak pengurus BUMDes mengundurkan diri, termasuk sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja sama dengan BUMDes. Akibatnya, beberapa sarana dan prasarana yang telah disediakan, seperti stand booth untuk UMKM, terbengkalai dan tidak digunakan. Peneliti melakukan pra survei dengan mewawancarai Ibu Maryati, salah satu pelaku UMKM di Tiyuh Suka Jaya, yang menyatakan bahwa biaya sewa bulanan stand booth sebesar 1 juta rupiah terlalu tinggi dibandingkan dengan pendapatan mereka, sehingga mereka memilih untuk berdagang di rumah. Selain itu, rendahnya jumlah pengunjung dan pembeli juga memperburuk kondisi ini. Berdasarkan konteks permasalahan ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuOptimalisasi Peran BUMDes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat (Studi pada Tiyuh Suka Jaya. Kecamatan Gunung Agung. Kabupaten Tulang Bawang Bara. Ay Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam mengenai optimalisasi peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi masyarakat di Tiyuh Suka Jaya. Kecamatan Gunung Agung. Tulang Bawang Barat pada tahun 2023 (Sugiyono, 2. Penelitian ini berfokus pada pemahaman secara holistik terhadap fenomena yang terjadi, serta menganalisis bagaimana peran BUMDes dapat dioptimalkan dalam upaya peningkatan kesejahteraan Pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara rinci melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, di JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 mana informan dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan adalah teknik wawancara dalam pengumpulan data yang diperoleh langsung dari informan penelitian, yaitu Optimalisasi Peran BUMDes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Tiyuh Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung Kabupaten Tulang Bawang Barat. Data ini diperoleh melalui Studi Lapangan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara langsung oleh peneliti. Sedangkan data sekunder meliputi kajian referensi berupa buku, journal, dan dokumen Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi. Hasil dan Pembahasan Pada jaman dahulu Tiyuh Suka Jaya terkenal dengan hasil pertanian dan menurut tokoh masyarakat tanah di Tiyuh Suka Jaya sangat subur, sehingga kehidupan masyarakat Tiyuhpun bisa dikatakan makmur. Tiyuh Suka Jaya berdiri pada tahun 1982. Asal mula pemberian nama Tiyuh ini bermula dari musyawarah yang dilakukan para tokoh agama. Yaitu Tomo Sarijo. Sujadi. Kyai H. Muhlisin. Sakim, dan H. Muksin. Dari kelima tokoh masyarakat dan agama tersebut yang paling banyak dikenal masyarakat dan disegani oleh masyarakat adalah Tomo Sarijo, dari musyawarah yang dilakukan tersebut diambil kesepakatan bahwa Tiyuh ini diberi nama Tiyuh Suka Jaya yang diambil dari sejarah translokasi Hal itu sebagai bentuk harapan Tomo Sarijo agar kedepan nya tiyuh ini bisa lebih maju dan berjaya dalam memimpin dan membimbing masyarakat terutama dalam bidang agama. Luas tiyuh Suka Jaya 62 ha, dengan lahan produktif 540 ha. Visi Tiyuh Suka Jaya adalah mewujudkan masyarakat yang mandiri, demokratis, dan unggul dalam sumber daya manusia, serta menjadi pusat keunggulan pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di era pemerintahan global. Misi Tiyuh meliputi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui produksi pertanian, pengembangan usaha ekonomi produktif, peningkatan sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Selain itu, tiyuh ini juga fokus pada peningkatan kondisi keamanan dan ketertiban, kesejahteraan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam secara Struktur organisasi pemerintahan Tiyuh Suka Jaya mencakup berbagai posisi penting, termasuk Kepala Tiyuh. Sekretaris. Kepala Urusan, dan Kepala Seksi, masing-masing dengan tugas dan fungsi khusus. Kepala Tiyuh bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan tiyuh, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat, sementara Sekretaris membantu dalam administrasi Kepala Urusan dan Kepala Seksi bertugas dalam urusan pelayanan JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 administrasi, keuangan, dan perencanaan, serta pelaksanaan tugas operasional di bidang pemerintahan, kesejahteraan, dan pelayanan masyarakat. BUMDes Suka Jaya sebagai bagian dari program unggulan dari tiyuh Suka Jaya memainkan peran penting dalam penguatan ekonomi lokal melalui pengelolaan berbagai potensi ekonomi tiyuh. BUMDes ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usaha ekonomi yang produktif, sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa. Struktur organisasi BUMDes Suka Jaya terdiri dari Komisaris. Pengawas. Direktur. Sekretaris. Bendahara, dan beberapa Ketua Unit Usaha yang bertanggung jawab atas berbagai fungsi operasional. BUMDes ini diharapkan dapat mengelola aset ekonomi desa secara optimal, mendukung pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Peran pemerintah Tiyuh Suka Jaya dalam mengelola BUMDes meliputi pendirian, partisipasi dalam pengendalian program kerja, dan pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes, seperti pemberian pinjaman modal usaha. Pemerintah tiyuh juga terlibat dalam pengawasan, pengontrolan, dan evaluasi program BUMDes, menjalankan tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawabnya untuk mengurus kepentingan masyarakat, terutama dalam pengembangan BUMDes. Namun, dalam pelaksanaannya, masih ada beberapa kendala, seperti keterlambatan pencairan dana dan kurangnya aturan teknis yang menyebabkan lambannya pengembangan BUMDes serta rendahnya partisipasi Sebagai regulator pemerintah Tiyuh Suka Jaya bertugas menyiapkan kebijakan dan peraturan yang menjadi acuan dasar dalam pelaksanaan program BUMDes. Hasil wawancara dengan Kepala Tiyuh Suka Jaya. Bapak Munar, menunjukkan bahwa pemerintah tiyuh menyadari pentingnya kebijakan yang mendukung pertumbuhan BUMDes dan kebutuhan masyarakat. Namun, masih ada tantangan, seperti kurangnya sosialisasi yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah tiyuh perlu meningkatkan sosialisasi dan komunikasi agar masyarakat lebih memahami peran dan manfaat BUMDes. Pemerintah tiyuh berperan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan memberikan bimbingan kepada pengurus BUMDes. Wawancara dengan Sekretaris BUMDes. Ibu Wulandari, menunjukkan bahwa bimbingan dari pemerintah tiyuh kurang intensif, yang mengakibatkan lambatnya perkembangan BUMDes. Kendala lainnya termasuk minimnya anggaran dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan BUMDes. Hal ini berdampak pada efektivitas program BUMDes, seperti usaha standbooth yang mengalami kesulitan akibat kurangnya partisipasi dan keterlambatan pembayaran sewa oleh pelaku UMKM, sebagaimana disampaikan oleh Ketua BUMDes Suka Jaya. Bapak Fakhry Rizal. Sebagai fasilitator pemerintah Tiyuh Suka Jaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan program BUMDes dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, dan akses informasi. Menurut Bapak Munar. Kepala Tiyuh Suka Jaya, meskipun upaya ini telah membantu perkembangan BUMDes, masih ada kekurangan dalam merespons kendala yang dihadapi oleh masyarakat. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Wawancara dengan Ibu Maryati, salah satu pelaku UMKM, menunjukkan bahwa partisipasi dalam pelatihan masih kurang optimal, dan masyarakat mengharapkan program yang lebih relevan dengan kebutuhan mereka. Ketua BUMDes Suka Jaya. Bapak Fakhry Rizal, juga menyadari pentingnya peningkatan komunikasi dan keterlibatan aktif warga dalam pengurusan BUMDes. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah tiyuh. BUMDes, dan masyarakat, akan tercipta kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama di Tiyuh Suka Jaya. Peran BUMDes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Tiyuh Suka Jaya BUMDes merupakan salah satu instrumen penting yang dibentuk oleh pemerintah tiyuh untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Tiyuh Suka Jaya. Kecamatan Gunung Agung. Kabupaten Tulang Bawang Barat. BUMDes memainkan peran penting dalam memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menganalisis bagaimana BUMDes Suka Jaya berkontribusi dalam pengembangan ekonomi masyarakat, termasuk tantangan yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran BUMDes dalam mencapai tujuan ini. Salah satu peran utama BUMDes Suka Jaya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha ekonomi produktif. Dengan menyediakan standbooth untuk pelaku UMKM. BUMDes berkontribusi dalam menyediakan sarana yang mendukung kegiatan ekonomi lokal. Standbooth ini memungkinkan para pedagang untuk memiliki tempat yang strategis dalam menjual produk mereka, yang pada tujuannya dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan masyarakat. Meskipun peran ini terlihat signifikan, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala yang menghambat optimalisasi peran BUMDes. Berdasarkan wawancara dengan beberapa pelaku UMKM di Tiyuh Suka Jaya, beberapa dari mereka mengeluhkan biaya sewa standbooth yang dianggap terlalu mahal. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban pembayaran sewa, yang pada akhirnya menyebabkan beberapa pelaku usaha memilih untuk menghentikan aktivitas mereka di standbooth dan kembali berjualan di rumah. Meskipun usaha ini berpotensi untuk memberikan pendapatan yang stabil, kurangnya partisipasi masyarakat dan rendahnya tingkat konsumen menjadi hambatan utama. Tantangantantangan ini menunjukkan bahwa meskipun BUMDes Suka Jaya memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengatasi kendala-kendala yang ada dan memastikan bahwa usaha-usaha yang dikelola dapat beroperasi secara BUMDes Suka Jaya juga berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Tiyuh Suka Jaya melalui pelatihan dan Pemerintah Tiyuh, bekerja sama dengan BUMDes, secara rutin mengadakan pelatihan untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan UMKM. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 mulai dari keterampilan teknis dalam pengelolaan usaha, manajemen keuangan, hingga pemasaran produk. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengelola usaha mereka sendiri, tetapi juga dapat berkontribusi lebih dalam pembangunan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, pelatihan manajemen keuangan yang diberikan kepada pelaku UMKM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran, sehingga dapat mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh dari usaha yang Efektivitas pelatihan ini masih menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta pelatihan, ditemukan bahwa tidak semua pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka secara signifikan. Beberapa peserta merasa bahwa materi yang disampaikan kurang relevan dengan kebutuhan mereka, atau pelatihan tidak diadakan secara berkala sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak dapat diterapkan secara efektif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi yang berkelanjutan terhadap program pelatihan yang ada, dengan fokus pada penyesuaian materi pelatihan agar lebih sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakat dan tantangan yang mereka hadapi dalam pengembangan usaha. Meskipun BUMDes Suka Jaya memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi masyarakat, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai tantangan dan hambatan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan BUMDes. Berdasarkan wawancara dengan Ketua BUMDes Suka Jaya, disampaikan bahwa meskipun upaya untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan BUMDes sudah dilakukan secara maksimal, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya berpartisipasi dalam pengembangan usaha. Rendahnya partisipasi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya sosialisasi dari pemerintah tiyuh dan BUMDes terkait manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dari keterlibatan mereka dalam kegiatan BUMDes. Selain itu, banyaknya masyarakat yang masih bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber utama pendapatan mereka juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka kurang tertarik untuk terlibat dalam usaha-usaha yang dikelola oleh BUMDes. Kendala lain yang dihadapi adalah keterlambatan dalam pencairan dana yang diperlukan untuk pengembangan usaha BUMDes. Hal ini menyebabkan beberapa program kerja BUMDes terhambat pelaksanaannya, sehingga usaha-usaha yang telah direncanakan tidak dapat berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Selain itu, kurangnya aturan teknis dan panduan yang jelas dalam pengelolaan BUMDes juga menjadi hambatan, terutama dalam hal manajemen keuangan dan operasional usaha. Peran pemerintah Tiyuh Suka Jaya dalam pengelolaan BUMDes tidak hanya terbatas pada pendirian dan pengaturan kebijakan, tetapi juga mencakup fungsi pengawasan dan pembimbingan. Pemerintah tiyuh bertanggung jawab untuk memastikan bahwa BUMDes dikelola sesuai JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 dengan aturan yang telah ditetapkan dan bahwa program-program yang dijalankan BUMDes benar-benar berkontribusi pada pengembangan ekonomi Pengawasan dilakukan melalui pemantauan rutin terhadap kegiatan BUMDes, termasuk evaluasi terhadap kinerja usaha-usaha yang Namun, dalam praktiknya, pengawasan ini sering kali tidak berjalan dengan optimal. Berdasarkan wawancara dengan Sekretaris BUMDes. Bapak Samsudi, disampaikan bahwa bimbingan dari pemerintah tiyuh dalam pengelolaan BUMDes masih kurang intensif, yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesibukan pengurus BUMDes dan minimnya anggaran yang tersedia untuk kegiatan pendampingan. Mengatasi masalah ini diperlukan peningkatan kapasitas pemerintah tiyuh dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pembimbingan. Ini bisa dilakukan melalui peningkatan jumlah dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan BUMDes, serta alokasi anggaran yang memadai untuk mendukung kegiatan pendampingan dan pengawasan. Dengan demikian, pemerintah tiyuh dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dalam mendukung pengembangan BUMDes. BUMDes Suka Jaya juga memiliki dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat. Keberadaan BUMDes tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup mereka. Misalnya, melalui program-program pelatihan yang diadakan oleh BUMDes, masyarakat mendapatkan akses kepada pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat mereka gunakan untuk mengembangkan usaha sendiri atau meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan mereka. Dampak positif lainnya adalah peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pembangunan ekonomi tiyuh. Meskipun partisipasi ini masih belum optimal, keberadaan BUMDes telah membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih terlibat dalam kegiatan ekonomi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi mereka. Ini adalah langkah penting menuju pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari program pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam proses tersebut. Dampak sosial dan ekonomi ini masih perlu ditingkatkan. Untuk itu. BUMDes Suka Jaya perlu mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam menjangkau masyarakat, terutama kelompok-kelompok yang selama ini kurang terlibat dalam kegiatan BUMDes. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan sosialisasi dan promosi tentang manfaat yang dapat diperoleh dari keterlibatan dalam kegiatan BUMDes, serta menyediakan insentif yang menarik bagi mereka yang berpartisipasi. Evaluasi kinerja BUMDes Suka Jaya menjadi hal penting untuk memastikan bahwa usaha-usaha yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen keuangan, efektivitas program, hingga partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap strategi dan kebijakan yang ada. Keberlanjutan BUMDes juga menjadi perhatian JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Untuk memastikan bahwa BUMDes dapat terus beroperasi dalam jangka panjang, diperlukan pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada hasil. Ini termasuk penerapan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan, serta pengembangan kapasitas pengurus BUMDes melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan. Penting untuk menjaga hubungan yang baik antara BUMDes, pemerintah tiyuh, dan masyarakat. Hubungan ini harus dibangun berdasarkan prinsip saling percaya dan kerja sama, dengan tujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya pengembangan ekonomi desa. BUMDes juga perlu terus berinovasi dalam mengembangkan usaha-usaha baru yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian tiyuh. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa BUMDes Suka Jaya memiliki peran yang penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat di Tiyuh Suka Jaya. Namun, peran ini belum sepenuhnya optimal akibat berbagai kendala yang dihadapi, termasuk kurangnya partisipasi masyarakat, keterlambatan pencairan dana, dan kurangnya bimbingan dari pemerintah tiyuh. Untuk mengoptimalkan peran BUMDes, disarankan agar pemerintah tiyuh meningkatkan upaya sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat, memperbaiki sistem pengelolaan dan pencairan dana, serta memberikan bimbingan yang lebih intensif kepada pengurus BUMDes. Selain itu, perlu adanya penyesuaian terhadap programprogram pelatihan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan BUMDes Suka Jaya dapat berfungsi secara lebih efektif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi desa di Tiyuh Suka Jaya. Strategi Optimalisasi Peran BUMDes Suka Jaya BUMDes merupakan lembaga ekonomi yang dibentuk oleh desa untuk mengelola potensi lokal dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan Di Tiyuh Suka Jaya. Kecamatan Gunung Agung. Kabupaten Tulang Bawang Barat. BUMDes memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi lokal. Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi yang ada. Langkah pertama dalam mengembangkan strategi optimalisasi adalah melakukan analisis kebutuhan dan potensi lokal. Setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan potensi apa yang dapat dimaksimalkan. Di Tiyuh Suka Jaya, analisis ini dapat dilakukan melalui survei dan dialog dengan masyarakat untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang berpotensi untuk dikembangkan. Sesuai konteks BUMDes Suka Jaya, beberapa potensi yang dapat dikembangkan meliputi sektor pertanian. UMKM, dan layanan publik seperti JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 pengelolaan air bersih dan energi terbarukan. Misalnya, dengan memanfaatkan lahan pertanian yang luas. BUMDes dapat mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian menjadi produk siap jual, seperti makanan olahan atau produk Selain itu, dukungan terhadap UMKM lokal melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka di pasar. Untuk melaksanakan strategi ini, penting bagi BUMDes Suka Jaya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta. Kerja sama ini dapat memperkuat posisi BUMDes dalam mengakses sumber daya dan modal, serta mendapatkan dukungan teknis dan manajerial yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha-usaha yang ada. Penguatan kelembagaan dan manajemen merupakan langkah penting dalam optimalisasi peran BUMDes. Kelembagaan yang kuat dan manajemen yang profesional akan memastikan bahwa BUMDes dapat beroperasi dengan efisien dan efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Fajar, 2. Di BUMDes Suka Jaya, langkah ini bisa dimulai dengan memperbaiki struktur organisasi dan membangun kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan BUMDes. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pengurus BUMDes. Pelatihan ini harus mencakup berbagai aspek manajemen, termasuk manajemen keuangan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, pengurus BUMDes akan lebih siap dalam menghadapi tantangan operasional dan membuat keputusan yang tepat untuk kemajuan usaha. Penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi, juga sangat penting. BUMDes harus memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan yang diambil didasarkan pada kepentingan masyarakat, dan bahwa pengelolaan dana dilakukan dengan jujur dan bertanggung jawab. Penyusunan laporan keuangan yang rutin dan terbuka bagi masyarakat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes (Widianingsih et al. , 2. Diversifikasi Usaha dan Inovasi Produk Untuk mengoptimalkan peran BUMDes Suka Jaya, diversifikasi usaha dan inovasi produk menjadi strategi yang krusial. BUMDes tidak boleh hanya terpaku pada satu jenis usaha saja, tetapi harus mampu mengembangkan berbagai usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Diversifikasi ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan BUMDes, tetapi juga mengurangi risiko kegagalan usaha yang mungkin terjadi jika hanya mengandalkan satu sumber pendapatan. Salah satu contoh diversifikasi yang dapat dilakukan oleh BUMDes Suka Jaya adalah pengembangan usaha di bidang pariwisata desa. Dengan memanfaatkan keindahan alam dan budaya lokal. BUMDes dapat mengembangkan ekowisata yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Usaha ini tidak hanya akan menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Inovasi produk juga perlu didorong. Inovasi ini dapat berupa pengembangan produk-produk baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan sesuai dengan permintaan pasar. Misalnya. BUMDes dapat mengembangkan produk-produk pertanian organik atau produk olahan makanan yang unik dan memiliki daya tarik tersendiri di pasar. Untuk mendukung inovasi ini. BUMDes perlu melakukan riset pasar secara berkala untuk memahami tren dan preferensi konsumen. Pengembangan Jaringan Pemasaran dan Kerjasama Pengembangan jaringan pemasaran dan kerjasama adalah strategi penting lainnya untuk mengoptimalkan peran BUMDes Suka Jaya. Pemasaran yang efektif akan memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh BUMDes dapat mencapai konsumen dengan baik dan memberikan keuntungan yang maksimal. Untuk itu. BUMDes perlu membangun jaringan pemasaran yang luas, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Salah satu cara untuk mengembangkan jaringan pemasaran adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). BUMDes dapat memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk-produknya secara online, sehingga dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain itu. BUMDes juga bisa menjalin kerjasama dengan retail modern, koperasi, atau distributor besar untuk memasarkan produk-produknya di pasar yang lebih luas. Kerjasama dengan pihak ketiga juga perlu ditingkatkan. BUMDes dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, swasta, atau lembaga donor untuk mendapatkan dukungan dalam bentuk modal, pelatihan, atau Kerjasama ini juga bisa dilakukan dengan universitas atau lembaga penelitian untuk melakukan riset dan pengembangan produk baru yang lebih inovatif dan sesuai dengan permintaan pasar. Peningkatan Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan BUMDes. Tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. BUMDes tidak akan mampu berkembang dan memberikan manfaat yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan partisipasi masyarakat menjadi salah satu strategi yang harus diterapkan oleh BUMDes Suka Jaya. Salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adalah melalui sosialisasi dan edukasi. BUMDes perlu secara aktif mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan BUMDes, baik sebagai pengurus, pelaku usaha, maupun konsumen. Sosialisasi ini bisa dilakukan melalui pertemuan rutin, musyawarah desa, atau melalui media massa lokal. BUMDes juga perlu memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif terlibat dalam kegiatan BUMDes. Insentif ini bisa berupa pelatihan gratis, akses modal usaha, atau pembagian keuntungan yang adil. Dengan adanya insentif ini, masyarakat akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan BUMDes dan mendukung pengembangan usaha yang Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel adalah salah satu pilar penting dalam optimalisasi peran BUMDes. Keuangan yang dikelola dengan baik akan memastikan bahwa semua dana yang masuk dan keluar digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Untuk mencapai hal ini. BUMDes Suka Jaya perlu menerapkan sistem akuntansi yang baik, termasuk penyusunan laporan keuangan yang rutin dan terbuka. Laporan keuangan ini harus disampaikan kepada masyarakat secara berkala, sehingga mereka dapat memantau penggunaan dana BUMDes dan memberikan masukan jika diperlukan. Selain itu. BUMDes juga perlu menjalani audit keuangan secara berkala untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku. Penerapan teknologi dalam pengelolaan keuangan juga dapat membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi. BUMDes dapat menggunakan software akuntansi yang memudahkan dalam pencatatan transaksi dan pembuatan laporan keuangan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan lebih profesional dan Pembinaan dan Pelatihan Berkelanjutan Pembinaan dan pelatihan berkelanjutan adalah strategi yang harus diterapkan untuk memastikan bahwa pengurus BUMDes dan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha dengan baik. Pelatihan ini harus mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen usaha, pemasaran, hingga teknologi informasi. Pelatihan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Misalnya, untuk masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, pelatihan yang diberikan bisa fokus pada teknik-teknik pertanian modern atau pengolahan hasil pertanian menjadi produk siap jual. Sementara itu, untuk pengurus BUMDes, pelatihan bisa fokus pada manajemen keuangan, strategi pemasaran, atau pengembangan produk. Pembinaan juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Pembinaan ini bisa berupa pendampingan teknis, monitoring, dan evaluasi terhadap kinerja BUMDes. Dengan adanya pembinaan yang terus-menerus, diharapkan BUMDes dapat berkembang dengan lebih baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada. Penguatan Hubungan dengan Pemerintah dan Stakeholder Lainnya Hubungan yang kuat dengan pemerintah dan stakeholder lainnya merupakan strategi penting dalam mengoptimalkan peran BUMDes. Pemerintah desa dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung BUMDes, baik melalui regulasi, kebijakan, maupun bantuan teknis dan finansial. Oleh karena itu. BUMDes Suka Jaya perlu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. BUMDes juga perlu menjalin hubungan dengan stakeholder lainnya, seperti lembaga swadaya masyarakat, koperasi, dan swasta. Stakeholder ini bisa memberikan dukungan dalam bentuk modal, pelatihan, atau teknologi JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 yang dapat membantu BUMDes dalam mengembangkan usahanya. Untuk membangun hubungan yang baik dengan stakeholder. BUMDes perlu aktif dalam berbagai forum dan kegiatan yang melibatkan stakeholder terkait. Selain itu. BUMDes juga perlu menunjukkan kinerja yang baik dan transparan, sehingga stakeholder memiliki kepercayaan untuk bekerjasama dan mendukung BUMDes. Teknologi memainkan peran penting dalam pengembangan usaha dan optimalisasi kinerja BUMDes. Dengan memanfaatkan teknologi. BUMDes dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pemasaran, dan mengembangkan produk yang lebih inovatif. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan teknologi harus menjadi salah satu strategi utama dalam optimalisasi peran BUMDes Suka Jaya. Salah satu contoh penerapan teknologi adalah penggunaan e-commerce untuk memasarkan produk-produk BUMDes. Dengan memanfaatkan platform e-commerce. BUMDes dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri (Terttiaaviani et al. Selain itu, teknologi informasi juga dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen keuangan, seperti dengan menggunakan software akuntansi yang memudahkan pencatatan transaksi dan pembuatan laporan Inovasi juga perlu didorong dalam pengembangan produk. BUMDes harus terus mencari cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan pasar. Inovasi ini bisa melibatkan penggunaan teknologi baru, pengembangan desain produk yang lebih menarik, atau penciptaan produk-produk baru yang belum ada di pasar. Monitoring dan evaluasi berkala merupakan strategi yang penting untuk memastikan bahwa BUMDes berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Monitoring dan evaluasi ini harus dilakukan secara rutin dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengurus BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui monitoring BUMDes dapat mengidentifikasi masalah atau kendala yang mungkin muncul dalam operasional usaha, sehingga dapat segera diambil tindakan yang diperlukan. Sementara itu, evaluasi bertujuan untuk menilai kinerja BUMDes secara keseluruhan, termasuk efektivitas programprogram yang dijalankan dan dampaknya terhadap masyarakat. Hasil dari monitoring dan evaluasi ini harus digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian terhadap strategi dan kebijakan yang ada. Dengan demikian. BUMDes dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Promosi dan branding adalah aspek penting yang harus diperhatikan oleh BUMDes Suka Jaya dalam upaya mengoptimalkan perannya. Promosi yang efektif akan memastikan bahwa produk-produk BUMDes dikenal oleh konsumen dan memiliki daya tarik yang kuat di pasar. Oleh karena itu. BUMDes perlu mengembangkan strategi promosi yang tepat, baik melalui media konvensional maupun digital. Branding juga perlu diperkuat. Branding yang baik akan memberikan identitas yang kuat bagi BUMDes dan produk-produknya, sehingga dapat membedakan BUMDes dari pesaing dan menarik minat konsumen. JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 BUMDes bisa menciptakan brand yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan keunggulan produk-produk yang dihasilkan. Untuk mendukung promosi dan branding. BUMDes bisa bekerjasama dengan ahli pemasaran atau lembaga periklanan untuk merancang kampanye promosi yang efektif. Selain itu, penggunaan media sosial juga bisa dimaksimalkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan membangun komunitas konsumen yang loyal (Mardiani & Shevianto, 2. Pengembangan infrastruktur penunjang adalah strategi lain yang dapat membantu mengoptimalkan peran BUMDes. Infrastruktur yang memadai akan memastikan bahwa semua aktivitas usaha BUMDes dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Oleh karena itu. BUMDes Suka Jaya perlu berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur yang mendukung, seperti fasilitas produksi, transportasi, dan teknologi informasi. Jika BUMDes mengelola usaha di bidang pertanian, maka diperlukan fasilitas penyimpanan yang memadai untuk menjaga kualitas hasil pertanian sebelum dipasarkan. Selain itu, infrastruktur jalan yang baik juga diperlukan untuk memudahkan distribusi produk ke pasar. Sementara itu, untuk usaha di bidang pariwisata, infrastruktur seperti akses jalan, tempat parkir, dan fasilitas wisata juga perlu dibangun untuk menarik wisatawan. Investasi dalam infrastruktur ini bisa dilakukan melalui dana desa, bantuan pemerintah, atau kerjasama dengan pihak swasta. Selain itu. BUMDes juga bisa mencari sumber pendanaan dari lembaga keuangan atau investor untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang diperlukan. Penyesuaian dengan kebijakan dan regulasi adalah strategi penting yang harus diperhatikan oleh BUMDes Suka Jaya. Setiap usaha yang dijalankan oleh BUMDes harus sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku, baik di tingkat desa, kabupaten, maupun nasional. Oleh karena itu. BUMDes perlu selalu mengikuti perkembangan kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan operasional usaha. Penyesuaian ini tidak hanya akan memastikan bahwa BUMDes beroperasi secara legal, tetapi juga akan membuka peluang untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah. Misalnya, jika ada kebijakan yang memberikan insentif atau bantuan untuk usaha-usaha tertentu. BUMDes bisa memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan usahanya. BUMDes juga perlu aktif dalam berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan di tingkat desa. Dengan terlibat dalam proses ini. BUMDes dapat memastikan bahwa kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal, serta mendukung pengembangan usaha yang Optimalisasi peran BUMDes Suka Jaya dalam pengembangan ekonomi masyarakat memerlukan strategi yang komprehensif dan terintegrasi. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa berbagai langkah perlu diambil untuk meningkatkan kinerja BUMDes, mulai dari penguatan kelembagaan dan manajemen, diversifikasi usaha, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, diharapkan BUMDes Suka Jaya dapat berfungsi secara lebih efektif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi motor penggerak utama JURNAL PRODI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 6 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2024 dalam pembangunan ekonomi desa di Tiyuh Suka Jaya. Dukungan dari pemerintah, stakeholder, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan ini. Oleh karena itu, sinergi antara berbagai pihak harus terus dibangun dan diperkuat, sehingga BUMDes Suka Jaya dapat mencapai hasil yang optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diteliti, adapun kesimpulan penulis dapatkan yaitu, sebagai regulator BUMDes Suka Jaya berfungsi untuk mengatur dan mengelola berbagai aktivitas ekonomi di tingkat tiyuh. Mereka menetapkan kebijakan dan pedoman yang mengarahkan penggunaan sumber daya tiyuh dan kegiatan ekonomi, memastikan bahwa aktivitas-aktivitas ini sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Peran ini penting untuk menciptakan stabilitas dan keteraturan dalam pengelolaan sumber daya tiyuh. Namun komunikasi dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah tiyuh dan BUMDes masih belum optimal. Sebagai fasilitator BUMDes juga berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan berbagai layanan dan dukungan kepada masyarakat tiyuh. Ini termasuk memberikan pelatihan, mengorganisir kegiatan ekonomi, dan membantu dalam perencanaan serta pelaksanaan proyek-proyek lokal. Dengan berfungsi sebagai penghubung antara masyarakat desa dan berbagai sumber daya. BUMDes membantu meningkatkan kapasitas dan keterampilan Tetapi Pemerintah Tiyuh dan BUMDes Suka Jaya belum maksimal dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat yang tergabung dalam BUMDes Suka Jaya sehingga BUMDes belum berperan secara optimal. Sebagai deminisator dalam perannya sebagai pendistribusi. BUMDes Suka Jaya memastikan bahwa manfaat dari kegiatan ekonomi dan sumber daya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat. Ini termasuk distribusi keuntungan dari usaha yang dijalankan oleh BUMDes dan penyediaan layanan yang memenuhi kebutuhan berbagai kelompok di Tiyuh Suka Jaya. Namun pada kenyataannya bimbingan dari pengurus BUMDes dan pemerintah kurang intensif, serta kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan BUMDes, sehingga BUMDes tidak berjalan optimal. Referensi