929 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA PENGEMBUR BERBASIS POTENSI LOKAL DI PENGEMBUR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Lalu M Panji Satria Sulambang1. Murianto2. Dila Ariyogi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1panjisa278@gmail. com 2muriantompar@gmail. com & 3dilaariyogi@gmail. Article History: Received: 20-08-2025 Revised: 21-09-2025 Accepted: 24-09-2025 Keywords: Strategi Pengembangan. Potensi Lokal, 4A. Pemberdayaan Masyarakat. Desa Wisata. Abstract: Penelitian mendeskripsikan potensi wisata di Desa Wisata Pengembur serta menganalisis strategi pengembangan desa wisata terhadap potensi lokal Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang melibatkan 12 narasumber sebagai informan utam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya inisiatif dan pemanfaatan potensi yang ada, yang terlihat dari kondisi 4A . ksesibilitas, atraksi, amenitas, ancillar. yang belum tersentuh. Aksesibilitas menuju desa kurang memadai, atraksi wisata tidak menarik, fasilitas penginapan dan layanan dasar bagi wisatawan tidak tersedia, serta masyarakat dan pengelola desa belum siap dalam mengembangkan potensi wisata. Kurangnya pengetahuan dan inisiatif untuk mengenali dan mengembangkan potensi wisata, ditambah rendahnya anggaran dan kesiapan masyarakat, menjadi kendala Rendahnya pelatihan dan edukasi pariwisata mengakibatkan kurangnya keterampilan penduduk dalam mendukung industri wisata, sehingga peluang peningkatan ekonomi desa tidak terealisasi. Penelitian ini menyoroti perlunya langkah konkret seperti pelatihan masyarakat, pengembangan inisiatif lokal, pengelolaan anggaran yang efisien, rencana strategis jangka panjang, dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan langkahlangkah ini. Desa Wisata Pengembur berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif. PENDAHULUAN Salah satu daerah yang menonjol di Pulau Lombok adalah Kabupaten Lombok Tengah, yang terdiri dari 12 kecamatan. Di antara kecamatan-kecamatan tersebut. Kecamatan Pujut menonjol dengan beragam destinasi wisata yang menarik banyak pengunjung. Kecamatan ini terbagi menjadi 18 desa, dan salah satu yang mencuri perhatian adalah Desa Pengembur. Desa ini a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dikenal dengan keindahan alam dan budayanya yang kaya, menjadikannya bagian penting dari perkembangan pariwisata di Lombok Tengah. Pada tahun 2019. Desa Pengembur ditetapkan sebagai desa wisata berdasarkan SK Gubernur Nomor 050. Secara geografis, desa ini sangat strategis, berada dekat dengan Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, serta sejumlah destinasi wisata lainnya. Desa Wisata Pengembur juga memiliki beragam potensi, mulai dari alam seperti Gunung Tele dan Goa Saung, hingga potensi budaya seperti Makam Sile Denden. Potensi buatan seperti kerajinan gerabah, kain tenun, anyaman rotan, dan anyaman bambu, yang dipadukan dengan hamparan sawah dan panorama bukit yang menjulang, memberikan nilai estetika yang mempesona. Meskipun telah diresmikan sebagai desa wisata. Desa Pengembur belum berkembang sesuai harapan. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya inisiatif untuk memanfaatkan potensi yang ada, yang tercermin dari kondisi 4A . ksesibilitas, atraksi, amenitas, dan ancillar. yang belum maksimal. Akses menuju objek wisata masih kurang baik, atraksi wisata belum dikembangkan secara optimal, dan fasilitas pendukung seperti penginapan dan restoran belum Selain itu, masyarakat setempat belum sepenuhnya menyadari potensi desa ini sebagai desa wisata, sehingga pengelolaan desa belum berjalan efektif. Penelitian ini menyoroti kurangnya pengetahuan dan inisiatif dalam mengembangkan potensi wisata Desa Pengembur, serta kendala anggaran yang membatasi perkembangan. Rendahnya kesiapan masyarakat dalam menerima dan mengelola wisatawan juga menjadi hambatan signifikan. Kurangnya pelatihan dan edukasi tentang pariwisata menyebabkan sebagian besar penduduk tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung industri wisata, sehingga peluang untuk meningkatkan perekonomian desa belum terealisasi. Padahal, dengan pendekatan yang tepat. Desa Pengembur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengatasi tantangan ini. Pertama, pelatihan dan peningkatan pengetahuan bagi masyarakat lokal sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang pariwisata. Kedua, pengembangan inisiatif lokal seperti pembuatan paket wisata unik dan penyelenggaraan acara budaya perlu didorong. Ketiga, pengelolaan anggaran secara efisien harus diutamakan untuk mendukung pengembangan wisata. Keempat, rencana strategis jangka panjang perlu disusun dengan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk memastikan visi yang sama. Kelima, pemberdayaan masyarakat harus dilakukan agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab atas keberhasilan desa wisata. Dengan langkah-langkah ini. Desa Pengembur dapat mengatasi tantangan dan berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan menarik. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Adapun yang dimaksud dengan lokasi penelitian adalah tempat dimana peneliti melakukan Dalam hal ini yang menjadi lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah Desa Wisata Pengembur. Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi tempat penelitian berdekatan dengan rumah tinggal peneliti sehingga memudahkan peneliti untuk melakukan penggalian data. Subjek dari penelitian ini adalah potensi dan status pengembangan di Desa Wisata Pengembur. Sedangkan objeknya adalah peran pengelola dalam mengidentifikasi dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pengembangan desa wisata. Alasan peneliti menjadikan Desa Pengembur sebagai situs penelitian adalah Desa Pengembur merupakan salah satu desa wisata yang memiliki potensi wisata yang Penentuan Informan Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan (Sugiyono, 2. Karena peneliti merasa sampel yang diambil paling mengetahui tentang masalah yang akan diteliti. Penggunaan purposive sampling dalam penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui kondisi Desa Wisata Pengembur. Maka informan yang dipilih adalah Kepala Desa. Sekretaris Desa. Kepala Dusun. Ketua Karang Taruna Desa. Ketua Pokdarwis. Tokoh Pemuda. Tokoh Masyarakat. Masyarakat Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan inti utama kegiatan penelitian dalam rangka memperoleh data yang dibutuhkan, dalam penelitian ini peneliti menggunakan tiga cara pengumpulan data. Observasi Observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap objek penelitian dengan menggunakan semua indera serta pencatatannya yang dilakukan sistematis, (Sugiyono, 2011: . Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik observasi non partisipan dimana peneliti hanya terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengamatan untuk mendapatkan informasi dan data mengenai peran kelompok sadar wisata yang diharapkan dapat dijelaskan mengenai apa yang menjadi topik penelitian. observasi non partisipan merupakan observasi dimana peneliti tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan subjek yang dilakukan, akan tetapi hanya sebagai pengamat independen (Sugiyono, 2017: . Wawancara Adapun teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak Dalam penelitian ini peneliti mengadakan wawancara secara langsung dengan Kepala Desa Pengembur. Kelompok Sadar Wisata, tokoh masyarakat dan masyarakat, tokoh pemuda untuk mendapatkan informasi terkait dengan peran kelompok sadar wisata. wawancara tidak tersruktur, adalah wawancara yang lebih bebas, lebih mendalam dan menjadikan pedoman wawancara sebagai pedoman umum serta garis-garis besaranya saja (Lexy J. Moleong, 2. Dokumentasi Menurut Gunawan Imam . Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan sebagai pelengkap untuk mengakses data yang tidak dapat diperoleh melalui observasi atau wawancara. Ini adalah cara untuk mendapatkan informasi terkait objek penelitian. Peneliti menggunakan berbagai sumber dokumentasi seperti buku demografi penduduk Desa Wisata Pengembur dan foto kegiatan kelompok sadar wisata. Semua informasi yang terkait dengan objek penelitian, yakni Kelompok Sadar Wisata . , baik lisan maupun tertulis, didokumentasikan. Tujuannya adalah untuk memperkaya pemahaman tentang peran pokdarwis sehingga data yang diperoleh dari mereka dapat dipertanggungjawabkan Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan prosedur yang digunakan sebagai berikut: Tahap Pengumpulan Data a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Tahap pengumpulan data merupakan tahap dimana peneliti mengumpulkan data sebanyakbanyaknya yang berkaitan dengan yang diteliti. Peneliti dapat mengumpulkan fakta-fakta yang ada melalui banyak alat pengumpul data, seperti wawancara, observasi, rekaman dan dokumentasi. Jadi tahap pengumpulan data merupakan tahap dimana peneliti melakukan pengumpulan data melalui proses mengorganisasikan fakta-fakta atau hasil-hasil pengamatan terpisah-pisah menjadi suatu rangkaian hubungan atau suatu generalisasi. Tahap Coding Data Menurut Junaid . 6, hlm. Coding data adalah proses menelaah dan menguji data mentah yang ada dengan melakukan pemberian label Aumemberikan labelAy dalam bentuk kata-kata, frase atau kalimat. Adapun pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa coding data adalah menguji data yang masih mentah dengan memberikan label dan kata atau kalimat. Coding data tersebut berupa hasil wawancara, catatan lapangan, hasil observasi, dokumentasi dan sebagainya. Tahap Reduksi Data Menurut Sugiyono . Teknik analisis data yang menggunakan reduksi, yaitu teknik analisis yang menggunakan cara mereduksi data atau merangkum data dari hal-hal yang pokok untuk memfokuskan pada hal-hal yang penting, untuk mencari data yang sesuai dan membuang data yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Penyajian Data Teknik analisis data yang menggunakan penyajian data adalah menyajikankan data yang sudah direduksi, sehingga penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel atau grafik dan Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami oleh peneliti. Tahap Penarikan Kesimpulan Menurut Sugiyono . Teknik analisis data yang menggunakan kesimpulan yaitu teknik penelitian untuk mencari kembali kesimpulan awal yang masih di ragukan oleh peneliti untuk menemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung hasil dari penelitian tersebut, dan apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi lokal desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Pada pembahasan ini peneliti fokus pada Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi lokal desa Pengembur. Data-data yang diperoleh peneliti dari observasi, wawancara dan Gambaran Umum Desa Pengembur Desa Pengembur merupakan salah satu dari 18 desa di Kecamatan Pujut, menempati posisi paling barat berbatasan dengan Desa Kateng di Kecamatan Praya Barat. Berdiri pada tahun 1964 sebagai Desa Pemekaran dari Desa Tanak Awu, dengan Kepala Desa pertama Lalu Dirauh. Mengingat Jumlah Penduduk yang cukup banyak dan wilayah begitu luas, sehingga pada tahun 1994. Desa Pengembur dimekarkan menjadi Dua yaitu: Desa Pengembur dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Desa Tumpak. Kemudian pada tahun 2012 Desa Pengembur diusulkan pemekarannya kembali menjadi Dua Desa yaitu Desa Kerame Jati. Karakteristik Subjek dan Objek Peneitian Penelitian ini berfokus pada pengembangan Desa Pengembur sebagai desa wisata yang sukses. Meskipun telah diresmikan sebagai destinasi wisata, desa ini belum mencapai Tantangan utama meliputi kondisi 4A . ksesibilitas, atraksi, amenitas, ancillar. yang belum optimal, serta kurangnya inisiatif untuk memanfaatkan potensi wisata yang ada. Akses yang buruk, atraksi yang kurang menarik, dan minimnya fasilitas pendukung menjadi masalah utama. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap status desa sebagai desa wisata mengakibatkan kurangnya kesiapan dalam menerima dan mengelola wisatawan. Kendala lain termasuk minimnya pengetahuan, keterampilan, dan anggaran, yang menghambat pengembangan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan tersebut dan mengarahkan upaya untuk meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan infrastruktur guna mengembangkan Desa Pengembur menjadi destinasi wisata yang kompetitif dan menarik. Profil Kelompok Sadar Wisata Restu Bumi Program 99 Desa Wisata yang diimplementasikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pendorong bagi pengembangan desa wisata, termasuk Desa Pengembur. Pada tahun 2019. Kelompok Sadar Wisata Restu Bumi dibentuk oleh Nia Setiawati, yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Desa Pengembur. Meski awalnya antusias mengikuti pelatihan yang diinisiasi oleh kepala desa, kegiatan kelompok ini terhenti setelah pelatihan pertama, dan pandemi COVID-19 memperpanjang periode tidak aktifnya hingga 2023. Pada tahun 2023. Kelompok Sadar Wisata Restu Bumi dibentuk kembali dengan diprakarsai oleh Lalu Ilpan Hanapi dan didukung oleh 25 anggota inti. Sumber dana kelompok ini berasal dari Pemerintah Desa Pengembur. Namun, hingga saat ini, kelompok tersebut belum sepenuhnya berperan sebagai penggerak utama dalam memanfaatkan potensi wisata dan mendorong partisipasi masyarakat. Akibatnya, pengetahuan dan keterampilan pariwisata di kalangan warga desa tidak berkembang, sehingga sektor pariwisata belum memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan ekonomi lokal. Potensi Wisata Di Desa Wisata Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Perkembangan Desa Pengembur sebagai desa wisata belum memenuhi harapan. Tantangan utama adalah kurangnya inisiatif dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki, terutama dalam aspek 4A . ksesibilitas, atraksi, amenitas, ancillar. yang belum digarap secara optimal. Akses menuju lokasi wisata di desa ini masih kurang memadai, tanpa penunjuk arah yang jelas, sehingga menyulitkan wisatawan. Atraksi wisata yang ada juga belum dikembangkan dengan baik, sehingga kurang menarik bagi pengunjung. Di sisi lain, fasilitas pendukung seperti penginapan, restoran, dan layanan dasar untuk wisatawan masih sangat terbatas, membuat desa ini kurang menarik sebagai destinasi wisata. Selain itu, masyarakat setempat belum sepenuhnya siap menerima wisatawan. Sebagian besar penduduk belum menyadari status desa sebagai desa wisata, dan pengelola desa kurang aktif dalam mengembangkan potensi yang ada karena terbatasnya pemahaman dan keterampilan. Kurangnya anggaran dan rendahnya kesiapan masyarakat juga menjadi kendala signifikan. Minimnya pelatihan dan edukasi tentang pariwisata menyebabkan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 banyak penduduk tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung sektor Akibatnya, peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian desa melalui pariwisata belum dapat terealisasi. Padahal, dengan pendekatan yang tepat. Desa Pengembur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif. Berikut adalah potensi wisata yang dimiliki Desa Wisata Pengembur beserta hasil wawancara dengan beberapa informan diantaranya: 1. Gunung tele, 2. Goa Saung. Makam Sile Denden, 4. Kerajinan Gerabah, 5. Kerajinan Anyaman Rotan, 6. Kerajinan dari Bambu. Strategi Pengembangan Desa Wisata Terhadap Potensi Lokal Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah Untuk memberikan pandangan yang lebih mendalam mengenai strategi pengembangan Desa Wisata Pengembur, terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan secara komprehensif. Berikut adalah penjelasan yang lebih detail beserta referensi yang relevan: Infrastruktur Aksesibilitas Aksesibilitas yang baik sangat penting untuk menarik wisatawan ke Desa Pengembur. Saat ini, akses menuju destinasi wisata di desa masih minim penunjuk arah dan belum optimal. Menurut UNWTO . , aksesibilitas yang buruk mengurangi daya tarik wisata. Peningkatan infrastruktur jalan dan pemasangan tanda arah yang strategis, seperti yang disarankan oleh Buckley . , bisa meningkatkan pengalaman wisatawan dan menarik lebih banyak pengunjung. Investasi dalam aksesibilitas tidak hanya memperkuat daya tarik Desa Pengembur sebagai destinasi wisata, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Pengembangan Fasilitas Pendukung Ketidaktersediaan fasilitas seperti penginapan, restoran, dan layanan dasar bagi wisatawan memang menjadi kendala serius dalam pengembangan Desa Pengembur sebagai destinasi wisata yang kompetitif. Studi kasus dari berbagai destinasi wisata menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur fasilitas pendukung mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Dengan meningkatkan ketersediaan fasilitas-fasilitas ini. Desa Pengembur dapat meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata yang menarik. Hal ini akan membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat, mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan investasi di sektor pariwisata secara keseluruhan. Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan infrastruktur fasilitas pendukung tidak hanya merupakan strategi jangka pendek untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan bagi Desa Pengembur. Partisipasi Masyarakat Lokal Partisipasi aktif dan pemahaman masyarakat lokal terhadap potensi Desa Pengembur sebagai destinasi wisata sangat krusial. Keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait pengembangan pariwisata dapat memastikan bahwa kepentingan lokal dipertimbangkan secara adekuat. Misalnya, dengan melibatkan komunitas dalam pelestarian warisan budaya dan alam, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Desa Pengembur dapat menjaga keaslian dan daya tarik uniknya sambil tetap memberikan pengalaman berharga bagi wisatawan. Peningkatan Keteramplan manajerial dan pemasaran Peningkatan keterampilan dan pengetahuan pengelola desa dalam manajemen pariwisata dan pemasaran merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan potensi Desa Pengembur sebagai destinasi wisata. Dengan memperkuat keterampilan dalam manajemen destinasi wisata, pengelola desa dapat lebih efektif mengatur dan mengembangkan infrastruktur pariwisata yang dibutuhkan, seperti fasilitas penginapan, restoran, dan atraksi wisata lainnya. Ini akan membantu meningkatkan pengalaman wisatawan dan memperluas daya tarik Desa Pengembur sebagai tujuan wisata yang menarik. Pemasaran digital juga merupakan kunci dalam meningkatkan jangkauan dan visibilitas Desa Pengembur di pasar global. Dengan menggunakan teknik pemasaran digital yang tepat, seperti media sosial, website, dan kampanye online, pengelola desa dapat menjangkau lebih banyak calon wisatawan secara efisien. Ini akan membantu meningkatkan jumlah kunjungan dan pendapatan dari sektor pariwisata, serta membangun citra positif Desa Pengembur di mata pasar wisata global. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan tentang Strategi Pengembangan Desa Wisata Terhadap Potensi Lokal Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah dapat disimpulkan sebagai Perkembangan Desa Pengembur sebagai desa wisata di Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah, belum mencapai harapan yang diinginkan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inisiatif dalam memanfaatkan potensi desa yang terlihat dari kondisi 4A . ksesibilitas, atraksi, amenitas, ancillar. yang belum tersentuh. Aksesibilitas menuju lokasi wisata masih buruk, atraksi wisata belum dikembangkan dengan baik, dan fasilitas pendukung seperti penginapan dan restoran belum tersedia. Masyarakat lokal belum siap menerima wisatawan, dan pengelola desa kurang aktif dalam pengembangan pariwisata karena keterbatasan pemahaman dan keterampilan. Kurangnya anggaran dan rendahnya kesiapan masyarakat dalam menerima wisatawan turut menjadi kendala. Akibatnya, peluang untuk meningkatkan ekonomi desa melalui sektor pariwisata belum terealisasi, meskipun Desa Pengembur memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif. SARAN Untuk mengatasi tantangan tersebut dan mengoptimalkan potensi Desa Pengembur, diperlukan strategi pengembangan yang komprehensif, seperti Peningkatan Infrastruktur Aksesibilitas Perlu investasi dalam memperbaiki jalan menuju objek wisata utama seperti Gunung Tele dan pemasangan tanda arah yang jelas. Langkah ini akan meningkatkan aksesibilitas, menarik lebih banyak pengunjung, dan memperbaiki pengalaman wisatawan dan Pengembangan Atraksi Wisata yang Berkelanjutan: Atraksi wisata seperti Gunung Tele dan Makam Sile Denden perlu dikembangkan dengan pendekatan yang berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya lokal, sehingga meningkatkan daya tarik wisatawan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Jurnal ini dapat penulis selesaikan penyusunannya, tidak terlepas dari banyaknya bantuan pihak lain, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih, terutama: Kepada Bapak Dr. Halus Mandala. Hum, selaku Ketua STP Mataram yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di STPMataram. Kepada Bapak Prof. Dr. Drs. Syech Idrus. Si, selaku Ketua Prodi S1 Pariwisata STP Mataram yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran selama penulis menempuh studi pada jenjang S1 di STP Mataram . Kepada Ibu Dra. Siluh Putu Damayanti. Pd. Bapak Dr. I Wayan Suteja. Par, yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran serta ketulusan hati memberikan masukan, arahan, saran, dan kritik yang bermanfaat untuk kesempurnaan jurnal ini. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen Pengampu Mata Kuliah di Prodi S1 Pariwisata, sejak semester awal sampai semester akhir, yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan wawasan bagi penulis untuk dapat menyelesaikan jurnal ini. Kepada Bapak Moh. Sultan. Pd, selaku Kepala Desa Pengembur dan seluruh staf administrasi, atas izin dan bantuan bapak dan ibu yang tidak terhingga selama penulis melalukan kegiatan penelitian. Orang tua, istri, anak, saudara-saudara penulis, atas doa, bimbingan, serta kasih sayang yang selalu tercurah selama ini. Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa program S1 Pariwisata STP Mataram, khususnya untuk angkatan tahun 2022 yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan baik secara moral maupun material. Demikian juga terima kasih penulis sampaikan untuk seluruh staf karyawan administrasi STP Mataram, terutama untuk Pak Harifandi dan Pak Doni. DAFTAR PUSTAKA