p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 PENGARUH KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakart. Maralus Samosir. Eduward Tony Sitorus. Oktavia Marpaung. Ringkot P Nainggolan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta ABSTRAK Profesi Akuntan Publik . ibarat Aupedang mata duaAy, di satu sisi auditor harus memperhatikan kredibilitas dan etika profesi, namun di sisi lain juga harus menghadapi tekanan dari klien dalam berbagai pengambilan keputusan Jika auditor tidak mampu menolak tekanan dari klien seperti tekanan personal, emosional atau keuangan maka independensi dan kompetensi auditor telah berkurang dan bisa mempengaruhi kualitas audit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan bukti empiris pengaruh kompetensi dan independensi yang diberikan oleh KAP terhadap kualitas audit. Sampel yang digunakan sebanyak 38 responden yaitu auditor yang terdapat pada 7 KAP di DKI Jakarta. Sedangkan untuk menjawab hipotesis penelitian menggunakan alat analisis regresi berganda, setelah sebelumnya dilakukan pengujian asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan independensi auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Sehingga semakin luas kompetensi seorang auditor serta semakin dalam independensi dibidang auditing, maka akan semakin baik kualitas audit yang dilakukan. Kata Kunci : Kompetensi. Independensi. Kualitas Audit ABSTRACT The profession of Public Accountant . is like a "double-edged sword", on the one hand, the auditor must pay attention to credibility and professional ethics, but on the other hand, must also face pressure from clients in various auditor decision-making. If the auditor is unable to resist pressure from clients such as personal, emotional, or financial pressure, the independence and competence of the auditor have been reduced and can affect audit quality. This study aims to analyze and prove empirical evidence of the effect of competence and independence provided by KAP on audit quality. The sample used was 38 respondents, namely auditors in 7 KAPs in DKI Jakarta. Meanwhile, to answer the research hypothesis using multiple regression analysis tools, after previously testing the classical Based on the results of the study, it can be concluded that the competence and independence of the auditors have a positive effect on audit quality. So that the wider the competence of an auditor and the deeper the independence in the field of auditing, the better the quality of the audit carried out. Keywords: Competence. Independence. Audit Quality Korespondensi: Maralus Samosir. SE. Ak. Eduward Tony Sitorus. SE. Ak. Oktavia Marpaung. SE. Ringkot P Nainggolan. SE. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta. Jl. SalembaRaya no. Jakarta Pusat. Samosir. maralus03@gmail. didalam proses pengambilan keputusan publik. PENDAHULUAN Akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan . dan ilmu mengolah transaksi atau merupakan aspek yang penting Akuntan publik kejadian yang setidak-tidaknya dapat diukur merupakan profesi yang lahir dan besar dari dengan uang menjadi laporan keuangan yang tuntutan publik bahwa akuntan harus memiliki dibutuhkan oleh para pihak yang berkepentingan Akuntansi atas pemerintah yang nantinya akan digunakan memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 Tugas akuntan publik adalah memeriksa dan terdiri dari, standar umumnya, standar pekerja memberikan opini terhadap kewajaran laporan lapangan, dan standar pelaporan. Akuntan publik keuangan suatu entitas usaha berdasarkan standar juga harus mematuhi kode etik profesi yang yang telah ditentukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menjalankan praktik profesinya baik dengan sesama anggota maupun dengan masyarakat mengaharapkan bahwa laporan keuangan yang Kode etik ini mengatur tentang tanggung telah diaudit oleh akuntan publik bebas dari salah jawab profesi, kompetensi dan kehati-hatian saji material, dapat dipercaya kebenarannya profesional, kerahasiaan, perilaku profesional untuk dijadikan sebagai dasar pengambilan serta standar teknis bagi seorang auditor dalam keputusan dan telah sesuai dengan prinsip- menjalankan profesinya. akuntan publik yang prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Oleh melakukan kesalahan dalam mengaudit laporan karena itu diperlukan suatu jasa profesional yang keuangan memunculkan pertanyaan apakah benar-benar Para kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh sebenarnya telah terdeteksi namun auditor justru Banyaknya kasus perusahaan yang ikut mengamankan praktik kejahatan tersebut. AyjatuhAy karena kegagalan bisnis yang dikaitkan Indah . Melakukan penelitian tentang dengan kegagalan auditor, hal ini mengancam kompetensi dan independensi auditor terhadap kredibilitas laporan keuangan. Kualitas audit ini kualitas audit. Hasil penelitian menunjukan penting karena kualitas audit yang tinggi akan bahwa pengalaman, pengetahuan auditor, dan menghasilkan laporan keuangan yang dapat tekanan dari rekan auditor berpengaruh positif dipercaya sebagai dasar pengambilan keputusan. Ada hubungan dengan klien dan tekanan dari klien Untuk Sedangkan berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. kemampuan auditor, antara lain pengetahuan dan Tentu saja jika yang terjadi adalah auditor pengauditan, auditor memerlukan pengetahuan tidak mampu mendeteksi trik rekayasa laporan . mum akuntansi, dan industri klien. keahlian auditor tersebut. Terkait dengan konteks Menurut Standar Profesional Akuntan inilah, muncul pertanyaan seberapa tinggi tingkat Publik (SPAP) 2011. Standar Auditing seksi 150, kompetensi dan independensi auditor saat ini dan menjelaskan mengenai standar auditing yang apakah kompetensi dan independensi auditor p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 3. No. Januari 2022 tersebut berpengaruh terhadap kualitas audit II. yang dihasilkan oleh akuntan publik. Kualitas Definisi Kompetensi audit ini penting karena dengan kualitas audit Menurut Alvin A. Arens et. All . yang tinggi maka akan dihasilkan laporan mendefinisikan kompetensi sebagai berikut: keuangan yang dapat dipercaya sebagai dasar Kompetensi sebagai keharusan bagi auditor pengambilan keputusan. Selain itu adanya untuk memiliki pendidikan formal dibanding auditing dan akuntansi, pengalaman praktik yang keuangan, dapat mengikis kepercayaan publik memadai bagi pekerjaan yang sedang dilakukan, terhadap laporan keuangan auditan dan profesi serta mengikuti pendidikan professional yang akuntan publik. Di Indonesia, masalah audit tenure untuk Menurut masa kerja auditor dengan klien sudah diatur TINAJUAN LITERATUR Menteri Keuangan Fitrawansyah mendefinisikan kompetensi sebagai berikut: No. AuKompetensi artinya auditor harus memiliki 423/KMK. 02/2008 tentang jasa Akuntan Publik. keahlian dibidang auditing dan mempunyai Keputusan Menteri tersebut membatasi masa pengetahuan yang cukup mengenai bidang yang kerja auditor yang paling lama 3 tahun untuk diauditnyaAy klien yang sama, sementara untuk Kantor Akuntan Publik (KAP) boleh sampai 5 tahun. Independensi Auditor Pembatasan ini dimaksudkan agar mencegah Mulyadi . menyatakan bahwa Penelitian :AuIndependensi berarti sikap mental yang bebas mengenai kualitas audit penting bagi KAP dan dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, auditor agar mereka dapat mengetahui faktor- tidak tergantung pada orang lain. Independensi faktor yang mempengaruhi kualitas audit dan juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor selanjutnya dapat meningkatkannya kualitas dalam mempertimbangkan fakta dan adanya audit yang dihasilkannya. pertimbangan yang obyektif tidak memihak Berdasarkan uraian-uraian mengenai latar dalam diri auditor dalam merumuskan dan belakang di atas, maka yang menjadi motivasi KOMPETENSI DAN pendapatnyaAy. peneliti adalah ingin mengetahui,AuPENGARUH Dalam Standar umum kedua menyebutkan bahwa AuDalam semua INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi empiris pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakart. Ay. auditorAy. Standar independen, artinya sikap yang tidak mudah merupakan probabilitas auditor untuk menemukan dipengaruhi karena akuntan publik melaksanakan kesalahan yang ada pada laporan keuangan klien pekerjaannya untuk kepentingan umum. Akan tetapi independen dalam hal ini tidak berarti Kualitas audit perlu ditingkatkan supaya laporan mengharuskan ia bersikap sebagai penuntut, keuangan yang telah diaudit diharapkan lebih melainkan ia justru harus bersikap mengadili berkualitas sehingga kepercayaan para pengguna secara tidak memihak dengan tetap menyadari laporan keuangan dan masyarakat pun meningkat. kewajibannya untuk selalu bertindak jujur, tidak Prinsip yang harus dipatuhi kualitas audit: Tanggung jawab profesi perusahaan tetapi juga kepada pihak lain yang Setiap anggota harus menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatan yang (SPAP, 2011:220. Kepentingan Publik Kualitas Audit Kualitas Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada kemungkinan dimana auditor pada saat mengaudit danmenunjukkan komitmen atas profesionalisme pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi Integritas klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan Setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab auditan, dimana dalam melaksanakan tuganya tersebut auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik laporannya bahwa laporan keuangan Objektifitas auditor berpedoman pada standar auditing dan Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan kode etik akuntan publik yang relevan. Auditor bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan dapat memberikan pendapat dalam laporannya kewajiban profesionalnya. Kompentensi Kehati-hatian menyajikan secarawajar posisi keuangan dan hasil Setiap perusahaan (Mulyadi 2011dalam Ferry profesionalnya dengan hati-hati, kompetensi dan Yohanes,2. ketekunan serta mempunyai kewajiban untuk Dari pengertian tentang kualitas audit di atas mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan maka dapat disimpulkan bahwa kualitas audit Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa independensi dan etika auditor terhadap kualitas professional dan tidak boleh memakai atau responden dari 5 sampel KAP, maka diambil Berdasarkan kesimpulan bahwa kompetensi, independensi dan etika berpengaruh positif dan signifikan terhadap Prilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten kualitas audit. Penelitian ini berimplikasi para dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi auditor pada KAP di Makassar. tindakan yang dapat mendis kreditkan profesi. Mustafa Mudrik AL-Hara pengaruh kompetensi, kemahiran profesional. Standar Teknis independensi, dan pengalaman auditor terhadap profesionalnya denganstandar teknis dan standar kualitas audit, hasil analisis linear berganda yang profesional yang relevan. telah dilakukan dalam penelitian ini ialah bahwa Setiap kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, kemahiran profesional tidak Rerangka Pemikiran Rerangka pemikiran dapat dilihat pada gambar 1 independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas di bawah ini: audit, dan pengalaman berpengaruh terhadap kualitas audit. Kompetensi Kualitas Audit i. Indenpedensi Menurut Sugiyono . 6: . penelitian Gambar 1 Model Rerangka Pemikiran kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk Hipotesis mengetahui tentang hubungan yang bersifat Wirdayani . Pengaruh Kompetensi, sebab akibat dengan adanya variabel independen Independensi, dan Etika Auditor Terhadap . ariabel beba. dan variabel dependen . ariabel Kualitas Audit, berdasarkan penelitian yang telah Adapun yang menjadi objek penelitian dilakukan yang bertujuan mencari buki empiris METODE adalah KAP (Kantor Akuntan Publi. yang berada diwilayah DKI Jakarta yang menjadi independensi dan etika auditor terhadap kualitas hasil audit pada KAP di Makassar. Terbukti Kantor Akuntan Publik Wilayah DKI Jakarta dengan 70 bahwa ada pengaruh antara variabel kompetensi, responden dengan kuantitas sebagai berikut : Publik (KAP) diwilayah DKI Jakarta. Responden dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Kantor Akuntan Publik terdaftar di IAPI. IV. (KUALI TAS AUDIT) RESULTS AND DISCUSSION Uji Validasi Instrumen Perhitungan (KOMP ETENSI AUDIT) mengkorelasikan setiap skor item dengan skor total dengan menggunakan teknik Korelasi Pearson. (INDEP ENDEN AUDIT) Kriteria pengujian adalah jika koefisien korelasi lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0,3202 berarti item kuisioner dinyatakan valid dan Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Q19 Q20 Q21 Q22 Q23 Q24 Q25 Q26 Q27 Q28 Q29 Q30 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Instrumen digunakan dengan dinyatakan sah sebagai alat pengumpul data. Tabel 1 Hasil pengujian validitas Berdasarkan hasil pengujian validitas instrumen instrumen sebagai alat ukur, sehingga suatu bahwa semua nilai korelasi lebih besar dari nilai r pengukuran dapat dipercaya. Untuk menguji tabel sebesar 0,3202. Dengan demikian butir-butir pertanyaan di variabel tersebut dinyatakan valid instrumen akan semakin reliable apabila koefisien dan dapat dipergunakan sebagai alat pengumpul alpha lebih dari 0. Adapun rangkuman hasil uji data dalam penelitian ini. reliabilitas kuisioner sesuai dengan Output SPSS Tabel 1 Uji Reliabilitas Instrumen dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Variabel Item Koe fisie n Korelasi r tabel Keterangan Valid Alpha Cronbach. Dimana Tabel 2 Hasil pengujian reliabilitas Variabel Cronbach Alpha Y (Kualitas Audi. X1 (Kompetensi Audi. X2 (Independensi Audi. Cut Off Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel lebih besar dari 0. 600, sehingga variabel tersebut Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa nilai dinyatakan handal dan layak dipergunakan sebagai alat semua variabel mempunyai Alpha Cronbach yang pengumpul data. Presepsi Responden atau 9,5%, jawaban jawaban setuju ada 168 atau Variabel Kompetensi Auditor 44,2% dan jawaban sangat setuju ada 154 kali Tabel 3 Persepsi Responden pada Variabel atau 40,5%. Rata-rata sebesar 4,18 yang artinya Kompetensi Auditor bahwa responden cenderung menjawab setuju Item Perhitungan Frekuensi Persentase Frekuensi Q12 Persentase Frekuensi Q13 Persentase Frekuensi Q14 Persentase Frekuensi Q15 Persentase Frekuensi Q16 Persentase Frekuensi Q17 Persentase Frekuensi Q18 Persentase Frekuensi Q19 Persentase Frekuensi Q20 Persentase Frekuensi Total Persentase Q11 Jawaban Responden STS 0% 0. 0% 0. 0% 0. 0% 0. 8% 34. 2% 18. 0% 0. 0% 0. 0% 0. 0% 0. 0% 2. 6% 13. 0% 2. 6% 28. 0% 2. 6% 13. 0% 0. 0% 7. 0% 0. 0% 13. 6% 4. 2% 9. 5% 44. untuk variabel Kompetensi Audit. Rata-Rata Tabel 4 Variabel Independensi Auditor Item Perhitungan Q21 Q22 Q23 Q24 Q25 Q26 Q27 Q28 Berdasarkan hasil data di atas diketahui bahwa Q29 Q30 Total Kompetensi Audit dengan 10 pertanyaan dapat Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Jawaban Responden STS 0% 0. 0% 10. 5% 68. 0% 0. 0% 26. 3% 52. 0% 0. 0% 21. 1% 31. 0% 0. 0% 15. 8% 57. 0% 0. 0% 26. 3% 52. 0% 0. 0% 21. 1% 60. 0% 0. 0% 36. 8% 55. 0% 0. 0% 36. 8% 55. 0% 0. 0% 21. 1% 71. 3% 34. 2% 31. 6% 28. 5% 3. 4% 24. 7% 53. Rata-Rata Berdasarkan hasil data di atas diketahui diketahui dengan rincian sebagai berikut: Dari 10 bahwa tanggapan responden terhadap variabel pertanyaan yang diberikan kepada responden. Independensi Audit dengan 10 pertanyaan dapat jawaban yang terpilih sangat tidak setuju ada 6 diketahui dengan rincian sebagai berikut: Dari 10 kali atau 1,6%. Jawaban tidak setuju ada 16 kali atau 4,2%, jawaban netral ada 36 kali atau 0,5%. Jawaban tidak setuju ada 13 kali atau ertanyaan yang diberikan kepada responden, 3,4%, jawaban netral ada 94 kali atau 24,7%, jawaban yang terpilih sangat tidak setuju ada 2 kali jawaban setuju ada 203 atau 53,4% dan jawaban sangat setuju ada 68 kali atau 17,9%. Rata-rata kali atau 0%. Jawaban tidak setuju ada 2 kali atau sebesar 3,85 yang artinya bahwa responden 0,5%, jawaban netral ada 40 kali atau 10,5%, jawaban setuju ada 228 atau 60,0% dan jawaban Independensi Audit. sangat setuju ada 110 kali atau 28,9%. Rata-rata Tabel 5 Variabel Kualitas Audit sebesar 4,17 yang artinya bahwa responden Item Perhitungan Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Q10 Persentase Frekuensi Total Persentase Jawaban Responden STS TS 0% 0. 0% 21. 1% 57. 0% 0. 0% 5. 3% 63. 0% 0. 0% 5. 3% 57. 0% 0. 0% 10. 5% 52. 0% 0. 0% 5. 3% 63. 0% 0. 0% 5. 3% 73. 0% 0. 0% 10. 5% 63. 0% 5. 3% 10. 5% 57. 0% 0. 0% 15. 8% 47. 0% 0. 0% 15. 8% 63. 0% 0. 5% 10. 5% 60. Rata-Rata Kualitas Audit. Pengujian Asumsi setuju untuk variabel Sebelum melakukan analisis regresi, ada beberapa asumsi yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah asumsi sebagai berikut: Asumsi Normalitas Pengujian asumsi normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel residual berdistribusi normal atau tidak. Pada Berdasarkan hasil data di atas diketahui bahwa berdistribusi normal. Untuk menguji apakah tanggapan responden terhadap variabel Kualitas residual berdistribusi normal atau tidak, dapat Audit dengan 10 pertanyaan dapat diketahui dilihat melalui pengujian Kolmogorov Smirnov dan Normal Probability Plot (P-P Plo. Hipotesis pertanyaan yang diberikan kepada responden, pengujian asumsi normalitas adalah sebagai jawaban yang terpilih sangat tidak setuju ada 0 Dari Kriteria pengujian menyatakan apabila nilai probabilitas H0 : Residual berdistribusi normal Kolmogorov Smirnov lebih besar dari nilai significant H1 : Residual tidak berdistribusi normal alpha 5% atau 0,05 dan titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal, dan pada Normal Gambar 1 P-Plot Probability Plot (P-P Plo. , penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal, maka residual dinyatakan berdistribusi normal. Berikut ini adalah hasil pengujian asumsi normalitas melalui pengujian Kolmogorov Smirnov dan Normal Probability Plot: Tabel 6 Kolmogorov Smirnov Ae Pengujian Normalitas Kolmogorov Smirnov Probabilitas 0,119 0,191 Berdasarkan grafik Normal Probability Plot, menunjukkan bahwa semua titik-titik data searah Sumber: Diolah dari hasil SPSS Berdasarkan Pengujian asumsi normalitas dinyatakan berdistribusi normal. Dengan demikian menghasilkan probabilitas statistik uji Kolmogorov asumsi normalitas terpenuhi. Smirnov lebih besar dari nilai significant alpha 5% atau 0,05 sehingga H0 diterima. Hal ini berarti Asumsi Heteroskedastisitas residual pada model dinyatakan berdistribusi Pengujian Dengan demikian asumsi normalitas digunakan untuk mengetahui apakah residual memiliki ragam yang homogen atau tidak. Pada analisis regresi diharapkan residual memiliki Pengujian heterokedastisitas dapat dilihat melalui Glejser Test dan grafik scatterplot. Hipotesis pengujian asumsi heteroskedastisitas adalah sebagai berikut : H0 : Residual memiliki ragam homogen H1 : Residual tidak memiliki ragam homogen Kriteria pengujian menggunakan Glejser Test menyatakan apabila semua nilai probabilitas dari variabel independen Ou level of significant (=5%) maka residual dinyatakan memiliki ragam yang Kemudian jika menggunakan grafik scatterplot apabila titik-titik tidak membentuk pola tertentu atau acak maka residual dinyatakan Berdasarkan grafik scatterplot, titik-titik menyebar memiliki ragam yang homogen. Berikut ini adalah diatas dan dibawah atau sekitar angka 0, dan juga hasil pengujian asumsi heteroskedastisitas melalui penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk Glejser Test: pola bergelombang melebar kemudian menyempit Tabel 7 Glejser Test Pengujian Heteroskedastisitas Variabel T Statistics Independen Kompetensi Audit Independensi Audit Pengujian memiliki ragam yang homogen. Dengan demikian Prob. -2,003 0,053 -0,051 0,960 dan melebar kembali sehingga residual dinyatakan asumsi heteroskedastisitas terpenuhi. Asumsi Multikolinieritas Pengujian menunjukkan bahwa semua variabel bebas pada untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar model menghasilkan probabilitas lebih besar dari variabel independen. Pada analisis regresi linier level of significant (=5% atau 0. Hal ini tidak diperbolehkan berarti residual dinyatakan memiliki ragam yang variabel independen. Pengujian multikolonieritas dilakukan dengan melihat nilai VIF masing-masing Dengan variabel independen. heteroskedastisitas terpenuhi. adanya hubungan Kriteria pengujian menyatakan apabila nilai VIF Independensi Audit secara bersama-sama terhadap lebih kecil dari 10 maka dinyatakan tidak terdapat Kualitas Audit adalah kuat. Koefisien yang gejala multikolinier. Adapun ringkasan hasil pengujian multikolinieritas sebagaimana tabel peningkatan Kompetensi Audit dan Independensi berikut: Tabel Audit akan diikuti oleh peningkatan Kualitas Audit Tabel Collinearity Statistics Ae 0,745 Pengujian Hasil Uji Korelasi Berganda Multikolinieritas Tolerance Variabel VIF Kompetensi Audit 0,741 1,350 Independensi Audit 0,741 1,350 Berdasarkan hasil pada tabel di atas, dapat Korelasi berganda digunakan untuk mencari hubungan antara variabel Kompetensi Auditor dihubungkan dengan variabel Kualitas Audit dan bahwa variabel Kompetensi Audit. Independensi Auditor Independensi Audit, dan Independensi Audit dengan variabel Kualitas Audit. Hasil dapat menghasilkan nilai Tolerance lebih besar dari 0,1 dijelaskan sebagai berikut : dan VIF yang lebih kecil dari 10. Dengan demikian Berdasarkan tabel 4. 9 dihasilkan nilai koefisien dapat dinyatakan bahwa model dinyatakan tidak korelasi Kompetensi Auditor sebesar 0,510. Hal ini terdapat gejala multikolinieritas. Sehingga asumsi berarti masuk pada kategori tingkat hubungan yang multikolinieritas terpenuhi Hasil Uji Korelasi Berganda hubungan Kompetensi Auditor secara parsial Korelasi berganda digunakan untuk mencari terhadap Kualitas Audit adalah sedang. Koefisien hubungan antara variabel Kompetensi Audit dan yang dihasilkan sebesar 0,510 . Independensi peningkatan Kompetensi Auditor akan diikuti oleh Audit bersama-sama dihubungkan dengan variabel Kualitas Audit. Hasil peningkatan Kualitas Audit. menunjukkan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,749. Hal ini berarti masuk pada kategori tingkat hubungan yang kuat, artinya bahwa keeratan hubungan Kompetensi Audit dan Berdasarkan tabel 4. 9 dihasilkan nilai koefisien pengaruh variabel independen terhadap variabel korelasi parsial Independensi Auditor sebesar dependen secara parsial. Pengujian signifikansi 0,466. Hal ini berarti masuk pada kategori tingkat secara parsial dapat diketahui melalui ringkasan hubungan yang sedang, artinya bahwa keertatan pada tabel berikut: hubungan Independensi Auditor secara parsial Tabel 9 Hasil Analisis Korelasi terhadap Kualitas Audit adalah sedang. Koefisien yang dihasilkan sebesar 0,466 . berarti, peningkatan Independensi Auditor akan diikuti Variabel Koefisien T Statistics Sig. (Constan. 0,082 0,134 0,894 Kompetensi Audit 0,531 3,505 0,001 Independensi Audit 0,486 3,117 0,004 Model empirik yang dihasilkan adalah sebagai oleh peningkatan Kualitas Audit. Y = 0,082 0,531 X1 0,486 X2 Regresi Linier Berganda Hasil Uji Pengujian Signifikansi Pengaruh Kompetensi Analisis Regresi Auditor terhadap mengetahui pengaruh Kompetensi Auditor dan Pengujian pengaruh Kompetensi Auditor terhadap Independensi Auditor baik secara simultan maupun Kualitas Audit menghasilkan nilai T statistics parsial terhadap Kualitas Audit. Hasil dari sebesar 3,505 dengan probabilitas sebesar 0,001. pengujian Regresi adalah sebagai berikut : Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa probabilitas < significant alpha . % atau 0,. Hal Pengujian Signifikansi Secara Parsial ini berarti dapat dinyatakan bahwa terdapat Pengujian secara parsial digunakan untuk pengaruh yang signifikan Kompetensi Auditor menguji hipotesis mengenai ada tidaknya pengaruh terhadap Kualitas Audit. Koefisien pengaruh variabel independen secara parsial Kompetensi Auditor terhadap Kualitas Audit variabel dependen. Kriteria pengujian menyatakan sebesar 0,531 . Hal ini menunjukkan bahwa apabila nilai probabilitas < level of bahwa Kompetensi Auditor berpengaruh positif significant . lpha=) maka dinyatakan adanya dan signifikan terhadap Kualitas Audit. Dengan demikian dapat diartikan, semakin tinggi atau baik Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) Kompetensi Auditor, maka cenderung dapat Wilayah DKI Jakarta menghasilkan nilai F hitung meningkatkan Kualitas Audit di Kantor Akuntan sebesar 26,218 dengan probabilitas sebesar 0,000. Publik (KAP) Wilayah DKI Jakarta. Dengan Hasil pengujian tersebut menunjukkan probabilitas demikian hipotesis 1 terpenuhi < level of significance ( =5% atau 0,. Hal ini Pengujian Signifikansi Secara Simultan Pengujian secara simultan digunakan untuk Kompetensi Audit dan Independensi Audit secara menguji hipotesis mengenai ada tidaknya pengaruh simultan terhadap Kualitas Audit kerja di Kantor variabel independen secara simultan atau bersama- Akuntan Publik (KAP) Wilayah DKI Jakarta. Kriteria Koefisien Determinasi Koefisien Determinasi digunakan untuk probabilitas < level of significant . lpha=) maka dinyatakan adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. variabel dependen, atau dengan kata lain untuk Pengujian simultan dapat diketahui melalui ringkasan pada tabel berikut: Koefisien Determinasi dalam analisis Regresi Tabel 11 Tabel Uji F Sum Df Mean Sig. Square Squa Regression 4,752 2 2,376 22,350 0,000 Residual 3,721 35 0,106 Total 8,474 37 Pengujian pengaruh secara simultan Kompetensi Auditor dan Independensi Auditor Koefisien Determinasi (R. Tabel 12 Tabel Koefisien Determinasi R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate 0,749 0,561 0,536 0,32607 R-square pada model bernilai 0,561 atau 56,1%. Hal ini dapat menunjukkan bahwa Kualitas Audit mampu dijelaskan oleh variabel Kompetensi kualitas audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) di Auditor dan Independensi Auditor sebesar 56,1%, wilayah DKI Jakarta, hal ini berarti penelitian ini atau dengan kata lain kontribusi konsisten dengan penelitian Wirdayani . Kompetensi Audit Independensi Audit Zehlla Rachma Gimardien . Putra Anggara terhadap Kualitas Audit di Kantor Akuntan Publik . Tomy Arianto . (KAP) Wilayah DKI Jakarta sebesar 56,1%, sedangkan sisanya sebesar 43,9% merupakan Terdapat pengaruh independensi terhadap kontribusi variabel lain yang tidak dibahas dalam kualitas audit. penelitian ini. Variabel secara individual terhadap kualitas audit di Kantor Pembahasan Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Terdapat Pengaruh Kompetensi Terhadap semakin baik independensi seorang auditor maka Kualitas Audit semakin baik kualitas audit. Auditor dalam Variabel kompetensi mempunyai pengaruh secara melaksanakan kualitas audit, harus lah didukung individual terhadap kualitas audit di Kantor dengan sikap independensi baik itu independensi Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Hal sehingga hasil audit menyatakan keadaan yang ini berarti bahwa kualitas audit dapat dicapai jika sebenarnya dan terbebas dari tekanan-tekanan seorang auditor memiliki kompetensi yang baik. pihak terkait. Auditor sebagai ujung tombak pelaksana tugas Penelitian Wirdayani . Zehlla Rachma Gimardien pengetahuan yang telah dimiliki agar penerapan . Putra Anggara . Tomy Arianto pengetahuan dapat maksimal dalam praktiknya. Berdasarkan Empat. Terdapat Pengaruh Kompetensi Tunggal, amin widjaja. Dasar-dasar Fraud auditing. Jakarta: Harvarindo. Independensi terhadap kualitas Audit Tjun Tjun Law. Elyzabeth I. , & Santy Setiawan. AuPengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas AuditAy. Jurnal Akuntansi vol 4 no. 1 Mei 2012. Bandung: Program Studi Akuntansi. Universitas Kristen Maranata. Kompetensi dan independensi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta, yang berarti semakin tinggi tingkat Agoes. Sukrisno. Ardana. Cenik. Etika Bisnis dan Profesi Tantangan Membangun manusia seutuhnya. Jakarta:Salemba Empat. keahlian yang dimiliki oleh auditor dan semakin baik sikap yang dimiliki auditor maka akan Suhayati. Ely. Siti Kurnia Rahayu. AUDITING. Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntan Publik. Yogyakarta : Graha Ilmu. menghasilkan audit yang berkualitas. Penelitian ini konsisten dengan penelitian Tjun . KESIMPULAN Arens. Alvin. Randal. Elder, & Mark. Beasley, 2008. Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta: Erlangga. Kompetensi Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit kerja di Kantor Arens. Alvin. Randal. Elder,Amira. Mark. Beasley, 2011. Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta: Penerbitan Salemba Empat. Akuntan Publik (KAP) Wilayah DKI Jakarta. Independensi Auditor berpengaruh positif Fitrawansyah. Fraud & Auditing. Jakarta: Mitra Wacana Media. dan signifikan terhadap Kualitas Audit kerja di Rai. I Gusti agung, 2010. Auditing kinerja pada sektor publik. salemba empat. Jakarta. Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah DKI Jakarta. Semakin baik Independensi Auditor, maka Wibowo. Manajemen Kinerja edisi ketiga, cenderung dapat meningkatkan Kualitas Audit di Jakarta:Rajawali Pers. Kantor Akuntan Publik (KAP) Wilayah DKI Mulyadi. 2010:73. Auditing Jakarta. Terdapat pengaruh yang Independensi Audit terhadap Kualitas Audit. REFERENCES