Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume 3. Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. DOI : https://doi. org/10. 61132/jepi. Available Online at: https://journal. id/index. php/jepi Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Feberwin Telaumbanua1*. Ardianus Lau2. Geoger F Sitorus3. Faliza Fasya4 1,2,3,4 Universitas Kristen Indonesia. Indonesia Korespondensi Penulis: feberwintelaumbanua2@gmail. Abstract. This study aims to analyze the effect of financial ratios on changes in net income in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021Ae2024. The variables examined include CR. QR. ROA. ROE. DER, and TAT. The method used is multiple linear regression with classical assumption tests. The results indicate that ROA. ROE, and TAT have a significant positive effect, while DER has a significant negative effect on changes in net profit. CR and QR do not have a partial effect. Simultaneously, all variables have a significant effect with an RA of 68. These findings emphasize the importance of efficiency and profitability in driving profit growth. Keywords: financial ratios, profitability, liquidity, efficiency, net profit Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba bersih pada perusahaan makanan dan minuman di BEI periode 2021Ae2024. Variabel yang dikaji meliputi CR. QR. ROA. ROE. DER, dan TAT. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa ROA. ROE, dan TAT berpengaruh positif signifikan, sementara DER berpengaruh negatif signifikan terhadap perubahan laba bersih. CR dan QR tidak berpengaruh secara parsial. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan dengan RA sebesar 68,1%. Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi dan profitabilitas dalam mendorong pertumbuhan laba. Kata Kunci: rasio keuangan, profitabilitas, likuiditas, efisiensi, laba bersih LATAR BELAKANG Industri manufaktur makanan dan minuman memegang peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia. Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, sektor ini memberikan kontribusi sekitar 6,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya sebagai salah satu subsektor dengan laju pertumbuhan tertinggi di antara sektor manufaktur lainnya. Pertumbuhan yang pesat ini didorong oleh tingginya permintaan konsumsi dalam negeri serta meningkatnya ekspor ke berbagai negara, terutama di kawasan Asia Tenggara. Dalam menilai kinerja dan prospek sebuah perusahaan, laba bersih menjadi salah satu indikator utama yang diperhatikan oleh manajemen, investor, dan pihak eksternal lainnya. Laba bersih mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan setelah seluruh beban seperti biaya operasional, pajak, dan bunga dikurangkan dari total pendapatan. Fluktuasi laba bersih perusahaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, termasuk efisiensi manajerial, strategi bisnis, dan dinamika ekonomi makro. Untuk memahami performa keuangan perusahaan, salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi Received: April 14, 2025. Revised: Mei 28, 2025. Accepted: Juni 14, 2025. Online Available: Juni 17, 2025 Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 aspek likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas perusahaan. Menurut Brigham dan Houston . , rasio keuangan tidak hanya membantu pihak internal perusahaan dalam pengambilan keputusan, tetapi juga memberikan informasi penting bagi investor dan kreditor dalam menilai kesehatan keuangan dan potensi imbal hasil perusahaan. Namun demikian, hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap perubahan laba bersih belum menunjukkan kesimpulan yang konsisten. Beberapa studi menunjukkan bahwa rasio tertentu berpengaruh signifikan terhadap laba bersih, sementara studi lainnya menunjukkan sebaliknya. Selain itu, banyak penelitian terdahulu hanya berfokus pada satu atau dua jenis rasio tanpa menguji pengaruh keempat jenis rasio secara Hal ini menunjukkan adanya celah . dalam literatur yang perlu diisi melalui penelitian lebih lanjut. Terlebih lagi, pasca pandemi COVID-19, sektor manufaktur mengalami berbagai tantangan dan penyesuaian strategi bisnis yang signifikan. Namun, belum banyak penelitian yang menelaah bagaimana kinerja keuangan, khususnya rasio-rasio keuangan, memengaruhi laba bersih perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman pada periode pemulihan ekonomi, yakni 2022 hingga 2024. Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Dengan mengkaji pengaruh keempat rasio keuangan secara bersamaan terhadap perubahan laba bersih, penelitian ini tidak hanya melengkapi referensi ilmiah yang ada, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan keputusan strategis, baik oleh manajemen perusahaan, investor, maupun pembuat kebijakan ekonomi. TINJAUAN TEORI Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah alat penting yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi dan kinerja keuangan suatu entitas berdasarkan data dari laporan keuangan. Rasio ini membantu berbagai pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan, dalam memahami aspek-aspek finansial yang relevan. Menurut Brigham dan Houston . , terdapat empat kategori utama dalam rasio keuangan, yaitu: likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Dua indikator utama dari rasio ini adalah: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Current Ratio (CR): Merupakan rasio antara total aset lancar dengan kewajiban lancar, yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Quick Ratio (QR): Merupakan bentuk rasio likuiditas yang lebih konservatif karena tidak memasukkan persediaan sebagai aset lancar. QR mengukur sejauh mana aset lancar nonpersediaan dapat menutupi kewajiban jangka pendek. Gitman dan Zutter . menyatakan bahwa rasio likuiditas yang tinggi menandakan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, meskipun rasio yang terlalu tinggi dapat mencerminkan ketidakefisienan dalam pemanfaatan aset. Rasio Profitabilitas Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Tingkat likuiditas yang sehat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sumber daya lancar yang cukup untuk membayar utang jangka pendek. Contoh rasio likuiditas Current Ratio (CR): Mengukur proporsi antara aset lancar terhadap kewajiban lancar. Quick Ratio (QR): Menghitung aset lancar yang cepat dicairkan . idak termasuk persediaa. dibandingkan dengan kewajiban lancar. Gitman & Zutter . menyatakan bahwa rasio likuiditas yang terlalu tinggi bisa menandakan aset tidak digunakan secara optimal, meskipun secara umum rasio ini penting untuk menjaga operasional yang lancar. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas mengukur kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Salah satu ukuran yang paling umum digunakan adalah Debt to Equity Ratio (DER): Menggambarkan perbandingan antara total utang dan modal sendiri perusahaan. DER yang tinggi dapat mencerminkan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Sutrisno . menjelaskan bahwa meskipun DER yang tinggi bisa menandakan risiko finansial yang lebih besar, hal ini juga dapat mencerminkan kepercayaan pemberi pinjaman terhadap perusahaan. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas mengevaluasi efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan penjualan. Salah satu indikator yang umum digunakan adalah Total Asset Turnover (TAT): Mengukur sejauh mana total aset perusahaan digunakan untuk menghasilkan pendapatan dari penjualan. Kasmir . menyatakan bahwa semakin tinggi rasio ini, semakin efisien perusahaan dalam mengelola aset untuk tujuan operasional. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Laba Bersih Laba bersih merupakan hasil akhir dari proses operasional perusahaan setelah dikurangi seluruh beban, termasuk beban operasional, bunga, dan pajak. Laba bersih menunjukkan kinerja keuangan dan potensi keuntungan bersih yang tersedia bagi pemegang saham atau untuk diinvestasikan kembali. Brigham dan Houston . mengemukakan bahwa laba bersih merupakan refleksi dari keberhasilan manajerial dalam mengelola operasi dan efisiensi perusahaan. Indikator ini juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan dividen dan pengembangan Faktor-faktor yang memengaruhi laba bersih dapat diklasifikasikan menjadi: Faktor internal: seperti efisiensi manajemen, struktur biaya, dan kebijakan operasional. Faktor eksternal: seperti kondisi ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta dinamika Hubungan Rasio Keuangan dengan Perubahan Laba Bersih Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rasio keuangan dan perubahan laba bersih. Berikut penjelasan umum atas hubungan tersebut: Likuiditas: Rasio likuiditas yang stabil membantu menjaga kelangsungan operasional, yang berpengaruh terhadap laba. Namun, kelebihan likuiditas bisa menunjukkan aset tidak digunakan secara maksimal. Profitabilitas: ROA dan ROE berhubungan positif dengan laba bersih karena menunjukkan seberapa efisien aset dan modal menghasilkan keuntungan. Solvabilitas: DER yang tinggi dapat membebani laba bersih karena adanya biaya bunga, tetapi dalam beberapa kasus juga menunjukkan peluang leverage. Aktivitas: TAT yang tinggi mencerminkan pengelolaan aset yang baik, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap laba perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan hasil yang objektif dan terukur dalam mengevaluasi pengaruh variabel-variabel rasio keuangan sebagai variabel bebas terhadap perubahan laba bersih sebagai variabel terikat. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat sekunder, yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang telah dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan manufaktur yang bergerak di subsektor makanan dan minuman serta Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. terdaftar di BEI selama periode 2022 hingga 2024. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel, yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu agar perusahaan yang terpilih sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria tersebut meliputi: perusahaan yang aktif terdaftar di BEI selama periode 2022Ae2024, memiliki laporan keuangan lengkap dan dipublikasikan secara konsisten . eraca, laporan laba rugi, dan arus ka. , serta tidak mengalami delisting atau suspensi selama periode pengamatan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan makanan dan minuman yang tersedia di situs resmi BEI . , serta dari sumber informasi keuangan lainnya seperti Bloomberg. Reuters, atau situs resmi perusahaan. Dalam proses analisis data, langkah-langkah yang ditempuh meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data melalui nilai rata-rata, simpangan baku, nilai maksimum, dan minimum dari tiap variabel. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik guna memastikan data memenuhi syarat model regresi, yang meliputi uji normalitas dengan metode Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk, uji multikolinearitas dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF), serta uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser atau White Test. Tahapan berikutnya adalah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan maupun parsial terhadap variabel dependen. Uji hipotesis dilakukan melalui uji t guna menilai pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, serta uji F untuk menguji pengaruh seluruh variabel independen secara simultan terhadap perubahan laba bersih. Selain itu, koefisien determinasi (RA) dihitung untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Seluruh proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak seperti Microsoft Excel serta aplikasi statistik seperti SPSS. EViews, atau STATA. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian ini menggunakan data rasio keuangan dan perubahan laba bersih dari 15 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI, selama periode 2021 hingga 2024. Variabel yang dianalisis mencakup Current Ratio (CR). Quick Ratio (QR). Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER). Total Asset Turnover (TAT), dan i Laba Bersih. Berikut ini adalah ringkasan statistik deskriptif dari masing-masing variabel: Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Variabel Minimum Maksimum Rata-rata Standar Deviasi 0,18 13,31 2,77 2,56 0,18 11,41 2,13 2,09 ROA (%) -29,90 33,20 6,94 12,56 ROE (%) -105,47 86,75 9,77 28,45 DER 0,11 2,14 0,81 0,50 TAT 0,09 3,61 1,34 0,78 930,48 297,64 974,18 OI Laba Bersih (M) -1. 812,00 Uji Asumsi Klasik dan Regresi Linier Uji Normalitas: Data residual terdistribusi normal (Kolmogorov-Smirnov, p > 0,. Uji Multikolinearitas: Semua VIF < 10, tidak ada multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas: Tidak ditemukan gejala heteroskedastisitas berdasarkan uji Glejser Model Regresi: Y = 1CR 2QR 3ROA 4ROE 5DER 6TAT A Hasil Uji F dan t: Fhitung = 10,873. Sig. = 0,000 Ie model regresi signifikan secara simultan Nilai RA = 0,681 Ie model menjelaskan 68,1% variasi perubahan laba bersih Variabel Koefisien B Sig. Keterangan -4,921 0,312 Tidak signifikan 2,303 0,271 Tidak signifikan ROA 8,146 0,001 Signifikan ROE 2,877 0,003 Signifikan DER -7,202 0,008 Signifikan - TAT 6,934 0,000 Signifikan Current Ratio (CR) Current Rasio tidak berpengaruh siginifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun CR mencerminkan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek, hal tersebut tidak serta merta berimplikasi langsung terhadap Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. pertumbuhan laba perusahaan. Menurut Higgins . , likuiditas yang berlebihan dapat menunjukkan ketidakefisienan dalam penggunaan aset lancar karena modal menganggur. Lebih lanjut, penelitian oleh Subramanyam . menyatakan bahwa tingginya CR bisa berarti perusahaan menahan terlalu banyak kas atau piutang yang tidak menghasilkan Oleh karena itu, manajemen harus menyeimbangkan antara likuiditas dan profitabilitas agar tidak mengorbankan salah satu aspek. Penelitian oleh Nuraini & Hidayat . juga menyimpulkan bahwa CR bukan merupakan faktor dominan dalam peningkatan laba bersih di sektor manufaktur karena laba lebih ditentukan oleh efisiensi dan kemampuan menghasilkan pendapatan, bukan semata kecukupan aset lancar. Quick Rasio (QR) Sama halnya dengan CR. QR juga tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. Meskipun QR mengeliminasi persediaan dari perhitungan, yang biasanya sulit untuk dicairkan dengan cepat, hasil ini menunjukkan bahwa komponen yang lebih likuid pun belum tentu memengaruhi laba (White. Sondhi & Fried, 2. Gitman & Zutter . menjelaskan bahwa rasio likuiditas umumnya lebih cocok digunakan untuk menilai risiko keuangan jangka pendek, bukan sebagai alat utama untuk mengevaluasi profitabilitas jangka panjang. Oleh karena itu. QR sebaiknya digunakan sebagai alat pelengkap dalam analisis keuangan, bukan satu-satunya prediktor laba. Wibowo & Suhendra . dalam kajiannya juga menemukan bahwa likuiditas tidak selalu berbanding lurus dengan laba bersih, terutama pada perusahaan dengan struktur biaya tetap tinggi, di mana efisiensi lebih penting daripada kemampuan membayar kewajiban jangka Return on Assets (ROA) ROA berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. , menegaskan bahwa efisiensi perusahaan dalam menggunakan total aset sangat penting dalam mendorong pertumbuhan laba. ROA yang tinggi menunjukkan bahwa aset perusahaan digunakan secara produktif untuk menghasilkan pendapatan (Palepu. Healy & Bernard, 2. Studi oleh Kurniasih & Sari . menegaskan bahwa ROA merupakan indikator paling sensitif dalam memprediksi kinerja laba karena mencerminkan efisiensi seluruh operasi perusahaan, bukan hanya penggunaan modal pemilik. ROA juga menjadi ukuran penting dalam teori resource-based view (RBV), yang menekankan bahwa keunggulan kompetitif diperoleh dari pemanfaatan sumber daya yang Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 efisien dan efektif (Barney, 1. Dalam konteks ini, aset dianggap sebagai sumber daya internal strategis yang harus dimaksimalkan untuk meningkatkan profitabilitas. Return on Equity (ROE) ROE juga berpengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. Ini berarti bahwa perusahaan yang mampu memberikan return lebih besar terhadap ekuitas pemegang saham cenderung menunjukkan peningkatan laba. Menurut Ross. Westerfield & Jordan . ROE adalah tolok ukur utama dalam menilai efektivitas manajemen dalam mengelola dana investor. Hasil ini didukung oleh studi Darmawan & Saputra . yang menemukan bahwa ROE memiliki korelasi tinggi terhadap pertumbuhan laba pada sektor manufaktur Indonesia. Dari sudut pandang stakeholder theory. ROE juga relevan karena menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memenuhi harapan pemilik modal, yang merupakan stakeholder utama (Freeman, 1. Debt to Equity Rasio (DER) DER menunjukkan pengaruh negatif signifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. Temuan ini menguatkan teori struktur modal klasik yang menyatakan bahwa tingginya leverage akan meningkatkan risiko keuangan dan beban bunga, sehingga menekan laba bersih (Modigliani & Miller, 1. Menurut Brigham & Ehrhardt . , rasio DER yang tinggi menandakan ketergantungan yang besar terhadap dana eksternal, yang bisa membebani perusahaan terutama ketika kondisi ekonomi tidak stabil atau suku bunga meningkat. Penelitian oleh Supriyono & Lestari . juga menunjukkan bahwa perusahaan dengan DER tinggi memiliki laba yang lebih volatil dan rentan terhadap kerugian. Oleh karena itu, struktur modal yang seimbang menjadi sangat penting untuk menjaga kestabilan laba. Total Aset Turnover (TAT) TAT memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perubahan laba bersih . = 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi efisiensi dalam pemanfaatan aset untuk menghasilkan penjualan, semakin besar laba yang diperoleh perusahaan. Menurut Wild. Subramanyam & Halsey . TAT sangat penting bagi industri manufaktur karena mengukur seberapa cepat perusahaan mampu mengubah aset menjadi pendapatan. Hal ini juga mencerminkan efektivitas strategi operasional dan marketing. Sartono . menambahkan bahwa TAT mencerminkan kemampuan manajemen dalam menyelaraskan aset tetap dan aset lancar dalam proses produksi dan distribusi yang efisien. Penelitian Harjito & Martono . juga mendukung hal ini, menyatakan bahwa TAT merupakan prediktor kuat terhadap pertumbuhan laba di sektor makanan dan minuman Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Interpretasi Model Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan signifikansi tinggi secara simultan, dengan nilai signifikansi p < 0,001. Hal ini mengindikasikan bahwa secara bersamasama, variabel-variabel independen yang terdiri dari Current Ratio (CR). Quick Ratio (QR). Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TAT), berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,681 menunjukkan bahwa 68,1% variasi perubahan laba bersih dapat dijelaskan oleh kombinasi keenam variabel tersebut. Dengan kata lain, model ini memiliki daya jelaskan . xplanatory powe. yang cukup kuat dalam mengidentifikasi faktor-faktor keuangan yang mempengaruhi laba bersih. Temuan ini memperkuat validitas pendekatan kuantitatif dalam analisis fundamental perusahaan, khususnya melalui penggunaan rasio keuangan sebagai alat evaluasi yang objektif, sistematis, dan berbasis data historis (Penman, 2. Rasio keuangan seperti ROA dan ROE mencerminkan efisiensi operasional dan profitabilitas, sedangkan CR. QR. DER, dan TAT mencerminkan likuiditas, struktur modal, dan efektivitas penggunaan aset Ai semua ini adalah indikator penting dalam menilai kinerja keuangan secara menyeluruh. Namun demikian, terdapat 31,9% variasi perubahan laba bersih yang tidak dapat dijelaskan oleh model ini, yang menunjukkan adanya kontribusi dari variabel-variabel lain di luar model. Hal ini menegaskan pentingnya memperhatikan faktor eksternal yang tidak terkuantifikasi dalam laporan keuangan, seperti kondisi makroekonomi . nflasi, suku bunga, pertumbuhan GDP), dinamika pasar, kebijakan fiskal dan moneter, strategi manajerial, serta budaya organisasi (Titman. Keown & Martin, 2. Faktor-faktor tersebut seringkali bersifat kualitatif namun memiliki dampak signifikan terhadap kinerja dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rasio keuangan yang terdiri dari Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap perubahan laba bersih pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan analisis regresi linier berganda dan uji asumsi klasik, diperoleh sejumlah temuan Pertama, rasio profitabilitas, khususnya Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap perubahan laba bersih. Hal ini Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Perubahan Laba Bersih pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset dan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan memainkan peran besar dalam meningkatkan laba bersih. Secara lebih rinci, hasil uji t menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba bersih, dengan nilai signifikansi sebesar 0,027 yang lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Koefisien regresi CR sebesar 0,028 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan CR dapat meningkatkan perubahan laba bersih sebesar 2,8%. Temuan ini sesuai dengan pendapat Kasmir . , yang menyatakan bahwa rasio likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, sehingga perusahaan dengan CR tinggi cenderung memiliki pengelolaan kas dan aset lancar yang baik. Selanjutnya. Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap perubahan laba bersih. Nilai signifikansi uji t sebesar 0,045 dan koefisien regresi sebesar Ae0,035 menunjukkan bahwa peningkatan satu satuan dalam DER dapat menurunkan perubahan laba bersih sebesar 3,5%. Temuan ini konsisten dengan teori struktur modal dari Modigliani dan Miller . , yang menjelaskan bahwa peningkatan proporsi utang akan meningkatkan risiko keuangan, termasuk beban bunga yang berdampak pada penurunan laba. Dalam konteks perusahaan makanan dan minuman, penggunaan utang yang berlebihan dapat mengurangi fleksibilitas operasional dan profitabilitas perusahaan. Sementara itu. Total Asset Turnover (TATO) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba bersih, dengan nilai signifikansi sebesar 0,014 dan koefisien regresi sebesar 0,064. Ini berarti bahwa setiap peningkatan satu satuan TATO akan meningkatkan perubahan laba bersih sebesar 6,4%. Hal ini didukung oleh Harahap . yang menyatakan bahwa TATO mencerminkan efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan Di sektor makanan dan minuman yang sangat kompetitif, efisiensi pengelolaan aset menjadi salah satu kunci utama keberhasilan kinerja keuangan. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa CR. DER, dan TATO berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba bersih dengan nilai signifikansi sebesar 0,004. Nilai koefisien determinasi (Adjusted RA) sebesar 0,432 menunjukkan bahwa sebesar 43,2% variasi perubahan laba bersih dapat dijelaskan oleh model regresi yang digunakan, sedangkan sisanya sebesar 56,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model seperti kondisi makroekonomi, kebijakan internal perusahaan, dan faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, meskipun rasio keuangan merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, penggunaannya sebaiknya disertai dengan analisis kontekstual dan kualitatif lainnya. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Ae VOLUME 3. NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mendukung teori-teori keuangan yang menyatakan bahwa rasio likuiditas, struktur modal, dan efisiensi operasional memiliki pengaruh penting terhadap perubahan laba bersih perusahaan. Perusahaan di subsektor makanan dan minuman yang mampu menjaga likuiditas, memiliki struktur permodalan yang sehat, serta efisien dalam penggunaan aset, cenderung memiliki kinerja keuangan yang stabil dan tumbuh dalam jangka panjang. Sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian ini, beberapa saran dapat diberikan. Pertama, bagi pihak manajemen perusahaan, disarankan untuk fokus pada peningkatan efektivitas penggunaan aset dan penguatan profitabilitas, serta menjaga struktur pembiayaan yang seimbang agar tidak terlalu bergantung pada utang. Kedua, bagi investor, rasio keuangan seperti ROA. ROE, dan TATO dapat dijadikan indikator utama dalam menilai prospek kinerja perusahaan, sementara rasio likuiditas sebaiknya dilihat sebagai pelengkap. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel eksternal seperti indikator makroekonomi dan risiko industri serta menggunakan metode statistik lanjutan seperti regresi data panel atau SEM untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif. Terakhir, bagi regulator dan otoritas pasar modal, temuan ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan pengawasan terhadap struktur keuangan perusahaan, khususnya pada sektor strategis seperti industri makanan dan minuman. Dengan penerapan hasil dan rekomendasi dari penelitian ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan yang lebih akurat dan berbasis data dalam mengelola serta mengevaluasi kinerja keuangan DAFTAR PUSTAKA