Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 250 Ae 254 PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN PENDAPATAN TERHADAP SAVING BEHAVIOR ORANG TUA MAHASISWA Oleh : Jessica Claudia Finance and Investment. Universitas Kristen Petra Email : jessicaclaudia388@gmail. Inlian Wijaya. Finance and Investment. Universitas Kristen Petra Email : inliwijaya@gmail. Hansel Reinaldy. Finance and Investment. Universitas Kristen Petra Email : hanselr25@gmailc. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract Saving is an activity to keep a portion of income which is not planned to be spent. Saving activity relates to saving behavior. Saving behavior is a decision making activity regarding routine activity to save some part of income for a purpose in the future. This study aims to determine the effect of financial literacy and income on the saving behavior of parents of students related to education plans. The population were parents of students of several private universities in Surabaya. These private universities consist of Petra Christian University. Ciputra University, and Surabaya University. The research sample is 100 respondents. Data were collected by distributing questionnaires on google forms and distributed through social media such as Instagram. LINE, and Whatsapp. This research uses Partial Least Square (PLS) data analysis method. The research results show that Financial Literacy and Income have a significant effect on Saving Behavior. Keywords : Financial Literacy, income, saving behavior PENDAHULUAN Finansial adalah poin penting pada kehidupan seseorang dan dapat didefinisikan sebagai sebuah seni sekaligus ilmu yang digunakan untuk mengatur dan mengelola uang (Sudjana & Berian, 2. Dibutuhkan pengetahuan akan finansial untuk bisa mengatur atau mengelola uang dengan baik. Dalam hal mengelola uang tentunya tidak mudah bagi seseorang yang belum terbiasa akan hal ini karena mengelola keuangan tidak hanya berbicara mengenai keluar masuknya uang tetapi juga berbicara mengenai perilaku menabung, perilaku investasi seseorang dan masih banyak agi. Penelitian ini akan membahas mengenai saving behavior dimana saving behavior atau perilaku menabung adalah kegiatan dimana seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk ditabung secara rutin dan digunakan untuk dana masa depan atau dana yang sudah direncanakan jauh Dari menabung, seseorang bisa mengelola dan memanfaatkan tabungan untuk dana darurat dan dana pendidikan anak di masa yang akan datang. Menurut Badan Pusat Statistik Surabaya (BPS,2. , sektor pendidikan di Surabaya memiliki kenaikan rata-rata uang pangkal pendidikan mencapai 5. 1% per tahun dan mayoritas inflasi terjadi pada sekolah Berdasarkan fenomena tentang besarnya biaya pendidikan yang semakin meningkat maka secara tidak langsung telah menuntut setiap orangtua untuk mulai menabung sedini mungkin agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Di penelitian ini penulis akan membahas mengenai bagaimana cara orang tua dari para mahasiswa menyiapkan dana untuk pendidikan anaknya. Responden yang akan digunakan yaitu orang tua dari mahasiswa kampus swasta di Surabaya. Di situasi dan kondisi yang sedang dunia alami hari-hari ini yaitu dengan adanya pandemi tentunya memberikan dampak yang cukup besar terhadap pekerjaan dari orang tua Pembuatan tulisan ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari financial literacy orangtua mahasiswa dan karakteristik sosiodemografi dari orangtua mahasiswa kampus swasta di kota Surabaya terhadap perilaku menabung terkait dengan dana pendidikan anaknya. Penulis berharap dengan adanya saving behavior yang benar dan teratur dari tiap orangtua mahasiswa kesejahteraan dan kelangsungan pendidikan anaknya dan kebutuhan pendidikan dari anaknya akan terpenuhi. KAJIAN PUSTAKA DAN PEGEMBANGAN HIPOTESIS Financial Literacy Financial literacy diartikan oleh (Huston & Sandra, 2. sebagai kemampuan pendapatan secara efektif agar keuangannya tetap aman. Financial literacy terjadi apabila seseorang mempunyai kumpulan keahlian untuk mengelola sumber daya yang dimiliki demi mencapai tujuan dan pengetahuan akan (Huston & Sandra, 2. mengatakan bahwa hal ini merupakan suatu hal yang terkait dengan literasi keuangan (Chen. H, & Volpe, 2. membagi literasi keuangan menjadi 4 aspek, sebagai Ilmu Pengetahuan mengenai keuangan secara personal mencangkup pemahaman beberapa hal terkait dengan ilmu pengetahuan dasar mengenai keuangan Tabungan dan Pinjaman . avings and borrowin. , hal ini mencangkup ilmu pengetahuan yang terkait dengan tabungan serta pinjaman seperti leasing. Asuransi (Insuranc. , hal ini mencangkup ilmu pengetahuan dasar asuransi dan produk asuransi jiwa serta asuransi kendaraan Investasi . , hal ini mencangkup ilmu pengetahuan mengenai suku bunga pasar, reksadana, serta risiko investasi. Saving Behavior Kombinasi dari persepsi kebutuhan masa depan, keputusan tabungan serta tindakan penghematan merupakan definisi dari saving behavior menurut (Warneryd, 1. Di sisi lain, orang cenderung mendefinisikan tabungan sebagai investasi, menempatkan uang di rekening bank, berspekulasi, dan melunasi hipotik. Cara mengindikasi aktivitas perekonomian berjalan baik atau tidak, dapat dilihat dari tingkat tabungan dan investasi (Harrod & Domar, 1. Penelitian (Athukorala. Prema, & Kunal, 2. membuktikan bahwa pertumbuhan pendapatan per kapita mempunyai hubungan positif yang signifikan terkait level tabungan Negara yang memiliki perekonomian yang kuat tentunya negara yang mempunyai tingkat menabung yang tinggi karena investasi akan menopang pertumbuhan ekonomi suatu negara (Rustow, 1. Menurut (Todaro, 1. laju perekonomian suatu negara dapat bertumbuh dengan cepat apabila tingkat menabung dan investasi nya tinggi. Terdapat sebuah penelitian yang diuji oleh Warneryd dan dikutip oleh (Thung. Kai. Nie, & Tsen, 2. mendefinisikan saving sebagai pengeluaran yang ada supaya dapat bertumbuh dan berguna di masa yang akan (Lewis. Webley, & Furnham, 1. saving behavior adalah hasil proses dari pengambilan keputusan untuk menyimpan sebagai tindakan rutin untuk menyisihkan penghasilan demi sebuah tujuan atau impian. Menurut (Warneryd, 1. saving behavior seseorang dapat diukur melalui tiga indikator, yaitu: Pandangan kebutuhan yang akan datang terkait dengan cara seseorang melakukan saving secara rutin dan teratur untuk mempersiapkan keuangannya di masa yang akan datang. Pengambilan pencapaian suatu tujuan keuangan dengan cara menabung. Sikap untuk berhemat dengan cara hidup secukupnya dan sederhana supaya dapat melakukan saving. Bui . mendefinisikan pendapatan sebagai nilai yang dapat dan akan digunakan oleh individu dengan jangka waktu tertentu dan akan kembali ke keadaan semua pada akhir periode. Ada beberapa jenis pendapatan di Indonesia, yaitu: Pendapatan Penghasilan, pendapatan ini biasa didapatkan secara rutin tiap bulan atau tiap minggu tergantung dari tempat kerjanya. Pendapatan ini juga didapatkan atas jasa dan waktu yang diberikan terhadap tempat Pendapatan Pasif . assive incom. , pendapatan ini biasa didapatkan dari usaha sampingan dimana usaha ini seperti menyewakan property seperti kos atau bisa juga dengan menjalin kerjasama dengan suatu perusahaan. Dapat dikatakan passive income apabila seseorang tersebut tidak terlibat secara aktif dalam usahanya. Pendapatan Portofolio, pendapatan ini biasa didapatkan dari keuntungan investasi keuangan seperti saham, reksadana, obligasi. Keuntungan ini biasa disebut dengan capital Contohnya jika ada pembelian saham A dengan harga Rp 500 lalu seminggu kemudian harganya naik menjadi Rp 800 maka jika dijual pada hari itu akan mendapatkan keuntungan atau capital gain sebesar Rp 300. Pendapatan Royalti, pendapatan ini didapatkan atas hasil karya yang dibuat oleh seseorang tersebut. Contohnya seorang penulis buku akan mendapatkan bayaran sesuai dengan jumlah buku yang terjual. METODE PENELITIAN Sampel adalah bagian dari populasi yang sudah ditentukan oleh seorang peneliti dan akan diteliti lebih lanjut pada penelitiannya (Sugiyono, 2. Metode ini digunakan untuk pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan oleh peneliti (Sugiyono, 2. Kriteria yang akan digunakan pada penelitian ini, yaitu: Orang tua dari mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kampus swasta Surabaya Orang tua mahasiswa yang berdomisili di Surabaya Sugiyono . mengatakan bahwa teknik atau cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dapat diartikan sebagai metode pengumpulan data. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey atau penyebaran kuesioner kepada responden. Kuesioner ini berisi beberapa pertanyaan terkait dengan responden dan sesuai dengan data yang ingin peneliti dapatkan dan responden juga sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Penyebaran kuesioner ini dilakukan secara online melalui link menggunakan google form dan disebarkan melalui media sosial seperti Whatsapp. Line, dan Instagram. Program yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan program pengolah data Smart PLS dengan menggunakan pemodelan persamaan struktural atau structural equation modelling / SEM). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian ini untuk melihat valid atau tidaknya sebuah indikator dari tiap Pada metode ini akan menggunakan nilai loading factor yang akan dinyatakan valid apabila > 0,5 dan nilai AVE (Average Variance Extracte. dengan nilai harus > 0. Average Variance Extracted (AVE) Financial Literacy Pendapatan Saving Behavior Dari tabel diatas, dapat terlihat bahwa nilai AVE setiap variabel sudah diatas 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel sudah valid dan memenuhi syarat Hipotesis 1 Berdasarkan tabel 3, yaitu hasil pengujian variabel financial literacy terhadap saving behavior menunjukkan nilai t-statistic 882 Nilai ini tentunya > 1. maka dari itu kesimpulan dari hipotesis ini yaitu tolak atau financial literacy berpengaruh signifikan terhadap saving behavior terkait dana pendidikan anak. Hipotesis 2 Berdasarkan tabel 3 yaitu hasil pengujian variabel tingkat pendapatan terhadap saving behavior menunjukkan nilai t-statistic 665, dimana nilai ini tentunya lebih besar dengan standard dari nilai tstatistic yaitu 1. Maka dari itu kesimpulan dari hipotesis ini yaitu tolak H0 atau tingkat pendapatan berpengaruh signifikan terhadap saving behavior terkait dana pendidikan KESIMPULAN Dari hasil penelitian diketahui bahwa Financial Literacy berpengaruh signifikan terhadap Saving Behavior. Hal ini menunjukkan bahwa, tingkat Financial Literacy yang dimiliki oleh setiap individu akan mempengaruhi keputusan terhadap perilaku melakukan Saving Behavior. Pengaruh yang signifikan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi financial literacy seseorang maka akan meningkatkan saving behavior nya, karena dengan pengetahuan akan keuangan yang luas maka seseorang akan mengerti bagaimana cara mengelola keuangan dengan benar seperti menyisihkan Hal ini juga didukung oleh pernyataan bahwa. Semakin tinggi financial literacy yang dimiliki oleh suatu individu maka semakin matang pula persiapan finansial di masa yang akan datang . ahdzan & Tabiani, 2. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Saving Behaviour. Perbedaan tingkat pendidikan yang dimiliki setiap individu berdampak pada kemampuan mengelola keuangan dan cara individu tersebut dalam melakukan saving. Hal ini menunjukkan Hal ini didukung oleh pernyataan bahwa besaran tingkat pendapatan seseorang akan mempengaruhi jumlah yang akan ditabungkan (Dynan. Karen. Jonathan & Stephen, 2. Penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka semakin tinggi pula tabungan yang dimiliki (Paturochman, 2. REFERENSI