ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB IMPLEMENTASI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA MASINGAI I KECAMATAN UPAU KABUPATEN TABALONG Alya Nidia Yuliana* . Rahmi Hayati alyanidiayuliana@gmail. rahmihayati777@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Adiministrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena disamping kesadaran masyarakat akan hidup sehat masih diragukan, sarana untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dimasyarakat pun dirasakan masih sangat terbatas. Era Otonomi Daerah saat ini menuntut pemerintah daerah memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di semua sektor pembangunan. Salah satu bentuk pelayanan dasar yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten/Kota adalah penyedian kebutuhan air minum dan sanitasi yang sangat berkaitan erat dangan kondisi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam langsung kepada 5 informan dan data sekunder diperoleh dari Pemerintah Desa Masingai I. Teknik Analisis Data yang digunakan merupakan teknik analisa data model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dikategorikan Terimplementasi. Kata Kunci : Implementasi. Kebijakan. PAMSIMAS IMPLEMENTATION OF THE COMMUNITY-BASED DRINKING WATER AND SANITATION PROGRAM (PAMSIMAS) IN MASINGAI I VILLAGE. UPAU DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT Clean and healthy living behavior is crucial and poses its own challenges in achieving public health. This is due to the fact that, aside from the questionable awareness of the community towards healthy living, the facilities for practicing clean and healthy living are also perceived to be very limited. The current era of Regional Autonomy demands local governments to improve services to the public across all sectors of One of the basic services that is the duty and responsibility of regional governments (Regencies/Municipalitie. is the provision of drinking water and sanitation, which is closely related to public health conditions. The purpose of this research is to understand the implementation of the Community-Based Drinking Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) in Masingai I Village. Upau District. Tabalong Regency. This research uses a qualitative method with descriptive analysis. The data used JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB in this study include both primary and secondary data. Primary data were obtained through in-depth interviews with 5 informants, while secondary data were obtained from the Masingai I Village Government. The data analysis technique used is an interactive model which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the Community-Based Drinking Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) in Masingai I Village. Upau District. Tabalong Regency is categorized as successfully implemented. Keywords: Implementation. Policy. PAMSIMAS PENDAHULUAN Latar Belakang Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Hal ini disebabkan karena disamping kesadaran masyarakat akan hidup sehat masih diragukan, sarana untuk dimasyarakat pun dirasakan masih sangat Era Otonomi Daerah saat ini menuntut pemerintah daerah memberikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat di semua sektor Salah satu bentuk pelayanan dasar yang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten/Kota adalah penyedian kebutuhan air minum dan sanitasi yang sangat berkaitan erat dangan kondisi kesehatan masyarakat. Melihat tantangan yang dihadapi untuk memberikan pelayanan air minum dan sanitasi yang memadai maka tercetuslah program third water supply and sanitation for low income community (WSLIC) yang kemudian dikenal sebagai PAMSIMAS (Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyaraka. dalam rangka menciptakan masyarakat hidup bersih dan sehat melalui penyediaan pelayanan air bersih dan sanitasi. Pelaksanaan program PAMSIMAS dilandasi dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasiaonal (RPJPN) RPJPN mengamanatkan pada akhir periode RPJPN 20152019 pelayanan dasar air minum dan sanitasi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat indonesia. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Di dukung dengan beberapa payung hukum utama yang berkaitan dengan pengelolaan program PAMSIMAS antara lain : PP No. 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum PP No. 69 Tahun 2014 tentang Hak guna Air Perpres No. 185 Tahun 2014 Tentang percepatan penyedian air minum dan Permenkes No. 3/2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Ada 5 . komponen Program dalam Program PAMSIMAS yaitu. Pemberdayaan Masyarakat pengembangan kelembagaan daerah Peningkatan pelayanan sanitasi. Penyediaan sarana air minumm dan sanitasi Isentif Desa/Kelurahan Kabupaten/Kota. Dukungan manajemen pelaksana program. Program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran Kota. Program PAMSIMAS bertujuan untuk mengikatkan jumlah warga masyarakat yang berpendapat rendah diwilayah pedesaan dan pinggiran agar dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, meningkatan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target sektor air minum dan sanitasi melalui pengaruh keutamaan dan peluasan pendekatan pembangunan berbasis Masyarakat Adapun desa yang menjadikan lokasi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB penerimaan Program PAMSIMAS di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Desa Masingai I termasuk daerah berpenghasilan menengah kebawah, rata-rata masyarakat berkerja sebagai petani karet dan Kebanyakan masyarakat setempat sangat sulit mandapatkan air bersih. Dengan adanya Program PAMSIMAS ini diharapkan masyarakat mandapatkan pelaynan air bersih dengan harga yang sangat murah dan sanitasi yang baik dan melibatkan partisipasi masyarakat Berdasarkan Observasi sementara di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong menyatakan bahwa dalam penyediaan program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), pada awalnya masyarkat marasa sangat terbantu karena memperoleh serana air bersih, akan tetapi terdapat masalah-masalah di dalam pelaksanaan dan pemeliharaanya, ini terlihat seperti tidak semua masyarakat dari Desa Masingai I yang diberikan bantuan PAMSIMAS terpenuhi kebutuhan air bersih. Masalah lain yang ada di Desa Masingai I, dimana sarana air bersih yang baru dibangun kurang lebih dua tahun yang lalu mengalami kendala atau dapat dikatakan kurang Hal ini disampaikan langsung oleh masyarakat di Desa Masingai I mengatakan bahwa pada awalnya air mengalir di desa dengan sangat baik juga deras, namun seiring berjalanya waktu terjadi kemacetan pada aliran air sehingga air tidak lancar seperti sediakala pada saat penghujan sekalipun. Permasalahan lainnya adalah dimana air tidak tersuplai secara merata kerumah-rumah masyarakat karena peralatan Pipa belum tersambung dangan baik serta bayak pipa yang bocor dan kebersihan air belum maksimal. Berdasarkan maka penulis tertarik untuk melakukaan AuImplementasi Program Penyediaan Air Minum JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten TabalongAy Rumusan Masalah Dari penjelasan yang dijabarkan dalam latar belakang tersebut, maka perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu bagaimanakah Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas, adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Penelitian ini akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung. Adapun manfaat-manfaat tersebut sebagai berikut: Secara Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan serta memberikan kontribusi pengembangan Ilmu Administrasi Publik yang terkait dengan kebijakan publik khususnya implementasi program. Secara Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran dan masukan bagi pemerintah daerah pada Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dalam upaya meningkatkan Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dimasa mendatang Sebagai Sarana Penulis agar dapat mengaplikasikan teori - teori yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan, sekaligus sebagai proses pembelajaran yang memberikan pengalaman dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB wawasan baru, bermanfaat dalam penelitian baik secara teoritis maupun praktis yang menjadi bekal bagi penulis untuk terjun ke lapangan. TINJAUAN PUSTAKA Kerangka Teori Implementasi Menurut (Van Meter dan Van Horn, 1. implementasi adalah Tindakan Ae Tindakan yang dilakukan baik oleh individu Ae individu / pejabat Ae pejabat atau kelompok Ae kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan Ae tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan. Kebijakan Publik Menurut (Thomas R. Dye, 2. Public policy is whatever the government choose to do or not to do ( Kebijakan publik adalah apapun pilihan pemerintah untuk melakukan sesuatu tau tidak melakukan sesusatu. ) menurut (Thomas R. Dye, 2. , apabila pemerintah memiliki untuk melakukan sesuatu, maka trntunya ada tujuannya, karena kabijakan publik merupakan Tindakan Apabila pemerintah memiliki untuk tidak melakukan sesuatu, ini merupakan kebijakan publik yang tentunya ada tujuannya. Menurut (William N. Dunn, 1. mengatakan bahwa kebijakan publik adalah suatu pilihan-pilihan berhubungan yang dibuat oleh Lembaga atau jabatan pemerintah pada bidang-bidang yang menyangkut tugas pemerintah, seperti pertahanan keamanan,energi. Kesehatan Pendidikan, kesejahteraan masyarakat, kriminalitas, perkotaan dan lain-lain. Menurut (David Easton, 1. Aupublic Policy is the authoritative allocation of values for the whole societyAy . ebijakan publik adalah pengalokasian nilai-nilai secara kepada seluruh anggota mesyaraka. Model Implementasi Kebijakan Model Van Meter dan Van Horn Model Implementasi Kebijakan (Van Meter dan Van Horn, 1. , mengatakan bahwa implementasi kebijkan berjalan secara linear dari keijakan publik implementor dan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 kinerja kebijakan publik. Menurut (Van Meter dan Van Horn, 1. beberapa variabel yang memengaruhi kebijakan publik adalah sebagai Aktivitas implementasi dan komunikasi Karakteristik Kondisi ekonomi, sosial dan politik. Kecenderungan . pelaksana atau Implementasi Kebijakan Publik menurut (Van Meter dan Van Horn, 1. terdapat enam variabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu kebijakan Publik yaitu: Ukuran dan Tujuan Kebijakan Sumber Daya Karakteristik Agen Pelaksana Sikap/ kecenderungan (Dispositio. Para Pelaksana Komunikasi Antarorganisasi dan Aktivitas Pelaksana Lingkungan Ekonomi. Sosial dan Politik Model Implementasi Kebijakan George C. Edward i Model implementasi kebijakan yang bersperspektif top down dikembangkan oleh (George C. Edward i, 1. menamakan model Implementasi Kebijakan Publiknya dengan Direct and Indirect Impact on Implementation. Dalam pendekatan yang diterapkan oleh (George C. Edward i, 1. terdapat empat variabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu kebijakan, yaitu: Komunikasi Sumber Daya Disposisi Struktur Birokrasi Model Implementasi Kebijakan Menurut Grindle Terdapat dua variabel besar yang mempengaruhi Implementasi kebijakan, yaitu : isi kebijakan . ontent of polic. ontext Masing-masing variabel ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tersebut masih dipecah lagi menjadi beberapa Program PAMSIMAS PAMSIMAS Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program masyarakat hidup bersih dan sehat melalui penyediaan layanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Tujuan Program PAMSIMAS Lebih rinci Program PAMSIMAS bertujuan untuk : Meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat Meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sanitasi yang Meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal . emerintah daerah maupun masyaraka. dalam penyelenggaraan layanan air minum dan sanitasi berbasis Meningkatkan efektifitas dan kesinambungan jangka panjang pembagunan sarana dan prasarana air minum dan sanitasi berbasis Tahap-Tahap Program PAMSIMAS Dalam pedoman umum PAMSIMAS 2022 terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan Program PAMSIMAS, yaitu : Tahap Pemilihan Desa Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Tahap Keberlanjutan Sumber: Data Diolah Peneliti 2023 Kerangka Konseptual Gambar : Kerangka Konseptual METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriftif kualitatif, yang berupaya menggambarkan suatu fenomena yang diteliti secara apa adanya dilapangan. Menurut (Nazir, 1. menjelaskan bahwa Aupenelitian Deskriptif Kualitatif adalah suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu persitiwa pada masa sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat deskripsi atau gambaran atau lukisan secara sistemetris, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidikiAy. Kualitatif menurut (Sugiyono, 2. adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, sketsa atau gambar. Jadi penulis menyimpullkan menggambarkan dan mencari informasi sebesarbesarnya tentang objek penelitian. Berdasarkan metode penelitian diatas, menggambarkan mengenai Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong, serta menggambarkan apa sajakah yang menghambat Implementasi Program Penyediaan Air Minum JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Sampel Sumber Data Data Primer Data primer merupakan kumpulan informasi yang diperoleh peneliti secara langung dari hasil wawancara dari informasi penilitian, kemudian diolah sendiri yakni data yang digunakan untuk analisis maupun untuk implementasi program penyediaan air minum (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Adapun sumber data primer pada penelitian ini meliputi dari : Kasi Kesra : 1 Orang Petugas PAMSIMAS : 1 Orang Masyarakat Pengguna : 3 Orang Data Sekunder Data sekunder Merupakan data yang diperoleh melalui beberapa sumber informasi antara lain buku-buku ilmiah dan dokumen-dokumen yang terdapat di perpustakaan dan kantor desa Bangkirayen implementasi Program Penyedian Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan prosedur pengumpulan data sebagai Observasi, sering disebut dengan metode pengamatan yang artinya memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata . ecara langsun. , melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut (Sugiyono, 2. metode observasi dalam penelitan ini adalah dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena yang diteliti tidak terlibat dalam kegiatan tersebut, namun hanya sebagai pengamat independen. Wawancara, dilakukan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak yakni JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 wawancara dan terwawancara dengan tujuan mengkontruksi mengenai orang, kejadian, organisasi,tuntutan, kepedulian, dan lain-lain. Pengumpulan data melalui wawancara merupakan tanya jawab dengan narasumber baik secara lansung maupun melalui perantara guna pembicarakan berbagai macam persoalan terkait dengan Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ( PAMSIMAS ) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong yaitu terdiri dari Kasi Kesra. Petugas PAMSIMAS, dan masyarakat pengguna. Dokumentasi, dalam penelitian ini peneliti menggunkan literature berupa buku-buku yang digunakan untuk mengambil teori-teori Implementasi informasi publik, good Govermance, serta dokumen-dokumen penelitian yang sudah ada seperti jurnal dan Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data model (Miles Huberman. Mereka mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu collection, data reduction, data display, dan data drawing/ (Sugiyono, 2. Adapun penjelasan dari analisis data model interaktif ini sebagai berikut : Pengumpulan Data (Data Collectio. Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan terstruktur, serta dokumentasi. Pengumpulan datan dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal penelitit melakukan penjelajahan secara umum terhadap objek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar terekam semua dengan demikian peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan bervariasi. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Reduksi Data (Data Reductio. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada halhal yang penting dan mencari tema beserta Dengan demikian data yang telah diproduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan. Penyajian Data (Data Displa. Secara umum penyajian data merupakan sebuah bentuk kumpulan data yang terorganisir memungkinkan menggambarkan kesimpulan dan tindakan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubu/ngan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini (Miles dan Huberman, 1. , menyatakan bahwa yang paling penting sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat Penarikan Kesimpulan/Verifikasi (Conclusing Drawing/Verifificatio. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung pada tahap pengumpulan data Tetapi apabila kesimpulan ditemukan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data maka kesimpulan yang ditemukan merupakan kesimpulan yang kredibel. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan dari hasil wawancara tersebut serta dari pengamat peneliti. Maka JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 peneliti menyimpulkan atau membahas dengan dukungan teori Implementasi yang dikemukakan oleh (George C. Edward i, 1. terdiri dari variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Ke-empat variabel tersebut menjadi tolak ukur untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. Implementasi program penyediaan air minum dan sanitasi (PAMSIMAS) dikemukakan oleh George Edward i, dari Komunikasi Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Komunikasi, dilihat dari indikator Transmisi, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel komunikasi berdasarkan indikator Transmisi dikategorikan Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui 4 informan menjawab AuBaikAy dan 1 informan menjawab AuCukup BaikAy. Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Komunikasi, dilihat dari indikator Kejelasan, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel komunikasi berdasarkan indikator Kejelasan dikategorikan Sangat Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui ke 5 informan menjawab AuJelasAy. Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Komunikasi, dilihat dari indikator Konsistensi, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel komunikasi berdasarkan indikator Konsistensi Sangat Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui ke 5 informan menjawab AuKonsistenAy. Sumber Daya Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Sumber Daya, dilihat dari indikator Staff, maka dapat diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel Sumber Daya berdasarkan indikator Staff dikategorikan Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui 4 informan menjawab AuMampuAy dan 1 informan menjawab AuCukup MampuAy. Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Sumber Daya, dilihat dari indikator Informasi, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel Sumber Daya berdasarkan indikator Informasi dikategorikan Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui 4 informan menjawab AuBaikAy dan 1 informan menjawab AuCukup BaikAy. Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Sumber Daya. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 dilihat dari indikator Wewenang, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel Sumber Daya berdasarkan indikator Wewenang Sangat Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui ke 5 informan menjawab AuTepatAy. Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Sumber Daya, dilihat dari indikator Fasilitas, maka dapat Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel Sumber Daya berdasarkan indikator Fasilitas dikategorikan Belum Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui 2 informan menjawab AuMemadaiAy dan 3 informan menjawab AuCukup MemadaiAy. Disposisi Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Disposisi maka dapat diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari Disposisi Sangat Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui ke 5 informan menjawab AuBaikAy. Struktur Birokrasi Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang di kemukakan (George C. Edward i, 1. dari variabel Struktur Birokrasi, maka dapat diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dari variabel Struktur Birokrasi dikategorikan Cukup Terimplementasi. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara kepada 5 orang informan. Dapat diketahui 3 informan menjawab AuSesuaiAy dan 2 informan menjawab AuCukup SesuaiAy. Tabel. Rekapitulasi Hasil Penelitian Variabel Dimensi Komunikasi Implementasi Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Sumber Daya Indikator Kategori Transmisi Terimplementasi Kejelasan Sangat Terimplementasi Konsistensi Sangat Terimplementasi Staff Terimplementasi Informasi Terimplementasi Wewenang Sangat Fasilitas Belum Terimplementasi Terimplementasi Terimplementasi Disposisi Sikap Sangat Terimplementasi Struktur Birokrasi Standar Operasional Cukup Terimplementasi Sumber: diolah Peneliti, 2024 Berdasarkan hasil rekapitulasi jawaban hasil wawancara di atas, maka dapat diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dikategorikan Terimplementasi. Pembahasan Dari wawancara tersebut serta dari pengamatan penulis, maka penulis menyimpulkan atau membahas dengan dukungan teori (George C. Edward i, 1. , dimana terdapat beberapa variabel yang sangat menentukan keberhasilan Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong, yaitu sebagai berikut : Komunikasi Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dilihat dari aspek komunikasi indikator transmisi, kejelasan, konsistensi maka Implementasi Program JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan lima informan dimana informan mengatakan komunikasi yang diberikan sudah tersalurkan dengan baik, jelas dan Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Fitri Afrilya. Atik Rahmawati, 2. , (Palupi. Implementasi Kebijakan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. di Kabupaten Malang (Studi di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajina. , 2. , (Bistama. Dimas Septia, 2. , yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat sudah sepenuhnya terlaksana dengan baik. Sumber Daya Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dilihat dari aspek sumber daya indikator staff, informasi, wewenang dan fasilitas maka diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dikategorikan cukup Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan dimana informan mengatakan kemampuan staff, penyampaian informasi, ketepatan wewenang sudah berjalan dengan baik, namun terkait dengan fasilitas sarana dan prasarana masih terdapat beberapa hal yang bisa lebih ditingkatkan kembali Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Riska Firdaus, 2. (Chyntia Apulina Karina Surbakti. Edy Akhyary. Edison, 2. Yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Disposisi Dilihat dari aspek disposisi diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sangat terimplementasi. Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yang mengatakan bahwa sikap ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB petugas dalam memberikan pelayanan sangat baik, petugas sangat professional dan ramah, serta siap membantu dan memberikan edukasi tentang menjaga kebersihan dan sanitasi. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Fitri Afrilya. Atik Rahmawati, 2. , (Palupi. Implementasi Kebijakan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsima. di Kabupaten Malang (Studi di Desa Gunungronggo Kecamatan Tajina. , 2. ), (Bistama. Dimas Septia, 2. , yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat sudah sepenuhnya terlaksana dengan baik. Struktur Birokrasi Dari aspek struktur birokrasi diketahui bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PAMSIMAS) cukup Hal ini dibuktikan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan informan yang sebagian mengatakan bahwa standar operasional yang dilakukan dalam menjalankan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PASIMAS) sudah sesuai dan sebagian cukup sesuai karena masih ada beberapa masalah teknis yang sering terjadi di PAMSIMAS dan kecepatan respon petugas dalam menghadapi kerusakan masih kurang. Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Riska Firdaus, 2. , (Chyntia Apulina Karina Surbakti. Edy Akhyary. Edison. Yang kesimpulannya adalah Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) belum sepenuhnya berjalan dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong dikategorikan terimplementasi. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai Implementasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Masyarakat (PAMSIMAS) di Desa Masingai I Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong berikut ini peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat pelaksanaan program PAMSIMAS selanjutnya : Komunikasi Komunaksi dalam implementasi program PAMSIMAS di Desa Masingai I di harapkan pertemuan rutin kepada setiap masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah atau melalui komunitas grup whatsapp agar pesan yan disampaikan dapat ditangkap dan dipahami dengan jelas, serta warga yang tidak mengikuti pertemuan di balai desa tetap mendapatkan informasi yang update. Sumber daya Sumber daya dalam Implementasi Program PAMSIMAS di Desa Masingai I lebih tepatnya di indikator fasilitas hendaknya lebih ditingkatkan lagi dalam perawatan sarana untuk menjaga melestarikan sarana sehingga penggunaan yang baik bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Disposisi Sikap petugas dalam menjalankan Implementasi Program PAMSIMAS di Desa Masingai I bisa dipertahankan karena masyarakat menjadi merasa nyaman dan tidak takut untuk menanyakan lebih lanjut tentang program PAMSIMAS ini. Struktur Birokrasi Untuk Implementasi Program PAMSIMAS di Desa Masingai I di harapkan bisa lebih menyesuaikan standar operasional yang ada dan menjadi cepat tanggap dalam merespon keluhan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA