UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENDEKATAN PAKEM PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VI SDN 29 GANTING PADANG TIMUR Ozmizar Zema Ozmizarzema@gmail. SD N 29 Ganting Padang Timur Abstract : This study aims to improve student learning outcomes in science subjects in primary school. This research is motivated on the fact that learning science in the sixth grade remains a bottleneck. One of these obstacles is less varied application of learning methods that have a negative impact on student learning outcomes in science subjects. The use of active and creative learning approach can improve student learning outcomes of Grade VI Elementary School, especially in science teaching. This research is a classroom action research (PTK), which includes four research stages: planning, implementation, observation and reflection. This research was conducted in two cycles using the instrument of observation and tests. Observations made during each cycle is applied while the test conducted at the end of the learning cycle to measure student learning outcomes. The results showed that the application of learning using PAKEM implementation can improve student learning outcomes sixth grade in science subjects. It looks at value - average student learning outcomes obtained in the first cycle and the second cycle. In the first cycle, the average - average student learning outcomes is 7. 2 and the second cycle, the average average student learning outcomes increased to 7. 79 with a minimum completeness criteria (KKM) 7. 5 for science subjects in the sixth grade SDN 29 Ganting East Padang District. Keywords: Pakem. Learning Outcomes. IPA PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan suatu cabang ilmu yang mengkaji tentang alam semesta. Pembelajaran IPA berhubungan dengan mengetahui dan mencari tahu tentang alam dan isinya serta proses terbentuknya alam secara sistematis. Sehingga dalam pembelajaran IPA, siswa dituntut untuk melakukan suatu proses penemuan dan mempelajari pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip. Mata pelajaran IPA adalah program pelajaran yang dapat menanamkan dan mendorong siswa untuk mengembangkan pengetahuan keterampilan sikap dan nilai ilmiah siswa. Pembelajaran IPA bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari Ae hari. Selain itu, pembelajaran IPA juga bertujuan untuk menumbuhkan sikap dan rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Ganting Kec. Padang Timur, guru masih dihadapkan pada berbagai masalah yang diantaranya adalah metode yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA kurang bervariasi sehingga terkesan monoton dan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 membuat siswa bosan. Selain itu, dalam proses belajar mengajar, guru menerangkan pelajaran setahap demi setahap, memberikan contoh penerapan dan menanyakan pemahaman siswa tanpa adanya percobaan langsung atau praktek menggunakan alat peraga sederhana membuat siswa menjadi tidak aktif. Hal ini dapat dilihat dari sangat jarang siswa yang mau bertanya dan menjawab pertanyaan guru dengan benar sehingga guru tidak dapat memastikan pemahaman siswa yang berdampak pada rendahnya pencapaian hasil belajar Hasil ulangan menunjukkan sebagian nilai siswa masih dibawah KKM. Berdasarkan permasalahan pembelajaran diatas dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA masih kurang tepat. Guru masih menggunakan pendekatan teacher learning centered yaitu kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada guru selain itu keterbatasan penggunaan alat dan bahan dalam proses belajar juga menghambat siswa untuk menjadi aktif dan kreatif. Keberhasilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak cukup bila hanya berbekal pada pengetahuan tentang kurikulum, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan wawasan tentang materi yang akan disampaikan kepada siswa saja, tetapi guru juga harus mampu mengelola kelas dengan baik. Guru hendaknya dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang menguntungkan bagi siswa supaya tumbuh iklim pembelajaran yang aktif, kreatif dan Pendekatan pembelajaran yang mampu menciptakan kondisi belajar yang aktif, kreatif dan menyenangkan adalah pendekatan PAKEM. PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. Kreatif. Efektif, dan Menyenangkan. Sebagaimana Indrastuti . AyMengatakan bahwa: Aktif dimaksudkan proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasanAy. Kreatif yang dituntut pada guru dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan pembelajaran yang beragam sehingga kegiatan pembelajaran dapat memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Efektif adalah proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil pembelajaran siswa dan menyenangkan adalah suasana pembelajaran dimana siswa merasakan keceriaan dan tidak tegang dalam pembelajaran sehingga siswa mempunyai perhatian tinggi dalam proses pembelajaran. Rachmawati . alam http://pbmtutik. mengatakan: PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan siswa mengerjakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. Dalam melaksanakan proses pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan PAKEM guru perlu menguasai kemampuan untuk menciptakan situasi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan tersebut. Guru harus memahami berbagai prinsip dalam pembelajaran, agar pembelajaran pendekatan PAKEM dapat terlaksana dengan baik di sekolah dasar. Prinsip pendekatan PAKEM pada dasarnya merupakan prinsip pembelajaran yang berorientasi kepada siswa aktif melakukan kegiatan baik aktif berfikir maupun kegiatan yang bersifat motorik. Untuk mengusahakan agar kedua aspek tersebut aktif maka perlu dikemas dalam suatu paket pembelajaran yang kreatif. Disamping itu, dengan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran diharapkan dapat muncul kreatifitas siswa ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 untuk dapat mengembangkan atau menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Aspek keempat yang terkandung dalam prinsip pendekatan PAKEM adalah pembelajaran yang Aspek ini perlu ditekankan agar siswa tidak jenuh dan berminat untuk selalu mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Menurut Hasponizar . ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh guru dalam menciptakan PAKEM yaitu : . Kemampuan merancang kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran bervariasi, misalnya: percobaan, diskusi kelompok, problem solving, mencari informasi, kegiatan keluar kelas. Kemampuan menggunakan alat bantu pembelajaran dan sumber belajar yang beragam. Alat bantu dan sumber pembelajaran dapat berupa. bantu sederhana, alat bantu . elektronik, gambar dan lingkungan. Kemampuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. Kemampuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi, pengajuan pertanyaan terbuka, membuat soal sendiri . roblem solvin. Kemampuan menyesuaikan bahan dan kegiatan pembelajaran dengan kemampuan siswa. Kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari. Kemampuan melakukan penilaian pembelajaran siswa. Guru harus selalu memantau kerja siswa dan memberikan umpan balik secara terus menerus. Dengan penerapan PAKEM ini proses pembelajaran akan efektif atau mendalam, anak lebih kritis dan kreatif untuk menciptakan gagasan baru, suasana dan pengalaman lebih bervariasi dengan penggunaan berbagai metode pembelajaran yang dirancang oleh Penerapan pendekatan PAKEM juga dapat meningkatkan kematangan emosional atau sosial, produktifitas siswa tinggi, dan siap mengahadapi perubahan dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan pendekatan PAKEM dalam mata pelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Ganting Kec. Padang Timur Padang. Adapun rumusan masalah yang akan diteliti dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah apakah penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Kec. Padang Timur Padang dapat meningkatkan hasil belajar siswa? Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Kec. Padang Timur Padang. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru terutama dalam menerapkan strategi PAKEM yang merupakan tuntutan kurikulum dan bagi sekolah dimana hasil dari proses belajar mengajar yang aktif, kreaktif , efektif dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Arikunto . Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan yang disengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara Penelitian ini bersifat reflektif, partisipatif, kolaboratif dan spiral yang bertujuan untuk melakukan perbaikan terhadap sistim, cara kerja, proses, isi, kompetensi maupun situasi pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan pendekatan PAKEM yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan pembelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Ganting Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Lokasi yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah di SDN 29 Ganting Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2015/2016 selama 3 bulan yang dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan November 2015. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 12 orang laki Ae laki dan 20 orang perempuan. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan PAKEM. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai partisipasi aktif dimana penulis mengamati dan mencatat semua pelaksanaan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran IPA di kelas VI. Tes digunakan untuk melihat peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan PAKEM yang diberikan pada setiap akhir siklus. Prosedur Penelitian Perencanaan Kegiatan itu dimulai dengan merumuskan rancangan tindakan pembelajaran, yaitu dengan kegiatan sebagai berikut : Menyusun rancangan tindakan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi penyusunan Kompetensi Dasar. Indikator Pencapaian Kompetensi. Materi Pembelajaran. Metode Pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran. Media/Sumber Pembelajaran dan Evaluasi. Menyusun indikator dan kriteria pembelajaran yang digunakan dalam melaksanakan pendekatan pembelajaran PAKEM. Menyusun data berupa pedoman observasi, pedomana catatan lapangan, tes dan Lembar observasi ini berguna untuk mengetahui kesesuaian ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 pembelajaran yang dilakukan dengan rencana yang ditetapkan. Hal ini juga digunakan untuk mengetahui kekurangan yang perlu ditindaklanjuti untuk pembelajaran selanjutnya. Pelaksanaan Tindakan Tahap ini dimulai dari pelaksanaan pembelajaran IPA dengan pendekatan PAKEM sesuai dengan rencana yang telah disusun. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Kegiatan dilakukan oleh peneliti sebagai praktisi dan guru serta mitra sebagai kegiatan yang dilakukan seperti : Melaksanakan pembelajaran IPA dengan menerapkan pendekatan PAKEM sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Melakukan pengamatan dengan mengunakan format observasi, format catatan lapangan dan alat perekam yang dibantu oleh teman sejawat. Melakukan diskusi terhadap tindakan yang dilakukan, kemudian melakukan Hasilnya dimanfaatkan untuk perbaikan atau penyempurnaan Pengamatan Pengamatan terhadap tindakan pembelajaran IPA di kelas VI dengan pendekatan pembelajaran PAKEM dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Hal ini dilaksanakan secara intensif, objektif dan sistematis. Pengamatan dilakukan oleh guru pada waktu peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran IPA. Dalam kegiatan ini peneliti dan guru berusaha mengenal, merekam, dan mendokumentasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi baik yang disebabkan oleh tindakan terencana maupun dampak intervensi dalam pembelajaran IPA berdasarkan pendekatan PAKEM. Keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk observasi. Pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari siklus I sampai dengan siklus II. Pengamatan yang dilakukan pada siklus dapat mempengaruhi penyusunan tindakan pada siklus selanjutnya. Hasil pengamatan ini kemudian didiskusikan dengan guru dan diadakan refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Refleksi Refleksi diadakan setiap satu tindakan berakhir. Dalam tahap ini peneliti dan guru mengadakan diskusi terhadap tindakan yang baru dilakukan. Hal-hal yang didiskusikan adalah : . Menganalisis tindakan yang baru dilakukan. Mengulas dan menjelaskan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 perbedaan rencana dan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. Melakukan intervensi, pemaknaan, dan penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi bersama ini dimanfaatkan sebagai masukan pada tindakan selanjutnya. Selain itu, hasil kegiatan refleksi setiap tindakan digunakan untuk menyususn simpulan terhadap hasil tindakan I dan II. HASIL PENELITIAN Siklus I Siklus I dilaksanakan 1 kali pertemuan yaitu pada hari Rabu tanggal 16 September 2015 yang berlangsung selama 2x35 menit dimulai pada pukul 08. 50 s/d 10. 00 WIB. Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I adalah pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan. Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah mengidentifikasi kegiatan manusia yang berpengaruh pada keseimbangan alam atau Indikator pembelajarannya adalah menjelaskan berbagai macam kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi kestabilan ekosistem, meramalkan pengaruh penggunaan bahan kimia pada lingkungan, mengetahui bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan dan berpengaruh pada ketidakseimbangan lingkungan, mencari cara penanggulangannya, mengetahui bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan dan mengarah kepada pemusnahan hewan tersebut, mencari cara penanggulangannya. Pada tahap penilaian, peneliti melakukan penilaian dengan memberikan tes berupa soal dan penilaian proses selama diskusi berlangsung. Dalam tes tersebut, beberapa siswa tidak mampu menjawab soal essay sehingga perolehan nilainya masih rendah dan belum mencapai target KKM. Hal ini dapat dilihat pada tabel hasil belajar di bawah ini: Tabel 1. Hasil belajar siklus I Nama Siswa Nilai Siklus I Wiwit Oktaria Giat Pranata Radila Putri Ria Afriani Nelva Yusnita Hafizah Rahmaini Welia Nora Ica Trisnawati Elza Aprianingsih Muri Anjela KKM ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Arma Rasyid Aldeka Mirela Putri Esya Gustia Mega Chintya Sari Vina Permata Dila Siti Yulian Fahrun Nisa Sefti Aminah Ade Putra Rika Rosnita Anisyah Lidia Sari Syamsir Mia Yulita Zuldia Virni Leksauri Aria Ruri Yulia Guspita Sari Lisa Oktari Rosalina Sherly Silva Kurnia Prastiwi Desma Revita Shinta Winanda Ratih Anggraini Nelvi Oktamalta Jumlah Rata - Rata Skor Tertinggi Skor Terendah Berdasarkan tabel nilai hasil belajar diatas, dapat dilihat bahwa rata Ae rata hasil belaajr siswa dengan menggunakan PAKEM adalah 7,2 dengan skor tertinggi addalah 8,5 dan skor terendah adalah 5. Pada penerapan siklus I ini, terdapat 9 orang siswa mendapat nilai dibawah KKM yaitu 7,5. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan ke siklus II. Siklus II Hasil penelitian pada siklus 2 merupakan pengamatan pada proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan komponen yang tersedia pada lembaran observasi dan hasil tes belajar siswa yang dilaksanakan pada akhir siklus 2. Pengamatan dilaksanakan 1 kali pertemuan yang diadakan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2015 dengan jumlah siswa 32 Kompetensi Dasar yang diajarkan adalah mengidentifikasi kegiatan manusia yang berpengaruh pada keseimbangan alam atau ekosistem. Indikator pembelajarannya adalah menjelaskan berbagai macam kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi kestabilan ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 ekosistem, meramalkan pengaruh penggunaan bahan kimia pada lingkungan, mengetahui bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan dan berpengaruh pada ketidakseimbangan lingkungan, mencari cara penanggulangannya, mengetahui bagian tubuh hewan yang sering dimanfaatkan dan mengarah kepada pemusnahan hewan tersebut, mencari cara Adapun hasil belajar siswa pad siklus II ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil belajar siklus II Nama Siswa Nilai Siklus II Wiwit Oktaria Giat Pranata Radila Putri Ria Afriani Nelva Yusnita Hafizah Rahmaini Welia Nora Ica Trisnawati Elza Aprianingsih Muri Anjela Arma Rasyid Aldeka Mirela Putri Esya Gustia Mega Chintya Sari Vina Permata Dila Siti Yulian Fahrun Nisa Sefti Aminah Ade Putra Rika Rosnita Anisyah Lidia Sari Syamsir Mia Yulita Zuldia Virni Leksauri Aria Ruri Yulia Guspita Sari Lisa Oktari Rosalina Sherly Silva Kurnia Prastiwi Desma Revita KKM ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Shinta Winanda Ratih Anggraini Nelvi Oktamalta Jumlah Rata - Rata Skor Tertinggi Skor Terendah 7,79 Berdasarkan tabel nilai hasil belajar diatas, dapat disimpulkan bahwa jumlah nilai siswa adalah 249,5 dengan nilai rata Ae rata 7,79 dengan skkor tertinggi 9 dan skor terendah Tabel diatas juga menunjukkan bahwa 30 orang siswa memenuhi standar KKM dengan nilai paling tinggi 9 sedangkan 2 orang siswa mendapat nilai dibawah KKM dengan nilai paling rendah 7. PEMBAHASAN Pelaksanaan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah dasar karena bermain sambil belajar adalah dunia yang sangat menyenangkan bagi mereka. guru diharapkan mampu untuk merancang kegiatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran bervariasi, misalnya: percobaan, diskusi kelompok, memecahkan masalah, mencari informasi, kegiatan keluar kelas, menggunakan alat bantu pembelajaran dan sumber pembelajaran yang beragam. Alat bantu dan sumber pembelajaran dapat berupa. alat bantu sederhana, alat bantu . elektronik, gambar dan lingkungan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi, demonstrasi, pengajuan pertanyaan terbuka, membuat soal sendiri . roblem solvin. , menyesuaikan bahan dan kegiatan pembelajaran dengan kemampuan siswa, mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari, melakukan penilaian pembelajaran siswa. Guru harus selalu memantau kerja siswa dan memberikan umpan balik secara terus Guru juga harus dapat memperhatikan perbedaan yang ada pada setiap siswa karena masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda. Menurut Gage dan Berliner dalam Sulaiman . Aybelajar adalah suatu proses yang membuat seseorang mengalami perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman yang diperolehnyaAy. Dalam belajar siswa banyak memperoleh ilmu dari tidak hanya dari guru saja tapi juga dari ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 pengalaman dan lingkungan. Oleh karena itu guru harus berperan sebagai fasilitator dan Piaget dalam Sulaiman . Aypengetahuan dibentuk oleh individu yang berintegrasi terus menerus dengan lingkunganAy. Pada pelaksanaan penelitian ini, guru banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan segala kemampuan atau potensi yang ada pada dirinya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan baginya pada saat merancang hasil Pada siklus ini siswa dibawa pada suasana kelas yang baru dan menyenangkan seperti yang dikemukakan oleh Bruner . alam Indrastuti 2. AyProses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan dan melakukan sesuatuAy. Pelaksanaan PAKEM pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas VI SD Negeri 29 Ganting Kecamatan Padang Timur dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terlihat pada perbandingan hasil belajar siswa siklus I dan siklus II. Tabel 3 menyajikan perbandingan hasil belajar siswa tersebut. Tabel 3. Lembar Penilaian Hasil Nama Siswa Hasil Belajar Siklus I Siklus II Wiwit Oktaria Giat Pranata Radila Putri Ria Afriani Nelva Yusnita Hafizah Rahmaini Welia Nora Ica Trisnawati Elza Aprianingsih Muri Anjela Arma Rasyid Aldeka Mirela Putri Esya Gustia Mega Chintya Sari Vina Permata Dila Siti Yulian Fahrun Nisa Sefti Aminah Ade Putra Rika Rosnita ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Anisyah Lidia Sari Syamsir Mia Yulita Zuldia Virni Leksauri Aria Ruri Yulia Guspita Sari Lisa Oktari Rosalina Sherly Silva Kurnia Prastiwi Desma Revita Shinta Winanda Ratih Anggraini Nelvi Oktamalta Jumlah Rata - Rata Skor Tertinggi Skor Terendah 7,79 Tabel diatas menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, rata Ae rata nilai siswa adalah 7,2 sedangkan pada siklus II, rata Ae rata nilai siswa adalah 7,79. Pada siklus I, sebanyak 12Ao5% . siswa mendapat nilai 8,5, sebanyak 15,6 % . siswa mendapat nilai 8, 37,5 % . siswa mendapat nilai 7,5 dan sebanyak 28 % . siswa mendapat nilai dibawah KKM. Pada siklus II, sebanyak 6,25% . siswa mendapat nilai dibawah KKM , sebanyak 50% . siswa mendapat nilai 7,5, , sebanyak 21,8% . siswa mendapat nilai 8, sebanyak 12Ao5% . siswa mendapat nilai 8,5 dan sebanyak 6,25% . siswa mendapat nilai 9. Perbandingan ini disajikan pada grafik berikut: Grafik Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siklus I Dan Siklus II ISSN Online: 2549-4791iCCetak: 2549-4201 UNES Journal Of Education Vol 1 Issue 1. February 2017 Berdasarkan hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan PAKEM pada pembelajaran IPA di kelas VI SDN 29 Ganting Padang Timur Kota Padang telah berhasil dilakukan. Guru sudah berhasil dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM) dan meningkatkan hasil belajar IPA di sekolah tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari pemaparan data dan pembahasan dalam penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Pelaksanaan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam diskusi dan kerja kelompok. Penggunaan pendekatan pembelajaran PAKEM mendorong siswa untuk dapat aktif dan kreatif dalam pembelajaran sehingga terciptanya kondisi dan suasana belajar yang kondusif dan efektif. Berdasarkan hasil siklus I diperoleh rata Ae rata siswa dalam pembelajaran IPA adalah 7,2 dan setelah diadakan perbaikan pada siklus II terdapat peningkatan terhadap rata Ae rata nilai siswa menjadi 7,79. Saran Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, ada beberapa saran: Guru hendaknya dapat meningkatkan semangat, kreativitas dalam usaha pengadaan dan pengunaan media dalam proses pembelajaran. Kepala sekolah kiranya dapat memberi perhatian kepada guru terutama dalam peningkatan pengunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. REFERENSI