Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KALURAHAN MARGOREJO TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA Rizki Jullanar Zahra1. Fransisca Anjar Rina Setyani2. Scholastica Fina Aryu Puspasari 3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia Email: rizkijullanarz@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: anjarrina@stikespantirapih. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: scholastica_fina@stikespantirapih. ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan sehingga pasien hipertensi perlu menjalani pengobatan seumur hidup. Pengetahuan yang dimiliki oleh pasien dapat memberikan perubahan perilaku terutama dalam melakukan pengobatan yang Kepatuhan minum obat merupakan salah satu cara dalam mengurangi risiko Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif korelatif. Jumlah sampel yang digunakan sejumlah 77 responden yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling pada tanggal 08-18 Desember 2022. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan tentang pengobatan hipertensi dan kuesioner MMAS-8. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yaitu 33 orang . mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang dan sebagian besar responden yaitu 40 orang . 9%) mempunyai tingkat kepatuhan minum obat hipertensi yang rendah. Hasil uji Chi Square P value adalah 0. value < 0. menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo. Tempel. Sleman. Yogyakarta. Simpulan: Peneliti merekomendasikan agar penderita hipertensi meningkatkan informasi terkait pengobatan hipertensi terutama dalam komplikasi hipertensi serta kader diharapkan untuk meningkatkan dukungan keluarga penderita hipertensi. Kata kunci: Pengetahua. Kepatuhan. Hipertensi. Informasi ABSTRACT Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta Background: Hypertension is an incurable disease so hypertensive patients need to undergo lifelong treatment. The knowledge possessed by patients can provide behavioral changes, especially in carrying out recommended treatment. Compliance with taking medication is one way to reduce the risk of complications. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication in hypertension sufferers in Margorejo Urban Village. Tempel. Sleman. Yogyakarta. Methods: This study used a Correlative descriptive quantitative method. The samples were used by 77 respondents who were taken by the proportionate stratified random sampling on December 08th Ae 18th, 2022. The instruments used were a knowledge-level questionnaire about hypertension treatment and the MMAS-8 questionnaire. Result: The research results showed that the majority of respondents, namely 33 people . had a low level of knowledge and the majority of respondents, namely 40 people . 9%) had a low level of compliance with taking hypertension medication. The Chi Square p value test result 001 . value < 0. , indicating that there was a significant relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication in hypertension sufferers in Margorejo Urban Village. Tempel. Sleman. Yogyakarta. Conclusion: Researchers recommend that hypertension sufferers increase information regarding hypertension treatment, especially regarding complications of hypertension, and cadres are expected to increase support for families of hypertension sufferers. Keywords: Knowledge. Obedience. Hypertension. Information PENDAHULUAN Hipertensi Indonesia terdiagnosis karena tidak memiliki gejala sehingga hipertensi menjadi salah satu miliar jiwa pada tahun 2025 ditaksir pembunuh secara diam-diam . ilent kille. penduduk menderita hipertensi sekitar 9. (Kemenkes RI, 2. Tekanan darah juta per tahun. Tekanan darah tinggi atau yang selalu meningkat pada arteri terjadi penyakit hipertensi penyebab kematian ke tiga (Kemenkes RI, 2. Prevalensi bekerja lebih keras untuk memompa hipertensi di DIY menurut Riskesdas (Sukma, 2. Data dari World Health . sebesar 11,01% atau lebih besar Organization atau WHO . , 22% dari angka nasional . ,8%). Kenaikan penduduk di dunia menderita hipertensi, kejadian ini menyebabkan di wilayah dengan angka tertinggi hipertensi di DIY sebagai tertinggi urutan ke-4 kasus dunia terjadi pada wilayah Afrika yaitu Jumlah penderita hipertensi di 27%, diikuti oleh Mediterania timur DIY mencapai 184. 738 kasus, sehingga sebesar 26%. Asia Tenggara sebesar 25%, hipertensi merupakan kondisi yang sering Eropa sebesar 23%. Pasifik barat sebesar diderita di DIY tahun 2020 dari hasil STP 19%, dan Amerika senesar 18%. Puskesmas. Jumlah keseluruhan penderita Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 hipertensi berusia Ou 15 tahun 210. kasus (Dinkes DIY, 2. , sedangkan kepatuhan (Megawatie, 2. menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan metode studi dokumentasi dari 702 yang menduduki peringkat ke 3 Dinas Kesehatan . 01%) setelah Gunung Kidul dan Kulon Progo. menduduki peringkat ke 7 atau sebanyak Pengetahuan Puskesmas Sleman Tempel 776 penderita hipertensi, dan studi pasien dapat memberikan perubahan pendahulan yang dilakukan di Puskesmas Tempel I pada tanggal 06 September Kabupaten pengobatan yang dianjurkan oleh petugas hiperensi di Kalurahan Margorejo pada Pengetahuan tahun 2021 sebanyak 174 orang dan pada tahun 2022 terdapat kenaikan hingga mengetahui dampak apabila tidak minum bulan Juli hingga Agustus 2022 sebanyak obat secara rutin (Mubin, 2. 340 orang sehingga Kelurahan Margorejo Penderita hipertensi perlu menjalani menduduki peringkat pertama dengan kasus hipertensi tertinggi di wilayah kondisinya tidak dapat disembuhkan. Salah Berdasarkan studi pendahuluan pada kemungkinan masalah adalah dengan tanggal 11 September 2022 di padukuhan minum obat secara rutin. Usia, gender. Jlegongan dengan menggunakan metode Puskesmas Tempel pengobatan hipertensi pada 15 orang pengetahuan merupakan faktor dapat yang menderita hipertensi, diperoleh data mempengaruhi kepatuhan. Pengetahuan 8 penderita memiliki pemahaman yang kemampuan dapat mencari informasi pemahaman yang cukup baik tentang mendorong perubahan perilaku yang Hasil kepatuhan minum obat hipertensi pada 15 penderita hipertensi, didapatkan data 4 Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta dilakukan di STIKes Guna Bangsa pada secara rutin, dan 11 penderita tidak November 2022 dan dinyatakan layak minum obat secara rutin dengan alasan tidak ada keluhan pusing dan sering lupa 002/KEPK/XI/2022. minum obat hipertensi. Penelitian ini digunakan dalam penelitian ini yaitu bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengetahuan pengobatan hipertensi dan minum obat pada penderita hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta. melakukan uji validitas dan reliabilitas METODE PENELITIAN No. Instrumen MMAS-8. Peneliti Kalurahan Margorejo. Tempel. Sleman. Penelitian ini menggunakan metode Yogyakarta yang diberikan kepada 30 kuantitatif deskriptif korelatif dengan responden dengan pemilihan secara acak pendekatan cross sectional. Populasi dengan syarat yang sudah ditentukan. dalam penelitian ini yaitu penderita darah Hasil uji validitas instrument terhadap tinggi di Kalurahan Margorejo Tempel tigkat pengetahuan penderita hipertensi Sleman Yogyakarta diagnosis medis hipertensi sebanyak 340 dinyatakan 19 pertanyaan valid. Hasil uji penderita hipertensi. Teknik pengembilan kepatuhan minum obat pada penderita proportionate stratified random sampling hipertensi dengan 8 pertanyaan yang diajukan dinyatakan semuanya valid. Padukuhan tersebut adalah Padukuhan Soal dikatakan valid jika nilai r hitung > r Lojajar. Tegalrejo. Ngabean. Nglebeng, table . Berdasarkan hasil uji Ngambon. Kadisono, reliabilitas tingkat pengetahuan yaitu Mangkudranan. Surowangsan. Cungkuk, 722 dan kepatuhan minum obat yaitu Kemiri. Domban, 700, nilai tersebut >0. 60 sehingga dapat Jlegongan. Kemloko. Jumlah sampel dala dikatakan bahwa pertanyaan dalam kedua penelitian ini adalah 77 responden. variable dinyatakan reliabel. Analisis Penelitian dilakukan pada tanggal 08-18 Desember 2022. Uji etik penelitian dependen dalam penelitian dilakukan Padukuhan. Adapun Kadiluwih. Ngebong. Tegal MMAS-8 Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN dengan menggunakan uji Chi Square. Tabel 1 Karakteristik Responden di Padukuhan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta . Variabel Jumlah Min Max Mean Std. Deviasi Usia Karakteristik Kategori Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMP SMA Pekerjaan Tidak bekerja Bekerja Lama Kurang dari 5 tahun Lebih dari 5 tahun Riwayat Tidak ada riwayat Ada riwayat keluarga Informasi Belum mendapat Pernah mendapat Sumber: Data primer 2022 Frekuensi . Presentase (%) Pada tabel 1. menunjukkan bahwa organ, sehingga penuaan mempengaruhi dari 77 responden dengan usia paling pengaturan tekanan darah dan kelenturan muda adalah 24 tahun dan usia tertua adalah 64 tahun. Usia rata-rata penderita Jenis kelamin pada penelitian ini hipertensi di Kalurahan Margorejo adalah menunjukkan hasil responden berjenis 50 tahun. Temuan pada penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Apsari menderita hipertensi dengan jumlah 45 . , dari 88 responden di Puskesmas orang . 4%). Hasil penelitian yang Mengawi I dengan usia 46-55 tahun diperoleh sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Fatonah . , bahwa sebanyak 40 orang . %). Rohmawati . Puskesmas Purwasari Karawang menyebabkan penurunan produktivitas responden 89 orang, responden dengan Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakartaa jenis kelamin terbanyak yaitu perempuan keterlambatan komunikasi serta informasi berjumlah 32 orang . 5%). Hasil yang di sampaikan oleh orang lain dan tersebut diperkuat oleh hasil prevalensi diagnosis dokter dalam Riskesdas . bahwa penyakit hipertensi banyak terjadi Hasil penelitian yang dilakukan pada pada wanita . 9%). Riyadina . Kalurahan Margorejo. Tempel. Sleman, berpendapat ketika wanita memasuki Yogyakarta masa menopause, hormon esterogen akan menunjukkan hasil bahwa sebagian besar kurang diproduksi, padahal hormone tersebut selama ini berfungsi melindungi bekerja dengan jumlah 41 orang . 2%). pembuluh darah dari kerusakan. Setelah Hasil penelitian yang didapatkan sesuai tidak menstruasi tubuh yang kekurangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Indriana . , bahwa karakteristik terhadap garam, meningkatkan renin dan responden di Rumah Sakit X Cilacap resistensi insulin, menaikan berat badan sehingga menyebabkan hipertensi. Tingkat pendidikan responden pada terbanyak 42 orang . 2%) adalah penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tingkat pendidikan lebih banyak pada merupakan ibu rumah tangga. Penelitian tingkat SMA dengan jumlah 21 orang tersebut diperkuat oleh hasil Riskesdas . 3%). Penelitian ini sesuai dengan . penelitian Fatonah . di Puskesmas . iagnosis dokte. berdasarkan pekerjaan Purwasari di seluruh Indonesia penderita yang tidak Karawang Notoatmodjo . hipertensi terbanyak adalah tingkat SMA menegaskan bahwa lingkungan memiliki Pengetahuan responden 89, bahwa berdasarkan tingkat . 7%). dampak yang signifikan terhadap cara belajar dan berperilaku di lingkungannya. Hal tersebut termasuk bagaimana orang Notoatmodjo mempengaruhi tingkah laku seseorang karena kesulitan dalam menyerap suatu Informasi Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 dokumentasi pada Puskesmas Tempel 1 pengalaman orang lain maupun intruksi terdapat kenaikan 100% dari tahun 2021 dari lingkungan sekitar baik keluarga, hingga 2022 pasien hipertensi yang kerabat dan sebagainya. Lingkungan mengajari seseorang seperti mempelajari Covid-19 di wilayah tersebut, sehingga hal yang baik dan hal yang buruk dari hasil tersebut banyak penderita tergantung dari sifat kelompoknya. Selain hipertensi yang melakukan pengobatan itu, lingkungan memberikan kesempatan Tambunan, dkk . menyatakan untuk belajar dan membentuk prespektif Karakteristik responden berdasarkan spesifik, penderita hipertensi juga tidak lama menderita hipertensi lebih banyak menunjukkan kelainan apapun sehingga sebagian besar orang tidak menyadari hipertensi kurang dari 5 tahun atau sekitar bahwa dirinya mengalami hipertensi. 51 orang . 2%). Hal tersebut sesuai Karakteristik responden berdasarkan dengan penelitian Indriana . , bahwa riwayat keluarga menunjukkan hasil lebih lama menderita hipertensi di Rumah banyak responden mempunyai riwayat Sakit Cilacap responden, responden terbanyak adalah sebanyak 41 orang . 2%). Hal ini dengan lama menderita hipertensi pada 1- sesuai dengan penelitian yang dilakukan 5 tahun atau 22 orang . 6%). Penelitian pada penderita di Kalurahan Margorejo Cempaka mengalami hipertensi secara statistic menggunakan 91 responden didapatkan lebih banyak pada penderita hipertensi kurang dari 5 tahun disebabkan karena hipertensi mempunyai riwayat keluarga pemerataan vaksinasi Covid-19 pada yang menderita hipertensi pula sebanyak Ikrimah Putih Kota Puskesmas Banjarmasin Pemerataan 58 orang . 7%). Rohmawati . menyatakan bahwa faktor genetik yang masyarakat harus mendatangi fasilitas berhubungan dengan peningkatan kadar pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan sodium intraseluler dan rendahnya rasio potasium terhadap sodium. Dari Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakartaa Karakteristik responden berdasarkan Kozier . menyampaikan menunjukkan hasil responden mengaku untuk meningkatkan kepatuhan seseorang sebanyak 55 orang . 4%). Notoatmodjo . menyatakan bahwa informasi yang diberikan oleh orang lain dapat disarankan tenaga kesehatan mempunyai mempengaruhi perilaku atau tindakan peran besar dalam pemberian informasi. Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Pada Penderita Hipertensi di Padukuhan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta . Karakteristik Frekuensi . Presentase (%) Baik Cukup Kurang Total . Sumber: Data primer 2022 Pada tabel 2. menunjukkan bahwa 71 responden didapatkan hasil Sebagian besar responden. Notoatmodjo . hipertensi yang kurang yaitu 33 orang pengetahuan dapat disebabkan karena . 9%). beberapa faktor yaitu: faktor usia, tingkat Hal penelitian Christiyani . tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan sosial, budaya, ekonomi, lingkungan serta. Kepatuhan Minum Obat pada Pasien informasi atau media masa. Hipertensi di Yogyakarta menggunakan Tabel 3 Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Padukuhan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta . Karakteristik Frekuensi . Presentase (%) Tinggi Sedang Rendah Total . Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 Sumber: Data primer 2022 Dari tabel 3. menunjukkan bahwa dalam kategori tidak patuh sebanyak 35 . ,3%). Rendahnya kepatuhan minum obat hipertensi rendah kepatuhan minum obat pada penderita yaitu berjumlah 40 orang . 9%). Hal ini sejalan dengan penelitian Longa . beberapa faktor, yaitu: usia, jenis kelamin, tentang hubungan tingkat pengetahuan pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, lama menderita hipertensi, dukungan keluarga, tingkat kepatuhan minum obat hipertensi (Pramana, 2. Tabel 4 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Padukuhan Margorejo Tempel Sleman Yogyakarta . Tingkat Kepatuhan Tingkat pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Baik Cukup Kurang Total Sumber: Data Primer 2022 Pada tabel 4. menunjukan bahwa signifikan antara tingkat pengetahuan tingkat pengetahuan responden dengan dengan kepatuhan minum obat pada kepatuhan minum obat hipertensi yang rendah yaitu sebanyak 25 orang . 5%). Margorejo. Tempel. Sleman. Yogyakarta. Hasil analisis uji hubungan antara tingkat Berdasarkan data di atas sudah sama pengetahuan dengan kepatuhan minum dengan beberapa penelitian yang ada bila Kalurahan menggunakan uji korelasi Chi Square nilai p value adalah 0. value <0. hipertensi dengan kepatuhan minum obat. maka Ho ditolak Ha diterima sehingga Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat hubungan menurut Wahyuni, dkk . yang Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakartaa kepatuhan sedang, dan 7. 6% kepatuhan terpilih di Khurda menggunakan korelasi pearson dengan nilai r = 0. 202 dan p menunjukkan bahwa literasi pengobatan r value = 0. 01 sehingga jika didapatkan = 0. 342, p value < 0. 01 sehingga dapat data bila tingginya tingkat pengetahuan disimpulkan bahwa ada hubungan yang seseorang tentang pengobatan hipertensi signifikan antara literasi obat dengan maka tingkat ketaatan dalam konsumsi kepatuhan minum obat, memiliki koerlasi obat juga tinggi, dan sebaliknya, jika positif yang signifikan dengan kepatuhan tingkat pengetahuannya rendah maka minum obat meskipun korelasinya lemah. tingkat ketaatan dalam mengkonsumsi Kepatuhan beberapa factor yang salah satunya Semakin pengetahuan yang dimiliki pasien tentang Hasil kesadaran pasien mengkonsumsi obat. Terdapat hubungan yang kuat antara kepatuhan minum obat yang baik dan cenderung patuh dalam control rutin serta responden sikap terhadap pengobatan berobat dibanding dengan seseorang yang kurang pengetahuan. mencegah kesalahpahaman yang dapat Peneliti meminum obat. Orang yang memiliki pengetahuan baik, maka akan memiliki sikap yang baik dalam kepatuhan minum mengkonsumsi obat, dan akan melakukan kontrol rutin pada fasilitas kesehatan agar Hal ini juga sejalan dengan hasil terhindar dari komplikasi akibat tensi penelitian Shi et. yang dilakukan di Distrik Yeulu Kota Changsha. Cina Selatan menunjukkan tingkat pengetahuan dan menunjukkan hasil literasi pengobatan kepatuhan minum obat yang rendah, hal dan menganai kepatuhan pengobatan skor rata-rata kurangnya edukasi tentang obat darah menunjukkan kepatuhan rendah, 29. tinggi yang benar, pekerjaan rumah yang C-MMAS8 Hasil Kalurahan Margorejo Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 menuntut untuk multitasking sehungga pengobatan ditambah perubahan gaya kurang memperhatikan dalam kebutuhan informasi, sosial dan ekonomi yang pengetahuan cukup dapat meningkatkan kurang serta lingkungan yang tidak pengetahuan dan kepatuhan minum obat mendukung saat jalannya penelitian. Shi et. berpendapat bahwa SIMPULAN DAN SARAN literasi pengobatan memiliki hubungan individu dengan Hasil analisis disimpulkan terdapat literasi baik dalam pengobatan cenderung pengetahuan dengan kepatuhan minum Paczkowski et. menyatakan Kalurahan Margorejo Tempel Sleman bahwa meningkatkan pengetahuan pasien Yogyakarta. tentang pengobatan adalah nilai klinis Dari potensial dalam menambah kepatuhan minum obat antihipertensi serta intervensi Bagi penderita hipertensi yang ditujukan guna mengontrol tensi. Perlu meningkatkan informasi terkait Hasil penelitian ini mendukung gagasan bahwa meningkatkan pengetahuan dan mendapatkan pemahaman tentang risiko pengobatan, dampak apabila tidak melakukan pengobatan dengan rutin meningkatkan kemanjuran pengobatan yang bisa didapatkan melalui internet. Sahadewa , . penyuluhan tim medis maupun kader berpendapat bahwa tenaga kesehatan di wilayah setempat, sehingga dapat berperan dalam menambah informasi memberikan pengetahuan yang benar. tentang farmakoterapi dan non obat atau Memperbanyak perubahan gaya hidup karena pengobatan saja tidak akan berhasil apabila tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup kepatuhan minum obat penderita Setelah kesehatan memberikan edukasi terkait Bagi Puskesmas Tempel 1 dan kader Rizki Jullanar Zahra. Fransisca Anjar Rina Setyani. Scholastica Fina Aryu Puspasari Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kalurahan Margorejo Tempel Sleman Yogyakartaa di Kalurahan Margorejo Tempel Puskesmas Kabupaten Sleman tahun Yogyakarta: Dinkes Sleman. Fatonah. Analisis Tingkat Pengetahuan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Purwasari Karawang Volume 4 Nomor 5 Tahun https://journal. d/index. php/jpdk/article/view/7613/5719. Ikrimah. Pengaruh Pola Makan Riwayat Keluarga Hipertensi di Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin. http://eprints. id/11894/. Indriana. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Cilacap. https://scholar. org/work/y3m6qz izpfakxjnjk4rdtkrgdq/access/wayback/htt p://jurnal. id/index. php/jophus/a rticle/dowold/266/jophus. Kemenkes RI. Pencegahan dan http://p2ptm. id/infographicp2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-danpembuluh-darah/page/31/pencegahandan-pengendalian-hipertensimengurangi-risiko-hipertensi. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Republik Indonesia https://pusdatin. id/resources/ download/pusdatin/profil-kesehatanindonesia/Profil-Kesehatan-indonesia2019. Jakarta: Depkes RI. Kozier. Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC. Longa. Rosalina. Antok. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Vol. 6 No. https://jurnal. id/index. php/gjph/ article/view/2693 Megawatie. Septy. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Pada Penderita Hipertensi: Literature Review. https://jurnal. id/index. php/jmke perawatanFK/article/view/54376 Mubin. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: EGC. Notoatmodjo. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rinerka Cipta. Sleman Tenaga kesehatan dan kader dapat perlu melakukan program promosi berkala yaitu 3 atau 6 bulan sekali terkait pengobatan hipertensi seperti: manfaat pengobatan hipertensi dan dampak apabila tidak mengkonsumsi obat dengan rutin, sehingga dapat kepatuhan minum obat antihipertensi. Bagi peneliti selanjutnya Dari hasil penelitian diketahui cukup banyak pasien yang belum patuh variable yang lain untuk mengetahui penderita hipertensi dengan lama hipertensi kurang dari 5 tahun. DAFTAR PUSTAKA