Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PANCASILA DI MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Siti Rahmayanti. Zidni Hilda Ardani. Firda Mariska. Neelam Cahya. Siti Fatimah. Muna Fauziah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail : srahmayanti863@gmail. Abstract This research is based on the importance of instilling and implementing Pancasila values to students in the current era of globalization in the field of education so that they understand Pancasila which is the basis of the Indonesian state. This study aims to provide a general description of the form of implementing Pancasila values in education at Madrasah Ibtidaiyah (MI) NURUL YAQIN in Pondokgebangsari, so that it can be used as reference material for readers, especially teachers and parties in the world of education, so that can implement this in the future. This research was written using a qualitative method of narrative research. In the technique of collecting data, this research is direct observation, interviews, questionnaire and documenting matters related to research. From the results of this study, it was obtained an overview of how the implementation of Pancasila values at MI NURUL YAQIN was through the learning process, religious amaliah activities, socio-cultural and extracurricular activities at the MI. Keywords: implementation. Pancasila values, education Abstrak Penelitian ini berdasar pada pentingnya menanamkan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila kepada siswa di era globaliasi saat ini dalam bidang pendidikan, agar paham tentang pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum tentang bentuk pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah kelas 4 MI NURUL YAQIN Pondokgebangsari, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pembaca terkhusus guru dan pihak yang berada dalam dunia kependidikan, agar dapat mengimplementasikan hal tersebut kedepannya. Penelitian ini ditulis dengan metode kualitatif jenis penelitian narrative research. Dalam teknik pengumpulan data-data, penelitian ini adalah observasi secara langsung, wawancara, angket dan mendokumentasikan hal-hal terkait dengan penelitian. Dari hasil Penelitian ini didapatkan gambaran mengenai bagaimana pengimplementasian dari nilai-nilai pancasila di MI Nurul Yaqin yaitu dengan melalui proses pembelajaran, kegiatan amaliah keagamaan, kegiatan sosial budaya Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dan ekstrakurikuler di MI tersebut. Kata Kunci: Implementasi, nilai-nilai pancasila, pendidikan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu proses dan upaya yang dilakukan secara sadar yang dilakukan baik dari salah seorang ataupun sekelompok orang dalam mentransfer ilmu pengetahuan, keterampilan dan suatu kebiasan. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting, untukk memberikan stimulasi yang baik kepada seseorang melalui pengajaran dan bimbingan sehingga nantinya tercipta suatu generasi baru yang paham akan suatu ilmu pengetahuan dan mampu bersaing di zaman globalisasi ini. Dalam KBBI siswa adalah seseorang yang sedang belajar, berguru atau bersekolah. Siswa atau peserta didik dapat diartikan sebagai subjek di dalam pendidikan, karena siswalah sebagai pihak yang menerima sesuatu ilmu pengetahuan dan keterampilan lainnya. Selain itu, siswa menjadi faktor penentu berhasil atau tidaknya proses pembelajaran dengan melihat tingkat tercapainya tujuan belajar dan tujuan pendidikan. Kemudian, mereka dikumpulkan menjadi komunitas atau kumpulan para siswa dalam sebuah tempat yakni kelas, didalamnya akan ada aturan yang mengatur dan disepakati bersama- sama. Jika itu ditaati kondisi didalam kelas akan nyaman, kondusif, terkendali, serta sikap saling menghargai satu sama lain sehingga akan berdampak padasuasana dan ketercapaian hasil belajar siswa. Pancasila sebagai dasar bagi bangsa Indonesia dalam mengatur tata negara dan menata pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, yang di dalamnya menjelaskan bahwa pendidikan nasional harus berdasarkan dengan pancasila dan UUD negara indonesia 1945. Pancasila sebagai suatu warisan peninggalan pemersatu bangsa yang harus dijalankan dan menjadi instrumen dalam lingkungan serta dijalankan nilai-nilainya dalam proses pendidikan Indonesia. Melalui artikel ini, diharapkan sistem Ananda. Implementasi Nilai-nilai Moral dan Agama pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : JurnalPendidikan Anak Usia Dini, 1. , 19. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Zulaikha. Peningkatan Kemampuan Manajerial Guru Melalui Optimalilasi Pengelolaan Kelas. Perspektif Ilmu Pendidikan, 24(XV), 174Ae187. https://doi. org/10. 21009/PIP. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pendidikan di Indonesia tidak hanya berhenti pada posisi sekedar mengetahui tentang apa itu pancasila, tetapi kita berharap lebih dari itu yaitu mengamalkan isi nilai dari pancasila tersebut. Pancasila sebagai dasar filosofi dalam negara sangat menarik untuk kita kaji dalam berbagai aspek kehidupan tak terkecuali pendidikan. Hal demikian bukan tanpa alasan, jika kita telaah dan mengingat dalam nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pada pancasila, sangat sesuai dengan tujuan pendidikan yang kita harapkan bagi peserta didik setelah mengikuti proses Namun,hal ini hanyadapat kita wujudkan dengan anutiasme dan rasa nasionalisme dari setiap bangsa indonesia itu sendiri. Implementasi pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah ataupun sekolah yang sesuai dengan nilainilai pancasila tidak selalu termuat dalam satu mata pelajaran , juga tidak pula termuat dalam standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD), tetapi dapat secara tidak langsung diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan pada suatu mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut dapat dimuat ke dalam silabus dan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP). Selain itu dengan pengembangan diri,ataupun budaya semisal kebiasaan madrasah tersebut dalam melaksanakan kegiatan yang seyogyanya dapat menunjang siswanya dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Penanaman nilai-nilai pancasila sangat penting dilakukan oleh guru kepada siswanya di sekolah, dengan tidak hanya memberikan pengetahuan tentang apa itu pancasila, tetapi jauh dari itu, ada nilai yang terkandung di dalamnya. Penerapan nilai pancasila akan membentuk karakter para siswa untuk menjadi pribadi yang baik dan menjadi warga negara yang baik pula. Madrasah Ibtidayah, hal umum yang dapat dilihat dari penerapannilai pancasila itu sendiri seperti, kegiatan ibadah para siswa, disiplin, patuh akan tata tertib di sekolah, menyapa, berperilaku baik dan lain sebagainya. Ini merupakan di antara contoh dari cerminan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Tempat pendidikan karakter sesuai dengan pancasila di madrasah selain di kelas juga di luar kelas dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dalam upaya penanaman nilai pancasila dapat juga dengan membiasakan siswa dalam lingkungannya diluar kelas, namun nilai dan sikap yang dikembangkan Judiani. Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Melalui Penguatan PelaksanaanKurikulum. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16. , 280. https://doi. org/10. 24832/jpnk. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dalam pendidikan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan dan usia siswa. 4 Karena, pada siswa MI kelas 4 masih tergolong dalam usia anak yang pada dasarnya masih polos dan mudah dalam membimbing daripada anak yang sudah remaja. Mereka sering meniru apa yang dilihat dan dilakukan oleh orang lebih tua semisal guru dalam lingkungan sekolah. Sehingga harus berhatihati ketika akan melakukan sesuatu. Jangan sampai anak meniru hal-hal yang tidak baik dari Pancasila terdiri dari 5 sila yang isinya mengandung nilai-nilai yang saling berkaitan, dan sila pertama sebagai dasar dari kelima sila yang termuat dalam Pancasila. Bentuk pengimplementasian nilai tersebut beragam caranya apalagi dalam pendidikan, yang mana dalam pendidikan nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, nilai sosial dan budaya. Nilainilai tersebut sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan dan penting diajarkan kepada para siswa guna nantinya di amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sila pertama yang di dalamnya memuat nilai ketuhanan. Indonesia merupakan negara dengan warga negaranya yang beragam, dan sering muncul konflik karena adanya isu agama. Dalam Pendidikan pun, guru dapat membahas kasus ataupun sesuatu yang sedang hangatnya terjadi semisal tentang toleransi umat beragama. Sebagai seorang muslim kewajiban kita adalah menjalankan perintah dan mentaati norma-norma sesuai dengan agama yang dianut. Untuk membangun kebiasaan siswa dalam mengenal siapa dan lebih mendekatkan dirinya pada Allah SWT. Semisal dengan pembiasan siswa ketika proses pembelajaran mereka mengawali dan mengakhirinya dengan doa bersama-sama dan ketika waktu adzan sampai siswa melaksanakan sholat berjamaah. Kebiasaan inihendaknya menjadi kewajiban di setiap harinya pada proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah agar sejak dini sudah tertanam pada diri siswa. Dalam sila kedua yang di dalamnya memuat nilai kemanusiaan, nilai kemanusiaan disini Murdiono. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Wawasan Global Warga NegaraMuda. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 3. https://doi. org/10. 21831/cp. Ramdani. , & Marzuki. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Terhadap Sikap Religius Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan, 4. , 37. https://doi. org/10. 17977/um019v4i1p37-47 Meinarno. , & Mashoedi. Pembuktian Kekuatan Hubungan Antara Nilai-Nilai Pancasila dengan Kewarganegaraan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1. , 12Ae https://doi. org/10. 17977/um019v1i12016p012 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. artinya yakni menekankan pada bagaimana perilaku seseorang terhadap orang lain atau masyarakat lainnya. Di kalangan siswa ialah ketika ia dapat mencerminkan sikap yang sopan santun saat bertemu baik teman sebayanya, guru, orang tua dan orang yang tidak dikenalnya pun,dengan mengucap salam,senyum dan hal sopan sejenisnya. Hal tersebut merupakan peingimplementasian dan budaya yang baik secara langsung dari siswa Ketika ia di lingkungan madrasah maupun diluar. Dalam sila ketiga yang di dalamnya memuat nilai persatuan,hal ini seperti kita ketahui bahwa negara kita yang memiliki keberaneka ragaman suku dan budaya, namun bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki makna kesatuan yang mencerminan dari rasa persamaan bukan Jika kita hubungkan dengan dunia pendidikan di madrasah atau lembaga pendidikan, biasanya tak menutup kemungkinan siswa atau gurunya berasal dari daerah atau ada perbedaan satu sama lain. Hendaknya siswa saling menghargai kepada guru dan teman-temannya, serta dalam suatu kepentingan lebih mementingkan persamaan dan sikap persatuan dengan mementingkan kepentingan bersama. Dalam sila keempat yang di dalamnya memuat nilai demokrasi, yakni dalam menyelesaikan sebuah persoalan hendaknya berdasarkan mufakat menjadi jalan keluarnya. 8 Manusia merupakan makhluk sosial yang setiap harinya hidup berdampingan dan tak dapat hidup sendiri pasti memerlukan adanya interaksi, kesepakatan dan saling menghormati dengan orang lain untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama. Dalam sila kelima yang di dalamnya memuat nilai keadilan yang berarti ada keadilan pribadi dan sosial bagi setiap orang tanpa ada ketidakberpihakan pada kelompok atau golongan tertentu baik dalam bidang Pendidikan maupun bidang lainnya taka da perbedaan. Di mana sekarang ini penting menumbuhkan sikap kepedulian sosial pada diri siswa agar ketika kepada orang lain baik yang dikenalnya maupun tidak dikenalnya senantiasa terbiasa berbuat baik, dan ini diajarkan Hanafi. Hakekat Nilai Persatuan Dalam Konteks Indonesia (Sebuah Tinjauan Kontekstual PositifSila Ketiga Pancasil. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3. , 56Ae 63. https://doi. org/10. 17977/um019v3i12018p056 Nurcahya. , & Dewi. Implementasi Nilai Dasar Pancasila Dalam Upaya MewujudkanTujuan Negara di Kehidupan Sehari-Hari. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 631Ae639. https://doi. org/10. 31004/edukatif. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. melalui proses pembelajaran. Berdasarkan penjelasan diatas dapat dilihat betapa penting dan sangat erat kaitan antara pendidikan dengan nilai pancasila, yaitu guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional. Dengan penelitian ini, peneliti memiliki harapan selain menjadi ilmu pengetahuan juga nantinya ada sinergi secara bersama-sama semua pihak terkait, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan siswa untuk menjalankan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila secara sistematis. METODE PENELITIAN Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian narrative research untuk menjelaskan masalah dan fokus penelitian yang diteliti tersebut. Menurut Denzin dan Lincoln penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan latar belakang alamiah, dengan menafsirkan suatu fenomenayang terjadi9. Sederhananya dalam penelitian kualitatif bertujuan guna menemukan sebuah jawaban atas suatu yang ingin diteliti melalui langkah ilmiah secara sistematis. Teknik pengumpulan data hal yang dapat dilakukan ialah dengan observasi , wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan peneliti dengan observasi di kelas 4 siswa MI Nurul Yaqin Desa Pondokgebangsari. Kecamatan Kuwarasan. Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah. Setelah observasi, data-data dikumpulkan dengan mewawancarai bapak Ali SaAodan. Pd. guru kelas 4 yang sekaligus mengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di MI Nurul Yaqin sebagai subjek penelitian. Adapun isi wawancara tentunya berkaitan dengan hal-hal sesuai judul penelitian tentang bagaimana di kelas tersebut dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan proses pembelajaran selama ini, dengan mengaitkannya sesuai nilai-nilai Pancasila. Kemudian juga dengan mendokumentasikan hal-hal atau kegiatan terkait pengimplementasian nilai-nilai dalam Pancasila. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman & Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Umar Sidiq. METODE Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. CV. Nata Karya. Utami. Persepsi Mahasiswa Terhadap Pendidikan Moral Siswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2. , 48Ae53. https://doi. org/10. 17977/um019v2i12017p048 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pancasila merupakan sebuah ideologi dan pedoman bagi seluruh bangsa indonesia dalam bertata negara. Tak terkecuali termasuk bidang pendidikan,maka harus perlu kita mulai tanamkan dan ajarkan sehingga akhirnya dapat terimplementasikan nilai-nilai pancasila tersebut dengan Adapun pengajaran tentang pancasila wajib untuk dikenalkan dan dijelaskan kemudian baru kita tanamkan kepada siswa mulai dari sejak di Madrasah Ibtidaiyah ini atau masa anak-anak. Apalagi di era globalisasi sekarang, banyak hal-hal seperti pergaulan maupun kebiasaan yang kurang baik berdampak negatif. Jadi penting selain dengan berpegang pada ajaran Al-QurAoan, dapat dengan pengamalan isi nilai pancasila sehingga menjadi solusi terhindarnya generasi muda dari hal negatif di era sekarang ini. Dalam membentuk karakter siswa yang baik, tentunya peran guru sangat di butuhkan dalam proses kegiatan pembelajaran sehari-hari. Guru selain menjadi seorang pengajar, juga sekaligus seorang yang mendidik, melatih dan mengevalusi dalam suatu proses pembelajaran baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas. Karena dalam pendidikan tidak selalu mengenai sebuah ilmu pengetahuan semata, tetapi di luar daripada itu juga mencakup aspek sikap, bagaimana dalam mengekspresikan suatu di pikiran dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Implementasi nilai-nilai pancasila kepada para siswa sangat amat penting diajarkan dan ditanamkan sejak dini dalam kegiatan keseharian anak. Dalam pengimplementasiannya, di dunia pendidikan nilai-nilai pancasila dapat kita masukkan ke dalam setiap proses pembelajarannya, baik itu melalui kegiatan di kelas mapun di luar kelas. Jadi, para guru setiap kali menjelaskan dan menyampaikan suatu bahan materi hendaknya selain dengan cara yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa juga secara tidak langsung menyelipkan unsur nilai-nilai pancasila di dalamnya. Setelah peneliti melakukan observasi di kelas 4 MI Nurul Yaqin Pondokgebangsari, guna melihat secara langsung aktivitas para siswa di kelas tersebut, dapat dijelaskan bahwa dalam kegiatan proses pembelajaran dan pendidikan di kelas tersebut terlihat bahwa dalam keseharian di dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan setiap hari dari Senin sampai Sabtu, dengan jam pelajaran dimulai dari jam 07. 20 WIB, banyak sekali mulai dari kegiatan wajib hingga ekstrakurikulernya yang mengajarkan para siswanya menerapkan nilai-nilai dalam pancasila. Berdasarkan wawancara secara langsung dengan bapak Ali SaAodan,S. Pd. I sebagai guru kelas Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. 4 yang mengampu mata pelajaran PKn di kelas tersebut, diterangkan hal yang menunjang pengimplementasian pancasila di MI Nurul Yaqin ialah dengan adanya mata pelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan (PK. , mata pelajaran PKn memang sudah ada mulai dari kelas 1,2,3,4,5 dan 6. Untuk materi pembahasan khusus pancasila diajarkan sejak dari kelas 3. Yang pertama diajarkan tentang pengenalan jumlahnya, lambang-lambangnya, baru isi dari setiap sila 1 sampai dengan 5. Kemudian, untuk pembahasan nilai yang terkandung di dalamnya dijelaskan ketika siswa dikelas 4. Untuk pembelajaran pancasila ini ada materinya yang secara khusus dan ada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) membahas hal tersebut. Namun, pada dasarnya sebenarnya pancasila maupun nilai-nilainya diajarkan secara tidak langsung atau diselipkan disetiap mata pelajaran dan kegiatan keseharian belajar dan proses pembelajaran serta kegiatan tambahan siswa. Dalam mata pelajaran PKn yang mana nantinya diharapkan dapat menjadi sebuah wadah atau tempat guna membangun nilai karakter siswa melalui materi-materi di dalamnya. Sesuai dengan nilai dalam pancasila seperti bagaimana sikap saling menghormati, menghargai, menyayangi sesama teman dan para guru. Dengan ini juga, diharapkan siswa sejak dini dapat terhindar dari adanya tindak kekerasan dan tindakan menyimpang lainnya baik ketika di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kemudian Selain itu, di kelas tersebut nilai-nilai pancasila terimplementasikan melalui kegiatan keagamaannya, rutin setiap hari Selasa sampai Sabtu diadakan kegiatan amaliyah keagamaan sebelum masuk jam pelajaran di masjid,halaman dan kelas tersebut, seperti murojaAoah juz AoAmma ,m, membaca asmaul husna, sholawat kamilah, dan doa-doa lainnya. Kemudian juga tak lupa membiasakan para siswa membaca doa awal dan akhir pembelajaran, serta tak lupa setiap masuk waktu sholat zuhur berjamaah secara bersama-sama setelah selesai sholat diadakandzikir bersama yang dipimpin dan diawasi oleh guru agar pelaksanaannya dapat lancar dan tertib. Melihat hal ini, sangat sesuai dengan penerapan nilai-nilai dari sila pertama pancasila tentang nilai ketuhanan. Kegiatan- kegiatan keagamaan ini bertujuan untuk membiasakan siswa disiplin dalam beribadah. Dalam sila yang kedua tentang nilai keadilan dan adab, yang dapat terlihat pengimplementasiannya di MI tersebut, saat dibudayakannya sikap menghormati siswa kepada Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. guru dengan mencium tangan saat masuk dan keluar untuk pulang dari kelas, ini menunjukkan para siswa sudah memahami bagaimana salah satu cara dalam menghormati orang yang lebih tua yakni gurunya. Selain itu, dalam hal keadilan sesuai yang di katakan oleh guru yang peneliti wawancarai, beliau memberikan contoh keadilan kepada siswa saat ada pembagian kelompok belajar di kelas dengan tidak ada membedakan mana siswa kaya dan miskin, pintar dengan yang kurang, berdasar jenis kelamin,maupun fisik, tetapi guru di kelas ini membaginya sesuai tingkat kemampuan siswanya, karena guru sebelumnya sudah mengetahui tingkat kemampuan dari masing-masing siswa. Pembiasaan siswa untuk dapat berteman dan berbaur hidup dengan teman sebaya maupun orang lain di lingkungannya tanpa ada batasan dengan tidak memilih-milih. Perlu diberikan penjelasan dan pemahaman bahwa sebagai seorang manusia yang bersifat sosial, tentunya kita tidak dapat terlepas dari hidup saling berdampingan dengan orang lain. Penting adanya penanaman sikap bersosial kepada siswa dari usia anak-anak, agar di manapun ketika berada baik di lingkungan madrasahnya, keluarga maupun di masyarakat sudah terbiasa hidup dengan orang lain dan bersikap penuh dengan adab yang baik, hal ini sesuai dengan ajaran nilai-nilai dari pancasila. Dalam sila yang ketiga tentang nilai persatuan, sebagai seorang manusia ciptaan Allah SWT. Kita sudah sepantasnya dapat hidup rukun, tanpa membedakan dalam hal agama, status, keturunan, ras, warna kulit, serta dapat memliki rasa cinta terhadap tanah air indonesia. Pengimplementasian nilai ini di kelas 4 MI Nurul Yaqin, dapat peneliti lihat dari semua siswa dapat berteman dengan teman sebayanya tanpa pilih-pilih dan terlihat ketika adanya kegiatan gotong royong, para siswa saling bersatu dan bersama-sama untuk membersihkan lingkungan kelas dan sekitar madrasahya. Di dalam sila keempat berisi tentang nilai demokrasi dalam pemusyawaratan dengan cara musyawarah untuk mufakat yang di lakukan dengan bersama-sama oleh siswa. Di kelas 4 MI Nurul Yaqin hal ini tercermin dari kegiatan siswa untuk pemilihan ketua kelas, di kelas ini guru menanyakan terlebih dahulu siapa yang bersedia menjadi ketua kelas. Biasanya ada beberapa yang mengajukan diri ataupun ditunjuk barulah dilakukan pemilihan dengan cara voting. Dengan hal ini, dapat menjadi cara mendidik dan memberikan pembelajaran demokrasi siswa dari sejak usia dini dan siswa dapat memahami,serta mampu melaksanakan yang namanya pemilihan voting walaupun masih dalam skala kecil ruang lingkup dikelas. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Pada proses pembelajaran di MI Nurul Yaqin ini, biasanya menggunakan metode kelompok dan praktek menyesuaikan dengan materinya. Dalam pembagian kelompok, guru yang membaginya sesuai tingkat kemampuan siswanya, karena guru sebelumnya sudah mengetahui tingkat kemapuan dari masing-masing siswa yang terdiri dari 3-4 orang. Siswa juga dalam pembelajaran sudah lumayan mampu berbicara dan menyampaikan pendapatnya dengan bahasa anak-anak. Hal ini, selain melatih siswa berani berbicara didepan orang juga menerapkan nilai demokrasi menyampaikan sesuatu pendapat. Dalam sila kelima dalam pancasila tentang nilai keadilan sosial yang artinya semua orang berhak mendapatkan haknya sebagai warga negara. Di kelas 4 MI Nurul Yaqin ini dapat terlihat nilai tersebut dalam dunia pendidikan, dimana siswa diberikan kesempatan menyampaikan dengan bebas pendapatnya dalam proses pembelajaran dan juga kegiatannya di luar kelas seperti kegiatan ekstrakurukuler, bersikap adil kepada teman sebayanya dan orang lain, dan ada juga peneliti melihat bagaimana ada siswa yang berbagi makanan saat waktu istirahat dan makan siang kepada temannya yang lain. Di sana juga siswa tentunya mendapatkan hak yang sama untuk belajar dan pendidikan yang Di kelas 4 MI Nurul Yaqin tersebut, terlihat dengan fasilitas pendidikan yang memadai seperti perpustakaan, masjid, alat-alat olahraga. LCD proyektor. Fasilitas tersebut untuk tingkat MI termasuk dalam golongan yang cukup guna menunjang berjalannya proses pembelajaran dan kegiatan siswa. Selain itu, kepala madrasah selaku pimpinan di MI tersebut, beliau sangat mendukung semua kegiatan di tempat tersebut selama tujuannya menunjang keterampilan para siswa dan semua guru bekerja sama dalam melaksanakan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan ekstra disana. Sehingga, dengan ini semua siswa di rasa sudah mendapatkankeadilan dalam hal Itulah yang menjadi pengimplemetasian dari nilai pancasila di kelas 4 MI Nurul Yaqin, selain itu hal yang dapat juga menjadi tambahan ialah dengan kegiatan apel upacara bendera dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dengan petugas upacaranya seperti menjadi pemimpin upacara, membaca pancasila, membaca UUD 1945 diambil dari siswa kelas 4,5 dan 6 secara bergilir setiap hari Senin. Ini merupakan suatu upaya dalam mengimplementasikan nilai pancasila dalam di kalangan siswa. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Namun, dibalik itu memang ada faktor penghambat dari pengimplementasian nilai pancasila ini, yakni kurangnya penunjang dari orang tua siswa untuk memberikan pengajaran dan pengawasan kepada siswa ketika di rumah. Padahal, pendidikan pertama pada diri anak ialah dirumah ketika bersama orang tuanya. Namun, sebaliknya orangtua malah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk mengajarkan kepada anaknya untuk menjadi pribadi yang baik, seharusnya peran orangtua pun dibutuhkan dalam hal ini. Pengimplementasian dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dalam penelitian ini sejalan dan tak jauh berbeda dari penelitian sebelumnya dari (Sari et al. , 2. yang menyebut beberapa nilai yang harus dimiliki oleh siswa yakni sikap kejujuran, kedisiplinan, keadilan dan Sesuai dengan ini, nilai-nilai tersebut berkenaan denga isi nilai pancasila. Tentu akan sangat penting dan sangat mempegaruhi yang mana nilai dalam pancasila dapat menjadi cara mengukur perilaku seorang siswa ketika berada di lingkungan sekolah, keluarga dan bermasyarakat, dengan memahami isi secara benar dari nilai pancasila dari sila pertama hingga yang kelima, ia akan dapat menjadi seorang pribadi dan warga negara yang baik. Dalam perkembangan keilmuan saat ini, penelitian ini dapat memberikan kontribusi karena dapat menjadi objek referensi bagi sekolah ataupun madrasah dalam mewujudkan dan mengembangkan pendidikan bagi siswa yang tetap dengan menyesuaikannya berdasar isi nilai- nilai yang terkandung dalam pancasila. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan ini disimpulkan bahwasanya pada pengimplementasian nilai-nilai pancasila di kalangan siswa kelas 4 di MI Nurul Yaqin tergambarkan dengan pelaksanaan penguatan dan pembiasaan nilai-nilai pancasila di kelas tersebut yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadilannya. Di antara upaya yang dilakukan dalam membangun dan mewujudkan siswa agar memiliki nilai-nilai itu ialah melalui proses pembelajaran dan kegiatan pendidikan di kelas tersebut yang telah di rancang secara sistematis yang di dalamnya memuat nilai-nilai pancasila di setiap materi pelajarannya. Kemudian juga melalui kegiatan amaliyah keagamaan dan ekstrakurikuler di kelas ini. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 249-261 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. DAFTAR PUSTAKA