EDUCATE : Journal of Education and Culture Strategi Manajemen Pembelajaran Raudlatul Athfal Nurul Hidayah Melalui Outdoor Education Learning Management Strategy Through Outdoor Education At Raudlatul Athfal Nurul Hidayah Siti Nurkhasanah. TK Aristini I. RA Nurul Hidayah misbahnur391@gmail. Siti Aisyah Sholihah. Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Indonesia aisyahsholihah07@gmail. FuAoad Arif Noor Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Bina Insan Mulia Yogyakarta. Indonesia @gmail. EEDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 03 Nomor 02 ISSN-e: 2985-7988 Naskah diterima: 05-05-2025 Naskah disetujui: 14-05-2025 Terbit: 15-05-2025 Abstrak: Pendidikan anak usia dini memiliki peran krusial dalam membentuk perkembangan fisik, sosial, dan kognitif anak. Salah satu pendekatan inovatif yang semakin diterapkan adalah Outdoor Education, yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lingkungan luar ruangan. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai implementasi metode ini di lembaga pendidikan Islam seperti Raudlatul Athfal (RA). Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen pembelajaran melalui Outdoor Education di RA Nurul Hidayah, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Nurul Hidayah telah menerapkan strategi perencanaan kurikulum berbasis Outdoor Education, menyediakan sarana pendukung, serta mengevaluasi efektivitas pembelajaran melalui umpan balik dari guru, orang tua, dan siswa. Faktor pendukung utama adalah dukungan sekolah dan orang tua, sementara kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya dan kesiapan tenaga pendidik. Kesimpulannya. Outdoor Education terbukti meningkatkan keterampilan sosial, motorik, dan partisipasi aktif anak dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang lebih sistematis, pelatihan tenaga pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan metode ini di RA. Kata kunci: Outdoor Education. Strategi Manajemen Pembelajaran. Raudlatul Athfal. EDUCATE : Journal of Education and Culture PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar perkembangan anak, baik secara fisik maupun sosial. Dalam upaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan, berbagai metode dan strategi pembelajaran terus dikembangkan. Salah satu pendekatan yang mulai banyak diterapkan adalah Outdoor Education atau pendidikan luar ruangan. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dengan melibatkan anak secara langsung dalam lingkungan alam terbuka. Outdoor education adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan aktivitas di luar ruangan sebagai bagian dari pengalaman belajar anak-anak (Priest & Gass, 2. Metode ini berorientasi pada pengalaman langsung yang memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi lingkungan, berinteraksi dengan alam, serta mengembangkan keterampilan sosial dan Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan alam sebagai media sangat efektif dalam menumbuhkan serta mengembangkan pengetahuan yang dimiliki karena dapat merasakan, serta melihat langsung bahkan dapat melakukannya sendiri (Evayani, 2. Menurut Waite . , pendidikan luar ruangan dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan sosial, serta kemampuan berpikir kritis anak. Dalam konteks PAUD, outdoor education dapat mencakup kegiatan seperti eksplorasi lingkungan sekitar, permainan edukatif di luar ruangan, serta aktivitas berbasis proyek yang melibatkan interaksi dengan alam. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan efektivitas Outdoor Education dalam meningkatkan keterampilan motorik, interaksi sosial, serta kreativitas anak usia dini. Misalnya, studi yang dilakukan oleh Wells & Evans . menunjukkan bahwa lingkungan luar ruangan yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan anak dan mengurangi Selain itu, penelitian oleh Maynar & Waters . menyoroti bagaimana pengalaman belajar di luar ruangan dapat memperkaya keterampilan sosial anak melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam literatur terkait bagaimana lembaga pendidikan Islam, khususnya Raudlatul Athfal, menerapkan metode ini dalam kurikulum. Raudlatul Athfal (RA) sebagai lembaga pendidikan Islam tingkat anak usia dini memiliki tantangan dalam menyusun strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif tetapi juga pada pengembangan fisik dan sosial anak. Pembelajaran di luar ruangan memberikan kesempatan bagi anak untuk lebih aktif bergerak, mengeksplorasi lingkungan sekitar, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Dengan demikian, pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus anak, serta membangun kemampuan sosial seperti kerja sama, empati, dan komunikasi. Namun, penerapan Outdoor Education di lingkungan RA masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, perencanaan yang matang, serta kesiapan tenaga pendidik dalam mengelola pembelajaran di luar kelas. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen pembelajaran yang tepat agar pendidikan luar ruangan dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengisi kesenjangan tersebut dengan menggali lebih dalam strategi manajemen pembelajaran di RA Nurul Hidayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi manajemen pembelajaran diterapkan dalam Outdoor Education di RA Nurul Hidayah. Fokus penelitian ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran luar ruangan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Dengan memahami strategi yang diterapkan, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pembelajaran di RA, khususnya dalam mendukung perkembangan fisik dan sosial anak usia dini. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif Menurut Sukmadinata . 1: . , penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menjelaskan penelitian yang ada tanpa memberikan manipulasi data variable yang diteliti dengan cara melakukan wawancara langsung (Sabila EDUCATE : Journal of Education and Culture dkk, 2024: . Penelitian dilakukan di RA Nurul Hidayah dengan subjek penelitian berupa guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan dilakukan dengan beberapa cara: Studi Lapangan Observasi Observasi dilakukan dengan metode pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung di lapangan dengan menentukan hal yang dibutuhkan dan mencatat semua yang berkaitan dengan Observasi langsung di RA Nurul Hidayah untuk mengamati penerapan Outdoor Education. Selain itu dilakukan pengkajian kurikulum dan kebijakan pendidikan di RA Nurul Hidayah terkait pembelajaran luar ruangan. Wawancara Wawancara digunakan untuk memperoleh data yang sangat akurat karena bersumber langsung dari pemilik tempat penelitian. Pengumpulan data dari pendidik, orang tua, dan peserta didik mengenai efektivitas metode ini. Dokumentasi Dokumentasi penelitian ini merupakan pengambilan gambar oleh peneliti untuk memperkuat hasil Studi Pustaka Penulis melakukan penelitian dengan mempelajari berbagai buku perpustakaan serta mencari referensi dari berbagai sumber internet. Menggunakan referensi akademik terbaru sebagai dasar teoritis dalam membangun argumentasi Analisis mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moleong, 2017:280. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pengumpulan data, yaitu mengumpulkan data di lokasi penelitian dengan melakukan wawancara, menyebarkan, mengisi kuesioner dan dokumentasi. Reduksi data adalah proses seleksi, pemfokusan, pengabstrakan, tranformasi data kasar yang ada di lapangan langsung dan diteruskan pada waktu pengumpulan data dimulai sejak peneliti memfokuskan wilayah penelitian. Penyajian data adalah lanjutan analisis dimana peneliti menyajikan temuan peneliti berupa kategori atau pengelompokan. Penarikan kesimpulan, dilakukan untuk menarik kesimpulan dari temuan data. Gambar 1. Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa RA Nurul Hidayah menerapkan beberapa strategi dalam manajemen pembelajaran melalui Outdoor Education, di antaranya: Perencanaan Kegiatan: Menyusun kurikulum mengintegrasikan tujuan pembelajaran dalam setiap aktivitas luar ruangan, disesuaikan dengan kebutuhan anak. Pelaksanaan yang Terstruktur: Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan luar ruangan serta memastikan keselamatan anakanak selama kegiatan. Anak-anak melakukan berbagai aktivitas luar ruangan seperti eksplorasi alam, permainan edukatif, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Evaluasi dan Pengembangan: Melakukan evaluasi terhadap efektivitas pembelajaran luar ruangan serta mengembangkan program berdasarkan umpan balik dari guru, anak-anak, dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung serta umpan balik dari orang tua dan peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian terdapat terdapat faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung utama adalah dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, fasilitas yang memadai untuk kegiatan outdoor. Sementara kendala yang dihadapi meliputi kondisi cuaca dan keterbatasan sumber daya, keterbatasan sumber daya dan tenaga pendidik yang berpengalaman dalam metode ini. Tantangan dalam implemantasi outdoor education adalah faktor lingkungan dan EDUCATE : Journal of Education and Culture keamanan, kesiapan tenaga pendidik, dukungan orang tua dan masyarakat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa anakanak yang terlibat dalam kegiatan outdoor education memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam Selain itu, mereka lebih aktif, mandiri, dan memiliki keterampilan sosial yang lebih baik dibandingkan dengan metode konvensional. Pembahasan Manajemen pembelajaran dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu proses pengawasan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi anak-anak (Suyadi, 2. Manajemen pembelajaran mencakup aspek kurikulum, metode, strategi pembelajaran, serta evaluasi perkembangan anak. Studi yang dilakukan oleh (Suharni, 2. menunjukkan bahwa peranan manajemen berpengaruh besar dalam prestasi lembaga PAUD, karena standar mutu sebuah PAUD sangat bergantung pada efisiensi manajerialnya. Menurut temuan (Safitri, 2. pengelolaan pembelajaran di PAUD telah berhasil dikelola, diterapkan, dan dievaluasi dengan efisien, serta melibatkan kerjasama antar pengajar. Namun, penelitian (Nabila dan Tri Utami, 2. menegaskan bahwa pelaksanaan manajemen PAUD masih belum mencapai standar yang diharapkan, meskipun memiliki peran penting sebagai indikator keberhasilan lembaga PAUD yang berkualitas. Studi yang didapatkan oleh (Mustajab. Baharun, dan Iltiqoiyah, 2. mengindikasikan bahwa dengan merencanakan struktur pembelajaran, menjalankan tahap belajar, serta mengevaluasi pembelajaran dengan metode sistematis, kapasitas anak akan berkembang secara Salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan adalah metode pembelajaran Outdoor Education atau pendidikan luar ruangan, yang diyakini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Outdoor Education adalah pendekatan pendidikan yang mengajak peserta didik untuk belajar di luar ruangan melalui berbagai aktivitas eksploratif dan Pendekatan ini dikenal efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar serta keterampilan sosial dan motorik anak. Outdoor education memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan anak usia dini, antara lain: Perkembangan fisik: Melalui kegiatan di luar ruangan, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan motorik kasar seperti berlari, melompat, dan memanjat (Gallahue & Ozmun. Perkembangan sosial: Interaksi dalam kelompok selama kegiatan luar ruangan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan empati (Bilton, 2. Perkembangan kognitif: Aktivitas di alam dapat merangsang rasa ingin tahu, keterampilan pemecahan masalah, serta kreativitas anak (Louv. Perkembangan emosional: Anak-anak yang belajar melalui outdoor education cenderung memiliki keseimbangan emosional yang lebih baik serta lebih mandiri (Rickinson et al. , 2. Penelitian sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Suyadi & Ulfah. Penelitian ini mengkaji bagaimana metode Outdoor Education diterapkan di lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan perkembangan motorik dan sosial anak. Hal ini menunjukkan penerapan pendidikan luar ruangan dalam konteks PAUD berbasis Islam efektif dilakukan. Hidayati. , & Prasetyo. juga melakukan menyatakan bahwa efektivitas Outdoor Learning dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini. Dalam studi ini menemukan bahwa pembelajaran luar ruangan memiliki dampak positif pada kreativitas dan keterampilan berpikir kritis anak-anak di PAUD. Penelitian ini dapat menjadi dasar bahwa Outdoor Education dapat meningkatkan kreativitas anak di lingkungan RA. Sedangkan Nugroho. , & Widiastuti, . membahas strategi manajemen pembelajaran berbasis lingkungan yang dapat pembelajaran luar ruangan untuk meningkatkan keaktifan siswa. Rahmawati. , & Lestari. menunjukkan bahwa metode pembelajaran luar ruangan dapat meningkatkan interaksi sosial dan kolaborasi antar anak usia dini dan memberikan perspektif mengenai pengaruh Outdoor Education terhadap perkembangan sosial anak. Penelitian sebelumnya memberikan bukti EDUCATE : Journal of Education and Culture empiris tentang manfaat Outdoor Education, sehingga dapat memperkuat argumen dalam penelitian ini. Dengan meninjau penelitian sebelumnya, studi ini dapat mengidentifikasi celah penelitian dalam konteks penerapan strategi manajemen pembelajaran di Raudlatul Athfal. Studi sebelumnya juga membantu dalam merancang metode penelitian yang sesuai, termasuk teknik observasi, wawancara, dan analisis Penelitian ini dapat mengadaptasi temuan dari penelitian sebelumnya dan menerapkannya dalam konteks RA Nurul Hidayah, sehingga memberikan kontribusi akademik dan praktis. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi lembaga pendidikan Islam dalam mengoptimalkan strategi manajemen pembelajaran berbasis luar ruangan. Pemenfaatan Outdoor Education membantu anak dalam Peningkatan keterampilan sosial. Perkembangan motorik kasar dan halus. Peningkatan kreativitas dan kecerdasan emosional. Meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Strategi pembelajaran ini memungkinkan anak untuk belajar secara langsung dari pengalaman, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep yang diajarkan. Dengan landasan teori dan kajian pustaka tentang strategi manajemen pembelajaran melalui outdoor education di Raudlatul Athfal Nurul Hidayah dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang inovatif di tingkat PAUD. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: Strategi manajemen pembelajaran melalui Outdoor Education di RA Nurul Hidayah melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang Faktor pendukung utama adalah dukungan dari pihak sekolah dan orang tua, sementara kendala yang dihadapi meliputi kondisi cuaca dan keterbatasan sumber daya. Outdoor Education terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, keterampilan sosial, dan perkembangan motorik anak. Saran Berdasarkan penelitian ini, saran yang diberikan Sekolah perlu mengembangkan program Outdoor Education secara lebih terstruktur dan Diperlukan pelatihan bagi tenaga pendidik agar lebih kompeten dalam menerapkan metode ini. Sekolah dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan fasilitas dan sumber daya dalam mendukung kegiatan pembelajaran luar ruangan. EDUCATE : Journal of Education and Culture PUSTAKA ACUAN