Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Original Article The Relationship Between Family Support And Medication Adherence In Schizophrenia Patients Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Nyayu Nadia1. Andre Utama Saputra2. Sasono Mardiono3. Selamat Parmin4 1,2,3,4 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Kader Bangsa Palembang *Corresponding Author: Andre Utama Saputra Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Kader Bangsa Palembang Email: 07@gmail. Keyword: Support. Compliance. Schizophrenia Patient Kata Kunci: Dukungan. Kepatuhan. Pasien Skizofrenia A The Author. 2025 Abstract Mental disorders that are found worldwide include schizophrenia. The causes of schizophrenia can be influenced by genetic factors, stress, and environmental factors such as past trauma, interpersonal issues, family problems, failure to achieve goals, and economic pressures. The recovery of patients can also be influenced by their adherence to the treatment process. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients at the Poli Klinik RS Ernaldi Bahar in South Sumatra Province. This study uses a quantitative approach with a crosectional design. The sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 99 respondents. Data collection for this study was done using a questionnaire. The results show a significant relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients at the Poli Klinik RS Ernaldi Bahar in South Sumatra Province, with a p-value of 0. There is a relationship between family support and medication adherence in schizophrenia patients. It is recommended that family members always provide support and motivation to patients. Abstrak Article Info: Received : October 1, 2024 Revised : March 30, 2025 Accepted : April 5, 2025 Cendekia Medika: Jurnal STIKes AlMaAoarif Baturaja e-ISSN : 2620-5424 p-ISSN : 2503-1392 This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. Gangguan jiwa yang terdapat di seluruh dunia yaitu gangguan skizofrenia. Penyebab terjadinya skizofrenia yaitu bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, stress, lingkungan seperti . rauma masalalu, masalah interpersonal, masalah keluarga, kegagalan mencapai cita Ae cita, himpitan ekonom. Kesembuhan pasien juga dapat dipengaruh oleh kepatuhan pasien dalam proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofreia di Poli Klinik Rs Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan design cross sectional. Teknik sampling yang di gunakan yaitu menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 99 responden. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Pol Klinik Rs Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan dengan p-value (,. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien Saran diharapkan selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada pasien PENDAHULUAN Menurut organisasi kesehatan dunia kondisi kesejahteraan fisik, mental, sosial, dan bukan karna hanya tidak ada penyakit atau kelemahan, ini juga merupakan keadaan dimana terdapat keseimbangan antara fungsi sistem fisik, mental, dan sosial (WHO 2. Prevalensi gangguan jiwa diseluruh dunia menurut data World Health Organization (WHO 2. terdapat 264 juta jiwa yang mengalami depresi, 45 juta jiwa yang menderiita gangguan bipolar, 50 juta jiwa yang mengalami demensia, dan 20 juta jiwa yang mengalami skizofrenia . Data statistik yang disebutkan oleh WHO . Secara global diperkirakan 379 juta orang yang terkena gangguan jiwa, 20 juta diantaranya mengalami skizofrenia. Data WHO pada tahun 2021 prevalensi skizofrenia sebesar 24 juta jiwa. Menurut data World Health Oragnization (WHO) kekambuhan diperoleh bahwa tingkat kekambuhan skizofrenia dari tahun 2019 sampai 2021 mengalami peningkatan yang https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 cukup tinggi yaitu dari 28%, 43%, hingga 54% . Prevalensi gangguan jiwa di seluruh dunia menurut data World Health Organization . , 1 dari 8 orang didunia hidup dengan masalah gangguan jiwa. Terdapat 264 juta jiwa yang mengalami depresi, 45 juta orang mengalami skizofrenia. Terdapat 1 dari 300 orang yang menderita skizofrenia di seluruh Data Riskesdas tahun 2019 Prevalensi skizofrenia di Indonesia adalah sebanyak 6,7 per 1000 rumah tangga. Artinya, terdapat 6,7 rumah tangga yang mempunyai anggota rumah tangga (ART) pengidap skizofrenia/psikosis dari 1. 000 rumah tangga . Prevalensi skizofrenia di indonesia untuk tingkat asia tenggara yaitu berada di urutan pertama dan di ikuti oleh negara vietnam, philipina, thailand, myanmar, malaysia kamboja dan terakhir adalah timur leste. Studi epidemiologi pada tahun 2018 menyebutkan bahwa angka prevalensi skizofrenia di indonesia bisa mencapai 3% hingga 11% mengalami peningkatan dengan 10 kali lipat di bandingkan data tahun 2013 dengan angka prevalensi 0,3% sampai 1% biasanya timbul pada usia 18 Ae 45 tahun . Di Indonesia prevalensi gangguan kejiwaan berat bisa mecapai 1,7 per mil dan 70% di antaranya menderita skizofrenia . Skizofrenia bisa mengalami peningkatan yang tinggi dalam tiga dekade terakhir, pada tahun 2017 skizofrenia berada pada urutan yang ke tiga penyakit mental di indonesia. Kasus gangguan jiwa berdasarkan hasil dari riset kesehatan dasar (Riskesda. pada tahun 2018 bisa mengalami peningkatan, diperkirakan peningkatan sebanyak 450 ribu ODGJ berat . Prevalensi gangguan kejiwaan penduduk di indonesia mengalami kenaikan 1,8 per mil dari nilai sebelumnya tahun 2018 adalah 1,7 per mil. Gangguan jiwa mencapai 13% dari penyakit secara menyeluruh dan mungkin akan berkembang pesat menjadi 25% di tahun 2030, sehingga prevalensi gangguan jiwa di berbagai negara akan mengalami peningkatan . Data Riset Kesehatan Dasar . Provinsi Sumatera Selatan terdapat sebanyak 9. skizofrenia/psikosis terbanyak berada di Kota Palembang yakni sebanyak 1767 penderita. Kemudian hasil laporan Tahunan RSJ Ernaldi Bahar Palembang pada tahun 2022 kunjungan pasien rawat jalan yaitu mencapai . dengan kasus penyakit terbanyak yaitu skizofrenia yang mencapai . Pada tahun 2023 mencapai hingga 22. Dan tahun 2024 pada bulan januari sampai april yaitu mencapai 7. 501 pasien dengan gangguan jiwa skizofrenia. Penyebab terjadinya skizofrenia yaitu bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, stress, lingkungan seperti . rauma masalalu, masalah interpersonal, masalah keluarga, kegagalan mencapai cita Ae cita, himpitan Pola asuh keluarga yang tidak baik seperti pola asuh otoriter dan Faktor - faktor yang berhubungan dengan skizofrenia antara lain faktor internal . iwayat pekerjaan, pendapatan keluarg. , eksternal . enyakit penyerta, riwayat konsumsi oba. , riwayat somatik . iwayat keluarg. , psikososial . asalah perkawina. , tipe kepribadian . ntrovert dan ekstrover. Dukungan gangguan kejiwaan dapat membuat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) lebih aman dalam beraktivitas sehari Ae hari . Salah satu keberhasilan terapi pengobatan pada penderita skizofrenia adalah kontinuitas dalam penatalaksanaan skizofrenia dan dukungan keluarga. Pasien yang tidak patuh terhadap pengobatan akan beresiko mengalami kekambuhan lebih tinggi di bandingkan dengan pasien yang patuh dalam pengobatan. Ketidak patuhan berobat ini yang menyebabkan pasien kembali di rawat di rumah sakit . https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat merupakan faktor kunci untuk memiliki dampak yang signifikan terhadap risiko kekambuhan pada pasien yang mengalami gangguan jiwa. Namun, untuk mendorong kepatuhan pasien dalam meminum obatnya, dukungan baik dari anggota keluarga maupun tenaga kesehatan sangatlah penting (Syarif et al. , 2. Pengaruh positif dari dukungan terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam mengikuti pengobatan memiliki dampak yang Keluarga yang memiliki anggota yang mengalami penyakit gangguan jiwa cenderung menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadaap terapi pengobatan Tingkat kepatuhan pasien dapat di ukur sejauh mana mereka mengikuti pedoman yang telah di berikan oleh tenaga medis profesional . Menurut penelitian oleh Rindayati & Rizal . sebelumnya didapatkan hasil bahwa sebagian besar . ,8%) peran keluarga dalam kategori baik, . ,2%) dalam kategori kurang. Sedangkan, tingkat kepatuhan minum obat didapatkan . ,3%) dari responden berada pada kategori sedang dan . ,7%) responden memiliki tingkat kepatuhan kurang. Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan antara kepatuhan minum obat dengan peran keluarga pada penderita skizofrenia, pengetahuan mengenai minum obat bagu keluarga akan meningkatkan perannya dalam merawat pasien skizofrenia terutama dalam kepatuhan minum obat . Penelitian yang dilakukan refnandes . menemukan bahwa hampir . ,0%) memberikan dukungan yang memadai dan sebagian besar pasien . ,4%) kekurangan Seseorang dengan skizofrenia dapaat mengalami episode psikotik ini berlanjut, menurut regimen pengobatan pasien gagal beranggapan tidak sakit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, dan dukungan keluarga yang buruk dapat menimbulkan ketidak patuhan minum obat . Penelitian yang di lakukan oleh Ersiba, . mengenai hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat di Poli Jiwa Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, hasil penelitan terhadap 95 responden, frekuensi dukungan keluarga tertinggi yaitu pada kategori cukup banyak 42 orang . ,2%), dengan responden yang tidak patuh sebanyak 91 orang . ,8%) data tersebut menunjukkan bahwa dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia, oleh karna itu pasien skizofrenia belum bisa mengatur jadwal dan mengetahui jenis obat yang harus di minum, maka keluarga harus selalu membimbing ( ) perkembangan masyarakat Hasil penelitian yang dilakukan oleh Randy . sebagian besar memberikan dukungan yang kurang efektif terhadap pasien skizofrenia, sehingga kebanyakan yang menderita skizofrenia memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Berdasarkan hasil dari analisis data yang penulis lakukan menggunakan uji Spearman Rank didapatkan p value 0,003 . <0,. dengan correlation coefficient (CC) 0,439 yang artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengatingkat kepatuha minum obat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja puskesmas Kembaran II . Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada Ada permasalahan pasien skizofrenia Di Rumah Sakit Ernaldi Bahar salah satu contohnya meminum yaitu tidak patuh mengkonsumsi obat dengan teratur dan melakukan pemberhentian minum obat tanpa anjuran dari METODE Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 kegunaan tertentu. Secara luas, rancangan penelitian adalah semua proses yang pelaksanaan penelitian . Desain penelitian merupakan keseluruhan rencana peneliti untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis penelitian (Polit & Hungler, 2. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan Aucross sectionalAy. Populasi penelitian ini sebanyak Teknik menggukan kriteria inklusi dan ekslusi. mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien Penelitian ini dilakukan di Rs Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 1 juli Ae 6 juli 2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Karakteristik Responden Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Di Poli Klinik Rs Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 Keterangan Usia <19 20 Ae 35 36 Ae 50 >51 Jumlah Jenis Kelamin Laki Ae laki Per ermpuran Jumlah Pendidikan Smp Sma Per gur uran Tinggi Jumlah Frekuensi . Ber dasarkan taberl di atas diikertahuri bahwa serbagian bersar rerspondern ber ursia antara < 19 serbannyak 7 rerspondern, ursia 20 Ae 35 serbanyak 52 rerspondern, ursia 36 Ae 50 serbaanyak 33 rerspondern, dan ursia > 51 serbanyak 7 rerspondern. Analisa ini dilakurkan mernggurnakan distribursi frerkurernsi dan per serntaser dari variaberl inderperndern . urkurngan kerlurarg. dan variaberl derperndern . erpaturhan minurm oba. data di sajikan dalam bernturk taberl dan terks serbagai ber ikurt. Kemudian serbagian bersar rerspondern yang ber jernis kerlamin laki-laki serbanyak 56 rerspondern, ber jernis kerlamin per ermpuran serbanyak 43 rerspondern. Dukungan keluarga Pernerlitian ini di lakurkan pada 99 rerspondern dimana durkurngan kerlurarga dapat di lihat pada taberl serbagai ber ikurt Serbagian bersar rerspondern ber perndidikan SD serbanyak 40 rerspondern. SMP serbanyak 12 rerspondern. SMA serbanyak 41 rerspondern. Per gur uran Tinggi serbanyak 6 rerspondern. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Dukungan Keluarga dan kepatuhan minum obat Di Poli Klinik Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 Dukungan keluarga Jumlah Persentase Baik Curkurp Kur ang Jumlah Kepatuhan minum obat Patuh Tidak patuh Jumlah Ber dasarkan taberl diatas dikertahuri bahwa distribursi frerkurernsi rerspondern serbagian bersar baik merndapat durkurngan dari kerlurarga serbanyak 76 rerspondern . ,8%), rerspondern yang merndapat durkurngan derngan curkurp serbanyak 8 rerspondern . ,1%), dan yang merndapat durkurnggan derngan kur ang serbanyak 15 rerspondern . ,2%). Mernggurnakan sisterm kompurter isasi Statistical Program For Social Scierncer (SPSS) ver si 26 yang mer urpakan pakert ataur program statistik yang di burat urnturk merngolah ataur mernganalisa data. Batas kermaknaan pada = 0,05. Jika p valurer O = 0,05 artinya ada hurburngan yang ber makna . antara variaberl inderperndern dan variaberl derperndern. Jika p valurer = > 0,05 artinya tidak ada hurburngan yanng ber makna . antara variaberl inderperndern dan variaberl derperndern. Ber dasarkan taberl diatas dikertahuri bahwa distribursi frerkurernsi rerspondern serbagian bersar paturh dalam minurm obat serbanyak 78 rerspondern . ,8%), dan rerspondern yang tidak paturh serbanyak 21 rerspondern . ,2%). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien Pernerlitian ini dilakurkan pada 99 rerspondern. Analisis bivariat ini digurnakan urnturk merngertahuri hurburngan antara durkurngan kerlurarga derngan kerpaturhan minurm obat pada pasiern skizofrernia, yang dapat di lihat pada taberl dibawah ini : Analisis Bivariat Analisis ini dilakurkan urnturk merngertahuri hurburngan antara variaberl inderperndern . urkurngan derperndern . erpaturhan minurm oba. Pernerlitian ini mernggurnakan urji statistik Chi Tabel 3. Analisis Bivariat Kerpaturhan minurm obat Paturh Tidak paturh Durkurngan Kerlurarga Baik Curkurp Kur ang Total P Valurer ,000 https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Ber dasarkan taberl diatas di kertahuri bahwa rerspondern derngan kerpaturhan minurm obat mermpurnyai durkurngan kerlurarga yang baik serbanyak 67 rerspondern, yang mermpurnyai durkurngan kerlurarga yang curkurp baik serbanyak 7 rerspondern, dan rerspondern yang mermpurnyai durkurngan kerlurarga yang kur ang baik serbanyak 4 rerspondern. Serdangkan rerspondern yang tidak paturh derngan durkurngan kerlurarga yang baik serbanyak 9 rerspondern, dan rerspondern yang tidak paturh derngan durkurngan kerlurarga yang curkupr baik serbanyak 1 rerspondern, kermurdian rerspondern yang tidak paturh derngan durkurngan kerlurarga yang kur ang baik serbanyak 11 rerspondern. Dari hasil urji continurity correrction didapatkan nilai p valurer =,000 <0,05 hal ini mernurnjurkkan bahwa ada hurburngan yang signifikan antara durkurngan kerlurarga derngan kerpaturhan minurm obat pada pasiern skizofrernia di poli klinik rurmah sakit er naldi bahar provinsi surmater a serlatan Tahurn 2024. Karakteristik Responden Ber dasarkan data hasil urji urnivariat dikertahuri serbagian bersar rerspondern ber jernis kerlamin laki Ae laki, dan ber ursia Jurmlah pernder ita skizofrernia ber jernis kerlamin laki Ae laki serbanyak 56 Kerjadian skizofrernia pada laki Ae laki cernder urng lerbih bersar dibandingkan per ermpuran. Merta analisis mernurnjurkkan bahwa skizofrernia pada laki - laki 1,5 kali lerbih bersar di bandingkan per ermpuran. Hal yang merndasari merta - analisis ter serburt adalah karerna adanya perngarurh hormon Pada per ermpuran hormon erstrogern ber per an serbagai psikopriterktif. Serbagian bersar rerspondern ber ursia derwasa derngan ursia 20 Ae 35 tahurn serbanyak 52 Ursia derwasa kermurngkinan ber isiko 1,8 kali lerbih bersar ter kerna skizofrernia di bandingkan derngan ursia Pada ursia derwasa, serorang cernder urng mermiliki turnturtan dalam serper ti kerhidurpannya, perker jaan, dan lain Ae lain yang dapat mernyerbabkan strers yang ber lerbihan pada serserorang. Keradaan ter serburt mermburat serserorang lerbih murdah ter kerna skizofrernia. (Er lina. Surwardi, 2. Dukungan keluarga pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Pernerlitian ini merlibatkan 99 rerspondern mernggurnakan kurisioner yang ter diri dari 20 per tanyaan mernermurkan bahwa serbagian bersar rerspondern ataur 88,2% mermber ikan durkurngan baik pada pasiern skizofrernia di Rurmah Sakit Er naldi Bahar Provinsi Surmater a Serlatan Tahurn 2024. Termuran dalam pernerlitian ini hampir sama derngan pernerlitian yang dilakurkan olerh Siagan . di Poliklinik Rurmah Sakit Jiwa Daer ah Provinsi Surmater a Urtara Merdan. Serbersar 65,6% rerspondern mer asakan durkurngan kerlurarga pada tingkat yang baik, serbersar 12,5% pada tingkat curkurp, dan serbersar 21,9 % pada tingkat kur ang. Pernerliti jurga ber perndapat bahwa durkurngan kerlurarga yang baik akan ter wurjurd apabila kerlurarga pasiern skizofrernia mermber ikan sermura bernturk durkurngan baik itur durkurngan ermosional, informasional, instrurmerntal dan Hasil mernurnjurkkan bahwa serbagian bersar durkurngan kerlurarga baik. Hal ini karerna kerlurarga surdah mermber ikan durkurngan ermosional, instrurmerntal dan pernghargaan. Kerlurarga dalam hal ini berlurm merngingatkan pasiern dalam minurm obat sercara ter atur , ser ta mermber ikan informasi terntang Kerlurarga pasiern skizofrernia jurga mermbimbing dan mermbantur pasiern dalam merlakurkan kergiatan serhari-hari ter masurk dalam minurm obat. Hasil pernerlitian ini serjalan derngan pernerlitian yang dilakurkan olerh Gerder Widjanergara di Poliklinik Rurmah Sakit Jiwa Provinsi Bali dimana serbanyak . ,9%) derngan durkurngan kur ang, serbanyak . ,8%) derngan durkurngan curkurp dan serbanyak . ,2%) derngan durkurngan baik. (Ergyi Dian Sertyaji ert al. , 2. https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Durkurngan yang dapat diber ikan kerpada pernder ita Skizofrernia dapat ber urpa informasional, durkurngan pernilaian dan Durkurngan ermosional kerlurarga akan mermburat pernder ita mer asa aman dan nyaman berrada di lingkurngan kerlurarga dikarernakan kerlurarga maur merner ima sergala kondisi yang dialami pasiern Skizofrernia. Durkurngan informasi dan durkurngan instrurmerntal mer urpakan durkurngan yang sangat pernting dalam kerpaturhan minurm obat pasiern. Informasi, perndampingan ataur perngawasan ser ta banturan kerlurarga sangat diburturhkan agar pernder ita merngertahuri dan paturh urnturk minurm obat. Durkurngan pernilaian ber urpa permber ian motivasi dan kerper cayaan diri kerpada pasiern Skizofrernia akan pernyakit yang dialaminya pasti akan sermburh mermburat pernder ita lerbih mermper hatikan kerpaturhannya . Kepatuhan Minum Obat Dari hasil pernerliti mernurnjurkkan bahwa dari 99 rerspondern, mayoritas rerspondern paturh yaitur serbanyak . ,8%), dan tidak paturh . ,2%). Hal ter serburt diserbabkan adanya durkurngan yang baik dari kerurarga ter hadap pasiern skizofrernia, yang sangat pernting ter hadap prosers pernyermburhan pasiern. Asurmsi pernerliti jurga ber perndapat bahwa hampir serlur urh pasiern skizofrernia di Rurmah Sakit Er naldi Bahar Provinsi Surmater a Serlatan Tahurn 2024 paturh dalam minurm obat yaitur serbanyak . ,8%) paturh dan . ,2%) tidak paturh. Hal ini karerna kerlurarga mermber ikan durkurngan yang sangat baik kerpada pada pasiern skizofrernia serhingga pasiern paturh dalam merngkonsurmsi obat dan merlakurkan perngobatan derngan ter atur . Hal ini serjalan derngan pernerlitian (Herni Agurspita Derwi. Lia Her lianti. , 2. di klinik psikiatri RSUrD dr. Soerkardjo Kota Tasikmalaya ada pada katergori paturh yaitur serbanyak 27 orang . ,1%), serdangkan serbagian kercil ada pada katergori tidak paturh yaiturh serbanyak 8 orang . ,9%). Kerpaaturhan minurm obat mer urpakan taraf dimana pasiern dapat merngikurti sermura atur an yang di turliskan dalam rerserp dokter dan mermaturhi perturnjurk pernggurnaanya. Kerpaturhan ter hadap psikofarmakologis mernjadi masalah dalam per awatan kerserhatan klinis, karerna kerpaturhan minurm obat mer urpakan syarat kerber hasilan dalam suratur perngobatan. (Herni Agurspita Derwi. Lia Her lianti. , 2. Pernerltian lain yang dilakurkan di Rurmah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soer ojo Magerlang pada 40 pasiern rawat jalan mernurnjurkkan serbagian bersar pasiern ber ada pada tingkat kerpaturhan serdang yaitur 90% pasiern (Naafi , 2. Sturdy kasurs yang di lakurkan pada 13 pasiern di rurang Brataserna RSMM Bogor merngurngkapkan bahwa pernyerbab kerkamburhan pada pasiern gangguran jiwa diantaranya karerna purturs obat, kerpribadian ter turturp, dan kergagalan. Kertidak paturhan dalam minurm obat mernjadi salah satur pernyerbab kerkamburhan pada ODGJ. Pernyerbab kertidakpaturhan minurm obat pada ODGJ diantaranya karerna lamanya pernyakit serhingga pasiern merrasa bosan urnturk ter urs Ae merner urs merminurm Erferk samping obat jurga mernjadi alasan pasiern urnturk tidak merngkonsurmsi obat. Serlain itur masalah biaya jurga mer urpakan pernyerbab kertidak paturhan ODGJ dalam merminurm obat, walaurpurn perngobatan pada ODGJ di indonersia terlah dijamin olerh permer intah, namurn tidak mernjamin kerpaturhan ODGJ dalam merminurm obat. KESIMPULAN Ber dasarkan hasil pernerlitian ter hadap 99 rerspondern, maka disimpurlkan bahwa: durkurngan kerlurarga pada pasiern skizofrernia di poli klinik rurmah sakit er naldi bahar provinsi surmater a serlatan derngan katergori ter banyak adalah katergori baik. Kerpaturhan minurm obat pada pasiern skizofrernia di poli klinik rurmah sakit er naldi bahar provinsi ter banyak adalah tingkat kerpaturhan. Ada hurburngan yang signifikan antara durkurngan kerlurarga derngan kerpaturhan minurm obat pada pasiern skizofrernia di Poli Klinik https://jurnal. id/index. php/ cendekia_medika / Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-MaAoarif Baturaja Volume 10 Number 1: April 2025 Rurmah Sakit Er naldi Bahar Surmater a Serlatan Tahurn 2024. Provinsi Riskesdas 2018. 154Ae65. Available http://w. id/ass ets/downloads/PMK No. 57 Tahun 2013 tentang PTRM. DAFTAR PUSTAKA