Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 266-277 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Perbedaan Perkembangan Bahasa antara Anak yang Bersekolah di TK Sentra dan TK reguler Ica Tantiva1. Heri Yusuf Muslihin2 Info Artikel Abstract Keywords: Language Development. Kindergartens. Early Childhood. The purpose of this study was to identify differences in language development between children who go to center-based kindergartens and children who go to regular kindergartens. The method used uses a quantitative approach and statistical analysis . ndependent sample t-tes. to test the hypothesis objectively. The subjects of the study consisted of children aged 4-6 years who attended both types of kindergartens. Language development data were collected through observation and language development tests that measured aspects of speaking, listening, vocabulary, and communication skills. The results showed that children in kindergarten centers had significantly better language development compared to children in regular kindergartens. This is due to the center-based learning model which provides more intensive language stimulation through structured play activities and more Kata kunci: Perkembangan Bahasa. Taman KanakKanak. Anak Usia Dini. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan dalam perkembangan abahsa antara anak-anak yang pergi ke TK sentra dan anak-anak yang pergi ke TK reguler. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis statistik . ndependent sample t-tes. untuk menuji hipotesis secara objektif. Subjek penelitian terdiri dari anak usia 4-6 tahun yang bersekolah di kedua jenis TK tersebut. Data perkembangan bahasa dikumpulkan melalui observasi dan tes perkembangan bahasa yang mengukur aspek berbicara, menyimak, kosakata, dan kemampuan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di TK sentra memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik secara signifikan dibandingkan dengan anak-anak di TK reguler. Hal ini disebabkan oleh model pembelajaran berbasis sentra yang meberikan stimulasi bahasa lebih intensif melalui aktivitas bermain yang terstruktur dan interaksi yang lebih banyak. Artikel Histori: Disubmit: 05 Juli 2025 Direvisi: 05 Agustus 2025 Diterima: 09 Agustus 2025 Dipublish: 11 Agustus 2025 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: itantiva@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: heriyusufmuslihin@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Cara Mensitasi Artikel: Tantiva. , & Muslihin. Perbedaan Perkembangan Bahasa antara Anak yang Bersekolah di TK Sentra dan TK Reguler. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 266-277, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Heri Yusuf Muslihin, heriyusufmuslihin@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Stimulasi yang diperlukan untuk membantu anak berkembang, seperti membangun kemampuan fisik, bahasa, dan sosial-ekonomi, diperlukan pada usia dini . ntara 4 dan 6 tahu. Kemampuan berbahasa menunjukkan perkembangan suatu anak secara keseluruhan. Anak-anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa rentan terhadap pencapaian akademik yang buruk secara keseluruhan, serta masalah perilaku dan penyesuaian psikososial (Arnianti, 2. Anak-anak dari usia empat hingga enam tahun, atau anak-anak usia Taman Kanak-kanak (TK), dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan tingkat perkembangan mereka. Kelompok pertama terdiri dari nilai agama dan moral. kelompok kedua terdiri dari fisik . otorik kasar dan motorik halu. kelompok ketiga terdiri dari kognitif. kelompok keempat terdiri dari bahasa. dan kelompok kelima terdiri dari nilai sosial emosional (Kemendiknas, 2. Akibatnya, dalam proses pembelajaran TK, kelima hal tersebut harus diperhatikan. Perkembangan bahasa adalah perkembangan yang sangat penting bagi masa depan anak. Perkembangan bahasa mencakup kemampuan untuk berkomunikasi dan memaknai semua pengetahuan tentang bahasa Madyawati . Perkembangan bahasa, menurut Soetjiningsih & Ranuh dalam (Shahbana et al. , 2. , sangat penting bagi anak usia prasekolah karena merupakan ukuran perkembangan secara keseluruhan. Anak-anak harus mengikuti program pendidikan formal jika mereka ingin mendapatkan pengetahuan dan dorongan berbahasa. Keterlambatan perkembangan bahasa akan berdampak pada perkembangan lanjutan anak Dewi & Nurrahima, . Hal ini sejalan dengan pendapat (Rachman & Cahyani, 2. yang menyatakan bahwa pendidikan ini akan sangat membantu anak dalam mencapai potensi mereka dan dapat meningkatkan perkembangan mereka. Bahasa memiliki peran utama sebagai alat komunikasi, menurut Suhartono (Opsiyah, 2. membagi fungsi bahasa menjadi dua kelompok: fungsi bahasa secara individu dan fungsi bahasa dalam konteks sosial. Namun, menurut Bromley dalam (Nurbiana et al, 2. , bahasa melakukan lima fungsi utama: . menyampaikan keinginan dan kebutuhan orang, . mempengaruhi dan mengontrol perilaku, . membantu perkembangan kognitif, dan . membangun dan memperkuat hubungan sosial. mengungkapkan identitas dan keunikan orang. Salah satu teori utama yang menjadi landasan dalam memahami perkembangan bahasa anak adalah teori struktural dari Lev Vygotsky. Menurut Vygotsky, perkembangan bahasa pada anak sangan dipengaruhi oleh interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, terutama melalui komunikasi dengan orang dewasa dan teman sebaya. Vygotsky menekankan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat berpikir yang membentu anak membangun model mental baru dan mengembangkan kemampuan kognitif yang elbih tinggi. Dalam prosesnya, anak-anak menggunakan bahasa untuk merencanakan, mengarahkan, dan memonitor perilaku mereka sendiri melalui apa yang disebut sebagai private speech, yang kemudian berkembang menjadi inner speech ketika anak mulai berpikir secara internal tanpa harus mengucapkan katakata secara verbal. Proses ini sangat dipengaruhi oleh frekuensi dan kualitas interkasi verbal yang dialami anak dalam lingkungan sosialnya, baik di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, lingkungan pendidikan yang memberikan banyak kesempatan untuk erinteraksi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 berdiskusi, dan bermain peran secara aktif akan sangat penting menunjang perkembangan bahasa Selain teori Vygotsky, teori behaviorisme juga memberikan kontribusi penting dalam memahami perkembangan bahasa anak usia dini. teori ini menitikberatkan pada peran lingkungan eksternal dalam mebentuk perilaku berbahasa anak melalui proses stimulus-respos dan penguatan positif dari lingkungan , sehingga perilaku berbahasa tersebut cenderung diulang dan semakin berkembang. Dalam konteks pendidikan di TK, model pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk mengekspreikan diri, mendapatkan respons positif, dan melakukan aktivitas berulang dalam suasana yang menyenangkan akan sangat efektif dalam mempercepat perkembangan bahasa Karena perkembangan bahasa merupakan bagian penting dari pertumbuhan anak usia dini, di mana lingkungan belajar dan strategi pengajaran sangat penting untuk mendukungnya, identifikasi masalah berfokus pada perbedaan metode pembelajaran di kedua jenis sekolah dan dampaknya terhadap perkembangan bahasa anak. Taman kanak-kanak, tempat pendidikan anak usia dini dan TK, sangat penting untuk perkembangan lanjutan anak. Sekolah dasar terdiri dari berbagai jenis, termasuk program reguler dan program sentra. Program sentra membutuhkan waktu belajar yang lebih lama daripada program reguler (Baiti, 2. Di Indonesia, terdapat dua pendekatan pembelajaran yang umum digunakan di TK, yaitu pendekatan reguler dan pendekatan sentra. Pendekatan reguler umumnya menggunakan metode pembelajaran yang lebih terstruktur dan berpusat pada guru, sementara pendekatan sentra, yang dikenal juga sebagai Beyond Centers and Circle Time (BCCT), dalam (Amalia et al. , 2. menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada anak melalui aktivitas bermain di berbagai sentra yang dirancang untuk menstimulasi berbagai aspek perkembangan, termasuk bahasa. Selain itu, interaksi sehari-hari di kelas membantu anak belajar berkomunikasi dengan teman dan guru (Gomes, 2. Anak diajak untuk berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan diri, sehingga kepercayaan diri mereka dalam berbicara pun ikut tumbuh. Lingkungan yang aman dan nyaman di PAUD juga berperan besar. Anak merasa bebas berekspresi tanpa takut salah, dan fasilitas yang tersedia turut menunjang proses belajar bahasa secara alami (Santi et al. , 2. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya karena penelitian ini secara spesifik membandngkan perkembangan bahasa antara anak-anak yang belajar di dua jenis pendekatan pembelajaran, yaitu TK Sentra dan TK Reguler. Selain itu juga penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis statistik . ndependent sample t-tes. untuk menuji hipotesis secara objektif. Penelitian sebelumnya banyak menggunakan pendekatan kualitatif atau deskriptif. Penelitian ini berlokasi di dua sekolah dengan dua pendekatan pembelajaran yang berbeda. TK Ihya Assunnah dengan sekolah dengan penedekatan pembelajaran sentra dan TK Al-Azhar menggunakan pendekatan pembelajaran reguler. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pendekatan sentra dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan bahasa anak. Misalnya, studi oleh (Fatmawati, 2. menunjukkan bahwa penerapan model sentra bermain peran dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini secara signifikan . Demikian pula, penelitian oleh (Enda Puspita, 2. menemukan bahwa implementasi pembelajaran sentra persiapan efektif dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini. Sejauh ini, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pendekatan sentra berdampak positif terhadap perkembangan bahasa anak. Misalnya (Farida, 2. menemukan bahwa model sentra Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 bermain peran bisa meningkatkan kemampuan berbahasa anak secara signifikan. Begitu juga dengan penelitian Qomariah dan Puspitasari . yang menyimpulkan bahwa pembelajaran di sentra persiapan efektif dalam mendukung perkembangan bahasa. Namun, kedua penelitian tersebut lebih fokus pada pendekatan sentra itu sendiri, tanpa membandingkannya secara langsung dengan pendekatan lain seperti pembelajaran reguler yang juga umum digunakan di TK. Perkembangan bahasa pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar dan metode pembelajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan anak. Model pembelajaran sentra dikenal memberikan pengalaman belahar yang lebih kontekstual dan aktif, di mana anak-anak terlibat langsug dalam kegiatan bermain yang dirancang secara tematik dan terstruktu. Sebaliknya, model pembelajaran reguler cenderung menduunakan pendekatan klasikal yang lebih terpimpin oleh guru. Kedua pendekatan ini diyakini memiliki pengaruh yang berbeda terhadap stimulasi kemampuan berbahasa anak. Namun, sejauh mana perbedaan tersebut berdampak secara signifikan terhadap perkembangan bahasa anak belum banyak diteliti secara kuantitatif dan sistematis. Berdasarkan hal tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah AuApakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam perkembangan bahasa antara anak yang mengitkuti pembelajaran di TK Sentra dan anak yang mengikuti pembelajaran di TK Reguler?Ay Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan perkembangan bahasa antara anak yang bersekolah di TK Sentra dan di TK Reguler. Tujuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pengaruh model pembelajran terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini serta menjadi dasar pertimbangan dalam emilihan pendekatan pembelajaran yang sesuai. METODE Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang menganalisis hubungan antara dua variabel atau lebih dan hanya melihat tanpa mengintervensi subjek penelitian. (Qalbi et al. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu menyajikan data dalam bentuk angka yang dapat dianalisis secara objektif. Hal ini memudahkan peneliti untuk melihat adanya perbedaan yang nyata antara dua kelompok yang dibandingkan. Sementara itu, jenis penelitian komparatif digunakan karena fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan bahasa antara anak-anak yang mengikuti pembelajaran di TK dengan pendekatan sentra dan mereka yang belajar di TK dengan pendekatan reguler. Sugiyono . mengatakan bahwa Auvaliditas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh penelitiAy. Untuk menguji validitas observasi yang digunakan dalam penelitian ini digunakan validitas isi (Content Validit. mengacu pada sejauh mana butir-butir dalam instrumen mewakili seluruh aspek yang hendak diukur. Instument penelitian ini telah divalidasi oleh dosen ahli bahasa di Univeritas Pendidikan Indonesia. Selanjutnya peneliti menggunakan uji reliabilitas internal untuk instumen penelitian. Uji realiabilitas internal mengukur sejauh mana butir-butir dalam sutu instrumen saling berkorelasi dan konsisten mengukur satu konstruk yang sama. Dalam penelitian kuantitatif komparatif, digunaka uji t-test sampel independen untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang sgnifikan antara dua kelompok yang tidak saling Sebelum menggunakan t-tes, dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dan jika kedua asumsi terpenuhi, maka t-test dapat digunakan dengan tepat. Populasi adalah seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Dalam penelitian in, populasi yang diambil oleh peneliti adalah anak usia 4-6 tahun yang terdaftar di TK Sentra dan TK Regular di Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tasikmalaya. Kriteria sampel anak yaitu anak-anak berusia 4-6 tahun, terdaftar di TK sentra dan TK Regular, memiliki riwayat kesehatan perkembangan yang normal . idak ada gangguan perkembangan Lokasi penelitian ini berada di sekolah TK IT Ihya Assunnah yang beralamat Jl. Terusan paseh BCA No. 11 Kota Tasikmalaya. Alasan pemilihan lokasi tersebut bahwa di sekolah TK IT Ihya Assunnah menggunaka metode pembelajaran sentra. Selain di TK IT Ihya assunnah, penelitian ini juga dilaksanakan di TK Islam Al Azhar yang beralamat di Jalan Tamansari No 14. Kelurahan Mulyasari. Kevamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam perkembangan bahasa antara anak-anak yang bersekolah di TK Sentra dan anak-anak yang bersekolah di TK non-Sentra . Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan Uji Sampel Independen t-Test, yang digunakan dengan program SPSS. Hasil analisis statistik adalah sebagai Tabel 1. Statistif Skriptig Perkembangan Bahasa Anak Group Statistics Hasil perkembangan bahasa anak Mean Std. Deviation Std. Error Mean Sentra Reguler Hasil pada tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata perkembangan bahasa anak pada TK Sentra lebih tinggi (Mean = 83. dibandingkan TK Reguler (Mean = 77. Untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan secara statistik, dilakukan uji Independent Samples t-Test sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Uji Sampel t-Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Std. Mean Sig. Error Differenc Differen Sig. Hasil Equal perkembangan variances . bahasa anak 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Std. Mean Sig. Error Differenc Differen Sig. Hasil Equal perkembangan variances . bahasa anak Equal 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan hasil analisis, nilai signifikan . 2-taile. 031 < 0/05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan bahasa anak di TK Sentra dan TK Reguler. ycA1 Oe ycA2 2 Oe 77. yaycuEayceycuA yc ycc = = 0. ycIya ycEycuycuycoyceycc Oo. Nilai CohenAos d sebesar 0. 83 menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok tergolong besar. Artinya, anak-anak yang bersekolah di TK Sentra secara praktis memiliki kemampuan perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak-anak di TK Reguler. Pembahasan Pendidikan adalah proses yang akan bertahan selama manusia hidup. Pendidikan anak usia dini tidak pernah berhenti dengan munculnya masalah. Karena anak-anak adalah aset masa depan, model pemecahan era inovasi mengambil peran dan tanggung jawab untuk masa depan manusia. Tumbuh kembang seorang anak adalah tanggung jawab setiap individu yang memiliki masa depan yang penuh dengan tantangan (Harahap, 2. Masa kanak-kanak adalah waktu terbaik untuk membangun kemampuan berbahasa. Stimulasi yang terarah dan teratur akan membantu perkembangan bahasa anak (Fitri et al. , 2. Pada pendidikan prasekolah, anak akan distimulasi dengan aik. Taman Kanak-kanak (TK) adalah salah satu jenis pendidikan pra sekolah. TK dapat dibagi menjadi TK Sentra dan TK reguler berdasarkan metode Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan aspek fundamental yang tidak hanya mencerminkan kemampuan berkomunikasi, tetapi juga menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pendidikan anak. Di indonesia, dua model pendidikan anak usia dini yang sering dijadikan bahan perbandingan adalah TK dengan pendekatan sentra dan TK reguler. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal strategi pembelajaran, lingkungan belajar, serta peran guru dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Dalam model TK sentra, pembelajaran dirancang berbasis aktivitas tematik yang melibatkan anak secara aktif melalui berbagai sentra, seperti sentra bermain peran, sentra balok, sentra seni, dan lain sebagainya. Setiap sentra menawarkan pengalaman berbeda yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi berbagai aspek perkembangan, termasuk bahasa. Guru dalam model ini berperan sebagai fasilitator yang memberikan pijakan sesuai kebutuhan anak, sehingga setiap individu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Lingkungan belajar yang kaya akan stimulus verbal, interaksi sosial yang intens, serta kesempatan untuk berkomunikasi secara dua arah menjadi ciri khas dari TK sentra. Anak-anak didorong untuk mengungkapkan ide, bertanya, menanggapi, serta bernegosisasi dalam berbagai situasi permainan dan aktivitas kelompok Hal ini secara langsung memperkaya kosa kata, memperkuat pemahaman struktur bahasa, dan meningkatkan kemampuan pragmatik anak dalam menggunakan bahasa sesuai konteks sosial. Sebaliknya. TK reguler umumnya menerapkan pembelajaran yang lebih struktural dan formal. Aktivitas dilakukan secara klasikal dengan guru sebagai pusat kegiatan. Interaksi verbal antara guru dan anak, maupun antar anak, cenderung terjadi dalam suasana yang lebih formal daninstruksional. Anak-anak belajar melalui pengulangan, latihan, dan instruksi langsung, yang memang efektif dalam membangun dasar-dasar penguasaan kosa kata dan struktur kalimat. Namun, pendekatan ini seringkali kurang memberikan ruang bagi eksplorasi bahasa secara kreatif dan kontekstual. Anakanak cenderung menjadi penerima informasi pasif, sehingga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dua arah dan keterampilan sosial melalui bahasa menjadi terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah terdapat perbedaan perkembangan bahas anak berdasarkan pemilihan tempat pendidikan pra sekolah yaitu TK sentra dan TK reguler di wilayah Tasikmalaya. Pada penelitian ini didapatkan sampel sebanyak 30 ana yang terdiri dari 15 anak dari TK sentra dan 15 anak dari TK reguler. Pada penelitian ini didapatkan data sebanyak 8 anak yang sekolah di TK reguler perkembangan bahasannya normal dan 7 anak yang mengalami perkembangan bahasa kurang. Di TK Sentra didapatkan data sebanyak 12 anak yang perkembangan bahasanya normal dan 3 anak yangperkembangan bahasanya kurang. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pendekata pembelajaran di TK sentra memberikan ampak positif terhadap perkembangan bahasa anak dibandingkan dengan TK reguler. Perbedaan rata-rata sebesar 5. 67 poin menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang terfokus dan terpadu di TK sentra mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak secara lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan daam perkembangan abahsa antara anak yang bersekolah di TK sentra dan TK reguler. Anak-anak di TK sentra cenderung memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak di TK reguler. Hal ini dapat dilihat dari proposi anak dengan perkembangan bahasa kategori normal yang lebih tinggi di TK sentra, sedangkan di TK reguler lebih banyak anak yang masuk dalam kategori suspek atau mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak di TK sentra dan TK reguler diantaranya adalah model pembelajaran, durasi dan intensitas interkasi dan metode pengembangan bahasa. TK sentra menggunakan model pembelajaran berbasis sentra, di mana anakanak belajar melalui berbagai area bermain yang didesain untuk menstimulusasi seluruh aspek perkembangan, termasuk bahasa. Pembelajaran dilakukan dalam kelmpok kecil dengan aktivitas yang berpusat pada anak, seperti bercerita, berdiskusi, bermain peran, dan presentasi hasil karya. Guru bertindak sebagai fasilitator yang aktif memberikan pijakan dan stimulasi bahasa secara langsung melalui interaksi sehari-hari. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Sementara itu di TK reguler pembelajaran cenderung lebih formal dan terstuktur, dengan waktu interaksi yang lebih terbatas. Anak-anak lebih banyak menerima instruksi dari guru dan kurang mendapat kesempatan untuk berekspresi secara bebas melalui kegiatan bemain yang variatif. Hal ini meyebabkan stimulasi bahasa yang diterima anak menjadi kurang optimal. Faktor selanjutnya yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu durasu dan intensitas Pembelajaran di TK sentra umumnya lebih lama dan intensif, sehingga anak-anak mendapatkan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan guru. Interaksi yang intensif ini sangat penting untuk mengembangka kemampuan berbahasa anak, baik dalam aspek berbicara, menyimak, maupun menambah kosakata baru. Di tk reguler, waktu belajar yang lebih singkat dan aktivitas yang lebih monoton membatasi kesempatan anak untuk mengembangkan keterampilan bahasa secara alami. Faktor terkahir yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak yaitu metode pengembanagan bahasa. TK sentra menerapkan berbagai metode pengembanagan bahasa, seperti bercerita, tanya jawab, bermain peran, sosiodrama, dan kegiatan berbasisi proyek. Metode-metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak, baik secara verbal maupun Sementara itu, di TK reguler meode pengembangan bahasa yang digunakan cenderung lebih terbatas dan kurang variatif, sehingga anak-anak kurang terstimulasi untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka secara maksimal. Hal ini sejalan dengan teori perkembangan bahasa anak menurut Vygotsky dalam (Arnianti, 2. yang menyatakan bahwa interaksi sosial, khususnya dalam lingkungan belajar yang terstruktur, sangat berperan dalam mempercepat perkembangan bahasa anak. Lingkungan TK sentra yang memeberikan stimulus perkembanagan bahasa secara intensif dan terarah diduga menjadi faktor utama dalam pencapaian skor yang lebih tinggi. Pendekatan sentra memberikan lebih banyak kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi secara aktif, menyampaikan ide, dan beinteraksi dengan teman sebaya maupun guru dalam berbagai konteks tematik. Kegiaan seperti bercerita, bermain peran, dan dskusi kelompok kecil sangat mendukung perkembangan kosa kata, struktur kalimat, serta kepercayaan diri dalam berbicara. Memahami berbagai teori pengembangan bahasa dapat mempengaruhi cara terbaik untuk menerapkan pengembangan bahasa anak. Ini memungkinkan pendidik untuk menemukan dan membuat bahan pengajaran. TK IT Ihya Assunnah menggunakan berbagai metode pembelajaran. Pembelajaran sambil bermain, atau Beyond Center and Circle Time (BBCT), adalah pendekatan yang digunakan. Konsep belajar sentra membantu anak-anak membuat hubungan antara pengetahuan, pengalaman, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dengan menyajikan dunia nyata dalam kelompok. Akibatnya, otak anak-anak distimulasi untuk berpikir aktif dan mengeksplorasi pengalaman pribadi Ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk menerapkan pembelajaran bahasa untuk mendorong perkembangan bahasa anak. Salah satunya adalah teori behaviorist Skinner (Latifah, 2. , yang berpendapat bahwa latihan bahasa harus diberikan kepada anak-anak dalam bentuk pertanyaan dan jawaban yang diberikan dalam tahapan yang sederhana hingga kompleks. Menurut teori ini. TK sentra selalu melibatkan anak dalam komunikasi, terlepas dari hal-hal sederhana. Hasil penelitian yang menunjukkan perkembanganbahasa anak lebih baik di TK sentra dibandingkan TK reguler sangat relevan dengan teori Vygotsky tentang perkembangan bahasa anak usia dini. menurut Vygotsky dalam penelitian (Khairiah & Kurinci, 2. perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan interaksi dengan orang ewasa atau teman sebaya. Konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding menjadi inti dalam proses ini, diman Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 aanak mampu mencapai tingkat perkembangan yang lebih tinggi dengan bantuan dan dukungan dari orang yang lebih ahli, seperti guru atau orang tua. Model pembelajaran sentra secara nyata menerapkan prinsip-prinsip Vygotsky. Dalam sentra, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan pijakan . saat anak bermain dan belajar (Wahyuningsih, 2. Lingkungan belajar yang kaya akan interaksi sosial dan aktivitas eksplorasi memungkinkan anak mengembangkan kemampuan bahasa melalui komunikasi aktif, diskusi, dan kolaborasi dengan teman sebaya maupun guru. Dengan demikian, anak di TK sentra mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan bahasa melalui pengalaman langsung dan bimbingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Selain teori Vygotsky, teori behavioristik dalam (Beno et al. , 2. juga menekankan pentingnya lingkungan dalam pemerolehan bahasa. Menurut teori ini, anak belajar bahasa melalui stimulus dan respons yang diberikan oleh lingkungan, seperti pujian, pengulangan, dan peniruan perilaku verbal orang dewasa. Model pembelajaran sentra yang berbasis aktivitas bermain dan interaksi sosial memberika banyak stimulus positif yang memperkuat perilaku berbahasa anak. Sementara itu, teori kognitif (Sufa & Setiawan, 2. berpandangan bahwa perkembangan bahasa berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. Melalui kegiatan bermain di sentra, ana tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan memahami konsep baru secara menyeluruh. Hal ini sjalan dengan prinsip pembelajaran sentra yang menekankan pada pengalaman belajar yang bermakna dn konsektual. Penelitian yang membandingkan kedua model pendidikan ini menunjukkan bahwa anak-anak yang bersekolah di TK sentra umumnya memiliki perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bersekolah di TK reguler. Hal ini terlihat dari hasil penelitian terdahulu yang menemukan bahwa anak-anak di TK dengan waktu belajar lebih panjang dan pendekatan sentra menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih signifikan secara statistik dibandingkan dengan anakanak di TK reguler. Temuan ini diperkuat oleh studi tindakan di TK Negeri Pembina Muara Bungo, yang menunjukkan peningkatan persentase ketercapaian kemampuan bahasa anak secara drastis setelah penerapan model sentra, khususnya sentra bermain peran. Anak-anak tidak hanya mampu memahami dan menggunakan kosa kata baru, tetapi juga lebih percaya diri dalam berkomuniaksi, maupun menyusun kalimat yang lebih kompleks serta menunjukkan kemampuan memahami aturan dalam permainan dan menghargai bacaan. Lingkungan belajar di TK sentra yang kaya akan stimulusverbal dan interaksi sosial memberikan peluang bagi anak untuk belajar menggunakan bahasa dalam berbagai situasi nyata. Anak-anak terlibat aktif dalam diskusi kelompok, bermain peran, dan aktivitas kolaboratif yang menuntut mereka untuk mengekspreikan ide, mendengarkan pendapat teman, serta menegosiasikan Proses ini sangat penting dalam membangun kemampuan pragmatik, yaitu kemampuan menggunakan bahasa secara tepat sesuai situasi dan kebutuhan komunikasi. Selain itu, guru yang berperan sebagai fasilitator dapat memberikan bantuan atau pijakan yang disesuaikan dengan kebutuhn masing-masing anak, sehingga perkembangan bahasa dapat dioptimalkan secara individual. Di sisi lain, model reguler yang lebih terstruktur dan formal memamng memiliki keunggulan dalam membangun dasar-dasar penguasaan bahasam terutama dalam hal pengenalan kosa kata dan struktur kalimat melalui latihan berulang. Namun, keterbatasan dalam memberikan ruang eksplorasi dan interkasi sosial membuat anak-anak kurang terlatih dalam mengguunakan bahasa untuk berkomunikasi secara efektif dalam situasi sehari-hari. Interaksi yang terjadi lebh banyak bersifat satu arah, dari guru ke anak, sehingga anak kurang mendapatkan kesempatan untuk melatih keterampilan komunikasi dua arah dan pemecahan masalah melalui bahasa. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Lingkungan juga sangat memengaruhi perkembangan bahasa anak. Keluarga, sekolah, dan komunitas memberikan stimulus yang berbeda. Perkembangan bahasa anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan banyak interaksi verbal, baik di rumah maupun di sekolah, cenderung lebih Pada TK sentra, lingkungan sekolah dirancang untuk mendukung eksplorasi dan interkasi aktif, sehingga anak-anak lebih banyak terpapar pada stimulus verbal yang bervariasi. Sedangkan pada TK reguler, lingkungan belajar yang lebih formal dan terstruktur dapat membatasi ragam stimulus bahasa yang diterima anak. Indikator perkembangan bahasa pada anak usia 5-6 tahun yang sering digunakan dalam penelitian meliputi kemampuan memahami beberapa perintah secara bersamaan, kemampuan mengulang kalimat yang lebih kompleks, kemampuan memahami aturan dalan suatu permainan, serta minat dan penghargaan terhadap bacaan. Penelitian di TK IT Almawaddah menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan stimulasi bahasa yang cukup, baik melalui pembelajaran sentra maupun reguler, dapat berkembang sesuai harapan pada keempat indikator tersebut. Namun, anakanak di TK sentra cenderung menunjukkan kemajuan lebih cepat, khususnya dalam hal memahami dan menggunakan bahasa dalam konteks sosial yang kompleks. Implikasi dari temuan ini sangat penting bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran di TK. Penerapan model sentra terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak, karena memberikan lebih banyak kesempatan untuk eksplorasi, interaksi, dan stimulasi Oleh karena itu, disarankan agar TK reguler mulai mengadopsi beberapa elemen model sentra, seperti pembelajaran berbasis aktivitas, kelompok kecil, dan pemberian pijakan individual. Guru juga perlu mendapatkan pelatihan khusus dalam memberikan stimulasi bahasa yang efektif, baik melalui pendekatan sentra maupun reguler, agar mampu mengidentifikasi kebutuhan individual anak dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai tahap perkembangan bahasa masing-masing Keterlibatan orang tua juga menjadi faktor penting dalam emndukung perkembangan bahasa Lingkungan keluarga yang mendukung interaksi verbal yang kaya dan beragam, akan mempercepat perkembangan bahasa anak (Yusra et al. , 2. Sekolah perlu melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pembelajaran, misalnya melalui program parenting atau workshop stimulasi bahasa di rumah. Selain itu, pengembangan lingkungan belajar yang kaya stimulus verbal, baik melalui penyediaan bahan bacaan, medi aaudio-visual, maupun aktivitas kolaboratif yang mendorong anak untuk berkomunikasi secara aktif, sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal. Namun, dalam implementasinya, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. Keterbatasan sumber daya manusia, khususnya guru yang erlatih dalam model sentra, masih menjadi kendala di banyak TK. Selain itu, fasilitas pendukung untuk pembelajaran berbasis sentra juga belum merata di seluruh wilayah. Perbedaan latar belakang, ekonomi keluarga jug amempengaruhi kualitas stimulasi bahasa yang diterima anak di rumah (Rakhmawati, 2. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan peningkatan pelatihan dan sertifikasi guru PAUD dalm model pembelajaran sentra, pengembangan modul pembelajaran sentra yang mudah diimplementasikan di berbagai kondisi sekolah, sert akolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menyediakan stimulus bahasa yang optimal bagi anak. Berdasarkan teori-teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan TK sentra dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak bukan hanya karena metode pembelajarannya, tetapi juga karena lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Guru yang berperan sebagai fasilitator, suasana belajar yang kaya akan interaksi sosial, serta aktivitas bermain yang terstruktur mampu memberikan scaffolding yang optimal sesuai dengan teori Vygotsky. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Perbedaan perkembangan bahasa ini memili implikasi penting bagi pendidikan anak usia dini, anak yang mengalami keterambatan bahasa beresiko mengalami kesulitan akademik dan sosial di masa depan, oleh karen itu, penerapan model pembelajaran berbasis sentra dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa ana sejak dini. Selain itu, hasil ini juga menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan stimulasi bahasa. Guru di TK sentra dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang aktivitas yang mampu mengembangkan seluruh aspek bahasa anak, bagi segi fonologi, morfologi, sintakis, semantik aupun pragmatik. KESIMPULAN Berdasarkan kajian terhadap perbedaan perkembangan bahasa antara anak yang bersekolah di TK sentra dan TK reguler, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran sentra memberikan dampak positif yang lebih signifikan terhadap perkembangan bahasa anak. Anak-anak di TK sentra menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berkomunikasi verbal dan non-verbal, serta penggunaan kosakata yang lebih luas dibandingkan dengan anak-anak di TK reguler. Hal ini didukung oleh integritas elemen bermain dalam proses belajar yang membuat pembelajaran lebih efektif, menarik, dan mendorong anak untuk lebih aktif dalam berbahasa. Selain itu, keterlibatan guru yang optimal dalam membimbing dan memfasilitasi proses pembelajaran juga berperan penting dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK sentra. Daftar Pustaka