P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Tantangan Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas pada Film Guru-Guru Gokil Mohammad Fajar Arrasyid, 2Diva Arlinda Dwi Ariyani, 3Amaliyah, 4Erindah Dimisqiyani, 5Gagas Gayuh Aji, 6Rizky Amalia Sinulingga Manejemen Perkantoran Digital. Fakultas Vokasi. Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia Corresponding author: erindah-dimisyqiyani@vokasi. E-mail: mohammad. arrasyid-2023@vokasi. ABSTRAK Pendidikan merupakan upaya terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kepribadian yang baik dan keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan kesejahteraan guru dalam mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana direpresentasikan dalam film Guru-Guru Gokil . Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis naratif terhadap film dan kondisi sosial nyata guru di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, terutama guru honorer, menghadapi kesejahteraan yang rendah dengan gaji minim dan beban kerja tinggi, yang berdampak pada motivasi dan kualitas pengajaran. Film ini mengangkat solidaritas dan dedikasi guru yang tetap tinggi meskipun menghadapi kesulitan ekonomi serta perubahan pandangan negatif terhadap profesi guru menjadi penghargaan atas pengabdiannya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesejahteraan guru sebagai faktor utama dalam pencapaian pendidikan berkualitas yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs 4. Implikasi temuan ini mendorong pemerintah dan pemangku kebijakan untuk memperhatikan kesejahteraan guru secara serius demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis bagi studi pendidikan, media, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus sebagai refleksi sosial terhadap kondisi guru di Indonesia. Kata kunci: kesejahteraan guru, pendidikan berkualitas. SDGs 4, tantangan pendidikan ABSTRACT Education is a planned effort to develop studentsAo potential so they have good character, skills, and benefit This study aims to analyze the challenges of teacher welfare in realizing quality education as represented in the film Guru-Guru Gokil . Using a descriptive qualitative method, the study examines the narrative of the film alongside the real social conditions faced by Indonesian teachers. Results show that many teachers, especially honorary ones, face low welfare marked by insufficient salaries and high workloads, impacting their motivation and teaching quality. The film highlights teachers' solidarity and dedication despite economic hardships and a shift in perception of the teaching profession towards greater The study emphasizes the critical role of teacher welfare aligned with Sustainable Development Goals (SDG. 4 in achieving equitable and quality education. The findings encourage policymakers to prioritize improving teacher welfare for a sustainable and better education future. This research contributes academically to education, media, and sustainability studies and serves as social reflection on teachersAo conditions in Indonesia. Keywords: teacher welfare, quality education. SDGs 4, educational challenges Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu upaya yang di lakukan secara sadar dan terencana untuk menciptakan lingkungan serta proses belajar, sehingga peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi Tujuannya agar mereka memiliki mengendalikan diri, berkepribadian baik, cerdas, berakhlak mulia serta memiliki ketrampilan yang berguna bagi dirinya dan Masyarakat (Rahman et al. , 2. Perserikatan bangsa-bangsa melalui program sustainable development goals (SDGS) yang di sepakati pada tahun 2015 menekankan bahwa program tersebut sebagai tindakan universal mengkahiri kemiskinan dan melindungi bumi, serta berusaha mendorong semua untuk menikmati perdamaian dan kemakmuran di tahun 2030 (Lestari et al. , 2. Program tersebut juga menekankan pentingnya pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, sebagaimana tertuang dalam tujuan keempat (Goal 4: Quality Educatio. Tujuan ini menggarisbawahi bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan yang layak, adil, serta mendorong pembelajaran sepanjang hayat (Nasrullah et al. , 2. Melalui pendidikan, kualitas sumber daya manusia dapat di tingkatkan sehingga mampu menghadapi tantangan global yang terus Pendidikan berkualitas bukan hanya di pandang sebagai sarana untuk mencetak individu berpengatuhuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk berkeadilan, sejahtera dan berkelanjutan. Pendidikan yang berkualitas di Indonesia memiliki posisi yang sangat vital dalam mengangkat derajat bangsa Masyarakat. Meskipun demikian, sistem pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang sangat serius, tantangan Adalah kesenjangan pendidikan antara wilayah Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 perkotaan dan pedesaan, salah satunya terletak pada aspek tenaga pendidik atau guru ( Zamhari et al. , 2. Kualitas guru merupakan aspek penting yang harus di perhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini karena guru berperan sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan proses pembelajaran serta mempengaruhi masa depan peserta didik (Susiani & Abadiah, 2. Namun realita di lapangan menunjukkan bahwa guru di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, mulai kesejahteraan yang belum memadai, status kerja yang timpang antara guru tetap dan guru honorer, hingga beban kerja administratif yang tinggi. Masalah merupakan salah satu isu utama yang Banyak guru honorer di Indonesia yang masih menerima gaji jauh di bawah upah minimum. Umumnya gaji yang mereka terima berkisar antara Rp 000 hingga Rp 1. 000 per bulan. Jumlah yang jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, khususnya di wilayah perkotaan (Dhobith, 2. Selain itu, keterbatasan sarana penunjang, seperti ruang kelas yang memadai, media mengikuti pelatihan profesional, semakin memperparah kondisi mereka. Konidisi ini membuat banyak guru merasa kurang di hargai dan berakibat pada menurunnya motivasi mereka dalam memberikan yang terbaik kepada siswa (Sovia et al. , 2. Berbagai memperlihatkan bahwa mewujudkan pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan kurikulum dan siswa, melainkan juga erat kaitannya dengan kondisi guru sabagai aktor utama di balik keberlangsungan pendidikan. Realitas tantangan guru ini kemudian menarik perhatian berbagai pihak, termasuk industri kreatif dan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 perfilman di Indonesia. Salah satu karya yang mengangkat isu tersebut yakni film berjudul Guru-Guru Gokil yang dirilis pada tahun 2020. Dari sudut pandang akademis, film merupakan sarana untuk menyampaikan berbagai pesan kepada Masyarakat melalui alur cerita, sekaligus menjadi media ekspresi seni bagi para kreator dalam menuangkan gagasan dan ide mereka (Daryani et al. , 2. Sebagian ahli juga berpendapat bahwa film berperan sangat penting dalam memajukan berbagai aspek sosial-budaya (Tombu, 2. Meskipun dikemas dalam bentuk drama-komedi, film Guru-Guru Gokil ini, menyajikan representasi menarik mengenai kehidupan para guru Tokoh utama, taat pribadi, awalnya di gambarkan sebagai individu yang lebih mementingkan materi dan menganggap profesi guru bukan pilihan yang membanggakan. Namun, melalui serangkaian peristiwa, terutama ketika para guru mengahadapi masalah pencurian gaji, taat perlahan menyadari bahwa profesi guru memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar Selain berperan sebagai media hiburan, film juga berfungsi untuk menyampaikan informasi, memberikan edukasi, dan mempengaruhi keyakinan Dengan demikian, film menjadi media pembelajaran bagi masyarakat mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka (Martilova, 2. Guru-Guru Gokil ini juga berfungsi sebagai cermin sosial. film ini secara implisit mengangkat isu-isu seperti kesejahteraan guru yang minim, beban penghargaan, semuanya di sajikan dalam nuansa komedi. Narasi tentang persatuan guru dan pengorbanan mereka bersama siswa untuk tujuan bersama semakin memperkuat pesan sosial film tersebut DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Representasi guru dalam film Guru-Guru Gokil ini, mencerminkan berbagai tantangan nyata yang di hadapi para pendidik di indonesia dalam upaya Urgensi penelitian ini terletak pada perannya dalam menjembatani budaya populer . elalui media fil. dengan isu global terkait pendidikan Kajian seperti ini memliki arti strategis, mengingat pendidikan tidak hanya dapat di kaji melalui data statistik dan kebijakan formal, tetapi juga melalui merepresentasikannya dalam karya seni. Dengan mengkaji film Guru-Guru Gokil, penelitian ini berupaya menghadirkan perspektif lain mengenai problematika yang di hadapi guru di indonesia, serta mengkaitkannya dengan upaya global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang Berdasarkan uraian di atas, observasi ini berfokus pada anilisis tantangan yang di hadapi guru dalam mewujudkan pendidikan berkualitas, sesuai dengan representasinya dalam film Guru-Guru Gokil. Kajian ini tidak hanya menyoroti aspek naratif film, tetapi juga mengaitkannya dengan kondisi sosial nyata serta tujuan pembangungan berkelanjutan (SDG. point ke empat. Dengan demikian, penelitian ini di harapkan mampu memberikan kontribusi akademis bagi studi pendidikan, studi berkelanjutan, serta menjadi refleksi bagi masyarakat dan pembuat kebijakan kesejahteraan dan peran guru dalam menciptakan pendidikan yang benarbenar berkualitas. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. LANDASAN TEORI Landasan teori berperan sebagai pondasi penelitian yang akurat. karena itu, membuat landasan teori yang baik adalah hal yang utama, sebab itulah yang akan menjadi acuan selama penilitian berlangsung. Pendidikan Berkualitas (SDGs . Secara umum. SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan adalah tujuan utama yang di tetapkan oleh Perserikatan BangsaBangsa (PBB) untuk menciptakan perubahan di dunia secara global selama 15 tahun ke depan. PBB menetapkan tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2015, dengan harapan tujuh belas titik target dalam tujuan pembangunan berkelanjutan dapat di capai pada Salah satunya tujuan pembangunan berkelanjutan pada point 4 yang berupaya memastikan bahwa semua individu memiliki akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas di semua tingkat, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, seperti universitas dan perguruan tinggi lainnya (Ramadhan, 2. Dalam konteks pendidikan indonesia, pendidikan berkualitas tidak hanya berarti tersedianya akses pendidikan, tetapi juga belajarmengajar, kompetensi tenaga pendidik, sarana prasarana, serta Menurut (Hoshiarpur. Guru komponen paling penting yang tidak tergantikan dalam pendidikan, karena peran guru bersifat sentral, tidak hanya pendidikan secara keseluruhan, tetapi juga dalam menegakkan dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 pendidikan tinggi. Pada dasarnya, keberhasilan sistem pendidikan bergantung pada kualiatas tenaga pendidik, sementara itu kualitas tenaga pendidik sangat bergantung pada efektivitas proses belajar mengajar yang dijalankan. Tantangan dan Kesejahteraan Guru dalam Pendidikan Guru adalah tenaga pendidik tanggung jawab utama dalam melatih peserta didik, serta melakukan penilaian dan evakuasi terhadap perkembangan mereka dalam konteks pendidikan formal (Habsy et al. , 2. Kualitas guru sebagai tenaga pendidik menjadi tolak ukur yang menentukan mutu pendidikan di sekolah (Hidayah. Namun kesejahteraan yang di hadapi oleh efektivitas peran tersebut, seperti rendahnya gaji, beban kerja tinggi, kurangnya dukungan sosial, dan profesional menjadi masalah yang Tantangan-tantangan tersebut sangat berpengaruh pada mutu pendidikan yang di hasilkan. (Syahputra et al. , 2. Kesejahteraan merasakan adanya kemakmuran . esejahteraan ketentraman . esejahteraan bati. Kesejahteraan batin di capai karena ada upah, kepemilikan tempat tinggal yang berkualitas, sarana transportasi, dan kepemilikan aset. Sedangkan kesejahteraan batin dapat di capai melalui kesadaran diri, interaksi positif terhadap orang lain, dan pertumbuhan pribadi P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 (Wahyudin, 2. Rendahnya motivasi guru dalam mengajar. Dampak kesejahteraan guru tidak hanya terbatas pada guru dan kualitas pendidikan, tetapi juga berdampak lebih luas untuk siswa dan Siswa yang tidak mendapatkan pendidikan yang baik akan menghadapi kesulitan dalam mencapai potensi penuh mereka, yang dapat berdampak pada peluang karir dan kehidupan mereka di masa depan (Sovia et al. Oleh karena itu, masalah ini harus di tangani dengan serius agar dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan Selain menjadi peningkatan kesejahteraan guru juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa dan kemajuan masyarakat. DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Sumber data dalam studi ini di klasifikasikan menjadi dua jenis, yakni data primer dan sekunder. Data primer merupakan informasi yang di dapatkan melalui hasil wawancara dan observasi langsung di lapangan atau sumber yang terlibat dari peristiwa tersebut (Septiwono & Dr. Sriyadi, 2. Data primer di peroleh langsung dari film Guru-Guru Gokil yang dijadikan objek utama Film ini di analisis dari berbagai aspek, meliputi narasi, karakter, dialog, konflik, dan visualisasi yang di relevan dengan representasi tantangan guru dalam mewujudkan pendidikan Sementara itu berdasarkan pernyataan (ATMAJAYA, 2. Data sekunder merupakan sumber data yang di peroleh secara tidak langsung melalui pihak lain atau melalui media seperti buku, jurnal, internet, maupun dokumen resmi yang terkait dengan peran guru, tantangan pendidikan di indonesia, serta kajian tentang pendidikan berkualitas dalam tujuan SDGs point 4. METODOLOGI HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif karena bertujuan memahami makna representasi guru dalam film Guru-Guru Gokil serta pendidikan berkualitas sebagaimana tercantum dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. poin ke-4. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan mendeskripsikan sebuah fenomena secara apa adanya, dan memungkinkan peneliti untuk memahami makna dan interpretasi yang di berikan oleh individu terhadap pengalaman mereka (Bradshaw et al. Pemilihan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini di dasari oleh fokus kajian yang tidak terletak pada angka atau data stastisik, melainkan pada upaya interpretasi, pemaknaan, serta deskripsi yang komprehensif terhadap fenomena sosial yang di representasikan dalam teks budaya berupa film. HASIL Film Guru-Guru Gokil . menyajikan potret realistis pendidikan Indonesia melalui kisah guru-guru yang Representasi ini berhubungan erat dengan (SDGs . , yaitu Quality Education, yang pendidikan, peningkatan kualitas guru, serta terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Kesejahteraan guru yang rendah Solidaritas & Komitmen Guru Terhadap Pendidikan Gambar 1. Pak taat pinjam uang, dan Bu rahayu menginformasikan gajian di percepat (Menit 16:. Dialog: Pak Taat : AuJustru saya mau ngutang ke situ, 500 ribu punya nggak?Ay Pak Manulang : Aueh, serius ini?Ay Pak Taat : Auserius lahAy Pak Manulang : Auya nggak ada lah pak, eh tapi sebentar mungkin ada guru lain yang membantu bapakAy . ak lama kemudian bu rahayu masuk dengan membawa kabar bahwa gajian di Bu Rahayu : Bapak-bapak, ibu-ibu, gajian di percepat jadi lusa pagi Pak Manulang & Guru guru lain : AuYayAy (Sorak bergembira mendengar kabar tersebu. di sertai tepuk tangan serentak dari guru-guru Dialog tersebut menggambarkan secara jelas kondisi kesejahteraan guru yang masih menghadapi tantangan Dari percakapan Pak Taat dan Pak Manul, terlihat bahwa ekonomi guru seringkali mendesak, bahkan sampai ada keinginan untuk berhutang. Hal ini menunjukkan bahwa gaji guru tidak selalu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga mereka terkadang harus mencari solusi untuk bertahan. Kabar dari Bu Rahayu tentang percepatan gajian yang di sambut dengan sorak sorai serta tepuk Antusiasme tersebut menegaskan bahwa gaji guru bukan hanya sekadar imbalan pekerjaan, melainkan juga menjadi tumpuan utama dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Gambar 2. Gaji guru di curi, pak purnama & pak taat menguatkan para guru (Menit 26:. Dialog: Bu Indah (Kepala Sekola. meminta maaf kepada para guru atas hal yang terjadi Pak Purnama : Aumaaf saudara-saudaraku, ibu bapak sesama guru kita jangan patah, yang perlu di ingat para murid masih membutuhkan kitaAy Pak Taat : Aueeh, bapak-bapak, ibu-ibu, harap tenang semuanya, ini saya sama bu indah selaku saksi mata yang bekerja sama secara intensif dengan pak polisi, sangat yakin kalau uang kita pasti balikAy Pada scene ini, menggambarkan solidaritas dan komitmen guru terhadap Gaji guru yang di curi tidak membuat para guru putus asa dalam Bu Indah sebagai kepala sekolah menunjukkan sikap tanggung jawabnya dengan meminta maaf kepada para guru, sementara Pak Purnama memberi semangat dan menegaskan pentingnya menjaga semangat demi para Sikap pak taat juga sangat profesional ia meyakinkan para guru bahwa masalah akan terselesaikan, ini menunjukkan adanya rasa saling mendukung dan menjaga optimisme. ini menggambarkan meski dalam menghadapi masalah finansial, para guru tetap menempatkan pendidikan siswa sebagai prioritas utama. Film guru-guru gokil ini juga memberikan gambaran bahwa guru tidak hanya berjuang secara individu, tetapi juga saling menopang sebagai satu kesatuan. Solidaritas ini P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 menjadi kunci komitmen mereka untuk tetap menjalankan peran mendidik, sekalipun berada dalam tekanan dan Stigma Profesi Guru Gambar 3. Pak taat berdialog dengan bu Rahayu (Menit 1:02:. Dialog: Pak Taat: AuKalian ini guru-guru hebat lohAy Bu Rahayu: AuKenapa?Ay Pak Taat: AuNgerjain semuanya tanpa pamrih, berdedikasi tinggi, hebatAy Pada menggambarkan perubahan pandangan terhadap profesi guru yang Awalnya dianggap remeh karena gaji kecil dan tampak sederhana, namun akhirnya disadari bahwa guru bekerja dengan ikhlas, penuh dedikasi, dan punya peran besar bagi generasi muda. Hal ini terlihat pada tokoh Taat yang awalnya meremehkan profesi guru, tetapi kemudian sadar bahwa menjadi guru adalah pekerjaan mulia yang jauh lebih penting daripada sekadar mencari materi. PEMBAHASAN Film Guru-Guru Gokil . menggambarkan perjuangan nyata para guru di Indonesia yang harus menghadapi berbagai keterbatasan, terutama terkait kesejahteraan mereka. Kesejahteraan merupakan aspek yang sangat penting sistem pendidikan berdampak langsung pada kualitas pengajaran, motivasi kerja, dan hasil Kesejahteraan mencakup berbagai aspek seperti profesional, dan sosial (Ramadhani DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Bangun, 2. Dalam film ini, tokoh utama. Pak Taat Pribadi, awalnya memandang profesi guru sebagai pekerjaan yang tidak menguntungkan dan tidak membanggakan karena gajinya yang kecil dan masalah hidup yang dihadapi para guru. Namun, setelah ia terpaksa menjadi guru pengganti, ia melihat langsung bagaimana para guru harus berjuang keras, bahkan sampai harus meminjam uang dan sangat bergantung pada percepatan gajian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kondisi ini mencerminkan realitas kesejahteraan guru honorer yang masih menjadi persoalan besar di dunia pendidikan Indonesia. Meski ekonomi, para guru dalam film tetap menunjukkan solidaritas yang tinggi dan komitmen kuat terhadap tugas mulia mereka mendidik. Saat gaji mereka dicuri, semangat mereka tidak padam, bahkan menyelesaikan masalah tersebut demi kelangsungan pendidikan para siswa. Solidaritas seperti ini menggambarkan bagaimana para guru tidak hanya berjuang secara individu, tapi juga saling mendukung sebagai sebuah komunitas yang teguh pada tujuan pendidikan. Lebih dalam, film ini juga mengangkat stigma negatif terhadap profesi guru yang sering dianggap rendah dan tidak prestisius. Pak Taat yang awalnya meremehkan profesi ini akhirnya menyadari bahwa guru adalah sosok yang berdedikasi tinggi dan berkontribusi besar bagi masa depan generasi muda. Hal ini menjadi refleksi penting agar masyarakat dan pembuat kebijakan mengapresiasi peran guru lebih serius. Film Guru-Guru Gokil juga memiliki nilai edukatif dan sebagai cermin sosial yang bertaut dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs 4, yaitu menjamin pendidikan berkualitas dan pemerataan akses pendidikan. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pendidikan berkualitas sangat bergantung pada kesiapan dan kesejahteraan guru sebagai faktor utama dalam keberhasilan Dengan kesejahteraan dan tantangan guru secara ringan namun mendalam, film dan artikel yang membahasnya mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi guru demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik dan Film Guru-Guru Gokil . menggambarkan perjuangan nyata para guru di Indonesia yang terutama dalam hal kesejahteraan. Tokoh utama. Pak Taat Pribadi, awalnya memandang profesi guru sebagai pekerjaan yang tidak menguntungkan dan kurang bergengsi karena gaji yang kecil dan berbagai masalah hidup yang dialami Setelah menjadi guru pengganti, ia menyaksikan langsung kondisi guru yang harus berjuang keras, sering kali meminjam uang dan sangat bergantung pada percepatan gajian untuk memenuhi Hal ini mencerminkan fenomena kesejahteraan guru honorer yang masih menjadi persoalan di dunia pendidikan Indonesia. Meski menghadapi tantangan ekonomi, para guru dalam film tetap menunjukkan solidaritas kuat dan komitmen tinggi untuk tugas mulia Saat gaji mereka dicuri, semangat mereka tidak padam, melainkan bekerja sama menyelesaikan masalah demi kelangsungan pendidikan siswa. Solidaritas ini menunjukkan bahwa para guru tidak berjuang sendiri melainkan sebagai komunitas dengan tujuan pendidikan yang sama. Selain itu, film ini mengangkat stigma negatif terhadap profesi guru yang sering diremehkan. Pak Taat yang awalnya meremehkan profesi ini akhirnya menyadari bahwa guru adalah sosok berdedikasi tinggi dan berkontribusi besar bagi masa depan generasi muda. Ini Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 menjadi refleksi penting bagi masyarakat memberikan apresiasi yang layak terhadap peran guru. Film Guru-Guru Gokil juga berfungsi sebagai media edukasi dan cermin sosial terkait isu kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan Indonesia. Hal ini sangat relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs 4 yang menekankan pendidikan berkualitas dan pemerataan akses. Pendidikan yang berkualitas sangat bergantung pada kesiapan dan kesejahteraan guru sebagai faktor utama keberhasilan proses belajar. Dengan mengangkat isu-isu tersebut secara ringan namun mendalam, film dan artikel ini mendorong perhatian lebih pada kondisi guru demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan. KESIMPULAN Kesejahteraan guru di Indonesia masih menjadi persoalan serius dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Gaji yang rendah, terutama bagi guru honorer yang sering menerima upah jauh di bawah standar kebutuhan hidup, hal itu menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kesejahteraan ini. Selain itu, beban kerja yang tinggi dan kurangnya akses kepada pelatihan serta fasilitas pendukung semakin memperburuk kondisi guru. Kondisi ini berimbas pada menurunnya motivasi dan kinerja guru, yang kemudian mempengaruhi kualitas pendidikan secara Banyak guru terpaksa mencari penghasilan tambahan yang mereka dalam mengajar. Solusi seperti kesejahteraan guru sehingga tercipta pendidikan yang lebih berkualitas dan Kesejahteraan yang layak bagi guru juga merupakan bentuk P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 penghargaan yang setimpal dengan peran penting mereka dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa UCAPAN TERIMA KASIH