MEDIA WISATA ISSN 16935969 - EISSN 26858436 Volume 23. Number 2, 2025 http://jurnal. id/index. php/MWS Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA. Yogyakarta. Indonesia THE ROLE OF YOUTH IN THE DEVELOPMENT OF BELANTING RIVER TUBING TOURISM IN ULU OGAN DISTRICT * Sekar Nadya Putri1. Erna Retna Safitri2. Ardi Saputra3 1-3Universitas Sriwijaya. Sumatera Selatan. Indonesia. Email: sekarnadiap@gmail. *(Correspondence autho. ABSTRACT This study aims to describe the role of youth in the development of Belanting River Tubing tourism in Ulu Ogan District. Ogan Komering Ulu Regency. This tourism is a form of nature-based adventure Submitted: tourism that has great potential in supporting local economic growth 05 June 2025 and environmental conservation. This study employs a descriptive Reviewed: qualitative approach, utilising data collection techniques that 10 Ocktober 2025 include interviews, observations, and documentation. The main focus Accepted: of the study is the involvement of youth in the management and 05 November 2025 development of tourism based on four elements: 4A: Attraction. Published: Amenities. Accessibility, and Ancillary . The results of the 15 November 2025 study show that youth play a strategic role in the management and development of tourism, both as tour guides, social media promotion managers, environmental activity implementers, and local economic actors. The role of youth is divided into three categories, namely active, participatory, and passive roles. Although challenges such as environmental pollution, limited infrastructure, and lack of community participation are still obstacles, the role of youth has proven to be able to bridge tourism development and community empowerment. In conclusion, youth involvement is a key element in the sustainability and improvement of the quality of Belanting River Tubing tourism. Article History Keywords: Youth. Development. Tourism. Attraction. Amenities. Accessibility PENDAHULUAN Pariwisata dalam arti sempit merupakan sebuah kenikmatan perjalanan atau kunjungan untuk suatu tujuan tertentu. Kemudian dalam arti luas merupakan suatu kegiatan yang memberikan pengaruh berbagai aspek kehidupan manusia, ekonomi, sosial budaya, politik (Putri et al. , 2. Pariwisata adalah salah satu industri gaya baru, yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor produksi lain didalam daerah, wilayah dannegara penerima wisatawan (Hasibuan et al. , 2. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya berperan sebagai sarana rekreasi, tetapi juga sebagai agen perubahan . gent of chang. dalam pembangunan Dengan adanya peran pariwisata yang digerakkan di suatu kawasan akan Article DOI: 10. 36276/mws. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 memberikan suatu konsekuensi atau pengaruh kepada masyarakat baik yang bersifat positif maupun negatif. Salah satu bentuk pariwisata yang berkembang adalah wisata petualangan berbasis alam, seperti Belanting River Tubing. Wisata Belanting River Tubing merupakan salah satu destinasi wisata yang bekembang di Kecamatan Ulu Ogan. Kabupaten Ogan Komering Ulu. Wisata Belanting River Tubing menawarkan pengalaman arum jeram atau susur sungai menggunakan ban karet atau tubing di aliran sungai ogan yang asri dan bersih. Belanting River Tubing memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Wisata ini memiliki potensi yang besar sebagai daya tarik lokal daerah terutama dalam mendukung perkembangan ekonomi lokal di bidang Wisata belanting river tubing merupakan ide gagasan dari tim PT Pertamina Geothernal Energy (PGE) area lumut balai dan tokoh pemuda ulu ogan yang melihat adanya potensi wisata dari aliran sungai ogan untuk mengangkat potensi alam dan meningkatan perekonomian masyarakat ulu ogan. Dalam konteks pengembangan wisata tersebut, peran pemuda menjadi sangat Pemuda tidak hanya menjadi penggerak utama dalam operasional wisata, tetapi juga dalam promosi, pelayanan, serta edukasi terhadap wisatawan dan masyarakat sekitar. Konsep pemuda pada penelitian ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Pemuda memiliki peran penting dalam perkembangan suatu daerah dan pembangunan Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda didefinisikan sebagai warga negara yang berusia antara 16 hingga 30 tahun dan memiliki potensi, tanggung jawab, serta peran strategis dalam pembangunan bangsa. Mereka diharapkan menjadi kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan di berbagai bidang pembangunan, termasuk Namun, berdasarkan observasi awal pengembangan Wisata Belanting River Tubing tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satu persoalan utama adalah pencemaran lingkungan akibat perilaku masyarakat yang masih membuang Pencemaran lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang memberikan pengaruh negatif terhadap makhluk hidup yang disebabkan oleh manusia (Indang dan Yun, 2. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa membuang sampah ke sungai atau buang air besar di sungai merupakan salah satu bentuk pencemaran lingkungan. Membuang sampah dan buang air besar (BAB) di sungai dapat menyebabkan beberapa dampak seperti mencemari air sungai, membuat bau tak sedap, menyebabkan penyakit dan merusak ekosistem sungai. Pada konsep pariwisata membuang sampah dan buang air besar (BAB) di sungai tidak hanya mencemari lingkuan namun juga merusak keindahan lingkungan serta mengganggu kenyamanan wisatawan hal ini dapat menyebabkan citra buruk terhadap lingkungan wisata belanting river tubing. Selain itu, keterbatasan infrastruktur juga menjadi hambatan signifikan. Akes jalan menuju lokasi masih kurang baik seperti jalan berlubang atau jalanan putus serta belum ada penerangan jalan. Infrastruktur adalah sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi (Alfin et al. , 2. Pada destinasi wisata infrastruktur dapat dilihat dari akses jalan menuju lokasi, transportasi serta sarana ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 prasarana yang terlibat dalam kegiatan pariwisata. Infrastruktur yang kurang baik seperti akses jalan yang rusak dapat menghambat akses perjalanan wisatawan, mengganggu kenyamanan wisatawan dan kurangnya minat berkunjung kembali para wisatawan. Hal ini dapat berdampak mengurangi daya tarik wisatawan dan menurunya tingkat kunjungan wisatawan, menurunnya tingkat kunjungan wisatwan dapat berdampak pada perkembangan wisata termasuk menghambat perekonomian di bidang pariwisata. Kurangnya dukungan masyarakat juga menjadi kendala tersendiri. Masyrakat masih belum yakin dan belum bisa memanfaatkan potensi wisata belanting river tubing, sehingga masyarakat belum berpartisipasi dalam mendukung dan menjaga lingkungan wisata belanting river tubing. Dukungan masyarakat menjadi hal penting dalam perkembangan wista. Dalam teori pertukaran sosial, interaksi berlanjut ketika kedua belah pihak merasa mereka mendapatkan lebih banyak keuntungan dari pertukaran tersebut. jika tidak, mereka cenderung menyerah (Nunkoo, 2. Nunkoo . mencatat bahwa dari perspektif pariwisata, interaksi antara tuan rumah dan wisatawan memberikan peluang untuk pertukaran yang memuaskan antara dua pihak dan juga, pada saat yang sama, menciptakan peluang untuk mengeksploitasi satu pihak. Dalam konteks pariwisata, proses pertukaran tidak hanya sekedar melibatkan pertukaran ekonomi tetapi juga faktor sosial budaya dan lingkungan. Dapat dilihat dari teori pertukaran sosial dapat disimpulkan bahwa dukungan masyarakat dapat dilihat dari manfaat atau keuntungan yang mereka dapatkan dengan adanya perkembangan suatu Namun pada wisata belanting river tubing masyarakat belum adanya keyakinan masyrakat akan adanya manfaat dan prospek potensi wisata belanting river tubing kedepannya. Melihat tantangan-tantangan tersebut, peran pemuda menjadi kunci dalam menjembatani pengembangan wisata dan pemberdayaan masyarakat. Dengan energi, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi serta media sosial, pemuda memiliki peran strategis dalam promosi wisata, edukasi lingkungan, pengelolaan destinasi, serta penggalangan partisipasi masyarakat. Pemuda merupakan aset berharga dan sumber daya manusia yang sangat penting bagi perkembangan suatu bangsa. Mereka memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan negara dan berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan sosisal, ekonomi, dan politik. Pemuda memiliki tanggung jawab dan peran strategis disegala dimensi pembangunan yang perlu ditingkatkan, pengaturan dan penataannya dimana pembangunan nasional kepemudaan berorientasi pada pelayanan pemberdayaan pemuda (Hilal Hamdi et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda terbukti efektif dalam mendorong pengembangan wisata. Pada penelitian yang dilakukan oleh Rizky Najibatul Arifah . berjudul AuPeran Pemuda Dalam Pengembangan Wisata Top Selfi Pinusan Kragilan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten MagelangAy . Della Eka Putri Dan Eva Farhah . berjudul AuPeran Pemuda Dalam Pengembangan Objek Wisata AuBukit CintaAy di Desa Gunung GajahAy. Eko Ihwanudin Dkk . berjudul AuPeran Karang Taruna Dalam Mengembangkan Taman Desa Di Desa Prajegan Kecamatan Sukorejo PonorogoAy. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda terbukti efektif dalam mendorong pengembangan wisata, pemuda memiliki peran yang yang signifikan dalam pengembangan pariwisata baik dalam keterlibatan pengelolaan wisata. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 promosi, pengambilan keputusan, dan peningkatan daya tarik wisata. Hal ini sejalan dengan penelitian ini yang menyoroti peran pemuda dalam pengembangan wisata Belanting River Tubing dapat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan daya tarik wisata, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pemuda di Kecamatan Ulu Ogan berperan secara langsung dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut melalui pendekatan partisipatif dalam pengelolaan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk memahami sejauh mana peran pemuda dalam pengembangan wisata ini, serta bagaimana kontribusi mereka dapat lebih Berdasarkan urgensi dan relevansi permasalahan tersebut, maka penting dilakukan penelitian mengenai AuPeran Pemuda Dalam Pengembangan Wisata Belanting River Tubing Kecamatan Ulu OganAy. LITERATUR REVIEW Rizky Najibatul Arifah . AuPeran Pemuda Dalam Pengembangan Wisata Top Selfi Pinusan Kragilan Desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten MagelangAy Penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengembangan wisata Top Selfi Pinusan Kragilan di Desa Pogalan. Berbagai peran yang diemban oleh pemuda mencakup pengambilan kebijakan, implementasi, evaluasi, fasilitasi, mediasi, serta promosi dan pengembangan infrastruktur. Dalam hal ini, pemuda tidak hanya berfungsi sebagai pengelola, tetapi juga sebagai inovator yang mampu menciptakan daya tarik wisata baru, seperti spot foto yang menarik dan fasilitas pendukung lainnya. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa keterlibatan pemuda dalam pengelolaan wisata berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal, di mana mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata. Della Eka Putri dan Eva Farhah . Peran Pemuda Dalam Pengembangan Objek Wisata AuBukit CintaAy di Desa Gunung Gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda di Desa Gunung Gajah berperan aktif dalam pengembangan objek wisata Bukit Cinta melalui berbagai kegiatan yang melibatkan mereka dalam pembuatan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, dan evaluasi. Partisipasi pemuda terlihat jelas dalam berbagai kegiatan, seperti kesenian, gotong royong, dan pengelolaan objek wisata, yang tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata tetapi juga memperkuat ikatan sosial di antara mereka. Selain itu, pemuda menyadari potensi wilayah mereka dan berupaya menjadikan Desa Gunung Gajah sebagai tujuan wisata yang menarik. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran pemuda dalam pengembangan pariwisata ini meliputi keinginan untuk memajukan desa, meningkatkan perekonomian warga, dan menjalin silaturahmi antar pemuda. Dengan adanya kesadaran akan potensi lokal, pemuda berinisiatif untuk menciptakan daya tarik wisata yang beragam, seperti spot foto, wisata alam, dan kesenian lokal, yang mampu menarik perhatian wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah. Secara keseluruhan, peran aktif pemuda dalam pengembangan objek wisata Bukit Cinta tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya dan peningkatan kualitas hidup di desa tersebut. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Bulan Suci Ramadhani . Peran Pemuda dalam Pengembangan Wisata Pantai Lowita di Kabupaten Pinrang. Kasus: Pemanfaatan Media Sosial. Hasil penelitian ini menunjukan peran pemuda desa dalam mengembangkan wisata Pantai Lowita adalah berpartisipasi membersihkan pantai, konservasi dan rehabilitasi mangrove, memanfaatkan limbah laut untuk dibuat kerajinan, memanfaatkan potensi wisata sebagai peluang bisnis dengan membuat kafe dan kaos wisata, ikut terlibat dalam kegiatan pemberdayaan/pelatihan pembuatan souvenir dan berbagai olahan makanan, serta melakukan upaya promosi. Selain itu, pemuda desa aktif melakukan upaya publikasi untuk mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Pantai Lowita melalui unggahan foto ataupun video ke media sosial Facebook. Instagram. Youtube, dan Whatsapp. Disarankan perlu adanya strategi pembangunan, pengembangan dan promosi tata kelola daya tarik wisata dengan sistem partisipatif, kolaboratif dan keterpaduan antar stakeholders sehingga bersifat berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara lebih komprehensif mengenai peran pemuda dalam pengembangan wisata Belanting River Tubing di Kecamatan Ulu Ogan. Penelitian dilakukan di objek wisata belanting river tubing. penelitian ini di lakukan pada maret-april 2025. Pada penelitian ini terdapat delapan informan yaitu tiga orang pemuda di wisata belanting river tubing, ketua pengelola wisata, kepala desa dan tiga orang masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran pemuda dalam pengembangan wisata belanting river tuning sangat Pemuda berperan dalam kegiatan dan pengelolan Wisata Belanting River Tubing. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di belanting river tubing baik data wawancara, observasi dan dokumntasi maka pembahasan peran pemuda dalam pengembangan wisata belanting river tubing, adapun pembahasan sebagai Peran Pemuda Dalam Objek Wisata Belanting River Tubing Peran pemuda dalam dalam penelitian ini dilihat dari tiga jenis peran yaitu peran aktif, peran partisipasif dan peran pasif. Peran aktif pemuda dilihat dari keterlibatan pemuda dlam banyak kegiatan seperti pengelolan dan pemuda juga ikutserta terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan objek wisata seperti terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini di ungkapan oleh delapan informan bahwa pemuda sering melakukan kegiatan kumpul bersama dan juga melakukan aksi sosial gotong royong mebersihkan lingkungan sekitar objek wisata seperti lingkungan jalan umum, jalan menuju start poin pengarungan, sungai dan sekitar Posko Belanting River Tubing. Pemuda juga berperan dalam memberikan pelatihan pada pemuda yang baru bergabung. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Peran partisipasif pemuda dalam wisata belanting river tubing yaitu terlibat dan tergabung sebagai pemandu wisata dalam pengelolaan wisata. Pemandu wisata adalah seseorang yang menemani dan mengarahkan wiatawan saat kegiatan Peran pemuda sebagai pemadu wisata belanting river tubing di ungkapkan oleh delapan informan, informan menjelaskan bahwa pemuda di belanting river tubing itu berperan sebagai crew atau pemadu wisata dengan tugas masing-masing seperti memandu wisatawan, menjadi fotografer, bertugas di pelayanan administrasi serta supir yang mengantar ke start poin pengarungan. Peran pasif pemuda pada penelitian ini terlihat dalam kegiatan pengambilan Dalam hal pengambilan keputusan semua pemuda di libatkan dalam musyawarah atau evaluasi. Hal ini di ungkapkan delapan informan, informan mengungkapkan bahwa semua pemuda yang tergabung di belanting river tubing di libatkan dalam musyarwarah atau rapat yang di adakan oleh belanting river tubing tanpa melihat latar belakang pemuda. Namun bebrapa informan mengungkapan bahwa terkadang beberapa pemuda tidak hadir dalam musyawarah dan hanya beberapa saja yang menyuarakan pendapat. Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pemuda berperan aktif dalam kegiatan pengelolan dan kegiatan lain yang dilakukan di belanting river Hal ini selaras dengan pendapat lestari at. al yang menyatakan bahwa Peran aktif adalah peran seseorang seutuhnya selalu aktif dalam tindakannya pada suatu Hal tersebut dapat dilihat atau diukur dari kehadirannya dan kontribusinya terhadap suatu organisasi. Selanjutnya peran partisipasif pemuda dilihat dari kegiatan memandu wisatwan saat bermain tubing atau pengarungan, dimana pemuda mendapatkan gaji atau pendapatan saat memandu wisatwan sebesar 50% dari tiket wisatwan. Peran partisipasif adalah peran yang dilakukan seseorang berdasarkan kebutuhan atau hanya pada saat tertentu saja. Sedangkan peran pasif pemuda terlihat pada pengambilan keputusan dimana beberapa pemuda tidak hadir dalam kegiatan musyawarah atau tidak menyuarakan pendapat saat musyawarah berlangsung. Peran pasif adalah suatu peran yang tidak dilaksanakan oleh individu. Artinya, peran pasif hanya dipakai sebagai simbol dalam kondisi tertentu didalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian Putri dan Farhah . dengan judul penelitian Peran Pemuda Dalam Pengembangan Objek Wisata AuBukit CintaAy di Desa Gunung Gajah yang menyatakan hasil bahawa partisipasi pelaksanaan para pemuda aktif ikut serta dari awal program dibuat sampai dengan selesai program. Dalam hal ini pemuda karang taruna desa gunung gajah berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan di objek wisata bukit cinta. Pada penelitian Ramadhani . Peran Pemuda dalam Pengembangan Wisata Pantai Lowita di Kabupaten Pinrang. Kasus: Pemanfaatan Media Sosial. Peran yang dimaksud berupa kegiatan, partisipasi, aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan, termasuk kegiatan pelestarian kekhasan potensi wisata. Hasil penelitian ini diperkuat dengan teori bahwa Peran pemuda sering diartikan keikutsertaan, keterlibatan dan kesamaan anggota masyarakat dalam suatu kegiatan tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung, sejak dari gagasan, perumusan kebijakan pelaksanaan program dan evaluasi (Salam, 2. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Peran Pemuda Dalam Pengembangan Wisata Belanting River Tubing Pengembangan wisata dapat dilihat dari beberapa perkembangan yang ada di objek wisata. Perkembangan pariwisata didukung dengan tersedianya 4A yakni Attraction . aya Tarik wisat. Amenities . Accessibility (Aksesibilita. dan Ancillary . (Setiawan et al. , 2. Daya Tarik ( Attractio. Daya Tarik Wisata merupakan suatu hal yang mendorong seseorang berkunjung pada suatu tempat karena mempunyai arti tertentu, misalnya peristiwa tertentu, lingkungan alam, tempat sejarah atau peninggalan. Daya Tarik Wisata adalah faktor pendorong utama dalam memotivasi wisatawan untuk berkunjung pada suatu tempat (Pundissing, 2. Maryani . alam Sudarwan, 2021: . , mengungkapkan syaratsyarat yang harus terpenuhi untuk menjadi daya tarik wisata pada tujuan wisata, yaitu. daya tarik yang dapat disaksikan (What to se. , aktivitas wisata yang dapat dilakukan (What to d. , sesuatu yang dapat dibeli (What to bu. , alat transportasi (What to arrive. dan penginapan (Where to sta. Dari hasil observasi Daya tarik yang dapat disaksikan di belanting river tubing yaitu keindahan alam perbukitan dan alairan sungai ogan yang masih asri dan alami. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan adalah bermain belanting atau tubing menggunakan ban besar menyusuri sungai ogan sepanjang - 2KM. Sesuatu yang dapat dibeli di belanting river tubing sebagai oleh-oleh atau cindramata adalah kerajinan anyaman bambu dan kopi khas ulu ogan. Alat transportasi yang dapat di gunakan menuju lokasi wisata adalah transportasi pribadi roda empat ataupun roda dua selain itu juga ada trevel atau angkutan umum khusus menuju lokasi wisata. Terakhir di belanting river tubing juga sudah terdapat penginapan berupa home stay atau dapat melakukan kegiatan camp di lokasi wisata. Dalam meningkatakan daya tarik wisatawan dapat dilakukan dengan kegiatan promosi yang memanfaatkan media sosial sebagai media promosi. Promosi berorientasi pada penyampaian mengenai merek, produk, atau layanan kepada Tujuannya adalah untuk membuat konsumen menyadari eksistensi produk, menarik dan mendorong konsumen untuk membeli produk, dan membuat produk tersebut lebih disukai dibandingkan produk lain yang sejenis (Pundissing. Promosi wisata dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang Wisata belanting riber tubing melakukan kegiatan promosi melalui media sosial. Hal di ungkapkan oleh delapan informan bahwa peningkatan daya tarik wisata melalui promosi sangat memanfaatkan sosial media mempromosikan wisata, tidak hanya melalui akun media social official belanting river tubing namun pemuda dan masyarakat juga mengambil peran dalam mempromosikan wisata melalui media sosial pribadi, untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Media sosial yang digunakan untuk mempromosikan wisata seperti instagram, facebook, youtube, whatsapp, dan tiktok official belanting river tubing ataupun akun media social pribadi pemuda dan masyarakat. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa daya tarik melalui promosi merupakan hal penting dalam pengembangan wisata dimana hal ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam penelitian Ifadah, 2021 menyatakan bahwa daya tarik wisata wisata sangat mempengaruhi minat kunjungan ulang wisatawan yang pernah datang. Keindahan dan keasrian alam wisata belanting river tubing, keseruan aktivitas bermain tubing di aliran sungai ogan, kerajian anyaman ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 bambu serta sudah adanya homestay dan area camp di belanting river tubing menjadi daya tarik tersendiri dari wisata ini. Pemuda juga berperan dalam peningkatan daya tarik melalui terlibat dalam kegiatan menjaga lingkungan wisata belanting river tubing. Dari penelitian Ramadhani, 2022 menyatakan partisipasi pemuda yang aktif membersihkan pantai, konservasi dan rehabilitas mangrove, menunjukkan bahwa pemuda desa peduli lingkungan dengan tetap menjaga daya Tarik wisata Pantai Lowita. Selain keunikan daya tarik di objek wisata peningkatan wisatawan juga dipengaruhi dari factor luar seperti promosi. Wisata belanting river tubing aktif menggunkan media social sebagai media promosi. Pemuda ikut berperan aktif dalam mempromosikan wisata di media social dimana pemuda ikut mempublikasikan wisata di akun media social pribadi, hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata. Dalam penelitian Ifadah, 2021 suatu tempat wisata juga ada yang berperan mempromosikan potensi dan daya tarik lainnya yang dimiliki oleh wisata tersebut, seperti halnya dengan wisata Top Selfi Pinusan Kragialn juga memiliki seseorang yang berperan sebagai promotor wisata. Dalam penelitian Ramadhani, 2022 pengunjung datang ke Wisata Pantai Lowita karena dipengaruhi oleh faktor luar seperti promosi. Wisatawan yang berkunjung mengetahui informasi tentang Pantai Lowita melalui teman dan media social hal tersebut tentu tidak terlepas dari peran pemuda desa dalam mempromosikan wisata Pantai Lowita. Fasilitas ( Amenities ) Amenities merupakan salah satu komponen destinasi wisata yang berperan penting dalam memberikan kenyamanan dan keselamatan kepada wisatawan, sehingga dapat tercipta kepuasan kunjungan wisata (Prayitno et al. , 2. Dalam penelitian ini fasilitas Wisata Belanting River Tubing dapat dilihat dari Fasilitas yang ada selalu di tingkatkan. Hal ini di ungkapkan delapan informan dan hasil observasi dimana fasilitas yang sudah tersedia di wisata di cek berkala, dijaga dengan baik agar tidak rusak, serta di bersihkan secara berkala agar tetap terjaga sesuai Standar Operasional Pemakaian. Selanjutnya fasilitas yang rusak dan masih bisa di perbaiki akan di perbaiki oleh pemuda belanting river tubing. Selain itu fasilitas APD (Alat Pelindung Dir. juga ditingkatkan atau di perbanyak dengan pengajuan fasilitas atau alat bermaian tubing ke PGE Lumut Balai sebagai mitra binaan Belanting River Tubing. Peningkatan fasilitas di wista belanting river tubing di lakukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan meningkatkan kenyamanan wisatwan. Dari hasil observasi juga terdapat peningkatan fasilitas lain di luar APD (Alat Pelindung Dir. yaitu terdapat dua toilet umum, tiga bangunan penginapan homestay, area camp, spot foto, area parkir, dan balai kegiatan. Dalam penelitian Ifadah, 2021 menyatakan bahwa wisata Top Selfi Pinusan Kragilan yang memiliki fasilitas sarana penunjang yang cukup baik dan sudah mendukung kenyamanan 64 wisatawan untuk menuju kawasan maupun selama berada di kawasan tersebut. Peningkatan fasilitas tidak lepas dari peran pemuda yang menjaga fasilitas agar dapat bertahan lama dengan cara pembersihan dan cek berkala fasilitas yang ada serta melakukan perbaikan fasilitas yang rusak, selain itu juga melakukan audiensi atau pengajuan pada pihak sponsor untuk memperbanyak fasilitas yang ada di wisata belanting river tubing. Dalam penelitian Ramadhani, 2022 bahwa bentuk peran pemuda dalam hal ini yaitu memanfaatkan limbah laut dengan membuat berbagai kerajinan ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 termasuk Gazebo berwarna dan berbagai spotspot menarik berasal dari limbah laut untuk dijadikan tempat berfoto atau selfie. Aksesibilitas (Accessibility ) Menurut Hidayatullah et al. , 2022 Aksesibilitas adalah rangkaian sarana yang memberikan kemudahan kepada wisatawan untuk mencapai suatu destinasi wisata yang dimaksudkan. aksesibilitas pariwisata dimaksudkan. Dalam penelitian ini aksesibiltas dapat dilihat dari akses menuju objek wisata. kondisi aksesibilitas menuju wisata belanting river tubing masih kurang baik karna masih ada beberapa jalan yang rusak dan berlobang. Hal ini di ungkpan informan bahwa kodnsi akses jalan menuju kecamatan dan posko masih belum baik dimana masih ada jalan yang rusak atau berlobang. Dalam penelitian Ifadah, 2021 Dalam kegiatan berpariwisata, aksesibilitas merupakan hal yang utama. Berbagai layanan lalu lintas atau transportasi telah menjadi saluran penting bagi pariwisata. Dari kendala aksesibilitas pemuda di Wisata Belanting River Tubing menyikapi permasalahan ini dengan melakukan evaluasi pembersihan dan perbaikan kecil pada jalan menuju objek wisata. Hal ini juga di ungkapkan oleh delapan informan dimana. Pemuda Belanting River Tubing juga meningkatan akses menuju lokasi objek wisata dengan perbaikan jalan yang rusak dan melakukan kebersihan demi menjaga keindahan dan juga kenyamanan wisatawan. Dalam penelitian Putri et al. 2021 Setiap kegiatan yang sudah dilakukan pemuda karang taruna desa gunung gajah selalu dilakukan evaluasi agar kegiatan yang akan dating bisa berjalan lebih baik lagi. Adapun evaluasi yang dilakukan adalah dengan satu persatu pemuda mengemukakan kekurangan yang dirasa agar menjadi koreksi. Wisata Belanting River Tubing selalu melakukan kegiatanpembersihan dan perbaikan kecil aksesibilitas menuju lokasi hal ini dlakukan untuk kemudahan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke objek Wisata Belanting River Tubing. Kelembagaan (Ancillar. Pelayanan tambahan atau disebut juga ancillary merupakan bantuan tambahan yang diberikan pemerintah setempat pada lokasi wisata, seperti ketersediaan jasa pemandu wisata (Wulandari & Jannah, 2. Ancilliary wisata belanting river tubing merupakan kelompok pemuda perwakilan karang taruna kecamatan ulu ogan dan bekerjasama dengan kelembagaan kelompok PKK desa sebagai penyedia kualitas sumber daya manusia Ancilliary wisata belanting river tubing kelompok pemuda dan kelompok PKK ditingkatn melaui pelatihan dan keterampilan guna meningkatan pelayanan pariwisata. Dalam penelitian ini dapat dilihat dari upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) kelembagaan (Ancilliar. Hal ini dapat dilihat dari upaya peningkatan keterampilan yang dilakukan untuk pemuda dan masyarakat sekitar. Hal ini di ungkapan delapan informan bahawa dilakukan pelatihan keterampilan untuk pemuda belanting river tubing, seperti pada awal pendirian wisata pemuda melakukan pelatihan mengenai wisata tubing di pangandaran jawa barat serta pelatihan lainnya untuk meningkatkan keterampilan pemuda dalam melayani Dalam penelitian Wulandari & Jannah, 2023. Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dalam berkunjung kembali, perlu ditingkatkan lagi ancillary di Pantai Camplong seperti pelayanan yang lebih maksimal yang diberikan oleh pemandu wisata kepada semua wisatawan, supaya wisatawan bisa mengetahui semua informasi mengenai objek wisata. Wisata belanting river tubing meningkatan ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 keterampilan pemuda melalui pelatihan-pelatihan untuk meningktakan keterampilan dan pengetahuan pemuda terutama dalam melayani wisatawan. Dalam penelitian Ramadhani, 2022, pemuda desa terlibat dalam berbagai pelatihan/pemberdayaan yaitu Aksi Sapta Pesona dimana pemuda desa dilatih untuk menciptakan kondisi lingkungan yang mencerminkan suasana akrab, terbuka sehingga memunculkan perasaan yang nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. Tidak hanya itu pelatihan keteranpilan juga dilakukan untuk masyarakat terutama kelompok PKK seperti pelatihan penganyaman bambu sebagai cendramata atau oleh-oleh yang dapat di beli saat berkunjung di wisata belanting river tubing hal ini dilakukan agar kualitas sumber daya manusia di sekitar belanting river tubing terus mengalami peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam penelitian Ifadah, 2021. Ancilliary wisata Top Selfi Pinusan Kragilan adalah pemuda karang taruna yang berperan sebagai pengelola destinasi wisata Top Selfi Pinusan Kragilan yang membangun dan menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh wisatawan di wisata Top Selfi Pinusan Kragilan. Selain pemuda ada juga Pemerintah Desa dan Taman Nasional yang mendorong serta mendukung pembangunan dan pengembangan wisata Top Selfi Pinusan Kragilan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas mengenai peran pemuda dalam pengembangan wisata belanting river tubing dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuda memiliki peran aktif dalam pengembangan wisata dimana pemuda ikut terlibat dalam pengelolaan wisata pemuda tergabung dalam wisata belanting river tubing pemuda berperan aktif dalam kegiatan pengelolan dan kegiatan lain yang dilakukan di belanting river tubing. Selanjutnya peran partisipasif pemuda dilihat dari kegiatan memandu wisatwan saat bermain tubing atau pengarungan, dimana pemuda mendapatkan gaji atau pendapatan saat memandu wisatwan dari tiket Sedangkan peran pasif pemuda terlihat pada pengambilan keputusan dimana beberapa pemuda tidak hadir dalam kegiatan musyawarah atau tidak menyuarakan pendapat saat musyawarah berlangsung. Dalam pengembangan wisata pemuda juga berperan dalam peningkatan daya tarik wisata, peningkatan dan pemeliharaan fasilitas, aksesibilitas dan kelembagaan melaui peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan peningkatan pelatihan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam proses penyusunan artikel Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada orang tua dan keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik setiap waktu. Ucapan terimakasih pada dosen pembimbing. Dr. Erna Retna Safitri. Pd dan bapak Ardi Saputra yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi selama proses ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 penelitian hingga penulisan artikel ini selesai. Bimbingan yang diberikan sangat berarti dalam memperdalam pemahaman penulis terhadap topik yang dikaji. Penulis juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para informan yang telah bersedia meluangkan waktu, berbagi informasi, dan memberikan data yang sangat berharga untuk kelengkapan penelitian ini. Tanpa partisipasi dan keterbukaan dari para informan, penelitian ini tidak akan dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu penulis mengucapkan terimaksih kepada teman-teman terdekat dan pihak lain yang telah membantu dan menguatkan dalam penelitian ini. Akhir kata, penulis mengucapkan terimaksih kepada tim media wisata yang telah menerima naskah penelitian saya hingga saya bisa mempublikasika hasil penelitian ini. REFERENSI