Excellent Midwifery Journal Volume 7 No. April 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 PENGARUH EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DESA LAUT DENDANG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN TAHUN 2023 Pertiwi Zai1. Rostime Hermayerni Simanullang 2 Universitas Murni Teguh pertiwizai@gmail. hermayerni@gmail. ABSTRAK Latar belakang: perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS merupakan salah satu upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok ataupun masyarakat supaya peduli dan mengutamakan kesehatan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Menurut Word Health Organization (WHO) . , pada setiap tahunnya terdapat sekitar 2,2 juta orang di negara-negara berkembang meninggal dunia akibat berbagai jenis penyakit yang di sebabkan oleh kurangnya air minum yang aman, sanitasi hygiene yang buruk, pelayanan sanitasi yang kurang memadai, persediaan sanitasi yang kurang memadai, sistem pembuangan sampah yang tidak memadai yang dapat menekan angka kematian dan mengakibatkan diare sampai 65% serta penyakit Ae penyakit lainnya sebanyak 26%. Presentase Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan PHBS secara nasional pada tahun 2019 adalah 82,30%. Tujuan: peneliti untuk mengetahui dan melihat tingkat pengetahuan tentang pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di lingkungan 6 Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan yaitu berjumlah 702 orang. Teknik: pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 87 orang. Kuesioner penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri dengan melakukan pengujian pada 3 pakar (Exper. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi dan mengalami perubahan yaitu 39. hasil uji wilcoxon di peroleh nilai p=0. Ada pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023. Kata Kunci: Edukasi. PHBS. Pengetahuan Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Pancasila Dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berkaitan dengan hal itu, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dicapai melalui penyelenggaraan kesehatan. (Astuti et al. LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia menjalankan dan menggerakkan sebuah program pola hidup sehat khususnya di masyarakat yang disebut perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS merupakan salah satu upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok ataupun masyarakat supaya peduli dan mengutamakan kesehatan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Masyarakat merupakan sasaran yang tepat dalam upaya untuk meningkatkan perilaku Dimana dalam suatu tindakan yang dihasilkan berdasarkan kesadaran sebagai upaya untuk menjadi. Seseorang/ keluarga/ kelompok dalam memperbaiki diri sendiri di bidang Kegiatan PHBS tidak dapat terlaksana apabila tidak ada kesadaran dari seluruh anggota keluarga itu sendiri. Hingga saat ini perilaku hidup sehat menjadi salah satu perhatian khusus bagi pemerintah. (Kemensos RI, 2. tidak sudah dilakukan observasi pertama . re-test and post-tes. yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya ekperimen (Notoatmodjo, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di lingkungan 6 Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan. Populasi yang di edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Lingkungan 6 Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan berjumlah 702 orang. Menurut Notoatmodjo 2020. Sampel merupakan bagian dari jumlah atau karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan pengambilan sampel didasarkan pada ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 87 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah kelompok intervensi yang berjumlah 87 responden diberikan pretest dengan menggunakan kuesioner sebelum diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Setelah diberikan pretest, maka peneliti akan menghitung hasil dari pretest tersebut. Kuesioner pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap tingkat pengetahuan masyarakat berisi 16 pertanyaan dengan kriteria ya dan tidak. Setelah data terkumpul dilakukan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan Uji Wilcoxon untuk melihat adanya pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada responden pada saat pre-test. Tujuan diberikan kuesioner pre-test adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan responden sebelum diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2018 proporsi anggota rumah tangga yang berperilaku cuci tangan dengan benar di indonesia yaitu 49,8%. Prevelensi merokok penduduk umur >10 tahun di indonesia sebanyak 29,3%, proporsi aktivitas fisik pada penduduk umur Ou10 tahun di indonesia sebanyak 33,5%. Proporsi mengkonsumsi buah ataupun sayur kurang pada penduduk umur Ou5 tahun di Indonesia masih sangat banyak yaitu 95,5%. Proporsi pengelolaan sampah yang baik di rumah tangga Indonesia masih kurang yaitu sebanyak 36,8%. Presentase Kabupaten/Kota yang memiliki kebijakan PHBS secara nasional pada tahun 2019 adalah 82,30%, dimana angka ini sudah melampaui target Renstra 2019 sebesar 80%. Sebanyak 18 provinsi sudah mencapai 100%. Provinsi dengan Presentase terendah adalah papua 10,34%. Nusa Tenggara Timur 27,27%, dan Papua Barat 38,46% . (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data riset dari Dinas Kesehatan Kota Medan Pemberdayaan Masyarakat Pada tahun 2018, dilaporkan 624 rumah tangga dari 1. rumah tangga yang dipantau telah melakukan praktek PHBS . ,13%). Dari 9. 567 SD/MI yang dipantau, 4. 328 diantaranya . ,23%) melaksanakan upaya promosi kesehatan di sekolah, meningkat dibandingkan dengan capaian tahun 2017 . ,30%). Jumlah desa siaga aktif di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 adalah sebanyak 2. 285 desa/kelurahan dari 110 desa/kelurahan . ,4%). Jumlah Pos Kesehatan Desa (Poskesde. dilaporkan mengalami peningkatan, dari 3. 258 unit pada tahn 2017 menjadi 3. 290 unit pada tahun 2018. Seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara telah memiliki 2 . desa yang mengembangkan program tanaman Obat keluarga (TOGA). (Dinkes Provinsi Sumatera Utara, 2. HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distribusi Frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023 Frekuensi Presentase Kategori . Usia 15-30 Tahun 31- 45 Tahun 46-64 Tahun Jenis Kelamin Laki-laki METODE PENELITIAN Jenis dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif, dengan desain penelitian Eksperimen dengan metode Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pretest and post-test. Pada desain ini, juga tidak ada kelompok pembandingan . , tetapi paling Perempuan Pendidikan SMP SMA/SMK D3/S1/S2/S3 Tidak Pekerjaan Swasta PNS Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Sebelum dan sesudah di berikan edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023 Petani 34 orang responden . ,1%), dan kurang 10 orang responden . ,5%) Sebelum Sesudah Tidak bekerja Buruh Berdasarkan Tabel . 3 di peroleh rata-rata . tingkat pengetahuan edukasi PHBS sebelum intervensi yaitu sebesar 50. 76, sedangkan rata rata tingkat pengetahuan PHBS sesudah Intervensi yaitu 75. Berdasarkan Tabel 1 hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa mayoritas kelompok umur responden 15-30 tahun sebanyak 38 orang . %), kelompok umur responden 31-45 tahun sebanyak 30 orang . %), dan kelompok umur 46-64 tahun sebanyak 19 orang . %). Mayoritas dengan jenis kelamin Responden Perempuan Sebanyak 31 orang . %), dan responden perempuan sebanyak 56 orang . %). Mayoritas tingkat pendidikan terakhir responden SD sebanyak 27 orang . %). SMP 26 orang. SMA/SMK sebanyak 30 orang . %). D3/S1/S2/S3 sebanyak 4 orang . %), dan tidak bersekolah 0% . idak ad. mayoritas pekerjaan responden Petani sebanyak 22 orang . %). Swasta 34 orang . %). PNS 3 orang . %). Tidak Bekerja 23 orang . %), dan Buruh 5 orang . %). Tabel 2 Distribusi frekuensi Tingkat Pengetahuan Sebelum dan sesudah diberikan Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pre Test Post Test Variabel Pengetahuan Tabel 4 Uji Wilcoxon test pengaruh edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023 Test Statisticsa sesudah - sebelum Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Tabel 4 berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan hasil bahwa p value sebesar 0. (<0,. Ditemukan pada table diatas dengan prepost dilakukan intervensi edukasi kesehatan diperoleh p value . dengan nilai Z p -7. sehingga dalam data tersebut dapat disimpulkan terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi PHBS terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2023. Frenk Persent Frenku Persen uensi ase (%) ensi . (%) . Baik Cukup Kurang Total Tabel 2 Berdasarkan tabel diatas responden yang memiliki tingkat pengetahuan di Pre-test memiliki baik 4 orang responden . ,6%), cukup 28 orang responden . ,2%), dan kurang 55 orang responden . ,2%) dan setelah Post-test memiliki baik 43 orang responden . ,4%), cukup Paired Samples Statistics Std. Std. Error Mean N Deviation Mean PEMBAHASAN Karakteristik responden Umur: Dari hasil penelitian diperoleh perilaku hidup bersih dan sehat yang responden berjumlah 87 orang dengan variasi usia dari 15 sampai 60 tahun keatas. Peneliti beranggap bahwa factor usia dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Perilaku hidup bersih dan sehat dikatakan baik apabila mampu menerapkan indikator PHBS dalam rumah tangga. Dalam penelitian Selsa . menunjukkan bahwa semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap, pola pikir, kemampuan intelektual, motorik, pemecahan masalah dan kemampuan verbalnya, semakin bertambah usia seseorang, maka akan bertambah pengalaman dan pengetahuan seseorang yang diperolehnya, sehingga akan merubah perilaku kearah yang lebih baik. Pendidikan: menurut karakteristik pendidikan terakhir responden mayoritas adalah SMA/SMK 30 responden . %). Hal ini sesuai dengan teori yang di kemukan oleh John Dewey dalam Mahyuliansyah . , bahwa melalui kecakapan, mental dan emosional membantu seseorang untuk dapat berkembangan mencapai tingkat kedewasaan. Semakin tinggi pengetahuan maka akan semakin bertambah pula kecakapannya, baik secara intelktual maupun emosional serta semakin berkembangg pula pola pikir yang dimiliki. Pekerjaan: sesuai dengan penelitian, bahwa pekerjaan berpengaruh terhadap PHBS dalam keluarga atau rumah tangga. Seseorang yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, biasanya semakin baik pula penerapan PHBS dalam keluarganya (Kusumawati. Astuti and Ambarwati, 2. Sebaliknya, seseorang yang memiliki status ekonomi rendah, maka semakin buruk juga perilaku hidup sehatnya. Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Tingkat pengetahuan. Analisis terhadap variabel tingkat pengetahuan tentang edukasi perilaku hidup bersih dan sehat di peroleh gambaran bahwa tingkat pengetahuan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebelum diberikan edukasi memiliki pengetahuan kurang . ,2%), cukup . ,2%), dan baik . ,6%). Sedangkan sesudah diberikan edukasi PHBS maka responden memiliki tingkat pengetahuan baik . ,4%), cukup . ,1%), dan kurang . ,5%). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui pencaindera manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2. Pengaruh Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2023 Berdasarkan tabel 4. 1 Uji Wilcoxon di atas dapat disimpulkan p-value 0,000 (<0,. , berarti terdapat pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap tingkat pengetahuan masyarakat. Berdasarkan dari nilai Z dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan PHBS pengetahuan sebesar -7. Hasil penelitian yang dilakuakan Puput . , mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat di Kelurahan Rangkah Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan perilaku kesehatan pada individu salah satunya yaitu tingkat pengetahuan. Pengetahuan sendiri mengimplementasikan tindakan, sehingga tiap orang yang akan mempraktikkan tindakan biasanya diawali dari kemampuan mengetahui, selanjutnya memiliki ide untuk melakukan suatu tindakan dimilikinya (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi kesehatan dapat membantu meningkatkan pengetahuan. Sehingga menurut saran peneliti adalah diharapkan untuk tetap aktif mencari tau dengan bantuan berbagai sumber seperti dari buku, leaflet, internet dan media lainnya untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Dari hasil penelitian di dapatkan ada pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa laut dendang kecamatan percut sei tuan tahun 2023 dengan hasil p-value = 0,000 yang dimana dikatakan ada pengaruh apabila p-value < a . SARAN Diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mengintervensi penanganan masalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat bagi para aparat Desa dan bagian tim Desa meningkatkan peran tenaga kesehatan untuk lebih baik dalam memberikan informasi tentang kesehatan dan PHBS. DAFTAR PUSTAKA