Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA. SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA ANALYSIS OF AGRICULTURAL SECTOR RELATIONSHIP. THE IMPACT OF SPREADING AND THE IMPACT OF MULTIPURPOSE. AND THE IMPACT OF FINAL DEMAND IN THE ECONOMY IN TASIKMALAYA DISTRICT Sana Aulia Salsabila*1. Trisna Insan Noor2. Tuti Karyani2 Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran *E-mail: sana13002@mail. (Diterima 27-01-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Kabupaten Tasikmalaya mempunyai sektor pertanian yang perannya cukup tinggi dalam perekonomian daerah. Luas lahan sawah merupakan luasan yang mendominasi dari sektor tamanan Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu menganalisis keterkaitan sektor pertanian, dampak penyebaran dan dampak pengganda, serta dampak permintaan akhir dalam perekonomian di Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder yaitu data tabel input-output Kabupaten Tasikmalaya tahun 2020. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis input-output. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang penting bagi perekonomian di Kabupaten Tasikmalaya apabila dilihat dari struktur Berdasarkan analisis input-output, nilai keterkaitan, dampak penyebaran dan dampak pengganda yang didapat oleh sektor pertanian memiliki nilai yang tinggi. Sektor pertanian mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor lain, baik hulu maupun sedangkan berdasarkan leading sector sektor pertanian merupakan prioritas kedua setelah sektor perdagangan besar dan ecer. Kata kunci: pertanian, perekonomian, input - output ABSTRACT Tasikmalaya Regency has an agricultural sector which plays a fairly high role in the regional The area of paddy fields is the area that dominates other garden sectors. Therefore, the objectives to be achieved in this study are to analyze the linkages of the agricultural sector, the impact of the spread and the impact of the multiplier, as well as the impact of final demand on the economy in Tasikmalaya Regency. The research method used in this research is descriptive quantitative method. The data used is secondary data, namely input-output table data in Tasikmalaya Regency in 2020. While the analysis used is input-output analysis. The results of this study indicate that the agricultural sector has an important role for the economy in Tasikmalaya Regency when viewed from the structure of the economy. Based on the input-output analysis, the value of the linkage, the impact of the spread and the impact of the multiplier obtained by the agricultural sector has a high value. The agricultural sector has the ability to increase the growth of other sectors, both upstream and downstream. while based on the leading sector, the agricultural sector is the second priority after the wholesale and retail trade sector. Keywords: agriculture, economy, input Ae output ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA, SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani Barat PENDAHULUAN Pertanian terkontraksinya ekonomi Jawa Barat di kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan kebutuhan dasar Permintaan atas produk pertanian manusia dengan memanfaatkan sumber masih relatif daya alam yang dimiliki, tidak hanya permintaan ekspor barang hasil pertanian melakukan kegiatan bercocok tanam, kegiatan pertanian dalam arti yang luas dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan meliputi beternak, berkebun, menangkap komoditasnya, ekspor Jawa Barat di ikan, serta mengeksploitasi hutan (Dimas, triwulan I 2021 didominasi oleh produk Peran 18,76% demikian juga pembangunan ekonomi di Jawa Barat sebesar 17,67%, tekstil dan produk tekstil tidak hanya dilihat dari produksi dan (TPT) sebesar 14,84%, serta kimia penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dari sebesar 7,92%. Lapangan usaha ini masih mampu tumbuh positif di tahun 2020, walaupun pertumbuhannya lebih lambat Novitasari et al . bahwa sektor dibandingkan pertumbuhan tahun 2019. pertanian merupakan sektor penting bagi (Tinjauan Ekonomi Provinsi Jawa Barat, pembangunan ekonomi, karena selain PDRB. PDB. Menurut Herawanto pertanian juga dapat menyerap tenaga ekonomi Jawa Barat tw I 2020 melambat kerja yang tidak atau kurang terdidik dan menjadi sebesar 2,73% . , terendah sejak tahun 2011, dari sisi permintaan. Berdasarkan hal ini disebabkan perlambatan pada ekonomi Provinsi Jawa Barat tahun 2020, terdapat 6 kategori lapangan usaha yang masih mampu mengalami pertumbuhan domestik sebagai dampak COVID-19. yang positif, adapun 11 kategori lainnya Sisi lapangan usaha, perlambatan juga terjadi pada hampir seluruh sektor. Pertumbuhan kecuali sektor konstruksi yang masih kategori lapangan usaha dominan di Jawa terpantau stabil pada triwulan I 2020 Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 seiring dengan masih berlanjutnya proyek diperkirakan mencapai 6. 500 ton/thn, infrastruktur di Jawa Barat seperti Tol serta wilayah pesisir kaya akan pandan Cisumdawu dan Pelabuhan Patimban. laut yang mampu dibudidayakan untuk Perlambatan tangga seiring dengan penurunan daya (BPS, Tasikmalaya, 2. beli masyarakat akibat kebijakan social Menurut Sukayat et al . , distancing yang mempengaruhi aktivitas Kabupaten Tasikmalaya sebagai pusat dunia usaha sehingga berdampak pada pertumbuhan sosial ekonomi di Priangan Perlambatan Timur banyak memberikan warna dalam kinerja industri pengolahan didorong oleh pengembangan budidaya padi sawah di penurunan permintaan ekspor seiring Jawa Barat, bahkan di nusantara. Secara dengan kondisi ekonomi negara mitra dagang yang melambat. Hal ini juga merupakan daerah cikal bakal dalam dipengaruhi oleh melambatnya investasi pengembangan padi sawah di kawasan fisik karena menurunnya kepercayaan Priangan Timur. Hasil investor akibat tingginya ketidakpastian ekonomi global pada periode COVID-19. Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya Berdasarkan kemampuan ekonomi mencukupi kebutuhan dalam kabupaten. Kabupaten Tasikmalaya dalam lingkupan Bahkan banyak dari produksi yang Jawa Barat. Masyarakat Tasikmalaya dihasilkan dijual maupun didistribusi ke luar daerah khususnya komoditas beras (Enterpreneurshi. Produk Domestik Ragional Bruto (PDRB) merupakan jumlah keseluruhan Tasikmalaya yang mampu bertahan pada nilai tambah barang dan jasa yang dan perikanan. Kabupaten Tasikmalaya terkenal sebagai penghasil perekonomian diseluruh wilayah dalam ikan air tawar yang cukup besar di Jawa Barat. Antara lain jenis ikan: gurame, umumnya dalam waktu satu tahun. Nilai tawes, dan nilem. PDRB Kabupaten Tasikmalaya tahun Tasikmalaya Selatan memiliki potensi 2019 meningkat dari tahun sebelumnya laut dan pesisir, dengan kekayaan ikan baik nilai PDRB Atas Dasar Harga ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA, SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani Berlaku (ADHB) maupun nilai PDRB Jawa Barat, luas panen padi sawah di Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Kabupaten Tasikmalaya hampir merata di Pada tahun 2019, nilai PDRB ADHB setiap kecamatan. Produktivitas hasil 218,87 Miliar Rupiah, pertanian padi sawah sangat dipengaruhi 248,67 Miliar oleh berbagai faktor, salah satunya Rupiah dari tahun 2018. Sementara Nilai PDRB ketersediaan dan jaminan supply air 586,98 miliar Rupiah atau meningkat sebagai unsur utama kebutuhan tanaman 267,07 Miliar Rupiah dari padi sawah. Luas panen padi sawah terbesar adalah Kecamatan Cigalontang ADHK Peran sektor pertanian terhadap Karena pendapatan daerah, hingga tahun 2019 Kecamatan Sodonghilir seluas 6. hektar, dan Kecamatan Culamega 5. oleh sektor Nilai PDRB sektor pertanian berdasarkan harga berlaku pada 2019 Berdasarkan uraian tersebut, maka 961,00 miliar rupiah atau tujuan penelitian ini adalah mengetahui 37,48 persen dari nilai PDRB. Kedua keterkaitan sektor pertanian, dampak terbesar adalah sektor perdagangan besar penyebaran dan dampak pengganda, serta dan eceran: reparasl mobil dan sepeda motor sebesar 7. 221,03 miliar rupiah, dengan persenatse sebesar 19,40 persen Tasikmalaya. Kabupaten diikuti oleh sektor kontruksi adalah nilai PDRB ketiga terbesar, yaitu seniali METODE PENELITIAN 052,21 miliar rupiah atau 8,20 persen Desain penelitian yang digunakan dari nilai PDRB. Luas lahan sawah yang ada di Menurut Whitney . Kabupaten Tasikmalaya 43. 376 hektar. metode deskriptif adalah pencarian fakta Terdiri atas sawah irigasi 29. 323 hektar dengan interpretasi yang tepat. Penelitian 053 hektar sawah no irigasi. kuantitatif menurut Vanderstoep and Sedangkan Johnston penilaian numerik atas fenomena yang Sebagai salah satu sentra pertanian di Jadi dapat dikatakan bahwa tegal/kebun ladang/huma . Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 Tasikmalaya 2020 merupakan Tabel merupakan penelitian yang bertujuan Transaksi Domestik Atas Dasar Harga Produsen yang terbagi menjadi 52 sektor. Namun dalam penelitian ini, sektor menggunakan angka-angka. tersebut diagregasi menjadi 23 sektor Lokasi Penelitian Teknik penentuan lokasi dilakukan pertanian, kehutanan dan perikanan, dan secara sengaja . , yaitu di diagregasi kembali menjadi 17 sektor Kabupaten Tasikmalaya. untuk melihat peranan sektor pertanian. Pertanian kehutanan, dan perikanan. Kemudian penting bagi ketahanan pangan daerah untuk data jumlah tenaga kerja per sektor dan sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian membagi jumlah tenaga kerja kedalam 3 Kabupaten Tasikmalaya memiliki sektor lapangan pekerjaan utama untuk laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di memastikan konsistensi data dengan posisi kedua di Wilayah Priangan Timur. klasifikasi 23 sektor dan 17 sektor. Teknik Pengumpulan Data dengan cara membagi upah suatu sektor Penelitian ini menggunakan data Kabupaten Tasikmalaya dengan upah sektor kelompok tersebut sekunder, yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tasikmalaya, kelompok sektor tersebut. Badan Perencanaan Pembangunan Rancangan Analisis Data Daerah, dinas-dinas Analisis Input-Output berbagai sumber lain yang dianggap Analisis keterkaitan antar sektor relevan dengan penelitian ini, baik secara Analisis input-output field research maupun library research. untuk mengukur keterkaitan atau tingkat Untuk keperluan analisis input-output, saling ketergantungan antar sektor dalam data yang digunakan yaitu Tabel Input- Output Kabupaten Tasikmalaya tahun tersebut meliputi: analisis keterkaitan ke 2020 dan data jumlah tenaga kerja per Kabupaten Analisis keterkaitan ke depan Tasikmalaya pada tahun yang sama. digunakan untuk mengetahui tingkat Tabel kepekaan suatu sektor terhadap sektor- Input-Output Kabupaten Analisis ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA. SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani sektor lainnya melalui mekanisme pasar langsung maupun tidak langsung per unit output, sedangkan analisis keterkaitan ke kenaikan permintaan total. Oleh karena belakang digunakan untuk mengetahui itu, rumus yang digunakan adalah sebagai distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan ya. cc yc. = = yciO sektor-sektor lainnya melalui mekanisme transaksi pasar input (Daryanto dan sektor ekonomi . , dan g*ij adalah unsur . Keterkaitan Langsung ke Depan matriks kebalikan Leontief tertutup. Peningkatan output produksi sektor . Keterkaitan Langsung ke Belakang i akibat peningkatan permintaan akhir Peningkatan output produksi sektor sektor j. Peningkatan output tersebut akan i akibat peningkatan permintaan akhir sektor-sektor sektor i, akan meningkatkan penggunaan perekonomian lainnya. Maka dari itu, input produksi sektor i tersebut secara rumus yang digunakan untuk analisis keterkaitan ke depan adalah sebagai Peningkatan dikarenakan adanya peningkatan output. Maka dari itu, rumus yang digunakan Fli=Oc = yca adalah sebagai berikut: Dimana. Fli adalah keterkaitan langsung ke depan sektor ekonomi . , yaAyaycn = dan ai adalah unsur matriks koefisien = Oyca dimana. BLi adalah keterkaitan langsung ke belakang sektor ekonomi lain . , dan . Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan aij adalah unsur matriks koefisien input. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Selain keterkaitan langsung ke depan, keterkaitan langsung dan tidak Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan juga digunakan untuk langsung ke belakang digunakan untuk melihat kepekaan dari suatu sektor sektor-sektor menunjukkan akibat dari suatu sektor terhadap sektor-sektor yang menyediakan menggunakan output sektor tersebut, langsung dan tidak langsung ke depan Hafizrianda, 2. I upah/gaji input antara, serta memasukkan unsur upah/gaji dan konsumsi rumah tangga konsumsi rumah tangga, baik secara bagi sektor tersebut, baik secara langsung Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 maupun tidak langsung per unit kenaikan langsung ke depan dan ke belakang tidak permintaan total. Rumus yang digunakan dapat membandingkan antar sektor-sektor yaA. cc yc. = = yciO permintaan akhir pada setiap sektor. I maka kedua analisis tersebut harus langsung dan tidak langsung ke belakang sektor ekonomi lain . , dan g*ij adalah rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh Leontief suatu sektor dengan rata-rata dampak seluruh sektor (Miller dan Blair, 2. AuAnggaplah Sama seperti analisis keterkaitan, yang perekonomian itu hanya terdapat 3 terbagi menjadi keterkaitan langsung dan sektor, yaitu sektor 1, 2, dan 3. Sektor 2 tidak langsung ke depan dan ke belakang, analisis dampak penyebaran juga terbagi sebagai faktor produksinya, sedangkan menjadi indeks daya penyebaran dan sektor 3 membutuhkan input dari sektor 2 indeks derajat kepekaan. Indeks daya untuk proses produksinyaAy. penyebaran untuk mengukur analisis Oleh karena sektor 2 membeli output dari sektor 1 untuk digunakan digunakan untuk mencari nilai koefisien dari indeks daya penyebaran adalah begitupun seterusnya sampai di akhir sebagai berikut (Sahara. Priyarsono dan Firdaus, 2. keterkaitan tidak langsung ke belakang ycEya = terhadap sektor 1. Analisis Dampak Penyebaran Analisis Oleh karena itu, rumus yang secara langsung dari sektor 1, dan analisis keterkaitan ke depan (Saragih, maka bisa dikatakan bahwa sektor 2 indeks derajat kepekaan untuk mengukur sebagai input dalam proses produksinya, ycuOc = yciO Oc = Oc = O dimana. PDj adalah daya penyebaran sektor ekonomi . , dan g*ij adalah unsur merupakan pengembangan dari analisis matriks kebalikan Leontif tertutup. keterkaitan langsung dan tidak langsung Kriteria, ke depan dan ke belakang. Jika pada analisis keterkaitan langsung dan tidak ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA. SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani PDj = 1, maka daya penyebaran sektor j indeks daya penyebaran dan indeks sama dengan rata-rata daya penyebaran derajat kepekaan lebih dari satu, yang seluruh sektor ekonomi. berarti bahwa sektor ini dianggap PDj < 1, maka daya penyebaran sektor j sebagai leader dalam pertumbuhan rata-rata seluruh sektor ekonomi. Rumus oleh sektor-sektor yang mempunya koefisien dari indeks derajat kepekaan indeks daya penyebaran kurang dari adalah sebagai berikut: satu dan indeks derajat kepekaan ycEycI = Kuadran II, kuadran yang ditempati lebih dari satu, yang berarti bahwa ycuOc = yciO Oc = Oc = O daya dorong terhadap sektor lain dimana. SDi adalah derajat kepekaan kecil, namun tingkat ketergantungan sektor ekonomi, dan g*ij adalah unsur matriks kebalikan Leontif tertutup. terbilang tinggi. Kriteria. Kuadran i, kuadran yang ditempati SDi = 1, maka derjajat kepekaan sektor I oleh sektor-sektor yang mempunya sama dengan rata-rata derajat kepekaan indeks daya penyebaran dan indeks seluruh sektor ekonomi. derajat kepekaan kurang dari satu. SDi > 1, maka derajat kepekaan sektor j memerlukan dorongan dan dukungan rata-rata kepekaan seluruh sektor ekonomi. dari sektor lain, karena kemampuan SDi < 1, maka derajat kepekaan sektor j diri yang terdapat pada sektor ini terbilang lemah. rata-rata seluruh sektor ekonomi. Kuadran IV, kuadran yang ditempati Jika nilai yang diperoleh dari oleh sektor-sektor yang mempunyai indeks daya penyebaran dan indeks indeks daya penyebaran lebih dari derajat kepekaan digambarkan dalam satu dan indeks derajat kepekaan sebuah plot. Plot indeks daya penyebaran kurang dari satu, yang berarti bahwa dan indeks derajat kepekaan terbagi sektor ini dapat mendorong sektor menjadi 4 . kuadran, yaitu: Kuadran I, kuadran yang ditempati ketergantungan terhadap sektor lain oleh sektor-sektor yang mempunya yang terbilang rendah. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 Analisis Pengganda Analysi. dimana, aij adalah koefisien output, pi (Multiplier Analisis pengganda terbagi menjadi tangga, ei adalah koefisien tenaga kerja, 3 . macam, yaitu pengganda output, gij adalah matriks kebalikan Leontif pengganda pendapatan dan pengganda kebalikan Leontif tertutup. Masing-masing Untuk melihat hubungan antara menjadi 2 . tipe, yaitu tipe I dan tipe efek awal dan efek lanjutan per unit II, dengan besarnya nilai dari masing- pengukuran dari sisi output, pendapatan dan tenaga kerja, dihitung berdasarkan hitungan matriks kebalikan Leontif dari rumus multiplier tipe I dan tipe II sebagai pengganda output, pengganda pendapatan g*ij ycNycnycyyce ya = membaginya dengan nilai pengganda tipe ycNycnycyyce yaya = yceyceyceyco ycaycycayco yceyceyceyco ycyycyc. ycyyceycycycaycoyca yceyceyceyco yccycyco. ycnycuyccycycycycycn yceyceyceyco ycaycycayco yceyceyceyco ycaycycayco yceyceyceyco ycyycyc. ycyyceycycycaycoyca yceyceyceyco yccycyco. ycnyccycycycycycn yceyceyceyco ycnycuycc. ycoycuycuycycycoycycn yceyceyceyco ycaycycayco I dan tipe II dari dampak awal . ilai Analisis Akhir Berdasarkan Permintaan Leontif, baik untuk model terbuka . nilai-nilai Output Multiple Pendapatan Efek awal Efek aij aijpi Efek gij Ae 1 gijpi Ae pi Ae Ae aij aijpi Efek . *ij Ae . *ijpi Ae Efek total g*ij g*ijpi Efek g*ij Ae 1 g*ijpi Ae pi Sumber: Daryanto dan Hafizrianda . , perubahan inventori . dan ekspor Rumus Multiplier Output. Pendapatan dan Tenaga Kerja Nilai Tabel pembentukan modal tetap bruto . , berdasarkan rumus-rumus pada Tabel 1. pengeluaran konsumsi pemerintah . , output, pendapatan dan tenaga kerja Tabel Permintaan Input-Output terdiri atas: pengeluaran maupun model tertutup . *i. dapat Dampak . Perhitungan yang digunakan untuk Tenaga Kerja aijei gijei Ae ei Ae aijei . Dampak Permintaan Akhir terhadap output, pendapatan dan tenaga kerja adalah sebagai berikut: Output . *ijei Ae ycU = . a Oe y. ya Dimana. X = matriks output, . -A)-1 = g*ijei g*ijei Ae matriks pengganda, dan F = permintaan ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA. SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani . Dampak Permintaan Akhir terhadap Pendapatan Analisis Keterkaitan ke Depan Keterkaitan ke depan . orward ya = yuayc. a Oe y. ya linkag. terbagi menjadi dua, yaitu Dimana. I = matriks pendapatan, dimana, keterkaitan ke depan langsung, serta = matriks koefisien nilai tambah, v = keterkaitan ke depan langsung dan tidak matriks koefisien pendapatan, [I-A]-1 = Keterkaitan ke depan langsung matriks pengganda, dan F = permintaan peningkatan permintaan akhir sebesar . Dampak Permintaan Akhir terhadap satu satuan, maka output sektor/subsektor Kesempatan Kerja ya = yu. a Oe y. ya sektor-sektor dimana. L = matriks kesempatan kerja, termasuk sektor/subsektor itu sendiri = matriks koefisien tenaga kerja, [I-A]-1 = matriks pengganda, dan F = permintaan Keterkaitan ke depan HASIL DAN PEMBAHASAN sektor/subsektor Menurut Sahara dan Priyansono langsung maupun tidak langsung ke . , baik keterkaitan ke belakang depan terhadap sektor lainnya termasuk maupun keterkaitan ke depan merupakan sektor itu sendiri. alat analisis yang digunakan untuk Keterkaitan ke depan merupakan mengetahui tingkat keterkaitan suatu sektor dengan sektor ekonomi lainnya hulu terhadap produksi hilirnya. Nilai dalam suatu perekonomian. Bedanya, keterkaitan langsung ke depan diperoleh dari nilai koefisien teknis dan nilai hubungan keterkaitan antar sektor dalam keterkaitan langsung dan tidak langsung pembelian terhadap total pembelian input ke depan diperoleh dari matrik kebalikan yang digunakan untuk proses produksi. Leontief terbuka. Keterkaitan sektor/subsektor Nilai keterkaitan ke depan langsung hubungan keterkaitan antar sektor dalam yang tertinggi di Kabupaten Tasikmalaya penjualan terhadap total penjualan output dalam klasifikasi 17 sektor adalah sektor yang dihasilkannya. pertanian kemudian diikuti dengan sektor Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 perdagangan besar dan eceran, sedangkan langsung ke sektor lain dan sektor itu nilai keterkaitan ke depan langsung dan tidak langsung terendah yaitu sektor keterkaitan langsung dan tidak langsung pengadaan listrik dan gas. ke depan pada sektor pertanian sebesar Rp1. 476,19. Nilai 2,10813 yang berarti bahwa jika terjadi Tabel 2. Keterkaitan Langsung Serta Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Sektor-sektor Perekonomian Kabupaten Tasikmalaya Keterkaitan ke Depan Langsung Sektor Langsung & Tidak Langsung 1,47619 2,10813 Pertanian. Kehutanan dan Perikanan 0,05715 1,27182 Pertambangan Penggalian 0,68918 1,83196 Industri Pengolahan 0,04247 1,04713 Pengadaan Listrik dan Gas, 0,20791 1,05179 Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah Daur Ulang, 0,68510 1,41163 Konstruksi 1,58164 2,57109 Perdagangan Besar dan Eceran 0,26139 1,26704 Transportasi Pergudangan, 0,16401 1,06517 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,14619 1,02814 Informasi Komunikasi, 0,24197 1,17510 Jasa Keuangan dan Asuransi, 0,13711 1,06719 Real Estat 0,28191 1,14826 Jasa Perusahaan 0,05718 1,06801 Administrasi Pemerintahan Jaminan Sosial Wajib 0,20171 1,28591 Jasa Pendidikan, 0,10492 1,40983 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,49181 1,18371 Jasa Lainnya Sumber: BPS Kabupaten Tasikmalaya 2016 . kenaikan permintaan akhir sebesar Rp1 juta, maka akan terjadi kenaikan output yang dialokasikan secara langsung ke sektor lain dan sektor itu sendiri sebesar Rp2. 108,13. Nilai tersebut cukup tinggi jika dibandingkan sektor lainnya. Artinya sektor pertanian memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap produksi hilirnya. Seperti komoditas padi yang menjadi Kabupaten Tasikmalaya telah mendorong sektor hilir seperti sektor industri, sektor perdagangan dan sektor jasa-jasa. Sejalan dengan Penelitian Saragih . sektor cukup tinggi di Kabupaten Simalungun. Selanjutnya pada sektor pertanian yang subsektor keterkaitan langsung ke depan tertinggi yaitu sebesar 0,87191 yang berarti bahwa pertanian memiliki keterkaitan langsung jika terjadi kenaikan permintaan akhir ke depan sebesar 1,47619 yang berarti sebesar Rp1 juta, maka akan terjadi bahwa jika terjadi kenaikan permintaan kenaikan output yang dialokasikan secara akhir sebesar Rp1 juta, maka akan terjadi langsung ke sektor lain dan sektor itu kenaikan output yang dialokasikan secara sendiri sebesar Rp87,191. Subsektor Berdasarkan Tabel ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA, SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani tanaman pangan yang juga memiliki nilai Nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung langsung yang tertinggi di Kabupaten ke depan terbesar dalam sektor pertanian Tasikmalaya dalam klasifikasi 17 sektor bernilai 1,26581 yang berarti bahwa jika adalah pengadaan listrik dan gas senilai terjadi peningkatan permintaan akhir 0,97298 artinya apabila terdapat kenaikan pada subsektor tanaman pangan sebesar permintaan akhir pada sektor listrik dan Rp1 juta, maka output pada subsektor membutuhkan input tambahan dari sektor sektor lain dan subsektor itu sendiri akan tersebut dan sektor lain secara langsung naik secara langsung dan tidak langsung sebar Rp972,98. Nilai keterkaitan ke sebesar Rp1. 265,81. Hal ini menunjukkan belakang langsung dan tidak langsung peran dari subsektor tersebut dalam menyediakan output yang dihasilkannya pengolahan yaitu senilai 1,87196 artinya untuk digunakan sebagai input oleh apabila terdapat kenaikan permintaan sektor-sektor lain dalam proses produksi akhir pada sektor industri pengolahan maupun digunakan untuk memenuhi permintaan akhir cukup besar. membutuhkan input tambahan dari sektor Analisis Keterkaitan ke Belakang Keterkaitan ke belakang terbagi Rp1 Rp1 Rp1. 871,96. Berdasarkan Tabel belakang langsung serta keterkaitan ke belakang langsung dan tidak langsung. langsung ke belakang sebesar 0,36519 Keterkaitan serta nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang sebesar 1,24615. peningkatan permintaan akhir sebesar Nilai satu satuan, maka input sektor tersebut dibandingkan sektor lainnya. Artinya yang dialokasikan secara langsung ke sektor pertanian memiliki keterkaitan sektor-sektor lainnya termasuk sektor itu yang rendah terhadap produksi hulunya. sendiri akan meningkat sebesar nilai Seperti keterkaitan ke depan yang tinggi Keterkaitan ke belakang pada pada produk manggis tidak seperti merupakan keterkaitan sektor produksi keterkaitan ke belakang pada produk hilir terhadap produksi hulunya. Produk manggis dalam hal Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 dan tidak langsung ke belakang tertinggi pembibitan atau sektir hulu lainya yaitu sebesar 1,20715 artinya apabila masih rendah di Kabupaten Tasikmalaya. sebesar Rp1 juta, maka akan terjadi Tabel 3. Keterkaitan Langsung serta Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Sektorsektor Perekonomian Kabupaten Tasikmalaya tahun 2016 Sektor peningkatan input kepada sektor lain dan sektor itu sendiri secara langsung sebesar Keterkaitan ke Belakang Langsung Langsung & Tidak Langsung 0,36519 1,24615 Rp1. 207,15. Subsektor tanaman pangan yang memiliki nilai keterkaitan langsung Pertanian. Kehutanan dan Perikanan Pertambangan 0,12191 1,13713 Penggalian Industri Pengolahan 0,83825 1,87196 Pengadaan Listrik dan 0,97298 1,79041 Gas. Pengadaan Air, 0,47194 1,48012 Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang. Konstruksi 0,68160 1,36184 Perdagangan Besar dan 0,59186 1,46087 Eceran Transportasi 0,31497 1,26841 Pergudangan. Penyediaan Akomodasi 0,21648 1,35816 dan Makan Minum Informasi 0,28695 1,52914 Komunikasi. Jasa Keuangan 0,57139 1,38002 Asuransi. Real Estat 0,51486 1,46134 Jasa Perusahaan 0,47036 1,28714 Administrasi 0,48106 1,40063 Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan, 0,24891 1,58041 Jasa Kesehatan 0,16428 1,27473 Kegiatan Sosial Jasa Lainnya 0,47154 1,20549 Sumber : BPS Kabupaten Tasikmalaya 2016 . serta tidak langsung ke belakang tertinggi tersebut menunjukkan bahwa subsektor tanaman pangan memiliki keterkaitan paling besar dengan produksi hulunya dibandingkan sektor pertanian lainnya. Analisis Leading Sector Berdasarkan Analisis Keterkaitan dan Dampak Angka Pengganda Analisis keterkaitan dapat dilihat dari nilai kepekaan penyebaran melalui mekanisme transaksi pasar output dan koefisien penyebaran melalui mekanisme pasar input. Analisis Multiplier Effect (Dampak Angka Panggand. merupakan Sektor pertanian yang memiliki alat analisis untuk menghitung total nilai nilai keterkaitan langsung ke belakang permintaan akhir dari output, pendapatan . pangan dengan nilai 0,12104 artinya . suatu sektor. apabila terdapat kenaikan permintaan . Kepekaan Penyebaran akhir sebesar Rp1 juta, maka akan terjadi Koefisien peningkatan input kepada sektor lain dan Kepekaan penyebaran atau yang sektor itu sendiri secara langsung sebesar disebut juga dengan daya penyebaran ke Rp121,04. Subsektor tanaman pangan depan menunjukkan kemampuan suatu juga memiliki nilai keterkaitan langsung sektor untuk mendorong pertumbuhan ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA. SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani sektor-sektor yang menggunakan output Nilai kepekaan penyebaran diperolah dari koefisien keterkaitan langsung dan tidak 2,36744. Nilai koefisien penyebaran yang langsung ke depan yang diboboti dengan lebih dari satu menunjukkan bahwa jumlah sektor kemudian dibagi dengan kemampuan sektor sektor perdagangan total keterkaitan dan tidak langsung besar dan eceran untuk meningkatkan semua sektor. Suatu sektor perekonomian pertumbuhan industri hulunya sangat Hal ini dikarenakan banyak output tersebut mempunyai kemampuan untuk digunakan sebagai input untuk sektor pegadaan listrik dan gas. Selain sektor sektor-sektor lain yang memakai output itu, sektor lain yang memiliki nilai dari sektor ini . ndustri hili. kepekaan penyebaran lebih dari satu, penyebaran lebih dari satu berarti sektor dari sektor-sektor tersebut . ektor hili. Koefisien penyebaran yang disebut yaitu sektor pertanian, sektor industri pengolahan dan sektor konstruksi. belakang menunjukkan efek relatif yang Sektor pertanian merupakan sektor ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung suatu terkecil dengan nilai 0,60656. Nilai sektor dengan semua sektor yang ada, koefisien penyebaran yang kurang dari atau efek yang ditimbulkan oleh suatu satu, menunjukkan bahwa kemampuan sektor karena peningkatan output sektor sektor untuk meningkatkan pertumbuhan industri hulunya masih kecil. Sektor pertanian sebagian besar masih banyak sektor-sektor sebagai input oleh sektor tersebut secara langsung maupun tidak langsung. Nilai sektornya sendiri untuk meningkatkan koefisien penyebaran diperoleh dari nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung . erbuat dari kotoran hewan ternak dan ke belakang yang diboboti dengan jumlah sampah dedauna. , bibit serta benih. sektor, kemudian dibagi dengan total Suatu sektor perekonomian apabila keterkaitan langsung dan tidak langsung memiliki koefisiensi penyebaran lebih semua sektor. dari satu, maka sektor tersebut mampu Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 tersebut memiliki IDK dan IDP yang Beberapa sektor perekonomian rendah terhadap sektor-sektor yang lain. Sektor yang terletak pada kuadran IV penyebaran lebih dari satu, yaitu sektor memiliki IDK yang rendah tetapi IDP yang tinggi. pengolahan, pengadaan air, pengolaan Pada Gambar sampah, limbah dan daur ulang, sektor menunjukkan bahwa sektor pertanian perdagangan besar dan ecer, kontruksi, berada pada kuadran keempat. Penelitian jasa keuangan dan asuransi, sektor real Suryani . , sektor yang berkontribusi besar pada PDRB Kabupaten Pemalang pemerintahan dan jaminan sosial wajib. adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran tetapi dalam analisis keterkaitan Kudran II Kuadran I IDP<1,IDK >1: IDP & IDK > 1: Pengadaan listrik dan gas. Industri pengolahan, pengadaan air, pengolaan sampah, limbah dan daur perdagangan besar ulang, jasa keuangan dan dan eceran asuransi, real estat, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib Kuadran i Kuadran IV IDP & IDK : IDP > 1. IDK <1: Pertambangan dan Pertanian, penggalian, transportasi dan Kehutanan dan pergudangan, penyediaan Perikanan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi,jasa perusahaan, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial dan jasa lainnya. Gambar 1. Kuadran Dampak Penyebaran sektoPerekonomian Kabupaten Tasikmalaya Berdasarkan IDP dan IDK antar sektor, sektor tersebut menjadi sektor terbelakang. Hal ini berarti sektor yang berkontribusi besar terhadap PDRB belum tentu termasuk dalam sektor Wilayah Kabupaten Tasikmalaya juga mengalami hal yang sama, yaitu sektor pertanian PDRB kabupaten, tetapi dalam analisis Gambar 1, menunjukkan grafik Pada sektor pertanian, subsektor dampak penyebaran 17 sektor. Kuadran I tanaman pangan memiliki nilai kepekaan memiliki Indeks Daya Penyebaran (IDP) 2,10395. Subsektor tanaman pangan juga dan Indeks Derajat Kepekaan (IDK) yang tinggi terhadap sektor-sektor lainnya. 1,14797. Sektor yang terletak pada kuadran II Tingginya nilai kepekaan dan koefisien memiliki IDK tinggi tetapi IDP rendah. Kuadran i menunjukkan bahwa sektor ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA, SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani ini digunakan oleh sebagian besar sektor tersebut merupakan sektor unggulan. lainnya dan berpengaruh besar untuk meningkatkan output bagi sektor lainnya. Analisis Dampak Angka Pengganda Analisis Dampak Angka Analisis Pengganda (Multiplier Effec. merupakan terjadi pada sektor pertanian, hal tersebut alat analisis untuk menghitung total nilai menjelaskan bahwa output dari sektor produksi dari semua sektor ekonomi yang besar sektor lainnya untuk meningkatkan permintaan akhir dari output, pendapatan pendapatan pada masing-masing sektor. Analisis angka pengganda kesempatan Dalam kerja yang tertinggi juga diperoleh sektor analisis ini akan terlihat sektor mana pertanian yang menyatakan bahwa output yang dihasilkan pada sektor pertanian ekonomi dalam jumlah output, sebagai digunakan pada sektor lainnya nantinya akan mampu meningkatkan kesempatan . pendapatan atas sektor lainnya dan sektor kerja bagi sektor-sektor tersebut. mana yang menjadi penyerap tenaga Sektor pertanian memiliki nilai kerja terbesar. Hasil tertinggi untuk analisis angka pengganda output dan pengganda pendapatan adalah sektor yang memiliki nilai tertinggi untuk tertinggi pada analisis angka pengganda output menunjukkan bahwa output dari perdagangan besar dan eceran, dampak subsektor tanaman pangan digunakan oleh sebagian besar sektor lainnya dan pendapatan adalah sektor pertanian dan berpengaruh besar untuk meningkatkan output bagi sektor lainnya dalam sektor kesempatan kerja adalah sektor pertanian. Angka tertinggi pada analisis Angka tertinggi pada analisis angka pengganda output yaitu pada sektor output dari subsektor tanaman pangan menunjukkan bahwa output dari sektor digunakan pada sebagian besar sektor Angka Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 lainnya untuk meningkatkan pendapatan masing-masing sektor. Perbedaan yang signifikan Analisis Leading Sector Penentu antara sektor pertanian dengan sektor leading sector sebenarnya sudah dapat dilakukan dengan melihat analisis daya Sektor penyebarannya yang nilai koefisien dan menduduki peringkat ketiga sedangkan kepekaannya lebih dari satu yaitu pada sektor pertanian menduduki peringkat sektor industri. Namun pada analisis Uraian tersebut menggambarkan dampak angka pengganda terdapat dua bahwa walaupun sektor petanian bukan merupakan sektor prioritas, namun sektor pendapatan dan tenaga kerja besar yaitu pertanian dalam meningkatkan output, sektor pertanian dan perdagangan besar dan eceran. Oleh karena itu dilakukan analisis leading sector untuk melihat sektor industri hilirnya sangat tinggi. Dalam sektor pertanian, subsektor mempermudah pemerintah untuk lebih Hasil menunjukkan bahwa subsektor tanaman Berdasarkan hasil penelitian, sektor kunci atau prioritas Kabupaten Tasikmalaya penyebaran, koefisien penyebaran, output yang diambil berdasarkan perankingan dan income paling tinggi diantara sektor total analisis keterkaitan dan multiplier pertanian lainnya. Hal tersebut berarti adalah sektor perdagangan besar dan bahwa subsektor tanaman pangan dalam meningkatkan output dan pendapatan, berada pada peringkat kedua. Berdasarkan perankingan, sektor pertumbuhan sektor industri hulu maupun pertanian dengan sektor perdangan besar hilirnya paling tinggi diantara sektor dan eceran tidak jauh berbeda. Peringkat pertanian lainnya. multiplier pendapatan dan tenaga kerja Analisis leading sector diatas baik untuk sektor pertanian atau seluruh sektor ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN. DAMPAK PENYEBARAN DAN DAMPAK PENGGANDA, SERTA DAMPAK PERMINTAAN AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Sana Aulia Salsabila. Trisna Insan Noor. Tuti Karyani di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan Selain itu, (Nasution, 2. bahwa sektor perdaganagn sebagai sektor mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembangunan pertanian terutama pertumbuhan sektor pertanian, terutama Kabupaten Indonesia Tasikmalaya keterkaitan yang tinggi dengan sektor Sesuai dengan (Saragih, 2. KESIMPULAN DAN SARAN bila Indonesia mengembangkan sektor Berdasarkan analisis input-output, industri yang tidak berbasis pertanian, keterkaitan dan dampak penyebaran yang otomotif, maka Indonesia tidak mampu cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bersaing dengan industri elektronika dan otomotif negara lain yang sudah unggul di pasar internasional, dan bila industri pertumbuhan sektor lain, baik hulu maupun hilir. Sektor pertanian diperlukan maka manfaatnya tidak dinikmati rakyat dan dukungan dari sektor lain karena yang tersebar di seluruh pelosok tanah air kemampuan diri yang terdapat pada yang kehidupan ekonominya berada di sektor agribisnis. Begitupun Hasil penentuan sektor prioritas Kabupaten Tasikmalaya pengganda yang juga memperoleh nilai Sektor yang dapat dijadikan perekonomiannya juga harus melakukan sebagai leading sector atau sektor kunci, perluasan sektor modern karena sektor yaitu sektor yang memiliki peringkat tertinggi dari kumulatif nilai keterkaitan sektor perdagangan. Sesuai dengan Kurva dan nilai dampak angka pengganda Kuznets (Fahillah, adalah sektor perdagangan besar dan eceran untuk tertinggi pertama dan sektor pertumbuhan berkesinambungan berasal dari perluasan sektor tradisional ke sektor Kemudian dalam sektor pertanian, sektor Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 605-623 Johnston. dan Mellor. , . The role of agriculture in economic Am. Econ. Rev. , 137Ae151. Nasution. Pengembangan Kelembagaan Koperasi Pedesaan untuk Agroindustri . Bogor : IPB Press. Saragih. Peranan Sektor Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi di Provinsi Sumut (Pendekatan Input-Outpu. Tesis Magister Sains. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. Saragih. Wilmar. Analisis Keterkaitan Sektor Pertanian dengan Sektor Ekonomi Lain (Studi Kasus : Kecamatan Haranggaol. Kabupaten Simalungu. Jurnal Agribizda. Vol. 2 No. Sahara dan D. Priyarsono. Modul MK Ekonomi Regional . Sahara. Priyarsono, dan M. Firdaus. Ekonomi Regional. Universitas Terbuka. Jakarta. Sukayat. Kurnia. Setiawan. Suarfaputra. Motivasi Petani dalam Usahatani Padi Sawah Masa Kini (Studi Kasus di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalay. Jurnal Mimbar Agribis. : 1449-1460. Whitney. Definisi Metode Deskriptif. https://idtesis. com/metod e-deskriptif. yang merupakan leading sector atau sektor kunci adalah subsektor tanaman DAFTAR PUSTAKA