hlm: 110-116 Pengabdian Masyarakat dengan AuPendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota PekalonganAy Ana Setyowati*. Ida Baroroh. Swasti Artanti Email: anena. nenaza@gmail. Prodi D-i Kebidanan. Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan. Indonesia Jl. Manunggal Gg 2 Padukuhan Kraton Kota Pekalongan Telp: 085102998866, . 4416108 / Fax: . 4416108 DOI: 37402/abdimaship. History artikel: Diterima 2024-08-12 Direvisi 2024-08-19 Diterbitkan 2024-08-27 Abstrak Masa remaja adalah masa transisi yang mana merupakan masa peralihan perkembangan anak antara masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang pada umumnya di mulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia 21 tahun. Pada usia masa remaja merupakan masa yang rawan karena ketidakmampuan remaja untuk mengatasi masalahnya sendiri, banyak remaja yang pada akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya banyak tidak sesuai dengan harapan Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengakibatkan perubahan sosial, dengan semakin canggihnya teknologi komonikasi, transportasi dan sistem informasi membuat perubahan masyarakat semakin melaju dengan cepat. Dalam menghadapi situasi yang demikian remaja sering kali memiliki jiwa yang lebih sensitif, yang pada akhirnya tidak sedikit para remaja yang terjerumus ke hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, norma agama, norma sosial serta norma hidup di masyarakat. Tujuan dilakukannya pengabdian ini untuk memberikan pendampingan pada posyandu remaja sebagai upaya mencegah kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan pembukaan dan perkenalan para narasumber, kemudian dilanjutkan penyampaian materi pendidikan kesehatan, sesi tanya jawab kepada peserta dan terakhir Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat efektif dan memberikan hasil yang cukup signifikan dengan hasil pengetahuan peserta sebelum dilakukan sosialisasi sebagian besar dalam kategori baik yaitu Tingkat pengetahuan sebelum di berikan materi kepada kelompok remaja sebagian besar terdapat kategori kurang . ,5%), namun setelah dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebagian besar dengan kategori baik . ,5%). Sehingga dengan adanya kegiatan ini, posyandu remaja merasa terbantu karena diberikan pendampingan serta informasi dalam upaya preventif pencegahan kenakalan remaja dengan harapan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. hlm: 110-116 meningkatnya pengetahuan dan pemahaman remaja tentang upaya pencegahan kenakalan remaja sehingga mereka dapat mencegahnya dengan berbagai cara yaitu dengan salah satunya rutin mengikuti posyadu remaja yang memiliki banyak manfaat Kata kunci: posyandu remaja. kenakalan remaja. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. : 110-116 Ana Setyowati* Ida Baroroh Swasti Artanti Abstract Adolescence is a transition period which is a period of transition in a child's development between childhood and adulthood which generally begins at the age of 12 or 13 years and ends at the age of 21 years. Adolescence is a vulnerable period because of the inability of teenagers to solve their own problems. Many teenagers ultimately find that many of the solutions do not match their expectations. advances in science and technology always result in social change, with increasingly sophisticated communications technology, transportation and information systems, changes in society are accelerating more rapidly. In facing such situations, teenagers often have a more sensitive soul, which in the end, quite a few teenagers fall into things that are contrary to moral values, religious norms, social norms and norms of life in society. The aim of this service is to provide assistance to youth posyandu as an effort to prevent juvenile delinquency. The method used in this community service activity begins with an opening and introduction of the resource persons, then continues with the delivery of health education material, a question and answer session to the participants and finally closing. With this activity, the posyandu felt helped because it was provided with assistance and information in preventive efforts to prevent juvenile Keywords: youth posyandu. juvenile delinquency. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Masa remaja adalah masa transisi yang mana merupakan masa peralihan perkembangan anak antara masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang pada umumnya di mulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia 21 tahun. Pada usia masa remaja merupakan ketidakmampuan remaja untuk banyak remaja yang pada akhirnya menemukan bahwa penyelesaiannya banyak tidak sesuai dengan harapan . Remaja adalah masyarakat Dapat diperkirakan bahwa gambaran kaum pencerminan masyarakat yang akan datang, baik buruknya bentuk dan susunan masyarakat, bangunan moral dan intelektual, dalam kesadaran kebangsaan, dan derajat kemajuan perilaku dan kepribadian antara sesama masyarakat yang akan datang tergantung kepada remaja Pendidikan merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam Indonesia agar berkualitas tinggi secara lahir maupun batinnya, pelaksanaan pendidikan nasional erat sekali kaitannya dengan manusia, agar potensi dasar yang dimiliki oleh manusia Indonesia dapat bermanfaat secara maksimal bagi kepentingan Bangsa dan Negara. Namun menunjukkan bahwa perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengakibatkan perubahan sosial, dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, transportasi dan sistem informasi membuat perubahan masyarakat semakin melaju dengan cepat. Dalam menghadapi situasi yang demikian remaja sering kali memiliki jiwa yang lebih sensitif, yang pada akhirnya tidak sedikit para remaja yang terjerumus ke halhal yang bertentangan dengan nilainilai moral, norma agama, norma sosial serta norma hidup di masyarakat oleh karena itu remaja akan cenderung mempunyai tingkah laku yang tidak wajar dalam arti melakukan tindakan yang tidak . Kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu : kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hukum. kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa. Kenakalan remaja dibagi ke dalam tiga tingkatan . kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit . kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai sepeda motor tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa ijin . kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks di luar nikah, pemerkosaan dan lain sebagainya. Upaya kenakalan remaja dapat dilakukan secara penanggulangan preventif, penanggulangan rehabilitasi. Usaha pencegahan timbulnya kenakalan dilakukan dengan cara mengenal Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 110-116 dan mengetahui ciri umum dan khas remaja dan mengetahui kesulitankesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitankesulitan mana saja yang biasanya . Upaya kenakalan remaja adalah melalui pembentukan Posyandu Remaja. Program ini mengedepankan dipusatkan pada kegiatan primary health care . elayanan kesehatan prime. secara holistik. Kegiatan pembinaan dapat dijadikan sebagai tindakan preventif yang dilakukan secara berkesinambungan serta bisa dikembangkan ke arah skrining kesehatan secara berkala khususnya PMS pada remaja. Metode Lokasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan. Peserta pendampingan posyandu remaja dalam upaya pencegahan terjadinya kenakalan remaja. Kegiatan-kegiatan perencanaan adalah sebagai berikut: Tahapan persiapan kegiatan . Menentukan masalah berdasarkan data . Berkoordinasi dengan kader posyandu remaja yang akan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat . Mempersiapkan peralatan melakukan kegiatan . Menentukan pelaksanaan dan lamanya kepada masyarakat Tahapan pelaksanaan kegiatan . Tempat: Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan . Tanggal : Jumat, 4 Agustus . Pukul : 09. 00 Ae selesai . Pelaksana : Dosen dan . Langkah pelaksanaan Kegiatan awal yang dilakukan dari adanya koordinasi dengan Kepala Puskesmas Buaran beserta perangkat dan kader setempat tentang pelaksanaan pendampingan upaya pencegahan kenakalan pada remaja, dimana masih banyak masyarakat yang tidak tahu tentang Berkaitan dengan hal tersebut pelaksana berdiskusi dengan pihak insitusi Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan dan mendapat persetujuan untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul AuPendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota PekalonganAy Mencegah terjadinya kenakalan pada remaja dengan Peningkatan Pengetahuan di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Penyusunan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja tentang uapaya pencegahan kenakalan remaja meliputi: Melakukan afirmasi dan Pre Test Melakukan kesehatan tentang kesehatan kenakalan remaja dan cara mengatasinya serta pola hidup sehat dalam upaya pencegahan kenakalan pada remaja Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 110-116 Evaluasi hasil kegiatan dengan post test Hasil dan Pembahasan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat AuPendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota PekalonganAy telah berhasil meningkatkan pengetahuan pada remaja dalam mengatasi dan mencegah terjadinya kenakalan. Kegiatan pemateri oleh Kader Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip. Peserta yang hadir sebanyak 16 orang remaja dengan rata-rata berumur 15 tahun. Menurut Wawan & dewi . Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor dari dalam seperti motivasi dan faktor dari luar seperti sarana informasi yang tersedia, serta keadaan sosial budaya. Hal ini juga sesuai dengan teori Sartono . yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan periode perkembangan yang pesat baik . pre test post tets Diagram 1. Hasil Pre test dan Post tes pencegahan kenakalan remaja Peningkatan pengetahuan pada remaja diketahui dari hasil pre test dan post test yang dilakukan setelah Tingkat pengetahuan sebelum diberikan materi kepada kelompok remaja sebagian besar terdapat kategori kurang . ,5%), namun setelah dilaksanakan pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebagian besar dengan kategori baik . ,5%). Peserta yang hadir sebanyak 16 remaja yang rutin mengikuti posyandu remaja di Kelurahan Banyurip. Kegiatan pengabdian pendampingan posyandu remaja berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias dalam memberikan Kenakalan remaja merupakan semua perilaku yang dilakukan secara menyimpang dari normanorma yang dilakukan oleh remaja serta dapat merugikan diri sendiri orangAeorang Kenakalan remaja dapat terjadi dikarenakan faktor internal . risis identitas, kontrol diri yang lema. dan faktor eksternal . urangnya perhatian orang tua, minimnya pemahaman tentang agama dan pengaruh dari lingkungan sekita. Akibat yang ditimbulkan dari kenakalan remaja tersebut antara lain dapat berdampak pada dirinya lingkungan sekitarnya. Tindakan penanggulangan kenakalan remaja dapat dilakukan melalui tindakan preventif salah satunya melalui pembinaan atau pendampingan posyandu remaja. Kesimpulan Berdasakan hasil evaluasi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat AuPendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat : 110-116 Kelurahan Banyurip Kota PekalonganAy meningkatkan pengetahuan pada remaja dalam mengatasi atau mencegah terjadinya kenakalan Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman remaja tentang upaya mencegahnya dengan berbagai cara yaitu dengan salah satunya rutin mengikuti posyadu remaja yang memiliki banyak manfaat. Daftar Pustaka