Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Studi Rencana Anggaran Biaya dan Penjadwalan Pekerjaan dengan Metode Pert Pada Pekerjaan Perkuatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro AeTuban (Kanor Ae Semambun. Kec. Kanor Yoga Arga Windarta1*. Nova Nevila Rodhi1. Ayu Kurnia Ratna Sari1. Universitas Bojonegoro. Jalan Lettu Suyitno No. 2 Bojonegoro *yogaarga229@gmail. ABSTRAK Permasalahan umum dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah adanya keterlambatan dan ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lokasi dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga memperpanjang waktu penyelesaian proyek konstruksi dan meningkatkan biaya dibandingkan rencana awal. Dimana sering terjadi nya keterlambatan pekerjaan pada proyek Pembangunan / Rehabilitasi jembatan di wilayah bojonegoro penulis tertarik melakukan penelitian pada lokasi Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Kec. Kanor Kab. Bojonegoro, dan Penulis ingin membuat bacaan untuk mahasiswa Teknik sipil khususnya. Pada tugas akhir ini, peneliti menggunakan metode PERT (Project Evaluation and Review Techniqu. untuk menganalisis jadwal proyek tersebut berdasarkan permasalahan di atas. Metode PERT berfokus pada optimalisasi waktu penyelesaian proyek dan bukan pada minimalisasi biaya, maka waktu penyelesaian suatu pekerjaan tertentu dalam suatu proyek bersifat probabilistik. Dari hasil yang telah didapatkan diketahui bahwa kemungkinan proyek dapat diselesaikan dalam waktu 112 hari adalah 36. 21%, sedangkan penyelesaian proyek dalam waktu 120 hari sebesar 50%, selain itu probabilitas penyelesaian proyek dalam 137 hari adalah 99%. Dengan demikian, durasi penyelesaian proyek Peruatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro -Tuban menggunakan Metode PERT dalam waktu 137 hari merupakan waktu terlama dan paling optimum dengan tingkat probabilitas sebesar 99%. Dikarenakan Probabilitas penyelesaian proyek 100% jatuh pada hari ke 137, maka perlu diterapkan metode Crashing (Percepatan durasi proye. berupa penambahan 1 jam lembur pada jalur kritis dengan hasil percepatan 31 hari, dengan ini proyek dapat selesai dengan durasi 106 hari dengan penambahan biaya Crashing sebesar Rp. 142,86 Kata kunci : Probabilitas penyelesaian proyek. Metode PERT. Ms Project . ABSTRACT Common problems in implementing construction projects are delays and discrepancies between implementation on site and the predetermined schedule, thereby extending the completion time of construction projects and increasing costs compared to the initial plan. Where work delays often occur on bridge construction/rehabilitation projects in the Bojonegoro area, the author is interested in conducting research at the location of the Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Canal Bridge. Kec. District Office Bojonegoro, and the author wants to make reading material for civil engineering students in particular. In this final assignment, researchers used the PERT (Project Evaluation and Review Techniqu. method to analyze the project schedule based on the problems above. The PERT method focuses on optimizing project completion time and not on minimizing costs, so the completion time of a particular job in a project is probabilistic. From the results obtained, it is known that the probability that the project can be completed within 112 days is 36. 21%, while the probability of project completion within 120 days is 50%, apart from that the probability of project completion within 137 days is 99%. Thus, the duration of completion of the Bojonegoro - Tuban Canal Bridge Cliff Reinforcement project using the PERT Method within 137 days is the longest and most optimal time with a probability level of 99%. Because the 100% probability of project completion falls on day 137, it is necessary to apply the Crashing method (Accelerating project duratio. in the form of adding 1 hour of overtime to the critical path with an acceleration result of 31 days, with this the project can be completed with a duration of 106 days with an additional Crashing cost of IDR 35,582,142. Keywords : Probability of project completion. PERT method. Ms Project. PENDAHULUAN Manajemen konstruksi mencakup penjadwalan, yang menentukan urutan atau langkahlangkah pelaksanaan dalam suatu proyek untuk memenuhi waktu yang ditargetkan dalam Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 mencapai tujuan proyek. Menurut Callahan . dalam Setiawati dkk . , perencanaan dalam proyek konstruksi adalah serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek dalam waktu yang ditentukan, guna memastikan proyek dapat selesai tepat waktu dan dengan biaya yang efisien. Masalah umum yang sering dihadapi dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah keterlambatan dan ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan jadwal yang telah ditetapkan, yang mengakibatkan perpanjangan waktu penyelesaian proyek dan peningkatan biaya dibandingkan dengan perencanaan awal. Keterlambatan dalam proyek konstruksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketidaksesuaian kondisi di lapangan dengan perencanaan, perubahan cuaca yang sulit diprediksi, ketersediaan peralatan dan material, kekurangan tenaga kerja, perubahan desain konstruksi asli, dan kesalahan dalam perancangan (Wirabakti et al. , 2. Metode PERT menggunakan satuan waktu untuk menentukan durasi sebagai acuan dalam menilai tingkat ketidakpastian yang terkait dengan proses penentuan durasi kegiatan . PERT bersifat subjektif karena dalam menentukan derajat ketidakpastian, metode ini bergantung pada estimasi angka yang digunakan untuk menentukan waktu tercepat . , waktu terlama . , dan waktu yang paling sering terjadi . Fokus utama dari metode ini adalah pada lintasan kritis dan jalur terpanjang. Untuk mengatasi hal tersebut, pendekatannya adalah dengan mempertimbangkan tiga estimasi waktu untuk menentukan durasi tunggal yang terkait dengan kegiatan kritis, guna mengetahui jumlah kumulatif lintasan kritis. Dimana sering terjadi nya keterlambatan pekerjaan pada proyek Pembangunan/Rehabilitasi jembatan di wilayah bojonegoro penulis tertarik melakukan penelitian pada lokasi Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Kec. Kanor Kab. Bojonegoro, dan Penulis ingin membuat bacaan untuk mahasiswa Teknik sipil khususnya. Pada penelitian ini. Peneliti menggunakan metode PERT (Project Evaluation and Review Techniqu. untuk menganalisis jadwal proyek berdasarkan permasalahan yang ada. Metode PERT fokus pada optimasi waktu penyelesaian proyek, bukan pada pengurangan biaya. Oleh karena itu, waktu penyelesaian suatu pekerjaan dalam proyek bersifat probabilistik. PERT berusaha memprediksi kemungkinan keterlambatan penyelesaian proyek dengan melakukan simulasi terhadap penundaan yang tidak terlalu menyimpang dari jadwal yang telah direncanakan. PERT digunakan untuk memperkirakan kemungkinan suatu proyek selesai tepat waktu sesuai Teknik ini melibatkan tiga estimasi waktu untuk setiap kegiatan. Menurut Heizer dan Render . dalam Dannyanti . PERT menggunakan distribusi probabilitas berdasarkan tiga perkiraan waktu, yaitu optimis, pesimistis, dan realistis. Karena durasi tiap aktivitas bervariasi antara optimis dan pesimistis, maka dapat dihitung standar deviasi dan rata-rata untuk setiap aktivitas. Berdasarkan parameter ini, distribusi waktu penyelesaian proyek dan probabilitas penyelesaian proyek dihitung. PERT lebih fokus pada pencapaian periode optimal atau tujuan yang lebih spesifik (Ramadhan dan Sugayono, 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Studi Rencana Anggaran Biayadan Penjadwalan Pekerjaan dengan Metode PERT pada Perkuatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Kec. KanorAy yangBeralamat di Ruas Jalan Kanor - Semambung. Kabupaten Bojonegoro. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Tempat dan waktu penelitian merupakan lokasi dimana studi kasus untuk Tugas akhir ini Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Adapun keterangan adalah sebagai berikut : Hari/tangal : . elama penelitian berlangsung. Waktu : . elama penelitian berlangsun. Tempat/Lokasi : Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Kec. Kanor Kabupaten Bojonegoro. PENGUMPULAN DATA Terdapat dua jenis data, yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan atau melalui survei. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh melalui wawancara yang dilakukan oleh manajer proyek, yang mencakup periode optimis . , pesimistis . , dan paling mungkin . , di mana kegiatan diperkirakan akan diselesaikan paling cepat 20% dan paling lambat 40% dari durasi normal. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur atau sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data yang diperlukan untuk analisis dalam penelitian ini, yang mencakup data berikut: Daftar analisa harga satuan pekerja dari konsultan perencana. Harga upah dan material. Rencana Anggaran Biaya (RAB), kurva S, time schedule, volume pekerjaan Gambar kerja. Subjek Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut merupakan tabel keterkaitan komponen-komponen kegiatan proyek Perkuatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kanor - Semambun. Kec. KanorAy yang Beralamat di Ruas Jalan Kanor - Semambung. Kabupaten Bojonegoro. Analisa Data Analisa Harga Satuan Pekerjaan Harga satuan pekerjaan merupakan penjumlahan harga satuan bahan dan upah harian dikalikan dengan koefisien. Tujuannya untuk mengetahui berapa biaya material dan tenaga kerja yang dibutuhkan setiap unit pekerjaan. Harga Sat Pek = Koef x Harga Sat Upah Contoh perhitungan analisa harga satuan pekerjaan: Diambil dari perhitungan galian tanah biasa sedalam 2 meter Koefisien Tenaga : 0,05380 Pekerja 0,02690 Mandor Harga Tenaga : Pekerja = Rp. 12,857,14 Mandor = Rp. 16,428,57 Harga Satuan Upah : Pekerja = 0,05380 x Rp. 12,857,14 = Rp. Mandor = 0,02690 x Rp. 16,428,57= Rp. Harga Satuan Pekerjaan Perhari = Rp. 133,64/m3 x 10% Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Harga Satuan Pekerjaan Total Perhari = Rp. 247,01/m3 (Sumber: Data hasil perhitunga. Untuk lebih jelasnya lihat dilampiran 1 Rencana Anggaran Biaya Rencana anggaran biaya merupakan perkiraan biaya secara rinci untuk berbagai item pekerjaan, sehingga dapat diketahui total biaya yang dikeluarkan untuk setiap Tabel 1. Rekap Rencana Anggaran Biaya (Sumber: Hasil Perhitungan Terlampir pada Lampiran . Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Tabel 2. Penggunaan Tenaga Kerja/SDM Uraian Dura . ari Tena Kerja (OH/ PEKERJAAN REHABILITASI JEMBATAN PERKUATAN TEBING JEMBATAN TERUSAN BOJONEGORO - TUBAN (KANOR) UMUM Mobilisasi Dan Demobilisasi Peralatan Kantor Lapangan Dan Fasilitasnya Fasilitas dan Pelayanan Pengujian SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) Penyiapan Dokumen Penerapan SMKK : Sosialisasi. Promosi dan Pelatihan : Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri: Asuransi dan perizinan terkait keselamatankonstruksi : Personel Keselamatan Konstruksi: Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan: Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas: Konsultasi Dengan Ahli Terkait Keselamatan Konstruksi Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK Galian Biasa Timbunan Biasa Dari Hasil Galian ( Pemadatan dengan Stamper ) Dalam Sheet Pile Timbunan Pilihan dari sumber galian Limestone(Untuk Lokasi Pemancanga. STRUKTUR Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting Beton, fcAo10 Mpa (K-. dengan Begisting Baja Tulangan Polos-BjTP 280 Baja Tulangan Sirip BjTS 420A Penyediaan Turap Beton CCSP W 500A mm Pemancangan Turap Beton CCSP W 500A mm Pengetesan Turap Beton CCSP W500A Tiang Bor Beton, diameter 300 mm (TermasukBesi dan Beto. D11 Pengadaan. Pemasangan & Stressing Tie BackStrand 10@ 12,7 Pengembalian kondisi Rumah bekas pemasanganTie Back 3 Titik Pasangan Batu D12 Pembongkaran Pasangan Batu & Bata D13 Pembongkaran Beton D10 Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Tabel 3. Penjadwalan dengan Microsoft project Uraian Durasi (Har. Pred Successors PEKERJAAN REHABILITASI JEMBATAN PERKUATAN TEBING JEMBATAN TERUSAN BOJONEGORO - TUBAN (KANOR) UMUM Mobilisasi Dan Demobilisasi Peralatan Kantor Lapangan Dan Fasilitasnya Fasilitas dan Pelayanan Pengujian SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) Penyiapan Dokumen Penerapan SMKK : 120 days 7 days Sosialisasi. Promosi dan Pelatihan : Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri: Asuransi dan perizinan terkait keselamatankonstruksi 7 days 7 days 7 days Personel Keselamatan Konstruksi: 7 days Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan: 7 days 6SS Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas: Konsultasi Dengan Ahli Terkait Keselamatan Konstruksi 7 days 7 days Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi 7 days 6SS PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK 51 days Galian Biasa 14 days Timbunan Biasa Dari Hasil Galian ( Pemadatan dengan Stamper ) Dalam Sheet Pile Timbunan Pilihan dari sumber galian Limestone(Untuk Lokasi Pemancanga. STRUKTUR 21 days 14 days 24,27 99 days Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting 14 days Beton, fcAo10 Mpa (K-. dengan Begisting 7 days 22,23 ,28 22,23 Baja Tulangan Polos-BjTP 280 14 days 20,23SS 113 days 6 days 6 days 1 day 14 days 3SS,6 7SS,8SS,9SS 7 days,10SS 7 days,11SS,12SS,13SS days,14SS 7 days,16SS Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Baja Tulangan Sirip BjTS 420A 14 days 49 days 21,22 Penyediaan Turap Beton CCSP W 500A mm 25SS,26SS 1 day Pemancangan Turap Beton CCSP W 500A mm 48 days Pengetesan Turap Beton CCSP W500A 1 day Tiang Bor Beton, diameter 300 mm (TermasukBesi dan Beto. Pengadaan. Pemasangan & Stressing Tie BackStrand 10@ 12,7 mm Pengembalian kondisi Rumah bekas pemasanganTie Back 3 Titik Pasangan Batu 14 days 28 days 20,29 5 days 3 days Pembongkaran Pasangan Batu & Bata 7 days Pembongkaran Beton 47 days 21,17 (Sumber: Hasil Perhitungan Terlampir pada Lampiran V) Analisa Durasi Pekerjaan Pada saat menganalisis durasi kegiatan dengan metode PERT. Penentuan durasi pada PERT menggunakan satuan periode waktu. Periode ini memberikan tingkat derajat ketidakpastian dalam proses penentuan durasi . suatu kegiatan. Derajat ketidakpastian bergantung pada besarnya nilai taksiran yang dipakai dalam penentuan durasi optimis . , pesimis . dan paling mungkin . Dalam teknik PERT, tolak ukur yang digunakan dalam menentukan durasi estimasi dengan menggunakan periode waktu tersebut dikenal sebagai standar deviasi (S) dan varians (V). Menurut statistik, 1/6 dari rentang distribusi . merupakan rumus dalam menentukan angka simpangan baku, dan variansnya adalah simpangan baku Tahap Forward Computation dan Backward Computation Hitungan Maju (Forward Computatio. Jika terdapat lebih dari satu konstrain, maka untuk menentukan ES : ESj Pilih angka ESi SSj paling besar ESi FSij Ae Dj EFi Fsij Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 EFi FFij Ae Dj Pekerjaan Umum Mobilisasi Perlatan Dianggap mulai 08 Agustus 7 hari ES (A) EF (A) ES (A) D (A) 15 Agustus Pekerjaan Timbunan Pilihan untuk lokasi pemancangan Predecessor: A (FS) = 48 hari (B) (B) EF (A) - FS 15 Agustus Ae 0 15 Agustus ES (B) D (B) 02 Oktober Jadi, kesimpulannya waktu paling awal untuk pekerjaan Mobilisasi peralatan adalah tanggal 15 Agustus 2023 setelah pekerjaan Persiapan tanggal 8 Agustus 2023. Hitungan Mundur (Backward computatio. Jika terdapat lebih dari satu konstrain, maka untuk menentukan LS: ESj Pilih angka paling kecil dari LS. Ae FS. LF. Ae FF. LS. Ae SS. LF. Ae SF. Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Fasilitas dan Pelayanan Pengujian Pekerjaan Fasilitas dan Pelayanan Pengujian merupakan pekerjaan paling akhir dari rangkaian kegiatan pada Perkuatan Tebing Jembatan. Jadi LF . dapat diartikan waktu paling akhirdari seluruh rangkaian kegiatan proyek. LF (I) = 05 Desember 2023 D = 1 hari LS (I) = LF (I) Ae D (I) = 5 Desember Ae 1 = 04 Desember 2023 Pasangan Batu Predecessor : I (FS) LF (P) = LF (I) 0 = 04 Desember 2023 D (P) LS (P) = 3 Hari = LF (P) Ae D = 4 Desember Ae 24 = 01 Desember 2023 Jadi kesimpulannya waktu paling akhir untuk pekerjaanpasangan batu adalah tanggal 4 Desember 2023. Analisa Jalur Kritis Tujuan dari fase ini adalah untuk menentukan hubungan antar masing-masing aktivitas serta menentukan jenis aktivitas mana yang berada di lintasan kritis. Lintasan kritis merupakan jalur atau rangkaian aktifitas yang pelasanaannya tidak bolehditunda. Jika satu atau lebih kegiatan tertunda, maka penyelesaiankeseluruhan proyek akan tertunda. Tabel 4. Penentuan Kegiatan Kritis KODE URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN REHABILITASI JEMBATAN PERKUATAN TEBING JEMBATAN TERUSAN BOJONEGORO - TUBAN (KANOR) UMUM Mobilisasi Dan Demobilisasi Peralatan Kantor Lapangan Dan Fasilitasnya Fasilitas dan Pelayanan Pengujian SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) Penyiapan Dokumen Penerapan SMKK : Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Sosialisasi. Promosi dan Pelatihan : Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri: Asuransi dan perizinan terkait keselamatankonstruksi : Personel Keselamatan Konstruksi: Fasilitas sarana, prasarana, dan alat kesehatan: Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu lintas: Konsultasi Dengan Ahli Terkait Keselamatan Konstruksi Kegiatan dan Peralatan Terkait Pengendalian Risiko Keselamatan Konstruksi PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK Galian Biasa Timbunan Biasa Dari Hasil Galian ( Pemadatan dengan Stamper ) Dalam Sheet Pile Timbunan Pilihan dari sumber galian Limestone(Untuk Lokasi Pemancanga. STRUKTUR Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting Beton, fcAo10 Mpa (K-. dengan Begisting Baja Tulangan Polos-BjTP 280 Baja Tulangan Sirip BjTS 420A Penyediaan Turap Beton CCSP W 500A mm Pemancangan Turap Beton CCSP W 500A mm Pengetesan Turap Beton CCSP W500A Tiang Bor Beton, diameter 300 mm (TermasukBesi dan Beto. Pengadaan. Pemasangan & Stressing Tie BackStrand 10@ 12,7 mm D10 Pengembalian kondisi Rumah bekas pemasanganTie Back 3 Titik D11 Pasangan Batu D12 Pembongkaran Pasangan Batu & Bata D13 Pembongkaran Beton Received: 9 September 2024. Accepted: 28 Oktober 2024 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: 3064-1012 Vol. 2 No. November 2024 Hasil yang didapatkan dari perhitungan penentuan kegiatan kritis, yang tergolong jalur kritis adalah kegiatan yang waktu tunda Slack/Floatnya sama dengan nol (LS - ES = LF Ae EF = . Kegiatan yang termasuk dalam jalur kritis yaitu kegiatan dengan nomor 2-3-4-616-18-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29-30-31-32. Jumlah kumulatif durasi kegiatan yang termasuk jalur kritis adalah 120 hari kerja. Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: x-x Vol. 1 No. Oktober 2023 Analisa Target Penyelesaian Proyek Selama pelaksanaan proyek, serangkaian tonggak kemajuan sering terjadi pada jadwal yang ditargetkan atau jadwal penyelesaian yang ditetapkan. Korelasi antara durasi yang diharapkan (TE) dan durasi target penyelesaian T. digunakan untuk menentukan kemungkinan suatu proyek akan selesai tepat waktu, hal ini dinyatakan sebagai z dalam metode PERT dan dirumuskan sebagai berikut: ycN . OeycNya ycI Berdasarkan teori probabilitas, maka dapat diketahui waktu penyelesaian proyek adalah 120 hari yang merupakan total periode kumulatif dari kegiatan Ae kegiatan kritis. Pada jaringan kerja, peristiwa akhir adalah peristiwa ke Ae 19 yangmemiliki TE = 120 Hari. Menentukan Nilai Deviasi Standar dan Varians Sebelum mencari nilai z terlebih dahulu menghitung simpangan baku dan varians tiap Ae tiap Penentuan angka simpangan baku dan varians ditunjukkan pada Tabel 4. Dari perhitungan sebelumnya diketahui bahwa V (TE) - 4 adalah total periode kumulatif dari kegiatan Ae kegiatan kritis, yaitu sebesar 120 hari. Berdasarkan Tabel 4. 4 dapat diketahui varians dari kegiatan Ae kegiatan kritis, yakni: V(TE)-10 = -2 V. 2-3 V. 3-4 V. 4-6 V. 6-15 V. 15-18 V. 18-20 V. 20-21 V. 21-22 V. 22-23 V. 24-25 V. 25-26 V. 26-27 V. 27-28 V. 28-29 V. 29-30 V. 30-31 V. 31-32 =0 9,00 9,00 13,44 5,44 5,44 12,25 7,11 5,44 1,36 1,78 = 53,19 Dengan total Varians V (TE) Ae 4 = 53,98 maka S = Oo53,19, = 7,29 atau 3S = 22,50. Diperoleh harga 3S = 22,50, maka didapatkan kurun waktu penyelesaian proyek sebesar 120 A 22,50 hari. Dari penjelasan di atas maka waktu tercepatpenyelesaian proyek adalah 120 Ae 7,29 = 112,71 hari 112 hari dan penyelesaian proyek paling lambat adalah 120 7,29 = 127,29 hari 128 hari. Analisa Target Waktu Penyelesaian Proyek T. Jika diasumsikan target penyelesaian pada hari T. = 120 Ae 7,29 = 112,71 hari 112 hari. ycN . OeycNya ycI 120 Oe 112 7,29 Received: 25 September 2023. Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: x-x Vol. 1 No. Oktober 2023 = 1,09 Jika diasumsikan target penyelesaian pada hari T. = 120hari. ycN . OeycNya ycI 120 Oe 120 7,29 = 0 Dengan mengacu pada tabel distribusi normal kumulatif, didapat nilai z = 0 , dengan angka 0,5. Kemungkinan selesainya proyek dalam waktu 120 harisebesar 50%. Untuk mendapatkan probabilitas 99% sesuai dengankeinginan maka diambil pendekatan dari tabel apendix distribusi normal 0,9901 di peroleh z = 2,33 sehingga penyelesaian proyek jatuh ycN . OeycNya ycI ycN . Oe120 7,29 T. = . ,29 x 2,. 120 = 136,98 137 hari Tabel 5. Analisa Target Waktu Penyelesaian Proyek T. Analisa Eksistin Proyek Uraian Metode PERT DURASI PROYEK (Har. PROBABILITAS PENYELESAIAN PROYEK (%) Dari hasil yang telah didapatkan diketahui bahwa kemungkinan proyek dapat diselesaikan dalam waktu 112 hari adalah 36. 21%, sedangkan penyelesaian proyek dalam waktu 120 hari sebesar 50%, selain itu probabilitas penyelesaian proyek dalam 137 hari adalah 99%. Dengan demikian, durasi penyelesaian proyek Peruatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro -Tuban menggunakan Metode PERT dalam waktu 137 hari merupakan waktu terlama dan paling optimum dengan tingkat probabilitas sebesar 99%. Analisa Crash Duration Crash Duration adalah suatu metode mempercepat waktu proyek secepatmungkin dari Received: 25 September 2023. Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: x-x Vol. 1 No. Oktober 2023 waktu yang direncanakan diawal. Dalam penelitian ini, percepatan waktu proyek menggunakan penambahan jam lembur pada aktivitas-aktivitas pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan produktivitas pekerja jika ditambahkan jam kerja pada pekerja tersebut. Produktivitas kerja lembur untuk 1 jam lembur adalah 90 %, pada 2 jam lembur adalah 80 %, pada tiga jam lembur adalah 70 %. Penurunan produktivitas pekerja tersebut dikarenakan oleh banyak faktor yang meliputi kelelahan pekerja, cuaca yang dingin, dan penglihatan yang kurang baik pada malam hari. Perhitungan CrashDuration pada proyek pembangunan dermaga dapat dihitung dengan rumus sebagaiberikut : Contoh perhitungan durasi yang bisa di crash pada pekerjaan tiang pancang dengan penambahan 1 jam lembur : cOycuycoycycoyc. cEycycuycc. ycyyceycycycayco ycu ycycayco ycoyceycycyc. Oc ycycayco ycoyceycoycaycyc ycu ycyyceycuycycycycuycaycu ycyycycuycc ycu ycyycycuycc. Tabel 6. Hasil Perhitungan durasi dipercepat dengan penambahan 1 jamlembur NO. URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK Galian Biasa Timbunan Pilihan dari sumber galian Limestone(Untuk Lokasi Pemancanga. STRUKTUR Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting Beton, fcAo10 Mpa (K-. dengan Begisting Baja Tulangan Polos-BjTP 280 Baja Tulangan Sirip BjTS 420A Penyediaan Turap Beton CCSP W 500A mm Pemancangan Turap Beton CCSP W 500A mm Pengetesan Turap Beton CCSP W500A Tiang Bor Beton, diameter 300 mm (TermasukBesi dan Beto. Pengadaan. Pemasangan & Stressing Tie BackStrand 10@ 12,7 mm Pengembalian kondisi Rumah bekas pemasanganTie Back 3 Titik Pasangan Batu Pembongkaran Pasangan Batu & Bata Pembongkaran Beton Dura Norm Durasi Crashi D10 D11 D12 D13 KOD Berikut adalah durasi crashing akibat penambahan 1 jam lembur pada kegiatan yang berada di jalur kritis. Dari tabel diatas dapat diketahui dengan penambahan 1 jam lembur durasi maksimal proyek akibat percepatan adalah 31 hari. Perhitungan Biaya Biaya Crashing Penambahan biaya langsung untuk menyelesaikan aktivitas pada kondisi crashing . ada kondisi waktu terpendek yang paling mungkin untuk menyelesaikan suatu aktivita. Berikut adalah contoh perhitungan biaya Crashing pada kegiatan pekerjaan beton Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting denganpenambahan 1 jam lembur Received: 25 September 2023. Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: x-x Vol. 1 No. Oktober 2023 Crash Cost = Gaji Tenaga Kerja Per Jam x Banyak Tenaga Kerja x JamLembur x Durasi Crashing = Rp. 642,86 x 13 x 1 x 12 = Rp. 285,71 Tabel 7. Hasil Perhitungan biaya dengan penambahan 1 jam lembur NO. URAIAN PEKERJAAN KODE Biaya Crashing PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK 16 Galian Biasa 1,054,285. 18 Timbunan Pilihan dari sumber galian Limestone (Untuk Lokasi Pemancanga. 1,317,857. 20 Beton struktur, fcAo30 Mpa (K-. dengan Begisting 3,426,428. 21 Beton, fcAo10 Mpa (K-. dengan Begisting 131,785. 22 Baja Tulangan Polos-BjTP 280 2,635,714. 23 Baja Tulangan Sirip BjTS 420A 13,617,857. 24 Penyediaan Turap Beton CCSP W 500A mm 966,428. 25 Pemancangan Turap Beton CCSP W 500A mm 22,227,857. 26 Pengetesan Turap Beton CCSP W500A 21,964. 27 Tiang Bor Beton, diameter 300 mm (TermasukBesi dan Beto. 856,607. 28 Pengadaan. Pemasangan & Stressing Tie BackStrand 10@ 12,7 mm 1,098,214. 29 Pengembalian kondisi Rumah bekas pemasanganTie Back 3 Titik D10 4,920,000. 30 Pasangan Batu D11 65,892. 31 Pembongkaran Pasangan Batu & Bata D12 65,892. 32 Pembongkaran Beton D13 966,428. Jumlah Total Biaya Crashing 53,373,214. STRUKTUR Perhitungan Biaya Biaya Langsung Dan Tidak Langsung Biaya Langsung Biaya yang secara akurat ditelusuri ke objek biaya dan dapat dikenali secara langsung untuk memproduksi suatu satuan output. Objek biaya dapat berupa bahan, upah atau gaji yang dapat secara khusus digunakan untuk pekerjaan suatu proyek. Biaya Tidak Langsung Biaya yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan objek tertentu. Biaya ini mencakup biaya asurasi, biaya listrik, biaya pengawas, dll. Untuk perhitungan biaya langsung dan tidak langsung dengan penambahan 1-3 jam lembur dapat dilihat contoh pada pekerjaan fasilitas deramga dibawah ini. Kondisi Normal Biaya Langsung = Rp. Biaya Tidak Langsung = Rp. Biaya Total = Rp. 656 Rp. Received: 25 September 2023. Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: x-x Vol. 1 No. Oktober 2023 = Rp. 124,36 Kondisi Lembur 1 Jam Biaya Langsung = Biaya Langsung Normal Biaya Crash = Rp. 656 Rp. = Rp. Biaya Tidak Langsung = (Rp. 469 : 28 ) x 25 = Rp. KESIMPULAN Berdasarkan tujuan dan hasil penelitian yang telah dilakukan pada proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Perkuatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kano. , maka didapatkan hasil pembahasan dengan menggunakan metode PERT (Program Evaluation and Review Techniqu. , adalah sebagai berikut : Berdasarkan analisis metode PERT (Program Evaluation and Review Techniqu. didapatkan probabilitas proyek Pekerjaan Rehabilitasi Jembatan Perkuatan Tebing Jembatan Terusan Bojonegoro - Tuban (Kano. dapat diselesaikan tepat waktu dalam 120 hari adalah 50%. Dikarenakan Probabilitas penyelesaian proyek 100% jatuh pada hari ke 137, maka perlu diterapkan metode Crashing (Percepatan durasi proye. berupa penambahan 1 jam lembur pada jalur kritis dengan hasil percepatan 31 hari, dengan ini proyek dapat selesai dengan durasi 106 hari dengan penambahan biaya Crashing sebesar Rp. 142,86. DAFTAR PUSTAKA