Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Rancang Bangun Aplikasi Secure Lab Pada Ruangan Laboratorium Telekomunikasi Politeknik Negeri Jakarta Viving Frendiana1. Afif Tadjuddin Shafi2 Program Studi Broadband Multimedia. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Jakarta Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kampus Universitas Indonesia Depok 16425 frendiana@elektro. id, 2afif. te18@mhs. Abstrak Laboratorium Teknik Telekomunikasi merupakan salah satu laboratorium yang berada di naungan Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Jakarta. Untuk peningkatan keamanan ruangan laboratorium tersebut dapat digunakan suatu aplikasi mobile yang bernama Secure Lab, dimana suatu kunci pintu dengan kode QR terhubung pada aplikasi tersebut. Kode QR berfungsi sebagai kunci ruangan dibangun menggunakan Android Studio dan memanfaatkan bahasa pemrograman Kotlin. Aplikasi ini juga terkoneksi dengan Authentication dan Realtime Database pada Firebase. Hak akses aplikasi Secure Lab ada dua yaitu sebagai dosen dan mahasiswa. Untuk roles sebagai mahasiswa maka perlu membuat akun terlebih dahulu supaya dapat melakukan permohonan akses ruangan menggunakan kode QR dan untuk membuka pintu. Role sebagai dosen mempunyai hak untuk memberikan akses kode QR kepada mahasiswa, yang dapat digunakan untuk membuka pintu ruangan dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Pengujian aplikasi Secure Lab dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan aplikasi yang dibangun. Dari tiga pengujian: aspek compatibility, functional, dan portability didapatkan bahwa Aplikasi Secure Lab sangat layak. Dari pengujian pembacaan kode QR diperoleh hasil kode QR yang digenerate aplikasi Secure Lab dapat dibaca oleh scanner. Pengujian berdasarkan jarak diperoleh 10-16 cm adalah rentang jarak yang masih bisa dibaca oleh scanner. Kata kunciAiMobile Application. Secure Lab. Kode QR Abstract The Telecommunications Engineering Laboratory is one of the laboratories under the Department of Electrical Engineering, at Jakarta State Polytechnic. To increase the security of the laboratory room, a mobile application called Secure Lab can be used, where a door lock with a QR code is connected to the application. The QR code functions as a room key which was built using Android Studio and uses the Kotlin programming language. This application is also connected to Authentication and Realtime Database on Firebase. There are two access rights to the Secure Lab application, namely as a lecturer and a student. To act as a student, you need to create an account first so you can request room access using a QR code and open the door. Acting as a lecturer has the right to provide QR code access to students, which can be used to open the room door within a predetermined period. Secure Lab application testing is intended to determine the application's feasibility. From three tests: Compatibility. Functional Suitability, and Portability aspects, very decent results were obtained. From the QR code reading test, the result was that a scanner could read the QR code produced by the Secure Lab application. Testing based on the distance obtained results that 10-16 cm is the distance that can still be read by the KeywordsAiMobile Application. Secure Lab. QR Code Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 PENDAHULUAN Kemajuan di bidang teknologi sangat berdampak dalam aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Dimana dalam kegiatan pengajaran banyak memanfaatkan teknologi, yang membutuhkan perangkat sistem informasi dan komputer untuk mendukung kegiatan tersebut (Ghaffur, 2. Pemanfaatan teknologi yang banyak digunakan adalah aplikasi berbasis mobile dengan sistem operasi Android. Android dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Java atau Kotlin dan berjalan disebuah lingkungan Software Development Kit (SDK). Android Studio adalah salah satu editor yang bisa digunakan untuk membangun suatu aplikasi android. Aplikasi mobile dapat dimanfaatkan untuk membuat suatu sistem keamanan secara otomatis, yang bisa diterapkan untuk mengamankan ruangan-ruangan Terutama Laboratorium Teknik Telekomunikasi PNJ yang masih menggunakan kunci manual. Alat dan perlengkapan praktikum di suatu ruangan laboratorium bisa lebih aman dengan menerapkan kunci yang bisa dikontrol menggunakan aplikasi berbasis mobile. Smart Storage merupakan penelitian yang berfokus pada aplikasi android (Arief. Dimana dalam penelitian tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 CAM dan EM Lock dengan input dari aplikasi mobile. Indikator ketersedian loker diperoleh sebagai output sensor jarak ultrasonik. Dari penelitian tersebut dapat dikembangakan untuk sistem pengaman pintu pada suatu ruangan laboratorium berbasis aplikasi mobile. Program aplikasi yang dibuat yaitu berupa aplikasi mobile berbasis Android bernama AuSecure LabAy. Aplikasi ini dapat digunakan oleh mahasiswa yang telah mendapat akses untuk membuka kunci pintu laboratorium. Aplikasi menampilkan status dari mahasiswa apakah sudah memiliki akses atau belum. Selain itu, ditampilkan juga kode QR yang sudah dibuat berdasarkan data diri mahasiswa. Kepemilikan kode QR hanya untuk mahasiswa dan dosen di Lab Telekomunikasi PNJ. Mahasiswa harus meminta akses dalam rentang waktu tertentu terlebih dahulu kepada dosen agar kode QR dapat digunakan untuk membuka pintu. Lalu, kode QR hanya dapat digunakan hanya dalam rentang waktu permintaan akses yang diajukan oleh mahasiswa. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah mencari referensi terkait topik yang akan diambil, merancang pembuatan aplikasi, merealisasikan hasil rancangan tersebut dan melakukan pengujian aplikasi. Studi Literatur Pada tahap pertama adalah melakukan studi literatur untuk mengumpulkan berbagai referensi terkait topik penelitian. Perancangan Pada tahap ini dibahas mengenai user requirement yang merupakan kebutuhan user dan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi dari sisi pengguna. User requirement ini akan menentukan perencanaan selanjutnya mulai dari halaman yang akan dibuat beserta komponen dan fitur yang terdapat didalamnya. Pada perancangan aplikasi Secure Lab, membutuhkan dua user requirement yaitu dari sisi mahasiswa dan dosen. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Gambar 1. Bagan Alur Cara Kerja Aplikasi Secure Lab Adapun penjelasan dari setiap tahapan pada gambar 1 yaitu sebagai berikut. Pengguna memasang aplikasi pada smartphone. Melakukan proses login sebagai mahasiswa atau dosen. Apabila mahasiswa belum mempunyai akun, maka klik sign up untuk membuat akun. Masukkan data diri mahasiswa lalu tekan sign up. Setelah proses login, pengguna akan diarahkan ke dalam menu home. Jika login sebagai dosen, maka menu home akan berisi daftar mahasiswa yang sedang menunggu akses untuk diberikan. Lalu, akan ada button accept untuk menerima akses, dan button reject untuk menolak akses. Jika login sebagai mahasiswa, maka akan ada status akses, button Make Request, dan button Show QR Code. Di samping menu home juga ada menu profile untuk menampilkan data diri mahasiswa yang sebelumnya sudah dimasukkan. Jika status akses masih merah, maka itu bertanda bahwa mahasiswa belum memiliki akses, dan tekan button Make Request. Masukkan waktu mulai hingga waktu selesai untuk akses dan klik Submit. Tunggu hingga dosen memberikan akses pada mahasiswa. Jika akses sudah diberikan, maka status akses akan berubah menjadi hijau, dan tekan button Show QR Code untuk menampilkan kode QR. Kode QR siap digunakan untuk membuka kunci. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pembuatan Aplikasi Pada tahap ini dilakukan realisasi dan implementasi berdasarkan rancangan yang sudah didesain dan direncanakan sebelumnya. Tabel 1. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardwar. No. Nama Perangkat Keras Spesifikasi Operating System 64bit. Laptop Acer E5-475G Kapasitas RAM 8GB. OS Windows 10. Handphone Samsung OS Android R 11. Kapasitas RAM 6GB. Galaxy A12 Ukuran layar 6. 5Ay 720x1600 pixels Tabel 1 merupakan perangkat keras yang digunakan untuk merancang aplikasi yaitu menggunakan Laptop Acer E5-475G dan Handphone Samsung Galaxy A12. Operating System (OS) yang digunakan adalah Windows 10. Tabel 2. Spesikasi Perangkat Lunak (Softwar. No. Nama Perangkat Keras Spesifikasi Operating System 64bit. Kapasitas RAM Windows 10 8GB. OS Windows 10 Enterprise. Android Studio IDE Versi 4. OS Android OS Android R 11 Tabel 2 terdapat daftar perangkat lunak yang digunakan untuk merancang aplikasi yaitu Android Studio IDE versi 4. 1 dan OS Adroid 11. Pengujian Setelah aplikasi berhasil dibuat maka dilakukan pengujian dengan 15 user yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan standar ISO/IEC 25010. Terdapat 8 aspek dalam ISO 25010. Dalam pengujian ini, akan digunakan 3 dari 8 aspek. Aspek Ae aspek tersebut adalah compatibility, portability, dan functional Suitability. Pengujian compatibility akan mengukur sejauh mana sistem dapat berjalan bersamaan dengan aplikasi lain. Pengujian portability akan mengukur sejauh mana keefektifan dan efisiensi sebuah sistem dapat digunakan diberbagai versi android dan perangkat lainnya. Functional suitability merupakan sejauh mana suatu produk atau sistem yang memenuhi kebutuhan ketika digunakan untuk mencapai tujuan efektif, efisien dan kepuasan dalam konteks pengguna. % yayceycayceycEaycaycycnycoycaycu = ycn y 100% yc Keterangan: i = jumlah kebutuhan fungsional yang berhasil diimplementasikan r = jumlah total kebutuhan fungsional Dari persentase tersebut, dapat ditarik kesimpulan menjadi data kualitatif dengan menggunakan tabel 3 seperti berikut. Tabel 3. Kategori Penilaian Functional Suitability % Skor Interpretasi 0%-20% Sangat tidak layak 21%-40% Tidak layak 41%-60% Cukup layak Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 % Skor 61%-80% 5 81%-100% Interpretasi Layak Sangat layak HASIL DAN PEMBAHASAN Realisasi Aplikasi Aplikasi Secure Lab direalisasikan dengan bantuan tools Android Studio. Lalu, bahasa pemrograman yang digunakan adalah Kotlin. Berdasarkan Gambar 3. splash screen berisikan logo serta teks. Untuk merealisasikannya digunakan atribut Ae atribut berupa ImageView dan TextView. Kedua atribut tersebut kemudian berada dalam satu jenis layout yaitu RelativeLayout. Gambar 3. terlihat ada dua input untuk melakukan login, yaitu email dan Jika belum memiliki akun, maka dapat menekan tulisan Sign Up yang terletak di bawah button login. Pada halaman ini, atribut Ae atribut yang paling penting digunakan adalah EditText dan Button. EditText berfungsi untuk pengguna melakukan input data yang berupa email dan password. Sedangkan Button digunakan sebagai trigger yang akan ditambah fungsi programmnya pada skrip kotlin. Gambar 3. Halaman . Splash Screen, . Login, . Sign Up Pada Gambar 3. , halaman ini hanya dikhususkan untuk pengguna mahasiswa. Terdapat beberapa input wajib yang apabila tidak diisi akan muncul error. Beberapa input yang perlu diisi diantaranya foto profil, nama lengkap. NIM, program studi, tahun angkatan, dan kelas. Setelah semua input diisi, maka tekan Sign Up untuk mengirim data menuju Firebase. Pada halaman ini, digunakan salah satu plugin khusus, yaitu CircleImageView. Plugin ini digunakan untuk merubah tampilan foto menjadi latar lingkaran yang nantinya digunakan sebagai foto profil dari akun mahasiswa. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 . Gambar 4. Halaman . Home (Tanpa Akse. , . Home . engan Akse. , . Profil Pada Gambar 4. terlihat bahwa status akses masih tidak aktif atau belum dapat Hal ini ditandai dengan string strip (-) pada status akses. Lalu di bawahnya terdapat tanggal dan waktu berakhirnya akses yang masih kosong. Jika mahasiswa sudah mendapat akses, maka status akses akan berubah dan menampilkan string ruangan yang sudah diberikan akses kepada mahasiswa. Pada Gambar 4. , status akses sudah berubah menjadi aktif ditandai dengan string nama ruangan yang ditampilkan. Tanggal dan waktu berakhirnya akses juga akan berubah sesuai dengan permintaan mahasiswa. Pada Gambar 4. , halaman profil akan terus menarik data dari database. Jika data pada database diubah, maka isi dari halaman profil juga akan berubah. Dalam halaman ini juga ada button Sign Out untuk keluar dan kembali ke halaman login. Gambar 5. Halaman . Show QR Code, . Add Request, . Home pada Dosen, . Request Details Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Pada gambar 5. digunakan library khusus untuk melakukan generate kode QR, yaitu zxing. Library ini ditambahkan ke dalam dependencies build. gradle agar dapat Pada gambar 5. ditampilkan beberapa input yang berupa tanggal, waktu awal akses dan waktu berakhirnya akses. Input tanggal tidak dapat diubah karena akses hanya akan diberikan pada hari itu saja. Permohonan akses tidak dapat dibuat untuk hari esok atau beberapa hari kedepan. Selain itu untuk input waktu, ditampilkan dalam format 12 Pada gambar 5. , halaman ini berisi RecyclerView dan menampilkan list request yang telah dikirim oleh mahasiswa. Selain itu, juga terdapat button Show QR untuk menampilkan kode QR dosen dan button Sign out di sebelahnya jika dosen ingin keluar dari akun. Pada gambar 5. , selain data request yang ditampilkan, ada dua button untuk menentukan respon dari dosen. Jika dosen menolak, maka data request akan dibuang dari Namun jika akses diterima, maka nilai status pada database request menjadi Pengujian Compatibility Pengujian compability akan mengukur sejauh mana sistem dapat berjalan bersamaan dengan aplikasi lain yang termasuk ke dalam subkarakteristik co-existance. Aplikasi Secure Lab diharapkan dapat berbagi sumber daya dengan sistem lain tanpa merugikan sistem tersebut. Berikut adalah hasil dari pengujian aspek compatibility berdasarkan ISO 25010 dengan subkarakteristik co-existance ditampilkan pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Pengujian Co-existance Aspek Compatibility Status Nama Aplikasi Berhasil Gagal Twitter Youtube E Gmail Linkedin Total Tabel 4 merupakan kumpulan hasil data pengujian pada aplikasi Secure Lab dengan menggunakan aspek compatibility dengan sub karakteristik co-existance. Dari empat aplikasi yang dijalankan bersamaan dengan aplikasi Secure Lab, tidak ada yang mendapatkan error, force close atau mengalami crash. Persentase kelayakan yang didapatkan yaitu: y 100% = 100% ycEyceycycyceycuycycaycyce ycoyceycoycaycycaycoycaycu (%) = Persentase kelayakan yang diperoleh sebesar 100%, hasil ini membuktikan Aplikasi Secure Lab dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi crash ketika dijalankan dengan aplikasi lain. Pengujian Functional Suitability Pengujian Functional Suitability akan mengukur aplikasi dengan melakukan Test case dan menggunakan metode Black-Box Test. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Tabel 5. Hasil Pengujian Aspek Functional Suitability Keberhasilan Tidak Berdasarkan data yang didapatkan pada Tabel 5, terdapat 26 test case dan semua test case berhasil. Sehingga persentase kelayakannya adalah: y 100% = 100% ycEyceycycyceycuycycaycyce ycoyceycoycaycycaycoycaycu (%) = Jika melihat dari persentase kelayakan, aplikasi ini memiliki skor 100% dengan kategori Sangat Layak dan dapat digunakan oleh pengguna. Pengujian Portability Pengujian portability akan mengukur sejauh mana keefektifan dan efisiensi sebuah sistem dapat digunakan diberbagai versi android dan perangkat lainnya yaitu aplikasi dapat berjalan diatas SDK Android 26 atau Versi Android 8. 0 (Ore. Berikut adalah hasil pengujian pada 4 perangkat yang berbeda ditampilkan pada tabel 6. Tabel 6. Daftar Perangkat Pengujian Berdasarkan Versi Android yang Berbeda No. Nama Tipe Smartphone Diah Xiaomi Redmi 6 Yogi Versi Android Berhasil Tidak 8 (Ore. Oppo A1K 9 (Pi. Genta Oppo F7 10 (Quince Tar. Afif Samsung Galaxy A21 11 (Red Velvet Cak. Dari data yang didapatkan pada Tabel 6 didapatkan bahwa aplikasi berjalan pada 4 perangkat yang berbeda dengan versi android beragam, mulai dari versi 8 (Ore. Ae 11 (Red Velvet Cak. Jika dihitung persentase kelayakannya: y 100% = 100% ycEyceycycyceycuycycaycyce ycoyceycoycaycycaycoycaycu (%) = Didapatkan persentase kelayakan sebesar 100% pada Secure Lab. Aplikasi ini membuktikan bawa berhasil berjalan di versi android 8 keatas. Pengujian Membaca Data QR Pada pengujian ini, akan diuji keluaran hasil pembacaan kode QR yang berasal dari aplikasi Secure Lab. Aplikasi akan diuji pada 3 akun user dan 1 akun admin untuk mendapatkan indikator. Selain itu dilakukan juga pengukuran jarak pembacaan kode QR antara alat dengan handphone yang sudah melakukan instalasi aplikasi Secure Lab. Hasil pembacaan kode QR ditunjukkan pada Tabel 7. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 Tabel 7. Hasil Pembacaan Kode QR No. Role User User User User User User User User User User User User Admin Admin Admin Nama Akun Afif Tadjuddin Afif Tadjuddin Afif Tadjuddin Afif Tadjuddin Meutia Khairiyah Meutia Khairiyah Meutia Khairiyah Meutia Khairiyah Andreas Genta Andreas Genta Andreas Genta Andreas Genta Viving Ferdiana Viving Ferdiana Viving Ferdiana Kondisi Tidak Ada Akses Tidak Ada Akses Ada Akses Ada Akses Tidak Ada Akses Tidak Ada Akses Ada Akses Ada Akses Tidak Ada Akses Tidak Ada Akses Ada Akses Ada Akses Ada Akses Ada Akses Ada Akses Respon Terbaca di Alat 0,Afif Tadjuddin,180318040 0,Afif Tadjuddin,180318040 1,Afif Tadjuddin,180318040 1,Afif Tadjuddin,180318040 0,Meutia Khairiyah,1803421006 0,Meutia Khairiyah,1803421006 1,Meutia Khairiyah,1803421006 1,Meutia Khairiyah,1803421006 0,Andreas Genta,1803421010 0,Andreas Genta, 1803421010 1,Andreas Genta,1803421010 1,Andreas Genta, 1803421010 1,Viving Frendiana,3020401 1,Viving Frendiana,3020401 1,Viving Frendiana,3020401 Selanjutnya, untuk mengukur jarak deteksi kode QR pada aplikasi Secure Lab terhadap scanner, maka digunakan bantuan penggaris. Pada pengujian ini dilakukan deteksi secara bertahap selama 2 detik. Dalam pengujian tersebut, dilakukan pembacaan respon hingga sejumlah 11 buah. Berikut adalah hasil pembacaan kode QR dengan scanner ditampilkan pada tabel 8. No. Tabel 8. Hasil Pembacaan Kode QR Berdasarkan Jarak Jarak Banyaknya Respon Banyaknya Respon Pengujian . Terbaca Tidak Terbaca Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, didapatkan bahwa kode QR dapat terbaca sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan menggunakan persamaan persentase kelayakan, maka didapatkan: y 100% = 100% ycEyceycycyceycuycycaycyce ycoyceycoycaycycaycoycaycu (%) = Berdasarkan perhitungan di atas, didapatkan bahwa aplikasi mendapatkan skor kelayakan 100% dan dikategorikan Sangat Layak. Aplikasi berhasil menampilkan kode QR dan kode tersebut dapat terbaca pada scanner. Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual Volume 8. Nomor 2. Desember 2023 ISSN (Ceta. : 2541-4550 ISSN (Onlin. : 2541-4585 KESIMPULAN Berdasarkan data hasil pengujian didapatkan kesimpulan berikut: Kode QR pada Secure Lab App berhasil dibuat dan berhasil dideteksi oleh alat Pengujian yang dilakukan dari tiga aspek: compatibility, functional suitability, dan portability memperoleh keberhasilan sebesar 100% maka berdasarkan kategori penilaian pada tabel 3, aplikasi mendapatkan hasil yang AuSangat LayakAy. SARAN Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk penambahkan fitur-fitur pendukung dari sisi keamanan yang lebih Secure. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini terutama pada seluruh civitas akademik Program Studi Broadband Multimedia. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Jakarta. DAFTAR PUSTAKA