Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pengelolaan Laboratorium Religi Dalam Penguatan Karakter Siswa Meiti Pontoh1. Abdul Kadim Masaong2. Sitti Roskina Mas3 1,2,3 Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo Info Artikel _________________ Sejarah Artikel: Diterima: Januari 2023 Disetujui: Februari 2023 Dipublikasi: Maret 2023 _________________ Kata kunci: Pengelolaan. Labioratorium Religi. Karakter Keywords: Corresponding Author: Sitti Roskina Mas Email: sittiroskina@ung. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan laboratorium religi dalam penguatan karakter siswa di di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis konten dengan proses reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan . bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi bagi siswa beragama islam antara lain . shalat zuhur berjamaah, . kegiatan baca al-qurAoan, . kegiatan hapalan surah pendek, dan . kegiatan ceramah agama. strategi pelaksanaan program laboratorium religi dilaksanakan sesuai dengan bentuk kegiatannya. Untuk kegiatan . pelaksanaan shalat zuhur berjamaah dilakukan dengan membiasakan siswa mengumandangkan azan, ikamah, dan menjadi imam. kegiatan baca al-qurAoan dilakukan melalui kegiatan baca iqra, hapalan, mempelajari tajwid, tahfidz, tahzinul Qiraah, khatam, dan mengikuti lomba seperti MTQ. kegiatan hapalan surah-surah pendek, dilakukan melalui pembiasaan siswa membaca al-quran 15 menit sebelum masuk ke dalam kelas, dan menentukan surah yang akan dihapal. kegiatan ceramah agama dilakukan dengan menentukan tema ceramah, menghubungi nara sumber, menunjuk moderator, dan menyiapkan materi. monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di laboratorium religi dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan . Program laboratorium religi ini dikoordinir langsung oleh guru agama di bawah tanggung jawab kepala sekolah. implikasi dari program di laboratorium religi antara lain: terbentuknya karakter religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, gotong royong, peduli lingkungan, sopan santun dan cinta damai. Program laboratorium religi ini telah membawa dampak yang sangat baik bagi semua warga sekolah. ABSTRACT This study aims to describe the management of religious laboratories in strengthening student character at SMP Negeri 1 Kaidipang. North Bolaang Mongondow Regency. This research uses a qualitative approach with a type of case study research. The data collection techniques used are interviews, observations and document studies. The data analysis used is content analysis with the process of data reduction, data display, and data verification. The results showed . forms of activities in religious laboratories for Muslim students, including . congregational zuhur prayers, . Qur'an reading activities, . short surah memorization activities, and . religious lecture activities. The strategy for implementing the religious laboratory program is carried out in accordance with the form of its activities. For activities . the implementation of zuhur prayer in congregation is carried out by familiarizing students to chant azan, ikamah, and become imams. Qur'an reading activities are carried out through iqra reading activities, memorizing, learning tajweed, tahfidz. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 150 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. tahzinul Qiraah, khatam, and participating in competitions such as MTQ. memorization of short surahs, carried out through habituating students to read the Quran 15 minutes before entering the classroom, and determining the suras to be memorized. religious lecture activities are carried out by determining the theme of the lecture, contacting resource persons, appointing moderators, and preparing materials. Monitoring and evaluation of program implementation in religious laboratories is carried out by each person in charge of activities. This religious laboratory program is coordinated directly by religious teachers under the responsibility of the principal. the implications of the program in the religious laboratory, among others: the formation of religious character, discipline, honesty, responsibility, mutual assistance, environmental care, courtesy and peace-loving. This religious laboratory program has had a very good impact on all school residents. A 2023 Meiti Pontoh. Abdul Kadim Masaong. Sitti Roskina Mas This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Laboratorium Pendidikan selanjutnya disebut laboratorium, adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan merupakan hal penting dalam pembangunan mentalitas, moral serta karakter peserta didik dan oleh karena itu perlu dilakukan inovasi peningkatan mutu pendidikan melalui pengembangan budaya atau kultur sekolah yang baik. Pendidikan Pendidikan religius diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya laboratorium religi sesuai dengan jenjang Agar pendidikan agama dapat memberikan pengetahuan, membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, maka dalam implementasinya perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, diantaranya melalui laboratorium religi. Laboratorium religi merupakan tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana para siswa dapatberinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 151 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai Pendidikan karakter . haracter educatio. sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik. Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yang bersumber dari Agama. Pancasila, dan Budaya. Laboratorium atau lab adalah tempat dilakukannya riset . ilmiah, eksperimen . , pengukuran ataupun pelatihan. Dengan kata lain, laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian, pengamatan, pelatihan dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan paktik dari berbagai macam disiplin ilmu. Pada dasarnya, secara fisik laboratorium juga dapat merujuk pada ruangan tertutup atau ruangan terbuka (Decaprio, 2. Laboratorium religi adalah suatu bangunan yang di dalamnya dilengkapi dengan peralatan dan bahan-bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu untuk melakukan percobaan ilmiah dan praktik pembelajaran dalam hal kaitanya dengan persoalan religius (Astuti, 2020. Fuadah, 2021. Nadhifah, 2017. Raibowo & Nopiyanto, 2. Lebih lanjut. Shintia . mengatakan laboratorium religi merupakan ruangan khusus yang digunakan dalam pembelajaran religius dengan tatanan baik dan bernuansa religius, misalnya musik, sajak, puisi, dan video yang mengisahkan nuansa keberagaman dan berbagai macam media yang digunakan dalam praktik pembelajaran. Dampak positif yang terjadi pada siswa dalam pembelajaran di laboratorium religi, yaitu: . perhatian siswa akan berpusat kepada apa yang didemonstrasikan dan memberikan kemungkinan berpikir lebih kritis. Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, . memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan siswa. Siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung, . akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan karena siswa mengamati langsung terhadap suatu proses dan menerima materi secara konkrit dan nyata, dan . masalahmasalah yang mungkin timbul dalam hati siswa akan terjawab dan siswa lebih termotivasi dengan pembelajaran religius (Shintia, 2. Sedangkan kelemahannya biasanya pada pengaturan waktu dan kegiatan, misalnya: . kegiatan belajar kurang dipersiapkan sebelumnya yang menyebabkan pada waktu siswa dibawa ke tujuan tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan, sehingga ada kesan main-main, . ada kesan dari guru dan siswa bahwa kegiatan mempelajari lingkungan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas, dan . sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan pembelajaran hanya terjadi di kelas. Tugas belajar siswa dapat dilakukan di luar jam kelas atau pelajaran baik secara individual maupun kelompok dan satu di antaranya dapat dilakukan dengan mempelajari keadaan lingkungannya (Aziz, 2020. Darmiwanti, 2017. Faraziah, 2015. Nopriani, 2022. Okviatun, 2018. Susanti & Mulyani, 2013. Wiguno, 2. Menurut Darmiwanti . , langkah-langkah penggunaan laboratorium religi sebagai media pembelajaran, yaitu: . langkah persiapan: . guru dan siswa menentukan tujuan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 152 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. belajar yang diharapkan diperoleh para siswa berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar, . tentukan objek yang harus dipelajari dan dikunjungi. Penentuan objek harus dipertimbangkan atas relevansinya terhadap tujuan belajar, akses mudah, tersedia sumber-sumber belajar, keamanan bagi siswa dalam mempelajarinya, kemungkinan untuk dikunjungi dan dipelajari siswa, . menentukan cara belajar siswa pada saat kunjungan dilakukan, . mempersiapkan perizinan bila diperlukan, . persiapan teknis yang diperlukan untuk kegiatan belajar. langkah pelaksanaan, melakukan kegiatan belajar di tempat yang telah ditentukan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan. tindak lanjut, kegiatan belajar di kelas untuk mmbahas dan mendiskusikan hasil belajar dari Laboratorium religi yang dikelola dengan baik dapat mempermudah pembelajaran religius yang dapat menghasilkan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa baik dalam bentuk pembiasaan sikap, mempraktikkan ajaran agama, termasuk penguasaan materi keagamaan melalui multi media, dan lain-lain dalam rangka membantu pencapaian prestasi belajar siswa sesuai yang diharapkan baik prestasi akademik maupun non akademik. Dengan pengelolaan laboratorium religi yang baik, maka keberadaan laboratorium religi akan dapat meningkatkan mutu pendidikan agama islam di sekolah. Oleh karena itu pengelolaan laboratorium religi secara profesional di sekolah merupakan hal strategis yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran religius yang lebih baik (Dudin, 2. Pengelolaan pembelajaran religius melalui laboratorium religi kiranya dapat menghasilkan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa, untuk dapat menguasai materi pembelajaran, mempraktikkan langsung materi yang diajarkan oleh guru dan pembiasaan sikap yang baik bagi siswa. Melalui laboratorium religi, siswa dapat meneliti, mengobservasi gejala-gejala, kejadian-kejadian di dalam sejarah islam, dan mempraktikkan langsung proses thaharah yang baik dan benar. Pengelolaan laboratorium religi di sekolah perlu diperhatikan kualitas pengelolaannya yang dapat dilihat dari tingkat standar pengelolaan, pemanfaatan dan faktor penentu pengelolaan laboratorium religi (Rochmah & Nasrulloh, 2. Berdasarkan latarbelakang diatas maka yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan: . bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi, . strategi pelaksanaan program laboratorium religi, . monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di laboratorium religi, dan . implikasi dari program di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. METODE Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kaidipang. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. SMP Negeri 1 Kaidipang, beralamat di Jalan Siswa. Boroko Timur. Kecamatan Kaidipang. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data utama penelitian ini adalah kepala sekolah dan informan pendukung adalah guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi Analisis data menggunakan analisis konten dengan proses reduksi data, display data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan konfirmabilitas Uji kredibilitas data menggunakan perpanjangan pengamatan, triangulasi sumber dan Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dengan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 153 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sumber data yang satu dengan sumber data yang lain. Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh melalui observasi dengan data yang diperoleh lewat wawancara dan studi dokumen. Konfirmabilitas data dilakukan dengan mengkonfirmasi hasil-hasil temuan kepada informan kunci untuk memastikan data. HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya pengelolaan laboratorium religi dalam penguatan karakter siswa sudah terlaksana dengan baik, hal ini ditunjukkan dari bentuk-bentuk kegiatan yang diprogramkan sekolah sudah terlaksana dengan baik sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi siswa dan sekolah. Hasil penelitian digambarkan sebagai berikut. Monitoring Shalat Zuhur Berjamaah Membaca Alquran Lab. Religi Hapala Surah Pendek Penguatan Karakter Religius Siswa Ceramah Agama Monitoring Gambar 1: Diagram Konteks Pengelolaan Laboratorium Religi dalam Penguatan Karakter Religius Siswa Berdasarkan Diagram 1 dapat dijelaskan bahwa Bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang terbagi atas kegiatan bagi siswa yang beragama islam dan siswa yang beragama kristen. Bagi siswa yang beragama islam, terdapat empat bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain, yaitu: . pelaksanaan shalat zuhur berjamaah, . kegiatan baca al-qurAoan, . kegiatan hapalan surah-surah pendek, dan . kegiatan ceramah agama islam. Strategi pelaksanaan program laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang dilakukan sesuai dengan bentuk kegiatannya. pelaksanaan shalat zuhur berjamaah, dilakukan dengan membiasakan siswa mengumandangkan azan dan ikamah secara bergiliran, penanggung jawab mengarahkan semua siswa ke masjid, dan menjadi imam shalat bagi siswa yang sudah banyak hapalannya dan bagus bacaan tajwidnya. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 154 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kegiatan baca al-qurAoan, dilakukan melalui kegiatan belajar iqra, menghapal surah-surah pendek, mempelajari tajwid, tahsinul qiraAoah, mengkhatamkan juz tertentu, dan mengikuti lomba seperti MTQ. kegiatan hapalan surah-surah pendek, dilakukan dengan membiasakan siswa membaca al-quran 15 menit sebelum masuk ke dalam kelas . , menentukan surah yang akan dihapal, dan melakukan asistensi bagi siswa yang belum dan . kegiatan ceramah agama, dilakukan dengan menentukan tema ceramah, menghubungi narasumber, menunjuk moderator, dan menyiapkan materi. Semua strategi yang diterapkan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan. Program laboratorium religi ini dikoordinir langsung oleh guru agama di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Program laboratorium dinilai telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dan berdampak positif kepada siswa. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan seperti masih terdapat siswa yang tidak ikut melaksanakan kegiatan program laboratorium religi, kurang lancar mengaji, malas menghapal, kurang sabar dalam menghapal, dan sekolah kekurangan guru agama islam. Implikasi dari program di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang antara lain: siswa rajin melaksanakan shalat zuhur berjamaah, kedisiplinan dan kejujurans siswa meningkat, siswa lebih sopan dan santun, meningkatnya kepedulian sosial, rajin membaca al-qurAoan, termotivasi mengamalkan isi al-qurAoan, siswa termotivasi memperbaiki bacaan al-qurAoan, menghafal surah-surah pendek dan panajang, konsentrasi siswa meningkat dan lebih mudah memahami materi pelajaran, siswa menjadi lebih cinta damai dan toleran, dapat meminimalisir perilaku-perilaku negatif, serta guru menjadi lebih mudah dalam membimbing dan mengatur siswa. Program laboratorium religi ini telah membawa dampak yang sangat baik bagi semua warga sekolah. PEMBAHASAN Bentuk-bentuk Kegiatan di Laboratorium Religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Terdapat banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa di dalam program laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi antara lain yaitu kegiatan-kegiatan religius seperti pelaksanaan shalat zuhur berjamaah, pembinaan membaca kitab suci al-quran, menghapal ayat-ayat suci al-quran, dan kegiatan ceramah agama. Selain itu, di dalam laboratorium religi siswa tidak hanya diberikan pengetahuan secara teori saja tetapi langsung dipraktikkan. Bentuk-bentuk kegiatan di dalam laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sangat baik dalam mendukung terbentuknya karakter religius dikalangan Kegiatan ini termasuk kegiatan kokurikuler karena dilaksanakan di luar jam pelajaran dengan tujuan untuk memperkuat kegiatan intrakurikuler. Selain itu, di dalam laboratorium religi siswa tidak hanya diberikan pengetahuan secara teori saja tetapi langsung dipraktikkan. Hal ini didukung dengan pendapat (Decaprio, 2. bahwa laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian, pengamatan, pelatihan dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan paktik dari berbagai macam disiplin ilmu. Pada dasarnya, secara fisik laboratorium juga dapat merujuk pada ruangan tertutup atau ruangan terbuka. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 155 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, dijelaskan bahwa pendidikan agama merupakan pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran atau kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis Manfaat pendidikan agama sangat besar bagi terciptanya nila-nilai serta normanorma kebaikan yang berlandaskan ajaran agama dalam setiap pribadi warga negara. Agar pendidikan agama dapat memberikan pengetahuan, membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, maka dalam implementasinya perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, diantaranya melalui laboratorium Pembelajaran religius membutuhkan sarana dan fasilitas. Bila ada laboratorium IPA, laboratorium biologi, laboratorium bahasa, maka sekolah juga membutuhkan laboratorium agama di samping adanya masjid (Lina, 2. Laboratorium religi merupakan tempat belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar dimana para siswa dapat berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejalagejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari (Mubai, dkk. , 2. Strategi Pelaksanaan Program Laboratorium Religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kegiatan laboratorium religi diartikan sebagai kegiatan yang berkaitan dengan pengamatan atau percobaan yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Untuk melaksanakan kegiatan laboratorium religi perlu perencanaan secara sistematis agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Strategi pelaksanaan program laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara adalah persiapan dan pelaksanaan dalam pengelolaan laboratorium religi diawali dengan membuat penjadwalan, membagi tugas kepada masing-masing penanggung jawab program, serta mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana yang menunjang proses pelaksanaan laboratorium religi sehingga laboratorium religi bisa berjalan dengan baik dan lancar dan masih tetap terlaksana hingga saat ini. Program laboratorium religi ini dikoordinir langsung oleh guru agama di bawah tenggung jawab kepala sekolah. Sejalan dengan pendapat Darmiwanti . , langkah-langkah penggunaan laboratorium religi sebagai media pembelajaran, yaitu: . langkah persiapan: . guru dan siswa menentukan tujuan belajar yang diharapkan diperoleh para siswa berkaitan dengan penggunaan lingkungan sebagai media dan sumber belajar, . tentukan objek yang harus dipelajari dan dikunjungi. Penentuan objek harus dipertimbangkan atas relevansinya terhadap tujuan belajar, akses mudah, tersedia sumber-sumber belajar, keamanan bagi siswa dalam mempelajarinya, kemungkinan untuk dikunjungi dan dipelajari siswa, . menentukan cara belajar siswa pada saat kunjungan dilakukan, . mempersiapkan perizinan bila diperlukan, . persiapan teknis yang diperlukan untuk kegiatan belajar. langkah pelaksanaan, melakukan kegiatan belajar di tempat yang telah ditentukan sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan. tindak lanjut, kegiatan belajar di kelas untuk mmbahas dan mendiskusikan hasil belajar dari lingkungan. Dalam implementasi pendidikan religius di sekolah, agar dapat dikelola dengan sebaik-baiknya terutama dalam upaya pembentukan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 156 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, disamping pengetahuan agama peserta didik maka dalam pengelolaannya diperlukan laboratorium religi. Menurut Wahono & Fuadah . , laboratorium religi di sekolah menjadi bukti dan komitmen keseriusan sekolah dalam menangani laboratorium. Laboratorium religi juga dilengkapi dengan tata tertib untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan dalam menggunakan laboratorium tersebut. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program di Laboratorium Religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Laboratorium religi yang dikelola dengan baik dapat mempermudah pembelajaran religius yang dapat menghasilkan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa baik dalam bentuk pembiasaan sikap, mempraktikkan ajaran agama, termasuk penguasaan materi pembelajaran religius melalui multi media, dan lain-lain dalam rangka membantu pencapaian prestasi belajar siswa sesuai yang diharapkan baik prestasi akademik maupun non akademik. Dengan pengelolaan laboratorium religi yang baik, maka keberadaan laboratorium religi akan dapat meningkatkan mutu pendidikan agama islam di sekolah. Oleh karena itu pengelolaan laboratorium religi secara profesional di sekolah merupakan hal strategis yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran religius yang lebih baik (Dudin, 2. Berdasarkan hasil penelitian Sejauh ini program laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan berhasil membawa dampak positif kepada siswa. Program laboratorium religi juga selalu berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Selain itu. Program ini juga dinilai dapat meningkatkan pendidikan karakter di sekolah yaitu dapat dilihat dari perilaku siswa yang semakin terdorong untuk ikut melaksanakan, mengamalkan kegiatan-kegiatan yang religius sesuai dengan keyakinan agama masing-masing seperti melaksanakan shalat berjamaah, membaca qurAoan dan ceramah agama. Setelah program laboratorium religi terlaksana, banyak siswa berubah ke arah positif sehingga bisa meminimalisir hal-hal yang sifatnya negatif. Pengelolaan pembelajaran religius melalui laboratorium religi kiranya dapat menghasilkan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa, untuk dapat menguasai materi pembelajaran, mempraktikkan langsung materi yang diajarkan oleh guru dan pembiasaan sikap yang baik bagi siswa. Melalui laboratorium religi, siswa dapat meneliti, mengobservasi gejala-gejala, kejadian-kejadian di dalam sejarah islam, dan mempraktikkan langsung proses thaharah yang baik dan benar. Pengelolaan laboratorium religi di sekolah perlu diperhatikan kualitas pengelolaannya yang dapat dilihat dari tingkat standar pengelolaan, pemanfaatan dan faktor penentu pengelolaan laboratorium religi (Rochmah & Nasrulloh, 2. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 157 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Implikasi dari Program Laboratorium Religi di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Pendidikan agama di sekolah pada umumnya adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami, terampil melaksanakan dan mengamalkan agama melalui kegiatan Kondisi penggunaan laboratorium religi, setidaknya sesuai dengan tujuan diadakannya laboratorium tersebut. Tujuannya sebagaimana yang tertuang dalam Permenpan No. 3 Tahun 2010 yaitu: . sebagai ruangan atau tempat penunjang akademik dalam bidang keagamaan, . sebagai tempat menguji siswa di bidang keagamaan baik materi, sikap beribadah dan kebudayaan keagamaan, . sebagai kalibrasi atau tempat melakukan kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran, yang mengukur kebenaran konvensional dari nilai dan norma, dan . tempat peraga keilmuan (Wahono & Fuadah, 2. Hasi penelitian ini menunjukkan bahw Karakter yang diterapkan di SMP Negeri 1 Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara antara lain yaitu karakter religius, disiplin, jujur, tanggung jawab, gotong royong, peduli lingkungan, sopan santun dan cinta damai. Manfaat yang diperoleh guru setelah program laboratorium religi terlaksana adalah siswa semakin terdorong, termotivasi untuk ikut melaksanakan, mengamalkan kegiatan religius yang sesuai dengan keyakinan agama masing-masing sehingga bisa meminimalisir dan halhal yang bertentangan dan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di sekolah. Selain itu, program laboratorium religi dapat membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran dan memudahkan guru dalam membimbing dan mengatur siswa sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan tertib. Hal ini didikung oleh pendapat Haq . , bahwa fungsi laboratorium religi yaitu: . menyeimbangkan antara teori dan praktik dan menyatukan antara teori dan praktik. Laboratorium adalah tempat menguji sebuah teori sehingga akan dapat menunjang pelajaran teori yang telah diterima secara langsung. Dalam konteks ini keduanya akan saling melengkapi yaitu teori akan dapat menjadi pijakan dasar praktik dan penelitian, . laboratorium dapat menjadi sumber belajar untuk memecahkan berbagai masalah melalui kegiatan praktik, baik itu masalah dalam pembelajaran, masalah akademik, maupun masalah yang terjadi di tengah masyarakat yang membutuhkan penanganan dengan uji coba laboratorium, dan . laboratorium dapat menjadi sarana belajar bagi para siswa untuk memahami segala macam ilmu pengetahuan yang masih bersifat abstrak sehingga menjadi sesuatu yang bersifat konkrit dan nyata. Oleh karena itu laboratorium sebenarnya menekankan perhatian kepada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif yang tentunya dapat diperlukan untuk setiap orang. Selanjutnya, menurut Widodo . , pada dasarnya laboratorium religi dapat berfungsi sebagai: . tempat untuk belajar mengembangkan diri dengan melatih keterampilan spiritual, intelektual, sosial dan pendewasaan sikap, pemahaman komprehensif terhadap ajaran agama dan penanaman nilai-nilai akhlak mulia, dan . tempat sharing keilmuan, diskusi, pelatihan dan pemberi solusi problematika. Lebih lanjut. Azizah . mengatakan fungsi laboratorium religi yaitu: . penunjang kegiatan pembelajaran agama, . sarana visualisasi konsep-konsep agama, . sarana praktik pembelajaran agama, . model imitasi pelaksanaan ibadah, dan . pengolahan bahan dakwah. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 158 | 161 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . Maret 2023. Halaman 150-161 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Dampak positif yang terjadi pada siswa dalam pembelajaran di laboratorium religi, yaitu: . perhatian siswa akan berpusat kepada apa yang didemonstrasikan dan memberikan kemungkinan berpikir lebih kritis. Siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, . memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan siswa. Siswa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung, . akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan karena siswa mengamati langsung terhadap suatu proses dan menerima materi secara konkrit dan nyata, dan . masalahmasalah yang mungkin timbul dalam hati siswa akan terjawab dan siswa lebih termotivasi dengan pembelajaran religius (Shintia, 2. Sedangkan kelemahannya biasanya pada pengaturan waktu dan kegiatan, misalnya: kegiatan belajar kurang dipersiapkan sebelumnya yang menyebabkan pada waktu siswa dibawa ke tujuan tidak melakukan kegiatan belajar yang diharapkan, sehingga ada kesan main-main, . ada kesan dari guru dan siswa bahwa kegiatan mempelajari lingkungan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas, dan . sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan pembelajaran hanya terjadi di kelas. Tugas belajar siswa dapat dilakukan di luar jam kelas atau pelajaran baik secara individual maupun kelompok dan satu di antaranya dapat dilakukan dengan mempelajari keadaan lingkungannya (Darmiwanti, 2. SIMPULAN Bentuk-bentuk kegiatan di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang terbagi atas kegiatan bagi siswa yang beragama islam dan siswa yang beragama kristen. Bagi siswa yang beragama islam, terdapat empat bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain, yaitu: . pelaksanaan shalat zuhur berjamaah, . kegiatan baca al-qurAoan, . kegiatan hapalan surahsurah pendek, dan . kegiatan ceramah agama islam. Strategi pelaksanaan program laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang dilakukan sesuai dengan bentuk kegiatannya. pelaksanaan shalat zuhur berjamaah, . kegiatan baca al-qurAoan, . kegiatan hapalan surah-surah pendek dan . kegiatan ceramah agama. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan. Program laboratorium religi ini dikoordinir langsung oleh guru agama di bawah tanggung jawab kepala sekolah. Implikasi dari program di laboratorium religi di SMP Negeri 1 Kaidipang antara lain: siswa rajin melaksanakan shalat zuhur berjamaah, kedisiplinan dan kejujurans siswa meningkat, siswa lebih sopan dan santun, meningkatnya kepedulian sosial, rajin membaca al-qurAoan, termotivasi mengamalkan isi al-qurAoan, siswa termotivasi memperbaiki bacaan al-qurAoan, menghafal surah-surah pendek dan panajang, konsentrasi siswa meningkat dan lebih mudah memahami materi pelajaran, siswa menjadi lebih cinta damai dan toleran, dapat meminimalisir perilaku-perilaku negatif, serta guru menjadi lebih mudah dalam membimbing dan mengatur siswa. Program laboratorium religi ini telah membawa dampak yang sangat baik bagi semua warga sekolah. DAFTAR PUSTAKA