Perempuan dan Stigma Cadar: Strategi Dakwah Komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ) dalam Mengubah Perspektif Masyarakat Neng Ulfah Alfiah. Arina Rahmatika Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran Nengulfalfiah@gmail. eljawie@gmail. Abstrak Perempuan bercadar dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan perspektif negatif. Masyarakat cenderung mencurigai sebagai muslimah garis keras, istri teroris, kaku dan fanatik. Mereka belum mendapatkan dukungan dari pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui bagaimana strategi dakwah komunitas Niqab Squad Jogja dalam mengubah perspektif masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan Teori Jaringan Komunikasi Organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ) yaitu dengan cara berakhlak baik dengan masyrakat dalam berbagai kegiatan. Di dalam kajian NSJ menyampaikan isi pesan dengan cara santai dan lugas, mereka membuktikan bahwa perempuan bercadar pun bisa bersosialiasasi dengan cara yang santai, penuh dengan keseriusan, namun tetap dengan sikap ramah dan sopan santun. NSJ sejauh ini berhasil dalam mengatasi perspektif negatif masyarakat terhadap perempuan bercadar, hal ini didukung dengan adanya kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan NSJ diantaranya adalah kerjasama antara organisasi. Kata Kunci: Strategi Dakwah. Niqab Squad Jogja. Cadar. Perempuan. Abstracts Women in everyday life give rise to negative perspectives. People tend to suspect hardline Muslim women, wives of terrorists, rigid and bigoted. They have not received support from certain parties. In this case, researchers want to know how the strategy of da'wah the Niqab Squad Jogja community in changing people's This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and Researchers use Organizational Communication Network Theory. The results showed that the proselytizing strategy carried out by the Niqab Squad Jogja (NSJ) community was by having a good character with the community in various activities. In the NSJ study of conveying the content of the message in a relaxed and straightforward way, they proved that even women with disabilities can socialize in a relaxed way, full of seriousness. But still with a friendly attitude and good manners. NSJ has so far succeeded in overcoming the negative perspective of society towards women with disabilities, this is supported by the positive activities carried out by NSJ including cooperation between organizations. Keywords: Da'wah Strategy. Niqab Squad Jogja. Veil. Women. Pendahuluan Cadar adalah kain penutup kepala atau wajah bagi perempuan. VOL. 3 NO. Dalam istilah lain disebut dengan niqab atau sejenis kain yang digunakan untuk menutupi bagian wajah. Cadar Page 1 / 77 dikenakan oleh sebagian perempuan sebagai bagian dari syariah. Biasanya cadar juga disertai dengan baju panjang untuk menutup aurat dari kepala sampai kedua kaki. Pakaian sehingga tidak memperlihatkan lekuk Karena itu, salah satu aurat yang tidak boleh diperlihatkan secara terang-terangan pada lawan jenis yang bukan mahrom adalah wajah. Selain itu, penggunaan cadar juga harus mempunyai etika atau sikap yang baik dan harus memiliki aturan sikap untuk membatasi interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahrom agar terjaga dari dosa dan fitnah. Namun. Indonesia menggunakan cadar atau perempuan bercadar, belum dapat diterima oleh Masuknya kadang dianggap mengganggu proses hubungan atau interaksi di dalam Masyarakat bercadar hanya topeng belaka. Selain itu, ada juga yang beranggapan perempuan bercadar adalah teroris atau penganut aliran sesat. Ada pula beranggapan bahwa mereka tidak mau lainnya, bahkan ada yang beranggapan bahwa mereka menggunakan cadar hanya untuk menutupi kejelekannya. Perempuan mendapatkan respon buruk dari Alif Fathur Rahman. AoAoMotivasi. Stigma dan Coping Stigma pada Perempuan Bercadar,AoAo Jurnal Psikologi Teori dan Terapan. Vol. No. 2, 2017, h. 2 Indra Tantra,AoAoPersepsi Masyarakat Tentang Perempuan bercadar,AoAo EQUILIBRIUM Jurnal Perempuan Bercadar. Vol. No. 1, 2015, h. VOL. 3 NO. Perempuan bercadar sering mengalami kesulitan komunikasi untuk membangun suatu hubungan dengan masyarakat. Dalam hal ini perempuan bercadar terlihat tidak terbuka dan dipandang negatif oleh masyarakat. Walaupun berprasangka negatif, ada salah satu komunitas muslimah bercadar atau biasa disebut dengan komunitas Niqab Squad Jogja yang terus hadir di tengah Komunitas Niqab Squad Jogja merupakan komunitas peduli merupakan cabang dari Komunitas Niqab Squad Indonesia. Komunitas ini sebagai tempat berkumpul perempuan muslim bercadar yang mensyiarkan ajaran Islam. Komunitas ini mulai dikenal pada bulan Febuari tahun 2017 di Masjid Istiqlal Jakarta Timur. Atas Indadari Mindrayanti. Komunitas ini adalah perempuan bercadar Indonesia. Para Anggotanya disebut Niqabis tetatapi ada sebagian anggotanya tidak memakai cadar. Komunitas ini tidak tertutup, karena tujuannya untuk saling menginpirasi dan menguatkan silaturahmi antara perempuan bercadar satu dan lainnya. Di Indonesia telah berdiri komunitas squad di sebelas kota seperti: Bekasi. Lampung. Jogja. Bandung. Jakarta. Medan. Surabaya. Tanggerang. Serang. Sumenap. Jember. Niqab Squad Jogja telah Lisa Aisiyah Rasyid. AoAoProblematika Hukum Cadar Dalam Islam: Sebuah Tinjuan Normatif,AoAo Jurnal Ilmiah Al-SyirAoah. Vol. No. 1, 2018, h. 4 Niqab Squad. Niqabsquad Indonesia, diakses dari https://w. com/niqabsquadindone sia pada 23 Oktober 2019. 5 Arina Ylistara. Mengenal Niqab Squad, (Komunitas Para Perempuan Bercadar di Indonesi. , diakses dari https://wolipop. com/read/2017/07/26/1 60355/3574754/1632/ mengenal niqab squad Page 2 / 77 memiliki anggota kurang lebih 200 orang yang tergabung dalam grup Whatsap. Pencetus Niqab Squad Jogja adalah ukhti Ruri. Awal terbentuknya Niqab Squad Jogja bermula dari antusias dirinya saat mengetahui salah satu public figure Indonesia. Indadari Mindrayanti mendirikan Niqab Squad muslimah Indonesia yang memakai cadar atau orang yang hendak memakai cadar serta mengenal Islam lebih dekat. Setiap minggunya Niqab Squad Jogja mengadakan kajian yaitu di Masjid Nurul Ashri Deresan daerah Caturtunggal Kabupaten Sleman kota Yogyakarta, dengan mengundang salah satu ustadzah yang akan memimpin Kajian yang disampaikan tidak selalu bersifat kaku. Pemberi materi ustadzah bersama tim Niqab Squad Jogja sangat sesuai dengan peserta Semuanya adalah perempuan atau muslimah. Pesertanya didominasi oleh anak-anak muda yang masih duduk di bangku kuliah. Salah satu tekad kuat dan visi misi dakwah Niqab Squad Jogja adalah untuk mengubah pemikiran negatif orang-orang agar melihat bahwa perempuan berniqab itu bukan seperti yang mereka bayangkan. Dalam persepsi Niqab Squad Jogja dengan adanya komunitas ini, para Niqabis bebas melakukan aktivitas yang sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah. Selain itu mereka terus berkreasi tanpa adanya hambatan dari orang. Terkait dengan hal tersebut riset ini dilakukan karena ingin mengethui strategi dakwah komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ) dengan adanya perbedaan sudut pandang atau pendekatan yang berkembang pada masyarakat Islam yang bergaris keras seperti perempuan bercadar, sehingga muncul persoalan-persoalan di sekitar masyarakat dan bisa menyebabkan Islam. Berdasarkan hal tersebut Riset ini mengambil tema AoAoStrategi Dakwah Komunitas Squad JogjaAy. Fokusnya tidak hanya pada strategi dakwah tetapi pro dan kontra yang terjadi pada masyarakat sekitar. Tujuannya ingin mengetahui sejauh mana strategi dakwah komunitas Niqab Squad Jogja komunitas para perempuan bercadar indonesia, pada 30 Oktober 2019. Pembahasan Sejarah dan Perkembangan Komunitas Niqab Squad Berawal komunitas Niqab Squad Indonesia yang berpusat di Jakarta, sebagian VOL. 3 NO. Metode Penelitian Metode dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan Observasi penelitian yaitu di Masjid Nurul Ashri. Deresan. Caturtunggal. Kabupaten Slema. DIY. Peneliti berbagai kegiatan NSJ, kemudian mewawancarai berbagai pihak seperti anggota dan pengurus NSJ, yaitu Ikmah. Khasma. Ima. Siti Fatimah. Salma Fauziah dan Deby Lestari. Peneliti masyarakat setempat untuk mendapat tanggapan adanya komunitas NSJ ini. Sedangkan data sekunder, peneliti peroleh dari data dan dokomentasi, baik yang ada di sosial media ataupun buku atau jurnal bersangkutan tentang NSJ. Page 3 / 77 kalangan perlu mendirikan cabang komunitas Niqab Squad ini di sejumlah provinsi atau kota besar di Indonesia. Awal mula terbentuknya Niqab Squad Indonesia oleh Indadari dan Asti Pratiwi dengan gambaran seorang perempuan yang mengenakan niqab . desain tersebut diunggah di media sosial instagram. Unggahan tersebut memperoleh respon baik dari muslimah bercadar. Pada Februari 2017 dibentuklah komunitas Niqab Squad Indonesia dan pada bulan April 2017 terbentuknya Niqab Squad Jogja (NSJ). Gambar 1. Logo Komunitas Niqab Squad Jogja Filosofi dari logo ini memiliki arti AoAo KeberanianAoAo dalam mengalami naik turunnya perjuangan dinamika kehidupan namun harus tetap kokoh dan kuat. Sedangkan warna yang digunakan adalah warna hitam yang mencerminkan keberanian, kekuatan, keteguhan hati. Sedangkan warna putih melambangkan suci dan bersih. Pada logo tersebut yang diharapkan NSJ menjadi wadah bagi perempuan Yoygakarta dan sekitarnya untuk Komunitas ini diberi nama Niqab Squad Jogja (NSJ) dengan tujuan untuk memudahkan perempuan muslimah dan masyarakat yang ada di Yogyakarta keingintahuan tentang keagamaan serta khususnya cadar. Niqab Squad 8 Gomuslim. id Niqab Squad Indonesia, diakses pada tanggal 20 Juli 2020 9 Diakses dari tempo. co pada tanggal, 31 juli 2020 pukul 08. VOL. 3 NO. Jogja anggotanya untuk memperdalam skill yang mereka miliki sesuai dengan tuntutan Al-QurAoan dan Sunnahnya NSJ juga memanfaatkan media sosial instagram untuk sebagai wadah menyatunya muslimah Yogyakarta dan pengguna media sosial instagram. Dari pemanfaatan media sosial instagram, founder NSJ perlu untuk menampung followers yang berminat bergabung dalam komunitas tersebut. Melalui media sosial instagram NSJ turut melakukan interaksi bisnis dengan menjual merchandise NSJ yang hasilnya akan digunakan untuk keberlangsungan acara yang telah Hal ini bernilai positif mengingat bahwa instagram sebagai fitur dalam lingkup bagi para pemuda. Bertujuan untuk menyebarkan dakwah melalui media sosial instagram. Berdiri sekitar bulan April 2017. NSJ telah memiliki anggota kurang lebih 200 orang yang tergabung dalam grup WhatApp. 10 Pencentus NSJ yaitu Ruri atau disapa dengan sebutan ukhti Ruri. Melalui wawancara salah satu anggota NSJ menjelaskan bahwa terbentuknya NSJ bermula dari antusias ukhti Ruri saat mengetahui salah satu public figure Indonesia yaitu Indadari, mendirikan Niqab Squad berkumpulnya muslimah Indonesia yang mengenakan cadar atau hendak yang akan bercadar serta mengenal Islam lebih dekat. Founder NSJ saat itu pengirim pesan singkat kepada Indadari selaku Founder Niqab Squad 10 Fathayatul Husna. AuNiqab Squad Jogja dan Muslimah Era Kontemporer di IndonesiaAy. Jurnal Al-bayan. Vol. No. 1, 2020. Page 4 / 77 melakukan gathering di wilayah Yogyakarta, bercadar juga dapat ditemukan di Yogyakarta. Antusias founder NSJ dianggap positif oleh Indadari dan diberi amanah untuk mengelolah Niqab Squad untuk sekitar Yogyakarta. Bermula dari amanah tersebut ukhti Ruri membuat akun instagram untuk metode membentuk komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ). Nama akun @niqabsquad_jogja. Menurut hasil penelitian pada akun instragram NSJ memiliki jumlah 1. Kegiatan pertama yang dilakukan komunitas NSJ adalah gethering yaitu kumpul silaturahmi untuk mengenal satu sama lain antar Anggota NSJ mulai dari usia termuda kelas 6 Sekolah Dasar (SD) sampai usia kurang lebih 50 tahun. Disamping itu saat ini NSJ didominasi oleh mahasiswi. Hal ini dinilai sangat efektif karena anak muda saat ini lebih dikenal dengan budaya populer, akan tetapi NSJ mampu membuktikan bahwa anak muda juga perlu untuk dirangkul dan dibimbing dalam pendekatan dalam ajaran Islam. Berdirinya NSJ bukan hanya semata-mata sebagai wadah untuk bercadar, akan tetapi untuk melawan persepsi negatif masyarakat terhadap perempuan bercadar. Ruri sebagai founder NSJ menerangkan bahwa tujuan komunitas ini dibentuk bukan berkumpulnya muslimah bercadar, akan tetapi diluruskan dengan niat untuk umat. Anggota NSJ tidak hanya berasal dari yogyakarta akan tetapi berasal dari Semarang. Solo. Klaten. NSJ sering melakukan kegiatan bakti sosial di berbagai daerah pedalaman Yogyakarta. Barang-barang sumbangan dikumpulkan dari seluruh anggota NSJ dan tidak menutup kesempatan bagi anggota NSJ untuk ikut berpartisipasi. Selain itu anggota VOL. 3 NO. Niqab Squad dari Jakarta tidak jarang mengirimkan barang-barang yang akan disumbangkan melalui founder NSJ. Selain bakti sosial. NSJ setiap bersama dengan mengundang salah satu ustadzah yang akan memimpin Setiap minggunya diberlakukan kajian bergilir dari satu rumah anggota NSJ ke rumah lainnya. Pada awalnya kajian rutin mingguan ini sangat efektif, namun pada akhirnya ustadzah sebagai pemimpin kajian merasa bahwa ilmu harus dibagikan pada masyarakat luas, bukan hanya anggota NSJ. Bermula dari inisiatif tersebut. NSJ mengadakan kajian rutin bulanan untuk umum dilakukan di Mushola Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Masjid Nurul Ashri Deresan. Seperti biasa, kajian ini dibuka untuk umum akan tetapi Seperti kajian yang pernah diadakan pada teanggal 23 Oktober 2019 di Masjid Nurul Ashri Deresan, peneliti mengamati peserta kajian yang hadir, kerja sama antar anggota dan pengisi ceramahnya. Di dalam komunitas NSJ ada lima kepengurusan yang memiliki masing-masing. Pertama, pengurus Syiar, dikoordinir oleh Siti Fatimah yang bertugas mengadakan Syiar Islam masyarakat utamanya pemuda. Tugas pokoknya yaitu mengadakan kajian rutin setiap minggu atau bulannya, dan mengadakan olahraga Sunnah. Kedua yaitu pengurus kreatif yang dikoordinir Vita Khouirunnisa umumnya sebagai produsen dakwah kreatif yang di kemas dengan balutan seni desain grafis dan seni dalam editing video. Tugas pokoknya adalah membuat poster kajian atau kegiatan dan poster dakwah berkala dan merekam video disetiap kegiatan Page 5 / 77 setelah itu di editing sehingga layak untuk dikonsumsi publik. Ketiga, pengurus peduli sosial, tugas umumnya adalah mewujudkan kesetaraan sosial melalui kegiatan masyarakat yang sedang terkena musibah,dan bakti sosial di berbagai Kepengurusan ini dikoordinir Diah Febrianti. Keempat, pengurus Fundrising. Tugas umum dari kepengurusan ini adalah mencari dana menghimpun dana secara kreatif yaitu dengan cara menjual aksesoris seperti topi, pin dan jilbab, yang bertuliskan Niqab. Tugas pokoknya yaitu membuat usaha yang kreatif. Kepengurusan ini dikoordinir oleh Septi Dewi Rahayu. Kelima, adalah kepengurusan Jurnalis. Tri Setiawati. Tugas umumnya adalah mendokumentasikan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas NSJ dan mempublikasikan ke sosial modia Tugas pokoknya menghimpun setiap berita terkait komunitas Niqab Suad dalam Jogja mempublikasikan setiap acara yang telah dilaksanakan oleh komunitas NSJ dan menerbitkan informasi berupa jurnal. Strategi Dakwah Niqab Squad Jogja dalam Mengubah Perspektif Masyarakat Komunitas NSJ menggunakan berbagai strategi dakwah untuk masyarakat pada perempuan bercadar. Para anggota NSJ yang telah tersebar Yogyakarta menjadikan semangat perempuan bercadar untuk terus berdakwah dan tidak berkecil hati meskipun terkadang memakai cadar belum diterima dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, dengan berbagai strategi dakwah VOL. 3 NO. diharapkan akan semakin dihargai dan diterima di masyarakat. Komunitas NSJ menggunakan semua sarana dakwah yang ada, baik media sosial maupun komunikasi secara langsung. Hal itu dilakukan dalam rangka mengatasi perspektif negatif masyarakat terhadap perempuan bercadar. Ukhti Ruri, selaku founder akun instagram @NiqabSquad _Jogja, menyatakan bahwa tujuan terbentuknya komunitas NSJ dengan berbagai macam kegiatan, bukan sebagai saran agar dipuji atau ingin dilihat. Namun, memakai cadar masyarakat agar tidak memandang negatif perempuan bercadar. Mereka harus membuktikan bahwa perempuan bercadar memiliki kegiatan yang positif, bahkan NSJ turut peduli kepada permasalahan masyarakat. Contoh kepedulian masalah sosial penggalangan dana untuk membantu muslim Rohingnya. Untuk bisa menjelaskan berbagai strategi NSJ tersebut, peneliti menguraikannya dengan menggunakan teori jaringan komunikasi,11 sebagaimana berikut: Opinion Leader (Pemuka Pendapa. Opinion Leader . emuka leader atau ketua dalam suatu komunitas untuk memimpin dalam memengaruhi pendapat orang lain tentang suatu inovasi. Dalam kaitan ini, para anggota NSJ meneruskan dakwah atau berbagai macam informasi dengan berpijak pada pandangan bersama yang dikomando oleh pemimpi komunitas NSJ ini untuk diteruskan kepada masyarakat luas. Karena itu, pemimpin atau ketua komunitas menjadi vital Muhammad Arni. Komunikasi Organisasi, (Jakrta. Bumi Aksara, 2. , h. Page 6 / 77 perannya dalam mengembangkan sebuah strategi dakwah kepada komunitas ini. Strategi dakwah yang dilakukan komunitas NSJ adalah dengan cara berakhlak baik dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan. Selain itu, mereka juga berbagi jilbab, peci dan cadar, serta melakukan kegiatan sosial. Hal lain yang dilakukan adalah menjadi peserta bazar di berbagai kegiatan masyarakat, kajian rutin, dan membuat aneka merchandise. Dalam melakukan dakwahnya, ukhti Ruri selaku ketua menyampaikan isi pesan dengan cara santai dan lugas sehingga tidak terkesan kaku. Mereka bercadar pun bisa bersosialisasi deng cara santai, penuh dengan keseriusan, namun tetap dengan sikap yang ramah dan sopan. NSJ sering melakukan kegiatan bakti sosial di berbagai daerah pedalaman Yogyakarta. Barang-barang sumbangan dikumpulkan dari seluruh anggota NSJ. Selain itu, anggota Niqab Squad Jakarta mengirimkan barang-barang yang akan disumbangkan melalui founder NSJ. Selain bakti sosial. NSJ mengadakan kajian setiap minggunya dengan mengundang ustadzah yang sudah dipilih dan sering kali mendakwahkan tentang positivisme cadar bagi perempuan. Kajian NSJ ini diadakan untuk umum bagi para perempuan tentunya Tempatnya Mushola Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Masjid Nurul Ashri Deresan. Pada 25 Oktober 2019 di Masjid Nurul Ashri Deresan, peneliti mengamati bahwa isi kajian yang disampaikan tidak bersifat kaku, karena pemberi materi kajian bersama tim NSJ ikut membahas terkait asmara yang sesuai dengan VOL. 3 NO. petunjuk Allah dalam Al-Quran dan Sunnah. Temanya sesuai dengan peserta yang hadir, yaitu semua Saat kajian berlangsung yang berlokasi di Masjid Nurul Ashri Deresan dipastikan tidak ada pintu dan jendela terbuka. Karena kajian ini pengamanan pada setiap sudut Masjid Nurul Ashri Deresan untuk menjaga pandangan orang yang berada di luar masjid sehingga peserta kajian dengan leluasa mengikuti kajian tanpa merasa risih karena tidak sedikit pesertanya membuka cadarnya saat kajian Hal ini dilakukan karena peserta seluruhnya sesama muslimah dan hal yang sama juga dilakukan oleh ustadzah pengisi kajian. Di samping itu, kegiatan lainnya seperti renang, pelatihan melukis heina . kiran warna di tanga. , serta tata boga. Rangkaian kegiatan tersebut dilakukan oleh anggota komunitas NSJ untuk mengubah perspektik negatif bercadar, karena perempuan bercadar memiliki kegiatan yang baik seperti perempuan pada umumnya. Hal ini menjadi sangat menarik karena komunitas NSJ hanya perempuan yang bergabung di dalamnya. Melihat kerja keras para muslimah ini untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan atau acara yang bertujuan untuk mengubah persepektif negatif masyarakat tentang perempuan bercadar tentunya tidak mudah, tetapi komunitas NSJ memiliki semangat yang kuat dan kerja sama yang sangat hebat. NSJ sangat terbuka bagi kalangan muslimah dan menjadikan NSJ sebagai wadah saling berbagi Ruri menjelaskan bahwa tidak jarang anggota NSJ dan muslimah lainnya sangat antusias untuk mulai mengenakan cadar. Hal ini mendapat respon yang sangat positif dari kepengurusan NSJ. Ruri sebagai ketua Page 7 / 77 NSJ bimbingan dan dasar-dasar Islam mengenai cadar. Dalam bimbingan tersebut Ruri menjelaskan tentang hukum cadar, yakni hukum nya sunnah dan wajib. Bentuk bimbingan ini termasuk salah satu hal yang berat untuk bercdar. Ada banyak kendala hingga memutuskan untuk lepas pakai cadar, yaitu seperti tidak mendapat izin dari orang tua, cemooh dari tetangga atau teman-teman, dianggap teroris, tidak diterima di universitas dan alasan Cadar sangat identik dengan sebagai hal yang mengerikan. Oleh karena itu. Ruri sangat mendukung dikombinasikan dengan warna dan dipadukan dengan warna busana yang Menurut Ruri, hal ini salah menyampaikan kepada masyarakat bahwa perempuan bercadar tidak seperti apa yang mereka bayangkan, justru perempuan bercadar mampu lingkungan dan perkembangan zaman dengan tuntutan tidak keluar dari zona Al-QurAoan dan Sunnah. Disamping Bentuk desain cadar dengan berbagai warna. Ruri perempuan bercadar saat niat mereka memutuskan untuk memakai cadar. Karena sering sekali ditemukan bahwa cadar digunakan sebagai wujud Ruri menekankan bahwa memutuskan untuk bercadar bukan perkara yang sulit, bahkan perempuan muslimah dengan mudah mampu untuk menutup wajahnya dengan kain. Akan tetapi, dasar ajaran Islam untuk sangat perlu diajari sejak dini, bahwa VOL. 3 NO. cadar merupakan pelengkapan pakaian seorang muslimah atas dasar patuh pada ajaran Islam serta berpegang teguh pada Al-QurAoan dan Sunnah. sehingga niat tersebut kuat dalam diri seorang muslimah agar hukum Allah menjadi mudah dimengerti. Strategi Cosmopolites (Kosmopolita. Dengan Cosmopolites (Kosmopolita. dalam teori jaringan komunikasi peneliti menjelaskan kosmopolitan artinya orang yang bergaul dan memiliki Individu menghubungkan organisasi dengan Mengumpulkan informasi yang ada dan memberikan informasi mengenai organisasi kepada orang tertentu. 12 Ruri sebagai ketua NSJ bimbingan dan dasar-dasar Islam mengenai cadar, selain itu pengisi kajian tidak selalu bersifat kaku, sehingga anggota NSJ dan pendengar pada kajian waktu sangat menikmati dengan kajian yang di sampaikan Berdasarkan hasil penelurusan data komunitas NSJ aktif mengadakan kajian keislaman. Selama melakukan mendapatkan data dari beberapa informan yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda di antaranya guru dan mahasiswi. Dengan mendapatkan mengetahui pro dan kontra terhadap komunitas NSJ. Berikut diuraikan masing-masing informan penelitian. Ikmah mahasiswi UGM. Ikmah adalah mahasiswi angkatan 2013 yang sekarang berusia 26 tahun. Ikmah Murodi. Dakwah Islam dan Tantangan Masyarakat Quraisy: Kajian Sejarah Dakwah pada Masa Rasulullah SAW, (Jakarta. Kencana, 2. , h. Page 8 / 77 adalah muslimah yang telah bercadar selama 6 tahun. Hal ini diakui sendiri Ikmah menggunakan cadar yaitu 2 November Hal yang membuat Ikmah akhirnya mantap memilih untuk bercadar karena dia menyadari dirinya yang begitu ekspresif dan pecicilan. Dengan memantapkan memakai cadar. Ikmah selalu mengikuti pengajian rutin di komunitas NSJ, dengan seiring berjalannya waktu Ikmah tersadar akan sikap dan perlakuannya selama Sehingga Ikmah memantapkan diri untuk bercadar. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap informan, diketahui bahwa komunitas NSJ memiliki kesadaran dan pemahaman yang relatif sama muslimah menutup aurat dengan menggunakan hijab. Dalam keterangan ketertarikan Ikmah untuk masuk di komunitas NSJ lebih didasarkan pada kesadaran terhadap ajaran Islam menjaga aurat bagi perempuan melalui penggunaan busana muslimah. Hal ini yaitu wawancara dengan salah satu Ruri komunitas NSJ: AoAoYang membuat saya tertarik menjadi anggota komunitas NSJ karena cara berpakaiannya, dapat menutupi aurat sebagai muslimah, bukan hanya terlihat cantik dari sisi penampilan tapi karena itu merupakan perintah dari Allah swt untuk kaum muslimah selain itu juga ketua dari komunitas NSJ yaitu ukhti Ruri sangat perhatian sama anggota nya entah itu baru atau sudah lama, dari situ ukhti Ruri membimbing di setiap kegiatan dan manampung berbagai cerita dari anggotanya yang baru VOL. 3 NO. memakai cadar atau sudah lamaAoAo. Dengan demikian, informan tersebut tertarik menjadi anggota komunitas NSJ karena memang terdorong untuk menjalankan syariat Islam khususnya menggunakan cadar. Sikap dan perilaku ukhti Ruri tentunya akan berpengaruh terhadap anggotaanggota komunitas NSJ lainnya yang senantiasa istiqomah menjalankan syariat Islam. Ikmah juga menekankan bahwa awal menggunakan cadar karena salah satunya ada dorongan dari ukhti Ruri yang selalu berbicara mengenai syariat bagi kalangan perempuan untuk memakai jilbab dan Dalam kaitan ini. Ikmah berpendapat sebagai berikut: AoAoKetika kita ingin memulai memulainya dengan berilmu, karena ketika kita berilmu tentang hal itu, kita pula kuat mempertahankan ketika ada ombak yang mau merusak kita dalam hal ini ketika saya AoAo14 Informan Khasma perempuan bercadar yang juga sebagai ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak. Selain sebagai ibu rumah tangga, informan Khasma terkadang mengajar anak-anak mengaji di salah satu TPA di dekat tempat tinggalnya. Khasma mengaku dirinya telah bercadar sejak 3 tahun yang lalu. Ketika ia berusia 24 tahun. Informan Khasma untuk mengetahui bagaimana bisa tertarik dengan komunitas NSJ dan berniat untuk memakai cadar. Khasma masuk komunitas NSJ sejak tahun 2018, sebelum masuk komunitas 13 Wawancara dengan Ikmah, pada tanggal 25 Oktober 2019, pukul 09. 14 Wawancara dengan Ikmah, pada tanggal 25 Oktober 2019, pukul 09. Page 9 / 77 NSJ ia sudah memakai cadar. Tujuan masuk NSJ yaitu ingin memperdalam ilmu Agama Islam dengan mengikuti kajian setiap minggunya. Khasma termasuk akhwat yang menggunakan hijab-hijab besar yang panjangnya hingga lutut. Khasma sering mengikuti kajian bersama komunitas NSJ yang berlokasi di Masjid Nurul Ashri Deresan dimana isi ceramah atau kajian tersebut berbicara tentang syariat, dalil atau hadist yang menjelaskan tentang halal haramnya perempuan melakukan suatu tindakan. Ini adalah salah satu pengaruh Ruri di kalangan masjid Nurul Ashri Deresan tempat bernaung. Informan Khasma mengatakan di dalam isi wawancara : AoAoSaat kajian belum di mulai, saya pernah berbincang dengan ukhti Ruri. Beliau mengatakan. AuSeorang perempuan itu ketika keluar rumah. Syaitan itu memperindah dirinya, ya jadi bagaimana kemudian kita bisa meng-cover atau meminimalisir diri, agar kecil peluang setan tidak bisa mengganggu kita. Dari situ saya mantap untuk terus memakai cadar supaya terlindungi dari kaum adam yang belum muhrim. Selain ada ustadzah di setiap kajiannya Ruri anggota nya semangat memakai cadar dan tidak ragu untuk melakukannya, ukhti Ruri itu orangnya hambel beliau selalu anggotanya selain itu juga, di setiap yang beliau kajikan tidak selalu yang serius, tetapi ukhti Ruri juga suka membuat anggota NSJ atau jamaah nya terhibur dengan candaanya. AoAo15 Dengan apa yang dibicarakan oleh ukhti Ruri kepada Khasma. Khasma bercadar tujuannya agar bisa lebih mengurangi hasutan Syaitan bagi dirinya maupun bagi orang yang melihatnya, yaitu laki-laki yang bukan Khasma merasa dengan bercadar dirinya lebih terlindungi dari gangguan luar yang bisa menyebabkan fitnah bagi dirinya. Sejak itu Khasma selalu merenungkan setiap kajian yang iya dengar dalam pertemuan itu. karena keikutsertaan Khasma dalam satu kajian tersebut, juga karena ingin mendalami ilmu agama khususnya mengenai syariat bagi kalangan perempuan untuk menutup aurat dengan menggunakan hijab dan cadar. Informan perempuan muslim bercadar ini adalah seorang ibu dari dua anak perempuan. selain mengurus anak-anaknya dalam keseharian Ima juga sebagai pengusaha dengan membuka usaha jasa perbaikan Ima berusia 27 tahun ini telah menggunakan cadar sejak 2014. Ima dipilih sebagai informan karena peneliti ingin mengetahui bagaimana Ima berkomunikasi dengan pegawaipegawai bahkan pegawainya mayoritas laki-laki . ukan muhri. Dengan adanya teori jaringan komunikasi Liaison (Menghubungka. yang menjelaskan menghubungkan dua klik atau kelompok atau lebih bukan dari anggota dari salah satu 16 Peneliti menghubungkan teori ini dengan data yang saya ambil dari informan Ima bahwa ia harus bisa menghubungkan antara pekerjaannya dengan dirinya yang memakai cadar. Bahwa Ima menghadapi rekan bisnisnya baik pria menggunakan komunikasi-komunikasi 15 Wawancara dengan Khasma, pada tanggal 1 November 2019, pukul 11. 16 Muhammad Arni. Komunikasi Organisasi, h. VOL. 3 NO. Page 10 / 77 berhadapan langsung maupun ketika berkomunikasi jarak jauh. Setiap harinya Ima harus berhadapan dengan rekan bisnisnya baik laki-laki maupun perempuan, ketika berhadapan dengan rekan bisnisnya laki-laki. Ima selalu merasa malu saat laki-laki menatap wajahnya sehingga komunikasi tidak berjalan lancar dan kaku, oleh karena itulah ia berniat untuk memakai cadar, setelah menggunakan cadar. Ima merasakan sebuah ketenangan dan kenyamanan ketika berkomunikasi dengan lawan Ia merasa cadar sebagai benteng yang dapat menjadi pelindung bagi dirinya dari rasa canggung dan malu saat berkomunikasi dengan lakilaki. Informan Ima berkata: AoAoKetika sebelum bercadar, saya merasa kaku ketika berhadapan dengan rekan bisnis laki-laki, tapi setelah bercadar, saya AoAo Fatimah adalah seorang guru yang berusia 25 tahun. Perempuan muslim bercadar yang kesehariannya matematika di suatu perkumpulan kelompok belajar bagi anak-anak yang kurang mampu. Fatimah menjadi anggota Komunitas NSJ sejak tahun Sudah menggunakan cadar sejak kurang lebih satu tahun yang Penentuan Fatimah sebagai informan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tertarik dengan komunitas NSJ sehingga bertekad untuk bercadar. Pendapat disampaikan oleh Fatimah yang bercerita bagaimana alasan masuk komunitas NSJ dan siap menggunakan cadar adalah suatu syariat Islam yang menimbulkan dua perbedaan pendapat dikalangan ulama yaitu wajib dan sunnah, informan Fatimah mengatakan: AuYang saya tahu itu cadar adalah sebuah syariat Islam, hanya ada perbedaan pada syariat ini wajib dan sunnah, di mana kita sudah ketahui sendiri kalau wajib dikerjakan kita akan dapat pahala, kalau sunnah ya tidak dapatkan apa-apa. Kalau sudah dikasih kesempatan mendapat pahala kenapa tidak kita jalani saja, dengan adanya komunitas NSJ saya bisa belajar lebih dalam cara etika bercadar. AoAo18 Karena ada hal yang membuat Fatimah ketentuan syariat menyatakan bahwa yang tidak termasuk aurat itu adalah telapak tangan dan muka, namun menurut logika Fatimah, ketika bertemu seseorang yang pertama kali dilihat adalah bagian wajah dan selanjutnya wajahlah yang menjadi daya tarik. Oleh karena itu. Fatimah merasa sangat aman dan terlindungi ketika telah menggunakan cadar. Salma informan masyarakat yang bertempat tinggal di dekat Masjid Nurul Ashri Deresan Caturtunggal. Salma pernah mengikuti kajian di komunitas NSJ yang saat itu kajiannya di Masjid Nurul Ashri. Salma menilai pengaruh Ruri di kalangan masyarakat menimbulkan ketertarikan, respon positif. Pada dasarnya perempuan bercadar ingin muslim bercadar adalah akhlak Menurut Salma secara garis besar saat ini perempuan bercadar sudah lebih berani dalam berinteraksi ke lingkungan masyarakat salah satunya komunitas NSJ ini. Meskipun dengan atribut pakaian yang tertutup, namun perempuan bercadar merasa tidak ada hal menghambat saat 17 Wawancara dengan Ima, pada tanggal 1 November, pukul 12. 18 Wawancara dengan Fatimah, pada tanggal 25 Oktober 2019, pukul 10. VOL. 3 NO. Page 11 / 77 berkomunikasi dan interaksi. Informan Salma mengatakan bahwa: AoAoSalma mengatakan bahwa Ruri berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat seringkali dahulu, karena orang lain menyapa perempuan bercadar terlebih dahulu, contohnya seperti. Ruri menyapa atau memberi salam. AoAo19 Peneliti terhadap komunitas NSJ. Informan mahasiswi UIN Sunan Kalijaga, menurut ia bercadar adalah hambatan dalam berkomunikasi karena cadar menutup sehingga terkadang orang yang diajak bicara tidak mendengar apa yang disampaikan oleh perempuan Seperti yang dialami oleh Deby, ketika akan mengikuti kajian bersama komunitas NSJ, saat itu Deby sedang ingin bertanya kepada anggota NSJ yang memakai cadar. Saat itu tempatnya juga rame dengan suara keras Deby bertanya, tetapi Deby tidak mendengar apa yang dikatakan oleh anggota NSJ itu, lalu Deby agak maju dari tempat duduknya agar-agar dapat mendengar suara anggota komunitas NSJ tersebut. Informan mahasiswi UGM, dia merasa kesusahan membaca ekspresi wajah teman yang memakai cadar. Dan kesusahan ketika berada di keramaian menyampaikan pesan. AoAoKalo bicara dengan teman memakai cadar kesulitannya itu mengenali siapa yang saya ajak wajahnya entah dia senyum 19 Wawancara dengan Salma Fauziah, pada tanggal 23 Agustus 2020. Pukul 10. 20 Wawancara dengan Deby Lestari, pada tanggal 12 Desember 2019. Pukul 09. VOL. 3 NO. atau manyun. Dari mata mungkin kalo senyum masih Jadi kesulitannya di situ. Trus kalo lagi rame, biasanya orang bisa lihat umik-umik . erakan bibi. mulutnya, kalo mengeraskan suarnya, atau berbisik, atau terpaksa menulis di kertas gitu hehe jawab muti. AoAo Setelah dilakukan penelitian selama kurang lebih 3 bulan di Yogyakarta, dapat diuraikan data lapangan mengenai pro dan kontra terhadap perempuan bercadar di komunitas NSJ. Data lapangan diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap informan. Proses observasi dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung ke komunitas NSJ, yaitu di Masjid Nurul Ashri Deresan Kecamatan Catur Tunggal Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta. Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang pro dan kontra terhadap komunitas NSJ. Sementara tahap wawancara penelitian ini dilaksanakan bersamaan dengan proses observasi, dimana wawancara terhadap mereka. Dalam meminta semua informan bersedia diwawancarai sehingga peneliti tidak mengalami kendala selama proses penelitian di lapangan agar berjalan dengan lancar. Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka peneliti menguraikan tiga aspek bagaimana strategi dakwah NSJ dalam Faktor pendukung dan penghambat di komunitas NSJ dan Page 12 / 77 menganalisis masyarakat terhadap komunitas NSJ. Gatekeeper (Penyeleksi Informas. Gatekeper . enyeleksi informas. yaitu seseorang yang mengendalikan atau menyeleksi segala informasi yang akan disebarkan atau organisasi tersebut. Dengan adanya melalui instagram admin NSJ bisa eksistensi komunitas NSJ dan menjadi media tersebut untuk salah satu ladang Dalam beberapa unggahan @niqabsquad_jogja menginformasikan seputar nasihat ajaran Islam dan jadwal kajian. Perempuan bercadar di NSJ dalam pembentukan diri untuk bercadar dengan berbeda-beda latar belakang dan faktor pendukung. Ada yang memulai dari rasa malu atas kejadian trauma, ada yang dari ketidak nyamanan akan lingkungan kerja, serta ada yang memulai dari sebuah anjuran dari orang terdekat yang mendasari memutuskan untuk bercadar. hal itu, yang utama meminta izin terlebih dahulu dengan orang terdekat seperti orang tua atau suami sehingga menjadi faktor dalam mematangkan keputusan untuk bercadar. Perempuan bercadar merasa bercadar mereka lebih menjaga jarak kepada laki-laki, bercanda tidak Bercadar sebenarnya tidak menghambat mereka dalam berkomunikasi, anggota NSJ mengakui masih menggunakan media sosial Dedy Hertano. AoAoAnalisis Struktur Jaringan Komunikasi dan Peran Aktor Dalam Penerapan Teknologi Budidaya Kentang (Petani Kentang Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malan. ,AoAoJurnal Habitat. Vol. No. 2, 2016, h. Walaupun wajah tidak terlihat secara keseluruhan, namun komunikasi tetap dapat dipahami dengan kontak mata dan gesture Ada memakai cadar. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum cadar adalah sunnah, dan ada yang berpendapat hukumnya wajib. Syaikh Muhammad bin Shalil Al-Utsaimin berpendapat bahwa cadar itu wajib, beliau mengatakan bahwa pandangan laki-laki yang sudah balig kepada mahramnya tanpa ada kebutuhan darinya, maka tidak boleh melihat sesuatu pun darinya. Bridge (Jembatan Penghubun. Anggota kelompok atau klik menghubungkan kelompoknya dengan kelompok lainnya. Membantu saling memberi informasi diantara kelompok Peneliti akan memaparkan hasil wawancara dengan informan anggota NSJ yang menjadi kepengurusan syiar atas nama Siti Fatimah. Fatimah adalah kelulusan UGM angkatan 2011 ia berusia 28 tahun. Fatimah adalah dakwah komunitas NSJ melalui sosial media instagram. WhatsApp, dan facebook, tetapi untuk saat ini Siti Fatimah fokus dengan salah satu media sosial yaitu instagram, karena instragram saat ini banyak diminati oleh kalangn muda. Dengan itu fatimah mudah untuk menyebarkan dakwah atau informasi tentang VOL. 3 NO. 22 Albani. Jilbab Perempuan Muslimah, (Yogyakarta: Media Hidayah, 2. , h. 23 Muhammad Arni. Komunikasi Organisasi, h. Page 13 / 77 komunitas NSJ. Selain itu WhatsApp juga digunakan untuk menyebarkan informasi atau dakwah kepada anggota NSJ saja. Berbeda dengan instagram. Menurut informan Siti Fatimah Ukhti Ruri sangat tidak melarang anggota NSJ untuk tidak mengikuti organisasi Ukhti Ruri Karena dengan mengikuti Selian perempuan bercadar. Liaion (Menghubungka. Peranannya brigde, menhubungkan dua klik atau kelompok atau lebih bukan dari anggota dari salah satu kelompok. Tetapi secara deskripsi pekerjaan Liaison lebih kompleks serta resmi. Dari hasil wawancara di atas dengan informan kepengurusan NSJ yaitu Siti Fatimah, bisa peneliti simpulkan bahwa dengan adanya Liaison yaitu tugas untuk mencapai sebuah dakwah terbaik melalui media sosial atau secara langsung dari satu komunitas dengan yang lainnya. Menurut Siti Fatimah, tugasnya sebagai kontak utama untuk informasi itu kepada khalayak. Dengan meminta doa atau meminta donasi. Apabila NSJ masalah-masalah yang bersangkutan dengan perempuan bercadar ia akan memghubungi Siti Fatimah. Siti Fatimah berusaha menyampaikan pesannya dengan baik dan mudah Harapannya anggota NSJ atau masyarakat bisa menerima informasi dengan baik. Siti Fatimah mengharapkan bahwa dengan adanya dakwah melalui media sosial masyarakat bisa mengubah perspektif negatif tentang perempuan bercadar. Isolate (Penyendir. Anggota mempunyai sedikit kontak dengan Disebabkan karena dia sengaja menyembunyikan diri atau di asingkan teman-temannya AoAoMenurut informan Siti Fatimah tidak sedikit yang mengalami hal seperti itu, ada beberapa anggota yang bercerita kepada Ruri membuli atau mengasingkan ketika ia sekolah atau kuliah dengan memakai cadar, saat itu ukhti Ruri menenangkan nya kepada anggota NSJ tersebut. Dengan adanya kajian setiap minggunya dengan memberikan materi tentang bercadar dan memberikan motivasi kepada anggota NSJ, hal itu membuat anggota NSJ menjadi pede dan tidak takut memakai cadar. AoAo Dengan itu peneliti mengambil teori jaringan komunikasi yaitu untuk mengetahui seberapa berhasil dakwah dalam komunitas Niqab Squad Jogja. Dengan adanya teori opinion leader yang artinya yaitu pemuka pendapat, di komunitas NSJ peneliti mengetahui di adanya Leader atau ketua di komunitas NSJ untuk memimpin dan berdakwah tau mengajak kedalam hal yang positif dan membuat visi misi komunitas NSJ tercapai tujuannya. Karena itu pemimpin komunitas menjadi vital dalam mengembangkan sebuah strategi dakwah kepada masyarakat agar perempuan bercadar 24 Wawancara dengan Siti Fatimah, pada tanggal 18 September 2020. Pukul 11. Muhammad Organisasi, h. VOL. 3 NO. Arni. Komunikasi Page 14 / 77 bisa diterima. Teori Cosmopolites yang artinya orang yang bergaul dan memiliki pengaruh luas. Peneliti menyimpulkan dengan adanya Ruri memberikan nasihat tentang dasardasar Islam mengenai cadar. Disamping itu ada gatekeeper yang artinya penyeleksi informasi dimana didalam komunitas NSJ mengendalikan atau menyeleksi segala informasi yang akan disebarkan atau informasinya tersampaikan dengan baik sehingga masyarakat bisa menilai positif terhadap perempuan bercadar khususnya komunitas NSJ. Di teori jaringan komunikasi ada bridge yaitu jembatan atau penghubung untuk saling memberi informasi antar komunitas NSJ, karena dengan memberikan informasi akan membuat anggota NSJ atau masyarakat lainnya bisa mengetahui akan informasi Peneliti memiliki informan yang menjadi kepengurusan syiar di komunitas NSJ. Didalam teori ini sangat penting dengan adanya bridge karena ini adalah salah satu jembatan untuk komunitas NSJ agar bisa melancarkan dakwahnya yang efektif sehingga tidak terjadi kesalahfahaman. Bisa peneliti simpulkan bahwa dengan adanya Liaison yaitu tugas untuk mencapai sebuah dakwah terbaik melalui media sosial atau secara langsung dari satu komunitas dengan yang lainnya. Menurut Siti Fatimah, tugasnya sebagai kontak utama untuk informasi itu kepada khalayak. Dengan adanya isolate atau penyendiri yang di asingkan oleh teman-temannya dalam sebuah organisasi misalnya sekolah karena dia berbeda dengan yang lain. VOL. 3 NO. Ruri selalaku ketua komunitas NSJ selalu menenangkan dan memberikan motivasi kepada anggota NSJ tersebut. Kesimpulan Dalam disimpulkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan komunitas Niqab Squad Jogja (NSJ) yaitu dengan cara berakhlak baik dengan masyrakat dalam berbagai kegiatan. Seperti, berbagi jilbab, cadar, gathering, melakukan bakti sosial, menjadi peserta bazzar, kajian rutin dan membuat aneka merchandise, kegiatan lainnya seperti renang, pelatihan melukis heina . kiran warna di tanga. , serta tata boga. Di dalam kajian NSJ menyampaikan isi pesan dengan cara santai dan lugas sehingga bercadar pun bisa bersosialiasasi dengan cara yang santai penuh dengan keseriusan namun tetap dengan sikap ramah dan sopan santun. Dapat disimpulkan bahwa NSJ sejauh ini berhasil dalam mengatasi perspektif perempuan bercadar, hal ini didukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan NSJ diantaranya adalah kerjasama antara organisasi. Daftar Pustaka