Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Hubungan Kadar Kolesterol. Kebiasaan Merokok. Jenis Kelamin. Dan Pekerjaan Dengan Kejadian Hipertensi Pasien di RSPBA The Correlation Between Cholesterol Levels. Smoking Habits. Gender, and Occupation with the Incidence of Hypertension in Patients at RSPBA Hospital Endah Rachmawati1. Dessy Hermawan1. Khoidar Amirus1. Noviansyah1. Nova Muhani1 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: endahndoy8@gmail. ABSTRAK Hipertensi merupakan sillent killer yang akan muncul sekaligus memburuk secara tiba-tiba tanpa gejala yang jelas. Data dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2022 mengatakan bahwa jumlah estimasi penderita hipertensi usia lebih dari 15 tahun 791 penderita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kadar kolesterol, kebiasaan merokok, jenis kelamin dan pekerjaan dengan kejadian Jenis penelitian ini kuantitatif pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan Februari 2024 di RS. Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung. Populasi pasien rawat jalan poli penyakit dalam periode Januari-Desember 2023 sebanyak 083 pasien dengan sampel sebanyak 376 pasien menggunakan metode metode probability sampling dan teknik yang digunakan systematic random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Ada hubungan antara kebiasaan merokok . -value=0. , jenis kelamin . value=0. , kadar kolesterol . -value=0,. dan pekerjaan . -value=0. Masyarakat dengan kebiaasan merokok diharapkan untuk bulatkan tekat atau meyakinkan diri untuk berhenti merokok, berhenti merokok total dengan bertahap dan mengurangi jumlah rokok yang dihisap setiap harinya, berolahraga rutin dan teratur seperti jogging atau yoga, mendapat dukungan keluarga dan kerabat sebagai pengingat diri, dan konsultasi dokter untuk terapi merokok. Kata Kunci: Hipertensi. Kadar Kolesterol. Kebiasaan Merokok. Jenis Kelamin. Pekerjaan ABSTRACT Hypertension is silent killer that will appear and worsen suddenly without clear symptoms. Data from Lampung Provincial Health Service Profile 2022 states that estimated number of hypertension sufferers aged over 15 years is 2,175,791 sufferers. The aim of this study to analyze the relationship between cholesterol levels, smoking habits, gender and occupation and the incidence of hypertension. This type of research is a quantitative cross sectional approach. The research was carried out in February 2024 at the hospital. RSPBA Lampung. The population of poly-disease outpatients in the January-December 2023 period was 16,083 patients with a sample of 376 patients using probability sampling methods and systematic random sampling techniques. The data analysis used is univariate, bivariate and multivariate. Based on the research results, there is a relationship between smoking habits . -value=0. , gender . -value=0. , cholesterol levels . value=0. and occupation . -value=0. People with smoking habits are expected to make up their minds or convince themselves to stop smoking, exercise regularly and regularly such as jogging or yoga, get support from family and relatives as a reminder to themselves, and consult a doctor. for smoking therapy. Keywords: Hypertension. Cholesterol Levels. Smoking Habits. Gender. Occupation Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah tinggi dimana tekanan di pembuluh darah yang terlalu tinggi . /90 mmHg ataupun lebih Penderita mungkin tidak mengalami mengetahui dengan periksa tekanan darah. Hal tersebut menjadi serius apabila tidak segera diobati (Manuntung, 2. Jumlah dari penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan tahun 2024 terdapat 1,5 miliar yang terkena penyakit tersebut dan setiap tahunnya 10,94 juta penderita meninggal karena hipertensi serta komplikasinya (P2PTM Kemenkes RI. Terdapat dua fakor risiko yang bisa diubah salah satunya yaitu pola makan tidak sehat . inggi lemak, berlebihan konsumsi garam, rendah asupan sayur dan bua. , aktivitas fisik kurang, konsumsi berlebih alkohol dan tembakau, dan Selain itu faktor risiko yang tidak bisa diubah yaitu jenis kelamin, riwayat keluarga hipertensi, usia lebih dari 65 tahun, dan riwayat penyakit penyerta (World Health Organization (WHO), 2. Secara global pada 16 Maret 2023 terdapat 1,28 miliar orang berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Jumlah penderita hipertensi meningkat dari tahun 1975 sebanyak 594 juta dan tahun 2015 menjadi 1,13 miliar dengan peningkatan menengah dan rendah. Terdapat 46% penderita hipertensi yang tidak menyadari akan penyakit tersebut, kurang separuh orang . %) penderita hipertensi yang sudah didiagnosis dan diobati dan sekitar satu dari lima . %) penderita dapat mengendalikan (World Health Organization (WHO), 2. Riskesdas pada tahun 2018 menyatakan angka kejadian penyakit hipertensi usia lebih dari 18 tahun sebesar 34,1% tertinggi di daerah Kalimantan Selatan . ,1%) sedangkan daerah terendah di Papua sebanyak . ,2%). Perkiraan jumlah hipertensi di Indonesia sebesar 63,3 juta dan angka kematian sebesar 427. (P2PTM Kemenkes RI, 2. Menteri Kesehatan Provinsi Daerah (Kabupaten/Kot. Standar Pelayanan Minimal kesehatan yang berguna untuk promotif dan preventif . eningkatan kesehatan, pengobatan tepat, mencegah kecacatan Capaian pelayanan dasar SPM Kesehatan harus (Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia, 2. Data dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2022 mengatakan bahwa jumlah estimasi penderita hipertensi usia lebih dari 15 tahun berjumlah 2. Daerah yang memiliki angka kejadian hipertensi tertinggi salah satunya di Tulang Bawang berjumlah 462. Lampung Timur sebesar 270. orang, dan Bandar Lampung sebesar 001 penderita. Pelayanan penderita Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung 2022 yang telah mencapai target SPM hanya Kota Bandar Lampung sebesar 108,4% namun hipertensi masih menduduki tiga penyakit tertinggi sebesar 9,2% (Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, 2. Hasil dari data rekam medik RS. Pertamina Bintang Amin pada tahun 2021 sebanyak 763 . ,8%) pasien poli penyakit dalam yang mengalami hipertensi, tahun 2022 mengalami sedikit kenaikan dengan jumlah 780 . ,1%) pasien dan pada tahun 2023 003 . ,4%) pasien poli penyakit dalam yang mengalami hipertensi. Hal tersebut dapat disimpulkan setiap tahunnya angka kejadian hipertensi pada pasien poli penyakit dalam RS. Pertamina Bintang Amin mengalami sedikit kenaikan Hipertensi sangat berhubungan dengan kinerja jantung, maka apabila individu memiliki hipertensi dapat mengakibatkan terjadi penyakit lebih parah terutama yang berkaitan dengan kardiovaskular (Ridwan. Dislipidemia penumpukan . dan penyakit arteri koroner meningkat pada seseorang. (Utama, 2. Rokok memiliki kandungan seperti nikotin dan karbonmonoksida yang sangat berbahaya bagi tubuh. Nikotin akan melepas hormon adrenalin dari otak seseorang dan menjadikan pembuluh darah sempit dan memaksa kinerja jantung lebih Selain itu karbonmonoksida akan mengubah dan menggantikan oksigen dalam darah tubuh (Manuntung, 2. Menurut Spencer bahwa wanita menopause memiliki hormone estrogen yang rendah. Ketika HDL rendah akan terjadi peningkatan dari low density lipoprotein (LDL) yang akan menyebabkan atherosclerosis sehingga Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. tekanan darah tubuh akan menjadi tinggi (Falah. Seseorang aktif cenderung memiliki detak dari jantung lebih meningkat. Semakin meningkat detak dari jantung seseorang semakin keras pula jantung untuk bekerja tiap kontraksi dan semakin meningkatnya desakan dinding pembuluh (Hardati dan Ahmad, 2. Presurvey yang peneliti lakukan pada hasil data rekam medik pasien poli penyakit dalam yang memiliki penyakit hipertensi dalam bulan Desember 2023 sekitar 53,8% pasien dengan kadar kolesterol tinggi, pasien dengan kebiasaan merokok setiap harinya 54,9%, terdapat 44% pasien lakilaki dan 56% pasien perempuan, dan sebanyak 50% pasien tidak bekerja. Hal tersebut menjadi permasalahan cukup besar karena banyaknya pasien hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang meningkatkan hipertensi sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan kadar kolesterol, kebiasaan merokok, jenis kelamin, dan pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RS. pertamina bintang amin Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol, kebiasaan merokok, jenis kelamin, dan pekerjaan dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023. HASIL Analisis Univariat Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Usia Remaja Akhir Dewasa Awal Dewasa Akhir Lansia Awal Lansia Akhir Manula Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Pekerjaan Tidak Bekerja METODE Penelitian menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2024 di RS. Pertaina Bintang Amin. Populasi semua pasien rawat jalan poli penyakit dalam RS. Pertamina Bintan Amin tahun 2023 dengan 083 pasien berdasarkan laporan rekam medik Januari-Desember 2023. Adapun sampel diambil 376 orang dengan metode probability sampling dan teknik systematic random sampling dimana sampel diambil secara acak dan sampel lain Kriteria penelitian yaitu pasien rawat jalan poli penyakit dalam di RS. Pertamina Bintang Amin periode JanuariDesember 2023 dan subjek berusia >18 Variabel penelitian ini terdiri dari Kadar Kolesterol. Kebiasaan Merokok. Jenis Kelamin, dan Pekerjaan. Variabel penelitian ini yaitu kejadian Hipertensi. Penelitian dengan alat ukur data yaitu rekam medik dan menggunakan sebuah lembaran observasi. Jenis data yang digunakan data sukender dari rekam medik pasien rawat jalan poli penyakit dalam di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023. Analisis data pada penelitian ini dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat Frekuensi . Persentase 0,5% 1,3% 6,9% 21,0% 31,6% 38,6% 44,7% 55,3% 49,5% Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Bekerja Total Berdasarkan tabel 1 Karakteristik data responden dari 376 pasien diketahui frekuensi terbanyak yaitu manula dengan 145 . ,6%), jenis kelamin paling banyak adalah perempuan sebanyak 208 . ,3%) 50,5% sedangkan laki laki berjumlah 168 . ,7%) dan pekerjaan di ketahui terbanyak yaitu responden yang bekerja 190 . ,5%) dan tidak bekerja 186 . ,5%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Hipertensi. Kebiasaan Merokok. Jenis Kelamin, dan Pekerjaan Variabel Frekuensi . Persentase Hipertensi Tidak Hipertensi 36,2% Hipertensi 63,8% Kebiasaan Merokok Tidak Merokok 47,1% Merokok 52,9% Jenis Kelamin Laki-Laki 44,7% Perempuan 55,3% Pekerjaan Bekerja 50,5% Tidak Bekerja 49,5% Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat hipertensi sebanyak 240 orang . ,8%), kebiasaan merokok sebanyak 199 orang . ,9%), sebanyak 208 orang . ,2%), dan sebagian besar pasien bekerja sebanyak 190 orang . ,5%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kadar Kolesterol Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 95% CI Variabel Min Max Mean Lower Upper Bound Bound Kadar 191,03 48,878 186,08 195,99 Kolesterol Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 376 pasien didapat nilai kadar kolesterol minimum sebesar 100 mg/dl dan nilai maksimum sebesar 289 mg/dl. Adapun rata-rata kadar kolesterol sebesar 191,03 mg/dl dengan standar deviasi 48,878. Tabel 4. Uji Normalitas Kadar Kolesterol Pasien Rawat Jalan Di. RS Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Variabel Kolmogorov-Smirnov Kadar Kolesterol Statistic Sig. 0,072 0,000 Berdasarkan tabel 4 Hasil uji normalitas dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov karena sampel >50 . Dari tabel 4. 4 dilihat bahwa dari analisis tersebut diperoleh nilai signifikansi <0,05 sehingga disimpulkan bahwa data sehingga untuk melakukan analisis bivariat digunakan uji statistic non parametrik yaitu uji Man-Whitney Test. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Analisis Bivariat Tabel 5. Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Hipertensi Mean Sum of Sig. Rank Ranks Kadar Tidak 136 112,81 15342,50 Kolesterol Hipertensi 0,000 Hipertensi 240 231,39 55533,50 Berdasarkan tabel 5 di atas diketahui bahwa nilai rata rata kadar kolesterol pada pasien tidak hipertensi adalah 112,81 mg/dl sedangkan pada pasien hipertensi adalah 231,39 mg/dl. Analisis Man-Whitney distribusi dan transformasi data tidak Didapatkan p= 0,000 (<0. disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dengan kejadian hipertensi. Tabel 6. Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Kebiasaan Merokok Tidak Merokok Merokok Hipertensi Tidak Hipertensi Hipertensi 101 57,1 139 69,8 Berdasarkan tabel 6 di atas dengan menggunakan uji chi-square diketahui dari 177 orang yang tidak merokok 76 orang . ,9%) tidak hipertensi dan 101 orang . ,1%) mengalami hipertensi. Sedangkan dari 199 yang merokok 60 orang . ,2%) tidak hipertensi dan 139 orang . ,8%) mengalami hipertensi. uji Chi Square menunjukkan p-value= 0,010 dimana Total OR (CI95%) 0,010 1,743 . ,1402,. kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas didapatkan nilai OR= 1,743 yang menyatakan bahwa pasien yang memiliki kebiasaan merokok kemungkinan 1,743 kali lipat mengalami hipertensi dibandingkan pasien yang tidak merokok. Tabel 7. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Hipertensi Tidak Hipertensi Hipertensi 146 70,2 Berdasarkan tabel 7 di atas dengan menggunakan uji chi-square diketahui dari 168 orang berjenis kelamin laki laki 74 orang . ,0%) tidak hipertensi dan 94 orang . ,0%) mengalami hipertensi. Sedangkan dari 208 yang berjenis kelamin perempuan 62 orang . ,8%) tidak . ,2%) Total OR (CI95%) 0,004 1,854 . ,2112,. mengalami hipertensi. uji Chi Square menunjukkan P-value= 0,004 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas didapatkan nilai OR= 1,854 yang menyatakan bahwa pasien yang Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. berjenis kelamin perempuan kemungkinan 1,854 kali lipat mengalami hipertensi dibandingkan pasien laki-laki. Tabel 8. Hubungan Pekerjaan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Hipertensi Tidak Hipertensi Hipertensi 106 55,8 134 72,0 Berdasarkan tabel 8 di atas dengan menggunakan uji chi-square diketahui dari 190 orang yang bekerja 84 orang . ,2%) tidak hipertensi dan 106 orang . ,8%) mengalami hipertensi. Sedangkan dari 186 yang tidak bekerja 52 orang . ,0%) tidak . ,0%) mengalami hipertensi. uji Chi Square menunjukkan P-value= 0,000 dimana Total OR (CI95%) 0,001 2,042 . ,3293,. kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas didapatkan nilai OR= 2,042 yang menyatakan bahwa pasien yang tidak bekerja kemungkinan 2,042 kali lipat mengalami hipertensi dibandingkan pasien yang bekerja. Tabel 9. Analisis Stratifikasi Kadar Kolesterol. Hipertensi. Dan Kebiasaan Merokok Hipertensi Kebiasaan Merokok Tidak Merokok Tidak Kolesterol Kolesterol Total Merokok Tidak Kolesterol Kolesterol Total Berdasarkan tabel 9 di atas di ketahui pasien tidak merokok yang tidak kolesterol banyak didapatkan pasien tidak hipertensi sebanyak 70 orang . ,7%) dan pasien tidak merokok yang kolesterol tinggi banyak didapatkan pasien yang hipertensi sebanyak 76 orang . ,7%). Selain itu Tidak Hipertensi 73,7% 7,3% 42,9% 43,4% 5,7% 30,2% Hipertensi Total 26,3% 92,7% 57,1% 56,6% 94,3% 69,8% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% pasien merokok yang tidak kolesterol banyak didapatkan pasien hipertensi sebanyak 73 orang . ,6%) dan pasien merokok yang kolesterol tinggi banyak didapatkan pasien yang hipertensi 66 orang . ,3%). Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Tabel 10. Analisis Stratifikasi Jenis Kelamin. Hipertensi. Dan Kadar Kolesterol Hipertensi Kadar Kolesterol Tidak Hipertensi Total Hipertensi Tidak Kolesterol Laki-Laki 62,8% 37,2% 100,0% Perempuan 49,5% 50,5% 100,0% Total 56,3% 43,8% 100,0% Kolesterol Laki-Laki 5,5% 94,5% 100,0% Perempuan 7,2% 92,8% 100,0% Total 6,6% 93,4% 100,0% Berdasarkan tabel 10 di atas diketahui pasien tidak kolesterol yang laki-laki didapatkan tidak hipertensi 71 orang . ,8%) dan pasien tidak kolesterol yang didapatkan yang mengalami hipertensi sebanyak 56 orang . ,5%). Selain itu pasien dengan kolesterol tinggi yang laki-laki didapatkan yang hipertensi sebanyak 52 orang . ,5%), dan pasien kolesterol tinggi berjenis kelamin perempuan banyak didapatkan yang mengalami hipertensi sebanyak 90 orang . ,8%). Tabel 11. Analisis Stratifikasi Kebiasaan Merokok. Hipertensi. Dan Jenis Kelamin Hipertensi Jenis Kelamin Tidak Hipertensi Total Hipertensi Laki-Laki Tidak Merokok 55,0% 45,0% 100,0% Merokok 38,0% 62,0% 100,0% Total 44,0% 56,0% 100,0% Perempuan Tidak Merokok 36,8% 63,2% 100,0% Merokok 20,9% 79,1% 100,0% Total 29,8% 70,2% 100,0% Berdasarkan tabel 11 di atas dari hipertensi, dan jenis kelamin diketahui pasien laki-laki yang tidak merokok banyak didapatkan tidak hipertensi sebanyak 33 orang . ,0%), dan pasien laki-laki yang merokok banyak didapatkan pasien yang hipertensi sebanyak 67 orang . ,0%). Selain itu pasien perempuan yang tidak merokok banyak didapatkan hipertensi sebanyak 74 orang . ,9%), dan pasien didapatkan yang mengalami hipertensi 72 orang . ,1%). Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Analisis Multivariat Tabel 12. Tabel 16. Uji Interaksi 0,001 0,042 1,064 15,859 3,072 0,080 11,641 0,008 1,797 0,180 0,990 1,024-1,105 1,105227,598 0,748181,124 0,975-1,005 0,008 1,501 0,221 0,991 0,976-1,006 Variabel Wald Kadar Kolesterol Kebiasaan Merokok 0,062 2,764 0,019 1,359 10,146 4,135 Jenis Kelamin 2,455 1,400 Kadar Kolesterol by Kebiasaan Merokok Jenis Kelamin By Kadar Kolesterol 0,010 0,010 Berdasarkan tabel 16 diketahui hasil uji interaksi memperlihatkan dimana variabel kadar kolesterol dengan kebiasaan merokok memiliki nilai p-value 0,180 serta OR=0,990. Variabel jenis kelamin dengan kadar kolesterol p-value=0,221 serta OR=0,991. Variabel memiliki p-value kurang dari 0,05, berarti di simpulkan bahwa terdapat tidak ada interaksi antara kadar kolesterol dengan kebiasaan merokok dan jenis kelamin dengan kadar kolesterol. Model yang valid adalah model tanpa PEMBAHASAN Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Diketahui bahwa ditemukan pada 376 dengan nilai rata rata kadar kolesterol pada pasien tidak hipertensi adalah 112,81 mg/dl sedangkan pada pasien hipertensi adalah 231,39 mg/dl. Analisis uji statistik Man-Whitney distribusi dan transformasi data tidak Didapatkan p= 0,000 (<0. disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dengan kejadiaan hipertensi. Dari hasil penelitian di atas sejalan dengan teori bahwa kadar kolesterol akan menurunkan permeabilitas pembuluh darah pembuluh darah dan dapat menyebabkan . Kelebihan kolesterol akan zat-zat mengendap dalam pembuluh darah arteri dan menyebabkan terjadinya plak atau sumbatan yang disebut artherosklerosis. Penyempitan pembuluh darah tersebut menyebabkan jantung bekerja lebih keras agar dapat memenuhi kebutuhan darah ke (Permatasari. Suriani Kurniawan, 2. Menurut peneliti, adanya hubungan signifikan antara kadar kolesterol pasien dengan kejadian hipertensi di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 salah satunya karena kadar kolesterol yang tidak terkontrol selain itu asupan makanan lemak yang berlebihan dan menyebabkan zat-zat tersebut mengendap dalam pembuluh darah sehingga terjadi plak atau sumbatan yang dapat mengakibatkan penyempitan dari pembuluh darah sehingga jantung bekerja lebih berat untuk memenuhi kebutuhan darah ke seluruh jaringan dan mengakibatkan tekanan darah tubuh menjadi tinggi. Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Berdasarkan menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga Penyakit Tidak Menular . Dari analisis diatas diperoleh pAevalue = 0. Diketahui dari 177 orang yang tidak merokok 76 orang . ,9%) tidak . ,1%) mengalami hipertensi. Sedangkan dari 199 Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. yang merokok 60 orang . ,2%) tidak . ,8%) Dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan p-value= 0,010 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas didapatkan nilai OR= 1,743 yang menyatakan bahwa pasien yang memiliki kebiasaan merokok kemungkinan 1,743 kali lipat mengalami hipertensi dibandingkan pasien yang tidak merokok. Hasil penelitian sejalan dengan teori bahwa Merokok menyebabkan denyut jantung dan kebutuhan oksigen untuk disuplai ke otot jantung mengalami Bagi penderita aterosklerosis Zat berbahaya pada rokok nikotin dan karbonmonoksida. Hemoglobin pada darah akan berkaitan dengan karbonmonoksida menggantikan ikatan oksigen dalam darah sehingga memaksa jantung memompa untuk memasukan oksigen yang cukup dalam organ dan jaringan tubuh (Sari, 2. Menurut hipertensi pada pasien rawat jalan di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023. Faktor Aefaktor pencetus kejadian hipertensi salah satunya kebiasaan merokok meningkatkan mengandung nikotin dan karbon monoksida yang memiliki pengaruh terhadap tekanan darah tubuh. Nikotin dapat memicu penyempitan pembuluh darah. Sedangkan kerusakan hemoglobin darah sehingga menumpuk dan terjadi penebalam dinding pembuluh darah. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Diketahui dari 168 orang berjenis kelamin laki laki 74 orang . ,0%) tidak . ,0%) mengalami hipertensi. Sedangkan dari 208 yang berjenis kelamin perempuan 62 orang . ,8%) tidak hipertensi dan 146 orang . ,2%) mengalami hipertensi. Dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan P-value= 0,004 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas OR= 1,854 menyatakan bahwa pasien yang berjenis kelamin perempuan kemungkinan 1,854 dibandingkan pasien laki-laki. Hasil penelitian sejalan dengan teori bahwa Hipertensi lebih sedikit terjadi pada wanita <45 tahun karena hormon estrogen menyebabkan elastis pada pembuluh darah jika pembuluh darahnya elastis maka tekanan darah akan menurun tetapi jika menopause sudah terjadi pada wanita tekanan darahnya akan sama dengan tekanan darah pada laki- laki (Aristoteles. Hormon estrogen memiliki fungsi meningkatkan high density lipoprotein (HDL) yang berperan dalam menjaga kesehatan dalam pembuluh darah manusia. Kadar estrogen akan menurun disertai penurunan kadar HDL apabila tidak diikuti gaya hidup sehat. Ketika HDL rendah akan terjadi peningkatan dari low density lipoprotein (LDL) yang akan menyebabkan atherosclerosis sehingga tekanan darah tubuh akan menjadi tinggi (Falah, 2. Menurut peneliti, adanya hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023. Jenis kelamin yaitu salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada tubuh. Penelitian ini ditemukan perempuan cenderung lebih tinggi terjadi hipertensi di bandingkan laki laki, perempuan akan terjadi peningkatan risiko hipertensi setelah menopause yaitu usia >45 tahun dan memiliki kadar estrogen yang rendah. Sedangkan estrogen ini berfungsi meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Hubungan Pekerjan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Diketahui dari 190 orang yang bekerja 84 orang . ,2%) tidak hipertensi dan 106 orang . ,8%) mengalami Sedangkan dari 186 yang tidak bekerja 52 orang . ,0%) tidak hipertensi dan 134 orang . ,0%) mengalami Dengan menggunakan uji Chi Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. Square menunjukkan P-value= 0,000 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% . Hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kejadian hipertensi. Dari analisis diatas didapatkan nilai OR= 2,042 yang menyatakan bahwa pasien yang tidak bekerja kemungkinan 2,042 kali lipat mengalami hipertensi dibandingkan pasien yang bekerja. Hasil penelitian sejalan dengan teori bahwa seseorang tak aktif cenderung Semakin meningkat detak dari jantung seseorang semakin keras pula jantung untuk bekerja tiap kontraksi dan semakin meningkatnya desakan dinding Tekanan darah tinggi dapat dihindari dan di kelola dengan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, melakuk an aktivitas fisik, berhenti dalam merokok, dan mengelola stress (Hardati dan Ahmad. Menurut peneliti, adanya hubungan hipertensi pada pasien rawat jalan di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023. Seseorang dengan aktivitas fisik ringan dapat menyebabkan status gizi yang berlebih atau obesitas. Gerakan tubuh akan meningkatkan pengeluaran energi, dam mengurangi obesitas. Seseorang yang tidak bekerja memiliki kemungkinan untuk terkenanya hipertensi yang disebabkan kurangnya aktivitas fisik ringan yang dapat menekan jantung untuk bekerja tiap kontraksi dan meningkatnya desakan dinding pembuluh. Analisa Faktor Dominan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di RS. Pertamina Bintang Amin Tahun 2023 Didapatkan hasil uji multivariat menunjukkan bahwa variabel kebiasaan merokok yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi. Pemodelan dengan p-value . artinya terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi dengan terbukti hipotesa yang menyatakan OR 2,699. Hasil penelitian ini sejalan dengan Sinambela, 2022 dimana pada uji multivariat kebiasaan merokok didapatkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,024 yang berarti bermakna dan nilai odds ratio (OR) = 2,788, selain itu penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratami dan Santik, 2023 didapatkan uji statistik kebiasaan merokok dengan p= 0,002 yang berarti bermakna dan nilai odds ratio (OR) = 22,293. Hipertensi dirangsang oleh adanya nikotin Rokok sangat berisiko karena dapat menyebabkan peningkatan tekanan Dua batang rokok terbukti dapat meningkatkan tekanan darah sebesar 10 mmHg. Rokok meningkatkan tekanan darah lewat zat nikotin yang terdapat dalam Zat nikotin yan terisap beredar dalam pembuluh darah sampai ke otak. Otak memberikan sinyal pada kelenjar adrenalin Hormon teserbut membuat pembuluh darah menyempit dan memaksa jantung untuk memompakan darah. Sehingga rokok dapat mempengaruhi dinding arteri lebih peka terhadap penumpukan lemak . dan dapat memicu dilepaskannya natrium yang bersifat menahan air. Volume plasma ikut meningkat sehingga tekanan darah naik (Marliani & Tantan, 2. Menurut menjadi variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian hipetensi pada pasien rawat jalan di RS. Pertamina Bintang Amin tahun 2023 hal tersebut dapat di lihat pada hasil analisis univariat didapatkan pasien dengan kebiasaan merokok sebanyak 199 orang . ,9%) memiliki persentase lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki kebiasaan merokok sebanyak 177 orang . ,1%). Pada analisis bivariat didapatkan pasien hipertensi yang tidak merokok sebanyak 101 orang . ,1%) lebih merokok sebanyak 139 orang . ,8%). Adapun pasien dengan kebiasaan merokok yang tidak hipertensi sebanyak 60 orang . ,2%) lebih rendah dibandingkan dengan yang hipertensi sebanyak 139 orang . ,8%). Uji Chi Square menunjukkan pvalue= 0,010 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok Analisis multivariat dimana kebiasaan merokok memiliki nilai OR= 2,699 paling dominan berpengaruh dengan hipertensi diantara variabel lainnya. Dari hasil analisis stratifikasi kebiasaan merokok, hipertensi, dan jenis kelamin diketahui yang berjenis Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 581-593 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Kadar Kolestrol. Kebaisaan MerokokA (Endah Rachmawati. Dessy Hermawan, dk. hipertensi lebih banyak ditemukan 72 orang . ,1%) dibandingkan laki-laki merokok yang hipertensi 67 orang . ,0%). Selain itu hal tersebut di dukung oleh teori-teori merokok mengandung nikotin yang akan menghambat oksigen ke jantung sehingga menimbulkan pembekuan darah dan terjadi kerusakan sel. Selain itu rokok dapat meningkatnya volume sel darah merah serta terjadi viskositas atau kekentalan pada darah sehingga aliran darah tidak lancar dan menimbulkan peningkatan tekanan darah. KESIMPULAN Sebagian besar pasien pada hasil uji hipertensi 240 orang . ,8%), berjenis kelamin perempuan memiliki nilai frekuensi terbanyak 208 . ,3%), responden dengan kebiasaan merokok memiliki nilai frekuensi sebanyak 199 . ,9%), pasien yang bekerja memiliki frekuensi sebanyak 190 . ,5%) dan untuk kadar kolesterol memiliki nilai minimum 100 mg/dl dan maksimal 289 mg/dl dengan rata-rata sebesar 191,03 mg/dl. Dari hasil uji bivariat terdapat hasil ada hubungan yang signifikan . value=0. value=0. value=0,. value=0. Variabel kebiasaan merokok menjadi faktor paling dominan terhadap kejadian hipertensi diperoleh nilai pvalue=0. 000 dan memiliki OR = 2,699. SARAN