Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X DETERMINAN KEBIJAKAN DIVIDEN SEBELUM DAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ahmad Amiruddin. Yosevin Karnawati. Dwi Wahyuningsih Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara No. 9 Kebon Jeruk 11510 amiruddin@esaunggul. Abstract This research aims to determine the influence of capital structure, profitability and liquidity on dividend policy. Apart from that, it is also to find out whether the Covid-19 pandemic moderates the capital structure, profitability and liquidity of dividend policy. The population in this research are companies that are members of LQ45 which are listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018 - 2022. This research uses panel data regression analysis processed by the Eviews 10 application. The results of this research show that: Profitability has a positive effect on dividend policy, while structure capital has a negative effect on dividend policy and liquidity do not affect dividend policy. In addition, the Covid-19 pandemic has influenced and strenghthen the impact of profitability on dividend policy. Meanwhile, the Covid-19 pandemic cannot influence and impact capital structure and liquidity variables on dividend policy. Keyword : Deviden, capital structure, profitability, liquidity, covid-19 pandemic Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari struktur modal, profitabilitas dan likuditas terhadap kebijakan dividen. Selain itu juga untuk mengetahui apakah pandemi covid-19 memoderasi struktur modal, profitabilitas dan likuiditas terhadap kebijakan dividen. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 Ae 2022. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel yang diolah aplikasi Eviews 10. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen, sedangkan struktur modal berdampak negative terhadap kebijakan dividen dan likuiditas tidak mempengaruhi kebijakan dividen. Selain itu, pandemi Covid-19 semakin memperkuat dampak profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Sedangkan pandemi covid-19 tidak dapat mempengaruhi dan memberikan dampak variabel struktur modal dan likuiditas terhadap kebijakan dividen. Kata Kunci : dividen, struktur modal, profitabilitas, likuiditas, pandemi covid-19 Pendahuluan Coronavirus . merupakan virus pandemik yang menyebar ke seluruh dunia. Penyebarannya yang sangat menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Wabah pandemi ini mulai pada akhir tahun 2019 yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Provinsi Hubei. China yang disebabkan oleh Coronavirus Disease (Covid-. dan langsung berkembang dengan cepat dan telah menyebar lebih dari 200 negara di dunia yang berlangsung hingga awal tahun 2022. Sejak dinyatakan sebagai pandemi pada awal tahun 2020. Covid-19 mengakibatkan lebih dari 200 Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 juta jiwa terinfeksi virus tersebut dan lebih dari 10 juta kematian. Penyebaran virus yang sangat cepat dan risiko yang tinggi ini telah berpengaruh besar terhadap perekonomian Kehadiran virus corona dianggap sebagai dampak tambahan yang akan melemahkan pertumbuhan ekonomi dunia, dan ini terbukti bahwa setelah dinyatakan sebagai pandemi, perekonomian dunia melemah Negara Indonesia. Indonesia merasakan dampak langsung dari kelemahan ekonomi global, ditambah banyak negara yang penularan virus tersebut. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Olarinde . yang mengemukakan bird in hand theory yaitu bahwa investor lebih mengharapkan dividen yang tinggi daripada capital gain karena capital gain yang diharapkan dapat menimbulkan risiko yang lebih besar. Ada juga tax preference theory yang dikemukakan Litzenberg dan Ramaswamy dalam Amiruddin & Bertuah . bahwa investor cendrung memilih dividen yang rendah karena dividen yang tinggi akan dikenakan pajak yang tinggi pula. Kebijakan dividen suatu perusahaan dapat tercermin dari Dividend Payout Ratio (DPR) yang merupakan rasio pengembalian investasi kepada investor. antara perusahaan yang terbilang sering membagikan dividen kepada investor salah satunya list perusahaan yang tergabung dalam LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Selama periode 2018 Ae 2022, rata-rata perusahaan LQ45 melakukan kebijakan dividen yang cendrung terlihat fluktuatif, seperti pada grafik dibawah ini : Permasalahan terlepas dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi dana yang dapat digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha Pendanaan bisa berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah Investasi merupakan suatu kegiatan untuk membantu perusahaan dalam melakukan pengaturan pembiayaan. Perusahaan wajib memenuhi kewajibannya kepada investor dengan membagikan dividen. Menurut Shah . , tujuan investor yang menginvestasikan uangnya adalah untuk mendapatkan dividen dengan menggabungkan berbagai risiko Kebijakan masalah penting diantara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Miller dan modigliani dalam Bhattacharya . mengemukakan dividend irrelevance theory yaitu besar kecilnya dividen yang dibagikan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai Gordon dan Lintner dalam Bello & Dividen Payout Ratio DPR (%) Tahun Grafik 1, rata-rata kebijakan Dividend Payout Ratio (DPR) Sumber : idx. id, hasil olah data Pada perusahaan yang tergabung dalam Saham LQ45 pada Bursa Efek Indonesia selama periode 2018 Ae 2022 cendrung fluktuatif dalam kebijakan pembayaran dividen. Terlihat jelas pada tahun 2018 rata-rata perusahaan membayarkan dividen di atas 50%, menurun drastis pada tahun 2019 dan 2020 menjadi hanya 11% dan 9%. Pada tahun berikutnya. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 tahun 2021 perusahaan-perusahaan LQ45 mencoba merangkak naik dalam kebijakan pembayaran dividen dengan ditunjukkan naik hingga 19% dan yang pada akhirnya di tahun 2022 kembali turun ke angka rata-rata 8%. Hasil ini memberikan bukti bahwa persentase rasio pembayaran dividen yang berfluktuasi pada tiap tahunnya disebabkan oleh faktorfaktor baik dari internal maupun eksternal. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X profitabilitas dan likuiditas perusahaan, serta faktor pandemi covid-19 yang terjadi diantara periode tersebut diatas. Kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan memiliki berbagai arti terhadap berbagai pihak. Bagi perusahaan, kebijakan dividen artinya menahan untuk melakukan pengembangan usaha dan memilih membagikan dividen dan secara tidak langsung perusahaan menutup kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Bagi kreditor, kebijakan dividen sendiri dapat diartikan sebagai sinyal mengenai kecukupan perusahaan dalam membayar bunga atau bahkan pokok pinjaman. Bagi investor. Investor menilai bahwa nilai perusahaan yang baik ditunjukkan dengan performa perusahaan yang dapat menghasilkan laba besar, sehingga dengan laba besar yang didapat, perusahaan dapat membagikan dividen kepada investor. Dengan kata lain nilai perusahaan itu sendiri merupakan sinyal bahwa perusahaan itu apakah profitable atau tidak. Hal ini menunjukkan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen. Perusahaan harus terus melakukan pengembangan usaha atau ekspansi agar dapat terus tumbuh dan profitable. Hal ini tentunya membutuhkan sumber dana yang besar baik dengan menggunakan modal sendiri Kesempatan investasi ini akhirnya berpengaruh terhadap keputusan manajemen atas sumber dana yang digunakan, dengan kata lain pinjaman akan berdampak pada struktur Semakin tinggi hutang maka risiko yang ditanggung juga semakin besar. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kepercayaan investor terhadap perusahaan dan otomatis juga akan mempengaruhi kebijakan dividen. Ahmed Sheikh et al. , . menyebutkan mempengaruhi kebijakan dividen dan kebijakan dividen itu sendiri juga berpengaruh positif terhadap struktur modal. Profitabilitas menjadi tolak ukur standar dalam mengevaluasi hasil operasi bisnis perusahaan selama periode tertentu. Profit merupakan indikator utama yang dapat Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 menunjukkan kapasitas perusahaan untuk membayar dividen. Menurut Brigham . , laba juga dapat diartikan pesan atau indikator bagi pemegang saham dan investor bahwa dividen dapat dibagikan dalam besaran yang Dalam penelitian Rahman & Khan . , menunjukkan terdapat hubungan positif antara profitabilitas dengan kebijakan dividen, hal ini menyiratkan bahwa jika laba meningkat, maka jumlah dividen yang dibayarkan perusahaan juga meningkat. Profitabilitas dan kebijakan dividen memiliki keterkaitan yang kuat. Penelitian Cristea & Cristea profitabilitas suatu perusahaan mempunyai dampak yang menguntungkan terhadap kebijkan dividennya. Untuk mengukur tingkat profitabilitas perusahaan dapat digunakan rasio Return on Equity yang artinya perusahaan mampu dalam menghasilkan laba bersih untuk pengembalian ekuitas pemegang saham. Semakin besar hasil Return on Equity, maka operasional secara efektif untuk menghasilkan laba bersih. Menurut Nguyen . likuiditas merupakan gambaran kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka Suharli . likuiditas sebagai kemampuan perusahaan melunasi seluruh kewajiban jangka pendeknya Perusahaan yang mampu melunasi utang jangka pendeknya pada saat jatuh tempo disebut perusahaan likuid. Alur berpikir penulis keuntungan lebih tinggi, ditambah likuiditas lebih baik maka akan mampu membayarkan dividen lebih banyak. Pada penelitian Huang et . , ditemukan bahwa likuiditas berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hal ini memberikan sinyal bahwa semakin tinggi likuiditas perusahaan maka semakin tinggi pula kebijakan dividennya. Hasil serupa juga ditunjukkan oleh Nguyen . yang menyatakan likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen perusahaan. Selain profitabilitas dan likuiditas perusahaan, unsur eksternal pandemi covid-19 juga dapat memiliki dampak pada pilihan manajemen dalam Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X pemegang saham. Nilashi et al. menyatakan bahwa pandemi covid-19 telah mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi dan pasar saham yang tidak terduga, yang menyebabkan beberapa sektor perekonomian menjadi lumpuh. Kleme et al. juga menyatakan bahwa pandemi covid-19 telah berdampak pada tiap aspek kehidupan manusia dan perekonomian dunia. Menurut Cejnek et al. dan Krieger et al. , wabah mengurangi ataupun menurunkan kompensasi dan kebijakan dividen perusahaan. Hasil temuan Ali . menyimpulkan perusahaan lebih cenderung menurunkan atau berhenti membayarkan dividen selama periode pandemi dibandingkan dengan periode sebelum covid19. Hal ini menunjukkan bahwa wabah covid19 mempunyai pengaruh besar terhadap kebijakan dividen suatu perusahaan. Meskipun demikian, menurut Mazur et al. dan Tinungki et al. , sebagian besar bisnis mampu bertahan atau bahkan meningkatkan pembayaran dividen selama periode covid-19. Struktur Modal Struktur modal merupakan gambaran bentuk proporsi finansial perusahaan yakni antara modal sendiri . hareholderAos equit. dan modal yang didapat dari utang jangka panjang . ongterm liabilitie. yang kemudian dijadikan Amiruddin & Bertuah . Kebutuhan dana untuk memperkuat struktur modal perusahaan dapat bersumber dari internal maupun eksternal dengan ketentuan dana tersebut bersumber dari tempat yang dianggap aman dan jika digunakan memiliki nilai dalam Struktur modal dapat diukur Debt Equity Ratio membandingkan rasio jumlah utang . terhadap ekuitas. Profitabilitas Profitabilitas dapat diajadikan acuan Ali profitabilitas sebagai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, yang mana dengan keuntungan tersebut perusahaan dapat menentukan kebijakan pembayaran dividen. Profitabilitas pendapatan dan biaya yang dihasilkan dengan penggunaan aset perusahaan baik lancar maupun tetap dalam aktivitas produksi. Profitabilitas menggunakan rasio Return on Equity, yang membandingkan laba bersih terhadap ekuitas Kebijakan Dividen Beberapa teori muncul menjelaskan alasan adanya pembayaran dividen yang dilakukan perusahaan. Kebijakan dividen dijadikan solusi mekanisme kontrol yang Teori keagenan itu sendiri bermula manajemen yang mengakibatkan adanya perbedaan kepentingan antara pemegang saham . emilik perusahaa. dengan manajer yang merupakan manajemen perusahaan. Hussain & Akbar . berpendapat bahwa pembayaran dividen kepada pemegang saham dan kesempatan investasi dalam bisnis merupakan komponen penting dari keputusan manajemen perusahaan. Ketika sebuah bisnis memutuskan untuk membagikan laba sebagai dividen, maka laba ditahan berkurang, yang tentunya mengurangi jumlah uang yang dapat diperoleh dari sumber internal perusahaan. Adapun rumus untuk menghitung rasio pembayaran dividen adalah sama dengan dividen dibagi penghasilan per saham. Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Likuiditas Likuiditas menurut Chukwu et al. menunjukkan kapasitas perusahaan dalam memperoleh dan membayar utangnya. Menurut Ejike & Agha . , likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk mendanai komitmen keuangan jangka pendek. Likuiditas diartikan bahwa perusahaan mampu untuk Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X mengubah aset jangka pendek menjadi uang tunai tanpa mengalami kerugian, sehingga perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar utang jangka pendek. Skala likuiditas dapat diukur dengan Current Ratio, yakni membandingkan total asset lancar dengan total utang lancar. membahayakan nyawa banyak orang di seluruh Pandemi covid-19 telah memberikan dampak pada tiap aspek kehidupan, termasuk perekonomian global. Nilashi et al. menyebut bahwa pandemi covid-19 telah menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi dan pasar saham yang tidak diduga Pada penelitian ini, penulis menggunakan indikator 0 = masa sebelum pandemi . ahun 2018-2. , dan 1 = masa pandemi terjadi dan masa pemulihan . ahun 2020-2. Pandemi Covid-19 Pandemi covid-19 merupakan wabah Dari penjelasan diatas, dapat dijelaskan bahwa kerangka penelitian yang digunakan sebagai DER ROE DPR Pandemi Covid-19 Gambar 1. Model Penelitian Berdasarkan kerangka di atas, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : Struktur modal berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen H2 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen H3 : Likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen H4 : Dampak Struktur modal terhadap kebijakan dividen dimoderasi oleh pandemi covid-19 H5 : Dampak Profitabilitas terhadap kebijakan dividen dimoderasi oleh pandemi covid-19 H6 : Dampak Likuiditas terhadap kebijakan dividen dimoderasi oleh pandemi covid-19 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Bursa Efek Indonesia. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rasio dividend payout ratio (DPR), struktur modal (DER), profitabilitas (ROE) dan likuiditas (CR) pada perusahaan yang tergabung dalam LQ45 pada periode 2018 Ae Variabel menggunakan tiga fungsi variabel, yakni satu variabel dependen, satu variabel moderasi dan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 tiga variabel independen. Variabel dependen pada penelitian ini adalah dividend payout ratio (DPR), variabel independen terdiri dari struktur modal (DER), profitabilitas (ROE) dan likuiditas (CR), sedangkan pandemi covid-19 menjadi variabel moderasi. Populasi penelitian ini terdiri dari 35 perusahaan yang terpilih dan memiliki data lengkap untuk di olah dalam penelitian dari awalnya sebanyak 45 perusahaan tergabung dalam kelompok Saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan aplikasi Eviews 12, menggunakan teknik analisa regresi data panel. Dalam data panel, data Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X cross section yang sama di observasi menurut waktu (Gujarati, 2. Data panel merupakan gabungan antara jenis dan time series . intas wakt. dan cross section . intas individ. , sehingga data panel merupakan data yang memiliki dimensi ruang dan waktu. Adapun regresi data panel yang digunakan pada Pembahasan Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menjelaskan nilai minimum, maksimum, nilai rata-rata dan nilai standar deviasi dari masing-masing variabel yang diteliti. Di bawah ini adalah tabel 1, yang menjelaskan dari hasil analisis statistik Tabel 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif DPR DER ROE Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Observations Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . COVID yang diproksikan dengan current ratio memiliki rata-rata 2. 418114 atau 241,8%, yang berarti memiliki kemapuan untuk menutup hutang lancar dengan asset lancarnya cukup baik. Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa variabel Kebijakan dividen yang diproksikan dengan dividend payout ratio memiliki nilai rata-rata 2. 844 ini menandakan bahwa dividen yang dibagikan cukup besar. Variabel struktur modal diproksikan dengan debt to Equity ratio, memiliki nilai rata-rata 062343 yang dapat diartikan bahwa sebagian besar perusahaan menggunakan hutang dalam Variabel profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity rata-rata 251562 artinya tingkat profitabilitas yang dicapai cukup tinggi. Untuk variabel likuiditas Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Jerque-Bera dan Probability. Jika nilai Probability > maka data terdistribusi normal. Pada Grafik 2 di bawah ini, dapat dilihat bahwa data berdistribusi normal karena 0,174278 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Series: Sta ndardi zed Resi duals Sa mpl e 2018 2022 Obs erva ti ons 175 Mea n Medi a n Ma xi mum Mi ni mum Std. Dev. Skewnes s Kurtos i s Ja rque-Bera 3. Proba bi l i ty 0. Grafik 2 Hasil Uji Normalitas Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Ada atau tidaknya multikolinearitas variabel independen. Berdasarkan Tabel 2 di dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi antar bawah , terlihat bahwa nilai koefisien korelasi Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X semua variabel independen berada dibawah terjadi 0,800. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak independen. Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas DER LN_ROE DER LN_ROE Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Uji Heteroskedastisitas dapat dilihat tabel 3 di bawah terlihat adanya probabilitas apabila nilai probabilitas < 0,05 maka adanya variabel independen > 0,05 sehingga terbebas Dari hasil Uji White pada dari heterokedastisitas. Tabel 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: White F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Uji Autokorelasi dapat dilihat dari nilai < n < 3 variabel terbebas dari masalah Hasil uji Durbin-Watson pada tabel 4 di bawah dapat dilihat memiliki nilai 134965 yang artinya nilai tersebut berada di antara nilai minimum 1 dan maksimum 3 Sehingga disimpulkan tidak ada masalah Durbin-Watson, dengan asumsi nilai antara Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Rekomendasi Model Penelitian Terbaik penelitian ini. Untuk menentukan model Hipotesis pengujian yang dilakukan penelitian yang terbaik dan sesuai, maka menggunakan uji regresi data panel yang fokus dilakukan Uji Chow. Uji Hausman dan Uji pada model random effect model. Random Lagrange Multiplier. Berikut adalah tabel hasil effect model dipilih karena dianggap model Pengujian model data panel : terbaik dan cocok berdasarkan data dalam Tabel 5 Hasil Pengujian Model Pengujian Deskripsi Hasil Uji Chow CEM vs FEM Fixed Effect Model Uji Hausman FEM vs REM Random Effect Model Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Lagrange Multiplier REM vs CEM Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Random Effect Model Berdasarkan tabel 5 di atas, dapat dilihat pengujian beberapa model yang dianggap tepat dalam penelitian ini. Setelah dilakukan Uji Chow. Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier disimpulkan bahwa Random Effect Model merupakan model yang paling tepat. Setelah dilakukannya pengujian untuk mendapatkan model terbaik, selanjutnya dilakukan pengujian regresi data panel dengan menggunakan metode Panel EGLS (Cross section random effec. Dalam penelitian, metode ini digunakan untuk pengujian regresi data panel, adapun hasil dari pengujian ini adalah sebagai berikut : Pengujian Regresi Data Panel Tabel 6 Hasil Pengujian Regresi data panel Watson stat Variable Coefficien Std. Error t-Statistic Prob. DER LN_ROE COVID DER_COVID LN_ROE_COVID CR_COVID R-squared Prob(FDurbin- Sumber : Hasil olah data dengan Eviews 10 . Adapun persamaan regresi hasil dari pengujian regresi data panel dengan metode Panel EGLS (Cross section random effec. adalah sebagai berikut : DPR = 0. 2955271 - 0. 676404 DER 0. 403464 ROE - 0. 047697 CR 0. DER*COVID 0. 168595 ROE*COVID Ae 0. 133674 CR*COVID EN Berdasarkan hasil pengujian regresi data panel di atas . dapat disimpulkan bahwa : Variabel Struktur modal (DER) memiliki nilai koefisien sebesar -0. 676404 yang menunjukkan hubungan negatif, adapun nilai Prob. 0040 < 0. Artinya Struktur modal memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Variabel Profitabilitas (ROE) memiliki nilai Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 menunjukkan hubungan positif, adapun nilai Prob. 0006 < 0. Artinya Profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Variabel Likuiditas (CR) memiliki nilai menunjukkan hubungan negatif, adapun nilai Prob. 4437 > 0. Artinya Likuiditas tidak mempengaruhi kebijakan Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X Pandemi Covid-19 mengurangi dampak struktur modal terhadap kebijakan Nilai koefisien sebesar 0. dengan nilai Prob. 9986 > 0. Artinya Covid-19 mengurangi dampak struktur modal terhadap kebijakan dividen. Pandemi Covid-19 memitigasi dampak Profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Nilai koefisien sebesar 0. 168595 dengan nilai Prob. 0385 < 0. Artinya pandemi Covid-19 mempengaruhi dan terhadap kebijakan dividen. Pandemi Covid-19 mengurangi dampak Likuiditas terhadap kebijakan dividen. Nilai koefisien sebesar -0. 133674 dengan nilai Prob. 0513 > 0. Artinya Covid-19 mengurangi dampak Likuiditas terhadap kebijakan dividen. kreditur dibandingkan membayar dividen kepada investor. Penelitian Ahmed Sheikh et al. menunjukkan hasil yang sama, struktur modal berpengaruh negatif terhadap kebijakan Profit menjadi daya tarik tersendiri bagi investor saat berinvestasi karena harapan untuk mendapat dividen juga besar, dengan profit yang tinggi akan membuat emiten memutuskan untuk membagi dividen kepada Tingkat perusahaan LQ45 cukup tinggi yakni di atas 200%, sangat memungkinkan emiten untuk membagi dividennya kepada pemegang sahamnya, sehingga tingginya profitabilitas akan meningkatkan kebijakan dividen. Hasil ini didukung oleh penelitian Rahman & Khan . juga penelitian Cristea & Cristea . yang menunjukkan ada dampak positif profitabilitas terhadap kebijkan dividen. Likuiditas dalam penelitian ini tidak kebijakan dividen walaupun perusahaan LQ45 cukup likuid. Besarnya asset lancar tidak menjamin bahwa kebijakan dividen akan dibuat oleh emiten, dan likuiditas tidak bisa dipakai sebagai tolok ukur bagi perusahaan untuk membagikan dividennya. Hal ini juga dapat diartikan bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak dipengaruhi oleh tinggi rendahnya likuiditas perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pattiruhu & Paais . yang menemukan bahwa likuditas tidak berdampak terhadap kebijakan dividen. Temuan ini juga menunjukkan bahwa besarnya pembayaran dividen tidak dipengaruhi likuditas Akibatnya bisnis dengan likuiditas yang tinggi belum tentu selalu membagikan dividen yang tinggi, ataupun sebaliknya. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Huang et al. dan Nguyen . yang menyimpulkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen. Adapun wabah pandemi covid-19 tidak menentukan kebijakan dividen perusahaan. Menurut Suardi et al. , pandemi covid-19 meningkatkan risiko likuiditas dan membuat likuiditas pasar saham lebih rentan Dalam situasi seperti ini, maka perusahaan secara efektif memanfaatkan aset lancar mereka untuk melunasi utang jangka pendeknya untuk Variabel kebijakan dividen dipengaruhi oleh profitabilitas, likuiditas, dan pandemi covid-19 dengan nilai R-square sebesar 0. Sisanya 14% dipengaruhi oleh variabelvariabel lain yang tidak diteliti. Diskusi Penelitian dilakukan pada perusahaan yang tergabung dalam LQ45 yakni 45 emiten paling aktif serta memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, sehingga dianggap sebagai perusahaan yang konsisten dalam membagi devidennya kepada pemegang Kebijakan dividen merupakan kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenuhi kewajibannya kepada pemegang Kondisi pandemi Covid-19 pastinya sangat mempengaruhi kinerja perusahaan pada umumnya, sehingga pembagian dividen kepada investor juga akan terpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan tingkat struktur modal berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen, ini menjadi wajar karena perusahaan LQ45 sebagian besar struktur modalnya menggunakan hutang, sehingga semakin banyak hutang maka beban bunga yang ditanggungnya juga akan semakin banyak dan emiten akan lebih mengutamakan untuk membayar hutang dan bunganya kepada Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Jurnal Ekonomi : Journal of Economic p-ISSN 2087-8. e-ISSN : 2528-326X memastikan bahwa pandemi covid-19 tidak membayarkan dividen. Pandemi covid-19 menjadi sejarah buruk bagi perekonomian dunia, tidak terkecuali dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Namun ternyata pandemi covid-19 tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap kebijakan dividen. Kejadian seperti ini, membuktikan bahwa perusahaan LQ45 adalah perusahaan yang memiliki kemampuan dalam mengelola hutangnya cukup baik, sehingga kondisi yang buruk sekalipun seperti covid-19 tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap kebijakan dividen. Kondisi sebaliknya pandemic profitabilitas terhadap kebijakan dividen, ini dapat terjadi karena manajemen dari perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam LQ45, memiliki kualitas manajemen yang sangat baik sehingga mampu menghadapi risiko apapun dan justru dengan kondisi covid seperti ini semakin memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen, perusahaan mampu memanfaatkan kondisi meningkatkan profit yang pada akhirnya akan meningkatkan kebijakan dividen. Penelitian ini juga menguatkan penelitian Gunafi . yang menyimpulkan bahwa pandemi covid-19 memoderasi pengaruh antara profitabilitas terhadap kebijakan dividen. Kondisi yang berbeda ditunjukkan dengan ketidakmampuan pandemi covid-19 dalam memoderasi pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen, dalam artian adanya pandemi covid-19 tidak berdampak apapun dalam hubungan antara likuiditas dan kebijakan dividen. dipengaruhi oleh profitabilitas, struktur modal Pandemi dimasukkan sebagai variabel moderasi, untuk melihat apakah kondisi covid-19 mampu memperlemah atau memperkuat pengaruh profitabilitas, struktur modal dan likuiditas terhadap kebijakan dividen. Kesimpulan dari pengujian ini dibuktikan dengan struktur modal berdampak negatif terhadap kebijakan dividen, sumber pendanaan sebagian besar menggunakan hutang sehingga emiten akan lebih mengutamakan membayar hutang dibandingkan membayar dividen, sehingga tingginya struktur modal akan Kondisi sebaliknya profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen, menandakan profit yang tinggi akan diikuti oleh kebijakan dividen yang tinggi pula. Namun tidak demikian kebijakan dividen. Pandemi Covid-19, tidak mampu memoderasi pengaruh struktur modal terhadap kebijakan dividen, kondisi yang sama juga terjadi antara likuiditas terhadap kebijakan Sebaliknya pandemic covid-19 mampu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen, atau dengan kata lain pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan Penelitian memberikan implikasi bagi investor maupun bagi peneliti selanjutnya. Bagi investor, akan menjadi bahan pertimbangan berinvestasi dengan mempertimbangkan factor struktur modal dan profitabilitas. Bagi peneliti selanjutnya, dapat memasukkan variabel lain yang belum dimasukkan pada penelitian ini, antara lain ukuran perusahaan, return on asset, cash flow atau variabel fundamental lainnya. Selain itu juga dapat melakukan uji beda untuk periode sebelum covid-19, saat covid-19 dan setelah covid-19 serta menambah periode penelitian sehingga didapatkan hasil yang lebih Kesimpulan Penelitian dilakukan pada perusahaan yang tergabung dalam LQ45 yakni 45 emiten paling aktif serta memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di bursa, sehingga dianggap sebagai perusahaan yang konsisten dalam membagi dividennya kepada pemegang Kondisi covid-19 sangat mempengaruhi kinerja semua perusahaan yang tergabung dalam LQ45 terlebih dalam hal kebijakan dividen yang akan dilakukan emiten. Kebijakan dividen akan dilakukan oleh perusahaan Jurnal Ekonomi Volume 15 Nomor 1. Mei 2024 Daftar Pustaka