Vol. No. Oktober 2024 Hal 17-21 Https://ojs. PENDIAMKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Amika BIMBINGAN TAHSIN PADA ANAK JAMAAoAH MASJID NURUL AMIN POLICCU DESA PATAMPANUA Erwin Harianto1. Risma Handayani2. Hulipa3. Sri Sulfiana4 1Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Al-Gazali Soppeng, 2Pendidikan Agama Islam. STAI Al- Gazali Soppeng, 3Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STAI Al-Gazali Soppeng, 3Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab. STAI Al-Gazali Soppeng E-mail: erwinharianto@staialgazalisoppeng. id1 , rismahandayani@staialgazalisoppeng. hulipa@staialgazalisoppeng. id3 , sriisulfiana71@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel Diterima : Direvisi : Diterbitkan : *Corresponding author erwinharianto@staialgazalisoppeng. DOI: 10. x/x Https://ojs. This study aims to evaluate the implementation of the tahsin guidance program for children of the congregation at the Nurul Amin Policcu Mosque. Patampanua Village. This program is designed to improve the ability to read the Qur'an correctly and according to the rules of tajweed. The methods used in this study include field observations, interviews with mosque takmir, and direct evaluation of the participants' Al-Qur'an reading skills. The results showed that tahsin guidance had a positive impact on improving the ability to read the Qur'an of the children of the congregation. In addition, the active role of the mosque takmir, the use of appropriate learning methods, and parental support are the main supporting factors in the success of this However, there are some obstacles, such as limited time and resources that need to be overcome to ensure the sustainability of the This research is expected to be a reference for other mosques in improving the quality of Qur'an learning among children. Keywords: Tahsin Guidance. Congregation. Mosque ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program bimbingan tahsin pada anak-anak jamaAoah di Masjid Nurul Amin Policcu Desa Patampanua. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan dengan benar dan sesuai kaidah tajwid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan takmir masjid, dan evaluasi langsung terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan para peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan tahsin memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan anak-anak jamaAoah. Selain itu, peran aktif takmir masjid, penggunaan metode pembelajaran yang tepat, dan dukungan orang tua menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan program ini. Namun, terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu dan sumber daya yang perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan program. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masjid-masjid lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan di kalangan anak-anak. Kata kunci: Bimbingan Tahsin. Jamaah. Masjid A 2024 Penerbit STMIK Amika Soppeng. All rights reserved . 17Ae21 | w. id | eISSN xAex | Erwin Harianto et. al/Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 17Ae21 PENDAHULUAN Masjid Nurul Amin Policcucu Desa Patampuan merupakan salah satu tempat ibadah yang aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran Al-QurAoan. Bimbingan tahsin merupakan salah satu program yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan bagi anak-anak jamaAoah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membantu anak-anak memahami ilmu tajwid dan membaca Al-QurAoan dengan benar. Bacaan Al-Qur'an yang baik dan benar merupakan bagian penting dalam praktik keagamaan umat Islam. Desa Patampanua, khususnya di Masjid Nurul Amin, terdapat program bimbingan tahsin yang ditujukan untuk anak-anak. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan di kalangan generasi muda. Saat ini, pembelajaran Al-Qur'an di desa semakin berkurang, karena banyak anak lebih tertarik pada gadget daripada belajar Al-Qur'an. Oleh karena itu, program ini sangat penting untuk dilaksanakan, karena pendidikan agama, khususnya dalam bimbingan Tahsin, perlu dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini bertujuan agar anak-anak di desa dapat membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan benar dan . Menurut Priyatno dan Erman Amti Bimbingan merupakan proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja atau orang dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri . Tahsin merupakan memperbaiki bacaan dari segi makhraj, tajwid dan Panjang pendeknya bacaan Al-Quran. Menurut Leu. Tahsin adalah upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an agar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid, serta memperindah lantunan bacaannya. Kata tahsin sendiri memiliki arti membaguskan, kata ini berasal dari bahasa Arab Hassana-Yuhassinu-Tahsinan dengan arti membaguskan, memperindah, atau memperbaiki bacaan . Menurut Abdur Rauf, metode tahsin adalah cara membaca Al-Qur'an yang menekankan pada pengucapan huruf . , sifat-sifat huruf, dan penerapan ilmu tajwid. Metode ini dilakukan melalui pendekatan talaqqi . ertemu langsun. dan musyafahah . embetulan gerakan bibir saat membac. , di mana siswa belajar secara langsung dengan guru untuk memastikan akurasi bacaan mereka. Meskipun tidak ada informasi spesifik tentang bimbingan tahsin di Masjid Nurul Amin, kegiatan bimbingan Tahsin rutin dan terstruktur dapat dianggap sebagai bentuk implementasi bimbingan tahsin. Dengan demikian, anak-anak di Masjid Nurul Amin dapat memperoleh pelajaran Al-Quran yang lebih baik dan lebih mendalam. Peran Takmir: Takmir . engurus masji. memiliki peran penting dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap kegiatan keislaman, termasuk bimbingan tahsin. Mereka menyediakan fasilitas dan kegiatan yang mendukung pembelajaran Al-Quran dengan benar. Dalam keseluruhan, bimbingan tahsin melibatkan metodemetode yang sistematis dan terstruktur untuk memastikan bahwa anak jamaAoah dapat membaca Al-Quran dengan benar dan memahami maknanya. Kegiatan dan implementasi metode tahsin di masjid nurul amin merupakan contoh-contoh nyata dari penerapan bimbingan tahsin dalam praktik keagamaan. Kegiatan di Masjid Nurul Amin telah mencakup aspek-aspek penting dalam bimbingan tahsin, seperti membaca Al-Quran dengan benar dan memahami maknanya. Namun, detail spesifik tentang bimbingan tahsin perlu dilakukan secara lebih spesifik dan terstruktur untuk memastikan anak-anak mendapatkan pelajaran yang Berdasarkan paparan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bimbingan tahsin pada anak-anak jamaAoah Masjid Nurul Amin Policcu Desa Patampanua dan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi di Masjid Nurul Amin Policcu Desa Patampanua, mengingat betapa pentingnya mempelajari Al-QurAoan dengan baik dan benar. METODE PELAKSANAAN Metode pembelajaran tahsin yang digunakan di Masjid Nurul Amin Policcucu Desa Patampuan didasarkan pada sistematisasi yang memahami karakteristik anak-anak jamaAoah. Abdul Rahman, salah satu pengajar di masjid ini, memiliki sistematika yang sangat memahami karakteristik anak-anak jamaAoah yang mengikuti program bimbingan tahsin. Metode ini meliputi pengajaran yang sistematis dan interaktif, sehingga anak-anak dapat memahami ilmu tajwid dengan lebih baik. Penelitian di TPQ Mafatihul Barokah menunjukkan bahwa implementasi metode tahsin melibatkan kegiatan inti pembelajaran yang meliputi mendengarkan, menirukan, menghafal, dan setoran hafalan individu. Evaluasi biasanya dilakukan di akhir pembelajaran. Pelaksanaan layanan Bimbingan tahsin pada anak jamaAoah di Masjid Nurul Amin Policcucu Desa Patampuan berlangsung selama 2 bulan sesuai dengan kemampuan anak. Selama pelaksanaan program kerja, penulis membaginya menjadi tiga tahap sebagai berikut: Tahap persiapan dan perencanaan Tahap ini berlangsung selama satu minggu, meliputi kegiatan observasi lapangan dan penyusunan rencana kerja yang terstruktur untuk program bimbingan tahsin. Erwin Harianto et. al/Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 17Ae21 Tahap implementasi Pada tahap ini, dilakukan pelaksanaan program bimbingan tahsin bagi anak-anak jamaAoah Masjid Nurul Amin, di mana mereka diberikan pelatihan membaca Al-Qur'an sesuai dengan kaidah tahsin. Fase evaluasi Dalam tahap evaluasi, penulis menilai kemampuan dan pemahaman anak-anak jamaAoah terhadap materi yang telah diajarkan. Selain itu, program pembinaan doa juga dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana anak-anak desa memahami materi doa yang diberikan selama program berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh penulis di Desa Patampanua kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng melakukan observasi terlebih dahulu selama kurang lebih satu minggu untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Tujuan observasi ini adalah agar penulis mampu menyalurkan ilmu yang dimiliki dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat untuk pengembangan sumber daya manusia. Pelaksanaan kegiatan bimbingan tahsin dilaksanakan sebanyak 10 kali pertemuan yakni 1-3 kali dalam satu minggu, dan dilaksanakan baAoda shalat ashar di masjid Nurul Amin Policcu Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Dalam pelaksanaan program kerja ini berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh 16 peserta dan yang paling aktif sebanyak 11-12 orang. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di lapangan, salah satu permasalahan yang dialami masyarakat Desa Patampanua khususnya kepada kalangan anak anak usia SD rata-rata sudah meggunakan mushaf besar namun sangat disayangkan kemampuan membaca al-QurAoan masih terbilang sangat rendah karna kurangnnya tenaga pengajar, penyebutan dalam hal ini makharijul huruf belum benar dan tepat, panjang pendek dan bahkan kadang bertasydid tapi tidak ditasydidkan. oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji bimbingan tahsin pada anak jamaAoah Masjid Nurul Amin. Tahsin adalah kata dari bahasa Arab yang berarti memperbaiki, meningkatkan atau memperkaya sedangkan makna tahsin al-QurAoan dengan tujuan agar bacaan kita sesuai dengan bacaan Rasulullah saw dan para Tahsin juga dapat diartikan sebagai suautu kegiatan belajar untuk memperbaiki cara membaca alQurAoan dengan lebih baik sesuai dengan tajwid dan makhrojnya agar bacaan al-QurAoan tepat dan benar. Sebagaimana dijelaskan dalam surah al-muzzammil/73: 4 AacEA a a AOA aAeA AIA a AECA aAeA a. AacEA a AA Terjemahannya: Au. dan bacalah al-QurAoan itu dengan tartilAy . Dalam Surah Al-Muzammil ayat 4. Allah SWT dengan jelas memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil, yang berarti memperindah pengucapan setiap hurufnya dengan jelas dan tidak terburu-buru. Tartil mengharuskan pembacaan Al-Qur'an dilakukan secara perlahan, dengan jelas, dan memahami serta menerapkan hukum-hukum tajwid. Membaca Al-Qur'an bukan hanya sekadar melafalkan katakata, tetapi juga memastikan bahwa setiap huruf diucapkan dengan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Al-qurAoan secara bahasa berasal dari kata QaraAoa, yaqraAou, qurAoan yang diartikan sebagai bacaan. Sedangkan secara istilah Al-QurAoan merupakan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang sangat mulia, dan diturunkan secara mutawatir yang di awali dengan surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Naas. Pendidikan Al-Qur'an pada anak sangatlah penting. Sebagai generasi penerus, anakanak perlu memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik. Pembelajaran ini tidak hanya membekali mereka dengan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter dan moral mereka sesuai dengan ajaran Islam . Nabi bersabda. Aubarang siapa yang mengajarkan membaca al-QurAoan kepada anaknya akan diampuni dosanya, dan barang siapa yang mengajrkannya dengan hafalan diluar kepala, maka Allah akan membangkitkannya dengan wajah seperti bulan purnamaAy (HR Thobrani,Ana. Belajar al-QurAoan itu merupakan kewajiban yang utama bagi setiap mukmin, begitu juga mengajarkannya merupakan tugas yang sangat mulia, dan belajar al-QurAoan itu hendaknya dimulai sejak usia dini . Pendidikan Al-Qur'an merupakan pendidikan yang paling utama dan fundamental yang harus diajarkan kepada setiap Pembelajaran ini membekali seseorang dengan pemahaman mendalam tentang ajaran agama Islam, serta membentuk akhlak dan moral yang baik . Di Desa Patampanua tepatnya di Policcu masih perlu pembenahan terhadap pelafalan yang masih keliru. Dengan bimbingan tahsin ini diharapkan anak-anak yang dibimbing dapat mengaji dengan baik dan benar. sehingga ketika mereka membaca al-QurAoan pelafannya tidak lagi keliru dan bisa membaca al-QurAoa sesuai yang di ajarkan Rasulullah saw. Erwin Harianto et. al/Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 17Ae21 Program bimbingan tahsin di Masjid Nurul Amin dilaksanakan setiap hari Jumat setelah shalat Maghrib. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Dalam setiap sesi, ustadz mengajarkan tajwid dan memberikan latihan membaca Al-QurAoan. Anak-anak juga diajarkan tentang pentingnya membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Gambar 1. Praktik Gambar 2. Praktik dan Evaluasi Berdasarkan hasil observasi dari masyarakat, ditemukan bahwa kegiatan pembinaan membaca dan menulis Al-Qur'an masih sangat terbatas. Setiap siswa seharusnya memiliki hak yang sama untuk meraih prestasi akademik yang memuaskan. Namun, kenyataannya, terdapat perbedaan yang signifikan di antara siswa, baik dari segi kemampuan intelektual, keterampilan, minat, kemauan, perhatian, partisipasi, latar belakang keluarga, sikap, maupun kebiasaan belajar mereka. Perbedaan ini sangat mencolok dari satu siswa ke siswa lainnya. Sementara itu, metode pengajaran di sekolah sering kali berfokus pada tingkat rata-rata, yang menyebabkan siswa dengan kinerja lebih rendah tertinggal (Prasetya et al. , 2. Melalui kegiatan pengabdian dalam pembinaan membaca Al-QurAoan dengan metode Iqra, santri dapat belajar membaca Al-QurAoan dengan benar sesuai kaidah tajwid dan mampu mengenali serta membedakan huruf-huruf hijaiyah dengan baik. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak mampu membaca Al-Quran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dengan baik dan benar, kemudian selama proses belajar mengajar anak-anak aktif dan menanggapi dengan baik terutama anak-anak yang sudah membaca Al-Quran. Faktor pendukung kegiatan ini: Dukungan serta respon positif yang diberikan masyarakat setempat dan pengurus masjid terhadap kegiatan pengabdian kemasyarakatan ini. Antusiasme dari anak-anak untuk mengikuti bimbingan tahsin . Tersedianya tempat pelaksanaan dan fasilitas yang menunjang terlaksananya kegiatan dengan baik. Adapun factor penghambatnya yaitu: Masih banyak anak-anak yang bacaan al-QurAoannya masih terbilang sangat rendah. Kurangnya pemahaman anak-anak tentang pentingnya membaca al-QurAoan dengan baik dan benar. Erwin Harianto et. al/Vol. 1 No. 1 Oktober 2024 hal 17Ae21 KESIMPULAN DAN SARAN Sekarang ini pembelajaran Al-Quran di desa hampir sedikit terutama didesa yang menjadi tempat saya penelitian, dimana anak-anak lebih fokus ke gadget daripada belajar Al-Quran, padahal pembelajaran Al-Quran sangatlah penting untuk dipelajari. Bimbingan Tahsin dan Tahfidz Al-Quran yaitu proses pemberian bantuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memperbaiki bacaan Al- Quran serta menghafalkan AlQuran dengan baik dan benar. Dengan adanya bimbingan tahsin ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang ingin belajar Al-Quran dengan baik dan benar serta dapat membantu perkembangan anak-anak dalam berpikir untuk mempelajari AlQuran. Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat terbantu untuk mempelajarinya. Tahsin sangat dibutuhkan bagi mereka yang belum lancar atau fasih dalam membaca al-QurAoan atau masih belum sempurna bahkan bagi mereka yang sama sekali tidak mengetahui hukum-hukum membaca al-QurAoan sebab membaca al-QurAoan dengan baik dan benar merupakan kewajiban bagi setiap muslim. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan tahsin ini. Terutama, kami sampaikan penghargaan kepada: Para Orang Tua yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk mengikuti program ini. Pengurus Masjid Nurul Amin Policcu yang telah menyediakan tempat dan fasilitas untuk berlangsungnya kegiatan bimbingan tahsin ini dengan baik. Seluruh Anak-anak Peserta Bimbingan Tahsin yang telah menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi bimbingan . Masyarakat Desa Patampanua khususnya Bapak Kepala Desa yang telah mendukung kegiatan ini, baik secara moril maupun materil, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA