Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 147 - 153 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/h4z1jk49 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT EL PROFESOR STEAK HOUSE CIPETE JAKARTA SELATAN Eka Yulianaa*. Bambang Purnomo Yanuarsob ekayulianaa1207@gmail. aFakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten bFakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen, dosen02142@unpam. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Banten *Korespondensi ABSTRACT This study aims to determine the effect of work discipline and work environment on employee performance at PT El Profesor Steak House Cipete. South Jakarta, both partially and simultaneously. The sample used was a saturated sample technique totaling 56 employees. Data collection techniques through primary data and secondary data. Data analysis techniques used descriptive statistics, validity tests, reliability tests, normality tests, multicollinearity tests, autocorrelation tests, heteroscedasticity tests, simple linear regression analysis, multiple linear regression analysis, correlation coefficient analysis, determination coefficient analysis, t test and f test. The results of the analysis showed that: . partially there is a positive and significant influence between the physical work environment on employee performance at PT El Profesor Steak House Cipete. South Jakarta as evidenced by the simple linear regression equation Y = 128 0. 422X1 and the calculated t value of 4. 777> t table 2. 005 from a significant value of 0. <0. Partially there is a positive and significant influence between work discipline on employee performance at PT El Profesor Steak House Cipete. South Jakarta as evidenced by the simple linear regression equation Y = 26. 368X2 and the calculated t value of 4. 933 > t table 2. 005 from a significant value of 0. 000 < 0. Simultaneously there is a positive and significant influence between the physical work environment and work discipline on employee performance at PT El Profesor Steak House Cipete. South Jakarta as evidenced by the simple linear regression equation Y = 22. 240 X1 230 X2 and the calculated F value of 15. 114 > F table 2. 780 from a significant value of 0. 000 < 0. Keywords: Physical Work Environment. Work Discipline. Employee Performance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan, baik secara parsial maupun simultan. Sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yang berjumlah 56 karyawan. Teknik pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolonieritas, uji auto korelasi, uji heteroskedastisitas, analisis regresi linier sederhana, analisis regresi linier berganda, analisis koesfisien korelasi, analisis koesfisien determinasi, uji t dan uji f. Hasil analisis menunjukan bahwa: . secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan dibuktikan dari persamaan regresi linier sederhana Y = 24,128 0,422X1 dan nilai thitung 4,777 > ttabel 2,005 dari nilai signifikan 0,000 < 0,05. secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan dibuktikan dari persamaan regresi linier sederhana Y = 26,603 0,368X2 dan nilai thitung 4,933 > ttabel 2,005 dari nilai signifikan 0,000 < 0,05. secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja fisil dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan dibuktikan dari persamaan regresi linier sederhana Y = 22,276 0,240 X1 0,230 X2 dan nilai Fhitung 15,114 > Ftabel 2,780 dari nilai signifikan 0,000 < 0,05. Naskah Masuk 28 Agustus 2025. Revisi 2 September 2025. Diterima 6 September 2025. Tersedia 11 September 2025 Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 Kata Kunci: Lingkungan Kerja Fisik. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan. PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama yang berperan penting dalam keberhasilan organisasi. Di era globalisasi, pengelolaan SDM yang baik dan profesional menjadi faktor krusial agar perusahaan mampu bertahan dalam persaingan serta mencapai tujuan bersama antara karyawan dan organisasi (Hasibuan, 2. Kinerja karyawan menjadi indikator utama dalam mengukur efektivitas pencapaian tujuan tersebut, sehingga perlu terus ditingkatkan agar produktivitas dan daya saing perusahaan semakin optimal (Frida, 2. PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan sebagai perusahaan di bidang Food and Beverages (F&B) menghadapi permasalahan terkait kinerja karyawan. Data penjualan periode 2022Ae2024 menunjukkan rata-rata realisasi penjualan hanya mencapai 79% dari target. Kondisi ini, apabila berlanjut, dapat berdampak pada penurunan kinerja dan keberlangsungan perusahaan. Berdasarkan observasi, faktor yang memengaruhi rendahnya kinerja karyawan di perusahaan ini adalah lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja. Lingkungan kerja fisik yang kurang memadaiAiseperti keterbatasan tenaga kebersihan, pencahayaan yang kurang optimal, suara bising, serta keamanan dan sirkulasi udara yang belum maksimalAimenyebabkan ketidaknyamanan dalam bekerja. Padahal, lingkungan kerja yang kondusif terbukti meningkatkan kenyamanan, kesehatan, serta motivasi karyawan (Surajiyo dkk. , 2. Selain itu, disiplin kerja karyawan juga masih rendah. Data absensi tahun 2022Ae2024 menunjukkan ratarata 908 kasus indisipliner per tahun, dengan persentase 4,93%. Ketidakpatuhan pada aturan kerja, keterlambatan, serta tingkat alpa yang tinggi dapat menurunkan efektivitas operasional. Disiplin kerja yang baik sesungguhnya menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja sekaligus pencapaian tujuan perusahaan (Rivai, 2. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses koordinasi dan pengawasan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (Robbins & Coulter, 2. Terry . mendefinisikan manajemen sebagai proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian untuk mencapai sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Fungsi utama manajemen mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian yang bertujuan untuk mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat (Hasibuan, 2. Sutrisno . menekankan bahwa MSDM merupakan bidang strategis organisasi yang membutuhkan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan mengelolanya. Fungsi MSDM meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pelepasan karyawan (Hasibuan, 2. Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan karyawan yang siap, mampu, dan siaga dalam mencapai tujuan organisasi (Wether & Davis dalam Sutrisno, 2. Mangkunegara . mendefinisikannya sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pemeliharaan dan pemisahan tenaga kerja. SDM memiliki peranan penting dalam menetapkan program kepegawaian, termasuk penempatan tenaga kerja yang efektif, seleksi berdasarkan prinsip "the right man in the right place", dan pengembangan kesejahteraan karyawan (Hasibuan, 2. JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 147 - 153 Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 Lingkungan Kerja Fisik Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berada di sekitar karyawan saat bekerja yang dapat mempengaruhi kinerja dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya (Surajiyo dkk, 2. Afandi . mengklasifikasikan lingkungan kerja menjadi dua jenis: fisik dan non-fisik. Lingkungan kerja fisik mencakup semua keadaan berbentuk fisik di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai secara langsung maupun tidak langsung. Indikator lingkungan kerja fisik menurut Afandi . meliputi: . pencahayaan tempat kerja yang mempengaruhi kualitas dan produktivitas kerja. tata warna yang mempengaruhi suasana hati dan perilaku pekerja. dekorasi yang menentukan kenyamanan dan produktivitas. kebisingan yang dapat menurunkan efisiensi pekerja. suhu udara yang harus dijaga pada level nyaman untuk mempertahankan kapasitas kerja optimal. Disiplin Kerja Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan pegawai menaati semua peraturan organisasi dan normanorma sosial yang berlaku (Sinambela, 2. Rivai . menjelaskan disiplin kerja sebagai alat komunikasi manajer dengan karyawan untuk mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran mentaati peraturan perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja meliputi tujuan dan kemampuan, kepemimpinan, kompensasi, sanksi hukum, dan pengawasan (Hasibuan, 2. Indikator disiplin kerja menurut Siswanto dalam Sinambela . terdiri dari: . frekuensi kehadiran. tingkat kewaspadaan dalam melaksanakan pekerjaan. ketepatan jam kerja. ketaatan pada standar dan . etika kerja untuk menciptakan suasana harmonis antar karyawan. Kinerja Karyawan Kinerja adalah hasil kerja dan tindakan yang dicapai dengan memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam jangka waktu tertentu (Kasmir, 2. Hariandja . mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dihasilkan karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja meliputi kompetensi, motivasi, lingkungan kerja, kepemimpinan, insentif dan kompensasi, serta budaya organisasi (Kasmir, 2. Mangkunegara . mengidentifikasi indikator kinerja karyawan yang terdiri dari: . kualitas kerja yang menunjukkan seberapa baik karyawan mengerjakan tugasnya. kuantitas kerja yang mencerminkan kecepatan dan volume pekerjaan. pelaksanaan tugas yang menunjukkan akurasi dalam bekerja. tanggung jawab sebagai kesadaran karyawan melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh populasi berjumlah 56 karyawan PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan, melalui pengumpulan data primer . bservasi, kuesioner, dokumentas. dan sekunder . tudi kepustakaa. , yang dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier sederhana dan berganda, serta uji t dan uji F dengan bantuan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil 1 Karakteristik Responden Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Kategori Jumlah Persentase Jenis Kelamin Usia Laki-laki 39,3% Perempuan 60,7% 17-25 tahun 37,5% 26-30 tahun 42,9% 31-35 tahun 14,3% >36 tahun 5,3% Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT El Profesor Steak House Cipete Jakarta Selatan (Eka Yulian. Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 Masa Kerja <1 tahun 17,9% 1-5 tahun 46,4% >5 tahun 35,7% Total Sumber : data olah oleh penulis 2025 Responden penelitian didominasi perempuan . ,7%) dengan rentang usia 26-30 tahun . ,9%) dan masa kerja 1-5 tahun . ,4%) 2 Statistik Deskriptif Variabel Tabel 2. Statistik Deskriptif Mean Std. Deviation Lingkungan Kerja Fisik (X. 4,14 0,68 Baik Disiplin Kerja (X. 4,08 0,72 Baik Kinerja Karyawan (Y) 56 4,16 Sumber : data olah oleh penulis 2025 0,65 Baik Kategori Berdasarkan Tabel 2, nilai rata-rata . untuk variabel lingkungan kerja fisik sebesar 4,14, disiplin kerja 4,08, dan kinerja karyawan 4,16, dengan standar deviasi di bawah 1. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap ketiga variabel berada pada kategori baik, serta data relatif homogen. Artinya, mayoritas karyawan menilai bahwa kondisi lingkungan kerja fisik, kedisiplinan, dan kinerja sudah cukup memadai di perusahaan. 3 Uji Validitas dan Reliabilitas Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variable Lingkungan Kerja Fisik (X. Disiplin Kerja (X. Kinerja Karyawan (Y) Pernyataan Corrected Item-Total Correlation 0,622 0,348 0,539 0,646 0,752 0,708 0,737 0,471 0,492 0,654 0,416 0,505 0,748 0,780 0,748 0,693 0,688 0,553 0,591 0,707 0,349 0,615 0,622 0,523 0,271 0,415 0,499 0,456 0,483 0,575 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 0,263 Ket Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 147 - 153 Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 Sumber : SPSS versi 26, diolah oleh penulis 2025 Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Lingkungan Kerja Fisik (X. 0,785 Disiplin Kerja (X. 0,838 Kinerja Karyawan (Y) 0,608 Sumber : SPSS versi 26, diolah peneliti 2025 Ket Reliabel Reliable Reliable Tabel 3 menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation > r tabel . , sehingga dinyatakan valid. Sementara itu, berdasarkan Tabel 4, nilai CronbachAos Alpha untuk lingkungan kerja fisik . , disiplin kerja . , dan kinerja karyawan . semuanya berada di atas batas minimal 0,60, sehingga instrumen penelitian dinyatakan reliabel. Dengan demikian, kuesioner layak digunakan untuk analisis lebih lanjut. 4 Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Sig. Std. Error Beta 1 (Constan. Lingkungan_Kerja_Fisik DIsiplin_Kerja Dependent Variable: Kinerja_Karyawan Sumber : SPSS versi 26, diolah peneliti 2025 hasil perhitungan regresi memperoleh persamaan Y = 22. 276 0,240 X1 0,230 X2, di Tarik kesimpulan seperti berikut: Konstanta 22. 276 menandakan bahwa jika nilai lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja nihil=0, maka kinerja karyawan akan memiliki 22. Koesfisien regresi untuk variabel lingkungan kerja fisik 0,240 yang positif. Karena itu, setiap peningkatan satu unit dalam lingkungan kerja fisik akan meningkatkan nilai kinerja sebesar 0,240, dengan asumsi nilai variable lainya tetap. Koesfisien regresi untuk variabel disiplin kerja 0,230 yang positif. Karena itu, setiap peningkatan satu unit dalam disiplin kerja akan meningkatkan nilai kinerja sebesar 0,230, dengan asumsi nilai variable lainya tetap. 5 Uji t Tabel 6. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Sig. Std. Error Beta 1 (Constan. Lingkungan_Kerja_Fisik Dependent Variable: Kinerja_Karyawan Sumber : SPSS versi 26, diolah penulis 2025 Tabel 7. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Disiplin Kerja 15,368 Std. Error 2,692 ,659 ,077 Beta Sig. 5,709 ,000 ,752 8,541 ,000 Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT El Profesor Steak House Cipete Jakarta Selatan (Eka Yulian. Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : SPSS versi 26, diolah oleh penulis 2025 Tabel 6 menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung 4,777 > t tabel 2,005 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Tabel 7 menunjukkan bahwa disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t hitung 8,541 > t tabel 2,005 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, kedua variabel independen berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan. 6 Uji Simultan F Tabel 8. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja_Karyawan Predictors: (Constan. Disiplin_Kerja. Lingkungan_Kerja_Fisik Sumber : SPSS versi 26, diolah penulis 2025 Berdasarkan Tabel 8, diperoleh nilai F hitung sebesar 15,114 > F tabel 2,780 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan, lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. 7 Koefisien Determinasi Tabel 9. Koefisien Determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DIsiplin_Kerja. Lingkungan_Kerja_Fisik Sumber : SPSS versi 26, diolah peneliti 2025 Tabel 9 menunjukkan nilai R sebesar 0,603 yang termasuk kategori korelasi kuat. Nilai R Square sebesar 0,363 berarti bahwa 36,3% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja. Sementara 63,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti motivasi kerja, kepemimpinan, kompensasi, maupun budaya organisasi. 2 Pembahasan 1 Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung 4,777 > t tabel 2,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha1 diterima dan Ho1 ditolak. Artinya, lingkungan kerja fisik (X. pada PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial. Temuan ini diperkuat oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,545 dan koefisien determinasi sebesar 0,297, yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik berkontribusi sebesar 29,7% terhadap kinerja karyawan, sedangkan 70,3% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar 2 Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung 4,933 > t tabel 2,005, sehingga Ha2 diterima dan Ho2 ditolak. Dengan demikian, disiplin kerja (X. pada PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara parsial. Hasil ini didukung oleh koefisien korelasi sebesar 0,557 dan koefisien determinasi sebesar 0,311, yang berarti disiplin kerja memberikan kontribusi sebesar 31,1% terhadap kinerja karyawan, sementara 68,9% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. 3 Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan F hitung 15,144 > F tabel 2,780, sehingga Ha3 diterima dan Ho3 ditolak. Artinya, lingkungan kerja fisik (X. dan disiplin kerja (X. secara JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 147 - 153 Eka Yuliana dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 147 Ae 153 simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan. Temuan ini didukung oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,603 . ategori kua. dan koefisien determinasi sebesar 0,363, yang menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 36,3% terhadap kinerja karyawan, sedangkan 63,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan analisis dan pembahasan mengenai pengaruh lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan, dapat disimpulkan bahwa Secara parsial. Lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT El Profesor Steak House Cipete. Jakarta Selatan. Secara parsial. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara Simultan, lingkungan kerja fisik dan disiplin kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja karyawan SARAN Berdasarkan kesimpulan tersebut, penulis memberikan saran Perusahaan perlu meningkatkan kualitas pencahayaan di tempat kerja melalui pemeliharaan dan penggantian lampu sesuai standar kenyamanan kerja. Manajemen perlu memperkuat aturan kedisiplinan dengan komunikasi yang jelas serta penegakan sanksi yang tegas dan adil untuk menekan kasus keterlambatan dan absensi. Evaluasi dan audit kinerja karyawan secara berkala perlu dilakukan agar target kerja tercapai, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan DAFTAR PUSTAKA