Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025, 88-108 ISSN 2686-1836 (Prin. ISSN 2716-0742 (Onlin. Available Online at http://ejournal. id/JPKP Department of Management of Public Security and Safety. Faculty of Community Safety and Protection. Institute of Home Affairs Governance (IPDN) DOI: https://doi. org/10. 33701/jpkp. Received: 2025-09-02. Accepted: 2025-12-22. Published: 2025-12-29 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA MATARAM (STUDI DI TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU SANDUBAYA) Nafillah1. Muhammad Ali1. Rahmad Hidayat1,2 Universitas Muhammadiyah Mataram corresponding author: rahmad_dayat22@yahoo. ABSTRAK Dalam Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah dijelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, dimulai dari pemilahan di sumber hingga proses akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya dapat mengurangi volume sampah di Kota Mataram, serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses implementasi kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak Dinas Lingkungan Hidup, pengelola TPST Sandubaya, serta masyarakat sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa TPST Sandubaya telah mampu memberikan kontribusi dalam pengurangan volume sampah dengan adanya program seperti pemilahan sampah, pengolahan kompos, budidaya maggot, hingga pembuatan paving block dari sampah Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa kebijakan ini sudah berjalan tetapi belum Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi berbagai hambatan seperti kurangnya partisipasi masyarakat yang belum maksimal, masih terjadi kerusakan mesin yang membuat keterbatasan fasilitas saat operasiona. Faktor pendukung keberhasilan seperti penggunaan teknologi canggih di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tersedianya tenaga kerja terlatih meskipun jumlahnya masih belum optimal, serta dukungan yang kuat dari pihak pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah melalui kebijakan ini perlu terus dioptimalkan seperti penambahan jumlah tenaga terlatih serta partisipasi masyarakat yang bisa lebih maskimal lagi agar dapat mewujudkan Kota Mataram yang bersih dan berkelanjutan secara Kata Kunci: Implementasi Kebijakan. Manajemen Sampah. TPST Sandubaya. Copyright . 2025 Nafillah. Muhammad Ali. Rahmad Hidayat This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 88 ABSTRACT Mataram City Regional Regulation Number 1 of 2019 concerning Waste Management explains that the local government has the responsibility for sustainable waste management, starting from sorting at the source to the final process. This study aims to determine the extent to which the implementation of the waste management policy through the Sandubaya Integrated Waste Processing Site (TPST) can reduce waste volume in Mataram City, as well as to identify supporting and inhibiting factors in the process of implementing the policy. The approach used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observations, and documentation with the Environmental Agency, the Sandubaya TPST manager, and the surrounding community. The results of this study indicate that the Sandubaya TPST has been able to contribute to reducing waste volume through programs such as waste sorting, composting, maggot cultivation, and the manufacture of paving blocks from plastic waste. Therefore, the researchers concluded that this policy is already in place, but not yet However, its implementation still faces various obstacles, such as a lack of community participation and ongoing machine breakdowns that limit operational facilities. Supporting factors for success include the use of advanced technology at the Integrated Waste Processing Facility (TPST), the availability of a sufficient workforce, although the number is still not optimal, and strong support from the government and the community. Thus, waste management through this policy needs to be continuously optimized, such as by increasing the number of trained personnel and maximizing community participation to realize a clean and environmentally sustainable Mataram City. Keywords: Implementation Policy. Waste Management, and Sandubaya TPST. PENDAHULUAN Penelitian Di era urbanisasi yang pesat, banyak kota di Indonesia, termasuk Kota Mataram, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Isu sampah kini menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi, terutama di kawasan pusat kota seperti pasar, terminal, dan jalan raya Permasalahan ini muncul akibat berbagai pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat, perkembangan ekonomi yang pesat, serta pola konsumsi masyarakat yang semakin beragam (Kusdiah et al. gambaran penting mengenai tantangan dan solusi yang dihadapi oleh pemerintah dalam menangani masalah ini. Penelitian yang dilakukan oleh (Saebu Tri Suryo, 2. tentang pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa sampah di daerah tersebut masih kurang maksimal, terutama dalam hal penegakan hukum terhadap pembuangan sampah yang tidak terkendali. Penelitian ini juga mencatat bahwa kurangnya fasilitas yang Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 89 memadai menjadi hambatan besar dalam upaya pengelolaan sampah yang efektif. pengelolaan lingkungan. Sementara itu, penelitian oleh (Rizky. Kota Depok Seiring menunjukkan bahwa meskipun ada upaya sosialisasi yang cukup intensif kepada menjadi semakin kompleks. Terlebih lagi, masyarakat, masih terdapat kendala dalam dana yang terbatas untuk layanan publik hal partisipasi aktif masyarakat dalam dan dampak dari pembangunan ekonomi pengelolaan sampah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat merupakan semakin sulit (Awaluddin & Hidayat. Keberadaan sampah yang tidak kebijakan pengelolaan sampah yang ada. Penelitian yang dilakukan oleh menimbulkan berbagai penyakit, seperti (Purwono et al. , 2. di Purwakarta juga penyakit lainnya yang dapat menular baik secara langsung maupun tidak langsung. dalam menyediakan fasilitas pengelolaan Masalah ini semakin diperburuk oleh tingginya jumlah sampah yang terus kebutuhan untuk melibatkan masyarakat semakin beragam, yang membutuhkan lebih aktif dalam pengelolaan sampah penanganan lebih serius dari pemerintah. rumah tangga. Selain itu, kurangnya infrastruktur yang masyarakat secara langsung, serta adanya Faktor-faktor memadai dan adanya kekurangan dana memperburuk situasi pengelolaan sampah di perkotaan, mengingat meningkatnya semakin rumit, yang pada gilirannya dapat kepadatan penduduk, peran kota yang mengancam kualitas hidup masyarakat terus berkembang, serta kompleksitas (Mustamin et al. , 2. transportasi yang ada (Listantari et al. Kota Mataram, sebagai ibu kota Berdasarkan penelitian (Kusdiah et Provinsi Nusa Tenggara , 2. , pengelolaan sampah di kota besar juga dipengaruhi oleh kebiasaan Dengan pertumbuhan populasi yang pesat masyarakat yang tidak selalu sesuai dan peningkatan aktivitas ekonomi yang Barat, signifikan, masalah pengelolaan sampah Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 90 menjadi semakin mendesak. Menurut data sebagai masalah yang hanya menjadi Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, kota ini menghasilkan sekitar 400 ton sebagai bagian dari tanggung jawab sampah per hari, dengan sebagian besar mereka (Hidayat & Ferbiyanti, 2. Hal ini menyebabkan rendahnya partisipasi komersial, dan industri (Ummayya, 2. Peningkatan volume sampah yang terus pengelolaan sampah yang ada. Di sisi lain, meningkat ini tidak hanya memberikan pengelolaan sampah yang ada saat ini dampak negatif terhadap lingkungan, cenderung berfokus pada tiga tahap dasar: tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan Sayangnya, pendekatan ini sangat terbatas dan hanya memerlukan Penumpukan meningkatkan risiko terjadinya penyakit. dengan bertambahnya volume sampah. Lebih Tanpa adanya anggaran yang memadai, berbagai masalah operasional pun muncul, menjadi penyebab banjir di musim hujan, seperti fasilitas yang tidak memenuhi memperburuk dampak lingkungan yang standar dan metode pengelolaan yang sudah ada. tidak sesuai dengan prinsip teknis yang Pemerintah Kota Mataram telah Dampaknya, pengelolaan sampah menjadi menurun, mengatasi masalah sampah ini, seperti pembangunan Tempat Pembuangan Akhir perlindungan lingkungan yang seharusnya (TPA), pemisahan sampah sejak sumber, menjadi fokus utama. Pada pertengahan tahun 2024. Namun, meskipun kebijakan- jumlah penduduk Kota Mataram tercatat kebijakan tersebut telah dijalankan, masih 683 jiwa, dengan kepadatan penduduk sekitar 7. 500 jiwa per kilometer Salah satu tantangan Kecamatan tertinggi, yakni 9. 305 jiwa per kilometer pengelolaan sampah yang baik. Banyak persegi, sementara Sekarbela memiliki warga yang masih memandang sampah kepadatan terendah, yakni 7. 292 jiwa per Ampenan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 91 kilometer (Visualisasi Kependudukan-Kementerian Data Dalam pelaksanaan kebijakan yang efektif. Selain Neger. Angka kepadatan penduduk yang tinggi ini menjadi tantangan tersendiri pengelolaan sampah juga masih belum bagi pengelolaan sampah, karena semakin banyaknya sampah yang dihasilkan setiap program-program yang ada. Selain pengelolaan sampah di Kota Mataram juga masih perlu diperbaiki. Sarana dan prasarana, seperti truk pengangkut sampah TPA Terlebih lagi, anggaran yang terbatas Tabel 1. Volume Sampah Harian di Kota Mataram Tahun 2024 Jenis Sampah Volume Sampah (Ton/Har. Sampah organik Sampah plastik Sampah anorganik lainya Total Sampah Harian Kota Mataram Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2025. Persentase Dari Total Sampah Berdasarkan tabel 1, total sampah Dalam menghadapi permasalahan harian di Kota Mataram pada tahun 2024 tersebut. Pemerintah Kota Mataram telah diperkirakan mencapai 240 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sampah organik Sampah yang tertuang dalam Peraturan menyumbang sekitar 60% atau setara Daerah (Perd. Kota Mataram Nomor 1 dengan 144 ton per hari, sampah plastik Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah. menyumbang sekitar 30% atau 72 ton per Kebijakan hari, dan sampah anorganik lainnya memperkuat pengelolaan sampah yang menyumbang sekitar 10% atau 24 ton per berkelanjutan, serta memberikan arah yang jelas untuk pengelolaan sampah di Pengelolaan masa depan (Hidayat & Pratama, 2. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 92 Salah satu upaya penting yang harus lebih efisien dan ramah lingkungan di dilakukan adalah memperkuat regulasi Kota Mataram. terkait pengelolaan sampah, termasuk Sebagai langkah konkret dalam pengurangan penggunaan plastik sekali mengatasi masalah sampah. Pemerintah pakai dan memberikan insentif bagi Kota Mataram juga telah membangun masyarakat serta pelaku usaha yang aktif Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dalam program daur ulang. Dengan (TPST) Sandubaya. Pembangunan TPST ini dimulai pada Oktober 2023 dan masyarakat bisa lebih sadar dan berperan merupakan bagian dari program nasional aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan (Alqorni, 2. pengelolaan sampah di daerah dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tingkat produksi sampah yang tinggi. Kota Mataram telah melakukan berbagai Dengan anggaran sebesar Rp19,9 miliar upaya untuk mengurangi sampah dan dari pemerintah pusat. TPST Sandubaya meningkatkan pengelolaan sampah di kota dibangun di atas lahan seluas 5. 300 meter Beberapa langkah yang telah diambil Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah dalam jumlah besar Pengolahan setiap harinya dengan teknologi tinggi. Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, sambil meminimalkan dampak negatif Mataram Maggot Center. Sekolah Lisan terhadap lingkungan. TPST Sandubaya (Lingkungan Nihi. , diharapkan dapat mengurangi volume Program Pesona Harum (Pengelolaan sampah yang ada di Kota Mataram dan Sampah Organik Rupiah Atasi DLH Kota Pembangunan Sampah di Penyuluhan Mataram Tempat Sampah Andalan Masalah. Hasilkan Pemisahan Sumber, dan Kampanye Masyarakat (Dinas berguna (Dinas Lingkungan Hidup Kota Matara. Melihat berbagai tantangan yang Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2. Melalui Dinas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mataram sejauh mana tempat pengolahan sampah langkah-langkah Lingkungan Hidup Kota meningkatkan kesadaran masyarakat, serta dilaksanakan berhasil mengurangi volume menciptakan pengelolaan sampah yang sampah di kota mataram, serta untuk Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 93 mempengaruhi untuk melakukan penelitian yang lebih penghambat tempat pengolahan sampah terpadu di sandubaya dalam mengurangi kebijakan pengelolaan sampah di Kota volume sampah dikota mataram. Dalam Mataram, dengan fokus pada faktor-faktor konteks ini, evaluasi yang dilakukan yang mempengaruhi keberhasilan dan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sejauh mana kebijakan tersebut dapat diperbaiki demi kebijakan ini berhasil diterapkan, serta apa mencapai tujuan yang lebih optimal. saja hambatan yang muncul dalam proses Untuk mencapai tujuan Menurut Edward i, komunikasi dalam penelitian ini adalah Pendekatan yang efektif antara berbagai pihak yang Edward i, yang menekankan empat terlibat sangat penting untuk memastikan bahwa pesan kebijakan dapat diterima implementasi kebijakan publik, yaitu: dengan baik dan dilaksanakan sesuai komunikasi, sumber daya, perilaku, dan dengan tujuan yang diinginkan (Setyawan struktur birokrasi. et al. , 2. Selain itu, ketersediaan KAJIAN TEORI Dengan adanya penelitian ini, sumber daya yang memadai, baik berupa diharapkan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Mataram dapat menjadi lebih infrastruktur, juga menjadi faktor kunci efisien dan berkelanjutan, serta dapat memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan kebijakan. Faktor perilaku, yang mencakup sikap dan kebiasaan Penelitian ini juga diharapkan masyarakat terhadap pengelolaan sampah, dapat memberikan rekomendasi yang juga memegang peranan penting, karena Kota Mataram mengoptimalkan kebijakan pengelolaan sampah sulit untuk terlaksana dengan sampah yang ada, sehingga tercipta Terakhir, struktur birokrasi yang lingkungan perkotaan yang lebih bersih, jelas dan efektif juga menjadi elemen sehat, dan ramah lingkungan bagi seluruh penting dalam memastikan bahwa setiap tahapan kebijakan dapat berjalan dengan Berdasarkan yang telah diuraikan, peneliti merasa perlu Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 94 lancar, mulai dari perencanaan hingga Mataram, petugas TPST Sandubaya, serta pelaksanaan di lapangan. warga yang terdampak langsung dari kebijakan pengelolaan sampah. Selain itu. METODE digunakan juga teknik snowball sampling Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Implementasi Kebijakan Penelitian Publik. Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Sandubaya, sebagai lokasi utama karena menjadi objek kajian dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Mataram. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung mulai dari bulan Mei sampai Juli Dalam penelitian ini, data primer dikumpulkan melalui wawancara . n-depth dengan Kepala Dinas dan staf pada Dinas berdasarkan rekomendasi dari informan Peneliti langsung Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram dalam mendukung kebijakan tentang pengelolaan sampah di kota Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua pendekatan wawancara, yaitu wawancara langsung dan wawancara tidak terstruktur. Informan yang akan diwawancarai Meliputi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram beserta jajarannya, serta beberapa masyarakat di Kota Mataram. Metode yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan model analisis interaktif dari (Miles & Huberman, 1. terkait serta beberapa masyarakat di Kota Mataram. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari sumber kedua yang relevan dan menjelaskan data primer (Hidayat, 2. Data sekunder ini dapat diperoleh dari dokumen atau laporan yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram yang menjadi objek penelitian. Informan yang dipilih meliputi pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kota HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kota Mataram dan TPST Sandubaya Kota Mataram adalah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Itu terletak di Pulau Lombok. Mataram adalah ibu kota Kabupaten Lombok Barat Sejarah Kota Mataram dimulai pada tahun 1958 ketika ditetapkan sebagai pusat Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 95 pemerintahan NTB setelah pemekaran ekonomi dengan meningkatkan daya saing wilayah di Indonesia. Kota Mataram daerah dan membuka peluang ekonomi kemudian berkembang pesat menjadi Selain itu, untuk mewujudkan tata pendidikan NTB. Tiga wilayah utama dengan transparansi dan partisipasi publik membentuk kota ini: Ampenan, yang yang tinggi. Terakhir, untuk menjamin dulunya merupakan pelabuhan penting stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dan sekarang menjadi pusat wisata. Kota perubahan lingkungan. Mataram yang berfungsi sebagai pusat Implementasi pemerintahan, pendidikan, dan bisnis. Pengelolaan Cakranegara. Mataram perdagangan dan ekonomi utama. Tidak Dalam Kebijakan Sampah Kota diragukan lagi, pertumbuhan pesat ini Mataram menjadi kota yang lebih bersih sampah telah menjadi fokus utama. pengelolaan sampah yang semakin sulit Melalui Peraturan Daerah No. 1 Tahun aktivitas ekonomi di kota ini. Pengelolaan Sampah, pemerintah Kota Mataram berusaha untuk Kota Mataram bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan sampah menjadi kota yang HARUM, yang berarti yang lebih efisien dan efektif yang Visi ini mencerminkan keinginan penggunaan, dan pengembalian . R). Kota Mataram untuk menjadi kota yang Salah satu kebijakan penting yang seimbang dari segi sosial, ekonomi, dan diterapkan adalah pengelolaan sampah di Tujuan utama visi ini adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, yang bertujuan untuk lingkungan yang nyaman, aman, dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang berkualitas tinggi. ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Misi Kota Mataram Fasilitas ini mengolah sampah menjadi meningkatkan sumber daya manusia yang produk bernilai seperti magot, kompos, berkualitas tinggi dan fleksibel yang pupuk organik, dan bahan bakar sampah mampu mengikuti perkembangan zaman. yang dihasilkan. Ini juga akan meningkatkan kemandirian Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 96 Implementasi Edward i . , komunikasi yang pengelolaan sampah di Kota Mataram buruk akan menghambat pelaksanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya dilakukan (Amanda, 2. Oleh karena itu, dengan berbagai program, antara lain pemilahan sampah di sumber, pengolahan interaktif diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurut wawancara dengan Bapak sampah organik, serta pengolahan sampah Kamarudin, plastik menjadi paving block. Fakta di Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) lapangan menunjukkan bahwa program ini Sandubaya, pemerintah telah melakukan Koordinator Tempat timbulan sampah yang masuk ke Tempat kesadaran masyarakat akan pentingnya Pembuangan Namun, pemilahan sampah. Hal ini menjadi efektivitasnya masih dipengaruhi oleh hambatan utama untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang efektif. Akhir (TPA). Hasilnya Untuk lebih jelasnya, hasil memahami pentingnya pemilahan sampah. menggunakan variabel dari Edward i. Sosialisasi yang lebih intensif diperlukan dan fasilitas yang memadai diperlukan . Komunikasi untuk mendukung penerapan pemilahan Komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pihak yang membuat Komunikasi kebijakan sangat penting untuk menjamin menyebabkan kebijakan berjalan dengan bahwa kebijakan dipahami dan diterapkan Penyuluhan yang tidak menarik atau dengan baik. Kebijakan pengelolaan Kota Mataram mengurangi partisipasi masyarakat dalam kebijakan pengelolaan sampah. Oleh menggunakan metode komunikasi yang pengelolaan sampah, seperti pemilahan sampah di rumah tangga. menjangkau masyarakat yang lebih luas. Menurut Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 97 Langkah meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif adalah penyuluhan yang melibatkan komunitas langsung. Tabel 2. Program Sosialisasi Pengelolaan Sampah Oleh DLH Kota Mataram Kegiatan Target Jalur Edukasi Larangan Plastik Sekali Pakai Pelatihan Petugas Sampah Kegiatan Zero Waste Pasar tradisional Langsung Pengolah sampah Masyarakat NTB Workshop/proyek Media dan Media Sosial Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2025 Berikut dilapangan terkait pelatihan di wokshop. Sandubaya telah berupaya melakukan berbagai sosialisasi, seperti kampanye Zero Waste, pelatihan untuk petugas, serta pelarangan penggunaan plastik sekali pakai, tingkat partisipasi masyarakat tetap Banyak penduduk belum terbiasa Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2024 Gambar 1. Workshop Pelatihan Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menjalankan berbagai program sosialisasi pengelolaan sampah dengan dalam memilah sampah karena informasi yang mereka terima dianggap kurang jelas, jarang disampaikan, dan tidak Selain itu, keterbatasan fasilitas, seperti tempat sampah terpisah di rumah, juga menjadi hambatan yang berarti. Sumber Daya pendekatan yang disesuaikan bersadarkan Pilihan mempekerjakan Sebagian sasaran, sesuai tabel 2 dan gambar 1. besar warga lokal berdasarkan pada Salah satu programnya adalah larangan beberapa alasan strategis dan sosial untuk penggunaan plastik sekali pakai untuk memberdayakan Masyarakat setempat dan pasar tradisional dan swalayan. memberikan mereka kesempatan. Tempat Hasil Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) bahwa salah satu tantangan utama dalam Sandubaya untuk memilah sampah, 10 orang untuk Kota Mataram efektivitas komunikasi. Meskipun Dinas membuat bata beton . aving bloc. , dan 41 orang untuk budidaya maggot. Lingkungan Hidup (DLH) dan TPST Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 98 Tabel 3. Pekerja Lokal di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya Jenis Pekerjaan Memilah sampah Jumlah Tenaga kerja 54 orang Membuat paving 10 orang Budidaya maggot 41 orang Total 105 orang Tujuan Pemberdayaan -Menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar -Meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah berbasis komunitas -Mengembangkan keterampilan daur ulang sampah konstruksi -Menghasilkan produk bernilai ekonomi -Memanfaatkan sampah organic sebagai pakan -Mendukung ekonomi sekitar -Memberdayakan masyarakat local sekaligus mengurangi pengangguran Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2024 melalui penciptaan lapangan kerja dan pengelolaan sampah. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya memiliki 105 pekerja, sebagian besar dari mereka yang tinggal di Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara. Diharapkan perekonomian Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, 2024. Gambar 2. Proses Pemilahan Sampah Tabel lokal akan meningkat sebagai hasil dari pemberdayaan masyarakat setempat yang didukung oleh kebijakan ini. Meskipun pelatihan yang ditawarkan oleh Bank karyawan telah diberi pelatihan selama Sampah ini merupakan langkah penting keterampilan mereka dalam pemilahan Tempat sampah. Bapak Kamarudin menyatakan Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, yang memerlukan kinerja karyawan. Ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan Meskipun tidak terdapat standar dan mencapai tujuan pengelolaan sampah nasional yang mengatur jumlah personel yang lebih efisien. Pelibatan masyarakat ideal bagi TPST, praktik penentuan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 99 melalui Penetapan context-based. pemisahan limbah, budidaya maggot, dan operasional, termasuk arah pengolahan menghasilkan SDM yang lebih terampil sampah . ompos, maggot, paving bloc. dan siap untuk bekerja (Wawancara serta volume per hari . Ae46 to. Oleh Kamarudin, 2. karena itu, jumlah personel saat ini . Selanjutnya. Lamongan juga menunjukkan kurangnya bentuk respons kesiapan sumber daya, tapi kolaborasi antara instansi yang terlibat, masih perlu dikaji lebih dalam. Idealnya, yang berakibat pada tumpang tindih tugas DLH dan lemahnya koordinasi. Sebaliknya, di kebutuhan SDM berbasis beban kerja. TPST Sandubaya, kerja sama antara DLH julah shift, lokasi, dan target output agar Kota Mataram dengan Bank Sampah lokal (Widigdo, 2. memungkinkan pelatihan serta penerapan Dalam studi yang dilakukan di Kabupaten Lamongan (Fitroni, 2. Pendekatan sumber daya manusia yang terlibat dalam TPST memberikan keuntungan tersendiri, di institusi utama, yaitu Dinas Perumahan mana 90% tenaga kerjanya berasal dari Rakyat warga setempat, sehingga menciptakan Kawasan Permukiman (PRKP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Meskipun SDM Sandubaya (Wawancara Kamarudin, 2. Sumberdaya Anggaran kompetensi teknis serta pergantian posisi Pembangunan Tempat Pengolahan yang mengganggu efisiensi kerja (Fitroni. Sampah Ini berbeda dengan yang terjadi di didanai oleh pemerintah pusat sebesar TPST Sandubaya, di mana para pegawai Rp19,9 miliar. Anggaran tahunan untuk menerima pelatihan intensif selama dua bulan yang diselenggarakan oleh Bank diperlukan untuk menjamin kelangsungan Sampah dan DLH Kota Mataram. Tujuan meningkatkan kemampuan pegawai dalam Terpadu Bapak (TPST) Sandubaya Kamarudin bahwa meskipun maggot yang dibuat Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 100 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu . Sumberdaya Peralatan (TPST) Sandubaya sudah mulai dijual. Setyawan et al. mengutip mereka masih membutuhkan anggaran Edward i . menyatakan bahwa peralatan yang memadai adalah sumber Untuk Penggunaan peralatan yang pengelolaan sampah di TPST, anggaran tepat dan modern meningkatkan efisiensi (Mahmuda et al. , 2. Tanpa dana yang pengelolaan sampah. Berbagai peralatan cukup, pengelolaan fasilitas pengolahan modern dilengkapi Tempat Pengolahan sampah akan terganggu, yang berisiko Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya menurunkan efektivitas kebijakan. Studi di Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa kurangnya dana Peralatan juga berkonstribusi pada untuk pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan akhirnya dibuag ke Tempat Pembuangan Sementara Akhir dan memungkinkan Pengolahan Sampah menjadi peroduk bernilai seperti Anggaran yang terbatas mengakibatkan paving block dan maggot, yang tentunya fasilitas pengelolaan limbah yang tidak bermanfaat bagi lingkungan. (TPS) memadai, terutama di area pedesaan (Fitroni, 2. Di sisi lain. TPST Sandubaya menerima dana pembangunan sebesar Rp19,9 miliar dari pemerintah pusat, yang memungkinkan pembangunan Namun, kendala yang operasional dan pemeliharaan, di mana TPST Sandubaya Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2025 Gambar 3. Mesin Pengepres Sampah kelangsungan operasional (Wawancara Kamarudin, 2. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Sandubaya memiliki budidaya Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 101 maggot yang berhasil. Tempat Pengolahan tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya memiliki Peralatan modern seperti mesin menghasilkan produk bernilai ekonomi penarik logam, mesin gibrig, mesin sentris, mesin pencetak paving, mesin (Wawancara Kamarudin, pengancur kaca, mesin pengepres, mesin Keberhasilan pengering dan pengayak memungkinkan Edward i . menekankan pentingnya fasilitas yang memadai untuk mendukung penerapan TPA (Kurniyawan & Putri, 2. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu(TPST) Disimpulkan bahwa keberhasilan Sandubaya juga telah menghasilkan 20 ton maggot dalam waktu lima bulan. Maggot ini digunakan untuk pakan ikan dan ternak serta sebagai bahan baku untuk TPST pembuatan pupuk organik. Pencapaian ini menunjukkan kemajuan yang signifikan tentunya didukung oleh peralatan yang dalam hal tersebut, berkat pelatihan SDM, dana pembangunan yang memadai, serta Ketersediaan Sandubaya Kabupaten Lamongan masih menghadapi keberhasilan pengelolaan limbah. Dalam tantangan seperti kurangnya koordinasi Kabupaten Lamongan, penelitian turut antar instansi dan keterbatasan anggaran. menemukan kurangnya fasilitas seperti Oleh karena itu, pelajaran dari TPST Sandubaya dapat dijadikan pedoman bagi efektivitas pengelolaan limbah melalui maksimal (Fitroni, 2. Sementara itu, pendekatan yang terpadu dan pemanfaatan TPST Sandubaya dilengkapi oleh beragam mesin mutakhir, seperti mesin penarik logam, mesin pemilah sampah otomatis mengakibatkan proses daur ulang dan Sementara . Disposisi (Sikap Pelaksan. Disposisi (MPPS), mesin pencetak paving, dan kemauan, dan komitmen dari para mesin penghancur kaca. Peralatan ini pelaksana maupun penerima kebijakan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 102 dalam Temuan ini menunjukkan adanya Edward i kesenjangan disposisi antara pelaksana kebijakan (DLH dan pengelola TPST) dipengaruhi oleh sejauh mana para aktor . Jika disposisi pelaksana kebijakan yang dijalankan. Bapak M. relatif positif dan berkomitmen, maka Ilman Kurniawan Umum Lingkungan Kasubag Kepegawaian Dinas rendah, ditandai dengan sikap enggan. Mataram malas, atau tidak terbiasa memilah Hidup Kota masyarakat tentang pemilahan sampah Dengan demikian, sesuai dengan adalah bagian penting dari kebijakan Edward i, kebijakan menjadi kurang efektif karena Berdasarkan wawancara dengan Ibu Muslihatun, selaku warga yang tinggal di sekitar TPST Sandubaya, ia Jika disposisi masyarakat pengelolaan sampah yang dilakukan pengelolaan sampah akan berjalan lebih pemerintah belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai pemilahan sampah Pemerintah Kota Mataram adalah posisi tertinggi dalam struktur birokrasi. banyak warga yang belum terbiasa Perencanaan dan kebijakan pengelolaan memilah sampah sejak dari rumah. sampah di Selain itu, masyarakat masih sering pemerintah kota. beranggapan bahwa pengelolaan sampah Hidup Kota Mataram (DLH) bertanggung sepenuhnya merupakan tanggung jawab jawab atas pelaksanaan kebijakan ini. Hal ini menunjukkan bahwa Tanggung . Struktur Birokrasi dilakukan oleh Dinas Lingkungan pengagihan anggaran, dan pengawasan masih menghadapi tantangan, meskipun terhadap pelaksanaan kebijakan. Unit yang terlibat adalah Dinas Lingkungan Mataram melakukan sosialisasi. Hidup Kota Mataram. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 103 Struktur Dinas Tempat Pengolahan Sampah Lingkungan Hidup terdiri dari Tim Umum Terpadu (TPST) Sandubaya memiliki tiga tim utama yang bertanggung jawab atas jawab atas manajemen sumber daya operasional pengelolaan sampah. Tim manusia dan koordinasi antar bidang. Tim Pengelolaan Sampah, yang bertanggung memilah sampah organik dan non-organik jawab atas pengelolaan dan pengawasan dari masyarakat. Tim ini terdiri dari 54 Sampah orang, dengan beberapa shift pemilahan Terpadu (TPST) Sandubaya dan sistem manual dan mesin. Tim Pembuat paving pengelolaan sampah Mataram, dan Divisi block adaa 8 orang bekerja dalam dua Monitoring shift dan bertugas mengolah sampah bertanggung jawab untuk memastikan plastik menjadi paving block, yang dapat keberhasilan pengelolaan sampah dan Budidaya Maggot ada 20 orang bekerja Kepegawaian. Tempat Pengolahan Evaluasi. Tim dan bertugas mengolah sampah organik Koordinator Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya digunakan untuk pakan ternak dan bahan bertanggung jawab atas operasional harian baku pupuk organik. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Tempat Pengolahan Sampah (TPST) Sandubaya, termasuk pengolahan Terpadu (TPST) Sandubaya memberikan sampah, manajemen tim, dan pelaporan ke Dinas Lingkungan Hidup. Tanggung jawabnya meliputi pengelolaan fasilitas pengolahan sampah, pemilahan sampah (Reduksi. Penggunaan, dan Recycl. organik dan non-organik, pengawasan Keterlibatan Bank Sampah dan Dinas pelaksanaan program pelatihan karyawan. Lingkungan dan penyusunan laporan operasional dan mendapatkan pelatihan dua bulan dari perkembangan untuk disampaikan ke Bank Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, dia bertanggung jawab untuk memastikan bahwa fasilitas dan peralatan beroperasi menjalankan tugas mereka. Hidup: Sampah Karyawan DLH TPST dengan baik dan sesuai dengan standar. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 104 Faktor Keberhasilan Dan Penghambat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Sandubaya Dalam Mengurangi Volume Sampah di Kota Mataram Faktor penghambat adalah dua komponen utama yang sangat mempengaruhi keberhasilan kebijakan pengelolaan sampah di Kota Mataram. Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2025 Gambar 4. Paving Block Dari Sampah Tempat Plastik Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Penelitian Oleh (Fitroni, 2. Sandubaya. Faktor-faktor ini tidak hanya saling terkait, tetapi juga penting untuk Kabupaten memahami sejauh mana kebijakan ini Lamongan, penting, meskipun menghadapi berbagai menciptakan lingkungan yang lebih bersih Di Lamongan, dukungan dari dan ramah lingkungan. Berikut penulis Dinas PRKP dan Dinas Lingkungan jelaskan mengenai faktor Keberhasilan Hidup tampak jelas dengan inisiatif dan faktor penghambat dalam pelaksanaan mereka dalam merancang program seperti kebijakan pengelolaan sampah di kota Lamongan Green and Clean (LGC). Mataram. Namun, kurangnya kerja sama antara Penggunaan teknologi canggih di kedua instansi itu menjadi penghambat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dalam efektivitas pelaksanaan kebijakan. (TPST) Sandubaya adalah komponen Sementara itu, di TPST Sandubaya, penting dari keberhasilan. Mesin modern yang digunakan di TPST, seperti mesin pemerintah dan masyarakat, sebagaimana penggiling, mesin pencetak paving, dan mesin pengering, membantu mengurangi Kurniawan serta Bapak Johri, menjadi jumlah sampah yang dibuang ke TPA dan mengubahnya menjadi barang berharga Ini menunjukkan bahwa seperti paving block . ihat gambar . , dukungan tidak hanya harus berasal dari kompos, maggot dan RDF. Bapak Ilman Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 105 Kerusakan lima bulan, yang dapat digunakan untuk terjadi menyebabkan proses pengolahan sampah menjadi kurang efisien. Mesin Teknologi ini menghasilkan keuntungan yang macet atau tidak berfungsi dengan ekonomi bagi masyarakat dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. sampah tertunda, yang pada gilirannya Meskipun Tempat menghambat proses pengolahan sampah Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) lebih lanjut, seperti pembuatan pupuk Sandubaya organik, kompos, dan produk lainnya (Nugraha Hal menyebabkan TPST Sandubaya tidak menyebabkan penghambat kebijakan ini. dapat mengolah sampah secara efektif dan Menurut Bapak Johri, karyawan Tempat Upaya Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pemeliharaan rutin setiap tiga bulan Sandubaya, mesin pemilah sampah sering Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) terutama ketika sampah yang masuk tidak Sandubaya dipilah dengan baik atau ketika material mesin yang digunakan tetap berfungsi yang sulit diproses seperti plastik keras dengan baik, meskipun mesin sering dan sampah basah. Kendala teknis ini mengalami kerusakan. menyebabkan proses pemilahan sampah Tempat Terpadu Pengolahan Sampah menjadi lambat dan mengganggu proses (TPST) Sandubaya pengolahan sampah lebih lanjut, seperti membuat kompos atau Paving Block. Secara sampah, meskipun menghadapi berbagai penelitian ini saling melengkapi dalam kendala teknis. Mesin canggih seperti menjelaskan kompleksitas pelaksanaan mesin pengancur kaca, mesin pengepres, kebijakan pengelolaan limbah. Penelitian dan mesin pengering mengubah sampah (Fitroni, 2. memberikan perspektif kompos, bata beton, dan bahan bakar antar-instansi sampah (Pujiyanto, 2. Selain itu, infrastruktur dasar, sementara penelitian di Mataram menawarkan analisis mikro menghasilkan 20 ton maggot dalam waktu tentang operasional fasilitas pengelolaan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 106 limbah dan hubungan dengan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA