Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 ISSN: 2460-4437. E-ISSN 2549-3329 (Onlin. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. URGENSI PENDIDIKAN ADAB SEBELUM ILMU BAGI ANAK USIA DINI: KONTRIBUSI PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI BAGI ZAMAN KONTEMPORER Hamdi YuslianiA . Riza MuarrifA. EmawatiA. RA Nadiya Anggraeni a Universitas Muhammadiyah Aceh Email: hamdi. yusliani@unmuha. Abstrak Artikel ini mendiskusikan konsep pendidikan Islami yang tepat bagi anak dengan menelaah warisan pemikiran Imam Al-Ghazali . -505 H. ) melalui beberapa karyanya, seperti Ayyuha al-Walad dan magnum opus-nya. IhyaAo AoUlumiddin tentang pentingnya membekali adab sebelum mendapatkan ilmu bagi anak usia dini. Dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian yang merangkum konsep pemikiran Al-Ghazali tentang urgensi adab dari berbagai referensi klasik dan kontemporer yang dianalisis secara sintesis. Temuan dari penelitian ini adalah: pendidikan dan penanaman nilai adab sebelum pengajaran ilmu bagi anak usia dini adalah suatu hal yang niscaya dan mutlak dibutuhkan di masa kontemporer ini untuk mengarahkan peserta didik usia dini tersebut dalam memahami klasifikasi dan tingkatan ilmu, baik pada tingkat ilmu yang lebih penting . , penting . , atau hanya pendukung ilmu biasa. Melalui klasifikasi keilmuan pada ilmu fardhu Aoayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional, sehingga anak mampu menempatkan benar dan salah pada Hal ini dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bertanggung jawab. Mengajarkan adab sejak dini dapat memperlengkapi mereka untuk menghadapi tantangan zaman kontemporer saat ini. Kata Kunci: Pendidikan. Adab. Ilmu Fardhu AoAyn. Ilmu Fardhu Kifayah. Imam Al-Ghazali Abstract This article discusses the concept of appropriate Islamic education for children by examining the legacy of Imam Al-Ghazali's . -505 H. ) thoughts through several of his works, such as Ayyuha al-Walad and his magnum opus. Ihya' 'Ulumiddin talking about the importance of providing good manners before gain knowledge for children and young students. By using literature study as the research method that summarizes Al-Ghazali's concept of the urgency of adab from various classical and contemporary references which are analyzed synthetically, this article concludes that education and instilling the value of adab before teaching science and transmitting knowledge to the children is necessary and absolute, particularly in the contemporary era. It is needed to direct early-age students to understand the classification and level of knowledge that is more important . , important . , or just supporting ordinary knowledge. Through scientific classification in fardhu 'ayn science and fardhu kifayah science proportionally, so that children can put right and wrong in their place. This is to prepare them to face challenges and make responsible decisions. Teaching adab from an early age can equip them to face the challenges of today's contemporary times. Keywords: Education. Adab. Fardhu AoAyn. Fardhu Kifayah. Imam Al-Ghazali DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 112 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 Corresponding author : Email Address : hamdi. yusliani@unmuha. Received 01 July 2024. Accepted 10 July 2024. Published 12 July 2024 PENDAHULUAN diutarakan seorang pejuang asal India. Mahatma Gandhi . , bahwa pendidikan anak di zaman modern saat sasaran akhir dari pendidikan haruslah ditujukan untuk membangun karakter . haracter buildin. peserta didik. Kegelisahan pengetahuan semata kepada peserta didik, serta amat sedikit yang memberi Muslim asal Malaysia. Al-Attas dalam berbagai karyanya . 1, 2. yang menengarai bahwa persoalan yang positif anak agar menjadi lebih beradab kontemporer ini adalah dampak buruk dan berakhlak mulia. Sebagaimana yang diakibatkan oleh kemunculan diketahui bersama, bahwa pendidikan paham AusekularismeAy . di Dunia Barat dan kemudian menyebar namun juga menumbuhkembangkan sisi afektif dan psikomotorik secara Muslim, sehingga melahirkan manusia simultan agar terbangun jiwa dan 1 Sebagaimana pernah Sukatin. Kiki Lidya Tama, et al. "Pendidikan Karakter Dalam Perspektik Jurnal Pendidikan Islam. " Bunayya: Pendidikan Anak 7. : 100-114. Sukatin. Elis Rahmayeni Zulhizni, et al. "Pendidikan anak dalam Islam. " Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak 6. : 185-205. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. plit Page | 113 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 berpaham dualisme, memilah-milah ilmu itu selayaknya dan proporsional ilmu umum dan ilmu agama, serta (Al-Attas, 1. Di antara warisan Islam . dan ukhrawi . , yang menjelaskan pentingnya adab di atas semua itu bermuara pada hilangnya ilmu . l-adab fawq al-Aoil. terdapat adab . oss of ada. , sungguhpun capaian dalam berbagai karya ulama abad ilmu yang didapat sudah sedemikian pertengahan. Imam Al-Ghazali . - tinggi dan menjulang. 505 H. Apa yang dinyatakan oleh Al-Attas didapatinya dari perkembangan ilmu (The Present Day Berangkat kegelisahan di atas, artikel ini bertujuan pemikiran Imam Al-Ghazali . Contemporary Knowledg. yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan seperti Ayyuha al-Walad, al-Adab fi al- dan teknologi di satu sisi, tetapi kurang Din, dan IhyaAo AoUlumiddin tentang pentingnya membekali adab sebelum bahkan acap tidak berbanding lurus mendapatkan ilmu bagi peserta didik dengan ketinggian budi dan kemuliaan akhlak yang dimiliki dari peserta didik generasi yang timpang secara ilmu dan itu sendiri. Padahal jika ditelusuri adab, terutama di zaman kontemporer. dalam tradisi keilmuan di Dunia Islam. Pendidikan maka didapati bahwa sejak pendidikan dini bagi usia kanak, selain sangat dilakukan secara serius dan utuh . , sebab adab dan akhlak pentingnya ilmu, namun adab juga bukan sekadar perbuatan, bukan pula mesti ditumbuhkan dan didahulukan sekadar kemampuan berbuat, apalagi agar nantinya terbentuk jiwa anak yang sebatas pengetahuan. Akan tetapi, adab dan akhlak adalah cara berfikir benar memanfaatkan dan mempergunakan dan proporsional (Al-Attas, 2. , serta DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 114 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 bagaimana upaya mempersiapkan diri mempersiapkan anak untuk berada di . l-shirath Hal ini tidak hanya perilaku mustaqi. , tetapi juga untuk menjadi lahiriah tetapi juga kualitas batiniah pemimpin dan bertanggung jawab seperti kerendahan hati, rasa hormat, dalam mencerdaskan bangsa serta dan kasih sayang. Memupuk kualitas mengembangkan kepribadian manusia ini pada anak usia dini akan menjadi secara utuh, yaitu manusia yang dasar bagi landasan spiritual yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Esa. Sebab pada gilirannya, tujuan akhir dari pendidikan anak bukan hanya Pendidikan METODE Artikel dengan menjadikan studi kepustakaan . ibrary bertujuan untuk menanamkan budi kajiannya dengan menelaah pemikiran Imam Al-Ghazali dan kontribusinya membedakan benar dan salah, rasa dalam hal pendidikan anak usia dini. Metode analisis deskriptif. 3 Hal ini dikarenakan data yang terkumpul diperoleh secara kepribadian yang kuat dan mandiri, tertulis dari berbagai sumber, baik dari serta rasa tanggung jawab terhadap sumber-literatur masyarakat dan bangsa. Pada akhirnya, penidikan maupun kajian-kajian lain 2 Mihmidaty YaAocub. AoPendidikan Akhlak Dalam Pencapaian Ilmu ManfaatAo. Attaqwa, . , 1Ae16 3 Yusliani. Hamdi, and Emawati Emawati. "Essensialisme: Filsafat Pendidikan Sintetik Dan Humanistik (Kajian Komparatif Perspektif Pendidikan Isla. " Al-Fathanah 3. April . http://cbt. id/index. php/fatha nah/article/view/1808 DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 115 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 mengukur keberhasilan suatu proses Adapun yang menjadi data primer Sebab melalui pengajaran adab dan etika akan terbangun prilaku pemikiran Imam Al-Ghazali . -505 yang menyatu dalam jiwa peserta ) melalui beberapa karyanya, seperti didik, memiliki semangat dan etos Ayyuha al-Walad dan magnum opus-nya. IhyaAo AoUlumiddin tentang pentingnya ketekunan, serta kedisiplinan jiwa dan Pendidikan mendapatkan ilmu bagi peserta didik usia anak dan belia. anugerah tak ternilai bagi manusia. Sedangkan data sekunder didapat yang mampu mengubah anak didik dari berbagai kajian mutakhir yang menjadi individu yang berhikmah dan Imam Al- tidak tahu apa-apa Ghazali terkait topik di atas dari pelbagai jurnal ilmiah tesis penelitian kesediaan untuk mengorbankan segala kemudian dianalisis secara sintesis, yang dimiliki - jiwa, raga, dan harta - Pendidikan kesimpulan penting yang disarikan di Karenanya adab, etika dan akhlak akhir tulisan ini. merupakan salah satu dari ajaran Islam HASIL DAN PEMBAHASAN Pandangan Imam Al-Ghazali tentang Pembelajar dan Pendidik yang Baik Dalam konteks pendidikan anak, hari, mengingat hal itu sangat penting bagi manusia dalam hubungannya pengajaran adab, etika dan akhlak bersama pengajaran ilmu yang bisa DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 116 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 Khaliq bermanfaat . sesama manusia. Potret ideal pendidikan seperti Dilahirkan dengan nama lengkap tersebut di atas lah yang menjadi Muhammad perhatian dan penekanan dari seorang Ahmad, beliau lahir pada tahun 450 Ulama H/1058 M di desa Ghazalah, pinggiran bernama Imam Al-Ghazali. Dalam kota Thus. Iran. Kini tempat itu disebut pandangan Imam Al-Ghazali, di dalam Meshed, dan di kota ini pula beliau belajar dan menuntut ilmu terang wafat pada tahun 505 H/ 1111 M. dibutuhkan adab, etos dan kedisiplinan kalangan ilmuwan, ia populer dengan yang dibahasakannya dengan istilah nama Al-Ghazali sebagai nisbat kepada mujahadah, sehingga nantinya proses tempat kelahirannya. Para sejarawan pendidikan yang dilalui menghasilan juga sering menulis namanya sebagai Al-Ghazali Al-Thusi, merujuk pada berilmu, namun juga berbudi tinggi wilayah kota kelahirannya. Sementara Islam . khlak Muhammad Abu Istilah mujahadah itu sendiri harus ditempuh secara aktif oleh kedua Hamid, merujuk pada nama anak laki- pihak, baik guru dalam mendidik dan lakinya, yaitu Hamid. Imam Al-Ghazali mengajarkan ilmu . , serta murid adalah seorang tokoh besar dalam atau anak peserta didik dalam meraih khazanah keilmuan Islam sebab sejak Aida Mukhlishah. Hadi Yasin, & Intan Meila Handayaningrum. AoEtika Guru Dan MuridAo. Tahdzib Al-Akhlaq, 4. : 61Ae79 5 Sholehah. Baqiyatus, and Chusnul Muali. "Pendidikan Akhlak Perspektif AlGhazali. " At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah 7. Akhmad. Muhammad Chairul Ashari, et "Pendidikan Aqidah Akhlak Dalam Perspektif Al Ghazali. " Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam 18. DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 117 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 kecil merupakan anak berbakat dan pemikiran-pemikiran berkecerdasan serta minat yang tinggi terhadap ilmu. manusia, karena banyak menguasai berbagai bidang ilmu agama dan menggali ilmu tersebut terlihat dari umum, seperti fiqh, ushul fiqh, ilmu kemauannya untuk belajar. kalam, filsafat dan lainnya, sehingga Bakat. Perlu ditambahkan pula di sini, kemudian Imam Al-Ghazali dijuluki bahwa Imam Al-Ghazali terlahir dari sebagai Hujjatul Islam karena keluarga yang taat beragama. Latar juga telah banyak mengarang kitab, belakang ini sangat mempengaruhi salah satunya adalah IhyaAo AoUlumiddin kepribadiannya kemudian yang tidak yang sangat fenomenal. saja memiliki kedisiplinan dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan ilmu . , . Mengenal Konsep Ilmu Fardhu AoAyn dan Ilmu Fardhu Kifayah Dalam Imam Al- Ghazali, ilmu adalah kunci dalam diri manusia, sebab itu rendah hati, merasa cukup . anaAoa. ilmu lebih berharga dibandingkan waraAo harta . l-Aoilm khayrun min al-ma. Dalam mengorientasikan setiap pembelajar atau murid untuk mengarahkan amal usahanya kepada tujuan dan maksud pengertian yang lebih kurang sama, ukhrawi, serta menghindarkan diri dari sekalipun dibahasakan secara berbeda. segala hal yang terlarang, maksiat dan Bahwa ilmu adalah sampainya fikiran atau minda pada makna ditegaskannya dalam kitab Ayyuha al- . ushul al-nafs Aoala al-maAon. Ilmu dapat Walad. diperoleh melalui kebenaran wahyu Imam Al-Ghazali juga merupakan . , . , salah satu filosof dan pemikir yang . , atau juga ilham . lash of min. sangat religius. Beliau terkenal dengan sebagai suatu pengetahuan kebenaran DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 118 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 dari Tuhan (Al-Attas, 2. Dengan . engetahuan Isla. dan ilmu non- ilmu yang didapat dan dipunyai syariah . engetahuan non-Isla. Ilmu mengenal dan bisa membedakan yang pengetahuan Islam, berasal langsung AubenarAy dan yang AusalahAy. Allah SWT Menurut Imam Al-Ghazali dalam disampaikan melalui para nabi dan kitab IhyaAo AoUlumiddin, membagi ilmu Tidak seperti ilmu lain yang menjadi dua, yaitu: Ilmu Muamalah diperoleh melalui akal, eksperimen, yang meliputi AuIlmu Fardhu AoAynAy atau pembelajaran bahasa, ilmu syariah . Aotiqad dan kewajiban agama lainnya, bersifat absolut dan tidak terikat oleh seperti shalat dan puas. serta AuIlmu batasan manusia. eperti berhitun. Fardhu Kifayah . eperti pengetahun lain di luar Fardhu AoAy. Ay serta AuIlmu MukasyafahAy yang merupakan puncak dari semua ilmu, hal ini dikarenakan ia Mempelajari ilmu syariah membawa berhubungan dengan hati, ruh, dan manfaat luar biasa bagi individu dan kesucian jiwa . azkiyatun naf. masyarakat, menjadikannya ilmu yang Imam Al-Ghazali ilmu ke tempat yang semestinya posisi yang adil dan proporsional. Fardhu kifayah, yaitu ilmu yang Ihya' AoUlumiddin. Secara Imam Al-Ghazali Muslim . Fardhu Aoayn, yaitu ilmu yang Muslim lagi dalam dua kelompok: teliti mengkategorikan berbagai bidang Dalam hal ini, ilmu syariah dibagi . eperti terpuji dan patut dipelajari Untuk mencapai hal ini, beliau dengan mengklasifikasikan ilmu ke dalam dua Sedangkan ilmu non syariah kelompok besar, yaitu ilmu syariah adalah semua ilmu yang di luar pengertian ilmu syariah. Ilmu ini dapat dijabarkan lagi menjadi: DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 119 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 . Ilmu Terpuji, yang terbagi lagi individu yang mempelajarinya dalam dua kelompok: maupun orang lain. Contohnya Ilmu fardhu kifayah Ilmu praktik-praktik komplementer, merujuk pada termasuk dalam kategori wajib maupun orang lain. , namun memiliki peran Pengelompokan ilmu di atas penting dalam melengkapi dan menyempurnakan pemahaman melainkan juga mencerminkan hierarki ilmu-ilmu fardhu. Contohnya, dan tingkat urgensi ilmu pengetahuan. mempelajari detail-detail ilmu Klasifikasi konsep-konsep dalam ilmu fardhu seperti ilmu menekankan pentingnya ilmu fardhu 'ayn untuk setiap individu dan ilmu mendalami matematika dapat fardhu kifayah yang bermanfaat bagi memperkuat pemahaman ilmu kelompok masyarakat. fardhu seperti ilmu warisan Pada Mubah, yaitu ilmu yang dalam pembelajar dan peserta didik akan tinjauan agama tidak membawa memahami klasifikasi dan tingkatan kebaikan maupun keburukan ilmu yang lebih penting . , bagi yang mempelajarinya atau orang lain. Contohnya: ilmu puisi atau ilmu sejarah. Ilmu Tercela, terlarang, merujuk pada bidang . , kepada ilmu fardhu Aoayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional. membawa dampak buruk bagi DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 120 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 . Urgensi Adab di Atas Ilmu Jika ketimbang ilmu . inimal terintegrasi mengantarkannya pada mengenal dan pengajaranny. , sehingga anak atau bisa membedakan yang AubenarAy dan peserta didik nanti tahu dan paham yang AusalahAy, maka hal lain yang tak tujuan dia belajar dan menuntut ilmu, kalah penting dalam konsep dan serta berprilaku baik dan mulia pula konteks pendidikan adalah perlunya pengajaran adab. Secara sederhana, menempatkan ilmu secara adil dan ilmu membuat manusia paham akan proporsional, serta tidak angkuh dan AubenarAy AusalahAy. Karena sementara adab akan menjadikannya didahulukan ketimbang ilmu . l-adab berkomitmen dan berkonsisten . fawq al-Aoil. tinggi dalam menempatkan Aubenar Konsep taAodib pada yang benarAy dan Ausalah pada yang salahAy secara jujur, amanah, dan Rasulullah Saw. yang menyebutkan bahwa beliau dibimbing dan diajarkan Menanamkan adab . ata krama dan Allah Swt. Sang Pencipta, sehingga semakin baik pula penting bagi setiap anak yang sedang lah laku dan adabnya . ddabniy Rabbiy, menuntut ilmu dan bagi mereka yang fa ahsana taAodibi. Mengintegrasikan memberikan ilmu tersebut. Penekanan adab sebagai bagian tak terpisahkan pada adab ini selaras dengan konsep dan tujuan pendidikan anak itu sendiri, yang dikenal dengan istilah ta'dib. intelektual dan terampil, tetapi juga Tujuan ta'dib adalah untuk membentuk individu yang berakhlak mulia dan mendalam tentang penerapan ilmu berperilaku terpuji . nsan adab. Dari bertanggung jawab. Penekanan pada DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 121 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 tercermin dalam prilaku dan jiwanya. Akibat lebih jauh dari hal itu kerap pragmatis yang mengejar pendidikan semata-mata untuk keuntungan materi atau pencapaian akademis tertentu. plit personalit. sebagai dampak dari Hal hilangnya adab . oss of ada. dan akhlak. Sebagai seorang ulama terpelajar akademis mereka dengan moral dan sekaligus pendidik yang baik. Imam Al-Ghazali melalui beberapa karyanya. Pendidikan seperti Ayyuha al-Walad, al-Adab fi al- sekadar jalan untuk mencapai tujuan Din, tertentu, seperti keuntungan materi AoUlumiddin atau pencapaian akademis. Melainkan, pentingnya membekali adab sebelum pendidikan adalah perjalanan panjang mendapatkan ilmu bagi peserta didik seumur hidup yang pada akhirnya mengarah kepada kebahagiaan hidup melahirkan generasi yang timpang secara ilmu dan adab, terlebih di zaman Untuk taAodib Pendidikan (Al-Attas, 2. IhyaAo kontemporer ini. pengajaran adab dan ilmu melalui opus-nya. Artikel ini berkesimpulan bahwa pendidikan dan penanaman nilai adab sebelum pengajaran ilmu bagi anak usia dini adalah suatu hal yang niscaya SIMPULAN Realitas pendidikan usia kanak di memahami klasifikasi dan tingkatan pengetahuan dan keterampilan semata, ilmu yang lebih penting . , . , keterpenuhan adab dan akhlak yang DOI: http://dx. org/10. 22373/bunayya. Page | 122 Bunayya : Jurnal Pendidikan Anak Volume 10 Issue 1 . Pages 112-125 kepada ilmu fardhu Aoayn dan ilmu fardhu kifayah secara proporsional. Menanamkan adab yang baik pada anak usia dini akan menjadi landasan bagi kompas moral dan perilaku mereka sepanjang hidup juga dapat mendorong lingkungan belajar yang positif dan mempromosikan pola pikir berkembang sesuai zamannya. Kompas moral yang kuat dan kerangka etika selayaknya dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bertanggung Mengajarkan adab sejak dini dapat memperlengkapi mereka untuk menghadapi tantangan ini. DAFTAR PUSTAKA