Ekuivalensi J ur nal Eko no m i B isni s ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Sugeng Dosen Universitas Nusantara PGI Kediri sugengprismakat@gmail. Abstraksi Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebangkrutanpada perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat diprediksi dengan menggunakan Metode Altman Z-Score. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 72 perusahaan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kriteria. Kriteria tersebut antara lain Perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI yang menyampaikan data sesuai variabel penelitian selama periode penelitian . dan Perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI yang labanya positif selama periode penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah metode Altman Z-Score. Hasil perhitungan Z-Score untuk memprediksi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI, pada tahun 2013 terdapat 4 perusahaan yang masuk kategori grey area dan 20 perusahaan lainnya masuk kategori sehat. Pada tahun 2014 terdapat 2 perusahaan yang masuk kategori grey area dan 22 perusahaan sisanya masuk kategori sehat. Sugeng Sedangkan pada tahun 2015 terdapat 4 perusahaan yang masuk kategori grey area dan 20 perusahaan lainnya masuk kategori sehat. Kata Kunci : Altman Z A -Score. Kebangkrutan PENDAHULUAN Latar Belakang Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang memproduksi barang mentah menjadi barang jadi maupun dari barang setengah jadi menjadi barang jadi. Pertambahan jumlah penduduk dari tahun ketahun, menyebabkan permintaan terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan manufaktur juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu, perusahaan juga harus beroperasi dengan baik agar dapat memenuhi permintaan konsumen. Apabila perusahaan tidak mampu mengantisipasi perkembangan global akan mengakibatkan pengecilan dalam volume usaha yang pada akhirnya mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Risiko kebangkrutan bagi perusahaan sebenarnya dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan, dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Munculnya berbagai model prediksikebangkrutan merupakan antisipasi dansistem peringatan dini terhadap financialdistress karena model tersebut dapatdigunakan sebagai sarana untukmengidentifikasikan bahkan memperbaikikondisi sebelum sampai pada kondisi krisisatau kebangkrutan. Hal lain yang mendorongperlunya peringatan dini adalah munculnyamasalah keuangan yang mengancamoperasional perusahaan. Faktor modal danrisiko keuangan mempunyai peran pentingdalam menjelaskan fenomena kepailitan atautekanan keuangan perusahaan tersebut. Dengan terdeteksinya lebih awal kondisiperusahaan, sangat memungkinkan bagiperusahaan dan investor melakukan langkahlangkahantisipatif untuk mencegah agarkrisis keuangan segera tertangani. (Kasanah, 2. Model prediksi kebangkrutan yang paling sering digunakan oleh para peneliti adalah model Altman Z-Score. Model Altman Z-Score dikembangkan oleh Altman . , seorang ekonom keuangan. Model Altman dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan tindakantindakan pencegahan apabila terindikasi sudah berada pada kondisi menuju (Altman, 2. dalam (Atmaja, 2. 56 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . Menurut Prihadi . dalam (Kasanah, 2. Penyebabumum terjadinya kebangkrutan padaperusahaan manufaktur adalah turunnyatingkat penjualan. Penurunan penjualan itusendiri bisa menyebabkan terjadinyapenurunan pendapatan perusahaan danberdampak pada turunnya Apabilaperusahaan tidak mampu mendeteksi haltersebut maka lama Ae kelamaan perusahaanakan merugi dan akhirnya bisa bangkrut. Ditahun Ae tahun belakangan ini,ada banyak isu-isu negatif yangberkembang sebagai salah contoh yaitu makanan dan minuman yang beredar di Indonesia. Secara umum isunegatif itu adalah adanya bahan Ae bahanberbahaya yang terkandung dalam makananatau minuman yang beredar di pasaran. Menurut penulis, isu-isu seperti itu bisamembuat masyarakat berkurang minatnyauntuk mengkonsumsi produk tersebut. Bilapermintaan masyarakat akan produk ituberkurang, maka pendapatan perusahaanberkurang dan lama Ae kelamaan akanbangkrut apabila tidak mampu mendeteksidan mengatasi hal tersebut. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar Belakang masalah dan penelitian-penelitian empiris, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah Apakah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat diprediksi mengalami kebangkrutan dengan menggunakan Metode Altman Z-Score ? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebangkrutanpada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat diprediksi dengan menggunakan Metode Altman Z-Score. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian adalah sebagai berikut: Untuk memberikan gambaran bagi investor dan calon investor terhadap perkembangan perusahaan yang berkaitan dengan masalah keuangan yang dijadikan acuan pengambilan keputusan. Untuk menambah wawasan dalam bidang manajemen keuangan dengan cara memakai salah satu model memprediksi kebangkrutan dalam pelaksanaannya di dunia nyata. VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referensi bagi peneliti berikutnya. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Menurut SFAC No. 1, pelapor keuangan adalah sistem dari sarana penyampaian informasi tentang segala kondisi dan kinerja keuangan dan tidak terbatas pada apa yang disampaikan melalui laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan dan diperoleh dari berjalannya sistem akuntansi. Melalui media sistem akuntansi semua transaksi yang dilakukan perusahaan dicatat dalam buku perusahaan dan bermuara ke dalam laporan akuntansi yang disebut laporan keuangan. Informasi dianggap memiliki nilai dan bermafaat dalam pengambilan keputusan jika memenuhi syarat televan dan reliable. Ketepatan waktu tersedianya informasi merupakan salah satu karateristik kualitatif yang signifikan dalam pelapor keuangan ( Sundarini, 2005 dalam Rahman, 2009 ). Laporan keuangan yang disajikan manajemen terdiri dari empat laporan utama yang menggambarkan sumber-sumber kekayaan . , kewajiban . , profitabilitas, dan transaksi-transaksi yang menyebabakan arus kas perusahaan. Dari laporan keuangan tersebut para investor dapat memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan secara kuantitatif. Laporan keuangan kemudian dianalisis untuk diketahui apakah perusahaan tersebut mempunyai prospek yang bagus di masa tang akan datang. Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca perhitungan laba rugi serta laporan perubahan modal. Tetapi dalam prakteknya sering di ikut sertakan kelompok lain yang sifatnya membantu untk memperoleh keterangan lebih lanjut, misalnya laporan perubahan modal kerja, laporan arus kas, serta daftar-daftar lainnya (Munawir,2. Laporan keuangan juga memberikan informasi tentang hasil-hasil usaha yang diperoleh bank dalam suatu periode tertentu dan biaya-biaya atau beban yang dikeluarkan untuk memperoleh gasil tersebut. Laporan keuangan bank juga memberikan gambaran tentang arus kas suatu bank yang tergambar dalam laporan arus kas (Kasmir, 2003 dalam pahlevie 2009 ). 58 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . Kebangkrutan Menurut Hanafi dan Halim . dalam Syilviana dan Rachmawati . AyKebangkrutan akan cepat terjadi di negara yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, karena kesulitan akan memicu semakin cepatnya kebangkrutan perusahaan yang mungkin tadinya sudah lemah perekonomiannya, kemudian semakin lemah dan akhirnya bangkrutAy. Menurut Kurniawanti . kebangkrutan atau kepailitan biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba sesuai dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba. Menurut UU RI No. 4 Tahun 1998 tidak dijelaskan apa yang dimaksud kepailitan tetapi hanya menyebutkan bahwa debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan baik atas permohonannya sendiri maupun atas permintaan seseorang atau lebih krediturnya. Berdasarkan dari beberapa pendapat para ahli tersebut,bahwa kebangkrutan merupakan suatu keadaan atau situasi dimana perusahaan gagal atau tidak mampu lagi memenuhi kewajiban-kewajiban karena perusahaan mengalami kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau melanjutkan usahanya sehingga tujuan ekonomi yang ingin dicapai oleh perusahaan tidak bisa di capai. Analisis Rasio Keuangan Altman Z-Score Analisis rasio merupakan analisis yang sreing digunkan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan apakah dalam kondisi sehat atau sakit, tapi analisis ini hanya dapat memperlihatkan satu aspek saja tanpa bisa melihat hubungan dengan aspek yang lain (Altman, 1. Untuk mengatasi kelemahan ini maka bisa dipergunakan alat analisis yang menghubungkan beberapa rasio sekaligus untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Metode Altman yang dikembangkan oleh Edward I Altman pada tahun 1960 di New York University memprediksi terjadinya kebangkrutan pada sebuah perusahaan yang terdiri dari beberapa rasio keuangan yaitu: VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng Net Working Capital to Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja bersih dari keseluruhan total aktiva yang Rasio ini dihitung dengan membagi modal kerja bersih dengan total aktiva. Modal kerja bersih diperoleh dengan cara aktiva lancar dikurangi dengan kewajiban lancar. Retained Earnings to Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan dari total aktiva perusahaan. Rasio ini dihitung dengan membagi Laba ditahan dengan total aktiva. Earning Before Interest and Tax to Total Assets Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan utuk menghasilkan laba dari aktiva perusahaan, sebelum pembayaran bunga dan pajak. Rasio ini dihitung dengan membagi Laba sebelum pajak dengan Total Aktiva. Market Value of Equity to Book Value of Debt Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dari nilai buku modal sendiri . aham bias. Nilai pasar ekuitas sendiri diperoleh dengan mengalikan jumlah saham biasa yang beredar dengan harga saham di laporan keuangan. Nilai buku hutang diperoleh dengan menjumlahkan kewajiban lancar dengan kewajiban jangka panjang. Sales to Total Assets Rasio ini menunjukkan apakah perusahaan menghasilkan volume bisnis yang cukup dibandingkan investasi dalam total aktivanya. Rasio ini dihitung dengan membagi pendapatan bunga dengan total Analisis Z-Score Z-Score adalah skor yang ditentukan dari hitungan standar kali nisbahnisbah keuangan yang menunjukkan tingkat kemungkinan kebangkrutan Formula Z-Score untuk memprediksi kebangkrutan dari Altman merupakan sebuah multivariate formula yang digunakan untuk mengukur kesehatan financial dari sebuah perusahaan. Altman menemukan lima jenis rasio keuangan yang dapat dikombinasikan untuk melihat perbedaan antara 60 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . perusahaan yang bangkrut dan yang tidak bangkrut. Fungsi diskriminan Z yang ditemukan oleh Altman adalah sebagai berikut: (Wetson & Copeland, 2. dalam (Diana Atim Iflaha, 2. Z = 0,012X1 0,014X2 0,033X3 0,006X4 0,999X5 Pada tahun 1983, 1984 model prediksi kebangkrutan dikembangkan lagi oleh Altman untuk beberapa Negara, dari penelitian tersebut ditemukan nilai Z, yang dicari dengan persamaan diskriminan (Hanafi & Halim, 2. dalam (Diana Atim Iflaha, 2. Untuk perusahaan yang go public menggunakan rumus sebagai berikut: Z = 1,2X1 1,4X2 3,3X3 0,6X4 1,0X5 Karena perusahaan yang go public mempunyai nilai pasar maka untuk X4= Market Value of Equity to Book Value of Debt. Dan formula untuk perusahaan yang tidak go public diubah menjadi sebagai berikut: Z = 0,717 X1 0,847 X2 3,107 X3 0,420 X4 0,998 X5 Karena perusahaan yang tidak go public tidak mempunyai nilai pasar maka X4= Book Value of Equity to Book Value of Debt. Kerangka Berpikir Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan tinjauan teoritis maka dalam penelitian ini dapat dinyatakan dalammodel pada gambar sebagai berikut: VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia Laporan Keuangan Periode tahun 2013 - 2014 Metode Altman Z-Score Z = 1,2 X1 1,4 X2 3,3 X3 0,6 X4 1 X5 X1 = Net Working Capital to Total Assets X2 = Retained Earnings to Total Assets X3 = EBIT to Total Assets X4 = Market Value of Equity to Book Value of Debt X5 = Sales to Total Assets Kebangkrutan Bangkrut 62 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Sehat Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Untuk memperoleh data yang dikehendaki guna memperoleh penyelesaian dan kesimpulan yang dapat dipercaya, maka perlu melaksanakan penelitian ilmiah dan menggunakan jenis penelitian yang tepat. Dengan jenis penelitian yang tepat dimaksudkan adalah agar hasil penelitian yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menurut Sugiyono . adalah pendekatan penelitian yang menggunakan data berupa angka-angka, dan dianalisis menggunakan statistik. Data yang digunakan adalah berupa data sekunder yang didapatkan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi Menurut Sugiyono . Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakter tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Didalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsiyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 Ae 2015 yaitu sebanyak 37perusahaan. Sampel Menurut Sugiyono . AuSampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebutAy. Sehingga tidak semua anggota populasi menjadi obyek penelitian. Teknik penentuan sampel dalam peneliti ini menggunakanpurposive sampling. Menurut Sugiyono . purposive samplingadalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan Kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu : Perusahaanmanufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI yang menyampaikan data sesuai variabel penelitian selama periode penelitian ( 2013-2. Perusahaanmanufaktur sector industry barang konsumsi yang terdaftar di BEI yang labanya positif selama periode penelitian. VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng Langkah-langkah Pengumpulan Data Pengumpulan data yang akan digunakan adalah jenis data kuantitatif dan sumber data berupa data sekunder. Data yang didapat akan diolah, dianalisis dan kemudian dapat ditarik suatu kesimpulan. Adapun teknik penelitiaan data sekunder dilakukan dengan cara penelitian metode kepustakaan . ibrary researc. yaitu penelitian dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian sehingga dapat digunakan dalam membahas teori yang mendasari penelitian, membahas masalah, menganalisis data dan menelaah penelitian lain. Teknik Analisis Data Altman menemukan lima jenis ratio keuangan yang dapat dikombinasikan untuk melihat perbedaan antara perusahaan yang bangkrut dan yang tidak bangkrut. Z-Score Altman untuk perusahaan yang telah go public menggunakan rumus sebagai berikut (S. Munawir, 2. Z-Score = 1,2 X1 1,4 X2 3,3 X3 0,6 X4 1,0 X5 Dimana: X1 = Net Working Capital to Total Assets X2 = Retained Earnings to Total Assets X3 = Earning Before Interest and Tax to Total Assets X4 = Market Value of Equity to Book Value of Debt X5 = Sales to Total Assets Dengan kriteria penilaian (S. Munawir, 2. sebagai berikut: Z-Score > 2,99 dikategorikan sebagai perusahaan yang sangat sehat sehingga tidak mengalami kebangkrutan. 1,81 < Z-Score > 2,99 berada di daerah abu-abu sehingga dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki kesulitan keuangan, namun kemungkinan terselamatkan dan kemungkinan bangkrut sama besarnya tergantung dari keputusan kebijaksanaan 64 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . manajemen perusahaan sebagai pengambil keputusan. Z-Score < 1,81 dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki kemungkinan bangkrutan yang sangat besar dan beresiko tinggi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Proses dan Hasil Analisis Altman Z-Score Hasil perhitungan kelima rasio dikalikan dengan standar masing-masing sesuai dengan ketentuan Z-Score maka akan diperoleh hasil Z-Score untuk masing-masing perusahaan manufaktur pada tahun 2013-2015 sebagai Hasil Z-Score Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2013 KODE PERUSAHAAN AISA CEKA DLTA ICBP INDF MLBI MYOR ROTI SKLT STTP ULTJ GGRM HMSP WIIM DVLA KAEF KLBF MERK PYFA SIDO TSPC ADES TCID UNVR Z-Score 2,66 3,75 23,75 6,50 2,27 23,43 5,03 4,66 2,66 6,41 12,03 4,92 18,60 4,47 7,74 5,55 16,00 17,27 2,39 20,92 8,68 4,75 7,68 16,29 Prediksi Kebangkrutan Grey Area Sehat Sehat Sehat Grey Area Sehat Sehat Sehat Grey Area Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Grey Area Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sumber: data diolah VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng Hasil Z-Score Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2014 KODE PERUSAHAAN Z-Score Prediksi Kebangkrutan AISA 2,64 Grey Area CEKA 4,11 Sehat DLTA 20,98 Sehat ICBP 6,78 Sehat INDF 5,00 Sehat MLBI 11,96 Sehat MYOR 4,34 Sehat ROTI 5,39 Sehat SKLT 3,23 Sehat STTP 4,90 Sehat ULTJ 12,29 Sehat GGRM 5,48 Sehat HMSP 18,13 Sehat WIIM 4,12 Sehat DVLA 6,41 Sehat KAEF 6,71 Sehat KLBF 22,92 Sehat MERK 17,19 Sehat PYFA 2,60 Grey Area SIDO 30,50 Sehat TSPC 8,16 Sehat ADES 3,14 Sehat TCID 6,14 Sehat UNVR 19,94 Sehat Sumber: data diolah Hasil Z-Score Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2015 KODE PERUSAHAAN AISA CEKA DLTA ICBP 66 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Z-Score 1,83 3,58 4,55 7,15 Prediksi Kebangkrutan Grey Area Sehat Sehat Sehat Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . INDF MLBI MYOR ROTI SKLT STTP ULTJ GGRM HMSP WIIM DVLA KAEF KLBF MERK PYFA SIDO TSPC ADES TCID UNVR 2,01 10,82 5,54 4,55 3,22 5,15 11,68 5,28 48,51 4,25 4,63 4,50 17,00 14,70 2,85 27,36 5,39 1,94 8,35 19,67 Grey Area Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat Grey Area Sehat Grey Area Sehat Sehat Sehat Sumber: data diolah Pembahasan Hasil perhitungan untuk memprediksi kebangkrutanmenggunakan model Altman Z-Score pada tahun 2013-2015 perusahaan yang masuk kategori grey area secara berturut-turut adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) ini dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan kinerja perusahaan yang menurun adalah PT Akasha Wira International dan Indofood Sukses Makmur Tbk, karena pada tahun 2014 perusahaan tersebut masuk dalam kategori sehat dan pada tahun 2015 masuk kedalam kategori grey area. Dan 20 perusahaan sisanya masih dalam kategori sehat atau tidak bangkrut. VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Sugeng KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil perhitungan untuk memprediksi kebangkrutanmenggunakan model Altman Z-Score pada tahun 2013-2015 perusahaan yang masuk kategori grey area secara berturut-turut adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) ini dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan kinerja perusahaan yang menurun adalah PT Akasha Wira International dan Indofood Sukses Makmur Tbk, karena pada tahun 2014 perusahaan tersebut masuk dalam kategori sehat dan pada tahun 2015 masuk kedalam kategori grey area. Dan 20 perusahaan sisanya masih dalam kategori sehat atau tidak bangkrut. Saran Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggunakan model-model prediksi financial distress lainnya. Untuk dapat dijadikan sebagai pembanding dalam memprediksi financial distress. 68 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunakan Metode Altman Z-Score . DAFTAR PUSTAKA