Volume 13 No. 2 Desember Tahun 2024 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian HUBUNGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS DENGAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK RELATIONSHIP TO ACUTE UPPER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS WITH ACUTE OTITIS MEDIA IN CHILDREN Aditiya Yuda Perkasa Alam Simbolona. Aulia Novasyraa aFakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Medan. Sumatera Utara, 20146. Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 11 Agustus 2024 Otitis Media Akut (OMA) merupakan penyakit kedua tersering pada masa kanak-kanak setelah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian atas. Prevalensi OMA di setiap negara bervariasi, berkisar antara 2,3 - 20%. OMA berhubungan dengan ISPA bagian atas, di mana 94% pasien penderita ISPA bagian atas akan menjadi OMA. Satu dari 3 anak yang terserang ISPA bagian atas akan mengalami OMA setelahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ISPA bagian atas sebagai faktor predisposisi terjadinya OMA. Penelitian ini menggunakan studi observasi dalam bentuk analitik dengan desain potong lintang. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara non probability consecutive sampling. Penderita ISPA bagian atas dan non ISPA bagian atas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi akan dinilai hubungannya dengan kejadian OMA. Dari 42 orang subjek yang mengalami ISPA bagian atas terdapat 31 orang . ,8%) dengan OMA, sementara itu dari 42 orang subjek tanpa ISPA bagian atas terdapat 7 orang . ,7%) dengan OMA. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara ISPA bagian atas dan OMA . <0,. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan antara ISPA bagian atas dan OMA pada anak. Revisi: 7 September 2024 Terbit: 10 September 2024 Kata Kunci ABSTRACT Otitis Media Akut (OMA). Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), faktor predisposisi, anak-anak Tel. ( . Email: simbolon@fk. Acute Otitis Media (AOM) is the second most common disease in childhood after Upper Respiratory Tract Infections (URTI). The prevalence of AOM varies across countries, ranging from 2. 3% to 20%. AOM is associated with URTI, with 94% of patients with URTI developing AOM. One in 3 children who suffer from URTI will subsequently experience AOM. This study aims to determine the relationship between URTI as a predisposing factor for the occurrence of AOM. This research uses an observational analytical study with a cross-sectional design. Subjects were selected using non-probability consecutive sampling. Patients with and without URTI who met the inclusion and exclusion criteria were assessed for their relationship with the occurrence of AOM. Of the 42 subjects with URTI, 31 subjects . 8%) had AOM, whereas among the 42 subjects without URTI, 7 subjects . 7%) had AOM. This indicates a statistically significant relationship between URTI and AOM . <0. The conclusion of this study is that there is a relationship between URTI and AOM in children. Aditiya Yuda Perkasa Alam Simbolon Korespondensi Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Desember Tahun 2024 PENDAHULUAN Otitis media akut (OMA) merupakan merupakan self-limiting disease. infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada OMA berhubungan dengan ISPA bagian anak, menyerang hingga 75% anak di bawah atas, di mana 94% pasien ISPA bagian atas akan usia 5 tahun. Streptococcus pneumoniae dan menjadi OMA. Satu dari tiga anak yang Haemopilus influenzae merupakan 80% bakteri terserang ISPA bagian atas akan mengalami yang menjadi penyebab terjadinya OMA. OMA OMA setelahnya. 8 ISPA bagian atas akan dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti abses sub-periosteal sampai komplikasi berat mengganggu fungsi tuba eustachius, karena seperti meningitis dan abses otak. 1 Prevalensi posisi nasofaring yang dekat dengan telinga. OMA di setiap negara bervariasi, berkisar antara infeksi dapat menyebar ke telinga dikarenakan 2,3 - 20%. Berbagai studi epidemiologi di abnormalitas sistem mukosiliar dan gangguan Amerika Serikat (AS), dilaporkan prevalensi fungsi tuba eustachius sehingga akan terjadi terjadinya OMA sekitar 17-20% pada 2 tahun tekanan negatif pada telinga tengah yang pertama kehidupan. 2 Di Indonesia, banyak anak menarik mukus nasofaring ke dalam telinga berusia sekolah yang didiagnosis dengan OMA. tengah9, hal ini lah yang menyebabkan mengapa Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Sumatera Utara didapati prevalensi OMA Haemophilus sebanyak 2,2% dengan usia terbanyak adalah 1- Moraxella catarrhalis pada cairan OMA. 5 tahun sebanyak 45,9%. Tingginya prevalensi ISPA bagian atas yang Streptococcus Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) menyebabkan otitis media menjadi penyakit merupakan penyebab tersering kematian pada yang sering dijumpai pada bagian pediatri. anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Setiap tahunnya ISPA menyebabkan 15% hubungan ISPA bagian atas sebagai faktor kematian anak usia di bawah 15 tahun secara predisposisi terjadinya OMA pada pasien anak- ISPA juga merupakan penyebab tersering anak di rumah sakit rujukan Sumatera Utara. kunjungan ke rumah sakit pada usia anak-anak. Setiap tahunnya lebih dari 12 juta anak dengan ISPA berat akan berobat ke rumah sakit. 5 ISPA bagian atas adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri termasuk nasofaringitis atau common cold, faringitis akut, rinitis, dan 6 ISPA bagian atas adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai virus, adalah penyakit yang sering muncul secara universal. Penyakit ini sangat rentan menyerang anak-anak. Infeksi METODE Penelitian ini dilakukan dengan metode studi observasi dalam bentuk analitik dengan desain penelitian potong lintang . ross sectional stud. untuk menilai hubungan antara ISPA dengan OMA. Penelitian dilakukan di klinik rawat jalan Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah pasien ISPA bagian Aditiya Yuda Perkasa Alam Simbolon Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Desember Tahun 2024 atas dan Non ISPA bagian atas yang datang ke dengan ISPA bagian atas dan 23 orang . ,8%) klinik rawat jalan Departemen Ilmu Kesehatan tanpa ISPA bagian atas. Anak Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Berdasarkan umur, pada kelompok subjek Malik Medan (RSUPHAM) dan Rumah Sakit dengan ISPA bagian atas maupun tanpa ISPA Pendidikan Utara bagian atas, kelompok umur terbanyak adalah (RSUSU) yang memenuhi kriteria inklusi dan kurang dari 3 tahun. Pada Tabel 1 dapat dilihat sebanyak 21 orang . %) pada kelompok Universitas Sumatera Kriteria inklusi adalah pasien berusia di bawah 18 tahun dan bersedia diikutsertakan dengan ISPA bagian atas, dan 10 orang . ,8%) pada kelompok tanpa ISPA bagian atas. dalam penelitian. Kriteria eksklusi adalah pasien yang didiagnosis menderita infeksi saluran Tabel 1. Karakteristik Demografi Penderita ISPA Bagian Atas ISPA . Non ISPA . Laki-laki penderita ke poli rawat jalan Ilmu Kesehatan Perempuan Anak RSUPHAM dan RSUSU. Penderita yang Kelompok Umur predisposisi lain. Pemilihan subjek penelitian Karakteristik Responden dilakukan secara non probability consecutive Jenis Kelamin memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi akan < 3 tahun 3 Ae 5 tahun digunakan sebagai subjek penelitian. Analisis 6 Ae 8 tahun menampilkan karakteristik penderita, distribusi 9 Ae 11 tahun 12 Ae 14 tahun 15 Ae 17 tahun frekuensi penderita ISPA dan Non ISPA bagian atas, distribusi frekuensi penderita OMA dan Pada Tabel 2 Non OMA, gejala klinis OMA, dan stadium terdapat sejumlah 38 orang subjek . ,2%) penderita OMA. Analisis bivariat dilakukan menderita OMA, dan 46 orang subjek . ,8%) dengan menggunakan uji chi square untuk tidak menderita OMA. mengetahui hubungan ISPA bagian atas sebagai faktor predisposisi terjadinya OMA pada pasien Tabel 2. Distribusi Frekuensi Penderita OMA anak-anak. HA SIL Penelitian ini diikuti oleh sebanyak 42 Penderita OMA Tidak orang subjek anak dengan ISPA bagian atas dan 42 orang subjek tanpa ISPA bagian atas. Pada Tabel 1 dapat dilihat subjek berjenis kelamin laki-laki dominan di dua kelompok studi, di mana terdapat 25 orang . ,5%) pada kelompok Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 38 subjek yang mengalami OMA, terdapat 21 orang berjenis kelamin laki-laki . ,2%), dan berjenis kelamin perempuan terdapat 17 orang . ,7%). Dari 38 subjek ini, yang berumur kurang dari 3 Aditiya Yuda Perkasa Alam Simbolon Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 2 Desember Tahun 2024 tahun merupakan kategori terbanyak sejumlah terdapat 31 orang . ,8%) dengan OMA, 14 orang . ,8%) yang mengalami OMA. Nyeri sementara itu dari 42 orang subjek tanpa ISPA telinga adalah keluhan utama terbanyak yang bagian atas terdapat 7 orang . ,7%) dengan disampaikan, yang terjadi pada 16 orang OMA. Dengan menggunakan uji chi square penderita . ,1%), diikuti keluhan telinga berair menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang disampaikan oleh 14 orang penderita . ,8%), signifikan antara ISPA bagian atas dan OMA keluhan telinga penuh sebanyak 7 orang . <0,. ,4%). dan keluhan gangguan pendengaran Berdasarkan . ,7%). Tabel 4. Hubungan ISPA dengan OMA dilakukan, stadium terbanyak yang dialami oleh subjek dengan OMA adalah stadium perforasi sebanyak 14 orang . ,8%) diikuti stadium supurasi sebanyak 10 orang . ,3%), stadium oklusi sebanyak 8 orang . ,1%) dan stadium OMA Variabel Tidak Tidak *nilai p<0,05 dengan uji chi square ISPA 0,001* hiperemis sebanyak 6 orang . ,8%). DISKUSI