Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. DAMPAK POSITIVE REINFORCEMENT TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK Fitrah Nurul Istiqomah Prodi PG PAUD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako fitrahnurul@icloud. Shofiyanti Nur Zuama Prodi PG PAUD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Shofiyantinz12@gmail. Zakiyyatul Imamah Prodi PG PAUD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako zakiyyaimamah@gmail. Andi Agusniatih Prodi PG PAUD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako andiagusniatih@gmail. Abstrak Rendahnya tingkat kemandirian anak menjadi latar belakang penelitian ini. Untuk meningkatkan kemandirian, diterapkan strategi positive reinforcement sebagai metode pembentukan perilaku dan karakter positif yang konsisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positive reinforcement terhadap kemandirian anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Subjek terdiri dari 16 anak, yaitu 9 perempuan dan 7 laki-laki pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis Paired Sample T Test, dilakukan dengan bantuan program IMB SPSS Statistic. Hasil temuan penelitian, terdapat nilai signifikan adalah . 000, karena nilai signifikan T-Test < 0,05 (. 000 <0,. , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Selain itu, terjadi peningkatan pada tingkat kemandirian anak setelah diberikan perlakuan, yang terlihat dari tiga aspek yang diamati. Pada aspek inisiatif, seperti merapikan alat tulis dengan diberi simbol bintang, terjadi peningkatan kategori (BSB) dari 0% menjadi 31%, kategori (BSH) dari 19% menjadi 31%, sementara kategori (MB) menurun dari 56% menjadi 38%, dan kategori (BB) menurun dari 25% hingga 0%. Pada aspek tanggung jawab yang diamati melalui pendekatan kepada anak, kategori BSB naik dari 0% menjadi 31%. BSH dari 25% menjadi 38%, dan MB menurun dari 75% menjadi 31%. Sedangkan pada aspek kontrol diri yang diperkuat melalui pemberian pujian, kategori BSB meningkat dari 0% menjadi 25%. Simpulannya positive reinforcement berpengaruh atau berdampak terhadap kemandirian anak. Memberikan berbagai positive reinforcement yang bervariasi membuat anak merasa diapresiasi sehingga dapat menarik perhatian anak untuk melakukan tindakan kemandirian secara berkelanjutan. Kata Kunci: Dampak. Positive Reinforcement. Kemandirian Anak Abstract The low level of children's independence is the background of this study. To increase independence, a positive reinforcement strategy is applied as a method of forming consistent positive behavior and character. The purpose of this study was to determine the effect of positive reinforcement on the independence of early childhood. This study uses a quantitative approach with an experimental method. The subjects consisted of P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. 16 children, namely 9 girls and 7 boys in the odd semester of the 2024/2025 academic Data processing was carried out using the Paired Sample T Test analysis which was carried out with the help of the SPSS Statistics IMB program. The results of the research findings, there is a significance value of . 000, because the significance value of the T-Test <0. 05 (. 000 <0. , then Ha is accepted and Ho is rejected. In addition, there was an increase in the level of children's independence after being given treatment, which was seen from three aspects observed. In the initiative aspect, such as tidying up stationery by giving it a star symbol, there was an increase in the category (BSB) from 0% to 31%, category (BSH) from 19% to 31%, while category (MB) decreased from 56% to 38%, and category (BB) decreased from 25% to 0%. the aspect of responsibility observed through the approach to children, the BSB category increased from 0% to 31%. BSH from 25% to 38%, and MB decreased from 75% to 31%. While in the aspect of self-control which was strengthened through giving praise, the BSB category increased from 0% to 25%. roviding various positive reinforcements that vary makes children feel appreciated so that it can attract children's attention to carry out independent actions continuously. Keywords: Impact. Positive Reinforcement. Children's Independence PENDAHULUAN jalur formal, nonformal, dan informal Setiap anak memiliki potensi besar yang dibawanya sejak lahir. Anak Perkembangan (Sokhibah & Komalasari, 2. PAUD tidak hanya mengajarkan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung interaksi sosial, eksplorasi kreatif, dan dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk lingkungan yang mendukung. Orang melalui bermain (Rizka, 2. Hal ini yang paling dekat dengan anak tentu saja (Rijkiyani, et al. , 2. ) bahwa anak- mengembangkan potensi anak, sebaiknya anak yang sering diberi rangsangan akan orang tua yang membantu sejak anak menunjukkan hobinya. Anak-anak ini masih dini. PAUD atau Pendidikan Anak pandai berbicara, suka musik, suka Usia Dini merupakan jenjang pendidikan berhitung, suka beraktivitas, memiliki pra-dasar yang ditujukan bagi anak usia 0 Jenjang Baiti . alam mengendalikan emosi mereka dengan stimulasi pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental anak, agar mereka siap saksama agar dapat membantu anak- melanjutkan ke jenjang pendidikan yang anaknya mencapai potensi mereka dan lebih tinggi, yang diselenggarakan pada memberikan motivasi yang lebih kuat. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Orang Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Tujuan utama dari Pendidikan Anak dengan memperhatikan rangsangan dasar Usia Dini adalah membentuk anak yang harus dilatihkan dan dibimbing oleh Indonesia yang berkualitas, yakni anak orang tua, maka hal yang perlu diajarkan yang tumbuh dan berkembang sesuai sejak dini adalah masalah kemandirian. tahapan usianya, sehingga siap untuk Kemandirian merupakan suatu hal atau keadaan mampu berdiri sendiri tanpa menghadapi kehidupan di masa depan bergantung kepada orang lain. Anak (Rosinda Br Hotang, 2. Secara dapat dikatakan mandiri, apabila ia dapat PAUD melakukan kegiatan tanpa meminta bantuan orang dewasa . alam hal ini mendukung proses tumbuh kembang orang terdekat anak adalah orang tua atau menitikberatkan pada pengembangan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seluruh aspek kepribadiannya (Wirdasari & Rahman, 2. Permasalahan yang ditemukan, yaitu Anak usia dini adalah individu yang perkembangan yang pesat dan mendasar orangtua dalam merapikan alat tulis, alat Proses makan atau bekal setelah digunakan, dan pertumbuhan dan perkembangan dalam mainan yang sudah dimainkan dibiarkan mengalami proses pertumbuhan dan Selain terjadi pada rentang usia 0 hingga 8 tahun rendahnya anak bertanggung jawab Berk Sebagaimana dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru dan kontrol diri menyatakan bahwa anak-anak pada dalam bermain dengan teman masih ada rentang usia 0-6 tahun akan mengalami Sesuai temuan masalah yang masa keemasan, atau masa emas, di mana dikemukakan tersebut, bisa dijelaskan mereka mulai peka terhadap berbagai bahwa anak masih belum dianggap stimulus pendidikan. Masa keemasan ini mandiri atau bergantung pada orang lain. berbeda-beda untuk setiap anak, karena Tujuan dilakukannya penelitian ini, yaitu laju pertumbuhan dan perkembangan untuk mengetahui pengaruh positive anak masing-masing. (Sofyan. Hainstock (Yusuf Sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tingkat dan berbeda-beda. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Kemandirian merupakan aspek yang sangat penting dalam perkembangan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. sosial dan emosional. Hal ini sesuai penguatan positif sebagai salah satu cara Permendikmas Nomor 58 Tahun 2009 orang tua dan guru untuk memperkuat bahwa emosional dan perilaku sosial perilaku baik yang diharapkan dari yang dapat diharapkan pada anak usia seorang anak. dini adalah perilaku yang baik, seperti Penguatan atau penguatan berasal disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dari teori behaviorisme. Teori ini pertama mandiri, jujur, adil, percaya diri, dan kali dikemukakan oleh Skinner . alam memiliki rasa toleransi yang tinggi. Peran Hardy & McLeod, 2. Teori ini orang tua di rumah dan guru di sekolah meyakini bahwa perilaku seseorang yang sangat penting dalam mengembangkan mendapat penguatan cenderung akan perilaku dan sikap anak agar lebih diulang . enjadi lebih kua. Sebaliknya, berkarakter positif. Perilaku yang tidak diperkuat biasanya Dependensi anak pada orang dewasa akan berkurang atau bahkan hilang. Teori ini berfokus pada perubahan perilaku menjadi kurang inisiatif, kurang bergerak yang diharapkan akan terjadi setelah seseorang menerima konsekuensi dari sesuatunya dengan usaha sendiri. Selain itu, peneliti pun mengamati respon yang tindakannya (Purba & Putri, 2. Sebagaimana Skinner diberikan guru masih sangat kurang . alam Siahaan & Meilani, 2. bahwa penguatan adalah strategi pemberian penguatan positif yang dibutuhkan agar perilaku baik dan positif yang dilakukan kemungkinan bahwa suatu perilaku anak dapat terus ditingkatkan. tertentu dapat ditunjukkan. Pendapat Berdasarkan Sanjaya . alam Maslichah, 2. bahwa tersebut, peneliti melihat peluang untuk "penguatan membangun kemandirian anak agar lebih tanggapan, baik verbal maupun non- kuat dan terlatih sehingga dipilih untuk verbal, yang diberikan oleh guru terhadap memberikan berbagai strategi penguatan perilaku siswa untuk memberikan umpan balik atas tindakan mereka, sebagai bintang, pujian (Bagus: Luar Biasa. Wow bentuk dorongan atau koreksi dan untuk Heba. kepada anak ketika melakukan memotivasi siswa lain agar melakukan hal yang sama, seperti siswa yang diberi bergantung pada orang lain atau guru dan penguatan dengan cara mendekati saat belajar mengajar berlangsung. Pemberian "penguatan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Buchari Alma Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. terhadap perilaku tertentu dari siswa penguatan positif dengan menggunakan yang memungkinkan perilaku tersebut pendekatan terhadap suatu perilaku yang muncul kembali". akan dibentuk akan memberikan dampak Adapun pendapat Tiara & Safira terhadap pembentukan perilaku yang . bahwa penguatan . adalah segala respons yang diberikan secara verbal atau non-verbal yang merupakan cara guru mengubah perilaku METODE PENELITIAN Penelitian siswa untuk mendapatkan informasi atau umpan balik yang akan membantunya Pendekatan pandangan positivisme dan diterapkan untuk meneliti populasi atau sampel Positive reinforcement merupakan Proses suatu strategi dalam ilmu psikologi yang dilakukan dengan menggunakan alat dilakukan dengan memberikan pujian, ukur penelitian, kemudian data yang hadiah atau penguatan positif lainnya diperoleh dianalisis secara kuantitatif untuk menguji hipotesis yang telah dilakukan oleh anak, dengan tujuan untuk tersebut dilakukan oleh anak secara terus-menerus Misalnya, (Suwarsa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen, yaitu metode Dalam simbol stiker bintang setelah anak eksperimen, peneliti sengaja memberikan usahanya sendiri tanpa mengharapkan penelitian dengan tujuan menciptakan bantuan orang lain ataupun gurunya suatu kondisi atau kejadian yang dapat kepada anak untuk mengulang perilaku (Rahmi Pertiwi et al. kemandirian anak. Adanya Subjek merupakan seluruh anak di kelompok B positif, diharapkan perilaku kemandirian TK Kemala Bhayangkari 16 Palu yang yang dilatihkan dan dibiasakan pada anak berjumlah 16 anak, terdiri dari 9 anak akan menjadi perilaku positif atau perempuan dan 7 anak laki-laki, berusia karakter yang tertanam kuat. Pemberian P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. 5 Ae 6 tahun, serta terdaftar pada semester anak, diantaranya anak yang masih tidak ganjil tahun ajaran 2024-2025. mau ditinggal orangtuanya dan masih selalu dijaga. HASIL PENELITIAN Penguatan positif harus diberikan Sebelum Diberikan Perlakuan sesuai dengan perilaku anak. Beberapa tujuan penguatan positif adalah untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap BSB BSH Inisiatif merapikan alat tulis meningkatkan keinginan mereka untuk pikiran mereka ke arah berpikir divergen. Gambar 1. Histogram Data Kemandirian Anak Sebelum Diberikan Perlakuan mengendalikan dan mengubah perilaku yang tidak positif, dan mendorong Sesuai histogram 1, dari rekapitulasi munculnya perilaku produktif. (Zabrina. Penelitian menunjukkan mayoritas berada pada anak terhadap tiga aspek yang telah kategori Mulai Berkembang (MB), dan diamati, yaitu aspek pertama adalah masih terdapat anak yang termasuk pada inisiatif merapikan alat tulis. aspek kedua Sesuai hasil rekapitulasi, dapat dilihat Belum Berkembang menyelesaikan tugas. dan aspek ketiga adalah kontrol diri dalam bermain sebagian besar anak belum mandiri dengan teman. Masing-masing aspek memiliki empat indikator yang dijadikan pengamatan pada minggu berikutnya. alat ukur penilaian pada kemandirian Dalam pelaksanaan pemberian positive reinforcement sebelumnya, guru memberikan sebuah penguatan positif hanya berupa sebuah pujian dan acungan jempol tanpa disertai dengan cara Guru (BB). Sesudah Diberikan Perlakuan BSB BSH Inisiatif merapikan alat tulis Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas Kontrol diri dalam bermain dengan teman beberapa kendala pada kemandirian P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Gambar 2. Histogram Data Kemandirian Sesudah Diberikan Perlakuan Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Sesuai histogram 2, dapat diketahui berupa positive reinforcement, dari hasil sesudah diberikan perlakuan berupa sebelumnya 6,50 menjadi 8,81. Nilai terlihat perbedaan pada aspek inisiatif perlakuan adalah 4, dan meningkat merapikan alat tulis . arna bir. dalam menjadi 6 setelah perlakuan. Sementara kategori BSB dan BSH ada 31%, itu, nilai tertinggi juga mengalami kategori MB ada 38%, dan 0% dalam kenaikan, dari 9 sebelum perlakuan kategori BB. Aspek kedua bertanggung menjadi 12 sesudahnya. Selanjutnya, jawab dalam menyelesaikan tugas . arna Standar sebelum diberikan perlakuan mera. dalam kategori BSB ada 21%, kategori BS3H ada 38%, kategori MB diberikan perlakuan meningkat menjadi ada 31%, dan tidak ada dalam kategori BB. Aspek terakhir, yaitu kontrol diri Hasil tabel analisis menunjukkan dalam bermain dengan teman . arna adanya perbedaan hasil kemandirian hija. hasil dalam kategori BSB dan MB anak yang sangat signifikan, dari ada 25%, dalam kategori BSH ada 50%, sebelum maupun sesudah diberikan dan 0% dalam kategori BB. perlakuan berupa pemberian positive Analisis Statistik Deskriptif Tabel berikut menunjukkan hasil Uji Normalitas Dalam kemandirian anak sebelum dan sesudah perawatan berupa pemberian positive mengevaluasi normalitas. Nilai Sig lebih 05 menunjukkan bahwa data Rang Sta Statis Statist Statist Statist Std. Error Std. Vari Deviat anc Statist Stat Mini Maxi Mean memiliki distribusi normal, dan nilai Sig Tabel 1. Statistik Deskriptif kurang dari 0. 05 menunjukkan bahwa data tidak memiliki distribusi normal. Uji Statistic. Tabel IBM SPSS Sesuai tabel 1, menunjukkan hasil analisis data, diketahui bahwa rata-rata tingkat kemandirian anak mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Tabel 2. Uji Normalitas Kemandirian Anak PEMBAHASAN Sig. Sebelum Perlakuan . Sesudah Perlakuan . Menurut tabel 2, uji normalitas Salah satu upaya yang harus dikuasai guru adalah penerapan salah satu keterampilan dasar mengajar, yaitu keterampilan pemberian reinforcement. Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai Penguatan yang diberikan oleh guru sebelum perlakuan sebesar 0,076 dan harus tepat dan sesuai dengan yang nilai sesudah perlakuan sebesar 0,365. dibutuhkan oleh anak didik sehingga Karena nilai sesudah perlakuan lebih memberikan dorongan yang kuat kepada besar dari 0. 05, data distribusi dianggap anak dalam mengikuti pembelajaran (Kurniati & Ervina, 2. Selain itu. Uji Hipotesis guru harus mempertimbangkan berbagai cara penguatan yang berbeda. Penguat sekunder ada dalam penguatan. Anak- terhadap kemandirian anak di kelompok anak yang menunjukkan tingkah laku dan B TK Kemala Bhayangkari 16 Palu prestasi yang baik saat belajar harus menggunakan analisis Paired Sample T dipuji atau dihargai. Dengan memberikan Test, dilakukan dengan bantuan program pujian dan penghargaan kepada anak- IMB SPSS Statistic. anak, diharapkan mereka akan menjadi Pengujian lebih termotivasi dan berusaha dengan Tabel 3. Uji Hipotesis Paired Differences Mea Std. Std. Devia Error Lower Upper T Df tion Mea lebih baik lagi. Hasil yang dicapai pasti Sig. akan membuat anak-anak puas dan bahkan akan berusaha lebih baik lagi (Minarni, 2. Hasil dari penelitian ini juga sejalan Sesuai tabel 3, terdapat nilai signifikan Paired Sample T Test adalah , karena nilai signifikan T-Test < 0,05 (. 000 < 0,. , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian positive berpengaruh terhadap kemandirian anak. dengan temuan dari berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya reinfocement terhadap kemandirian anak (Listyawati et al. , 2014. Rochwidowati & Widyana, 2017. Beno et al. , 2. Pemberian positive reinforcement memberikan sebuah penguatan dalam bentuk yang positif, ditujukan kepada P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. anak agar dapat melakukan suatu hal anak sangat tertarik dan menyukai Kategori pernghargaan berbentuk stiker bintang, penguatan lainnya berdasarkan cara selain itu stiker bintang dapat dengan menstimulus yang akan diberikan dalam memperkuat perilaku. Beberapa bantuan Penghargaan juga digunakan sebagai tambahan pada situasi yang anak alami dapat sebagai penguatan yang positif, (Purwanta, 2012: . contoh: anak dapat menggabungkan Peneliti mengamati masih banyak warna dasar untuk membentuk warna anak yang kurang rapi dalam menata baru, kemudian orang dewasa mengakui kembali alat tulis yang digunakan. hal tersebut. Dalam kasus ini, berarti Perilaku kurang rapi dilakukan tiap hari. stimulus baru muncul dalam situasi Namun ada perubahan perilaku anak tersebut (Trimuliana et al. , 2. sesudah diberikan bintang pada aspek Positive inisiatif merapikan alat tulis. Anak diberikan juga disesuaikan dengan minat menjadi lebih berhati-hati memasukkan anak agar dapat menarik perhatian anak. tiap jenis benda ke dalam wadah yang Bentuk pemberian positive reinforcement sudah disediakan, seperti pensil warna, dalam penelitian ini ada tiga, yaitu krayon, dan buku gambar. Setelah anak pemberian simbol bintang, pendekatan pada anak, dan pujian. diharapkan, kemudian guru memberikan Proses sebagai bentuk hadiah tidak hanya sikap yang ditunjukkan anak. Bentuk reinforcement kedua adalah penguatan prestasi dan perilaku baik anak-anak. romiximity reinforcemen. Dalam konteks ini, tabungan bintang bukan hanya sekadar insentif, tetapi juga menggunakan kegiatan atau tugas agar alat pengajaran yang memberdayakan anak-anak untuk berpartisipasi aktif pekerjaan atau prestasi sebelumnya. pembelajaranpengembangan diri mereka Kegiatan yang dipilih harus sesuai (Aja Raihand Sofia & Muhammad Basri, dengan tujuan pembelajaran yang paling Alasan gambar bintang sebagai apresiasi pada memberikan rangsangan positif, tetapi (Siahaan Meilani, 2. berbentuk stiker bintang karena anak- P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Penguatan non-verbal, sebuah hubungan bermasyarakatAy. Tanda tersenyum, berpelukan atau tepuk tangan, juga memiliki dampak besar pada menunjukkan apresiasi melalui ucapan, perkembangan sosial dan emosional sikap, atau perilaku, seperti memberikan Penguatan non-verbal cenderung kalimat AuWah, sangat indahAy. AyBagusAy. lebih mudah dipahami oleh anak usia AyKeren karyamu!Ay, pada hasil karya yang dini, karena pada tahap ini mereka belum sepenuhnya menguasai arti kata-kata. mengumumkan pencapaian di depan Anak-anak pada usia ini sangat responsif teman-teman sebagai pengakuan atas usaha mereka maupun memberikan tepuk mereka lebih banyak menggunakan indra tangan kepada anak saat ia berani maju ke non-verbal, lingkungan sekitar. Jenis penguatan ini menampilkan hasil karya yang telah ia merupakan metode yang efektif untuk Kata-kata pujian dapat memiliki perilaku anak dihargai, tanpa harus efek psikologis pada siswa. Dampak bergantung pada penjelasan verbal yang mungkin masih sulit mereka pahami dihargai atas usahanya. Pujian yang (Nasution, et al. , 2. diberikan guru dapat dilihat sebagai suatu Pujian merupakan bentuk reward perilaku anak terkait dengan karakteristik menggunakan kata-kata sederhana yang kognitif, afektif, dan psikomotoriknya positif atau isyarat untuk meningkatkan (A. Rahman, 2. Berharap pujian motivasi anak belajar dan kepercayaan ini dapat memotivasi anak-anak untuk diri anak. Pujian bisa diberikan dalam terus meningkatkan prestasinya dan berusaha menjadi lebih baik lagi. Pujian acungan jempol, atau ungkapan positif yang baik merupakan salah satu bentuk yang mampu membangkitkan semangat penguatan yang berdampak positif (Novi, dan motivasi anak seperti kalimat: AuBagus. Bagus Sekali. Luar Biasa. Wah! Selanjutnya. Kamu HebatAy, dan kata-kata positif terdahulu mengenai kemandirian anak, dapat dilakukan dengan pendekatan yang Menurut Dirgeyasa . bahwa Aykalimat sama dalam pemberian penguatan dan teknik lainnya, seperti temuan dari Ina keakraban dan keharmonisan dalam Herawati & Luluk Iffatur Rocmah P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. , bahwa chaining dapat membantu Selanjutnya adalah aspek tanggung anak memecah tugas-tugas yang sulit jawab pada anak, yang mencakup menjadi tugas-tugas yang lebih mudah, kemampuan menjaga barang pribadi, sementara reinforcement positif dapat menghargai waktu, menempatkan barang meningkatkan keinginan anak untuk pada tempat yang semestinya, serta bertindak secara mandiri. Kombinasi kedua metode ini menghasilkan hasil diberikan kepadanya. Anak-anak juga yang signifikan dalam mempercepat dapat belajar bertanggung jawab melalui pertumbuhan kemandirian anak-anak. pemberian tugas yang menuntut mereka Temuan berikutnya dari Komang untuk mempertanggungjawabkan hasil Sukma Petiwi Dialektika, et al. dari tugas tersebut (M. Sari et al. Ketika konseling perilaku melalui penerapan seseorang untuk bertanggung jawab, teknik penguatan positif dan modeling kemandirian pada anak usia dini. kapasitas ini berkembang. Selain itu. Kemandirian merupakan salah satu pengukuran harus objektif dan dapat komponen kecerdasan emosional. Para ahli pendidikan dan psikologi meyakini bahwa kemandirian dapat menentukan keberhasilan dalam hidup seseorang. (Lesmana et al. , 2. Sikap mandiri yang tertanam dalam diri Pemberian tugas membuat anak anak akan membuatnya tangguh, tidak mudah terpengaruh oleh keadaan dan pekerjaannya sendiri. Mereka belajar mampu menyelesaikan masalah tanpa tentang pentingnya menyelesaikan tugas dengan baik, mengatur waktu, dan (Retnowati, 2. melaksanakan tugas secara bertanggung Aspek kemandirian yang diamati, jawab (Warmansyah et al. , 2. yaitu inisiatif. Sikap inisiatif menjadi Aspek ketiga dalam kemandirian fondasi bagi pengembangan kualitas anak adalah pengendalian diri atau karakter lainnya seperti: kreativitas, kontrol diri merupakan salah satu hal kerajinan, tanggung jawab, ketepatan penting yang harus dimiliki setiap orang, terutama pada anak. Pengendalian diri (Yasmeardi et al. , 2. merupakan cerminan dari emosi yang diungkapkan oleh anak. Cara anak P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. mengekspresikan emosi erat kaitannya untuk lebih baik lagi. Anak-anak pasti dengan pengaturan dirinya (Rahman, et akan senang dengan hasilnya dan akan , 2. Pengendalian diri merupakan berusaha lebih baik lagi (Minarni, 2. Martinis Yamin dan Jamilah Sabri lingkungan sosial seseorang. menyatakan bahwa "kemandirian pada anak usia dini adalah kemampuan anak yang disesuaikan dengan tugas mengendalikan diri dan emosi (Nofianti, perkembangannya, seperti belajar, makan sendiri, atau saat berinteraksi dengan Dampak Positive Reinforcement terhadap Kemandirian anak Kemandirian mendukung anak dalam kegiatan belajar Sesuai hasil penelitian yang telah untuk memahami pilihan perilaku, serta adanya pemberian positive reinforcement diperhitungkan oleh anak (Rizkyani et berupa pemberian bintang, pendekatan , 2. Adanya kemandirian, seorang anak berpengaruh secara signifikan terhadap akan merasa mampu menentukan pilihan kemandirian anak, seperti aspek inisiatif yang menurutnya benar. Selain itu, anak akan lebih berani dalam menentukan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pilihan dan dapat bertanggung jawab atas tugas, dan sikap kontrol diri saat bermain risiko, serta akibat yang ditimbulkan oleh dengan teman. pilihannya sendiri. Adanya berbagai bentuk pemberian Pemberian positive reinforcement positive reinforcement yang bervariasi, akan menyenangkan dan menghibur bagi Selain secara mandiri. Anak yang mungkin pada awalnya belum menunjukkan perilaku Penguat mandiri, secara tidak langsung akan sekunder ada dalam penguatan. Dalam menarik perhatian anak dengan cara yang sebuah proses pembelajaran, anak yang memiliki perbuatan baik seperti perilaku mandiri yang diharapkan akan terlihat atau prestasi pasti diberikan pujian atau secara terus menerus. Pemberian positive Diharapkan diberikannya pujian dan penghargaan, apresiasi pada perilaku positif yang anak dapat termotivasi dan akan berusaha ditunjukkan anak, seperti pemberian P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Januari 2024 Accepted: Februari 2024 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. reward, hadiah, atau pujian sehingga DAFTAR PUSTAKA tingkat kemandirian anak yang awalnya rendah akan meningkat dan sesuai harapan guru. PENUTUP Simpulan Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah di kemukakan di atas, dapat diketahui dari perolehan hasil uji hipotesis, nilai signifikan Paired Sample T Test adalah . , karena nilai signifikan T-Test < 0,05 (. 000 < 0,. maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari hasil penelitian setelah diberikan perlakuan adalah positive kemandirian anak. Memberikan berbagai positive reinforcement yang bervariasi untuk melakukan tindakan kemandirian secara berkelanjutan. Saran