LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 AKUNTANSI DIGITAL SEBAGAI GAME CHANGER BAGI UMKM: SOLUSI PENGELOLAAN KEUANGAN DI KOTA GORONTALO Abdulrival hartoyo1*. Amnatia R Abdullah2 Universitas Bina Mandiri Gorontalo *email: abdulrival79@gmail. ABSTRACT Purpose: This study aims to analyze the implementation of digital accounting among micro, small, and medium enterprises (MSME. in Gorontalo City, with a focus on the Si APIK application developed by Bank Indonesia Method: The research employed a mixed-methods approach through a quantitative survey of 20 MSME actors and in-depth interviews with MSMEs. Bank Indonesia, and the Cooperative Office. Data were analyzed descriptively to identify adoption levels, challenges, and strategies to strengthen the utilization of digital accounting. Finding: The findings show that 60% of respondents agreed that digital accounting applications help make financial records more systematic, 25% were neutral, and 15% disagreed. The main challenges include limited digital literacy . %), weak discipline in data entry . %), poor internet connectivity . %), and feature incompatibility with small-scale enterprises . %). Nevertheless, most business actors acknowledged the benefits of digital accounting in improving transparency and access to Novelty: The novelty of this study lies in integrating the analysis of digital accounting adoption with the national policy framework, namely the Presidential Asta Cita, which emphasizes digital transformation and MSME empowerment. This highlights that digital accounting implementation not only supports MSME competitiveness but also aligns with the direction of national digital economic Keywords: Digital Accounting. MSMEs. Si APIK. Presidential Asta Cita. Gorontalo PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan dampak besar terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat di Indonesia (Muljanto, 2. UMKM menjadi wadah untuk masyarakat berwirausaha, menciptakan keseimbangan ekonomi antar lapisan masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan mendukung perolehan devisa negara melalui ekspor produk (Dewi et al. , 2. Peran ini menjadikan UMKM sebagai komponen vital dalam pertumbuhan ekonomi nasional (Farisi et al. , 2. Namun, di tengah potensi yang besar. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan fundamental, salah satunya adalah keterbatasan dalam pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien (Wardi et al. Permasalahan umum yang dihadapi UMKM dalam aspek keuangan meliputi pencatatan yang tidak rapi, minimnya pengetahuan tentang akuntansi, serta ketergantungan pada metode manual atau konvensional (Rinandiyana et al. , 2. Literasi keuangan yang baik akan mampu untuk memanfaatkan pengetahuan di bidang keuangan dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan keuangan, serta melakukan pembukuan sehingga pelaku UMKM memiliki peluang untuk meminimalisir resiko dan kerugian (Destrin. , 2. Akibatnya, pelaku UMKM sering kali kesulitan dalam menilai kinerja usaha, membuat keputusan strategis, hingga mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. Hal ini tentu menjadi hambatan dalam upaya meningkatkan skala usaha dan daya saing, khususnya dalam menghadapi era digital dan kompetisi global (Nurhasanah et al. , 2. dengan perkembangan teknologi informasi, muncul berbagai solusi berbasis digital yang dapat diadopsi oleh UMKM, termasuk bidang akuntansi. Penggunaan akuntansi digital tidak hanya dapat meningkatkan DOI: 10. 55587/jla. 198 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 efisiensi, dan transparansi laporan keuangan, tetapi juga memudahkan pelaku UMKM dalam memantau kondisi keuangan usahanya secara real-time. Selain literasi keuangan ada yang tidak kalah penting saat mengembangkan UMKM yaitu Digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar bertahan dalam persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis. Implementasi transformasi digital dapat meningkatkan efisiensi operasional, pendapatan, dan mengubah budaya organisasi menjadi lebih adaptif terhadap perubahan (Hartoyo. A et al. , 2. Lebih jauh lagi, akuntansi digital membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kredibilitas mereka di mata investor maupun lembaga keuangan (Yolanda et al. aplikasi yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia adalah Digital Si APIK, yang dirancang untuk mencatat transaksi keuangan UMKM secara terstruktur sekaligus menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat. Kehadiran aplikasi semacam ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan serta mendorong pelaku usaha untuk mengelola bisnisnya secara lebih profesional. Meskipun manfaatnya akuntansi dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi pencatatan keuangan sangat signifikan, tingkat adopsinya di kalangan UMKM, termasuk di Kota Gorontalo, masih relatif rendah. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital, minimnya kemampuan penguasaan teknologi, biaya serta infrastruktur pendukung yang belum merata, hingga resistensi pelaku usaha terhadap perubahan sistem pencatatan keuangan dari manual ke digital (Wijaya et al. , 2. Kondisi ini diperparah dengan budaya usaha kecil yang cenderung mengutamakan praktik sederhana dan praktis dibandingkan sistematisasi pencatatan keuangan. Padahal, penerapan akuntansi digital menjadi semakin relevan dalam konteks Asta Cita Presiden yang menekankan transformasi ekonomi berbasis digital dan pemberdayaan UMKM, penerapan akuntansi digital selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini penting dilakukan untuk menganalisis peran akuntansi digital sebagai game changer dalam pengelolaan keuangan UMKM. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong adopsinya, menggali respon pelaku UMKM terhadap penerapan aplikasi akuntansi digital, serta merumuskan strategi yang relevan untuk memperkuat dan mempercepat transformasi digital di sektor UMKM, khususnya di Kota Gorontalo. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi teoretis pada literatur akuntansi manajemen dan ekonomi digital, tetapi juga kontribusi praktis bagi pemerintah, lembaga keuangan, serta pengembang aplikasi dalam merancang kebijakan dan program pendukung yang lebih tepat sasaran. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Resource-Based View (RBV) menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan dalam mengelola, memanfaatkan, dan mengintegrasikan sumber daya yang dimiliki, baik berupa aset berwujud maupun tidak berwujud (Barney, 1. Menurut RBV, sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan akan memberikan keunggulan berkelanjutan. Dalam konteks UMKM, penerapan akuntansi digital dapat dipandang sebagai sumber daya strategis karena mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, memperkuat transparansi, serta memfasilitasi integrasi dengan layanan keuangan modern. Dengan demikian, adopsi digitalisasi akuntansi menjadi faktor penting bagi UMKM untuk bertahan dan bersaing di tengah lingkungan bisnis yang semakin dinamis. Memiliki pengetahuan keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat mengidentifikasi peluang inovasi yang menguntungkan dan meningkatkan pengembalian investasi (Destrin. , 2. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sarana pemberdayaan ekonomi yang dimiliki oleh perorangan maupun badan usaha perorangan dengan memenuhi kriteria usaha mikro (Sambodo et al. , 2. Peran UMKM dalam perekonomian tidak hanya terbatas pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan daya beli masyarakat, pengentasan kemiskinan, hingga 186 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, di balik kontribusi yang signifikan. UMKM masih menghadapi tantangan serius dalam aspek manajemen keuangan. Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kegagalan UMKM adalah rendahnya kesadaran dalam menerapkan praktik manajemen keuangan yang efektif. Kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemahaman sekaligus implementasi praktik manajemen keuangan yang baik guna menjamin kelangsungan dan pertumbuhan UMKM (Aryanto & Farida, 2. Digitalisasi Akuntansi Digitalisasi akuntansi merupakan proses transformasi aktivitas ekonomi suatu organisasi ke dalam bentuk elektronik melalui penerapan sistem informasi akuntansi. Digitalisasi mengubah lanskap akuntansi dan keuangan dengan menawarkan solusi yang meningkatkan efisiensi dan akurasi proses bisnis (Abdullah et al. ,2. Konsep ini bukan sekadar penggunaan teknologi untuk mendukung fungsi akuntansi, melainkan sebuah evolusi paradigma dalam pengelolaan informasi Dalam konteks ini, akuntansi digital tidak hanya dipahami sebagai sekadar alat teknis, melainkan sebagai bentuk transformasi fundamental yang membangun pondasi organisasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika bisnis modern (Aryanto & Farida, 2. Dengan demikian, akuntansi digital dapat dipandang sebagai game changer dalam transformasi keuangan modern. Indonesia. Bank Indonesia memperkenalkan aplikasi Si APIK sebagai salah satu instrumen untuk mendukung pencatatan keuangan UMKM secara sederhana namun profesional. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, yaitu pendekatan yang mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif (Creswell & Plano Clark, 2. Pendekatan kuantitatif dilakukan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan aplikasi akuntansi digital Si APIK melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada responden. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali informasi mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan kendala yang dihadapi UMKM melalui wawancara, observasi, dan studi Kombinasi kedua pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang penerapan digitalisasi akuntansi pada UMKM. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM yang berada di Kota Gorontalo. Sampel ditentukan menggunakan Accident sampling, yakni pemilihan responden berdasarkan siapa saja yang ditemui peneliti dan relevan untuk dijadikan sumber data (Sugiyono, 2. Sampel penelitian terdiri dari 20 UMKM dengan variasi bidang usaha, seperti warung makan, usaha obat herbal, serta jasa jahit pakaian tradisonal karawo. Jumlah ini dipandang cukup representatif untuk memberikan variasi informasi sekaligus memungkinkan analisis yang lebih detail mengenai penerapan aplikasi Si APIK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, serta penyebaran kuesioner dengan skala jawaban setuju, tidak setuju, dan netral. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi digital pada UMKM di Kota Gorontalo memberikan dampak positif terhadap pengelolaan keuangan. Dari 20 responden yang terdiri atas pelaku usaha warung makan. Usaha obat herbal, dan jasa jahit pakaian tradisional karawo, sebagian besar menunjukkan peningkatan pemahaman dalam pencatatan keuangan setelah menggunakan aplikasi akuntansi digital, khususnya Digital Si APIK yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia. Perolehan data primer dengan melakukan pembagian kuesioner pada UMKM melalui observasi dan wawancara ke tempat pelaku UMKM. Berikut hasil analisis dari kuesioner : Analisis Tingkat pemahaman dan Penerapan Akuntansi Digital Berdasarkan Gambar 1. Hasil survei terhadap 20 pelaku UMKM di Kota Gorontalo menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pandangan positif terhadap penerapan akuntansi Sebanyak 60% responden . UMKM) menyatakan setuju bahwa penggunaan aplikasi akuntansi digital, seperti Digital Si APIK, membantu mereka dalam mencatat transaksi keuangan DOI: 10. 55587/jla. 198 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 secara lebih sistematis, efisien, dan transparan. sekitar 25% responden . UMKM) berada pada posisi Kelompok ini umumnya masih dalam tahap adaptasi dengan teknologi digital atau menghadapi kendala teknis, seperti keterbatasan literasi digital dan akses internet. 15% responden . UMKM) menyatakan tidak setuju. Penolakan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor kebiasaan menggunakan metode manual, keterbatasan perangkat teknologi, serta kekhawatiran akan kerumitan penggunaan aplikasi. Temuan ini mencerminkan bahwa meskipun sebagian besar UMKM mulai menyadari manfaat akuntansi digital, masih terdapat hambatan yang perlu diatasi, khususnya dalam hal literasi digital, pendampingan teknis, serta penyediaan infrastruktur pendukung. Dengan intervensi kebijakan yang tepat, akuntansi digital berpotensi menjadi game changer bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Gambar 1. Grafik Tingkat Pemahaman dan Penerapan Akuntansi Digital Dari sisi kualitatif, wawancara mendalam menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang berhasil mengadopsi akuntansi digital merasakan manfaat nyata berupa peningkatan profesionalitas usaha. Pencatatan yang lebih rapi memudahkan mereka dalam mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan, karena laporan keuangan yang dihasilkan lebih kredibel. Hal ini membuktikan bahwa akuntansi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, melainkan sebagai game changer dalam mendorong UMKM menuju pengelolaan bisnis yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing. Analisis Kendala Utama dalam Adopsi Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengadopsi akuntansi digital Berdasarkan Gambar 2. Sebanyak 35% responden mengaku mengalami keterbatasan literasi digital, yang menyebabkan mereka kesulitan memahami cara penggunaan aplikasi. Sekitar 30% responden menghadapi kendala pada aspek disiplin input transaksi, di mana pencatatan keuangan tidak dilakukan secara konsisten. Selanjutnya, 20% responden menyatakan terhambat oleh keterbatasan jaringan internet, terutama di wilayah dengan akses infrastruktur yang belum merata. Adapun 15% responden menilai bahwa fitur aplikasi kurang relevan untuk skala usaha kecil mereka. 188 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Gambar 2. Grafik Kendala Utama dalam Adopsi Akuntansi Digital Oleh UMKM Hasil Wawancara mendalam memperkuat temuan ini. Seorang pelaku usaha warung makan menyampaikan bahwa aplikasi Ausering tidak dibuka saat sedang ramai pelanggan,Ay menandakan adanya kendala kedisiplinan dana manajemen waktu dalam pemanfaatan aplikasi. Sementara itu, seorang pedagang obat herbal menilai bahwa Aulaporan aplikasi terlalu detail untuk skala usaha kecil terlebih bagi kami yang tidak memiliki latar belakang ilmu akuntansi atau ekonomi,Ay Pernyataan ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara kompleksitas fitur aplikasi dengan kebutuhan praktis UMKM, sehingga diperlukan penyesuaian agar teknologi akuntansi digital dapat lebih mudah diadopsi secara luas. Selain faktor teknis, kendala terbesar dalam pemanfaatan akuntansi digital adalah rendahnya literasi akuntansi dan literasi digital pelaku UMKM. Hal ini ditegaskan oleh pihak BI yang menyatakan Aukami rutin mengadakan pelatihan untuk penggunaan aplikasi ini. Ay Upaya pelatihan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan teknologi . plikasi Si APIK) dengan kemampuan pelaku usaha dalam mengoperasikannya. Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan adopsi akuntansi digital tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor perilaku, kebiasaan kerja, dan relevansi sistem terhadap kebutuhan nyata pelaku UMKM. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendampingan yang lebih intensif, peningkatan literasi digital, serta penyederhanaan fitur aplikasi agar implementasi akuntansi digital dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat optimal bagi UMKM. Strategi Mendorong Adopsi Berkelanjutan Hasil Penelitian menunjukkan bahwa meskipun Si APIK telah disediakan secara gratis oleh Bank Indonesia dan dimanfaatkan oleh sebagian UMKM, pemanfaatannya masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan literasi akuntansi, rendahnya kedisiplinan pencatatan, serta persepsi bahwa aplikasi terlalu kompleks untuk skala usaha kecil. Untuk mendorong adopsi akuntansi digital secara berkelanjutan, diperlukan strategi yang menyasar aspek teknis maupun non-teknis, yaitu: Peningkatan Literasi Digital Bank Indonesia bersama pemerintah daerah perlu memperkuat program pendampingan dan pelatihan, tidak hanya sekali tetapi secara berkelanjutan Hal ini sejalan dengan pernyataan pihak BI. Au Kami rutin mengadakan pelatihan untuk penggunaan aplikasi ini. Ay Pelatihan berjenjang (Basic-intermediate-advanc. dapat membantu UMKM menyesuaikan diri sesuai kemampuan awal mereka. Pendekatan Regulasi dan Insentif DOI: 10. 55587/jla. 198 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 5 No. 4 Desember 2025 Pemerintah dapat memberikan insentif, seperti prioritas akses pembiayaan atau program bantuan modal, bagi UMKM yang konsisten menggunakan akuntansi digital, hal ini akan memotivasi UMKM Sebelumnya hanya menggunakan pencatatan manual untuk beralih ke digital. Penciptaan Role Model UMKM Digital BI atau KOPERINDAG dapat menampilkan kisah sukses UMKM yang berhasil memanfaatkan Si APIK untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha lain. Hal ini sejalan dengan konsep peer learning, di mana UMKM belajar dari sesama pelaku usaha. Dengan strategi tersebut, implementasi akuntansi digital tidak hanya berhenti pada kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjadi game changer yang meningkatkan profesionalitas, kredibilitas laporan keuangan, dan daya saing UMKM di Gorontalo. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi memiliki potensi besar sebagai game changer bagi UMKM di Kota Gorontalo dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan profesionalisme pengelolaan keuangan. Hasil Survei kuantitatif terhadap 20 UMKM mengungkapkan bahwa 60% responden setuju aplikasi akuntansi digital Si APIK membantu pencatatan keuangan lebih sistematis, sementara 25% bersikap netral, dan 15% tidak setuju karena kendala literasi digital, kebiasaan manual, serta keterbatasan perangkat teknologi. Kendala utama yang dihadapi UMKM mencakup keterbatasan literasi digital . %), ketidakdisiplinan dalam input transaksi . %), hambatan jaringan internet . %), serta penilaian terhadap fitur aplikasi yang kurang relevan dengan skala usaha kecil . %). Wawancara mendalam menegaskan bahwa meskipun manfaat Si APIK diakui, penggunaanya tetap membutuhkan dukungan pemahaman akuntansi dasar. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi digital tidak hanya menjadi alat teknis, melainkan fondasi strategis untuk memperkuat daya saing UMKM dalam era transformasi ekonomi digital. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan, peneliti menyarankan perlunya peningkatan literasi digital dan akuntansi melalui program pelatihan rutin yang difasilitasi oleh pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun lembaga keuangan agar pelaku UMKM semakin terampil dalam mengelola laporan keuangan secara digital. Selain itu, pemberian insentif atau dukungan kepada UMKM yang konsisten menggunakan aplikasi akuntansi digital, misalnya melalui kemudahan akses pembiayaan bagi mereka yang memiliki laporan keuangan digital. Di samping itu, penciptaan role model UMKM sukses yang telah berhasil menerapkan akuntansi digital juga penting sebagai contoh nyata yang dapat menginspirasi dan memotivasi pelaku usaha lainnya untuk mengikuti langkah serupa. Dengan intervensi kebijakan yang tepat, penerapan akuntansi digital akan selaras dengan agenda Asta Cita Presiden yang menekankan transformasi ekonomi berbasis digital dan pemberdayaan UMKM. Implementasi yang efektif diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM secara berkelanjutan serta mendukung agenda pembangunan ekonomi digital nasional. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat membandingkan efektivitas berbagai aplikasi akuntansi digital serta menelaah faktor sosial-budaya yang mempengaruhi resistensi UMKM terhadap digitalisasi. REFERENSI