ARSIP Jurnal Arsitektur. Vol. No. November 2023: 105-116 DESIGN OF CREATIVE ECONOMY FACILITY IN PASURUAN REGENCY WITH CONTEMPORARY ARCHITECTURE APPROACH PERANCANGAN FASILITAS EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN PASURUAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Mokhamad Iqbal Nawawi. Andarita Rolalisasi. Joko Santoso. Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. iqbalnawawi@surel. untag-sby. rolalisasi@untag-sby. joko_santos@untag-sby. Abstrak Ekonomi kreatif merupakan bentuk industri yang berkembang di era modern Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif telah ditetapkan sebagai sektor strategis, karena dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Nasional di sepanjang 2019. Kabupaten Pasuruan adalah salah satu dari enam daerah yang menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif di Bekraf Festival 2019. Kabupaten Pasuruan memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif khususnya di sektor kuliner, fashion, dan kriya Potensi tersebut akan lebih maksimal jika fasilitas sarana dan prasarana dapat lebih memadai. Keberadaan Fasilitas Ekonomi Kreatif Kabupaten Pasuruan nantinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat mengembangkan idenya menjadi bisnis kreatif, sehingga masyarakat Kabupaten Pasuruan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saingnya. Penerapan arsitektur kontemporer pada rancangan nantinya akan diharapkan menjadi sebuah bangunan yang identik dengan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan. Dengan memakai unsur-unsur yang ada di arsitektur kontemporer yaitu dengan bentuk geometris sederhana, gubahan massa yang ekspresif, fasad transparan dan bukaan yang lebar, memperlihatkan struktur yang kokoh, sehingga bangunan tersebut akan menjadi bangunan yang identik dengan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan. Kata kunci: arsitektur kontemporer, ekonomi kreatif. Kabupaten Pasuruan. Abstract Creative economy is a form of industry that develops in the modern era In Indonesia itself, the creative economy has been designated as a strategic sector, because it can make a significant contribution to the National GDP throughout 2019. Pasuruan Regency is one of six regions that signed a memorandum of understanding on creative economy development at Bekraf Festival 2019. Pasuruan Regency has the potential to develop the creative economy, especially in the culinary, fashion and craft sectors. This potential will be maximized if the facilities and infrastructure can be more adequate. The existence of the Pasuruan Regency Creative Economy Facility is expected to be a solution to accommodate creative economic actors to be able to develop their ideas into creative businesses, so that the people of Pasuruan Regency can increase their economic growth and competitiveness. The application of contemporary architecture in the design will be expected to become a building that is synonymous with the creative economy in Pasuruan Regency. By using elements in contemporary architecture, namely simple geometric shapes, expressive massing, transparent facades and wide openings, showing a sturdy structure, so that the building will become a building that is synonymous with the creative economy in Pasuruan Regency. Keywords: creative economy, contemporary architecture. Pasuruan Regency. Penyusunan Roadmap Ekonomi Kreatif agar pengembangannya lebih terarah dan terencanan dengan target yang terukur. Pembentukan Komite Ekonomi Kreatif untuk mengawal implementasi dari Roadmap Ekonomi Kreatif. Kabupaten Pasuruan memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif khususnya penambahan di subsektor seni pertunjukkan dan Berdasarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda. Kabupaten Pasuruan pada tahun 2021 pelaku ekonomi kreatif di 3 subsektor yakni kuliner, fashion, kriya sebanyak 5. 735 unit usaha. PENDAHULUAN Ekonomi kreatif merupakan bentuk industri yang berkembang di era modern, industri tersebut merupakan hasil proses pemikiran dari proses kreatif dan inovatif yang menjadikannya pelopor daya saing unggul dan menghasilkan produk unik yang mapu menembus pasar ekspor. Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB Nasional sepanjang tahun 2019 yang diproyeksikan dapat menembus angka Rp. triliun (Kemenperin,2. Berbeda dengan industri yang lain, ekraf tidak membutuhkan mesin yang besar, cukup memiliki kreativitas serta ketrampilan skill individu. Ekonomi kreatif sendiri memiliki 16 subsektor yaitu arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, fesyen, musik, aplikasi dan game developer, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa. Perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan masih belum diimbangi dengan fasilitas yang mendukungnya seperti tempat bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkreasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Pelaku ekonomi kreatif hanya bisa berkumpul ketika ada festival yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat, itupun untuk tempatnya berpindah-pindah tidak menetap satu tempat. Jika melihat perkembangan ekonomi kreatif Indonesia yang semakin maju, khususnya Kabupaten Pasuruan tidak boleh diremehkan. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu dari enam daerah yang menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif di Bekraf Festival pada tahun 2019 dan siap berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi kreatif. Berdasarkan fenomena tersebut, maka munculah perancangan Faslitas Ekonomi Kreatif di Kabupaten Pasuruan, dengan tujuan dan harapan untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan tempat nyaman dan tenang untuk bekerja serta bersosialisasi. Sehingga Kabupaten Pasuruan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya Tidak hanya itu , bangunan ini juga diharapkan menjadi wisata edukasi sehingga para pengguna dari perancangan ini nantinya meluas, tidak hanya pelaku ekonomi kreatif tetapi mahasiswa, komunitas, pekerja lepas, perusahaan dibidang industri kreatif yang dapat startup-startup Disamping itu, didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 20182023 dijelaskan bahwa dalam pengembangan ekonomi kreatif di wilayah Kabupaten Pasuruan melalui langkah-langkah strategis diantaranya. Penyediaan Coworking Space untuk ruang kreatif bagi komunitas kreatif. Berikut prinsip-prinsip arsitektur kontemporer menurut Ogin Schirmbeck: Bangunan yang kokoh. Gubahan yang ekspresif dan dinamis. Konsep ruang yang tampak terbuka. Keselarasan ruang yang menyatu dengan ruang luar. Memiliki fasad transparan. Kenyamanan hakiki. Eksplorasi elemen lansekap. mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas hingga masyarakat luas. TINJAUAN TEORI Ekonomi kreatif merupakan suatu penciptaan nilai tambah . konomi, sosial, budaya, lingkunga. berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia . rang kreati. dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Kreativitas tidak sebatas pada karya yang berbasis seni dan budaya, namun juga bisa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, engineering dan ilmu telekomunikasi. Aspek Arsitektur Kontemporer Sebuah arsitektur yang bisa dikatakan sebagai arsitektur kontemporer berdasarkan Gunawan dan Prijadi mengandung empat aspek sebagai berikut: Bangunan memiliki ekspresi kandungan makna yang terkandung didalamnya. Perbedaan desain yang kontras dengan wilayah sekitarrnya. Bentuk yang simpel tetapi mempunyai bentuk yang dominan dan menyatu. Mempunyai citra, kesan, gambaran, dan apresiasi yang kental. Konsep bangunan yang digunakan yaitu dengan pendekatan tema arsitektur kontemporer yang di aplikasikan pada rancangan nanti. Arsitektur kontemporer merupakan karya arsitektur yang sedang diwujudkan sekarang dan di masa depan dengan ditandai kebebasan berekspresi serta menghadirkan sesuatu yang berbeda dan merupakan gaya baru dengan perpaduan aliran arsitektur lainnya. Arsitektur kontemporer sangat dipengaruhi oleh arsitektur modern, sehingga produk-produk arsitektur kontemporer merepresentasikan masa kini dengan gaya, corak dan tren globalisasi seperti arsitektur ekologis (Desi. Mauliani & Sari METODOLOGI PERANCANGAN Pendekatan Aspek Kontekstual . Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi dengan menggunakan analisis perbandingan sebagai berikut : Gaya ini dikembangan pada awal 1920-an yang dipromosikan oleh arsitek di sekolahh desain Bauhaus di Jerman sebagai tanggapan atas perubahan sosial yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan perang. Arsitektur kontemporer berkembang pesat dari tahun 1940 hingga 1980 an, kata AukontemporerAy berarti hal baru yang desainnya selalu berubah sesuai dari zaman ke zaman. Transformasi desain diikuti oleh perubahan bentuk, fasad, jenis material. Arsitektur kontemporer menciptakan suatu konsep yang sedang trend saat ini atau bisa disebut kekinian. Desain arsitektur kontemporer lebih kompleks, inovatif, beragam dan fleksibel. Prinsip Dasar Arsitektur Kontemporer Gambar 1 Pemilihan lokasi Alternatif tapak 1 - Lokasi : Jl. Raya Raci. Panumbuan. Raci. Kec. Bangil. Pasuruan. Jawa Timur. - Sesuai dengan zonasi yang diizinkan dalam RDTR dan RTRW. - Di dominasi oleh kawasan industri. - Dekat dengan pusat Pemerintahan. - Aksebilitas mudah dikarenakan berada di jalan utama akses jalan raya besar . alan pantur. dari arah ProbolinggoSurabaya. - Utilitas memadai seperti air bersih, drainese, dan listrik. - Luas site A 19. 376 mA. RTH : 18. 300mA x 40% = 7. GSB : A Dari lebar jalan raya Jumlah Lantai Bangunan : 5 Lantai . Analisa Tapak . Analisa Pencapaian Alternatif tapak 2 - Lokasi : Jl. Bandeng. Kec. Beji. Pasuruan. Jawa Timur - Sesuai dengan zonasi yang diizinkan dalam RDTR dan RTRW - Di dominasi oleh kawasan industri - Jauh dengan pusat Pemerintahan - Utilitas memadai seperti air bersih, drainese, dan listrik - Luas site A 14. Gambar 2. Pencapaian pada tapak Pencapaian menuju tapak yakni melalui jalan yang terdapat di sisi-sisi tapak. Dalam mencapai lokasi alat transportasi yang dapat digunakan adalah kendaraan pribadi, baik roda dua mapun roda empat. Lokasi tapak yang berada langsung di tepi jalan raya juga makin mempermudah dalam pencapaian menuju tapak. Pemilihan Alternatif Tapak Tabel 1. Pemilihan alternatif tapak Analisa Kebisingan Gambar 3. Kebisingan pada tapak Kebisingan dari arah utara tapak merupakan tingkat tinggi dikarenakan jalan arteri utama, kebisingan dari arah barat tapak merupakan tingkat sedang dikarenakan berasal dari bangunan . Lokasi Tapak Terpilih Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pasuruan tahun 20092029 bagian kedua pasal 17 kecamatan Bangil merupakan kawasan perkotaan yang difungsikan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kabupaten Pasuruan dan Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) Kabupaten Pasuruan. - Luas Lahan : 19. - KDB : 19. 375mA x 60% = 11. Analisa View Gambar 4. View pada tapak Berdasarkan view tersebut, pada arah utara dan timur tapak merupakan view yang sangat bagus baik dari dalam maupun luar tapak karena menghadap ke arah jalan utama dan area perkantoran dinas Kabupaten Pasuruan, sedangkan untuk view selatan dan barat kurang menarik karena mengarah ke arah persawahan dan pernukiman. Pendekatan Aspek Fungsional . Program Aktivitas Pelaku Kebutuhan Ruang Tabel 2. Program aktivitas dan kebutuhan ruang HASIL PEMBAHASAN Konsep Penataan Tapak . Program Besaran Ruang Tabel 3. Program besaran ruang Gambar 5. Konsep penataan tapak Konsep Pencapaian Pada Tapak Pencapaian menuju tapak yakni melalui jalan yang terdapat di sisi-sisi tapak. Dalam mencapai lokasi alat transportasi yang dapat digunakan adalah kendaraan pribadi, baik roda dua mapun roda empat. Lokasi tapak yang berada langsung di tepi jalan raya juga makin mempermudah dalam pencapaian menuju tapak. Gambar 6. Pencapaian pada tapak Konsep Entrance Konsep entrance pada tapak menggunakan dua pintu masuk yakni pintu masuk pengunjung dan pintu masuk pengelola dan diletakkan pada bagian lahan yang berhubungan langsung dengan jalan utama yakni Jl. Raya Raci . Gambar 9. Struktur pondasi Gambar 7. Entrance pada tapak . Struktur Atas Konsep Sirkulasi Konsep sirkulasi pada tapak menggunakan sistem radial dimana hal ini dapat dilakukan untuk menciptakan suasana jalan yang menarik dikarenakan mengelilingi semua site yang bisa dieksplor dan selain itu juga dapat memudahkan alur bagi para Struktur kombinasi struktur beton bertulang dan balok konstruksi. Struktur kolom dan balok konstruksi yang digunakan pada bangunan adalah rangka baja. Struktur utama rangka yang terdiri dari komposisi elemen linear . olom/balo. , elemen bidang . lat lanta. , dan elemen ruang . nti cor. yang membentuk kerangka yang kaku. Struktur Atap Struktur atap yang dipakai adalah struktur dak beton dan rangka baja, untuk atap dak beton pemakaiannya lebih bebas dan bisa disesuaikan dengan bentuk bangunan. Gambar 8. Sirkulasi pada tapak . Dinding Perancangan struktur pada dinding fasilitas ekonomi kreatif Kabupaten Pasuruan menggunakan material dari bata ringan . dengan finish plester dan cat. Konsep Struktur . Struktur bawah/pondasi Struktur bawah pada bangunan Fasilitas Ekonomi Kreatif di Kabupaten Pasuruan Menggunakan jenis pondasi tiang pancang, karena bangunan tersebut nantinya akan berupa bangunan 3 massa 3 lantai yang membutuhkan struktur bangunan yang kokoh. Gambar 10. Dinding Konsep Penataan Massa Bangunan Bangunan akan dibagi menjadi 3 massa bangunan dengan fungsi yang berbeda dengan akses yang saling terkoneksi satu sama lain untuk memenuhi segala aktivitas para pelaku ekonomi kreatif. Menggunakan material anti mainstream dan terbaru. Menggunakan skylight atap sebagai cahaya alami dan terkesan terbuka. Bukaan yang lebar. Harmonisasi ruangan dengan lingkungan . Bentuk bangunan dan fasad yang atraktif serta penggunaan warna yang netral dan . Ruang-ruang lebih terbuka dan dan antar massa saling terkoneksi. Penggunaan struktur ekspos agar terlihat Konsep Gubahan Massa Ide bentuk terinspirasi dari tumpukan kayu bekas dari kerajinan kriya yang diolah kembali menjadi sebuah puzzle, lalu di implementasikan ke dalam bangunan dan menjadikan perpaduan bentuk persegi yang di tumpuk- tumpuk serta di gabungkan satu sama lain maka terciptalah bentuk baru yang saling bersinergi. Gambar 11. Penataan massa bangunan Konsep Penerapan Pendekatan Tema Arsitektur Kontemporer Gambar 13. Ide bentuk Gambar 12. Konsep penerapan pendekatan tema arsitektur kontemporer Gambar 14. Proses transformasi KESIMPULAN Perancangan Fasilitas Ekonomi Kreatif Kabupaten Pasuruan nantinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mewadahi para pelaku ekonomi kreatif untuk dapat mengembangkan idenya menjadi bisnis kreatif, sehingga Kabupaten Pasuruan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya Tidak hanya itu , bangunan ini juga diharapkan menjadi wisata edukasi sehingga para pengguna dari perancangan ini nantinya meluas, tidak hanya pelaku ekonomi kreatif tetapi mahasiswa, komunitas, pekerja lepas, perusahaan dibidang industri kreatif yang dapat startup-startup mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas hingga masyarakat luas. Gambar 16. Layout plan Penerapan rancangan nantinya akan diharapkan menjadi sebuah bangunan yang identik dengan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan. Dengan memakai unsur-unsur yang ada di arsitektur kontemporer juga diharapkan dapat menciptakan arsitektur yang menimbulkan rasa nyaman dan ramah lingkungan dalam melakukan aktivitas di dalam maupun luar bangunan ekonomi kreatif Gambar 17. Tampak kawasan utara dan selatan Berikut merupakan hasil desain perancangan fasilitas ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan: Gambar 18. Tampak kawasan timur dan barat Gambar 15. Siteplan Gambar 19. Tampak kawasan Gambar 23. Tampak bangunan utara dan selatan Gambar 20. Denah semi basement Gambar 24. Tampak banguna timur dan barat Gambar 21. Denah lantai 1 Gambar 25. Potongan A1-A1 Gambar 22. Denah lantai 2 Gambar 26. Potongan A2-A2 Gambar 27. Potongan B1-B1 Gambar 31. Persepktif DAFTAR PUSTAKA