JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 05 Nomer 08 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 SURVEI TINGKAT PENGETAHUAN ATLET BOLAVOLI PUTRI TENTANG CEDERA PERGELANGAN KAKI DAN PENANGANAN PERTAMA CEDERA AKUT (Studi Pada PBV New Kampret Surabay. Kevin Maverik Ardi Aghastya*, dr. Azizati Rochmania. Sp. KFR. Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya *kevin. 18041@mhs. Dikirim:12-09-2022. Direview: 14-09-2022. Diterima: 16-09-2022. Diterbitkan: 16-09-2022 Abstrak Pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut sangat penting bagi atlet. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut pada atlet. Permasalahan mengenai tingkat pemahaman cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut menjadi fokus dalam penelitian ini. Penanganan pertama yang berbeda dari beberapa atlet menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup dengan menggunakan media google form. Analisis penelitian ini menggunakan deskriptif persentase untuk mengetahui tingkat pengetahuan cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedra akut. Sumber data penelitian ini adalah atlet bolavoli putri dengan rentang umur 16-18 tahun dengan jumlah 15 atlet. Hasil dari penelitian tingkat pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki kategori ringan dengan persentase terbesar 53,33% dengan kategori pengetahuan cukup, untuk hasil tingkat pengetahuan cedera pergelangan kaki kategori berat dengan persentase terbesar 87% dengan kategori baik, dan tingkat pengetahuan atlet tentang penanganan pertama cedera akut dengan persentase terbesar pada domain Rest 73,33% dengan tingkat pengetahuan baik, pada domain Ice 93,33% dengan tingkat pengetahuan baik, pada domain Compression 53,33% dengan tingkat pengetahuan baik, dan pada domain Elevation 46,67% dengan tingkat pengetahuan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa atlet memiliki tingkat pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki ringan cukup, tingkat pengetahuan cedera pergelangan kaki berat baik, dan tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera akut pada masing-masing domain dengan kategori baik. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan. Cedera Pergelangan Kaki. Bolavoli. Penanganan Pertama Abstract Knowledge of ankle injuries and the first management of acute injuries is very important for athletes. The purpose of this study was to determine the level of understanding of ankle injuries and the first treatment of acute injuries in athletes. Problems regarding the level of understanding of ankle injuries and the first treatment of acute injuries are the focus of this study. The different first handling of some athletes became the background in this study. This study uses a quantitative descriptive approach using survey methods and research instruments using closed questionnaires using google form media. The analysis of this study used descriptive percentages to determine the level of knowledge of ankle injuries and the first treatment of acute injuries. The data sources of this study were female volleyball athletes with an age range of 16-18 years with a total of 15 athletes. The results of the research on the level of knowledge about ankle injuries in the mild category with the largest percentage of 53. 33% with sufficient knowledge category, for the results of the level of knowledge of ankle injury in the severe category with the largest percentage of 87% in the good category, and the level of knowledge of athletes about the first treatment of acute injuries. With the largest percentage of Rest domain being 73. 33% with good knowledge level. Ice domain 33% with good knowledge level. Compression domain 53. 33% with good knowledge level, and Elevation 67% with good knowledge level. Thus, it can be concluded that the athlete has a sufficient level of knowledge about mild ankle injury, a good level of knowledge of severe ankle injury, and a good level of knowledge on the first treatment of acute injury in each domain. Keywords: Level of Knowledge. Ankle Injury. Volleyball. First Handling. yang terkena, yang sangat menyakitkan. Ada pembengkakan, imobilitas, dan asimetri dalam (Van Mechelen . Arofah . Cedera ini bisa saja menjadi salah satu penghambat prestasi atlet yang dikarenakan trauma dengan cedera Penanganan pertama cedera yang baik dan benar penyembuhan sehingga atlet bisa melakukan aktivitas serta bisa mengikuti latihan seperti semula. Penanganan pertama menggunakan metode RICE, yang merupakan singkatan dari Rest. Ice. Compression, dan Elevation, adalah salah satu terapi utama untuk Selama 4 hingga 5 hari pertama. RICE digunakan untuk manajemen (Van Den Bekerom et al. Sebelum mengunjungi dokter, metode RICE dapat digunakan untuk mengobati cedera yang diderita saat bermain bolavoli. Rest . adalah menghentikan aktivitas sesegera mungkin untuk mencegah cedera semakin parah. Ice (E. adalah mendinginkan area yang mengalami cedera dengan mendinginkannya dengan es untuk mengurangi rasa sakit dan menyempitkan pembuluh darah untuk mencegah pembengkakan. Compression . adalah proses membalut daerah yang terluka agar tidak bergerak dan tidak terlalu nyeri. Elevation . adalah mengangkat bagian yang mengalami cedera lebih tinggi dari jantung dengan tujuan meningkatkan sirkulasi darah ke jantung dan mengurangi pembengkakan. (Widhiyanti, 2. Dari pengamatan penulis, atlet dari PBV New Kampret memang tidak banyak yang mengalami cedera, tetapi ketika ada pemain yang mengalami cedera khususnya cedera pergelangan kaki . ternyata penanganan dari setiap atlet berbeda. Atlet yang mengalami cidera untuk sementara ini tidak mendapatkan perawatan khusus saat latihan. Keinginan atlet untuk cepat pulih dan segera melanjutkan latihan seperti biasa meski belum sepenuhnya pulih, serta kurangnya pemahaman manajemen cedera sehingga mengabaikan masalah cedera yang menghalangi atlet untuk terus berprestasi. Hal ini membuat atlet lebih memilih untuk mencari atau menentukan pengobatan alternatif karena mereka berpikir pengobatan alternatif cukup efektif untuk menyembuhkan cedera yang mereka alami. Dalam hal ini perlu wawasan tentang cedera pergelangan kaki . , serta penangan pertama saat terjadi cedera. Hal ini memungkinkan atlet untuk memilih penanganan terbaik untuk cedera yang dialami dan mencegah atlet untuk mengabaikan masalah Maka perlu kiranya dilakukan survei mengenai tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut pada PBV New Kampret Surabaya. Hal ini PENDAHULUAN Cedera olahraga merupakan masalah berat bagi atlet karena sulit dicegah, baik saat latihan maupun Cedera olahraga bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Ada dua kategori cedera berdasarkan waktu terjadinya yaitu cedera akut dan cedera kronis. Cedera akut adalah cedera yang terjadi pada atlet secara tidak terduga, seperti robeknya ligamen, otot, tendon, cedera pergelangan kaki, atau bahkan patah tulang. Sedangkan cedera kronis adalah cedera yang terjadi secara teratur dari waktu ke waktu sebagai akibat dari penggunaan teknik yang salah (Wijanarko, 2010: . Cedera olahraga merupakan risiko yang akan dihadapi oleh setiap pelaku olahraga akibat melakukan aktivitas yang melebihi tingkat kemampuan tubuh. Ketidakseimbangan antara beban kerja dengan kemampuan tubuh dapat memicu terjadinya cedera. Menurut buku panduan cabang olahraga bolavoli special olympics . 9: . permainan bolavoli, banyak masalah cedera mungkin terjadi. Salah satunya adalah cedera jari karena salah mengambil bola, cedera kaki karena melompat berlebihan, cedera siku karena tergelincir untuk menyelamatkan bola, dan cedera bahu akibat sering melakukan pukulan smash keras berulang kali saat menyerang dan melakukan block untuk menahan serangan, cedera pergelangan kaki saat melakukan smash dan block karena mengalami pendaratan yang kurang sempurna serta pernah mengalami cedera sebelumnya. Cedera dalam olahraga bolavoli yang sering terjadi salah satunya adalah cedera pergelangan kaki . Sendi pergelangan kaki adalah sendi yang paling sering terjadi cedera dalam dunia olahraga (Pieter dan Gino, 2014: . Cedera pergelangan kaki . adalah cedera ligamen yang umumnya terjadi dalam berbagai olahraga dan disebabkan oleh stres yang tiba-tiba, atau penggunaan sendi yang berlebihan. Berat ringannya cedera pergelangan kaki dibagi menjadi tiga tingkatan . Tingkat I Hanya ada sedikit hematoma di dalam ligamen pada cedera ini yang seratnya robek. Cidera ini menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, dan ketidaknyamanan pada daerah tersebut. Tingkat II Lebih banyak serat ligamen yang rusak pada cedera ini, tetapi tidak sampai 50% dari serat ligamen. Cedera mengakibatkan nyeri, memar, dan biasanya sendi tidak dapat digerakkan. Tingkat i Ligamen benar-benar rusak pada cedera ini menyebabkan ujungnya terpisah. Ada darah di sendi dimaksudkan untuk menambah wawasan atlet mengenai cedera pergelangan kaki dan mengarahkan atlet untuk menentukan penanganan cidera yang baik buat menaikkan performa atlet dan menunjang prestasi dalam bermain bolavoli. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan atlet mengenai cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut. Compression. Elevatio. Dengan Penerapan Penanganan Cedera Ankle Pada Pemain Sepakbola Di Kecamatan KutawaluyaAy. Pengumpulan data dilakukan menggunakan media google form dengan kuesioner tertutup yang memiliki pernyataan sebanyak 35 butir dengan menggunakan skala Guttman dengan skor 1-0 . untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban sala. Teknik analisis data menggunakan perhitungan Persentase tingkat pengetahuan atlet bolavoli putri PBV New Kampret dapat diperoleh berdasarkan jumlah skor jawaban benar pada setiap Perhitungan persentase dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang membahas mengenai tingkat pengetahuan atlet bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama pada cidera akut di PBV New Kampret Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode survei, survei adalah suatu metode untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai faktor-faktor pendukung, yang selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui realitasnya (Arikunto, 2006: . Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa Angket (Questionnair. adalah sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk memperoleh informasi dari responden mengenai pengalaman atau pengetahuan mereka sendiri. (Arikunto, 2013: . Variabel pada penelitian ini yaitu tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut. Dengan maksud bahwa tingkat pemahaman dari setiap pemain sangat diperlukan untuk menunjang performa dalam bermain. Kemampuan atau ilmu yang dimiliki pemain bisa digunakan untuk membantu para pemain mengatasi permasalahan ataupun penanganan khususnya tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut. Purposive sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel dalam penelitian ini. Purposive sampling adalah metode pemilihan sampel berdasarkan faktor-faktor tertentu (Sugiyono, 2. Pengambilan sampel ini ditentukan oleh relevansi penelitian dan angket yang tersedia. Responden pada penelitian ini seluruhnya berjenis kelamin perempuan yang berjumlah 15 orang dan keseluruhannya memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas dengan rentang umur 16-18 tahun yang memiliki pengalaman bermain di level antar SMA atau event kejuaraan Gerbang Kertasusila. Para atlet memiliki pengalaman bermain bolavoli selama 2-8 tahun dengan rincian 1 atlet pengalaman bermain 2 tahun, 2 atlet pengalaman bermain 3 tahun, 2 atlet pengalaman bermain 4 tahun, 3 atlet pengalaman bermain 5 tahun, 4 atlet pengalaman bermain 6 tahun, 3 atlet pengalaman bermain 8 tahun. Dengan demikian rata-rata pengalaman atlet dalam bermain bolavoli adalah 5 tahun. Pengambilan data dilakukan di PBV New Kampret pada tanggal 22 Juni Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diadopsi dan sudah dimodifikasi dari penelitian Ade Rukmana . dengan judul AuHubungan Pengetahuan RICE (Rest. Ice. Jumlah Skor X 100 Jumlah Skor Tertinggi Setelah diperoleh jumlah persentase, maka tingkat pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut dapat dikategorikan sebagai berikut: Tabel Kategori tingkat Pengetahuan Cedera dan Penanganan Pertama Cedera Akut Kategori Persentase Pengetahuan Baik 76-100% Pengetahuan Cukup 56-75% Pengetahuan Kurang <56% Sumber: Arikunto . HASIL Peneliti pengetahuan pemain bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki ringan berdasarkan tabel kategori sebagai berikut: Tabel 1. Persentase Tingkat Pengetahuan Cedera Pergelangan Kaki Ringan Variabel Pemahaman Cedera Ringan Kategori Frekue Persentase Pengetahuan Baik 20,00% Pengetahuan Cukup 53,33% Pengetahuan Kurang 26, 67% Dari tabel 1. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet tentang cedera pergelangan kaki di PBV New Kampret yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 20,00% . , kategori AuCukupAy 53,33% . , kategori AuKurangAy 26,67% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki ringan berada dalam kategori AuCukupAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 8 pemain atau 53,33%. Peneliti pengetahuan pemain tentang cedera pergelangan kaki berat berdasarkan tabel sebagai berikut: Peneliti pengetahuan pemain tentang penanganan pertama cedera akut Ice berdasarkan tabel sebagai berikut: Tabel 4. Persentase Tingkat Pengetahuan Penanganan Pertama Cedera Akut (Ic. Variabel Pemahaman Penanganan Cedera Tabel 2. Persentase Tingkat Pengetahuan Cedera Pergelangan Kaki Berat Variabel Pemahaman Cedera Berat Kategori Freku Persentase Pengetahuan Baik 87,00% Pengetahuan Cukup Pengetahuan Kurang 13,00% Variabel Pemahaman Penanganan Cedera Pemahaman Penanganan Cedera Freku Persentase Pengetahuan Baik 73,33% Pengetahuan Cukup 20,00% Pengetahuan Kurang 6,67% Persentase Pengetahuan Baik 93,33% Pengetahuan Cukup 6,67% Pengetahuan Kurang Kategori Frekue Persentase Pengetahuan Baik 53,33% Pengetahuan Cukup 33,33% Pengetahuan Kurang 13,33% Dari tabel 5. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan atlet tentang penanganan pertama cedera akut yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 53,33% . , kategori AuCukupAy 33,33% . , kategori AuKurangAy 13,33% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang penanganan pertama cedera akut Compression dalam kategori AuBaikAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 8 pemain atau 53,33%. Peneliti pengetahuan pemain tentang penanganan pertama cedera akut Elevation berdasarkan tabel sebagai Tabel 6. Persentase Tingkat Pengetahuan Penanganan Pertama Cedera Akut (Elevatio. Tabel 3. Persentase Tingkat Pengetahuan Penanganan Pertama Cedera Akut (Res. Kategori Frekue Dari tabel 4. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan atlet tentang penanganan pertama cedera akut yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 93,33% . , kategori AuCukupAy 6,67% . , kategori AuKurangAy 0% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang penanganan pertama cedera akut Ice dalam kategori AuBaikAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 14 pemain atau 93,33%. Peneliti pengetahuan pemain tentang penanganan pertama cedera akut Compression berdasarkan tabel sebagai Tabel 5. Persentase Tingkat Pengetahuan Penanganan Pertama Cedera Akut (Compressio. Dari tabel 2. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet tentang cedera pergelangan kaki berat di PBV New Kampret yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 87,00% . , kategori AuCukupAy 0% . , kategori AuKurangAy 13,00% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang cedera pergelangan kaki berat berada dalam kategori AuBaikAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 13 pemain atau 87%. Peneliti pengetahuan pemain tentang penanganan pertama cedera akut Rest berdasarkan tabel sebagai berikut: Variabel Kategori Dari tabel 3. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan atlet tentang penanganan pertama cedera akut yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 73,33% . , kategori AuCukupAy 20,00% . , kategori AuKurangAy 6,67% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang penanganan pertama cedera akut Rest dalam kategori AuBaikAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 11 pemain atau 73,33%. Variabel Kategori Pemahaman Penanganan Cedera Pengetahuan Baik Pengetahuan Cukup Frekue Persentase 46,67% 20,00% Pengetahuan Kurang Tingkat pengetahuan atlet tentang cedera pergelangan kaki berat masuk pada kategori baik. Tentang cedera pergelangan kaki berat, mayoritas atlet mengetahui bahwa cedera kronis merupakan cedera yang sudah berlangsung lama. Seperti yang dijelaskan oleh Wijanarko . 0: . cedera kronis adalah cedera yang terjadi dari waktu ke waktu sebagai akibat dari penggunaan teknik yang salah. Ketika atlet megalami cedera, diharuskan untuk mengikuti langkah-langkah penyembuhan supaya cedera dapat pilih maksimal dan tidak terjadi cedera kronis. Sedangkan tingkat pengetahuan atlet kategori kurang, masih banyak atlet yang belum mengetahui bahwa ligamen atau tendon yang robek merupakan tanda dari cedera berat bagi atlet. Ligamen atau tendon yang robek merupakan tanda cedera yang parah bagi Seperti yang dijelaskan oleh Sumargo . 0: . bahwa cedera dikatakan berat ketika cedera diikuti oleh kerusakan pada jaringan tubuh. Misalnya, ligamen robek, patah tulang, atau otot robek. Cedera berat biasanya terjadi karena benturan keras saat bertanding atau kesalahan yang fatal saat melakukan teknik Ketika megalami cedera berat biasanya langsung ditangani oleh tim dokter karena membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat, supaya cedera tidak bertambah parah. Salah satu metode penanganan pertama yang baik yaitu dengan menggunakan metode RICE. Hal ini sesuai dengan hipotesis Ronald P. Feiffer . yang menekankan pentingnya penerapan pendekatan RICE untuk membantu pertama kali ketika terjadi Ada 4 domain yang dibahas dalam tingkat pengetahuan penanganan pertama cedera akut, yaitu: Domain istirahat (Res. Rest . adalah menghentikan aktivitas sesegera mungkin untuk mencegah cedera semakin Penelitian tingkat pengetahuan berdasarkan domain rest masuk pada kategori baik. Pada domain ini mayoritas atlet mengetahui bahwa pemberian istirahat pada bagian yang cedera berguna untuk mengurangi kemungkinan cedera semakin parah. Istirahat sangat penting dalam kasus cedera untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Seperti yang dijelaskan oleh Wicaksono . mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera merupakan tindakan pemulihan yang efektif karena memungkinkan otot untuk menyembuhkan kerusakan yang disebabkan oleh benturan atau cedera. Istirahat bukan berarti tubuh berhenti bergerak, tetapi tubuh melanjutkan gerakan ringan setelah periode istirahat. Sedangkan tingkat pengetahuan domain rest pada kategori kurang, atlet kurang mengetahui batas maksimal kemampuan tubuh saat berolahraga yang mengakibatkan tubuh mengalami kelelahan serta menghasilkan otot baru yang lebih bagus. Seperti yang dijelaskan oleh Parwata . tubuh manusia berada pada kapasitas maksimalnya dan membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan otot-otot yang rusak saat berolahraga dan menghasilkan otot-otot baru yang 33,33% Dari tabel 6. diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan atlet tentang penanganan pertama cedera akut yang termasuk kategori AuBaikAy sebesar 946,67% . , kategori AuCukupAy 20,00% . , kategori AuKurangAy 33,33% . Dengan hasil diatas maka bisa disimpulkan bahwa tingkat pemahaman atlet bolavoli putri tentang penanganan pertama cedera akut Elevation dalam kategori AuBaikAy dengan jumlah frekuensi sebanyak 7 pemain atau 46,67%. PEMBAHASAN Pengetahuan adalah hasil dari memiliki pengalaman pribadi yang positif atau memperolehnya melalui interaksi dengan lingkungan sosial (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan sangat membantu kita untuk mengatasi masalah yang kita hadapi. Pengetahuan juga melibatkan pengalaman pribadi individu, kapasitas mereka untuk mengidentifikasi pola hubungan yang beragam dan keterampilan observasional mereka saat belajar di lingkungan Pengetahuan para atlet mengenai tingkat pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki dalam bolavoli berdasarkan kuesioner yang diberikan. Pengetahuan atlet mengenai cedera pergelangan kaki ringan masuk pada kategori cukup. Tentang cedera pergelangan kaki ringan, mayoritas atlet cukup mengetahui bahwa nyeri pada pergelangan kaki saat olahraga merupakan gejala awal cedera. Seperti yang dijelaskan oleh Graha & Priyonohadi . 2: . bahwa cedera olahraga sering muncul disertai gejala peradangan yang dapat diketahui, seperti panas, nyeri, pembengkakan, kemerahan, dan gangguan fungsi Rasa nyeri saat olahraga kadang tidak dirasa para atlet, tetapi kebanyakan atlet merasa nyeri pada saat selesai olahraga. Atlet harus memiliki pengetahuan tentang gejala cedera, supaya gejala cedera dapat diketahui dan mendapatkan penanganan sehingga tidak terjadi cedera yang parah. Sedangkan pada tingkat pengetahuan atlet tentang cedera pergelangan kaki ringan kategori kurang, atlet masih beranggapan bahwa cedera akut merupakan cedera yang sudah parah. Beberapa atlet mengira bahwa cedera akut merupakan cedera yang sudah parah, yang membuat atlet salah presepsi ketika ada yang mengatakan tentang cedera akut. Cedera akut merupakan klasifikasi cedera berdasarkan waktu, seperti yang dijelaskan oleh Nur & Bakti . 1: . penting untuk diperhatikan karena masih banyak pemain yang percaya bahwa cedera akut berarti cedera parah, sebenarnya cedera akut merupakan klasifikasi cedera berdasarkan waktu terjadinya cedera, yaitu yang terjadi secara tidak terduga. lebih berkualitas dari yang lama. Istirahat juga membantu otot mendapatkan kembali kekuatannya. Domain kompres es . Ice . ompres e. adalah mendinginkan area yang terluka dengan mendinginkannya dengan es untuk mengurangi rasa sakit dan menyempitkan pembuluh darah untuk mencegah pembengkakan. Penelitian tingkat pengetahuan berdasarkan domain ice masuk pada kategori baik. Pada domain ini mayoritas atlet mengetahui bahwa pemberian es pada bagian yang cedera bertujuan untuk mengurangi perdarahan dan Terapi menggunakan kompres es efektif untuk mengurangi peradangan dan perdarahan. Seperti yang dijelaskan oleh Thygerson . pendarahan akan berkurang dengan tindakan pendinginan. Terapi es efektif untuk mengurangi peradangan dan menghilangkan rasa sakit, serta meredakan nyeri dan pengurangan perdarahan. Domain penekanan . Compression . adalah proses membalut daerah yang cedera agar tidak bergerak dan tidak terlalu nyeri. Penelitian tingkat pengetahuan berdasarkan domain compression masuk pada kategori Pada domain ini atlet mengetahui bahwa tidak terjadi pendarahan yang lebih lanjut setelah dilakukan Dengan mengetahui compression maka atlet dapat mengurangi pendarahan pada cedera. Seperti yang dijelaskan oleh Hardyanto . pembalutan adalah perawatan penekan pada otot untuk mencegah pendarahan, sementara kompres juga berfungsi untuk mengurangi pembengkakan jaringan dan pendarahan lebih lanjut. Sedangkan compression pada kategori kurang, atlet kurang mengetahui jenis bebat yang digunakan. Kurangnya pengetahuan tentang jenis pembebatan akan Pembebatan pada bagian yang cedera harus menggunakan bebat yang elastis agar terasa lebih Seperti yang dijelaskan oleh Ronald P Feiffer . 9: . Pembalut harus dikenakan senyaman mungkin dan pembalutan dapat menggunakan perban atau pembalut tekan yang elastis . Domain meninggikan . Elevation . adalah mengangkat bagian yang mengalami cedera lebih tinggi dari Penelitian tingkat pengetahuan berdasarkan domain elevation masuk pada kategori baik. Pada domain ini kebanyakan atlet mengetahui bahwa atlet yang mengalami cedera pada pergelangan kaki bisa diterapi dengan duduk selonjor. Seperti yang dijelaskan oleh Fondy . terapi yang sesuai untuk memulihkan cedera pergelangan kaki adalah dengan mengangkat kaki, diikuti dengan terapis lutut Sedangkan tingkat pengetahuan domain elevation pada kategori kurang, atlet kurang mengetahui bahwa meninggikan bagian yang cedera dapat mengurangi rasa nyeri. Kurangnya pengetahuan tentang hal ini mengakibatkan atlet tidak melakukan elevation ssehingga terjadi rasa nyeri pada bagian yang cedera. Dengan pemain mengetahui tentang elevation dan melakukannya ketika terjadi cedera akan mengurangi pembengkakan dan nyeri. Seperti yang dijelaskan oleh Wicaksono . meninggikan bagian yang cedera dari jantung dengan tujuan mengurangi pembengkakan dan nyeri. Secara umum cedera olahraga dapat disebabkan oleh kecelakaan, sportivitas yang buruk, kurangnya peralatan, dan penggunaan berlebihan bagian tubuh tertentu . (Elmagd, 2. Penerapan penanganan pertama pada cedera menjadi kunci lebih cepat atau lebih lama masa penyembuhan pemain. Dengan adanya pendampingan kepada atlet, maka atlet akan termotivasi untuk melaksanakan tata cara penanganan pertama secara baik sehingga masa penyembuhan atlet akan lebih cepat. Beberapa atlet masih belum sepenuhnya memahami tentang penanganan yang baik. Penanganan pertama dilakukan untuk menangani cedera yang baru saja dialami sehingga tidak terjadi cedera yang lebih Setelah melakukan proses masa penanganan pertama dan hilangnya rasa sakit dalam waktu singkat menjadi tolak ukur pemulihan cedera. Hal ini menjadikan salah satu penyebab berulangnya cedera, karena pemain langsung menghentikan prosesnya. Pemahaman para pemain tentang ini harus diubah. Mitos yang salah tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama membuat atlet memiliki pengetahuan secukupnya yang menghambat prestasi atlet itu sendiri, sehingga perlu dihilangkan agar tingkat pemahaman atlet dapat tumbuh. SIMPULAN Dengan penelitian ini diperoleh persentase, bahwa atlet PBV New Kampret memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang cedera pergelangan kaki ringan, serta tingkat pengetahuan baik tentang cedera pergelangan kaki berat, dan pengetahuan baik untuk penanganan pertama cedera akut pada masing-masing Dengan tingkat pengetahuan diatas memungkinkan atlet kurang mengenali ciri-ciri cedera pergelangan kaki, tetapi disisi lain atlet dapat mengetahui atau memilih penanganan yang baik ketika mengalami cedera pergelangan kaki SARAN Dengan hasil penelitian yang diperoleh, penulis memberikan masukan kepada para atlet untuk memperbaiki pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki dan meningkatkan pengetahuan tentang penanganan pertama cedera akut, supaya para atlet lebih peduli dengan resiko yang kemungkinan akan diperoleh ketika latihan atau bertanding. Dengan memiliki pengetahuan tentang cedera pergelangan kaki dan penanganan pertama cedera akut, maka atlet akan merasa lebih aman dalam berlatih maupun bertanding karena sudah tau cara mengantisipasi atau mengatasi ketika terjadi cedera. Pemain Sepakbola Di Kecamatan Kutawaluya. http://e-repository. id/xmlui/handle/123456789/92 . REFERENSI