VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 TEACHING MATERIALS FOR INDONESIAN LANGUAGE SKILLS FOR FOREIGN SPEAKERS (BIPA) BAHAN AJAR KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Natalia Simarmata1. Kasih Kristina Waruwu2. Putri Khairani3. Fitria Ratnawati4. Jamaluddin Nasution5 Universitas Prima Indonesia12345 Email : jamaludinnasution@unprimdn. Abstract Indonesian as the national language has so far experienced very rapid development so that it is in great demand from other countries. This development has made Indonesian ready to become an international communication tool. In order to become an international language, it is necessary to introduce Indonesian with interesting learning. Interesting learning by designing innovative teaching Teaching materials for listening, reading, writing and speaking language skills for level A1. In addition. BIPA teaching materials take advantage of existing cultures in Indonesia by introducing Indonesian characteristics to foreign speakers in the hope that this will attract them to learn Indonesian. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. By describing teaching materials for Indonesian language skills, it will increase learning knowledge for BIPA teachers. Keywords: teaching materials, language skills. BIPA Abstrak Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional hingga saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga banyak diminati negara lain. Perkembangan itu telah menjadikan bahasa Indonesia siap menjadi alat komunikasi internasional. Untuk mencapai menjadi bahasa internasional tentu perlu memperkenalkan bahasa Indonesia dengan pembelajaran yang menarik. Pembelajaran yang menarik dengan merancang bahan ajar yang inovatif. Bahan ajar keterampilan berbahasa menyimak, membaca, menulis, dan berbicara untuk level A1. Selain itu, bahan ajar BIPA memanfaatkan budayabudaya yang ada di Indonesia dengan memperkenalkan ciri khas Indonesia kepada penutur asing dengan harapan hal ini akan menarik mereka mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Dengan mendeskripsikan bahan ajar keterampilan bahasa Indonesia akan menambah pengetahuan pembelajaran bagi pengajar BIPA. Kata kunci: bahan ajar, keterampilan berbahasa. BIPA Pendahuluan Program BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asin. merupakan sebuah program yang menarik dan memiliki peran penting untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Hal ini dimaksudkan karena program BIPA selain sebagai media untuk menyebarluaskan bahasa Indonesia, juga dimanfaatkan sebagai sarana dalam menyampaikan berbagai informasi tentang Indonesia, termasuk memperkenalkan tempat-tempat unik, budaya dan berbagai macam hal. VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 Orang asing yang tertarik dengan hal-hal di atas, secara tidak langsung juga akan mempelajari bahasa Indonesia sebagai media komunikasi. Dengan adanya komunikasi yang baik mak an secara bertahap masyarakat asing memahami masyarakat dan budaya Indonesia secara lebih komprehensif sehingga meningkatkan rasa saling pengertian dan saling menghargai, serta menciptakan hubungan persahabatan dan kerjasama antar negara. Pengajaran BIPA memiliki andil sebagai penunjang keberhasilan diplomasi budaya Indonesia di dunia internasional. Sebab itu dalam pengajarannya, program BIPA juga disesuaikan dengan kebutuhan yang ingin di capai oleh pelajar. Setiap pelajar asing memiliki latar belakang yang berbedabeda. Berdasarkan perbedaan latar belakang tersebut maka terdapat konsekuensi pada pemilihan materi bahasa Indonesia. Secara umum, pembelajar bahasa asing mempelajari bahasa Indonesia dengan tujuan yang bersifat akademis dan praktis. Tujuan akademis diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesastraan Indonesia, sedangkan tujuan yang bersifat praktis diarahkan untuk keperluan khusus, misalnya untuk studi lanjut, penelitian atau pekerjaan. Namun, sebagian besarnya pembelajar asing mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia untuk tujuan praktis seperti menggunakan bahasa Indonesia untuk membangun komunikasi dengan masyarakat untuk bercakapcakap sehari-hari, wawancara, membangun relasi dan lain sebagainya. Berdasarkan latar belakang pembelajar BIPA maka muncul berbagai macam materi ajar sekaligus tingkatan pembelajarannya. Tujuannya adalah untuk memetakan urutan materi dasar yang harus dipelajari dengan berbagai macam tingkat kesulitannya. Hal ini dibuat untuk memudahkan pembelajar dalam menguasai materi dengan mudah, praktis. Pada dasarnya sebuah pembelajaran dibuat untuk mengupayakan dan mengarahkan siswa ke dalam proses belajar sehingga mereka memperoleh tujuan sesuai yang diharapkan. Pengajar harus memahami adanya perbedaan yang dimiliki oleh setiap siswa. Dengan adanya perhatian tersebut makan akan lebih mudah bagi pengajar menemukan cara yang tepat dalam memecahkan permasalahan yang mungkin menjadi kendala bagi pelajar asing mempelajari bahasa Indonesia. Program pengajaran BIPA di bentuk dan dikembangkan berdasarkan kondisi yang dibutuhkan. Pembelajaran BIPA ini sendiri merupakan program pembelajaran yang memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Pembelajarannya memiliki prinsip dan kaidah-kaidah yang konseptual. Pada pembelajarannya terdapat empat keterampilan berbahasa juga dipelajari. Ke empat hal keterampilan berbahasa tersebut adalah keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Ke empat keterampilan ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah bahan ajar sesuai kebutuhan siswa. Widodo dan Jasmadi dalam Lestari, 2013: 1 mengatakan bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya. Bahan ajar yang didesain secara menarik memiliki pengaruh dalam penerimaan siswa terhadap isi materi yang disampaikan. Terlebih apabila bahan ajar disampaikan dengan media yang menarik, juga akan lebih memudahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran. Ketepatan pemilihan materi sangat penting dikuasai oleh pengajar. Pemilihan materi dan teknik penyampaian materi yang disesuaikan dengan kondisi pembelajar BIPA akan mempermudah pelajar asing menguasai bahasa Indonesia serta mengatasi kesulitan dan kebosanan mereka dalam belajar. Oleh sebab itu, maka perlu diperhatikan beberapa faktor penunjang keberhasilan penerapan materi ajar BIPA. Dengan demikian, harapannya dengan adanya materi bahan ajar BIPA yang sesuai dengan keterampilan berbahasa dan tingkat kesulitan tertentu dinilai efektif dan efesien dan digunakan secara cepat dan praktis serta berdaya guna kepada pelajar asing. Metode Dalam penelitian ini menggunakan metode langsung dimana para pembelajar bisa berkomunikasi dalam bahasa sasaran, dan memanfaatkan berbagai gambar untuk menghindari penggunaan terjemahan. Penjelasan mengenai koskata baru dilakukan melalui parafrase dalam VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 Bahasa sasaran, gerak-gerik Bahasa tubuh atau menunjuk benda untuk mempermudah dalam bahan ajar keterampilan BIPA. Hasil dan Pembahasan Komponen Materi Ajar BIPA Dalam pembelajaran bahasa-bahasa asing di Eropa, berdasarkan pedoman pengajaran bahasa-bahasa di Eropa (The Common European Framework [CFR]) terdapat pengetahuan yang dipelajari yakni keterampilan berbahasa dan Sosiobudaya. Sedangkan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia terdapat empat komponen keterampilan yang harus dipelajari yaitu keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Untuk itu, disarankan dalam pembelajaran bahasa, materi ajar harus dapat menggambarkan sepuluh aspek. Kompetensi: pengetahuan keterampilan dan karakteristik yang memiliki peluang bagi seseorang untuk bertindak. Kompetensi umum: kompetensi yang tidak hanya berfokus pada bahasa saja, tetapi membutuhkan semua jenis tindakan yang di dalamnya termasuk aktivitas bahasa. Kompetensi bahasa komunikatif: kompetensi yang memberdayakan seseorang untuk bertindak menggunakan sarana linguistik. Konteks: mengacu pada konstelasi peristiwa maupun faktor situasional . empat terjadinya mitra tutu. Aktivitas bahasa: di dalamnya terdapat latihan kompetensi bahasa yang komunikatif seseorang dalam domain tertentudalam pemrosesan . eseptif/produkti. dengan satu ataupun lebih sebuat teks dalam melaksanakan tugas. Proses bahasa: merupakan rantai peristiwa yang melibatkan neurologis, fisionlogis, yang melibatkan produksi dan penerimaan ucapan dan tulisan. Teks: setiap urutan dalam wacana tentu adanya pelaksanaan kegiatan yang menjadi kesempatan kegiatan bahasa dilaksanakan, baik sebagai pendukung atau sebagai sebuah proses dan tujuan. Domain: mengacu pada sektor kehidupan sosial yang luas, yakni tempat agen sosial Ranah ini sejalan denga pembelajaran atau pengajaran dan penggunaan bahasa, seperti ranah pendidikan, pekerjaan, public dan pribadi. Srategi: Sebuah tindakan yang terorganisasi, dan terarah yang dipilih sendiri oleh individu dalam melaksanakan tugas yang telah ditetapkan sesuai dengan bahan ajar. Tugas: merupakan sebuah tujuan dari pembalajaran biasanya dianggap sebagai pencapaian hasil tertentu dalam konteks masalah yang harus dipecahkan, kewajiban yang harus dipenuhi. Dari konsep yang dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahawa dalam pembelajaran bahasa materi ajar yang disusun mestilah memuat unsur-unsur teks dan tugas dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa yang telah dirancang melalaui sebuah proses. Dalam pembelajaran BIPA akan dijelaskan materi pengetahuan dengan empat keterampilan berbahasa dalam materi ajar yang reseptif dan Bahan Ajar BIPA Keterampilan Membaca Membaca merupakan suatu keterampilan yang memerlukan suatu latihan yang intensif, teratur dan berkesinambungan. Penggunaan bahan ajar merupakan bagian mendasar dalam proses belajar dan pembelajaran. Persiapan pembelajaran merupakan hal penting untuk mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Ketersediaan bahan ajar yang menarik merupakan salah satu hal yang penting dalam persiapan Selama ini tingginya minat bangsa asing dalam mempelajari Bahasa Indonesia tidak didukung dengan adanya bahan ajar yang sesuai dengan keinginan penutur asing dalam mempelajari Bahasa Indonesia. Hal ini berhubungan dengan minimnya buku-buku ajar yang VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 tersebar di toko buku, khususnya BIPA. Keterbatasan bahan ajar ini menjadi masalah khusus yang kerap dihadapi pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Kompetensi dasar yang dimuat dalam buku Sahabatku Imdonesia mencakup empat keterampilan membaca, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Berdasarkan pada cakupan kompetensi dalam buku ini, proses belajar dan mengajar Bahasa Indonesia telah berjalan dengan baik. Hal itu dibuktikan ketika penutur asing mampu memahami maksud dalam bahan ajar tersebut. Dalam keterampilan membaca hal ini menjadi salah satu bagian yang perlu dikaji hal ini disebabkan salah satu keterampilan berbahasa mahasiswa asing adalah membaca. Kesulitan yang terjadi adalah dalam pelafalan dan pemahaman. Nurhadi menjelaskan bahwa pembelajaran membaca memiliki dua tujuan utana, yaitu tujuan behaviorial dan tujuan espresif. Tujuan behaviorial disebut dengan tujuan tertutup ataupun tujuan intruksional, sedangkan tujuan ekspresif disebut dengan tujuan Tujuan behavorial diarahkan pada kegiatan membaca pemahaman makna kata, keterampilan-keterampilan studi pemahaman pada teks bacaan. Tujuan ekspresif diarahkan pada kegiatan membaca pengarahan diri sendiri, membaca penafsiran atau membaca interpretative dan membaca kreatif. Contoh bahan ajar BIPA membaca hobi dalam buku sahabatku Indonesia: Amelia dan Koleksi Bukunya Namaku Amelia, umurku 10 tahun. Aku sekolah di SD Kusuma. Membaca adalah Sejak kecil, ibu sering mmebacakan dongeng untukku, kini aku sudah bisa membaca. Ibu sering mengajakku ke toko buku aku senang jika ibu membawaku ke toko buku. Jawablah pertanyaan di bawah ini! Umur AmeliaA 8 tahun 9 tahun 10 tahun Amelia sekolah diA SD Sukma SD Kusuma SD Karisma Hobi ameliaA a, menulis Bahan Ajar BIPA Keterampilan Menulis Pembelajaran BIPA memiliki capaian belajar yang harus dimiliki pelajar asing yang sedang mengikuti program BIPA untuk belajar Bahasa Indonesia. Keterampilan menulis yang diajarkan pada BIPA tingkat pemula yaitu dapat mengisi formulir yang berkaitan dengan informasi pribadi, menulis kalimat pendek, dan sederhana yang berkaitan dengan arah, lokasi, dan aktivitas harian untuk pemenuhan kebutuhan konkret, upaya yang dilakukan dalam keterampilan menulis lainnya yaitu dengan menulis jurnal, keseharian, menulis laporan kunjungan, menulis karangan dan sebagainya. Pelajar BIPA tingkat pemula dapat diberikan bacaan Bahasa Indonesia yang sederhana sebagai Latihan sekaligus memiliki kosakata tambahan untuk memenuhi keterampilan menulis pelajar asing. Bahan ajar tingkat pemula dapat mengambil dari teks yang terdapat pada majalah anak, buku-buku Bahasa Indonesia sekolah dasar, atau bacaan yang disusun sendiri oleh pengajar maupun Lembaga kursus. Materi budaya yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran BIPA seperti kehidupan dalam keluarga, pertemanan, masyarakat, pergaulan, tata krama, yang setidaknya harus dimiliki oleh pelajar BIPA. VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 Contoh bahan ajar menulis dalam materi hobi dalam buku sahabatku Indonesia Nama saya Edi. Umur saya 9 tahun. Hobi saya bermain sepak bola. Saya bercita-cita menjadi pemain sepak bola yang hebat. Setiap pulang sekolah, saya sellau main sepak bola, saya bermain bola Bersama teman-teman. Jawablah pertanyaan dibawah ini untuk membantumu! Apa hobi kamu? Sejak kapan kamu mulai hobi itu? Dengan siapa kamu lakukan hobi itu? Bahan Ajar BIPA Keterampilan Menyimak Pengajaran BIPA perlu dibedakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Soewandi menjelaskan bahwa tujuan pengajaran BIPA yang sangat menonjol adalah . untuk berkomunikasi keseharian dengan penutur bahasa Indonesia . ujuan umu. untuk menggali kebudayaan Indonesia dengan segala aspeknya . ujuan khusu. Tujuan yang pertama, penekanannya pada penguasaan bahasa sehari-hari yang dapat dipakai untuk kepentingan praktis, seperti menyapa, menawar, menolak, mempersilakan, mengucapkan terima kasih, minta izin, mengajak, mengeluh, memuji, memperkenalkan, berpamitan, dan (Suyitno, 2. Menyimak merupakan proses interaktif yang mengubah bahasa lisan menjadi makna dalam pikiran, kegiatan berfikir atau menangkap makna yang didengar merupakan bagian dari proses menyimak. (Imam, 2. Bahan ajar BIPA ini cocok dalam keterampilan menyimak, karena tujuannya adalah mengembangkan kecakapan pembelajar BIPA berbicara, mengingat dan memahami bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka. Serta bagi pengajar BIPA bahan ajar ini sangat membantu mengembangkan potensi pengajar dalam menuangkan bahasa Indonesia agar mudah diajarkan. Para pengajar dan pembelajar BIPA juga dapat berinteraksi dengan mudah dalam proses belajar mengajar dalam keadaan pandemik covid 19 maupun tatap muka. Contoh bahan ajar Menyimak Dengarkanlah dialog dari audio yang diputar gurumu! Jawablah pertanyaan berikut Mengapa Anggun pergi ke sanggar lukis? Siapa yang hobi bermain basket? Apa pekerjaan ayah Ayu? Dengan siapa Anggun belajar melukis? Apakah hobi ayah Anggun? Mengapa ayah Anggun mendaftarkannya ke sanggar lukis? Bahan Ajar BIPA Keterampilam Berbicara Keterampilan berbicara pada program BIPA dipelajari sesuai dengan tingkatannya yaitu A1. A2. B1, dan B2. Pada tingkatan A1 pembelajaran menyimak sudah dipelajari secara Pada keterampilan berbicara pemelajar kelas BIPA ditujukan agar mereka memiliki keterampilan berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Selain itu, pemelajar diharapkan memiliki keterampilan berbicara atau setidaknya dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia untuk mengekspresikan kebudayaan Indonesia. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan tidak membosankan menjadi kunci keefektifan pembelajaran keterampilan berbicara pada program BIPA. Dalam proses pembelajaran berbicara pemelajar tidak antusias jika pembelajaran dilaksanakan di dalam kelas dan hanya menggunakan media atau bahan ajar berupa buku. Pemelajar lebih antusias jika proses pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan menggunakan media yang menarik. Hal lain yang menjadi kendala dalam pembelajaran keterampilan berbicara adalah terbatasnya penguasaan kosakata bahasa Indonesia. Pemelajar kelas BIPA masih pada tahap VERNACULAR. Vol. No. Tahun 2024, 192 - 198 belajar dan belum banyak menguasai kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara dilaksanakan di luar kelas dengan menggunakan media yang tepat dan menarik. Pada bahan ajar yang digunakan terdapat tema membuat nasi goreng pada keterampilan berbicara. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara adalah cooking class atau kelas memasak. Metode menurut David . alam Majid 2016:21-. adalah cara untuk mencapai sesuatu. Menurutnya terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, di antaranya: . pengalaman lapangan. simposium, dan Metode cooking class yang dimaksud adalah mahasiswa mengikuti kelas memasak sehingga mendapat pengalaman langsung. Mahasiswa memparaktikkan langsung bagaimana cara memasak nasi goreng mulai dari tahap menyiapkan bahan, memasak, menyajikan, dan menikmatinya. Pada setiap tahap pembuatan nasi goreng tersebut pemelajar harus berbicara dengan bahasa Indonesia. Misal dengan berbicara seperti kalimat berikut ini. AuBahan utama nasi goreng adalah nasi. Ay AuBumbu nasi goreng yaitu bawang merah, bawang putih, cabai, dan garam. Ay AuTumis bumbu dengan minyak lalu masukkan nasi dan bahan Ay Simpulan Intisari dari pembahasan di atas adalah pembelajaran BIPA memiliki empat keterampilan berbahasa yakni membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Ke empat keterampilan ini saling berkait antara satu keterampilan dengan keterampilan lainnya. Di sisi lain, dalam keterampilan berbahasa tersebut di dalamnya terdapat beberapa komponen atau aspek bahasa yang harus ada seperti yang sudah di jelaskan di atas. Keterampilan berbahasa yang dijelaskan di susun sesuai dengan kebutuhan artinya dalam BIPA terdapat beberapa tingkatan atau level kemahirannya. Dari level rendah hingga ke level tinggi. Tentu keterampilan berbahasa di sesuaikan dengan tingkat kemahiran pembelajar BIPA tersebut. Sebagai pengajar BIPA hendaknya menyesuaikan materi yang akan diajarkan kepada pembelajar BIPA sesuai dengan tingkatannya, untuk peneliti agar lebih bekerja sama dengan para pengajar BIPA untuk menciptakan ide-ide yang menarik agar keterampilan membaca, menulis, menyimak dan berbicara dapat mencapai tujuan sesuai dengan apa yang diharapkan. Rujukan